___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Sunday, November 4, 2007

MONITORING KRISIS EKONOMI - IX

(Minggu ke I, November 2007)

PAJAK DAN PEMILU

Topik Kali Ini
Renungan Ekonomi dan Politik
Defisit Belanja Negara dan Bahaya Inflasi

Citibank Akan Jadi Shitty Bank kah?
Analisa dan Peluang Pasar

The Fed menurunkan suku bunganya sebesar 25 basis poin pada tanggal 31 Oktober 2007 menjadi 4.50%. Pertumbuhan GDP US untuk kwartal 3 (annualized) 3.9% (The Fed pasti sedang mabuk). Hari itu bursa saham menguat. The Fed pada hari itu mengglontorkan US$ 41 milyar di pasar repo. Indeks Dow Industrial naik 135 poin (1%). Tetapi dana itu cepat menguap, hari berikutnya jebol lebih dari 2%. Penurunan sehari setelah pengumuman the Fed ini mungkin karena investor yakin bahwa the Fed sedang mabuk atau Mr. Bear sudah muncul. Kalau benar Mr. Bear yang muncul, maka tidak salah kalau judul artikel minggu lalu adalah “Selamat Datang Bear”. Kita akan lihat beberapa bulan ke depan apakah Mr. Bear hanya mampir sebentar atau datang untuk berpesta selama 2-4 tahun.

Emas hari ini menembus $805/oz dan melaju menantang level all time highnya $860/oz. Harga minyak bertengger di atas $95/bbl, menantang level $100/bbl. Kaum laisser faire, libertarian, anti kekuasaan bank sentral, bergembira menyambut kemenangan uang sejati. Bear juga. Krisis ekonomi? Kata Bear. Dengan harga minyak yang bertengger di $95/bbl, apa yang harus dikatakan? Kaum Bear seperti saya ini untung pada saat ekonomi memburuk.


RENUNGAN EKONOMI DAN POLITIK – PAJAK, POLITIK DAN PEMILU
Judul tulisan kali ini adalah PAJAK DAN PEMILU, untuk mengakomodasi bagian kecil dari tulisan ini yang merupakan sebuah renungan.

Berita di koran baru-baru ini mengatakan bahwa pemilihan umum tahun 2009 akan memakan biaya Rp 47.9 triliun. Kira-kira 6% dari anggaran belanja negara 2008. Biaya itu dipakai untuk memilih orang-orang yang diharapkan bisa membuat makmur kita. Kemudian, selama 5 tahun kita harus menggaji mereka (yang besar karena mereka menentukan sendiri gaji mereka), memberi tempat tinggal dan akhirnya memberi pensiun yang ditentukan sendiri oleh mereka. Biaya yang dikeluarkan tidak hanya itu, karena untuk menggalang suara, para kontestan juga harus mengeluaran biaya, yang harus didapat entah dari mana. Biaya ini untuk Indonesia yang masa sekarang ini lebih demokrasi, mungkin lebih besar dari pada budget riil pemerintah untuk pendidikan. Dibandingkan dengan krisis tahun 1965, terlihat krisis 1998 jauh lebih sulit bangkit, walaupun skalanya krisis tahun 1965 jauh lebih besar dari pada krisis tahun 1998. Tahun 1965, negara praktis bangkrut dan sekitar 3 juta orang mati terkorbankan. Perbedaan utama antara kebangkitan dari krisis 1965 dan 1998 adalah pada alokasi biaya dan tenaga, yang satu terfokus pada kemakmuran dan pemulihan ekonomi dan yang lainnya terfokus pada demokrasi dan menyebaran kekuasaan (dan kesempatan korupsi, termasuk yang dilegalkan). Dalam kurun waktu yang kurang dari 10 tahun setelah krisis pertengahan dekade 60an, jalan Sudirman Jakarta telah berubah dari 4 jalur menjadi 10 jalur. Demikian juga jalan Gatot Subroto, Jalan Dewi Sartika, Cililitan sampai ke Senen, menjadi lebar. Sedangkan pada krisis 98, setelah waktu 10 tahun, banyak jalan-jalan yang sama yang sama seperti jalan Thamrin dan Sudirman berubah/berkurang menjadi 8 jalur karena 2 jalur dipakai untuk busway. Akibatnya lalulintas semakin macet. Demokrasi melahirkan pemimpin yang sontoloyo dan berorentasi pada kekuasaan bukan pengabdian. Orang-orang yang maju mencalonkan diri menjadi anggota parleman atau presiden adalah orang-orang yang berorientasi kekuasaan bukan pengabdian untuk memakmurkan bangsa. Ingat Bush dan Hitler dipilih secara demokratis. Oleh sebab itu saya selalu mengatakan: Democracy is a government by the people, of the people, to fool the people.

Biaya demokrasi mahal dan harus dipikul oleh rakyat baik melalui pajak tersembunyi atau inflasi (pencetakan uang baru, pengenceran nilai uang, pajak tabungan) atau pajak terbuka (pajak penghasilan, penjualan, dll). Jadi jangan heran kalau ada korelasi yang paralel antara demokrasi dan pajak. Dubai, Saudi Arabia, Brunei, Kuwait punya persamaan bahwa di sana tidak ada pajak penghasilan dan tidak ada pemilihan umum. Hong Kong tidak ada pemilihan umum, dan pajaknya sangat minimal. Sebaliknya di US atau negara-negara Eropa barat, pajaknya mencekik.

Ada sebuah cerita yang cukup kontroversial. Seseorang bernama John Templeton yang oleh majalah Time dipilih menjadi salah satu dari 100 orang yang berpengaruh di tahun 2007. Dulunya John Templeton adalah warga negara US yang menanggalkan kewarganegaraan US nya pada tahun 1968 dan pindah ke Bahama karena alasan pajak. Perpajakan di US, negara yang paling demokratis, mengharuskan warga negaranya dimana pun berada, dari mana pun penghasilannya berasal, untuk membayar pajak penghasilan. Oleh sebab itu John Templeton melepaskan kewarganegaraannya.

Apa yang dilakukan oleh John Templeton, tidak lagi bisa dilakukan warga negara US, karena peraturan sekarang seseorang harus membuktikan dulu bahwa alasan menanggalkan kewarganegaraan US adalah bukan karena untuk menghindari pajak. Kalau tidak bisa membuktikannya, maka selama 10 tahun setelah menanggalkan kewarganegaraannya, dia masih harus membayar pajak US. Mampus lah kau. Jadi kalau anda ingin mengambil kewarganegaraan US, pikirkanlah masak-masak, apalagi kalau anda punya penghasilan yang besar.

Pajak tidak selalu legal dan transparan. Inflasi moneter atau ekspansi moneter, disebut juga ekspansi kredit, disebut juga pencetakan uang baru bisa disebut pajak atas tabungan. Legal dan diatur dengan hukum tetapi tidak transparan. Berapa banyak diantara pembaca yang tahu bahwa untuk tahun 2007 ini pemerintah RI mencetak uang baru sebesar 12%-18%. Nilai riil rupiah tentunya turun sebanyak uang baru yang diciptakan. Jadi jangan heran kalau harga-harga naik sejalan dengan pertambahan uang ini (12%-18%) bukan mengikuti angka inflasi BPS (Badan Pusat Statistik) atau badan-badan resmi. Mengenai statistik, Mark Twaine menggambarkannya secara gamblang: There are lies, damn lies and statistics.

Pajak yang tak resmi juga semakin banyak. Di daerah bupati-bupati adalah orang-orang yang dipilih secara demokratis. Katanya supaya daerahnya lebih makmur. Saya tidak tahu apakah itu yang akan tercapai. Seorang teman yang bekerja di sebuah perusahaan perkebunan yang berkantor di Jakarta dan ingin berinvestasi di Irian Jaya, dimintai oleh salah seorang bupati disana untuk membayari liburan ke Bali bersama keluarganya plus para ponggawanya. Semuanya harus di klas VIP, termasuk para ponggawanya. Mobil juga harus disediakan. Oleh perusahaan teman saya ini semua disediakan termasuk supir dari rental mobil. Suatu saat, mainan anak bupati tersebut tertinggal di dalam mobil sewaan yang disediakan. Paniknya mereka bukan main. Seluruh dunia ditelpon. Kata “seluruh dunia” bukan kiasan. Mereka betul-betul menelpon para manager dan direktur perusahaan perkebunan ini yang kebetulan sedang ada di Malaysia, Singapura, Eropa dan Cina. Edan bukan? Dan para manager dan direktur ini menelpon teman saya di Jakarta untuk menyelesaikan masalah ini. Dengan tertawa geli, teman saya menelpon teamnya pak bupati ke Bali dan diterima oleh salah satu ponggawa bupati ini.

“Bapa jangan tertawa, ini persoalan serius” sang ponggawa memperingatkan teman saya yang tertawa geli. Bagaimana teman saya tidak tertawa, masalah mainan anak-anak kok dianggap serius. Perkara tenaga kerja, kemakmuran, keamanan barulah serius. Lagi pula pemecahannya mudah saja. Teman saya menelpon kantor penyewaan mobil dan menginstruksikan supaya supir mobil itu mengantarkan mainan itu ke kamar pak bupati. (Catatan: pak bupati dan para ponggawanya tidak bisa menghubungi supir karena parkirnya di basement dimana telpon hp tidak ada signal).

Jadi tahulah anda bagaimana kwalitas pemimpin hasil demokrasi. Ingat Bush dan Hitler dipilih secara demokratis. Kalau seperti ini apakah negara bisa semakin makmur?

Harian Kompas hari Sabtu tanggal 3 November 2007 menurunkan berita tentang terdesaknya pasar tradisional oleh super market raksasa dan hypermarket. Persaingan antara kapitalis dan rakyat kecil. Saya tidak melihatnya demikian. Saya melihatnya sebagai usaha pemerintah menyingkirkan “underground economy” seperti tukang bakso pikul, kaki lima, pasar tradisionil. Ekonomi underground tidak bayar pajak. Sedang pemerintah terlalu tamak untuk membiarkan ekonomi bebas pajak ini berkeliaran terus. Jangan heran kalau ada pasar tradisionil terbakar (dibakar) kemudian berganti dengan super market yang bayar pajak. Pemerintah, kader partai dan anggota tidak tertarik untuk memakmurkan rakyat. Itu bukan yang menjadi tujuan mereka. Kalau mereka memang bertujuan mensejahterakan rakyat maka mereka tidak perlu berorientasi politik. Cukup berbuat seperti madam Theresia atau Albert Schweitzer. Kedua orang ini percaya bahwa mereka bisa hidup bukan sebagai parasit dan mengabdikan hidupnya untuk orang-orang yang menderita. Madam Theresia di India dan Albert Schweitzer di Gabon. Apakah para politikus parasit itu perduli dengan kebakaran pasar tradisionil? Pembakar pasar tradisionil tidak pernah tertangkap karena polisi tidak punya dana operasi untuk itu. Kalau untuk mencari Amrozi dan Imam Samudra ada dananya.

Kalau anda meyukai uraian dan analisa di atas ada baiknya anda merekomendasikan situs ini kepada teman, saudara dan rekan sekerja anda. Di situs ini kita juga akan membahas mengenai bagaimana cara menangkal dan mengurangi akibat buruk politik kekuasaan terutama yang berkaitan dengan investasi dan tabungan anda.

Mari kita lanjutkan dengan cara-cara menangkal dampak buruk ulah para politikus.

DEFISIT BELANJA NEGARA DAN BAHAYA INFLASI
Inflasi bisa disebut sebagai pajak atas tabungan. Inflasi adalah gejala moneter, yaitu bertambah banyaknya uang yang beredar (bank sentral dan otoritas keuangan mencetak uang baru). Dengan bertambah banyaknya uang yang beredar maka nilai riil tabungan anda turun. Itulah sebabnya inflasi disebut oleh ekonom orang waras sebagai pajak atas tabungan.

