___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Thursday, December 27, 2007

RENUNGAN POLITIK DI AKHIR 2007:

KELAS WESIA DAN KSATRIA
Orang bertanya, kenapa ada kata orang waras diambil untuk nama situs ini? Jawabnya singkat saja.

Seorang waras dan waspada adalah orang yang objektif. Dia hanya melihat kenyataan. Ketika dia menuangkan hasil pengamatannya, bumbu dan corak warna yang diberikan pada pemikirannya disesuaikan dengan realitas itu sendiri, sehingga tidak terjadi konflik. Informasi bisa seperti cerita fiksi Superman atau bisa seperti isi buku fisika. Cerita fiksi Superman memang enak dibaca, tetapi hanya untuk dibaca saja, bukan untuk dianalisa dan dicocokan dengan realitas. Orang tidak pernah melakukan check realitas tentang kemampuan terbang Superman. Apa yang mendasari kemampuan terbang Superman, gaya Archimedes (gaya apung) atau tenaga propulsi seperti pesawat terbang? Kalau gaya Archimedes yang membuat Superman mengapung/terbang, maka berat Superman harus ringan sekali dan berat jenisnya lebih kecil dari berat jenis udara. Pertanyaan berikutnya akan muncul ketika melihat Superman in action mengangkat bus, pesawat terbang: apakah berat jenis rata-rata besi (bus atau pesawat) plus Superman lebih ringan dari udara? Andaikata Superman menggunakan sistem propulsi untuk terbang, dimana letaknya baling-baling atau sistem jet nya? Makan apa dia untuk energi terbang?

Memang cerita Superman adalah cerita fiksi. Yang mau saya tekankan ialah bahwa cerita fiksi ini berbenturan dengan ilmu alam yang selalu menjadi landasan pemikiran orang waras dalam menelaah suatu informasi. Orang waras mendasari kesimpulannya atas dasar fakta dan realitas, bukan atas dasar nafsu, emosi dan semangat isme yang dianutnya. Tulisan kali ini akan menyajikan suatu topik dengan tujuan mengasah kembali objektifitas kita sebagai orang yang rasionil.

Sistem kasta adalah penggolongan masyarakat berdasarkan profesinya. Brahmana adalah kelas terpelajar (ulama = orang yang berilmu) dan ahli agama. Wesia adalah kelas pekerja. Ksatria adalah kelas birokrat dan politikus. Dan sudra adalah kelas terbuang. Untuk kelas brahmana dan wesia, peran dan kontribusi mereka untuk kemakmuran jelas. Tetapi untuk kelas ksatria, politikus, saya tidak pernah mengerti apa kontribusi mereka untuk kemakmuran masyarakat. Pernahkan anda bertanya apa kerja para raja dan kaum bangsawan dalam kaitannya kemakmuran masyarakat. Untuk contohnya, misalnya dalam legenda Ramayana atau Mahabarata, atau dalam sejarah sultan-sultan Melayu di Sumatra, atau Gajah Mada, Hayam Wuruk, Ken Arok. Apa kerja mereka yang betul-betul produktif dan memberikan manfaat bagi kemakmuran?

Budaya manusia dibentuk dan direkayasa salah satunya oleh apa yang disebut dengan sejarah. Berbicara mengenai soal orang-orang yang berjasa, berguna bagi umat manusia, banyak tidak bisa menyebutkannya. Misalnya, pada saat anda mengendari mobil di jalan beraspal yang mulus, dan membandingkannya dengan jalan tanah atau berbatu atau jalan semen, tidak pernahkan anda berpikir siapakah yang menemukan aspal dan mulai menggunakannya untuk jalan raya?

Kalau kita bersantai dirumah, pada hari hujan lebat, berbadai, pernahkan anda berpikir siapa yang menemukan semen, bahan bangunan yang akrab dengan anda dan sangat berguna untuk membuat rumah, tempat berteguh dari hujan dan terik matahari, berlindung di waktu malam dari pencuri dan penjarah. Berapa banyak benda-benda yang memudahkan hidup kita yang terbuat dari semen selain rumah; jembatan, tiang listrik, jalan, tanggul penahan ombak, demaga kapal. Banyak lagi. Aneh bukan kalau penemu semen tidak ada yang tahu?

Kalau anda disuruh menyebutkan siapa presiden pertama Amerika Serikat, atau presiden pertama Indonesia, atau perdana mentri Canada pertama, maka dengan mudah anda menyebut nama G. Washington, Sukarno dan McDonald. Aneh bukan? Jasa apa yang mereka perbuat dalam berkaitan dengan kenyamanan hidup anda. Ambil saja Kemal Attartuk, atau Mahatma Gandi? Apa jasa mereka kepada anda dan umat manusia sehingga nama mereka ada di buku-buku sejarah dan harus dipelajari dan membuat anda hapal? Bandingkan dengan penemu aspal, semen, lampu atau penicilin (antibiotik).

Supaya anda tidak penasaran akan saya sebut nama penemu aspal. Aspal di dalam bahasa Inggris disebut tarmac, singkatan dari tar McAdam. John McAdam, seorang Scot, adalah pioneer untuk penggunaan aspalt/bitumen untuk kostruksi jalan raya jauh sebelun tahun 1900. Untuk semen, barang ini sudah ada sejak jaman Romawi kuno, dan tidak diketahui siapa penemunya. Sedang untuk penicillin, walaupun awalnya ditemukan sebagai antibiotik oleh mahasiswa kedokteran Prancis Ernest Duchesne, tahun 1896, tetapi yang diakui penemunya adalah Alexander Fleming tahun 1928.

Bagaimana bisa, orang-orang yang justru memberikan jalan kemudahan dalam hidup kita ini seperti John McAdam, Alexander Fleming, Ernest Duchesne, Carnot, tidak dikenal secara luas, sedang Washington, Gandi dan Sukarno, sangat dikenal?

Dunia diciptakan oleh politikus. Politikus atau dalam bahasa kastanya tidak lain adalah kelas ksatria adalah golongan benalu yang tidak produktif. Raja, anggota parlemen dan para ksatria – elit politik - pada jaman dulu, tidak lebih dari tukang palak, kurang lebih sama seperti pada jaman sekarang. Kalau anda menyusuri sungai Rhein atau Rijn, banyak kastil-kastil sepanjang sungai, di atas bukit. Juga kalau anda berkendaraan di Inggris dan Scotland, banyak dijumpai kastil-kastil, pemukiman para ksatria jaman dulu di atas bukit, memandang ke jalan jalur perdagangan di lembah bukit. Lihat betapa banyaknya kerajaan di sepanjang jalur perdagangan selat Malaka, seperti kesultanan Kedah, Perak, Selangor, Negri Sembilan, Malaka, Johor, Riau, Deli, Langkat, Samudra Pasai, Sriwijaya (Selat Malaka adalah jalur perdagangan dari Cina ke India dan Arab melewati laut). Pelaku kerajaan-kerajaan dulunya ini bagaikan para timer/tukang palak yang menjadi penguasa di sepanjang rute bis kota, atau pak ogah di tikungan jalan. Ketika para pedagang lewat, maka para penagih pajaknya akan meluruk untuk meminta pajak. (Apakah ini asal mula bea masuk dan pajak lewat? Entahlah)

Kalau kita baca cerita Ramayana, Mahabarata – keduanya menceritakan kehidupan kelas ksatria – tidak nampak sedikitpun cerita bagaimana para ksatria, elit politik, memakmurkan rakyat. Yang ada hanyalah menggunaan resources untuk kepentingan mereka – elit politik – sendiri, perang, perebutan harta dan kekuasaan. Demikian juga kalau kita baca biografi Sukarno, sulit menemukan dimana kegiatannya yang membuat makmur rakyat. Lalu...., bagaimana mereka yang sebenarnya tidak terlalu berguna itu bisa dikagumi dan disanjung-sanjung diluar batas jasa mereka?

Sejarah, kontrol terhadap penulisan itulah jawabannya. Para benalu (saya agak melebih-lebihkan) yang disebut politikus, elit politik, untuk mendapatkan pembenaran keberadaannya harus membuat image bahwa mereka penting. Mereka membuat pahlawan dari kalangannya dan mengagung-agungkannya. Semuanya itu dilakukan lewat sejarah dan diajarkan di sekolah-sekolah, atau kalau pada jaman dulu, dibuatkan legendanya dan dituturkan secara terus-menerus, turun temurun. Inilah kata Joseph Goebbels, mentri propaganda Jerman Nazi. Dia secara jujur mengakuinya:

“If you tell a lie big enough and keep repeating it, people will eventually come to believe it. The lie can be maintained only for such time as the State can shield the people from the political, economic and/or military consequences of the lie. It thus becomes vitally important for the State to use all of its powers to repress dissent, for the truth is the mortal enemy of the lie, and thus by extension, the truth is the greatest enemy of the State.”

Intinya, bahwa kebohongan apa saja kalau didengungkan terus menerus, maka orang akan percaya. Sejarah diceritakan romantisme dan kehebatan para pelaku sejarah. Apakah itu seorang perampok/pencuri seperti Ken Arok, atau pembunuh berdarah dingin seperti Gajah Mada (Ingat pembantaian di Bubat), oleh sejarah dijadikan pahlawan. Romantisme, memberikan warna corak make-up dan bumbu berupa kehebatan dan keagungan para pelaku sejarah membuat pembacanya lupa essensi nilai-nilai moralnya. Moral yang bejad bisa tertutupi oleh meke-up dan bumbu romantisme. Tindakan Ken Arok membunuh Tunggul Ametung bupati, bapak angkatnya dan mengawini jandanya Ken Dedes kemudian menggantikan posisi bupati, bukan tindakan yang bermoral. Atau tindakan Gajah Mada membunuh seluruh keluarga calon mempelai wanita dari rajanya, bukan juga tindakan yang bermoral. Tetapi toh, keduanya dipersepsikan sebagai pahlawan. Sejarah juga menghapus catatan hitam seseorang. Anda tidak pernah mendengar rejim Sukarno memenjarakan group penyanyi Koes Bersaudara karena dia tidak suka lagu-lagunya yang cengeng.

Dalam sejarah, adakah diceritakan tentang penemu semen, aspal, kain katun, nilon atau mobil? Yang ada hanya cerita mengenai presiden, mentri, jenderal, dan sejenisnya. Dan mereka semua hebat. Saya akan memberikan contoh detail, yaitu Abraham Lincoln, salah satu presiden Amerikan yang disanjung dan dikenang sebagai presiden yang besar US kalau bukan yang terbesar. Demikian disanjungnya sampai ada bangunan sebagai salah satu yang tidak bisa dilepaskan dari image USA. Bangunan ini - Abraham Lincoln Memorial - dibangun untuk mengenangnya. Seakan orang telah melupakan atau tidak tahu bahwa kesengsaraan yang paling berat sepanjang sejarah yang dialami oleh rakyat Amerika adalah karena keputusan dan ulah Abraham Lincoln. Perang saudara antara Utara dan Selatan, Federationist dan Confederationist yang diputuskan Abe Lincoln adalah kesengsaraan yang terbesar dalam sejarah USA. Dimulai tahun 1861 dan berakhir tahun 1865 dan hanya 4 tahun menelan korban 620,000 atau 2% dari penduduk mati sia-sia. Kalau untuk ukuran sekarang, 2% dari penduduk US adalah 6 juta jiwa. Bayangkan betapa banyaknya.

Pahlawan atau orang konyol?

Kesengsaraan itu bukan hanya bagi jiwa yang melayang sia-sia, tetapi juga ekonomi. Pihak Federasi (pihaknya Abraham Lincoln), kehabisan uang. Tidak ada uang untuk melakukan aktifitas ekonomi. Tetapi, tentara harus digaji. Baru 1 tahun berperang pemerintah Federal sudah kebingungan cari dana untuk perang ini. Pada tahun 1862 pemerintah US memberlakukan undang-undangkan yang memberikan hak bagi pemerintah untuk mencetak mata uang nasional. Undang-undang hak mencetak uang tanpa back up apa-apa ini adalah yang pertama dalam sejarah USA. Maka dicetaklah uang-uang yang berwarna hijau. Uang-uang itu tidak sama dengan dollar yang sekarang, karena pada saat itu hanya satu sisi saja yang ada gambarnya. Disebut Greenback karena hanya satu sisi yang bergambar (dan warnanya hijau). Itulah asal muasal kata Greenback.