Budget belanja negara 2008 akan mengalami defisit yang mungkin cukup besar. Bagaimana mengatasinya? Pertama dengan pengetatan dan pemangkasan dan yang kedua dengan cetak duit baru dan sembunyikan cara pengeluarannya lewat jalur non-budgeter – gaya dan jurus lama. Alasan adanya defisit ini karena tingginya harga minyak adalah omong kosong. Karena harga minyak tidak tinggi, tetapi nilai uang semakin turun karena jumlah yang beredar semakin banyak. Kemakmuran tidak bisa dicapai dengan ekspansi kredit/mencetak duit. Kalau semua harga barang naik sedangkan permintaan-penawaran tidak berubah, bukankah itu karena nilai duit yang turun? Semakin jarang sektor-sektor produktif yang dikerjakan maka mau tidak mau terpaksa harus cetak duit lagi (baca sikat dari tabungan para penabung kelas menengah). Taksiran saya tahun 2008, inflasi moneter Indonesia akan di atas 20%, mungkin 23% - 25%. Seperti jamannya Suharto dulu.

Dalam rencana budget pengeluaran negara diasumsikan bahwa target produksi minyak adalah 1,035 juta bbl/hari. Dalam Asia Pacific Oil & Gas Conference and Exhibition yang dibuka tanggal 30 Oktober 2007 lalu, ada 26 blok explorasi yang ditawarkan, ada 2 lapangan baru yang akan diproduksi – Oyong dan Pangkah. Saya tidak mendengar mengenai lapangan Tangguh, mungkin harus di-tangguh-kan lagi, karena harga gas ke Fujian yang disepakati terlalu murah dan biaya produksi di Irian terlalu mahal. Catatan: BP harus membuat rumah-rumah untuk penduduk di sekitar pabrik LNG seharga jutaan rupiah per rumahnya. Mendatangkan bahan bangunan ke daerah itu mahal. Ongkos sosial di daerah itu mahal.

Oyong dan Pangkah paling tinggi bisa memproduksi 100 ribu bbl/hari. Taksiran saya hanya 70 ribu bbl/hari. Sehingga peluang yang terbesar, produksi rata-rata tahun 2008 adalah 950 ribu bbl/hari. Defisit 85 ribu bbl/hari. Jangan heran bahwa pemerintah giat melakukan program konversi penggunaan minyak tanah ke LPG untuk mengurangi subsidi dan menekan defisit.

Oleh sebab itu tahun 2008 akan disebut tahun naiknya inflasi. Bagi pemilik tabungan sebaiknya tidak menyimpan uangnya di bank atau mempunyai bond. Bunga bank atau bond yang hanya 7%-12% tidak akan menutup jatuhnya nilai riil rupiah yang mungkin bisa mencapai 20%. Dalam 3 bulan ini harga emas, uang sejati yang tidak bisa dicetak dan dimanipulasi bank sentral naik dari Rp 190 ribu/gr ke Rp 235 ribu/gr. Perkiraan saya sampai akhir tahun ini bisa mencapai Rp 250 ribu/gr. Dan akhir tahun depan bisa menembus level Rp 300 ribu/gr.


CITIBANK AKAN JADI SHITTY BANK KAH?
Dari hutang sub-prime merambat ke Northern Rock dan dua bank Jerman IKB & SACHSENLB. Secara umum sektor perbankan kena. Dalam artikel sebelumnya saya merekomendasikan untuk mempertimbangkan shorting sektor perbankan. (Saya punya posisi short di sektor finansial lewat put option ETF XLF).

Pada hari Kamis 1 November 2007, saham Citigroup (C) jatuh 6%. Citigroup punya $2,36trilliun in assets di akhir kwartal 3, 2007. Banyak tuh. Tapi nanti dulu....., liability nya $2,23 trilliun. Jadi jika $ 0,13 triliun (6% dari asset) busuk terkena virus sub-prime, atau infeksi sekundernya maka mampuslah. Kemungkinan Citibank punya banyak asset asset busuk. Paling tidak harus kena $ 6.5 milyar di kwartal 3, 2007. Laba bersihnya turun 56%. Dan..... CEO nya Charles Prince turun tahta. Gejala ada persoalan besar? SEC, pengawas pasar modal US sedang menyelidiki kecurigaan akan adanya $80 milyar SIV (Structured Invesment Vehicle – bentuk lain dari virus subprime) - http://www.marketwatch.com/news/story/citigroup-ceo-resign-sunday-sec/story.aspx?guid=%7B1CA9FC41-0F21-434F-9F07-9E08C12CDF31%7D. Angka ini ($ 80 milyar) sudah dekat dengan $130 milyar bukan? Baunya busuk.

Kemungkinan besar Citigroup harus menjual sebagian asset-assetnya yang masih liquid agar bisa tetap liquid untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Saham? Atau Pangeran al-Walid bin Talal dari Saudi yang punya sekitar 5% saham Citigroup akan menolong? Yang terakhir saya meragukan. Al Walid mungkin sekarang sedang termenung menelan kerugiannya dan memikirkan untuk mengambil langkah selanjutnya. Kalau Citigroup harus menjual saham di portfolionya, artinya akan terjadi tekanan jual di bursa saham dalam waktu mendatang.

Kalau saya punya uang banyak di Citibank maka akan saya tarik. Siapa tahu Citibank bisa jadi Shitty Bank. Tidak liquid lagi. Short Citigroup (C)? Silahkan mendiskusikan dengan investment advisor anda. Saya pribadi akan masuk di long term put.


ANALISA PASAR DAN PELUANG
Tidak sulit untuk membayangkan “jika” bank terbesar di dunia yang bernama Citibank, atau Citigroup berubah menjadi big shitty group maka banyak orang yang dapat big-shit. Itulah kira-kira gambaran masa mendatang. Jangan lupa, masih ada kata “jika”. Tetapi menarik juga kalau memang Citigroup menjadi Shitty Group.

Penjalaran krisis dari satu sektor atau satu region ke tempat lain memerlukan waktu. Krisis Asia tahun 1998, disusul krisis Rusia 1998, Long Term Capital Management yang banyak memegang surat hutang Russia yang default tahun 1998. (Ini list berita-berita tentang krisi Russia: http://news.google.co.id/archivesearch?oe=UTF-8&hl=en&tab=wn&ie=UTF-8&q=Russian+Crisis&sa=N&sugg=d&as_ldate=1998&as_hdate=1998&lnav=d3b&ldrange=1993,1993&hdrange=1999,2007) . Kemudian, tahun 1999 menyusul jebolnya harga minyak ke bawah $ 9/bbl (Ya, hanya 1/10 dari harga hari ini, 8 tahun kemudian). Tahun 2000, bursa tech dotcom Nasdaq jebol. Krisis ekonomi di Argentina 2001 (http://www.foxnews.com/story/0,2933,40274,00.html). Baru tahun 2003 krisis dunia mencapai dasarnya. Krisis dunia yang lalu memerlukan 5 tahun untuk menjalar ke semua sektor.

Lamanya penjalaran ini memberikan peluang bagi para investor bear. Bagi yang konservatif, bisa bertahan di dalam bunker emas dan logam mulia. Dan bagi yang lebih agressif, terkadang bisa melakukan shorting bahkan dengan leverage. Sektor real-estate sudah melambat sejak tahun 2005. Indeks home building (Chart-1) yang sejak tahun 2005 mengalami bear market, turun dari 11000 ke 3300an (terpangkas 70%, gila mak).


Chart 1 (klik Chart untuk memperbesar)

Sektor perbankan baru dimulai tahun 2007 (Chart-2). Sedangkan Sektor Transportasi dan Retail sudah menunjukkan gejala bearish dan siap menantang koridor tren naiknya (Chart-3 dan Chart-4). Emerging Market belum bergeming.

Chart 2 (klik Chart untuk memperbesar)

Chart 3 (klik Chart untuk memperbesar)


Chart 4 (klik Chart untuk memperbesar)

Saya pribadi punya long term put option untuk sektor Transportasi (IYT) dan juga akan masuk untuk shorting sektor retail. Untuk sektor retail Sear mungkin bagus untuk di-short. Karena supermarket ini, pertama harganya mahal dan kedua tidak terfokus pada kebutuhan sehari-hari dan jarang ada discount. Jadi orang lebih suka pergi ke Wall Mart untuk belanja mingguan dan K-Mart atau Seven Eleven untuk kebutuhan mendadak.

Di sektor logam mulia, emas sudah naik dari $ 650an/oz ke $800/oz. Saya perkirakan bisa mencapai $900/oz, atau dalam rupiah Rp 260 ribu – Rp 270 ribu/gr. Perak agak tertinggal. Biasanya perak selalu out-perform emas kalau sedang rally dan underperform emas kalau sedang turun. Perak lebih volatile dari emas. Laggard nya perak ini merupakan kesempatan bagi yang terlambat masuk di sektor logam mulia. Beberapa saham spekulatif perak yang perdagangkan di bursa Toronto di seperti Avino Silver (ASM.V), Impact Silver (IPT.V), Endeavour Silver (EDR.V), atau MMG. Atau yang kurang spekulatif seperti Gammon Lake (GRS), Hecla Mining (HL), Cour d’Alene (CDE). Dan proxy kepemilikan perak bisa lewat SLV atau SLW (silver wheaton).


Jakarta 4 November 2007
Semoga anda sukses dan investasi anda berhasil.

Monday, October 29, 2007

MONITORING KRISIS EKONOMI -VIII

(Minggu ke IV, Oktober 2007)

SELAMAT DATANG BEAR

Countrywide Financial rally di hari Jumat 26 Oktober 2007 bersama saham-saham lain. Emas rally ke $783.5/oz. Mungkin dalam rupiah mencapai Rp 230 ribu, rekord baru. Saya pikir ada baiknya melepas semua posisi short. Mungkin dalam beberapa hari ini menjelang pertemuan the Fed, FOMC, tanggal 31 Oktober mendatang, bursa saham akan menguat dan dollar akan melemah karena antisipasi bahwa the Fed akan menurunkan suku bunganya lagi. Nanti setelah pertemuan FOMC maka kita akan masuk kembali. Untuk emas, ada satu pelajaran bahwa dalam bull market, sebaiknya jangan melakukan short. Saya melakukan short di sektor emas karena saya melihat Commercial Traders melakukan short secara besar-besaran sejak 2-3 minggu lalu dimana harge emas di level $750/oz. Kenaikan lebih dari $30 akan membuat investor commercial terjepit dan mungkin sudah meliquidasi posisi karena terkena margin call. Saya juga kena.

Review kali ini menyoroti seberapa kuatkah rally-rally pada bulan July dan September dan bagaimana arah pasar ke depan. Kemudian dilanjutkan bagaimana strategi yang baik untuk akhir tahun.

Saya tidak tahu apakah sudah saatnya untuk mengucapkan “SELAMAT DATANG MY DEAR BEAR”. Anda bisa menilainya sendiri. Mungkin Mr. Bear sudah nampak dan akan datang untuk berpesta. Mungkin hanya “stor” muka saja, lalu pergi.

NON CONFIRMATION DIVERGENCE

Teory pasar saham Dow menyatakan bahwa diperlukan kenaikan yang seiring antara Dow Industrial dan Dow Transportation sebagai syarat untuk pasar saham bull. Ada fenomena yang disebut Non Confirmation Divergence yaitu Dow Industrial ($INDU) rally tanpa dibarengi dengan Dow Transportasi ($TRAN). Fenomena ini mengacu pada awal dari bear market. Fenomena ini nampak di pasar saham US. Ternyata bahwa rally yang terjadi di bulan September 2007 jumlah saham yang ikut sudah berkurang. Chart-1 menunjukkan beberapa indeks di pasar US, Dow Industrial ($INDU), Dow Average ($DJA), Dow Transportation ($TRAN) dan Dow Utility ($UTIL). Terlihat bahwa:

a. Dow Transportation, saham-saham transportasi tidak ikut rally di bulan September.
b. Dow Average di bulan September tidak bisa mencapai level tertinggi di bulan July, artinya, saham yang ikut rally berkurang.

Tidak ikutnya rally sektor transportasi, mengidikasikan bahwa pengiriman barang atau angkutan penumpang sudah menyurut. Dan ini bisa diterjemahkan sebagai akhir dari boom.

Sejak bulan May 2007, jumlah saham yang bearish (di bawah moving average 200 hari nya) semakin banyak. Chart-2 menunjukkan DOWA200R atau jumlah saham yang posisi harganya masih di atas moving average 200 hari nya. Terlihat bahwa jumlah saham yang harganya masih bertahan di atas moving average 200 harinya semakin berkurang. Misalnya, pada bulan May 2007, hampir 100% dari saham-saham Dow bullish. Dan pada puncak Dow di bulan July masih ada 97%. Jumlah ini berkurang terus dan pada puncak – yang katanya rekord baru – pada bulan September, jumlah saham yang masih mempunyai tren naik tinggal 83%. Sebagian (14%) telah berpindah ke kubu bear. Melihat dari trennya, maka kubu bear akan berpeluang menguat.


Chart 1



Chart 2

Di samping itu, di sektor semi konduktor, SOXX, yang telah mengalami masa konsolidasi selama 7 tahun sejak dari tahun 2000, nampak enggan lepas dari masa kosolidasinya. Malah nampaknya akan menjadi bearish (Chart-3).

Chart 3

Sektor ini nampaknya menebus ke bawah supportnya (Chart-4) dan keluar/jatuh dari pola konsolodasi segi tiganya. Kita tunggu kejelasannya beberapa minggu lagi. Andaikata SOXX jatuh ke bawah lagi lagi (di bawah 440), maka bisa kita ucapkan “Selamat Datang Bear”. Sebab semi konduktor adalah komponen yang penting dari manufakturing barang-barang elektronik. Kalau sektor ini gagal menjadi bullish ketika keluar dari masa konsolidasinya, berarti sektor industri barang elektronika akan bearish. Ringkasnya “tidak ada pembeli barang elektronika”. Menariknya ialah indeks Nasdaq ($NDX) mencapai rekord baru di level 2200 (bulan July di level 2050). Hanya saham-saham yang berkapitalisasi besar yang mendongkrak naik indeks Nasdaq seperti halnya indeks Dow Industrial. Di lain waktu kita akan bahas.


BURSA JEPANG DAN EROPA

Bursa-bursa di negara maju (Jepang dan Eropa) gagal mencetak rekord baru pada rally bulan September 2007 ini. Bursa-bursa ini mencapai level tertinggi di bulan July lalu. Sedangkan bulan September ini hanya mencetak “lower high”. Andaikata dikemudian hari bursa-bursa ini hanya mencetak “lower high” lagi maka bisa kita ucapkan “selamat datang bear”.

Indeks Nikkei 255 di bawah ini (Chart-4) menunjukkan kegagalan mencapai rekord baru di bulan September bersama indeks Dow Industrial.



Chart 4

Demikian juga halnya indeks CAC Preancis dan DAX Jerman (Chart-5 dan Chart-6), nampak gagal mengikuti indeks Dow Industrial.

Bursa Asia dan Emerging market, masih marak dan out-perform Dow Industrial. Naiknya dahsyat. Kemungkinan ini adalah klimaks dari bull market. Ini tidak berarti bahwa dalam beberapa minggu lagi pasar Asia dan Emerging market akan berubah menjadi bearish. Pasar Asia dan emerging market bisa tertinggal 6 bulan sampai 12 bulan dari pasar US. Lagi pula di pasar US, bear belum sepenuhnya berpesta pora. Baru sekedar nampak saja. Oleh sebab itu masih belum saatnya melakukan short di pasar-pasar yang sudah mencapai level irrational exuberance ini. Pada saatnya kita akan melakukan shorting di pasar ini.


Chart 5


Chart 6

STRATEGI INVESTASI KE DEPAN

Saya akan menunggu sampai pertemuan FOMC. Kemungkinan bahwa the Fed akan menurunkan suku bunganya 25 basis poin. Andaikata lebih banyak, maka peluangnya ialah akan terjadi rally. Pada saat rally sudah memudar, mungkin pada saat ini CFC (Countrywide Financial) akan membentur 200 day MA, saya akan melakukan shorting saham ini dan saham sektor finansial.

Posisi long untuk emas masih dipertahankan, bahkan akan ditambah dengan call option untuk menambah leverage. Saya tidak yakin bahwa akan ada koreksi yang dalam di sektor emas.

Yang menarik adalah sektor perak yang saham-sahamnya masih belum banyak bergerak. Tetapi secara historis memang demikian. Emas harus setengah jalan dulu, baru kemudian perak mengikuti secara eksplosif. Oleh sebab itu, dari pada mengambil posisi long di sektor emas, saya lebih baik memilih sektor perak. Pilihan saya adalah GRS (Gammon Lake Resources).

RENUNGAN – EKONOMI INDONESIA

Pemerintah Indonesia bisa terkena budget defisit tambahan Rp 100 triliun (12% dari budget atau 3% dari GDP). Taksiran saya inflasi versi Imam Semar bisa sampai 15% - 25%. Tergantung harga minyak, produksi minyak domestik dan nilai tukar Dollar. Hati-hati US dollar tahun 2008 bisa ada counter rally. Produksi minyak Indonesia sekarang hanya 1.0135 juta barrel sedangkan target (asumsi di RAPBN) adalah 1.035 juta BBL/hari. Perkiraan saya produksi Indonesia tahun 2008 hanya 0.95 juta BBL/hari. Dan katanya kekurangan 50,000 BBL/hari akan menelorkan defisit anggaran negara Rp 10 triliun. Nah hitung saja berapa defisitnya, antara 10% - 20% dari budget. Dengan kondisi seperti ini saya tidak akan heran kalau harga emas akan mencapai Rp 300 ribu per gram di tahun 2008.

Omong-omong, tadi malam saya pergi ke resepsi perkawinan keluarga. Seorang tante saya, yang sama sekali awam dengan pasar modal, menawarkan reksadana dan berusaha menyakinkan saya bahwa harga saham akan naik dalam tahun tahun kedepan. Dia minta saya ikut. Saya jadi ingat kasus peternakan cacing, jangkrik, palem raja, dimana majalah Trubus hampir tiap terbitan selalu mengcovernya. Dulu banyak yang ikut menceburkan diri secara berbondong-bondong. Dan...., banyak yang gagal. Sebuah pelajaran bagi yang belum tahu yang namanya boom dan mania.

Semoga anda beruntung....., jaga investasi anda dengan baik.
Jakarta 28 Oktober 2007

Saturday, October 20, 2007

MONITORING KRISIS EKONOMI -VII

(Minggu ke IV, Oktober 2007)

RALLY AKHIR TAHUN DAN 2008, MENJELANG PEMILU US?

Biasanya 1 tahun sebelum sampai tahun menjelang pemilihan presiden di US, bursa saham marak. Dan pada pertengahan periode kepresidenan, biasanya terjadi crash atau paling tidak tahun itu adalah tahun bearish. Siklus nampaknya berubah dan terbalik-balik. Tahun 2006 seharusnya ada mini crash, dan tahun ini ada rally. Untuk 2007-2008 harus kah bullish saja walaupun ekonomi US menuju resesi (tentunya berdampak ke ekonomi dunia).

Walaupun akhirnya pasar saham mengalami koreksi besar pada tanggal 19 Oktober 2007, perkembangan pasar modal selama dua-tiga minggu sebelumnya sangat menarik, maksud saya, sangat melawan arus ekonomi . Pasar saham rally dan membuat rekord baru walaupun beberapa berita negatif baru mengenai persoalan kredit dan perbankan. Setelah US, kasus credit crunch merebak ke Inggris dan memakan korbannya bank Northern Rock, kemudian 2 bank di Jerman dan Canada. Rusia yang seharusnya sedang kebanjiran petro-dollar, juga mengalami krisis liquiditas.

Kenaikan harga saham mungkin karena para fund manager sedang melakukan window dressing untuk kwartal 3, 2007. Sekarang window dressing sudah hampir selesai. Saatnya melakukan short lagi. Saya curiga bahwa masih akan ada koreksi yang lebih dalam dari koreksi pada bulan Agustus-September lalu. Secara teknikal saya belum melihat koreksi terakhir C wave secara meyakinkan. Pattern koreksi ABC waves, kurang meyakinkan. Sambil menunggu konfirmasi apa yang saya percaya, kita review saja keadaan ekonomi dunia.

KRISIS MONITORING
Krisis di Inggris: Sudah basi, Bank Northern Rock kena. Sebagai dampaknya Bank of England kuatir kalau-kalau nantinya perusahaan-perusahaan terpaksa menelan suku bunga pinjaman yang lebih tinggi dikemudian hari. BoE tidak perlu kuatir, karena halitu sudah terjadi. LIBOR (London Inter-Bank Overnight Rate), sudah naik ketika krisis sub-prime merebak.

Krisis di Zona Eropa: Sudah basi, 2 bank Jerman harus ditolong.

Krisis di Russia: mengalami capital outflow $9.4 milyar di kwartal III 2007. Hal ini berkaitan dengan kredit subprime di US. Dana ditariki oleh investor asing dari Russia untuk menutupi kewajiban di tempat lain karena sulitnya untuk memperoleh kredit di pasar Internasional. Oleh sebab itu pasar uang di Russia menjadi kering tersedot keluar. Bank sentral Russia menurunkan atas persyaratan minimum cadangan (CAR, capital adaquacy ratio?). Artinya bank-bank boleh meminjamkan lebih banyak. Sayangnya banyak bank-bank di Russia juga mengalami kesulitan kapital untuk operasi seperti halnya juga banyak perusahaan disana. Bank sentral juga memerikan guyuran liquiditas lewat repo (repurchase operation) surat-surat berharga/hutang. Tentu saja surat-surat hutang ini tidak bisa di perjual belikan di pasar modal karena tidak liquid. Fitch, badan rating menurunkan rating Russian Standard Bank, bank konsumer terbesar di Russia.

http://www.ft.com/cms/s/0/becd8126-7794-11dc-9de8-0000779fd2ac.html

Krisis di Canada: Beberapa pengelola dana pensiun, danareksa dan perusahan lain terpaksa gigit jari karena $40 milyar Asset Backed Commercial Paper (ABCP) yang mereka beli menjadi beku terkena limbah sub-prime. Akankah merambat lagi?

Krisis di US: Beberapa bank besar di US bersatu membentuk dana $100 milyar untuk membeli surat-surat berharga (mungkin sudah tidak berharga lagi) yang terkontaminasi limbah sub-prime. Saya tidak tahu bagaimana cara menentukan harganya karena tidak ada penawaran/permintaan, pasarnya tidak liquid. Dan sebenarnya barang itu milik mereka sendiri, atas nama perusahaan afiliasinya. Sulit mengetahui berapa banyak dari US$ 500 triliyun dana di pasar derivative yang berpotensi beku, tidak bisa dijual di pasar, seperti kasusnya BLBI di Indonesia. Tentu saja tidak semua hutang di dalam paket hutang ini jelek, tetapi istilahnya karena nila setitik rusak, susu sebelanga. Karena limbah subprime yang sedikit, semua yang dipaketkan menjadi beku dan tidak laku.

Citigroup mengumumkan bahwa revenuenya akan turun 60% tahun depan. Bank of America juga. Hutang kartu kredit naik. Mungkin di US orang menggunakan kartu kredit untuk bayar cicilan rumah. Tunggu saja waktunya mereka gagal bayar.

Di sektor perumahan, penjualan terus menurun 4.3% pada bulan Agustus. Lennar, perusahaan pemborong bangunan terbesar ke 2 di US mengalami menurunan penjualan 55%. Kepercayaan konsumen menukik, pada bulan July masih 112 dan September hanya 99. Pembayaran kartu kredit makin molor (konsumen makin sering menggunakan kartu kredit dan sudah sulit membayar). Bursa saham naik terus.

Krisis di Burma: Rakyat protes karena harga minyak naik. Ini sih tidak usah dipikirkan karena tidak akan mempengaruhi ekonomi dunia.