Penguasaan atas hak mencetak uang tanpa dukungan tangible asset seperti emas atau perak ini banyak menimbulkan sinisme dari banyak kalangan. Saya menemukan sebuah kartun mengenai hal ini (lihat gambar di bawah).

Biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah Federasi mencapai $15 milyar uang masa itu. Kalau diekivalenkan dengan masa sekarang adalah $ 600 milyar. Kalau populasi US seperti sekarang, 301 juta, maka setiap orang hanya menanggung $2000 per kepala. Tetapi pada waktu itu jumlah penduduk US hanya 31.4 juta, sehingga setiap orang harus menanggung beban dari pihak Federasi sebesar $20,000 per kepala. Sayangnya bukan hanya pihak Federasi yang mengeluarkan biaya, tetapi juga musuhnya, yaitu pihak Konfederasi. Katakanlah besarnya sama. Jadi dalam perang saudara – US Civil War, diperkirakan orang yang hidup harus menanggung beban sebesar $40,000. Itu banyak!



Orang boleh berargumen bahwa perang saudara US bertujuan mulia, penghapusan perbudakan. Orang waras mengatakan pengorbanan sia-sia. Pada saat itu perbudakan ada dimana-mana. Di Amerika selatan, Spanyol di Amerika Latin juga punya budak-budak negro. Di Asia dan Afrika masih berlaku perbudakan. Di daerah-daerah itu, di dunia secara umum selain US, perbudakan hilang tanpa setetes darah keluar dalam pertempuran, tanpa pertempuran apa-apa. Abraham Lincoln bisa melakukan penghapusan perbudakan tanpa perang, tanpa mengorbankan 2% dari pendudukanya dan tanpa membebani $ 40,000 (ekivalen uang tahun 2007) penduduknya. Ini hanya pengeluaran pemerintah dan tidak termasuk rumah-rumah harta benda, infra-struktur dan ladang yang hancur. Mungkin lebih besar dari pengeluaran pemerintah.

Alangkah sia-sianya. Pengorbanan sia-sia untuk keputusan yang tolol. Tetapi dia, Abraham Lincoln, sangat dipuja berkat promosi, bumbu dan image yang diciptakan elit politik. Itulah sejarah.

Pembentukan image bahwa politikus adalah kaum yang penting adalah sangat universal, kecuali mungkin dalam budaya Islam yang populer hanya 4 khalifah dan Salahuddin al-Ayubi (lain waktu akan kita bahas bagaimana gubernur Afrika Utara jaman Umar bin Khattab, yaitu Amr bin Ash justru menurunkan pemasukkan pajak dari 72 juta dinar per tahun di jaman pemerintahan Rumawi menjadi hanya 12 juta dinar, tetapi kemakmuran meningkat). Tidak hanya US, di Indonesia pun sejarah selalu mengagungkan kaum kstaria. “Jangan lupakan sejarah” kata Sukarno, walaupun Ken Arok adalah pencuri/perampok yang naik pangkat menjadi raja. Kita lihat bagaimana bangsa ini membanggakan perang kemerdekaan yang heroik dan penuh romantisme. Bagi yang tidak merasakan kesengsaraan perang, nampak seakan perang itu indah, heroik dan penuh romantisme. Tetapi, saya berani bertaruh kalau anda berada di medan perang dan tertembak kakinya. Tidak mati dan tidak hidup, dikepung musuh......., mungkin anda terkencing-kencing dicelana karena ketakutan atau lebih baik bunuh diri untuk menghilangkan stres. Nenek saya yang harus mengungsi ketika perang kemerdekaan, dan mendapati rumahnya rusak, emasnya yang ditanam (dipendam) di lantai kamar hilang, sawahnya rusak, masih terbius oleh image yang diciptakan para politikus. Saya mungkin yang masih waras dan tidak mempan bius itu. Kalau anda berpikir, apa gunanya perang? Suriname toh bisa merdeka tanpa perang. Juga Malaysia, Singapura....., dan sederet lagi. Perang tindakan tolol yang perlu pengorbanan sia-sia. Jangan tanyakan hal ini kepada politikus, mereka akan membantahnya. Tetapi satu hal, fakta bahwa Malaysia, Brunei, Singapura atau Suriname merdeka tanpa setetes darah pahlawan, adalah tidak bisa dipungkiri. Apakah pahlawan yang mati pada saat kemerdekaan itu sia-sia dalam arti bisa dihindari? Anda tidak perlu menjawabnya, cukup merenungkannya. Tetapi saya ingatkan, pengaruh sejarah terhadap pola pikir anda cukup kuat.

Harus diakui bahwa tidak semua warga ksatria dalam sejarah atau legenda digambarkan sebagai pahlawan. Pahlawan selalu memerlukan musuh – the bad guy. Hitler, Mussolini masuk dalam satu group dengan Rahwana atau Kurawa, the bad guy. Mungkin Hitler dan Mussolini tidak lebih buruk dari Abraham Lincoln. Hanya saja, para penulis sejarah tidak berpihak pada Hitler dan Mussolini karena mereka dipihak yang kalah dan tidak mempunyai kontrol terhadap penulisan sejarah.

Di Indonesia pada saat ini, terjadi fenomena bahwa orang sedang berlomba-lomba menjadi kelas ksatria aktif. Apakah itu ikut dalam partai politik termasuk organisasi kedaerahan. Ketika jaman Suharto, kebanyakan jadi ksatria pasif. Pada waktu itu, rejim Suharto, merekrut banyak pegawai negri untuk dijadikan anggota Korpri, yang mendukung partai berkuasa. Seandainya 90% pegawai negri dipecat, keadaan mungkin sama saja, tidak berpengaruh terhadap jalannya roda pemerintahan, bahkan mungkin lebih baik, karena tidak banyak pengganggu dalam masalah perijinan. Keadaan sekarang lebih parah. Karena posisi ksatria memang menggiurkan dari pada kelas wesia, kelas ksatria tidak membutuhkan ketrampilan. Lagi pula kelas jagoan/ksatria kenyataannya menguasai, mengatur-atur, menindas dan bisa menakali kelas wesia. Tetapi jangan lupa bahwa yang menghidupi masyarakat adalah kelas wesia.

Perpindahan dari kelas wesia yang produktif ke kelas ksatria yang benalu merupakan proses pemiskinan masyarakat. Kalau fenomena ini berlangsung terus, jangan iri kalau Malaysia akan jauh lebih makmur dari pada Indonesia di masa mendatang, walaupun dalam segi sumber alamnya Indonesia lebih banyak. Kemakmuran tidak butuh kelas politikus/ksatria.

Sebagai penutup ada dua poin yang tolol yang bisa direnungkan. Poin pertama yaitu: Untuk apa posisi wakil presiden? Dalam ilmu managemen organisasi, posisi one-to-one adalah mubazir. Posisi supervisor (atasan) yang membawahi satu (1) orang bawahan adalah mubazir. Seharusnya, seorang atasan (kalau memungkinkan) punya minimal 6 bawahan. Oleh sebab itu tanpa wakil presiden, kabinet masih bisa berfungsi. Ide mendudukan wakil presiden adalah ide yang tolol dan pemborosan.

Poin ke dua. Beberapa waktu lalu, ada hasil survey yang dilakukan oleh Tranparancy International Indonesia (TII) tentang indeks persepsi korupsi di Indonesia diumumkan (lihat situs http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=18140&cl=Berita). Hasilnya mengatakan bahwa polisi, partai politik, parlemen (DPR) dan lembaga peradilan adalah lembaga terkorup di Indonesia (Lihat tabel di bawah untuk data dari tahun 2004 sampai 2007). Posisi juara selalu berpindah tangan dari tahun ke tahun dan finalisnya dari tahun ke tahun tetap sama, yaitu polisi, parlemen, peradilan dan partai politik.

Empat besar lembaga terkorup versi GCB

Sumber : TI Indonesia (klik untuk memperbesar)

Kalau dilihat, semua itu adalah dari kelas ksatria -birokrat dan aparatnya; bukan kelas wesia atau sudra (kasta terhina). Dalam sejarah atau ilmu politik dan ilmu tata negara, anda tidak pernah mendengar bahwa parlemen, polisi, partai politik dan peradilan itu korup. Anehnya, malah untuk menjalankan negara, digembar-gemborkan, dikatakan paling bagus adalah sistem trias politica, eksekutif, parlemen dan peradilan. Jelas trias politika adalah azas yang menganjurkan sistem yang korup.

Dua tahun lagi, tahun 2009, kita akan memilih para ksatria untuk didudukan sebagai pelaksana kekuasaan dan sebagai pembuat aturan. Dari tahun ke tahun telah kita lakukan. Apakah hidup kita lebih makmur? Apakah anda merasakan manfat keberadaan mereka? Apakah uang yang mereka tariki (pajak) dan kita bayar, sebanding dengan apa yang mereka berikan? Secara matematik, lebih baik mereka tidak ada. Anda menyewa satpam sebagai pengganti polisi untuk menjaga keamanan. Anda pergi ke badan arbitrasi kalau ada sengketa perdata, bukan ke pengadilan. Undang-undang juga sudah tumpang tindih. Jadi buat apa mereka?

Kata orang dari ilmu politik: “Power tends to corrupt.”

Konsekwensi logisnya: “More people with power lead to more corruption.”

Kaum wesia...., bangkitlah. Katakan tidak mau......, kepada mereka. Pilih kursi kosong. Wujudkan dengan membuat kartu suara anda tidak syah.

Jakarta akhir Desember 2007
Seandainya artikel di atas menginspirasi anda, kenapa tidak kenalkan situs ini kepada rekan-rekan anda supaya mereka juga terstimulasi intelektualnya.

Saturday, December 22, 2007

MONITORING KRISIS EKONOMI - XVI

(Minggu III Desember 2007)
TRADING ALERT & REVIEW: SAHAM EMAS


ANALISA MEKANISME FUNDAMENTAL JANGKA PENDEK
Bank of England (BOE) and European Central Bank (ECB) bersama-sama mengucurkan dana bantuan/pinjaman liquditas sebesar $540 milyar. Itu uang sangat besar. Dan akan berdampak inflasi. Sifatnya bisa temporer dan bisa permanen. Bank dan institusi investasi swasta yang terkena dampak kredit subprime untuk sementara (paling tidak 3 bulan) tidak perlu buru-buru mencairkan investasinya (saham, emas, komoditi) menjadi dana untuk memenuhi kewajibannya. Dampak lainnya, suku bunga pinjaman komersial LIBOR (London InterBank Offered Rate), juga turun. Saya tidak akan membahas pengaruh penggelontoran liquiditas ini terhadap ekonomi. Sebab jawabnya ialah, tidak akan bisa mengelakkan resesi. Resesi ada kaitannya dengan konsumsi (di US) dan saat ini orang sudah kena kantong kempes. Bank juga tidak berani menyalurkan kredit yang bermuara ke konsumsi (Problem krisis liquiditas yang sekarang ini karena penyaluran kredit yang sembarangan. Jadi jangan harap bank-bank komersial berani memberikan kredit secara mudah lagi).

Sifat liquiditas ini temporer, sesuai dengan sifat pengglontoran ini yaitu pinjaman 3 bulan dengan jaminan apa saja termasuk surat-surat subprime CDO. Untuk melanggengkannya, maka harus memberikan roll-over dari pinjaman liquiditas ini secara terus menerus sampai jadi bantuan permanen. Seperti BLBI..., gitu. Singkatnya, sementara waktu selama 3 bulan, tekananan jual karena faktor liquiditas bisa dikurangi. Tinggal tekannan jual karena faktor resesi (Jadi belum semua faktor tekanan jual di bursa saham ditiadakan, jangan bergembira dulu). Penggelontoran ini juga sifatnya inflationary. Jadi bukan tidak mungkin memicu kembalinya rally di sektor emas. Itu yang mau ditekankan di ulasan kali ini.


ANALISA FUNDAMENTAL JANGKA PANJANG
Kembali berita buruk melanda bursa saham, Kemarin malam tanggal 19 Desember 2007, (http://www.iht.com/articles/2007/12/19/business/morgan.php) Morgan Stanley pertama kali dalam sejarah membukukan kwartal yang rugi karena pemutihan hutang subprime $5.7 milyar. Kita akan disuguhi berita semacam ini sepanjang tahun 2008 nanti. The Fed dan bank-bank sentral lainnya diasumsikan akan memberikan bantuan liquiditas terus alias melakukan usaha-usaha reflasi. Artinya inflasi. Dan pada saat inflasi harga emas (nominal) akan naik. Emas adalah benteng perlindungan investasi di saat ekonomi mengalami tekanan inflasi.

Kombinasi antara resesi dan inflasi ini akan menguntungkan saham-saham emas. Pada saat krisis saham saham emas dan perak akan berjaya melebihi emas dan peraknya sendriri. (Catatan inflasi disini tidak sama dengan inflasinya versi pemerintah. Inflasi versi orang waras adalah pertambahan uang yang beredar). Inflasi moneter dalam periode resesi bisa tersamar, karena angka yang dipakai pemerintah adalah indeks inflasi harga. Dan pada saat resesi harga barang cenderung turun, tidak terkecuali bahan komoditi. Jadi inflasi versi pemerintah, CPI (consumer price index), cenderung tertahan. Sedangkan inflasi moneter naik.

Turunnya harga bahan komoditi, barang modal dan barang jadi akan bagus bagi saham-saham sektor emas dan perak. Biaya produksi tambang-tambang emas dan perak akan turun karena harga minyak, logam dasar dan peralatan turun. Oleh sebab itu, perusahaan-perusahan emas dan perak yang saat ini masih belum membukukan keuntungan, nantinya akan membukukan keuntungan. Lagi punya pada saat ini banyak saham-saham emas dan perak dievaluasi dengan asumsi harga emas di $650/oz. Padahal harga emas sekarang di level $ 800/oz.


SUPPORT YANG KUAT
Rally di sektor emas dari level harga emas $650/oz ke $850/oz bisa berlanjut setelah terhenti oleh gelombang ke II kasus subprime. Emas ternyata bersimpati terhadap pasar saham. Bahkan saham emas terpuruk lebih parah dari pada emas dan indeks Dow Industrial. Keadaan nampak akan berbalik arah. Sektor saham emas kelihatannya akan outperform baik emas dan juga indeks saham Dow Industrial.

Secara teknikal emas sejak November 2007 lalu membentuk pola trading konsolidasi segi tiga bullish wedge. Lihat Chart-1.


Chart 1 (klik untuk memperbesar)

Bollinger band mulai menyempit menunjukkan akan terjadi breakup yang impulsive. Supportnya berupa bollinger line bawah, MACD 50D, di samping support wedgenya sendiri membuat support selama konsolidasi ini cukup kuat. Rally emas bisa dimulai pada periode Santa Clause rally yang peluangnya kecil dan January effect yang peluangnya besar. Dan bisa berlanjut sampai Maret 2008. Peluang January effect menurut perkiraan saya adalah 90%, artinya “dalam batas-batas ramalan manusia pasti terjadi”.

Indeks saham emas, Gold Bugs – HUI secara teknikal telah membentur supportnya, 50% Fibonacci retracement di level 374. Support ini adalah resistance selama 1.5 tahun masa konsolidasi (tahun 2006-2007) dan berubah menjadi support ketika indeks bisa menembus level ini. Jadi support ini sangat kuat.


RALLY EMAS SEGERA BERLANJUT KEMBALI
Ada tanda-tanda bahwa rally saham sektor emas yang sempat terhenti untuk istirahat dan menarik napas akan berlanjut kembali. Memang indikator MACD masih belum menunjukkan adanya kelanjutan rally (Chart-2), tetapi indikator indikator lain sudah mengarah ke sana.


Chart 2 (klik untuk memperbesar)

Chart-3 adalah rasio HUI/Gold. Rasio ini telah membentur batas bawah koridor trading yang dibentuk selama lebih dari 2 tahun. Bila rasio HUI:Gold membentur level ini, maka 95% peluangnya adalah HUI akan out-perform emas. Jadi jika emas akan rally (kesimpulan dari Chart-1), maka HUI akan rally lebih kencang lagi.

Chart-3 (klik untuk memperbesar)

Hal yang sama berlaku untuk saham-saham emas lain, seperti kelompok indeks XAU – Philadelphia Gold Index (Chart-4).


Chart 4 (klik untuk memperbesar)

ADAKAH KOREKSI BERSIMPATI?
Sampai saat ini kita masih berasumsi bahwa tambahan liquiditas akan membuat bursa saham berkurang tekanan jualnya dan kebiasaan-kebiasaan akhir dan awal tahun masih bisa diharapkan. Andaikata ada Santa Clause rally (rally akhir tahun) dan rally effek Januari di semua sektor saham, maka saham emas akan ikut bersimpati rally, dan bisa lebih kencang dari saham Dow atau S&P. Tetapi kalau tidak ada rally akhir dan awal tahun, bagaimana? Jadi masih ada satu pertanyaan yang masih menggangu, yaitu: “Kalau bursa saham terpuruk, apakah saham emas juga akan mengalami koreksi karena bersimpati?” Pertanyaan ini mengganggu karena, tidak semua faktor penekan harga saham bisa dihilangkan oleh pengucuran liquiditas oleh ECB. Oleh sebab itu perlu dilihat korelasi antara HUI dan indeks Dow Industrial (INDU, DJIA).

Chart-5 menunjukkan rasio HUI/INDU. Indikator Relative Strength, RSI menunjukkan di posisi sangat rendah, level 30. Dengan demikian peluang untuk berbalik arah sangat besar. Artinya, jika berubah HUI cenderung lebih besar dari INDU. Dengan kata lain jika indeks Dow terkoreksi, tidak membuat HUI terlalu terpuruk. Kemungkinan sektor emas akan lepas hubungan dengan Dow & S&P.


Chart 5 (klik untuk memperbesar)

REVIEW SAHAM EMAS

Gammon Lake Resources (GRS)
Saya seorang bottom feeder, artinya suka mengkoleksi saham yang sudah babak belur kerena mengalami tekanan jual karena kesalahan persepsi. Tentu saja fundamentalnya cukup bagus. Salah satu saham yang saya perkirakan ada kesalahan persepsi adalah Gammon Resources (GRS). GRS mengalami tekanan jual yang kuat karena kesalahan persepsi. Tahun lalu EPS (earning per sharenya) $ -0.76 seperti yang kutip di Yahoo (http://finance.yahoo.com/q?s=grs). Ini tidak bagus. Tetapi, nanti dulu. EPS ini dihitung dengan assumsi harga emas $ 650/oz. Saat ini kita tahu bahwa harga emas adalah $800/oz. Yang ke dua, ada berita buruk, bahwa kinerja keuangan GRS tidak sesuai dengan harapan. Ladang emas Ocampo yang baru dibuka ternyata start-upnya tidak semulus perkiraan orang. Bagi orang yang biasa dalam operasi pertambangan, start up selalu tidak pernah mulus. Kwartal II 2007 diharapkan produksinya 100,000 oz ternyata hanya 58,000 oz saja. Operasinya hanya 58% dari kapasitas terpasang. Biasanya perlu 2-4 kwartal untuk bisa memperoleh operasi yang mulus dan menggunakan kapasitas maksimum. Jadi, kinerja keuangan GRS yang wajar baru nampak di kwartal I-II 2008.

Biasanya biaya operasi pada awal-awal produksi relatif tinggi karena unit-unit usaha dalam masih taraf belajar dan juga masih banyak biaya yang dikeluarkan untuk modifikasi proses dan perubahan minor dari perangkat-perangkat produksi. Sehingga wajar jika diasumsikan bahwa dalam beberapa bulan kedepan biaya operasi akan turun.

Turunnya biaya operasi ini tidak hanya karena effisiensi dan berkurangnya capital spending, tetapi juga diharapkan harga-harga barang penunjang produksi (spare parts, bahan bakar, dll) turun. Chart-6 menunjukkan sensitivitas valuasi GRS terhadap tingkat produksi, harga emas dan biaya operasi. Kurva biru menunjukkan sensitivitas valuasi GRS pada kondisi kwartal II. Chart merah dan magenta menunjukkan jika operasi Ocampo sudah normal dan biaya produksi sudah bisa dieffsisienkan. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa PER GRS pada saat operasi normal adalah 7 atau lebih baik.
Chart 6 (klik untuk memperbesar)

Nampaknya GRS telah mengalami koreksi dari $19 ke $7.30, lebih dari 60% dan membentur support yang kuat. Di level $7 - $8, ada investor yang mengkoleksi secara rajin. Volume trading yang cukup bagus pada saat harga saham naik dan volume trading yang terendah pada saat harga saham turun. (Chart-7). Saya pikir downsidenya sudah tidak banyak lagi.

Pada saat ini nilai wajar emas adalah $2000-$2500 per oz. Oleh sebab itu GRS bisa dikoleksi dan kemudian disimpan selama 1-5 tahun sampai nilai emas mencapai level yang wajarnya.


Chart 7 (klik untuk memperbesar)

Gold Fields (GFI)
GFI adalah produser emas yang cukup tua yang berpusat di Afrika Selatan. Ladangnya banyak di Afrika Selatan. Banyak tambang-tambangnya yang sudah tua dan cadangannya hampir habis. Oleh sebab itu GFI menlakukan divestasi dan berusaha mencari tempat baru lain seperti Ghana, Australia, Cina, Peru dan lain-lain.

Gold Fields (GFI) beberapa bulan ini mengalami tekanan jual akibat turunnya revenue yang hampir tinggal 31%. Hal ini GFI menjual beberapa tambangnya yang sudah tidak sesuai dengan portfolionya dan juga melakukan investasi untuk beberapa projeknya. Jadi bukan karena performancenya yang memburuk. Dalam hal ini GFI memperoleh cash untuk diinvestasikan atau dipakai untuk operasi.

GFI termasuk produsen emas dengan biaya rendah, hanya $140/oz. Cadangan P2 (proven + probable) mencapai 75 - 100 juta oz. Dengan jumlah cadangan seperti ini dan biaya produksi saat ini nilai interinsic dari saham GFI kurang lebih adalah $50 (asumsi harga emas = $ 800/oz).

Saya melihat bahwa operating margin dan profit margin yang dilaporkan di Yahoo (http://finance.yahoo.com/q/ks?s=GFI), tidak terlalu bagus. Hanya 10% saja. Tahun 2007 memang performance cash flow GFI tidak terlalu bagus karena banyak melakukan investasi. Dlam balance sheet laporan keuangannya (Table-1) ada kenaikan equitynya sebesar 80% dan berasal dari investasi untuk peralatan dan pabrik.


Table 1 (klik untuk memperbesar)

Cash-flow dari aktifitas operation pun turun (Table-2). Ditargetkan dalam tahun 2008 beberapa projek-projeknya sudah menghasilkan buah. Target produksinya ialah 4.25 juta oz. Emas. Tambang Cerro Corona akan berproduksi pada 3Q08 dan Choco 10 kembali beroperasi.


Table-2 (klik untuk memperbesar)

GFI dalam beberapa bulan ini mengalami koreksi dari $27 ke level $13. Fair value GFI dengan asumsi $800/oz emas adalah sekitar $50. Tahun depan dan 2009 diharapkan cash flownya kembali wajar karena investasi berkurang dan produksinya naik.

Secara teknikal harga saham GFI bisa bermain-main di $9.5 dan $11.5 (lihat Chart-8) kalau dalam rally akhir tahun dan awal tahun tidak bisa menembus resistancenya dan keluar dari trading range $9.5 - $ 11.5 ini. Tetapi jika bisa keluar, maka level $ 27 akan dicoba ditembus. GFI bisa dilihat sebagai alternatif investasi emas fisik. Nilainya 2 -3 kali emas fisik, artinya saham GFI akan naik bersama naiknya harga emas dengan penguatan 2-3 kali lipat.



Chart 8 (klik untuk memperbesar)

Sampai disini dulu, jaga investasi dan tabungan anda, serta kesehatan anda. Selamat menghadapi tahun 2008 yang lebih menantang. . Kalau anda pikir bahwa isi blog ini bisa menstimulasi daya pikir anda, kenapa anda tidak memberi tahu rekan-rekan, istri, pacar, mertua/calon mertua anda supaya mereka juga terstimulasi dan terhindar dari penyakit Alzheimer. Apa lagi 2 artikel mendatang ditujukan bagi orang awam. Jangan lupa membari tahu mereka.

Tulisan-tulisan di blog ini dimaksudkan sebagai informasi dan bahan pendidikan, bukan anjuran investasi. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang anda menderita akibat mengunakan informasi di blog ini.Akan tetapi jika anda mau membagi keuntungan yang diperoleh dari pemanfaatan informasi kami, maka kami akan senang sekali menerimanya.