Krisis Turki-Irak-Iran: Turki menyerang Irak-Kurdi. Kemungkinan Iran akan membonceng untuk mengganggu US di Irak. Harga minyak menembus $87/BBL karena naiknya premium krisis.

Krisis di Cina: Pemerintah Cina menetapkan pelarangan penyesuaian harga (baca: kenaikkan harga) dari mulai tarif parkir, makanan, listrik, bensin, air sampai tahun depan. Mungkin harga rumah tidak bisa dikontrol. Rupanya inflasi sudah merambah ke Cina. Sampai kapan bisa ditahan?

Calon Krisis di Indonesia: Pemerintah bisa terkena budget devisit tambahan Rp 100 triliun (12% dari budget atau 3% dari GDP). Taksiran saya inflasi versi Imam Semar bisa sampai 20% - 30%. Tergantung harga minyak, produksi minyak domestik dan nilai tukar Dollar. Hati-hati US dollar tahun 2008 bisa ada counter rally. Produksi minyak Indonesia sekarang hanya 1.0135 juta barrel sedangkan target (asumsi di RAPBN) adalah 1.035 juta BBL/hari. Perkiraan saya produksi Indonesia tahun 2008 hanya 0.95 juta BBL/hari. Dan katanya kekurangan 50,000 BBL/hari akan menelorkan defisit anggaran negara Rp 10 triliun. Nah hitung saja berapa defisitnya.

Uang dicetak makin banyak: Kalau anda tanya kenapa akan ada counter rally di US dollar. Data menunjukkan bahwa US bukan pencetak duit teratas. Masih banyak negara lain yang lebih cepat mesin cetak duitnya. Jepang 2%, Eropa 12%, US, 13%, Inggris 14%, Cina 19%, India 21%, Russia 41%, Venezuela 69%, Indonesia 14%. Jangan heran kalau rupiah akan melorot. Beli emas dan simpan di luar negri. Dengan defisit anggaran lebih dari 12% dari budget, pemerintah akan memeras apa yang bisa diperas dari rakyat (penabung), seperti PPn emas?

HARGA LOGAM DASAR TURUN
Selama tahun 2007 ini beberapa logam dasar telah turun harganya. Nikel, Aluminium, Seng, hanya tembaga yang masih bertahan (lihat Chart-1 sampai 3). Apakah ini tanda-tanda perlambatan ekonomi. Stok level logam-logam ini juga cenderung meningkat (Chart-4). Dimana Cina dan India yang katanya sedang boom menggila?

Berbeda dengan analis lain, saya berpendapat harga minyak mentah juga akan turun. Permintaan akan turun karena resesi. Tetapi seberapa lama dan seberapa jauh turunnya, tergantung besarnya mesin cetak duit para bank sentral. Paling tidak harga-harga barang komoditi akan turun kemudian naik menggila ketika re-flasi dilakukan oleh para sentral banker.



Chart 1



Chart 2


Chart 3



Chart 4


US DOLLAR BEARISH?
USDollar mencapai titik terendahnya. USDollar Indeks mecapai level sedikit di atas 77 terendah sepanjang sejarah. Level terendah sebelumnya yaitu tahun 1992, pada waktu resesi, adalah 78. Tingkat bearish sudah mencapai puncaknya. Hampir setiap orang, investor, analis, komentator, bersikap bearish. Dalam keadaan seperti ini saya akan bersikap kontrarian. Bukan hanya US saja yang mencetak uang dengan kecepatan Michael Schumacher, tetapi juga negara-negara lain. Sehingga sikap bearish di USdollar tidak mempunyai dasar. Saya pikir USDollar akan rally dalam waktu dekat. Mungkin masih akan turun 1-3 indeks point sebelum bisa rally.

Chart 5 menunjukkan indeks US Dollar dari mulai tahun 1986. Relative Strength, RSI menunjukkan nilai dollar menuju titik terrendah hampir 21 tahun. Saya pikir ini yang akan menjadi supportnya. Di samping itu, nilai dollarnya sendiri sudah menembus terendahnya di tahun 1992 yaitu 78. Jadi wajar kalau angka 73 – 78 adalah band supportnya.


Chart 5


Peluang: Dengan adanya rally di USDollar dan emas (nanti akan dibahas), maka peluang kenaikkan emas dalam rupiah menjadi semakin kuat. Ini bukan Michael Schumacher lagi tetapi Niel Armstrong menuju bulan.


DOW, S&P DAN C WAVE
Di Forum KlubSaham.Com, KSC, berkali-kali saya posting bahwa C wave kemungkinan masih tersisa dari koreksi bulan Agustus 2007 lalu. Bahkan saya sendiri menambah posisi short dengan Put Option di beberapa sektor, antara lain sektor Transportasi DOW, sektor perbankan dan sektor minyak dan komoditi emas. Saya tidak tahu apakah asumsi saya benar atau tidak, tetapi koreksi -366 di Dow tanggal 19 Oktober 2007, cukup meyakinkan saya bahwa C wave sedang menuju titik tujuannya. Kalau C wave menang sedang begerak menuju targetnya, maka taksiran saya bahwa targetnya itu adalah 11600 (koreksi Fib 1.6) atau 12500. Walaupun demikian, kita harus siap kalau-kalau angin berbalik arah di resistance 13500 (sekarang sudah ada di level ini) dan 13200.



Chart 6


Ada beberapa faktor yang menunjang hipotesa target 11600 – 12500. Pertama, window dressing 3Q07 sudah lewat. Kedua, inflasi di US naik (harga emas dan minyak naik) dan dollar jatuh, dengan demikian the Fed akan mengalami dilema untuk menurunkan suku bunganya lagi. Andaikata the Fed menurunkan suku bunganya lagi, misalnya 50 basis poin, US dollar akan kehilangan kepercayaan. Emas akan terbang. Bank sentral di Asia, Timur Tengah, akan membuang US treasury bond dan membuat suku bunga pinjaman jangka panjang naik. Paling tidak, the Fed akan lebih hati-hati. (Saya memasang investasi hedging dengan portfolio emas untuk skenario the Fed mengambil keputusan untuk menghancurkan US$). Sumber persoalan yang sekarang ini asalnya dari suku bunga yang rendah yang diberikan Alan Greenspan 4 tahun lalu. Apakah mau memberikan obat yang sama? Andaikata itu yang menjadi keputusan the Fed pada tanggal 31 Oktober ini dan pada sidang-sidang berikutnya, maka jangan heran kalau harga minyak ke $200/bbl. Saya tidak terlalu percaya pada skenario ini.




Chart 7


Faktor ke 3, Yen menguat, biasanya carry trade akan angkat kaki dari bursa. Mungkin untuk sementara. Dalam waktu dekat ini Yen Indeks bisa mencapai 92 atau 96 dari 85 beberapa hari lalu. Penguatan seperti ini bisa melemparkan bursa dunia ke -15% atau -20% dari puncaknya. Beberapa waktu lalu saya posting di Forum KSC, yang mengingatkan bahwa indeks Nikkei bisa ke 14000 – 15000 dengan dasar argumen yang sama. Dan yang paling penting ialah ekonomi US sedang melambat dan semakin banyak yang percaya akan terjadi resesi.

Apakah koreksi C wave ini akan terjadi dan mencapai target Dow 11600 – 12500? Saya tidak tahu. Milestone yang harus dicermati kalau mau melakukan short adalah tanggal 31 Oktober, pada saat the Fed rapat. Di samping itu juga leve-level support yang ada. Lakukan trading dengan cerdik dan siapkan rencana alternatif jika perjalanan pasar tidak sesuai dengan skenario.

RALLY SETELAH KOREKSI?
Saya tidak berani memastikan akan adanya rally, seperti kasus Black Monday 1987. Setelah market crash, bursa saham rally. Memang ekonomi US pada waktu itu tidak buruk tetapi juga tidak terlalu bagus. Lima tahun kemudian, tahun 1992 keadaan di US betul-betul memburuk, terutama di sektor minyak dan gas (banyak PHK di seluruh dunia di sektor ini) dan nilai US$ mencapai titik terendah.

Saat ini masih banyak faktor lain yang membuat saya bearish. Persoalan kredit subprime belum selesai. Berapa triliyun US$ yang masih beku di dalam kasus kredit subprime, yang pasti nila setitik merusak susu sebelanga. Keadaan akan diperparah dengan meningkatnya jumlah kredit perumahan di US yang beralih dari bunga penggoda ke bunga pengambang yang jauh lebih tinggi, sehingga memperbanyak gagal bayar. Belum lagi gagal bayar di sektor kartu kredit di US yang jumlahnya meningkat. Saya pikir hal yang sama juga berlaku di negara-negara lain. Apakah anda mengira bahwa housing bubble tidak ada di Indonesia? Dengan GDP yang tidak lebih dari US$ 1800 per tahun per kapita, apakah anda mengharapkan banyak yang bisa membeli apartemen/rumah seharga Rp 1 milyar?

Secara keseluruhan untuk menggerakkan pasar dan ekonomi diperlukan liquiditas segar yang banyak. Apakah bank-bank sentral bisa mengglontorkannya? Mungkin bisa, mungkin tidak. Kalau bisa maka akan terjadi hiper-inflasi dan harga emas akan terlempar ke Mars. Saya memperkirakan bahwa inflasi riil Indonesia versi Imam Semar (bukan versi BPS atau BI) berkisar 20%-30% di tahun 2008. Jadi emas tetap menjadi andalan untuk melindungi nilai tabungan.

Sektor perumahan US sekarat, yang akan menyusul, sektor perbankan, sektor properti komersial (kantor dan shopping mall), transportasi US. Untuk beberapa kwartal mendatang, sektor konsumer. Saya berani melakukan shorting di sektor-sektor ini. Saat ini saya memiliki put option di sektor housing lender (CFC), transportasi (IYT), housing (LOW), Financial (XLF) dalam persetage yang terbesar di portfolio saham. Dan untuk spekulasi jangka pendek put option (dalam prosentase yang kecil di portfolio saham) di sektor minyak (BP), emas (ABX), emerging market (EWZ). Saya hampir tidak punya posisi long. Ada saatnya nanti untuk mengambil posisi long jangka menegah/panjang terutama di sektor emas. Mungkin juga sektor farmasi dan teknologi yang sudah mengalami masa bearish panjang 5 – 8 tahun. Sektor semacam ini lebih tahan banting kalau ternyata rally periode pemilihan presiden tidak ada.

Ekonomi bisa babak belur dan bursa saham rally, karena kegilaan investor. Meramalkan orang gila tidak mudah. Disebut gila karena tindakannya tidak mengkuti aturan dan pola-pola yang waras. Oleh sebab itu saya tidak ingin meramalkan irrational exuberance. Tetapi bagi saya, lebih penting berinvestasi yang waras, dengan fundamental yang kuat dan menunggu kapan orang menjadi waras dan mulai melakukan shorting. Catatan: Bursa Shanghai nampak sudah tidak waras. Kita tunggu saatnya.

Semoga anda beruntung.........jaga diri anda dan invetasi serta tabungan anda.

Jakarta 20 Oktober 2007

Thursday, September 27, 2007

LEBARAN GANDA DITINJAU DARI SUDUT LOGIKA

Imam Semar, moderator blog Ekonomi Orang Waras dan Investasi

Kali ini kita sedikit keluar dari soal investasi. Harga emas mengalami koreksi yang sehat untuk bisa rally lagi. Tidak perlu kuatir.
Topik kali ini adalah masalah penentuan hari raya Iedul Fitri 1428 H tahun ini. Cara pandangnya kita masih berpegang pada kewarasan dan logika. Selamat menikmati

Lebaran 1 Syawwal 1428 H tahun ini berpotensi melahirkan dua kubu. Yang pertama berpendapat bahwa Iedul Fitri jatuh pada tanggal 12 Oktober 2007 dan opini lainnya adalah tanggal 13 Oktober 2007. Banyak orang ingin tahu kenapa hal ini bisa terjadi. Tulisan di bawah ini akan berusaha menjelaskannya.