Jakarta 21 Desember 2007.

Sunday, December 16, 2007

MONITORING KRISIS EKONOMI - XV

(Akhir Tahun 2007)

REVIEW PASAR MODAL & EKONOMI GLOBAL 2007-2008


Topik Kali Ini
THE MOMENT OF TRUTH
PERKEMBANGAN TERAKHIR KEBEKUAN KREDIT
CERITA RINGKAS PROSES TERJADINYA KRISIS
PREDIKSI 2008 DAN MASA MENDATANG
KRISIS DAN PELUANG


THE MOMENT OF TRUTH
Tahun 2007 dan 2008 adalah masa the moment of truth, masa penentuan untuk bertempur di pihak kubu bear dengan seluruh modal. Ketetapan ini berdasarkan ramalan saya beberapa tahun silam. Dan selama 4 tahun ketrampilan berinvestasi di pasar bear (pasar dimana harga saham cenderung menurun) dipelajari, diasah dan disempurnakan. Saatnya sudah tiba.

Ada yang saya ingat tentang apa yang sering saya ramalkan selama 4 tahun belakangan ini tentang resesi, krisis ekonomi dan runtuhnya pasar modal. Perkiraan saya akan terjadi di pertengahan tahun 2007. Dan ini selalu konsisten. Banyak pembaca tidak menyimak perkara timing ini. Bukan suatu hal yang kebetulan bahwa sejak Agustus 2007, saya membuat artikel berseri dengan judul “Monitoring Krisis Ekonomi”, seakan saya yakin bahwa ekonomi sedang mengkristal untuk menjadi krisis.

Membuat judul “Monitoring Krisis Ekonomi” bukan tanpa tentangan. Saya memperoleh beberapa email dari rekan founder KlubSaham.Com (KSC) untuk menghentikan tulisan berseri itu. Alasannya karena takut merusak reputasi KSC karena analisa yang salah. Saya pertimbangkan untuk melanjutkan artikel berseri itu karena semata-mata yakin bahwa krisis sedang dalam proses pembentukan.

Untuk timing krisis ini, saya tuangkan di beberapa artikel di Klubsaham.com beberapa tahun silam serta dalam pertemuan Klubsaham.com awal tahun 2003. Untuk mengurangi rasa penasaran, saya coba cari-cari artikel lama yang menyebutkan hal tersebut di KSC. Misalnya dalam artikel 2 tahun lalu, tahun 2005 yang berjudul “Setahun Pemerintahan Sby-Jk” (http://www.klubsaham.com/index.php?name=News&file=article&sid=45)

Saya kutipkan: .........Shock banyak diramalkan para guru doomsday. Entah kapan, mungkin ditahun anjing gila 2006, atau tahun babi rakus 2007. Crystal ball dan hong shui Imam Semar mengatakan 90% chance akan terjadi tahun 2008 atau lebih cepat. Indonesia akan tertimpa juga.

Juga pada artikel: “Ayam Panggang Murah Dari Kredit Macet” – Agustus 2005
(http://www.klubsaham.com/index.php?name=News&file=article&sid=38)

Dari pembahasan di atas, kita melihat adanya mendung krisis, yang mungkin hujannya akan terjadi dalam 24 bulan mendatang. Mungkin hujan akan turun, mungkin juga tidak. Tetapi, saya akan bersiap-siap. Karena peluangnya ada, seperti mendung merupakan peluang untuk hujan.

Pertama, lunasi semua hutang dengan bunga mengambang. Pindah ke bunga tetap. Kalau masih punya rumah kedua atau/dan mobil, jual dulu. Uang disimpan sebagai emas. Biasanya emas punya performance yang sangat baik selama krisis. Apa itu krisis di Russia, krisis di Argentina, krisis di Indonesia, emas performancenya bagus.

Bayangkan pada saat krisis, orang tidak mampu lagi membayar kredit rumah, kredit mobil, perlu uang untuk ini dan itu. Kreditnya gagal bayar. Dan anda tahu kelanjutannya. Disitu banyak kesempatan. Lepas emas dan beli rumah, mobil bekas tapi baru dan lain lagi. Saham? Mungkin juga jeblok.

(Perhatikan kata yang berhuruf tebal. Catatan: 24 bulan setelah Agustus 2005 adalah pertengahan tahun 2007)

Ada beberapa hal pokok yang disebutkan dalam ramalan itu. Pertama meningkatnya gagal bayar di sektor kredit perumahan dan kredit konsumsi (mobil misalnya). Suku bunga pinjaman naik. Walaupun saya katakan disana bahwa bank sentral yang akan menaikkannya, ternyata swasta yang menaikkannya dan bank sentral malah menurunkannya, sehingga terjadi spread yang lebar. Banyak bank sentral lebih mengutamakan memerangi kebekuan kredit yang bisa berujung ke deflasi dari pada memerangi inflasi dengan melakukan pengglontoran liquiditas. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya bisa meramal yang relatif akurat dalam hal waktu. Mungkin wangsitnya berasal dari sumber yang cukup terpercaya.

Beberapa hal yang benar mengenai ramalan itu:

1. Inflasi, harga hampir semua barang naik, dari mulai minyak, bahan makanan dan emas. Khusus untuk emas yang pada saat itu 3-4 tahun lalu bertengger di level $400/oz atau Rp 100 ribu/gr, sekarang sudah menjadi kali lipat dalam dollar dan 2.5 kali lipat dalam rupiah. Harga bensin mencapai Rp 6000, ternyata masih wacana pemerintah RI.

2. Gagal bayar, terutama terjadi di US. Di Indonesia belum (hanya terjadi di sektor otomotif terutama kredit motor), bukan tidak mungkin akan merambat ke Indonesia.

3. Naiknya suku bunga, memang suku bunga pinjaman dari bank sentral turun, tetapi suku bunga pinjaman komersial naik. Sebenarnya kata suku bunga pinjaman komersial naik adalah konsekwesi dari naiknya resiko hutang. Seharusnya saya mengatakan bahwa resiko hutang meningkat, ini lebih tepat, tetapi bahasa seperti ini sulit dimengerti pembaca awam. Resiko kredit inilah yang menyebabkan terjadinya kebekuan kredit.

Mulai pertengahan tahun 2007, kredit pinjaman rumah –subprime debt- di US mulai merebak. Krisis ini awalnya melibatkan Bear Stearns, Citigroup dan bank investasi yang mebungkus subprime debt menjadi paket-paket surat berharga dan menjualnya ke investor. Krisis menjalar ke Jerman (IKB & SACHSENLB) dan Inggris (Northern Rock), Canada dan Russia karena memakan paket subprime yang beracun. Pada saat (July sampai November 2007) itu emas rally dari level $640/oz ke level $850.

Untuk pasar saham, konfirmasi Bear Market versi Teori Dow sudah muncul pada bulan November 2007 lalu. Dengan kata lain, secara resmi pasar modal di US sudah memasuki fase Bear. Untuk berapa lama bear market ini? Mungkin sampai 2009 saja atau sampai 2011. Bergantung seberapa cepat alignment sektor-sektor ekomoni yang mengalami distorsi selama ini. Berapa cepat mal-investment dan kredit buruk bisa dimusnahkan

Secara keseluruhan, ramalan itu tidak terlalu buruk untuk seorang yang pengamat ekonomi part-time.

PERKEMBANGAN TERAKHIR KEBEKUAN KREDIT
Perkembangan terakhir kebekuan kredit adalah bank-bank sentral dari beberapa negara, Amerika, Canada, Inggris, Eropa, dan Swiss bersatu menangani kebekuan kredit. Ini mencerminkan kepanikan bank-bank sentral Eropa dan Amerika. Bank-bank sentral ini bersatu menyalurkan kredit melalui lelang. Collateral atau agunannya praktis boleh apa saja, termasuk surat hutang subprime yang tidak bisa diterima oleh bank-bank komersial. Dengan bersatunya bank-bank sentral ini diharapkan penyaluran kredit dapat merata di tempat-tempat dimana saja terjadinya kebekuan kredit.

The Fed untuk sementara akan memberlakukan Term Auction Facility (TAF), lelang peminjaman (sementara) uang dengan rate sesuai dengan hasil lelang. Agunannya boleh apa saja. Disamping itu the Fed bekerja sama dengan European Central Bank (ECB) dan Swiss National Bank (SNB) untuk menyalurkan US dollar dalam jurisdiksi ECB (sampai $ 20 milyar) dan SNB (sampai $4 milyar).

European Central Bank akan menyalurkan liquiditas US dollar melalui TAF. The Fed akan memasok US dollar (sebesar $20 milyar) dan akan ada mekanisme swap.

Swiss National Bank akan lebih sering melakukan repo dalam mata uang Franc Swiss dan melakukan lelang dalam denominasi mata uang US dollar untuk memudahkan pelaku pasar yang berhubungan dengan sistem repo Swiss. (Swiss sebagai negara berbasis jasa finansial banyak mempunyai klien yang menggunakan US dollar).

Bank of England akan lebih sering memberikan program repo (repurchase agreement) untuk jangka pendek dan jangka panjang dengan menerima collateral apa saja.

The Bank of Canada akan lebih sering melakukan repo dan mau menerima agunan apa saja.

Yang perlu anda tanyakan adalah, apakah usaha bank-bank sentral bisa mengelakkan US dan dunia dari resesi?

Saya jawab: Tidak.

CERITA RINGKAS PROSES TERJADINYA KRISIS
Secara awam bagaimana asal mula terjadinya krisis bisa diceritakan seperti begini. Awalnya adalah ke(tidak)bijakan kredit longgar di US dan juga dibelahan dunia lain. Orang yang tidak layak diberi kredit untuk kepemilikan rumah (dengan jaminan rumah), kredit hipotek. Banyak umpan kemudahan yang diberikan, dari mulai bunga penggoda yang rendah (berlaku 1-2 tahun saja sebelum beralih ke bunga mengambang), bayar hanya bunga saja dan lain-lain. Permintaan atas rumah naik dan memicu kenaikan harga rumah. Kemudian, karena harga rumah naik, maka orang menjadikan rumah sebagai ATM. Kredit dilunasi dengan membuka kredit baru dengan jumlah hutang yang lebih besar dan harga agunan yang baru (lebih tinggi). Ini yang disebut home equity extraction, karena ada uang yang dikantongi dari mekanisme transaksi ini dan kemudian dibelanjakan. Harga rumah menjadi bubble.

Akibat adanya home equity extraction, rakyat US (merasa) punya uang lebih dan punya peluang untuk belanja. Maka mereka belanja macam-macam, dari mulai SUV, tv plasma, sampai mainan anak-anak. Barang yang dibeli banyak dari Cina. Sebut saja Cina untuk mewakili negara yang mempunyai surplus perdagangan dengan US. Akibat meningkatnya konsumsi di US ini, ekonomi di negara pemasok barang ke US juga ikut booming. Pabrik-pabrik di Cina jadi hidup, bahkan bermunculan yang baru. Bahan baku didatangkan dari Australia, Indonesia, Canada dan lain-lainnya. Negara yang berbasis bahan mentahpun ikut booming. Di negara-negara ini konsumsi juga meningkat. Tetapi sayangnya budaya konsumsi mereka ini tidak sehebat US. Asia, terutama, masih cenderung menabung atau berinvestasi dari pada melakukan konsumsi, karena latar belakang kehidupan mereka yang belum aman (secure).

Kembali lagi ke US. Di tanah Amerika sana, hipotek (hutang-hutang perumahan) ini dikemas dengan hutang-hutang lain dan dijadikan paket-paket CDO (Collateralized Debt Obligation), SIV dan banyak akronim akronim lain yang intinya sama. Dan paket-paket ini dijual ke investor. Kemasan surat hutang ini juga diasuransikan supaya kalau terjadi gagal bayar ada asuransi yang menjamin. Nampaknya bagus, tetapi dalam prakteknya sontoloyo. Rating AAA diberikan pada paket yang mengandung hutang kelas B bahkan non-investment grade. Kadang surat hutang AAA hanya diasuransikan di asuransi type A. Jadi kalau ada gagal bayar, tidak bisa ditanggung oleh asuransinya.

Selama harga rumah naik, keadaan di atas masih bisa berlangsung terus. Tetapi untuk itu perlu injeksi liquiditas yang semakin lama semakin besar. Dengan kata lain, hal yang demikian tidak bisa berlangsung terus. Ketika debitur subprime habis bulan madunya dengan bunga penggoda dan harus membayar bunga mengambang, mereka tidak mampu dan terpaksa gagal bayar. Kasus hutang subprime merebak. Debitur terpaksa menyerahkan agunannya. Bank harus melelang agunan subprime. Disamping itu, rumah baru masih bermunculan karena banyak yang belum selesai. Ada jeda antara terjadinya kasus subprime dengan berhentinya pembangunan rumah baru. Stok rumah menumpuk. Maka hukum permintaan-penawaran berlaku, harga rumah turun.

Kalau harga rumah turun, para debitur kredit perumahan mulai berhitung, andaikata harga rumahnya lebih rendah atau diperkirakan lebih rendah, maka mereka akan berusaha melepas rumahnya. Seandainya tidak bisa dijual, lebih baik diserahkan kepada bank. Bank kena batunya.

Surat hutang banyak yang tidak laku karena investor takut kepada paket-paket yang mengandung suprime loan. Pinjam-meminjam uang antar institusi finansial mejadi sulit karena adanya ketidak percayaan, mau diapakan dana itu? Mau dilibatkan ke sektor yang sudah terkontaminasi oleh subprime? Begitulah terjadinya kebekuan kredit.

Jadi siapa saja yang kena? Bank yang memberi hutang, investor yang membeli surat hutang dan asuransi yang menanggung jika ada kerugian dan gagal bayar atas surat hutang. Kacau bukan? Sekarang anda bisa menjawab apakah penurunan suku bunga the Fed bisa menyelesaikan masalah? Apakah suntikan dana ke institusi keuangan seperti Citigroup atau Countrywide akan membantu menghindarkan kerugian karena nilai agunan yang diberikan debitur lebih rendah dari hutang debitur?


PREDIKSI 2008 DAN MASA MENDATANG
Kalau anda cukup cerdik, anda akan sudah dapat menggambarkan apa yang terjadi di tahun 2008 sampai tahun 2011. Ringkasnya:

1. Tsunami gagal bayar di sektor kredit perumahan akan melanda US, dan yang terbesar di pertengahan tahun 2008. Kebekuan kredit semakin memburuk, kecuali the Fed punya terobosan, yang saya tidak ketahui saat ini. Implikasinya ialah investor akan berusaha meraih aset apa saja yang bisa diliquidasi untuk membayar kewajibannya. Pasar saham tertekan. Ada kemungkinan emas juga mengalami tekanan karena kebutuhan liquiditas yang tidak bisa dipenuhi.

2. Sektor subprime memang kecil, tetapi punya dampak dominonya bisa menyeret sektor lain. Kebangkrutan di sektor finansial termasuk asuransi akan meningkat.

3. Konsumsi yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dunia sejak tahun 2003 akan menurun karena tidak adanya sumber yang bisa diekstraksi lagi. Dan ini akan membuat resesi di US. Resesi di US akan merambat ke Cina sebagai pemasok barang konsumsi ke US. Effek domino merambat ke sektor bahan baku komoditi, baja, nikel, tembaga, minyak, batu-bara..., permintaan berkurang dan secara bertahap harganya turun.

4. Kelebihan kapasitas untuk pemenuhan konsumsi ala besar pasak dari pada tiang, merupakan mal-investasi. Mal-investasi inilah yang harus terbabat dulu agar sistem ekonomi kembali normal.

5. Ada analis yang mengatakan bahwa saat ini banyak petro dollar terutama yang ada di Timur-Tengah serta dollar yang terakumulasi di Cina. Dollar ini masuk ke US dan menstabilkan pasar modal di US. Aliran dana ini dimanifestasikan dengan rendahnya yield treasury bond dan juga stabilnya bursa saham di US. Juga masuknya dana sebesar $7 milyar dari Dubai ke Citigroup. Saya meragukan karena dua alasan. Pertama, pemilik dana ini demikian bodoh masuk ke pasar tanpa strategi. Kalau bisa beli dengan harga yang lebih murah, kenapa tidak. Kedua sulit bagi dana ini untuk mempertahankan pasar US. Pemiliknya tidak punya kewajiban moral untuk menstabilkan pasar di US. Pemerintah US saja tidak melakukannya, kenapa orang Arab dan Cina mau melakukannya?

6. Rupiah peluangnya melemah terhadap Euro. Terhadap US dollar peluang melemahnya lebih kecil dari Euro. US dollar awalnya akan rebounce, tetapi kemudian melemah lagi. Yen carry traders, secara bertahap akan balik kandang dan membuat Yen menguat.

Untuk tahun Tikus 2008, bursa saham masih dirudung suasana bearish dan ekonomi peluangnya melambat bahkan dibeberapa negara sudah masuk resesi. Tikus yang menurut pribon Cina mempunyai karakter tanah di atas air. Nampaknya untuk tahun tanah yang mengapung di atas air ini akan gonjang-ganjing. Tikus sebagai binatang hama, bisa melambangkan bahwa tahun tikus 2008 adalah tahun yang berhama.

Ramalan adalah projeksi kedepan dari kejadian masa lalu. Pada dasarnya tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa datang. Ramalan akan salah jika prilaku manusia berubah dari kebiasaan masa lalu. Apakah bank-bank sentral punya kiat yang sangat berbeda dari masa lalu? Apakah pelaku ekonomi juga berprilaku sangat berbeda dari masa lalu. Misalnya Cina, India, Russia dan Arab. Kalau demikian halnya, siklus ekonomi akan terpotong dan berubah sama sekali.


KRISIS DAN PELUANG
Setiap krisis selalu ada peluang. Menurut teori Dow, bursa saham US sudah memasuki fase bear, selama belum ada konfirmasi pasar berbalik arah, maka pasar masih pada fase bear. Saya perkirakan bisa selama 2-3 tahun. Jadi kalau anda seorang spekulan, trader sejati, sudah saatnya mengambil posisi short. Saham-saham favorit, istilahnya Wall street darling, yang mempunyai valuasi yang sudah mencapai level konyol, seperti Amazon (AMZN), Research in Motion (RIMM), Google (GOOG), bisa dipantau untuk dijadikan calon shorting. Juga emerging market seperti Cina (melalui fund FXI), Hong Kong (EWH), dan lainnya. Kalau sektor finansial dan perumahan sudah terkoreksi cukup dalam, sektor-sektor lain masih belum terlalu parah, sehingga resikonya masih kecil untuk melakukan short. Favorit saya adalah sektor konsumsi discretionary (XFY) dan sektor transportasi (IYT). Saya juga akan mengambil posisi short untuk sektor pertambangan dan minyak.

Kalau anda kurang agresif, emas adalah pilihan terbaik. Tetapi emas mungkin akan terkoreksi sedikit, sebelum naik lagi. Saat koreksi seharusnya jadi peluang untuk menambah posisi. Pada saat koreksi harsu dilihat sebagai perpindahan emas dari tangan yang lemah ke tangan investor yang kuat dan punya keyakinan besar. Usaha-usaha reflasi the Fed dan bank-bank sentral dunia akan membuat harga emas naik. Lagi pula, saat ini harga emas masih tergolong murah. Nilai wajarnya adalah di sekitar $2000/oz. Jadi harga $800/oz, masih murah.

Sampai disini dulu, selamat Iedul Adha. Jangan lupakan kewajiban anda menyantuni orang miskin. Potong lah qurban secukupnya dan jangan pelit. Jaga investasi dan tabungan anda baik-baik.

Jakarta 16 Desember 2007.

Tuesday, December 11, 2007

MONITORING KRISIS EKONOMI - XIV

(Minggu ke II, Desember 2007)

BEAR MARKET RALLY MENDEKATI PUNCAK

Topik Kali Ini:
KE(TIDAK)BIJAKAN NEGARA - US
KE(TIDAK)BIJAKAN NEGARA - INDONESIA
REVIEW PASAR SAHAM (CALM BEFORE THE STORM)
MEMBIDIK DEAD CAT BOUNCE
SEKTOR EMAS DAN PERAK
DOLLAR MAU BALIK ARAH?
RENUNGAN



KE(TIDAK)BIJAKAN NEGARA - US
Policy dibahasa Indonesiakan menjadi kebijaksanaan. Biasanya yang membuat kebijaksanaan adalah pemerintah, sering juga “management perusahaan”. Pokoknya yang berurusan dengan buat menbuat kebijaksanaan adalah semua yang posisinya “di atas”, tetapi bukan Tuhan. Walaupun seringkali kebijaksanaan sama sekali tidak bijaksana. Kadang konyol. Aneh juga bukan? Itulah politik.

Bush membuat kebijaksanaan untuk menangani krisis subprime dengan membuat aturan baru. Para debitur akan memperoleh keringanan kredit berupa pembekuan pemberlakuan bunga mengambang dari bunga penggoda selama 5 tahun. Adapun yang berhak adalah sebagai berikut:

1. Peminjam berhutang dengan periode bunga penggoda 36 bulan atau kurang
2. Pinjaman KPR ditanda-tangani antara 1 Jan. 2005 sampai 31 July 2007 dan perubahan dari bunga penggoda ke bunga mengambang antara 1 Jan. 2008 sampai 31 July 2010
3. Peminjam tidak pernah menunggak lebih dari 30 hari berturut-turut atau kumulatif hari menunggak tidak lebih dari 60 hari
4. Rasio Hutang: Nilai Rumah lebih besar dari 97%
5. FICO Score harus lebih kecil dari 660 dan tidak meningkat lebih dari 10% selama punya kredit
6. Penghutang dinilai tidak mampu membayar cicilan yang lebih tinggi.

Siapa yang mau ditolong oleh ke(tidak)bijaksanaan ini? Menurut saya adalah para kreditur, pemilik modal, bank, Goldman Sachs, Henk Paulson. Kenapa Henk Paulson si mentri keuangan US? Kalau kita lihat poin 3 dan 6, menunjukkan bahwa penghutang mampu membayar kredit pada bunga yang sekarang ini. Kemudian poin 4 menunjukkan bahwa kalau si debitor ini “ditolong”, maka akan menguntungkan bank atau kreditur. Kebanyakan saat ini nilai asset (rumah) sudah turun dan nilainya lebih rendah dari hutangnya. Bank dan kreditur akan rugi besar kalau menerima agunan yang nilainya sudah di bawah nilai hutangnya. Mungkin hal ini mengingatkan anda pada krisis moneter di Indonesia, dimana nilai agunan sudah jatuh di bawah nilai hutang para konglomerat ketika dilakukan menyerahan/penyitaan agunan. Kejadian di US saat ini sama dengan dengan kejadian krismon di Indonesia. Peran debitur di US saat ini dipegang oleh calon pemilik rumah dan di Indonesia masa krismon dulu adalah debitur konglomerat. Akhir dari kemelut subprime di US ini bisa ditebak, yaitu mirip dengan akhir dari krismon di Indonesia. Bank banyak yang jebol, perlu bantuan liquiditi dan mata uangnya nyungsep.

Dampak pertama: bank yang jebol, gejala-gejala sudah nampak. Jumlah bank yang tutup selama tahun 2007 mulai muncul, setelah 2 tahun bersih (Tabel-1).
Tabel-1 (Sumber dari FDIC)

(klik untuk memperbesar)

Tabel di atas menunjukkan bank yang tutup di US sejak tahun 2000. Pada tahu 2002, pada saat menjelang resesi jumlah bank yang tutup mencapai puncaknya. Dan sejak tahun 2005, tidak ada bank yang tutup sampai 2006. Dan tahun 2007 mulai muncul lagi. Apakah ini pertanda mulainya babak awal dari gelombang bank di US ditutup lagi. Saat ini baru subprime hipotek, menyusul gagal bayar/ngemplang kredit mobil, hampir dipastikan para developer real-estate yang bangkrut juga akan ngemplang hutang. Tidak salah kalau kita berasumsi bahwa list di atas akan bertambah dengan cepat dimasa 2-4 ke depan. Repotnya kalau ada bank yang bankrut, ditutup, maka orang akan menarik uangnya dari bank. Oleh investor, bank-bank akan dituntut membeli kembali bond pinjaman hipotik (mortgage bond) pada harga nominalnya. Krisis liquiditas, deflasi, entah apalagi. Effek domino di sektor ekonomi.