Iedul Fitri Ganda Tidak Logis
Kalau kita mengakui bahwa kedua versi Lebaran benar maka di tinjau dari sudut logika, 2 hari Lebaran (1 Syawwal) di satu tempat bertentangan dengan realita. Kalau kita simak pernyataan:

“Tanggal 1 Syawwal 1428 H di Jakarta jatuh pada tanggal 12 Oktober 2007 dan juga tanggal 13 Oktober 2007.”

Kalau pernyataan ini benar, maka tanggal 1 Syawwal harus ada 48 jam dan mengalami dua (2) kali mata hari terbit!! Betulkah pengertian seperti ini yang diterima? (Catatan: perhatikan penekanan kata Jakarta yang tebal). Kalau anda tanyakan pada ulama-ulama baik dari Muhammadiyah atau NU atau dari Majelis Ulama (MUI), mereka akan mengatakan bahwa 1 Syawwal hanya 24 jam saja. Bukan 48 jam. Lalu bagaimana mungkin hari Raya Iedul Fitri bisa terjadi dalam 2 hari – 48 jam? Selama ini hal seperti ini sering terjadi.

Selama ini sebagian besar umat Islam Indonesia menerimanya. Kalau terjadi lebaran ganda maka penganut Muhammadiyah yang mengunakan perhitungan (hisab) akan berlebaran awal dan bagi yang menggunakan pengamatan bulan (rukyat) berlebaran di hari kedua. Dan kedua-duanya dianggap benar. Bagi kami yang berpegang pada logika, tidak bisa menerima bahwa 1 Syawwal ada 48 jam. Dan juga tidak mungkin kedua pendapat misalnya kubu hisab dan kubu rukyat sama-sama benar.

Sumber kesalahan ini tentunya bukan berasal dari metodology hisab dan rukyat. Hisab walaupun dikatakan sebagai cara perhitungan, akan tetapi untuk memperoleh rumus empiris itu dasarnya adalah pengamatan yang berlangsung lama. Jadi kedua metoda ini seharusnya memberikan hasil yang sama.


Dasar Penentuan Awal dan Akhir Ramadan
Penetapan akhir dan awal puasa (1 Syawwal dan 1 Ramadhan) adalah berdasarkan ayat Quran berikut ini:

Al-Baqarah 189:
“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji......”

(kata: tanda-tanda waktu kami beri tekanan)

Dalam ayat ini tidak disebutkan secara spesifik metode apa yang harus digunakan. Oleh sebab itu ayat al-Baqarah ini menjadi syarat cukup untuk bagi metode rukyat dan hisab (perhitungan).

Sebagai petunjuk pelakasaannya pada jaman Rasullulah adalah hadist an-Nasai dari Abdullah ibn Umar:
“Bulan ada yang 29 hari dan 30 hari. Jika kamu melihat hilal (bulan baru) maka berpuasalah dan kalau kamu melihat hilal, ber-Iedul Fitrilah. Jika terhalang awan, maka genapkanlah bilangannya menjadi 30 hari”

Hadist ini diklaim sebagai dalil pendukung cara rukyat. Di pihak lain hadist di atas juga tidak membatalkan metode hilal karena pada masa itu umat Islam hanya mengenal cara rukyat. Cara hisab belum berkembang. Juga dari dalil hadist di atas, jelas bahwa 1 Syawwal bukan 2 hari.

Saya ingin mengomentari hadist di atas bahwa kata “melihat hilal” harus diartikan lebih luas dan berlaku untuk metode-metode lain. Karena pada saat itu umat Islam hanya mengenal pengamatan dengan mata. Jadi secara umum hadist itu mengatakan bahwa Iedul Fitri adalah pada saat hilal telah wujud. Kalau metode untuk menetapkan hilal itu gagal (misalnya untuk rukyat terhalang awan atau matahari terlalu terang sehingga bulan menjadi kabur/tidak nampak), maka dianjurkan untuk menjadikan bulan Ramadan 30 hari.

Lebih spesifik, cara hisab ditunjang oleh beberapa ayat al-Quran yang berbunyi seperti ayat 33 al-Anbiyaa ini:

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”

Bagi mereka yang ahli dalam menghitung peredaran bulan dan matahari serta siklus bulan, maka penampakan hilal dapat diramalkan dengan akurat.

Siklus Bulan, 1 Syawwal dan Maklumat Muhammadiyah
Dalam penentuan 1 Syawwal, Muhammadiyah menggunakan metoda perhitungan (hisab). Metoda ini asalnya juga berdasarkan pengamatan yang lama, bukan hasil rekaan semata. Akurasinyapun tinggi. Jadi hampir mustahil salah, kecuali kalau ada kekilafan memasukkan angka. Bahwa 1 bulan terkadang 29 hari dan kadang kala 30 hari dikarenakan lamanya peredaran bulan mengelilingi bumi dan membuat siklus dari bulan- baru (hilal) ke bulan-baru berikutnya tidak genap 29 hari, melainkan 29 hari 12 jam 44 menit 2.8 detik atau 29.530589 hari. Sehingga kadang kala perlu adanya koreksi yaitu dengan menambahkan 1 hari. Angka perkiraan lamanya siklus dari satu hilal ke hilal berikutnya 29.530589 hari cukup akurat ditandai dengan 8 angka.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai metode yang dilakukan oleh Muhammadiyah, bisa diperoleh dengan men-down load Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah no. 3/MLM//I.0/E/2007 mengenai penetapan 1 Syawwal dari situs ini:

http://www.muhammadiyah.or.id/downloads/Maklumat_Penetapan_1_Syawal_1428H.pdf

Kami menganjurkan untuk men-down load-nya dan mempelajari isinya yang cukup berbobot.

Dari isi maklumat itu ada dua (2) butir yang perlu dicermati sebagai potensi sumber perbedaan dengan kubu rukyat. Kami kutipkan dari edaran Muhammadiyah itu.

1. Pada saat Matahari terbenam tanggal 11 Oktober 2007 (hari Kamis), wilayah Indonesia terlewati oleh garis batas wujudul-hilal sehingga wilayah Indonesia terbagi dua bagian. Bagian sebelah barat garis tersebut hilal sudah wujud, sedangkan bagian sebelah timurnya hilal belum wujud (pen: lihat peta).

2. Berdasarkan prinsip kesatuan wilayatul-hukmi maka wilayah yang belum wujudul-hilal dapat mengikuti wilayah yang sudah wujudul-hilal.

Butir pertama essensinya mengatakan bahwa:

a. Dalam kaitannya dengan penampakan hilal, di Indonesia pada tanggal 11 Oktober 2007 terdapat 2 daerah yang dipisahkan oleh sebuah garis, sebut saja garis batas wujdul-hilal untuk mudahnya(lihat gambar).

b. Daerah sebelah barat garis batas wujdul-hilal dipastikan (insya Allah) hilal sudah dapat dilihat.

c. Daerah sebelah timur garis batas wujdul-hilal dipastikan (insya Allah) hilal belum dapat dilihat.

Dengan demikian bila rukyat dilakukan di Jakarta (sebelah barat garis batas wujdul-hilal) pada tanggal 11 Oktober 2007 di waktu magrib, maka hasilnya menyimpulkan bahwa besoknya (tanggal 12 Oktober 2007) adalah 1 Syawwal 1428 H. Tetapi kalau rukyat itu dilakukan di Samarinda atau Menado atau Ambon yang letaknya di sebelah timur garis batas wujdul-hilal maka hasilnya, insya Allah, menyimpulkan bahwa besoknya (tanggal 12 Oktober 2007) belum 1 Syawwal.

Butir kedua prinsip kesatuan wilayatul-hukmi essensinya mengatakan bahwa Muhammadiyah menganut prinsip "hanya ada satu Lebaran untuk satu negara". Prinsip ini nampaknya dianut juga oleh kubu rukyat dan kubu Pemerintah. Buktinya, sepanjang sejarah kubu-kubu ini tidak pernah menetapkan dua daerah Lebaran di Indonesia. Catatan: Dua wilayah hari Raya tidak sama dengan hari Raya ganda. Hari Raya ganda maksudnya ada dua hari Raya untuk satu tempat.



Isu Utama dan Isu Minor
Sepanjang pengamatan kami, ada isu yang dihembuskan sebagai isu utama sebagai sumber perbedaan dalam menyimpulkan akhir/awal Ramadan, yaitu masalah definisi hilal. Isu ini minor karena kesepakatan dapat dilakukan dengan mudah jika kedua pihak-pihak yang berbeda pendapat ini keluar dan melihat hilal secara langsung dan sepakat benda itulah yang disebut hilal. Isu yang lebih utama lagi sebenarnya adalah prinsip kesatuan wilayatul hikmi. Secara kenyataan bahwa Indonesia tahun ini akan mempunyai dua zona penampakan hilal. Ini akan menimbulkan persoalan bukan saja bagi kubu hisab tetapi juga kubu rukyat kalau metodanya menggunakan prinsip kesatuan wilayatul hukmi. Lalu bagaimana menyatukannya? Apakah 1 Syawwal mengikuti daerah yang sudah ada penampakan hilal atau harus tunggu sampai semua daerah sudah ada penampakan hilal? Apapun keputusannya hasil akhirnya akan bersifat “tanpa dasar yang logis” (arbitrary). Jangan heran kalau pendapat ulama, bahkan imam mazhab berbeda-beda. Menurut Imam Hanafi dan Maliki, kalender kamariah harus sama di dalam satu wilayah hukum suatu negara, inilah prinsip wilayatul hukmi. Sedangkan menurut Imam Hambali, kesamaan tanggal kamariah ini harus berlaku di seluruh dunia, di bagian bumi yang berada pada malam atau siang yang sama. Sementara itu, menurut Imam Syafi'i, kalender kamariah ini hanya berlaku di tempat-tempat yang berdekatan, sejauh jarak yang dinamakan mathla'. Inilah prinsip matlak madzhab Syafi'i.

Yang menarik adalah pendapat Ibn Abbas, salah satu ulama yang pernah hidup di masa Rasullulah. Riwayat Kuraib yang diceritakan oleh Muslim bahwa Khalifah Mu'awiyyah di Damaskus shaum/puasa pada hari Jumat sementara Ibnu Abbas di Madinah shaum/puasa pada hari Sabtu. Ketika Kuraib bertanya kepada Ibnu Abbas kenapa tidak berbarengan saja dengan Mu'awiyyah, Ibnu Abbas r.a. menjawab : "Tidak, beginilah Rasulullah saw, telah memerintahkan kepada kami". Yang dimaksud oleh Ibnu Abbas tentu saja hadist nabi saw yang dikutip di atas. Padahal Damaskus dan Madinah waktu itu masih dalam satu wilayah hukum/satu kekhalifahan.

Sepanjang pengetahuan kami, tidak ada ayat al-Quran atau hadist yang bisa dikatakan memenuhi persyaratan cukup untuk menunjang konsep prinsip kesatuan wilayatul hukmi Ada hadist yang kadang diajukan sebagai dalil untuk penerapan prinsip kesatuan wilayatul hukmi, yaitu:

Bahwa seorang Arab Baduwi datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata: “Saya telah melihat hilal (Ramadhan)”. Rasulullah saw. lalu bertanya: “Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah?” Orang itu menjawab,'Ya.' Kemudian Nabi SAW menyerukan: “Berpuasalah kalian” (HR. Abu Dawud, An Nasa`i, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas).

Tetapi hadist ini tidak bisa memenuhi syarat cukup sebagai dasar argumen untuk penerapan prinsip kesatuan wilayatul hukmi. Dalam hadist ini tidak disebutkan adanya isu perbedaan zona penampakan hilal. Apakah orang badui ini melihatnya di tempat yang jauh dari Madinah (tempat tinggal rasullulah) yang memungkinkan adanya perbedaan zone penampakan hilal? Tidak ada penjelasan

Dengan kata lain, dasar hukum penggunaan prinsip kesatuan wilayatul hukmi tidak ada mempunyai persyaratan yang cukup. Para mazhab tidak punya kesamaan dan tidak diatur dalam hadist atau al-Quran.