Paulson dan Bush berusaha menolong bank dengan mencegah terjadinya pengemplangan kredit KPR, bukan menolong debitur KPR. Kalau nilai agunan jatuh di bawah nilai hutangnya, bagi debitur lebih baik menyatakan bankrut, menyerahkan agunannya, keluar dari rumah dan hidup dengan menyewa rumah. Biarkan para kreditur menelan kerugiannya dengan mata mendelik. Kreditur juga bersalah, karena memberi pinjaman kepada orang yang tidak mampu bayar. Tetapi hak ini yang tidak dikehendaki Paulson. Dan dalam kasus ini Paulson yang sebelum jadi mentri keuangan US pada tanggal 10 Juli 2006, mengepalai Goldman Sachs juga ikut bersalah. Di bawah Paulson, Goldman Sachs membuat memasukkan hutang-hutang subprime menjadi paket-paket surat berharga dan rajin menjualnya kemana-mana. (Walaupun namanya surat berharga, kalau kena kasus subprime, menjadi tidak berharga lagi). Saya tidak berani bertaruh bahwa Paulson bisa diseret ke pengadilan. Mana ada penggede bisa ke pengadilan. Tetapi siapa tahu?


KE(TIDAK)BIJAKAN NEGARA - INDONESIA
Di Indonesia pemerintah mau melakukan ke(tidak)bijaksanaan untuk menaikkan harga premium. Bohong-membohong terjadi. Seperti biasa, isu perbedaan kelas disodorkan, dan salah lagi.

Ini saya sitirkan omongan Wapes dari Suara Karya berjudul: Pembatasan Dapat Hemat Subsidi Rp 6 Triliun (http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=187968):

"Kita tidak ingin merugikan rakyat kecil, tidak merugikan sepeda motor, tidak merugikan ojek, tidak merugikan taksi, tidak merugikan angkot, dan sebagainya," kata Wapres.

"Ya, kalau anda naik mercy, volvo, sudah bayarlah," ujarnya. Maksudnya kenaikan premium ini wajar untuk memaksa para pemilik mobil mewah menggunakan bahan bakar yang tidak disubsidi.

Komentar orang waras: “ Pak Wapres, orang yang punya mobil mewah, BMW, Mercy, Volvo, uang bukan jadi kendala lagi. Mereka sudah tidak pakai premium lagi, bahkan mereka banyak yang tidak percaya pada Pertamax, Pertamax Plus atau Fastron. Mereka lebih percaya pada Shell atau Petronas, apalagi oli Syntium 5000”. Bukan promosi. Silahkan coba pakai oli Syntium 5000 dengan BBM shell super, anda akan tahu bedanya.

Kembali pada soal pencabutan subsidi bensin, jadi....., yang akan terkena dampaknya adalah kelompok yang disebut sebagai kelompok yang tidak dirugikan, ojek, motor dan angkutan umum. Kemudian, dampak ini akan menjalar ke harga bahan pokok dan bahan lainnya akibat naiknya biaya transportasi, selanjutnya effek domino memukul sektor lain.

Kemelut BBM di Indonesia akan terus berlangsung karena ke(tidak)bijakan investasi migas di Indonesia masih seperti sekarang. Banyak wilayah kontrak bagi hasil yang ditawarkan beberapa tahun ini, dan jarang sekali pemain besar seperti ExxonMobil, ConocoPhillips, BP, ikut serta. Kebanyakan pemain-pemain kecil dan spekulan yang tidak punya duit untuk memenuhi komitmen eksplorasinya. Tujuan para spekulan ini hanya untuk menguasai daerah konsesi (wilayah kerja), kemudian dijual lagi. Rapor merah untuk KPS (Kontraktor Production Sharing). Para pemain besarpun banyak melakukan blunder. Lapangan Belanak yang direncanakan berproduksi 85,000 bbl/hari, hanya mampu 15,000 bbl/hari, sedangkan investasinya mencapai $1 milyar dan membengkak karena problem mercury yang tidak diduga atau memang disembunyikan. Proyek LNG Tangguh BP, yang terlalu lama ditangguhkan, akhirnya jalan juga. Mungkin tidak terlalu menguntungkan karena harga jual LNG ke Cina rendah dan banyak saingan, terutama dari Qatar.

Struktur fiskal di sektor migas Indonesia tidak menarik, bagi yang mengerti dan ingin menjalankan bisnis migas untuk jangka panjang. Bagi yang tidak mengerti, seperti pemain kecil yang tidak punya cukup staf ahli, mereka terjebak masuk ke bisnis eksplorasi dan eksploitasi (E&P) migas. Isu utama yang menghadang adalah sistem dan aturan perpajakan yang tumpang tindih antara Departemen Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) dengan Departemen Keuangan (Pajak). Misalnya, menurut kontrak Production Sharing Migas, industri hulu migas dibebaskan dari semua pajak kecuali PPh, pajak atas bunga, royalty dan deviden. Sedangkan bea masuk import, PPn, dan lainnya dibebaskan. Pada prakteknya bagaimana?

BP MIGAS yang menandatangani kontrak dengan KPS, berperan sebagai wakil pemerintah. Ketua BP MIGAS bertanggung jawab langsung kepada presiden. Bagi yang suka memadan-madankan, maka bisa dikatakan bahwa posisi BP MIGAS sejajar dengan Departemen, baik Dept. Keuangan (dengan jajaran bea cukai/pajaknya) atau Dept. ESDM. Pada prakteknya kepala BP MIGAS kalah pamor dengan para mentri, akibatnya ketika perjanjian kontrak KPS dilanggar pemerintah (cq. Dirjen Pajak) maka BP MIGAS tidak berani berbuat apa-apa. Misalnya mengenai bea masuk import, KPS harus membayar. Dulu ketika jamannya Pertamina-BPKKA prihal import barang diatur dalam master-list Pertamina dan tidak kena bea masuk. Karena Pertamina sudah menjadi perusahaan terbatas maka aturan bebas bea import sepertinya hilang.

KPS juga harus membayar bea masuk semua alat (rig misalnya) yang akan disewa dan didatangkan dari luar negri. Biaya bea masuk ini lebih besar dari dari biaya sewanya sendiri. Apa tidak gila? Memang kalau barang-barang itu di-reexport lagi, uang itu akan kembali (kadang tidak dalam bentuk uang tetapi bisa dikreditkan untuk pajak dikemudian hari) tetapi intinya KPS harus menyediakan tambahan modal untuk menutup hal yang sebelumnya tidak diperhitungkan. Bagi perusahaan yang masih dalam fase eksplorasi, dimana tidak ada revenue, cash flow masih merah, hal ini sangat memberatkan. Ada lagi untuk mencari dana kredit semakin sulit. Itulah sebabnya menurut perkiraan orang waras bahwa target SBY untuk produksi minyak 1.0350 juta bbl/hari mustahil tercapai.

Lain kali kita akan bahas mengenai carut-marut perundang-undangan di sektor migas. Intinya, sudah kebanyakan undang-undang, tumpang tindih, saling, berbenturan dan harus dikurang. Dengan kata lain, tidak perlu lagi undang-undang dan lembaga pembuat undang-undang.

Ada berita di Media Indonesia hari Senin 10 Desember 2007 lalu yang berjudul “Hari Pemberantasan Korupsi Internasional, Hari yang Paling Memprihatinkan”. Tulisan ini dalam rangka hari antikorupsi ( http://www.mediaindonesia.com/ ), dan mengenai tingkat korupsi di Indonesia. Posisi ter atas dipegang oleh jajaran Polisi dengan skor 4.2. Posisi ke II dipegang oleh parlemen (DPR) dan peradilan dengan skor 4.1. Dan posisi ke III dipegang oleh partai politik dengan skor 4.0. Di situs EOWI (Ekonomi Orang Waras dan Investasi) sejak berdirinya kita sudah menyebutkan: Ada penipu kecil, penipu ulung, politikus dan Cut Zahara Fonna. Jangan heran kalau kami menganjurkan andaikata anda kecurian, kerampokan, tidak usah ke polisi, karena anda akan mengeluarkan biaya yang lebih banyak lagi. Juga jangan bekerja sama dengan polisi untuk masalah keamanan, lebih baik dengan satpam. Dan pilih kursi kosong ketika pemilu nanti. Apakah anda mau memilih orang yang dari kelompok terkorup nomer III untuk meningkat menjadi terkorup nomer II dan membuat anda lebih miskin atau sengsara? Tunjangan perawatan rumah seorang anggota DPR adalah Rp 13 juta/bulan (Media Indonesia: Mulai Januari, DPR 'Diguyur' Tunjangan Rumah Rp13 Juta, http://www.mediaindonesia.com/). Artinya lebih dari 13 kali UMR Jakarta. Saya pikir trend kedepan, tidak ada lagi korupsi di DPR, melainkan pengayaan diri mereka secara legal. Caranya sama dengan menambah tunjangan ini-itu, dan semuanya legal didukung dengan undang-undang. Lha mereka yang bikin undang-undang kok. Tidak usah repot korupsi, bukan? Oleh sebab itu saya mengajak untuk mempopulerkan Gerakan Pilih Kursi Kosong untuk pemilu 2009. Datanglah anda ke tempat pemilihan dan coblos banyak-banyak calon supaya suara anda tidak berlaku. Itulah makna Pilih Kursi Kosong. Anda berpartisipasi untuk memilih kursi kosong.


REVIEW PASAR SAHAM (CALM BEFORE THE STORM)
Dalam 2 minggu ini pasar mengalami rebound (Chart-1). RSI sudah mencapai 60an. Indeks VIX juga menurun (Chart-2), pasar tenang. Walaupun ada resistance yang cukup kuat di 13700 untuk indeks Dow Industrial, kemungkinan level ini bisa ditembus karena Level berikutnya 13,800 dan 13,950. Santa Clause rally mungkin ada, mungkin juga tidak. The Fed akan menurunkan suku bunganya pada tanggal 11 Desember 2007 ini. Pasar mungkin akan menyambutnya secara emosional. Kalau hal yang emosional ini terjadi, maka obat the Fed bisa bekerja sampai 2 bulan, dan pasar akan bullish atau sideway selama 2 bulan, Desember 2007 sampai February 2008, seperti yang terjadi beberapa bulan lalu. Dari segi kebiasaan tahunan, nampaknya rentang waktu ini cukup masuk di akal. Jadi bagi yang mau melakukan shorting, harus memperhatikan hal ini.

Chart 1 (klik untuk memperbesar)



Chart 2 (klik untuk memperbesar)

Yen Carry Traders nampaknya masih punya ruang untuk membenturkan Yen indeks ke batas bawah koridor bullish Yen indeks (Chart-3). Kira-kira masih ada waktu 2 minggu untuk bullish.



Chart 3 (klik untuk memperbesar)

Bagi saya, selama masa tenang ini, saya akan mulai mengumpulkan posisi short dan mempertahankan (untuk sementara waktu) posisi long. Pada posisi long, sebaiknya tidak terlalu lama memegang saham finansial, properties dan emerging market. Saya sendiri sudah melepas semua posisi long di sektor finansial. Lumayan dengan option, bisa untung 30%-50% hanya dalam 2 minggu. Sedangkan posisi long untuk sektor emas dan perak, saya berani pegang lebih lama. Gammon Lake (GRS), Metalline (MMG), Aluminium China (ACH) dan Seabridge (SA), masih saya pegang. Saya akan menambah posisi sektor logam mulia dan pertambangan.


MEMBIDIK DEAD CAT BOUNCE
Ada tiga hal yang membuat saham naik:
1. Ekonomi
2. Kinerja perusahaan
3. Emosi pasar

Untuk saham di bawah ini, seperti sektor Transportasi di US - IYT, dengan ekonomi yang melambat, jasa transportasi akan berkurang kesibukannya mengantar barang-barang. Revenue akan berkurang, demikian juga laba. Jadi fundamental bearish, emosional bullish. Jadi tinggal tunggu kapan pengaruh doping Ben Bernanke habis. Saat itulah dimulai lagi berpesta.

Untuk mengambil posisi short untuk saham-saham/ETF di bawah ini, saya akan menunggu setelah pengumuman penurunan suku bunga the Fed. Saya tidak suka kejutan. Kalau reaksi pasar berlebihan dan pasar rally dengan kuat, maka semua analisa di bawah ini tidak berlaku dan harus ditinjau lagi.

IYT saat ini, pada hari Senin 10 Desember 2007, ditutup pada level 88. Resistance pada level 90 yang relatif kuat. Selama 2 minggu ini naik 12%. RSI masih belum overbought. Tetapi harus diingat bahwa saat ini bukan bull market. Jadi IYT bisa balik arah,oleh sebab itu saya akan mulai mengkoleksi posisi short pada level 88 – 91, kemudian menunggu apakah IYT akan naik terus. Andaikata ada tanda-tanda IYT kehabisan tenaga maka posisi short itu akan ditambah. Saya meragukan bahwa IYT bisa menembus level 90. Pada rebounce bulan Oktober saja, IYT tidak bisa mengikuti jejak Dow Industrial atau S&P500. Jadi sulit untuk mengatakan bahwa IYT bisa menembus level 90. Favorit saya adalah June $90 put.

Yang saya tidak suka terjun langsung di IYT saat ini ialah MACD indikator masih menunjukkan arah bullish dan belum memberikan konfirmasi untuk masuk di posisi short. Oleh sebab itu sebaiknya tunggu setelah pengumuman suku bunga the Fed dan diamati lagi.


Chart 4 (klik untuk memperbesar)

Berikutnya adalah saham home improvement retail Lowe (LOW). Sejak Oktober lalu saya short dengan option $ 27.5 Jan 09 put. Tetapi saya lepas ketika pasar sudah oversold 2 minggu lalu. Saya pikir sudah saatnya masuk kembali dengan posisi short yang mirip, $25 Jan 09 put. Tanggal 11 Desember 07 lalu, option ini ditutup pada level $3.70. Saya pilih Jan 09 sebagai expiry datenya karena antara expiry dat Juli 08 dan Jan 09 tidak banyak bedanya.

Sama kasusnya dengan IYT, yang saya tidak suka terjun langsung di LOW saat ini ialah MACD indikator masih menunjukkan arah bullish dan belum memberikan konfirmasi untuk masuk di posisi short. Oleh sebab itu sebaiknya tunggu setelah pengumuman suku bunga the Fed dan diamati lagi.


Chart 5 (klik untuk memperbesar)

Hal yang sama berlaku untuk ETF Consumer Discretionary XLY (Chart-6). $36 Jan 09 put option pada hari Senin 11 Desember lalu ditutup pada level $3.50.

Seperti halnya IYT dan LOW, yang saya tidak suka terjun langsung di XLY saat ini ialah MACD indikator masih menunjukkan arah bullish dan belum memberikan konfirmasi untuk masuk di posisi short. Oleh sebab itu sebaiknya tunggu setelah pengumuman suku bunga the Fed dan diamati lagi.


Chart 6


SEKTOR EMAS DAN PERAK
Sektor saham emas Gold Bugs (Chart-7) nampak sedang mengambil nafas untuk rally berikutnya (kalau ada). Paling tidak untuk posisi long saya berani agak berlama-lama untuk sektor ini. Setelah selama 1.5 tahun berada fase konsolidasi, kita bisa berharap sektor ini akan mengalami masa bullish yang sebanding lamanya. Pada artikel sebelumnya saya menyebutkan beberapa saham seperti Gammon Lake (GRS), Seabridge (SA) dan Metalline (MMG). Saham-saham ini telah mengalami koreksi yang cukup dalam. Artinya perpindahan saham dari tangan investor yang berhati lemah ke yang hati singa cukup banyak. Untuk mengambil lagi saham dari tangan investor berhati singa perlu keberanian membuat bid, sehingga potensi reboundnya pun diharapkan cukup menjanjikan. Secara teknikal saham-saham ini punya potensi naik: GFI, KCG, EXK, AZK. Saya tidak terlalu memikirkan fundamental, karena kenaikan emas dari $650/oz ke $800/oz cukup untuk sementara tidak membicarakan fundamental.


Chart 7 (klik untuk memperbesar)


DOLLAR MAU BALIK ARAH?
Economist edisi 1 Desember 2007 lalu, bercover depan tentang nyungsepnya dollar (lihat Gambar-1). Ada yang disebut Cover Page Reversal Indicator. Artinya kalau suatu isu, dalam hal ini jatuhnya nilai dollar, sudah mejadi topik majalah dan masuk ke sampul sebuah majalah maka itu adalah tanda akan terjadinya perubahan arah. Dalam hal ini dollar akan menguat. Alasannya bahwa jurnalis adalah orang yang terakhir tahu berita.

Saya meragukan bahwa US dollar akan menguat. Secara fundamental tidak mendukung. Maksudnya sampai sekarang belum banyak bank-bank sentral lain yang ikut secara agresif menurunkan suku bunganya. Iran bahkan sudah resmi tidak mau menerima pembayaran dalam US dollar. Secara teknikal mungkin bisa. Tetapi Chart-8 tidak menunjukkan hal yang istimewa untuk rebound yang berarti bagi US dollar. Andaikata US dollar indeks bisa menembus 80 maka rebounce bisa berlangsung menjadi fase bullish. Kalau US dollar terus melemah dan tembus ke bawah level 70, maka kemungkinan nyungsep terus semakin besar.

Gambar 1 (klik untuk memperbesar)


Chart 8 (klik untuk memperbesar)


RENUNGAN
Renungan kali ini pendek saja. Indonesia telah melakukan pemilihan umum yang pertama yang paling demokratis. Hal ini mendudukkan Indonesia pada posisi ke III negara terbesar di dunia, setelah India, US. Apa implikasinya?

Kata para pakar ilmu sosial-politik: “Powers tend to corrupt.”
Konsekwensi logisnya: “More people with power, lead to more corruption

Kalau kekuasaan cenderung untuk korup, maka banyak orang yang punya kekuasaan berarti makin banyak korupsi. Itulah gambaran demokrasi.

DPR, Presiden dan pemerintahan sekarang ini dipilih secara demokratis dari kelompok institusi yang terkorup nomer III (partai politik), pemilihannya di organisir KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang ketuanya sekarang meringkuk dipenjara karena korupsi, apakah anda mengharapkan hasilnya bukan lembaga yang korup?

Untuk pemilu 2009 yang akan datang, apakah anda masih ingin memilih memberi kekuasaan kepada orang dari kelompok/institusi yang paling korup ke III - partai politik, agar mereka menjadi paling korup ke II - parlemen?

Saya memutuskan untuk memilih kursi kosong. Apakah anda juga?

Sampai disini untuk minggu ini. Jaga kesehatan anda tabungan dan investasi anda baik-baik. Semoga anda sukses.

Jakarta 11 Desember 2007.
Sekiranya tulisan di atas dan tulisan sebelumnya cukup menstimulir intelektual anda, ceritakan situs ini kepada rekan, teman dan saudara anda supaya mereka juga terstimulir intelektualnya.

Saturday, December 1, 2007

MONITORING KRISIS EKONOMI - XIII

(Minggu ke I, Desember 2007)

BEAR MARKET RALLY – OVERSOLD RALLY

Topik Kali Ini

REVIEW PASAR SAHAM - OVERSOLD RALLY
KARAKTERISTIK BEAR MARKET
EMAS, PERAK DAN BAHAN KOMODITI
RENUNGAN






REVIEW PASAR SAHAM - OVERSOLD RALLY

Pada minggu lalu saya sudah mewanti-wanti akan kondisi pasar yang sudah sangat oversold terutama disektor finansial.

Ada kemungkinan pasar akan rebounce karena hari sales nasional (Black Friday) di US Jumat lalu tanggal 23 November 2007 setelah Thanks Giving Day, nampak ramai dimeriahkan oleh para pembeli yang menyerbu toko-toko.”

Saya akan gunakan masa sekarang sampai akhir tahun untuk membuang posisi short karena pasar sudah cukup bearish (lihat Chart-1, pada artikel ini) dan mulai mengumpulkan saham-saham emas yang mungkin akan mengakhiri koreksi jangka pendeknya. Investor yang bullish sudah mendekati level pada bulan Agustus 2007 lalu. Ada baiknya memasang kuda-kuda jurus kontrarian.”


Chart 1 Posisi Bull Percentage S&P 500 minggu lalu

Ketika saya melihat arus balik, rebounce terjadi dan posting di Forum KlubSaham.Com, ada seorang rekan bertanya: “Lho katanya resesi?”.

US memang sudah/menjelang resesi. Kata sudah dan menjelang, sangat tergantung dengan cara apa anda mengukurnya. Yang kita lihat sekarang ini (tentang market rebounce) adalah oversold rally atau bear market rally. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Pada minggu lalu indeks persentase bull untuk saham-saham S&P mencapai level 36% (Chart-1 dari artikel minggu lalu). Lebih ekstrim lagi untuk sektor finansial (Chart-2). Level yang dicapai adalah 16%. Level yang sangat ekstrim ini biasanya tidak stabil. Tekanan/stress di pasar sudah terlalu kuat. Hampir semua pemain pasar bear. Bull sudah pada level minimum. Sehingga peluang pelaku pasar yang menyeberang dari kubu bull ke kubu bear sudah sangat kecil. Akibatnya, kecenderungannya adalah potensi penyeberangan dari kubu bear lebih tinggi dari pada penyeberangan ke kubu bear. Jumlah bear berpotensi mengurang dan jumlah bull berpotensi bertambah menjadi lebih banyak. Sedikit perubahan (kenaikan) bull percentage index, akan membuat harga saham melonjak. Pasar akan melakukan perlawanan balik untuk mengurangi stress. Dan terjadilah rebounce.


Chart 2

Rally seperti ini sangat emosional dan tidak didukung oleh pikiran waras sama sekali. Misalnya pada hari Selasa 27 November 2007, indeks Dow Industrial naik lebih dari 300 point. Pada hari itu Citigroup naik 6.5% walaupun hari sebelumnya ada berita bahwa Citigroup akan mengurangi karyawannya sebanyak 45000 orang. Jumlah 45000 orang itu besar. Dengan kata lain Citigroup akan menciutkan operasinya.




http://www.marketwatch.com/news/story/story.aspx?guid=%7B548232D4%2D19F0%2D4EB5%2D8192%2D9AE67C5D2983%7D&siteid=rss.

Memang, pada hari itu, tanggal 27 November ada berita bahwa Citigroup akan memperoleh suntikan dana $ 7.5 milyar dari Abu Dhabi.

http://www.marketwatch.com/News/Story/citigroup-gets-75-bln-infusion/story.aspx?guid=%7BEE380D20%2DB249%2D4399%2DA1BE%2D52061D9B273F%7D.

Tetapi harus diingat bahwa operasi Citigroup akan mengkerut. Apakah ini bisa menjadi justifikasi rally. Tidak hanya itu, hampir semua sektor hari itu mengalami rally. Apa kaitannya sektor-sektor lain dengan Citigroup? Rally karena bersimpati? Oleh sebab itu rally semacam ini disebut rally oversold. Tidak ada kaitannya dengan fundamental pasar.

Rally akan berlangsung terus, mungkin bisa mencapai bull percentage di atas 50% sebelum pasar kembali pada jalur menurunnya. Target saya kali ini Dow Industrial akan mengalami resistansi yang kuat pada level 13600 – 13700. Ada 50 day MA, beberapa peaks, Fib retracement 62% dan bolliger band atas ada di level 13600 - 13700. Andaikata level ini bisa tercapai, saya akan membuang posisi long dan kembali ke posisi short untuk saham-saham retail, finansial dan real estate. Secara mekanistik, kelanjutan rally ini sampai mencapai level 13600 – 13700 didukung sentimen positif dari penurunan suku bunga the Fed pada tanggal 11 Desember yang akan datang. Menurut saya, penurunan suku bunga the Fed tidak akan mempengaruhi tren utama dari periode bear sekarang ini.





Chart 3

Secara fundamental, pasar masih akan terus bearish, sampai masalah kredit macet ini memperoleh solusi dan investor berani menyalurkan kredit. Saat ini banyak hutang yang menumpuk di bank tidak bisa dijual kepada investor karena kepercayaan investor terhadap bank rendah. Akibatnya solvency dari bank turun. Bantuan liquiditas oleh bank sentral tidak membantu. Lihat saja kasus BLBI di Indonesia. Jepang sudah 17 tahun masih belum beranjak dari kemelut perbankannya. US harus membiarkan bank-bank dan institusi keuangan bankrut sebagai hukuman atas dosa yang dibuatnya sendiri, yaitu dosa meloloskan kredit kepada nasabah yang tidak mampu bayar.

KARAKTERISTIK BEAR MARKET
Untuk menghadapi pertempuran di bear market, kita harus mengenal medannya. Walaupun setiap bear market mempunyai ciri tersendiri, mereka punya juga persamaan. Oleh sebab itu ada baiknya kita pelajari satu kasus periode bear market.