Prinsip Kesatuan Wilayatul Hukmi dan Problemanya
Terlalu sedikit aturan membuat suatu perkara menjadi fleksibel, tetapi kebanyakan aturan membuat penerapannya perkara tersebut mandeg, karena aturan-aturan itu saling berbenturan. Itu hukum alam.

Menambah prinsip kesatuan wilayatul hukmi dalam menentukan awal bulan Syawwal akan menimbulkan benturan dengan aturan lain. Dengan mengatakan bahwa wilayah timur garis batas wujdul-hilal sudah memasuki 1 Syawwal pada 12 Oktober 2007 berarti prinsip kesatuan wilayatul-hukmi telah membatalkan hadist dan al-Quran. Karena secara kenyataan, insya Allah, daerah itu belum terjadi penampakan hilal, baik secara hisab atau rukyat. Dari segi hukum Islam tingkat hadist sahih lebih tinggi dari pendapat ulama, sehingga pendapat ulama tidak bisa membatalkan hadist dan Quran. Argumen di atas sudah menjadi syarat cukup untuk membatalkan penggunaan prinsip kesatuan wilayatul-hukmi dalam penentuan 1 Syawwal.

Bagi orang awam kaidah logika, seperti istilah syarat cukup (sufficient condition) sering tidak dipahami oleh sebab itu kami tunjukkan kelemahan prinsip kesatuan wilayatul-hukmi dengan pertanyaan hipotetikal. Andaikata suatu masa di hari ke 29 Ramadan bagian penampakan hilal (bagian barat garis batas wujdul-hilal) hanya 1% dari wilayah indonesia, misalnya hanya Serang dan Ujung Kulon, dan 99% belum masuk daerah penampakan hilal, apakah wilayah yang 99% ini harus ikut yang 1%? Apakah minoritas harus ikut mayoritas mutlak?

Wilayah negara tidak selalu kontinu. Banyak yang terpecah-pecah. Bangladesh, yang dulu dikenal sebagai Pakistan Timur, dipisahkan dari Pakistan Barat (Pakistan sekarang) oleh India. Amerika Serikat mempunyai wilayah terpisah seperti Hawaii, Alaska (ada perbedaan waktu 4-5 jam dengan USA daratan). Inggris mempunyai Falkland didekat kutub selatan yang sangat jauh dari kepulauan Inggris Raya (dekat dengan kutub utara). Apakah negara-negara ini akan diberlakukan prinsip kesatuan wilayatul hukmi?

Kami tidak bisa membayangkan kalau prinsip kesatuan wilayatul-hukmi diberlakukan untuk waktu sholat. Waktu magrib dimulai ketika matahari terbenam di Jayapura, Marauke, Digul dan masih terang benderang di Jakarta, Sabang, Banda Aceh. Sholat magrib di Jakarta pada saat matahari masih terang benderang? Oleh sebab itu prinsip kesatuan wilayatul-hukmi, kubu manapun yang menggunakannya, baik hisab atau rukyat atau pemerintah, tidak bisa dibenarkan secara ilmu logika dan hukum syariat.


Kesimpulan dan Penyelesaiannya
Pertama harus diakui bahwa tidak benar cara hisab dan rukyat adalah isu utama dari perbedaan hasil penentuan 1 Syawwal.

Kedua harus diakui bahwa prinsip kesatuan wilayatul-hukmi adalah salah tempat dan salah applikasi. Prinsip kesatuan wilayatul-hukmi sebagai opini ulama, tidak bisa membatalkan hadist untuk menentukan akhir puasa (shaum) atau al-Quran untuk menentukan tanggal. Oleh sebab itu di Indonesia yang wilayahnya membentang sangat lebar (5,271 km) dan luas (1,919,440 km persegi) tidak mungkin selalu diberlakukan 1 hari Lebaran, tanpa melanggar juklak dari rasullulah (hadist nabi) dan pedoman al-Quran. Kadang-kadang Lebaran di Jakarta dan di Menado berbeda. Seperti halnya waktu sholat, waktu puasa dan Iedul Fitri tidak perlu sama untuk semua wilayah republik Indonesia. Jadi tahun ini ada dua wilayah Iedul Fitri di Indonesia, bukan dua Lebaran. Wilayah pertama adalah sebelah barat garis batas wujdul-hilal seperti kepulauan Tanibar, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Barat serta daerah-daerah di sebelah baratnya akan berhari Raya pada tanggal 12 Oktober 2007. Selebihnya dibagian timur akan berhari Raya pada tanggal 13 Oktober 2007 (lihat Gambar)

Penutup
Sebelum kami akhiri tulisan ini, kami akan mendoakan agar team hisab, majlis Tajrih dan pimpinan Muhammadiyah diberi pahala yang berlimpah atas usahanya menentukan 1 Syawwal 1428 H dan memberi kesempatan kepada umum untuk mendown load dokumen Maklumat 1 Syawwal itu. Demikian juga bagi team rukyat, semoga Allah memberi pahala yang melimpah untuk usaha anda dalam menentukan 1 Syawwal 1428 H. Kami juga berharap semoga anda sekalian mempertimbangkan argumen kami tentang prinsip kesatuan wilayatul-hukmi. Andaikata dalam argumen itu ada kata yang menyinggung, kami mohon maaf.

Tulisan ini dimaksudkan sebagai penyampaian informasi dan pendidikan.


Jakarta 23 September 2007.

Sunday, September 16, 2007

MONITORING KRISIS EKONOMI -VI

(Minggu ke III, September, 2007)

September Crash yang Mungkin Tidak Terjadi
Judul artikel ini saya ganti menjadi Krisis Ekonomi Monitoring, agar lebih tepat saja. Crash bisa terjadi, bisa juga tidak. Judul baru ini untuk mengakomodasi kalau pasar bereaksi secara perlahan menuju titik terendahnya, dengan kata lain mati perlahan-lahan. Kata crash mengandung unsur cepat dan dramatis.

The Fed – Helicopter Ben – menurunkan suku bunga the Fed sebesar 50 basis point sehingga menjadi 4.75%. Pasar modal menyambut gembira dan indeks harga saham DOW Industrial melonjak. Awalnya saya pikir bahwa pasar saham akan rally sampai tahun depan. Secara siklus, menjelang pemilihan presiden US, biasanya bursa saham akan marak. Tetapi setelah melihat data-data lebih detail dan melihat sejarah maka saya berganti pikiran. Antara lain bahwa sektor transportasi dan semi konduktor tidak ikut rally. Padahal sektor-sektor ini bisa dijadikan indikator apakah ekonomi US kedepan masih menunjukkan optimisme. Ternyata tidak. Akhirnya saya simpulkan bahwa untuk jangka pendek mungkin pasar akan positif tetapi tidak untuk jangka menengah atau jangka panjang. Beberapa bulan kedepan ekonomi US akan memasuki resesi, dan hal ini akan mengibas ke seluruh dunia termasuk pasar modal. Oleh sebab itu saya masih bearish terhadap saham secara umum dan bullish terhadap emas/perak dan saham sektor ini. Emas/perak adalah investasi dimasa krisis.

Review minggu ini dan minggu depan kita akan membahas mengenai gejala-gejala krisis yang ada sekarang ini dan skenario krisis yang berpontensi dalam beberapa bulan didepan. Dan juga bagaimana menghadapinya.

Krisis Sudah Menyebar
Harus diakui bahwa krisis moneter sudah menyebar. Dan reaksi bank sentral sudah mengikuti pakem standard. Glontorkan liquiditas.

Beberapa waktu lalu Northern Rock (NR) di Inggris dan Irlandia dirush. Seperti di US kasusnya berkaitan dengan sub-prime lending.

http://www.dailymail.co.uk/pages/live/articles/news/news.html?in_article_id=482063&in_page_id=1770

http://www.independent.ie/national-news/bank-customers-rush-to-withdraw-savings-1081441.html

http://www.dailymail.co.uk/pages/live/articles/news/news.html?in_article_id=482044&in_page_id=1770

Nasabah bank berbondong-bondong untuk menarik uangnya dari NR bank (lihat gambar). Mereka baru mau bubar setelah Bank of England berjanji akan menalangi/membayari uang nasabah yang tidak bisa dibayarkan NR bank.


Northern Rock kena rush (Sumber dari: The 5 minutes) – Tidak beda jauh dari krismon di Indonesia.

Sekilas Ekonomi Indonesia: Umat Islam Difitnah
Kita selalu disuguhi pernyataan bahwa pada saat Ramadan harga-harga naik karena orang yang berpuasa disiang hari akan berpesta sepanjang malam setelah berbuka dan hal ini menyebabkan inflasi. Seakan-akan bahwa inflasi adalah fenomena demand-supply di pasar dan penyebabnya adalah umat Islam yang berpuasa. Itu mungkin fitnah. Dugaan saya ini bukan tidak ada dasarnya.

Dua hari lalu saya membaca di koran bahwa pemerintah mengucurkan 45 trilium uang kartal. Itu adalah ekspansi moneter, atau man-made inflation, inflasi yang dibuat oleh BI, bukan kenaikan harga melalui mekanisme supply dan permintaan. Buktinya harga perak dan emas naik. Emas menembus level Rp 200,000/gr bahkan mencapai Rp 222,000/gr. Memangnya anda makan emas/perak pada bulan puasa? Dari survey yang saya buat di kantor, ternyata banyak teman sekerja yang makan lebih sedikit dari biasanya. Jadi anggapan bahwa bulan puasa adalah pesta di malam hari adalah mitos.

Pintar dan kejam sekali pemerintah, menciptakan mitos, memfitnah dan membuat inflasi (baca: menarik pajak tabungan). Kejadian ini memperkuat bahwa memegang emas sampai paling tidak bulan Maret 2008, adalah strategi penangkal jurus-jurus busuk para politikus.

Ekonomi US: Cukupkah 0.50%?
Cukupkah pemotongan suku bunga 0.50%? Saya pikir tidak. Saya kutipkan ucapan dari ekonom terkenal yang sudah mati lama. Kalau dia masih hidup, mungkin Ben Bernanke (juga Alan Greenspan) perlu berdebat lama dengan dia mengenai jurus penangkal pemotongan suku bunga 0.50% itu.

“There is no means of avoiding the final collapse of a boom brought about by credit (debt) expansion.” -Ludwig von Mises

Seperti yang dalam pembahasan waktu lalu, di sektor KPR US, sampai bulan Maret 2008 nanti gelombang perubahan suku bunga dari suku bunga penggoda yang rendah ke suku bunga mengambang yang berpotensi naik terus jika dirasa resiko meningkat. Saat ini saja bisa mencapai 2%-3% dari bunga penggoda (teaser). Suku bunga pinjaman kemungkinan meningkat, walaupun suku bunga the Fed turun. Bersama turunnya suku bunga the Fed seakan the Fed mengorbankan US$. Maka dollar melemah, investor melepas US T-Bond dan harga kredit dalam US$ akan lebih mahal karena kreditor memasukkan faktor resiko penurunan nilai US dollar. Dengan kata lain, sektor KPR US masih rawan. Tidak hanya itu, projek-projek yang memerlukan external funding akan lebih sulit dan mahal. Dari sudut ini, bisa disimpulkan agar menghindari saham perusahaan yang tidak punya cash untuk membiayai projek-projeknya.

Terhadap bursa saham, penurunan suku bunga ini juga tidak berpengaruh terhadap trendnya. Pengalaman tahun 2001 – 2003 menunjukkan penurunan suku bunga tidak mempengaruhi trend. Lihat Chart-1. The Fed mulai memangkas suku bunganya pada bulan May 2001 sebesar 0.50% dan berlanjut selama 2 tahun dari 6.5% ke 1%. Awalnya indeks Dow Industrial naik tetapi beberapa minggu kemudian turun lagi mengikuti trendnya. Secara keseluruhan dalam periode bear pemurunan Dow dari puncaknya di 11700an (2000) ke 7300an kurang dari 3 tahun kemudian. Terpangkas kurang lebih 35%. Demikian juga dengan dollar. Dollar index turun dari level di atas 120 ke level 80an dalam waktu 3 tahun. Terpangkas hampir 35%. Jadi nilai riil Dow terpangkas hampir 60%. Sepanjang tahun 2001 dan seterusnya harga bahan komoditi dan emas naik terus terhadap dollar.


Chart-1

Penurunan suku bunga hanya merubah crash dan depresi ala 1930an menjadi ekonomi sontoloyo (pelan-pelan kualitas hidup dan nilai asset turun). Jepang ditahun 1990an contohnya. Sampai sekarang (setelah 17 tahun kemudian) walaupun suku bunga BoJ hanya 0.5%, index Nikkei levelnya tidak lebih tinggi dari 50% level tertingginya.



Chart-2

Katanya thesis doktoral Ben Bernanke adalah mengenai depresi 1930. Dia juga murid yang baik, belajar dari pengalaman lalu. Tetapi, pendapat saya dia “misguided”. Dia bisa menyimpulkan bahwa krisis di tahun 2001-2003, Greenspan kurang aggressive dalam memotong suku bunga the Fed. Ini hipotesa saya. Mungkin Ben akan lebih aggressive dalam memotong suku bunga the Fed dimasa mendatang. Ini akan berakibat jebolnya nilai uang (dimotori oleh US$). Dengan kata lain, asset riil dan liquid seperti emas/perak akan terbang.

Saya tidak bermaksud membandingkan kasus subprime lending 2007 dengan creative accounting Enron 2001. Terus terang, pemotongan suku bunga the Fed untuk kasus subprime sudah terlambat dibandingkan dengan creative accounting. Greenspan mulai memangkas suku bunganya untuk merenspons keadaan ekonomi pada bulan May 2001 dimana index Dow sempat turun 15%, bukan krisis Enron. Krisis Enron mulai merebak pada bulan Agustus 2001. Kemudian Sept. 11, menyusul. Sedangkan Ben kelihatannya lebih reaktif dari pada Greenspan, dengan bertindak setelah subprime lending menghantam. Jadi wajar kalau kita berasumsi bahwa Ben akan lebih aggresive dalam memotong suku bunganya di masa depan. Dengan catatan bahwa Ben tidak perduli lagi dengan nilai dollar. (Orang US mana yang perduli kalau hutang negara mereka mencapai $ 10 trilliun dan total hutang mencapai lebih dari $ 40 trilliun? Kehancuran dollar akan menurunkan nilai riil dari hutang.)

Arab dan Cina Membuat Dollar Semakin Beresiko
Cina saat ini memegang $ 1.3 trilliun sebagai cadangan devisanya. Negara-negara Arab, Russia juga memegang petro-dollarnya. Khusus negara-negara Arab, terutama Saudi, riyalnya di-peg terhadap US$. Dengan adanya ekspansi moneter di US, maka mau tidak mau Saudi juga ikut mencetak riyal. Ini juga berlaku bagi Cina yang ingin secara bertahap mengambangkan yuan. Ekspansi moneter M3 di kedua negara ini di atas 20%. Bayangkan kalau jutawan-jutawan Saudi dan Cina melihat nilai tabungannya turun terus. Untuk jutawan Cina, mereka masih melirik ke bursa Hongkong. Tetapi, jutawan Saudi yang bursa sahamnya baru saja terhantam crash, saham bukan pilihan. Wajar kalau kita berasumsi bahwa jutawan Saudi akan lari ke emas. (Catatan: katanya Saudi akan melepas peg riyal terhadap US$. Kalau tindakan ini bisa dilihat sebagai penghianatan Saudi terhadap US dan keamanan Saudi masih bergantung pada US, apakah langkah ini bisa terjadi dalam waktu dekat?).

Bank sentral Cina punya problem sendiri. Dengan $1.3 trilliun dalam bentuk bond dan surat hutang digudangnya, akan nervous sekali kalau nilai US$ turun. Mereka masih ada Olimpiade tahun 2008. Krisis moneter di negaranya tidak bisa diterima. “Senjata Nuklir Ekonomi” istilah Cina yang beberapa waktu lalu beredar untuk menggambarkan cadangan $1.3 trilliun itu kalau digunakan untuk senjata ekonomi jika US terus menerus mengintimidasi Cina. Tanpa diintimidasi, kemungkinan Cina akan menggunakan “Nuklir Ekonomi”nya semata-mata hanya karena ingin mempertahankan nilai riil cadangan devisanya yang bisa digunakan dalam masa krisis ekonomi. Apakah itu nantinya lari ke emas atau bahan komoditi atau lainnya, entahlah. (Lain kali kita akan bahas apa yang saya lihat di Cina beberapa minggu lalu).

Bank Sental Lainnya akan Latah?
Kalau dalam menghadapi credit crunch beberapa minggu lalu, bank sentral Eropa, US, Inggris dan Jepang serta dari negara-negara maju lain secara bersama-sama mengucurkan mungkin sekitar $300 - $700 milyar, kita juga akan mengharapkan mereka akan menurunkan suku bunganya, kecuali bank of Japan yang sudah tidak mungkin lain. Apa lagi kalau inflasi – CPI (Consumer Price Index) masih dalam batas-batas yang bisa ditoleransi/nyaman the Fed. (Catatan: nyaman bagi the Fed dan bank sentral, belum tentu nyaman bagi konsumen).

Gejala Awal Resesi di US
PHK di US naik 85% di bulan Agustus dari 43 ribu (juli) ke 79 ribu (Agustus) sebagian besar dari sektor finansial yang berkaitan dengan kredit perumahan.

Sektor perumahan (pembangunannnya) turun 20% y-o-y. Kedepan, diperkirakan PHK disektor perumahan dan yang berkaitan dengan sektor ini akan meningkat.

Merrill Lynch mengatakan bahwa penggunaan kartu kredit naik 11% di bulan May dan Juni 2007, kenaikan tertinggi sejak 2000-2001. Tabungan konsumer sudah menipis sehingga harus menggunakan kartu kredit. Walaupun untuk kuartal I 2007 menurut American Bankers Association, tingkat mengemplang hutang kartu kredit turun ke 4.41% dari 4.56% pada kwartal sebelumnya, penurunan ini karena bertambahnya penggunaan kartu kredit. Kita tunggu 2-5 kuartal berikutnya. Saya perkirakan akan naik.

GD US kuartal II naik menjadi 4% (perkiraan awal) dari 0.6% di kuartal I.

Konsumsi/Retail terus melambat. Saya ambilkan chart dari “Fill 'Er Up, Please” nya Chris Puplava dari FinancialSense.com. Kalau dilihat chart-3 ini, konsumsi di US menurun sejalan dengan employment. Kalau dilihat sejarah sebelumnya, resesi sudah dekat (ban abu-abu menunjukkan resesi tahun 1981, 1990 dan 2001).


Chart-3

Namanya juga gejala. Bisa banyak. Jadi pembicaraan tentang gejala resesi ditutup saja sampai disini.

Emas Menembus Resistance nya
Emas akan terus rally sampai bulan Februari sejalan dengan kebiasaannya. Orang India banyak menikah pada bulan Desember dan Januari. Mereka perlu perhiasan emas banyak. Tahun baru Cina pada bulan Februari. Kenaikannya menjadi sangat impulsif sekali menembus level $700/oz sejak the Fed menurunkan suku bunganya. Kemungkinan pada akhir tahun bisa mencapai $800/oz. Beberapa analis TA Elliot Wave mengatakan bahwa rally saat ini adalah wave 3 dari III. Jadi diharapkan sangat eksplosif. Level $1000/oz kelihatannya bisa dicapai. Amien. (Catatan: Analisa Teknikal – TA – Elliot Wave bisa disamakan dengan utak-atik garis. Sebagai ramalan saya tidak terlalu percaya. Para analis TA bisanya mengatakan bahwa mereka benar setelah kejadian, dan kalau ramalannya salah mereka berkelit dengan mengatakan hitungan wave-count nya perlu direvisi).

Berpotensi Lebih Parah dari 2003 atau 1998
Mengenai potensi skala krisis kali ini, bisa disamakan dengan krisis 1930. Hanya dampaknya mungkin tidak sama. Dibandingkan dengan krisis-krisis antara tahun 1981 sampai 2003, periode sekarang ini bagaikan tumpukan amunisi yang berhasil dijinakkan oleh Greenspan. Andaikata saat ini bisa ikut tersulut, maka lengkaplah krisis sekarang. Apakah Ben Bernanke bisa menjinakkan tumpukan amunisi peninggalan Greenspan. Ini adalah pertanyaan $ 300 trilliun.

Amunisi-amunisi pada bom waktu yang harus dijinakkan oleh Helikopter Ben:

1. Kredit derivatif yang besarnya mencapai $300 - $ 500 trilliun.
CDO, SIV (Structured Investment Vehicle) dan sejenisnya sering over-leverage 1:10 sampai 1:20. Kredit sebesar ini bisa lenyap menjauhi toxic collateral dan investment yang dianggap beresiko. Dengan kata lain kredit seperti ini akan lenyap bila resiko dianggap meningkat. Kreditur/pemilik uang enggan menyalurkan kreditnya.

2. Reksadana rawan redemsi. Fund manager ini harus meliquidasi assetnya yang lain kalau CDOnya (atau investment beresiko yang terkena racun) bermasalah dan menjadi tidak liquid serta harganya anjlok. Jumlah reksadana yang kreatif ini semakin banyak dibandingkan masa lalu.

2. Double Defisit (perdagangan dan devisa berjalan) di US yang mencapai 8% dari GDP.

3. Baby Boomer memasuki masa pensiun.

4. Carry trade yang dulu tidak terlalu populer.

5. Total hutang di US saat ini sudah sekitar 400% dari GDP, melampui level pra krisis 1930 (kurang dari 300%).

6. Cina dengan tenaga kerja yang murah dan kemungkinan sudah over-investment membuat kelebihan kapasitas produksi semakin parah. Ini akan mempersempit peluang US untuk bersaing karena tidak ada tempat bagi pekerja kasar dan menengah.

Apakah helikopter Ben cukup sakti dan punya jurus pamungkas penjinak tumpukan amunisi ini. Waktu akan membuktikannya


Kiat Investasi dalam 2-3 Tahun ke Depan
Emas/perak adalah asset disaat krisis. Ini tidak berarti saham emas semuanya bagus. Kredit akan seret. Oleh sebab itu perusahaan emas/perak yang tidak punya cukup cash untuk membiayai projek-projeknya, sulit out-perform. Jadi untuk saham-saham emas, diutamakan yang cash flow nya kuat. Untuk leverage, bisa beli Call Option jangka panjang.

Properti akan terkena imbas. Saat ini saja properti di Indonesia sudah ikut bubble. Mahal, harganya tidak sesuai dengan GDP Indonesia dan supplynya sudah berlebih. Menjualnyapun sudah susah.

Harga nominal properti di Indonesia mungkin naik, tetapi harga riilnya turun. Apalagi kalau ongkos perawatan diperhitungkan. Properti yang tidak ditempati akan merongrong saja. Kalau saya punya rumah kedua yang tidak ditempati, maka akan saya jual. Toh nanti bisa beli lagi

Kalau yang terjadi adalah credit crunch, saham berpeluang untuk turun. Mungkin berbentuk crash atau pelan-pelan seperti orang dihukum picis jika bank sentral bisa berpacu mengglontorkan kredit. Saham yang bagus dan setengah bagus tidak akan luput karena pada saat credit crunch, asset yang liquid akan dijual untuk menyirami sektor-sektor yang terkena crunch.

Kalau anda lihai dan terlatih melakukan short dengan PUT Option, maka ini adalah jalan untuk memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. Anda harus tahu kapan masuk posisi short. Kalau salah bisa rugi total.

Asset (uang, emas dan saham) kalau bisa sebagian dipindahkan ke luar negri seperti Singapore. Indonesia punya sejarah buruk bagi penabung. Bukan tidak mungkin muncul undang-undang pelarangan/pembatasan kepemilikan emas, seperti masa lalu. Baru-baru ini sedang diusulkan undang-undang yang membuat Rupiah sebagai satu-satunya alat tukar di Indonesia. Bayangkan kalau tiba-tiba imbas krisis sampai ke Indonesia dan Rupiah tidak karuan seperti tahun 1966, 1998, atau masa awal kemerdekaan? Melakukan transaksi bisnis dengan rupiah harus berpacu dengan inflasi, kecepatan ekspansi moneter rupiah.

Semoga anda beruntung........

Jakarta 21 Agustus 2007.

Sunday, September 2, 2007

MONITORING KRISIS EKONOMI -V

(Minggu ke I, September, 2007)


SEPTEMBER CRASH
RAMALAN ASLI ATAU SELF-FULFILLING PROPHESY?

Kalau seseorang/masyarakat/kelompok percaya bahwa akan munculnya juru selamat atau satria piningit, ratu adil mereka bertindak dan berprilaku seakan kejadian tersebut betul-betul akan terjadi. Probability akan munculnya seseorang yang seperti diinginkannya semakin besar. Ketika rakyat (Indonesia) tertindas, mereka menginginkan “pembela rakyat kecil”, maka muncullah sosok keibuan yang berjuluk presidennya wong cilik. Ketika terjadi krisis kepemimpinan, Indonesia menginginkan sosok satria piningit. Maka muncullah presiden yang tinggi, besar, kalau bicara dengan leher tertekuk dan suara di tenggorokan (supaya kelihatan berwibawa). Keinginan dari kulitnya nampak terkabul, walaupun hasilnya sontoloyo, wong cilik yang memandatangani cek Rp 20 milyar untuk dirinya sendiri (legal) tidak mencerminkan keperdulian terhadap wong cilik, atau satria pininggit yang peragu, tetapi itu lain soal. Isi tidak penting, kulitnya saja sudah cukup.

Di bidang investasi saham, beberapa tahun lalu, ada rumor di bursa Jakarta bahwa saham telkom (nyse: TLK; jsx: TLKM) akan dijatuhkan dari Rp 2500 ke Rp 1800. Yang menarik ialah radio PAS FM menyiarkannya, MainSaham.Com menghembuskannya serta perilaku pasar mendukung rumor itu. Dengan alasan yang tidak jelas, beberapa minggu kemudian saham telkom jatuh menyentuh Rp 1800 kemudian rebound kembali. Ramalan terjadi, tetapi sontoloyonya, hanya sampai Rp 1800 saja dan kembali ke atas Rp 2000 dalam waktu yang tidak lama.

Market Crash Monitoring kali ini akan menyorot hal-hal yang berkaitan dengan market crash dan self-fulfill prophesy. Tetapi sebelum itu, kita lihat dulu kondisi dan kejadian yang berkaitan dengan pasar dan ekonomi.

Market Update
Tanggal 22 Agustus ada pernyataan beberapa bank besar, Citigroup Inc. (C), JPMorgan Chase & Co. (JPM), Bank of America Corp. (BAC) and Wachovia Corp. (WB) bahwa mereka mempunyai liquiditas yang besar dan bisa meminjam uang dari sumber-sumber tertentu. Tetapi kemudian mereka meminjam ke the Fed untuk menunjukkan bahwa the Fed masih berperan sebagai penyalur kredit yang penting dan menunjukkan agar usaha mereka bisa dicontoh. Tetapi kemudian the Fed memberi kelonggaran kepada Citibank dan Bank of America untuk bisa menyalurkan kepada afiliasinya dalam jumlah yang melebihi batas yang ditetapkan oleh undang-undang 30% dari kapital group afiliasinya. Ini menyalahi aturan yang membatasi pinjaman seperti itu sebesar 10%. Ada bangkai tikus busuk yang disembunyikan.

Kalau Citibank dan Bank of America dan afiliasinya punya liquiditas yang cukup, mereka tentu tidak perlu meminjam uang kepada the Fed (untuk apa?) Bukankah harus membayar bunga?. Kalau punya liquiditas, kenapa harus minta dispensasi?

Bush berpidato dan mengatakan bahwa dia akan bertindak untuk menolong para penghutang KPR/pemilik rumah yang tidak mampu bayar agar tidak kehilangan rumahnya. Saya pikir, Bush punya agenda lain. Yang ditolongnya bukan penghutang KPR/pemilik rumah, tetapi bank-bank pemberi KPR. Ini sama saja dengan kasus BLBI di Indonesia semasa krisis moneter. Yang ditolong bukan para penabung nasabah bank, tetapi para konglomerat penghutang. Para penabung nasabah bank kehilangan 80% nilai riil tabungannya, dan konlomerat penghutang kehilangan 80% nilai riil hutangnya dan secara diam-diam membeli kembali aset-asetnya. Dalam kasus krisis KPR di US, yang akan ditolong adalah bank-bank pemberi KPR. Agunan yang mereka pegang sudah digembungkan 100%-300% yang membuat bank-bank itu susah menelannya. Penghutang (pemilik rumah) akan dengan senang hati melepas rumahnya sambil berkata: “telan tuh bubble”. Bush dan para politikus di US tidak akan membiarkan konco-konconya yang sering melobbi mereka tersendak bubble ditenggorokannya.

Ramalan dan Self-Fulfill Prophesy
Kalau Tim Wood dari Financialsense.com mengatakan akan ada market crash di tahun 2007, saya tidak terlalu heran. Sudah setahun ini dia berkoar-koar seperti itu. Juga Marc Faber. Tetapi kalau ada tindakan nyata, seperti melakukan posisi short dalam jumlah besar dengan cara yang ekstrim, akan membuat orang berpikir dan mungkin dengan diam-diam ikut secara tidak sadar mendukung terpicunya sebuah crash.

Belum lama ini ada investor (hedge fund) yang membeli Out of the Money Put Option dalam jumlah yang besar. Beritanya dapat dilihat di site ini:

http://www.financialnews-us.com/?page=ushome&contentid=2448565379

Quote:
The mystery investor has bought put option contracts on the DJ Eurostoxx 50 index that will result in a profit if it plunges to 2,800 or below by the end of September. Based on the 2,800 strike price, the position covers a notional €6.9bn, and potentially even more using a market price of about 4,100 when the trades were done on Tuesday and Wednesday (14 & 15 Agustus 2007).

Tepatnya dia membeli 245,000 September put DJ Eurostoxx 50 dengan strike price 2,800. Sedangkan harga pada waktu itu 4,100. Artinya DJ Eurastoxx 50 harus jatuh di bawah 2,800 sebelum 14 September 2007 agar optionnya punya nilai. Dengan kata lain investor ini percaya bahwa Eurastoxx 50 akan kehilangan 30% dari nilainya sebelum minggu ke 3 bulan September 2007. Transaksi ini dilakukan pada tanggal 14 & 15 Agustus 2007. Total transaksi sekitar US$ 1 milyar. Itu bukan jumlah yang kecil untuk dipertaruhkan si meja option selama 1 bulan. Sebab kalau index EuroStoxx 50 masih bertengger di atas 2,800, maka uang $ US 1 milyar akan menguap, hangus, hilang.

Di samping Eurastoxx 50, index Nikkei 225 juga dishortnya dengan out of money option yang ekstrim. Strike price nya 11500, padahal Nikkei 225 saat ini masih dilevel 16000an. Artinya dia meramalkan kejatuhan kurang lebih 30% sebelum minggu ke 2 bulan September 2007.

Setelah saya lihat-lihat di blog dan group diskusi ternyata investor-investor (hedge fund) yang secara gila-gilaan memasang posisi out-of the money dengan antisipasi market crash (paling tidak jebol 30%) sebelum minggu ke 3 September 2007. Untuk memulai riset silahkan lihat di site ini:

http://tfc-charts2.w2d.com/forum/index.cgi/noframes/read/404115

http://www.stockhouse.ca/bullboards/viewmessage.asp?no=15485865&t=0&all=0&TableID=0

http://mparent7777-2.blogspot.com/2007/08/45b-bet-on-another-911-within-4-weeks.html

Kejadian seperti ini pernah terjadi beberapa minggu sebelum 9-11. Put optionnya terutama di American Airlines dan United Airlines:
http://www.thestreet.com/_email/newsanalysis/optionsfutures/10377063.html

Berita semacam ini sudah menyebar di forum diskusi dan blog. Dalam hal self-fulfill prophesy, yang terpenting adalah dampak psikologi yang nantinya berakibat pada prilaku pemain pasar. Saya akan menganalisa bagaimana psikologi pasar walaupun saya bukan psikolog. Satu hal yang menarik bahwa berita yang disampaikan dari satu sumber ke sumber lain akan ditambahi bumbu. Misalnya untuk berita shorting pada SPY (S&P 500 ETF), - lihat http://www.cnbc.com/id/20461003, sebenarnya yang diceritakan bahwa jumlah Put Option yang out of the money dengan strike price 10% - 15% di bawah harga indeks (ETF), jumlahnya $ 500 juta. Tetapi ketika sampai di forum diskusi berbunyi bahwa ada (atau banyak) investor yang membeli Option Put dengan strike price 10%-15% di bawah harga ETF nya sejumlah $ 500 juta. Tentu saja artinya berbeda, dan lebih dramatis. Penyebaran berita dan opini lewat internet sangat cepat sekali. Kalau anda melakukan google search, maka akan anda jumpai banyak site, blog dan forum diskusi yang membicarakan hal ini. Ini akan membentuk opini pasar menjadi bearish. Banyak investor yang pelan-pelan menarik uangnya. Dan pada akhirnya, apa yang diramalkan akan terjadi.

Saya tidak tahu apakah US$ 1 milyar yang dipasang untuk DJ Eurostoxx 50 sangat umum dilakukan oleh sebuah hedge fund. Kalau hal ini adalah hal yang jarang dilakukan, maka kemungkinan crash September 2007 punya peluang yang tinggi. Hedge fund biasanya memiliki team riset yang kuat dan didukung dengan computer modelling. Seperti LTCM misalnya, didirikan oleh peraih hadiah nobel yang pakar dalam bidang computer modelling.

Renungan
Saya tidak tahu apakah crash di bulan September ini akan terjadi. Tetapi saya akan berhati-hati. Saya punya prinsip bahwa:

1. Lebih baik tidak untung dari pada rugi. Artinya saya tidak akan mengejar peluang yang resikonya tidak sebanding dengan potensi keuntungannya. Kehilangan 30% dari kapital tidak sesuai dengan keuntungan yang mungkin tidak lebih dari 5% dalam 1-3 bulan mendatang.
2. Lebih baik panik sebelum orang lain panik dari pada panik bersamaan dengan massa.
3. Pada saat orang lain tidak ada cash, kita punya cash untuk membeli saham yang sudah jatuh dan murah.

Saya tidak perduli apakah anda mau ikut merenungkan seperti saya, karena anda bertanggung jawab atas uang dan tabungan anda sendiri. Saya hanya mau memberi pandangan saja. Juga kalau anda mau mendiskusikan dengan teman, keluarga, saudara yang punya investasi di danareksa, juga tidak saya perdulikan. Apalagi kalau anda mau menarik dana dari danareksa dan saham anda. Kalau kita punya pandangan yang berbeda, juga tidak apa-apa. Tetapi kalau kita dalam kubu yang sama, saya anjurkan untuk berdoa bersama, semoga kita bisa beli saham dengan harga murah di akhir Oktober nanti. Amien. Semoga ada crash dibulan September atau Oktober. (Catatan: Pasar tidak perduli dengan doa seseorang, tetapi dipengaruhi oleh tindakan kolektif para pelaku pasar).

Market Crash Monitoring akan absen selama 2 minggu karena saya harus pergi ke Hohot dan Baotao, Inner Mongolia. Kita akan jumpa lagi setelah tanggal 15 September 2007. Jaga investasi anda baik-baik. Semoga keberuntungan selalu pada kita. Amien.

Jakarta 2 September 2007.