Kalau kita kaji bear market tahun 2000 – 2003, ada tren utamanya dan ada naik-turun yang dramatis (Chart-4). Chart-4 ini adalah grafik mingguan indeks harga saham Dow Industrial Average. Bisa dikatakan ada 6 kali pasar terjun bebas bagai air terjun dan setelah sampai di bottomnya, tanpa basa-basi lagi, langsung diikuti rally.



Chart 4

Setiap kali pasar terjun bebas, volatility naik dan indeks saham mencapai level akhir sebelum reversalnya selalu lebih rendah dari titik ter-rendah sebelumnya (lower low). Dan ketika rebound, peak (level tertinggi) indeks harga saham ini selalu lebih rendah dari peak sebelumnya. Pasar bisa dikatakan overbought ketika RSI (14 wk) mencapai level sedikit di atas 50. Seringnya RSI (14wk) berada di bawah level 50. Untuk menentukan oversold, indikator RSI (14 wk) pada level lebih rendah dari 40.

Angka-angka seperti RSI (14 wk) lebih rendah dari 40, untuk oversold; RSI (14 wk) lebih tinggi dari 53 untuk overbought, dan lain sebagainya harus dilihat sebagai angka empiris. Bisa saja angka ini berubah untuk masa bear market yang berbeda. Paling tidak, kajian ini bisa membantu kita untuk menyiapkan strategi trading. Menentukan saat, kapan harus mengurangi atau menambah posisi short; dan juga kapan harus mengurangi/menambah posisi long. Dalam masa pasar bear tahun 2000- 2003, saya relatif sukses melakukan trading.

Pertanyaan berikutnya: "Apakah the Fed dapat mempengaruhi pasar?”
Jawabnya: “Tidak”.

Kita lihat Chart di bawah ini. Bursa saham mulai menunjukkan gejala bearish pada awal 2000. The Fed mulai memotong suku bunganya pada Januari 2001. Selama setahun suku bunga the Fed dipangkas secara aggressive dari 6.5% ke 1.75% di bulan Desember 2001.


Chart 5

Kalau dilihat walaupun secara aggressive selama tahun 2001 the Fed menurunkan suku bunganya ke 1.75%, kemudian dilanjutkan sampai mejadi 1% di tahun 2003, bursa saham tetap bearish. Penurunan suku bunga the Fed tidak menolong.

Dengan melihat sejarah 7 tahun lalu, mungkin kita bisa mengerti mana yang mitos (penurunan suku bunga the Fed bisa membalikkan dari bear market ke bull market) dan mana yang kenyataan. Dengan demikian bisa direncanakan strategi yang lebih baik.

Ada ungkapan: “Bulls make money, Bears make money, Pigs get slaughtered.” Artinya dalam periode bear market atau bull market (apa lagi bear market), sebaiknya jangan terlalu lama memegang posisi long atau short. Harus tahu kapan dari keluar dari suatu posisi. Kalau tidak, nasibnya seperti babi di rumah jagal. Setiap orang yang menceburkan diri ke pasar saham harus mengerti resiko akan dihadapinya jika dia tidak siap. Yaitu menanggung rugi.

EMAS, PERAK DAN BAHAN KOMODITI
Nampaknya Perak dan emas sudah tidak sejalan dengan bursa saham. Minggu lalu, pada saat bursa saham mengalami rally, emas dan perak mengalami koreksi (Chart-6 sampai Chart-8). Dan pada akhir minggu lalu sektor emas dan perak membentur supportnya. Jadi punya peluang rebound. Diperkirakan rebound kali ini merupakan kelanjutan rally yang berlangsung sejak Juli 2007 lalu. Emas bisa melesat ke level $1000/oz.


Chart 6


Chart 7



Chart 8


Secara mekanistik emosional, penurunan suku bunga the Fed pada 11 Desember 2007 yang akan datang, akan memicu rally emas kembali. Saya yakin the Fed akan menurunkan suku bunganya lagi. Paling tidak 25 basis poin. Mungkin bisa lebih, walaupun saya ragu akan hal ini. ECB kemungkinan juga akan mengikuti jejak the Fed, karena Euro sudah terlalu kuat sehingga barang-barang Eropa menjadi tidak kompetitif dan juga untuk membantu liquiditas di Eropa yang terkena credit crunch. Walaupun saya tidak terlalu yakin bahwa peluang ECB menurunkan suku bunganya cukup besar, saya harus faktorkan dalam melihat situasi di masa beberapa bulan ke depan. Yang saya kurang yakin ialah dampak penurunan suku bunga the Fed. Apakah akan berdampak negatif terhadap bursa saham, atau positif. Sebab penurunan suku bunga the Fed akan membuat US dollar melemah, termasuk terhadap Yen Jepang. Hal ini akan membuat nyali carry trader ciut. Penguatan Yen akan membuat hutang carry trader naik nilainya. Oleh sebab itu untuk saham saya pikir analisa teknikal menjadi barometer yang penting untuk menentukan arah pasar.

Untuk sektor emas, saya sudah mengkoleksi Gammon Resources (GRS), Seabridge (SA), Metalline Mining (MMG). Masih ada beberapa saham emas dan perak dan call optionnya yang akan saya koleksi minggu depan. Khusus untuk call option saya pikir Barrick dan Newmont dengan expiry date Juni-July 2008 cukup baik untuk dikoleksi.

Di sektor komoditi nampak sudah ada gejala bearish. Untuk tembaga misalnya, koreksi ditandai oleh lower low dan lower high (Chart-8). Demikian juga dengan aluminium (Chart-9) menunjukkan gejala awal dari bear market. Dalam keadaan seperti ini, memegang posisi long untuk jangka panjang adalah koyol. Bisa terpanggang kerugian.


Chart 9



Baik tembaga atau aluminium adalah indikator ekonomi global. Karena kedua bahan ini banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur, bangunan (rumah/gedung), kendaraan, dan alat berat. Kalau ekonomi melambat, pembangunan infrastruktur, bangunan atau barang modal menyurut, maka permintaan atas logam dasar seperti tembaga dan aluminium juga menyurut. Jadi kesimpulan bahwa ekonomi dunia mengalami perlambatan dan menuju resesi, ditunjang oleh data pasar logam dasar.

Kita bisa memasang posisi long jangka pendek untuk tembaga dan sahamnya seperti Freeport (FCX). Ini sifatnya sementara, karena dilatar-belakangi oleh oversold rebounce bukan fundamental. Saat ini saya memegang Aluminium Corp. of China (ACH), dengan dasar pemikiran oversold rebounce saham di Cina dan Hong Kong. Harus dipertimbangkan untuk angkat kaki dari saham aluminium ini kalau sudah cukup memperoleh untung.


Chart 10


Bahan komoditi lain yaitu minyak, masih belum menampakkan gejala bearish untuk tren utamanya. Akan tetapi, nampaknya sudah siap untuk koreksi (Chart-11). Saya tidak tahu apakah saham minyak akan ikut terkoreksi atau ikut saham-saham lain yang sedang rally?

Chart-11


RENUNGAN
Kemungkinan besar dalam 2-5 tahun mendatang pasar saham akan berada dalam periode secular bear market. Sejarah membuktikan bahwa bahwa the Fed dan bank-bank sentral tidak bisa membalikkan secular bear market menjadi bull market dengan menurunkan suku bunganya. Orang boleh percaya. Tetapi kenyataannya tidak demikian.

Pada periode bear market, investor harus menjadi trader. Dalam pengertian, tahu kapan harus memasang posisi long dan kapan harus pemasang kuda-kuda short. Peluang untuk memperoleh keuntungan selalu ada. Atau kalau takut, ia harus minggir saja menjadi penonton. Uang disimpan di tabungan. Tidak untung atau tidak punya resiko rugi. Hanya nilai tabungannya turun karena bank-bank sentral bisa dipastikan akan mencetak uang seakan tiada hari esok.

Sampai disini untuk minggu ini. Jaga kesehatan anda tabungan dan investasi anda baik-baik. Semoga anda sukses.

Jakarta 1 December 2007.
Sekiranya tulisan di atas dan tulisan sebelumnya cukup menstimulir intelektual anda, ceritakan situs ini kepada rekan, teman dan saudara anda supaya mereka juga terstimulir intelektualnya.




Sunday, November 25, 2007

MONITORING KRISIS EKONOMI - XII

(Minggu ke IV, November 2007)

CINA DALAM SOROTAN

Topik Kali Ini
NAGA RAKUS ATAU ELANG BONDOL RAKUS?
NAGA YANG MAKMUR?
REVIEW PASAR SAHAM
DALAM NEGRI: KOMENTAR ATAS ISI KORAN


NAGA RAKUS ATAU ELANG BONDOL RAKUS?
Pada bulan puasa Ramadhan beberapa waktu lalu saya ke Cina, dari Beijing ke Hohhot, Baotou di Inner Mongolia (lihat peta, Gambar-1) tempatnya daerah pertambangan berbagai mineral serta tempat asal Gengis Khan. Walaupun perjalanan ini bersifat cari angin dan tidak ada kaitannya dengan investasi, tetapi banyak informasi yang berkaitan dengan investasi dan ekonomi yang bisa didapat dalam perjalanan ini. Selain itu saya baru tahu bahwa orang Cina utara dan yang agak be barat jauh lebih cantik dari pada Cina keturunan di Indonesia yang kebanyakan dari selatan.


Gambar 1

Cina mengalami transformasi yang spektakular dalam beberapa dekade ini. Kalau kita pergi ke Beijing 15-20 tahun lalu, maka jalan raya banyak dipenuhi sepeda. Paling tidak gambaran itu merupakan sterio-type dari Cina. Sekarang pemandangan kemacetan jalan dimana-mana. Mobil Audi, Mercides, WV dimana-mana. Pertumbuhan di atas 10% selama bertahun-tahun bukan omong kosong. Pertanyaannya apakah Cina mengalami bubble? Dan kalau memang mengalami bubble, pertanyaannya lagi ialah: seberapa besar? Kalau meletus, bagaimana dampaknya terhadap perekonomian dunia?

Untuk menjawab pertanyaan itu semua, kita bisa lihat statistik konsumsi, produksi dan juga pertumbuhannya. GDP Cina kira-kira 4% dari GDP dunia. Perhatikan baik-baik angka 4% ini. Sebab angka ini didominasi oleh konsumsi dan merupakan acuan yang akan kita bandingkan dengan angka “konsumsi” lainnya.

Cina mengkonsumsi 9% produksi minyak mentah dunia. Bandingkan US dengan GDP 20% dunia mengkonsumsi 20% produksi minyak dunia. Indonesia dengan GDP 0.4% dunia, konsumsi minyaknya 1.5% produksi dunia sedang GDPnya 0.4% dunia. Pola konsumsi minyak China adalah typikal pola konsumsi negara yang mengandalkan eksport. Di negara maju seperti US dan Jerman, konsumsi minyaknya sebanding dengan GDPnya (lihat Tabel-1 di bawah).


Cina juga dikenal sebagai negara yang lapar dan rakus mengkonsumsi bahan komoditi, sehingga bahan komoditi melonjak harganya. Kita lihat. Cina mengkonsumsi 20% produksi aluminum dunia, 30%-35% besi, bijih besi dan batu bara, serta 45% dari produksi semen dunia. Khusus mengenai batu-bara, saya melihat sendiri, sepanjang perjalanan bus dari Bautou ke Hohhot, berkuda dan ber-onta di sekitar gurun Gobi, sering dijumpai iring-iringan truk besar mengangkut batu-bara. Jadi kalau dilihat konsumsi bahan-bahan ini seakan 4-10 kali dibandingkan GDP. Jangan heran kalau pertumbuhan GDPnya selama beberapa dekade ini selalu di atas 10%. Konsumsi bahan-bahan ini, kecuali semen, bukan untuk konsumsi sendiri, melainkan untuk eksport. Pertumbuhan industri di Cina mencapai 23%. Indonesia yang hanya 2.6% kelihatan kerdil. Jangan dibandingkan dengan US yang sudah tidak bisa tumbuh lagi industrinya terutama manufakturing.

Pertumbuhan industri Cina yang demikian pesatnya sebenarnya lebih banyak untuk eksport bukan untuk konsumsi dalam negri. Dalam persentase GDP, eksport Cina kurang lebih sama dengan Indonesia, yaitu sedikit kurang dari 40% dari GDP. Walaupun industri kedua mempunyai persamaan yaitu untuk eksport, tetapi ada perbedaan yang mendasar dari apa yang dieksport kedua negara ini. Cina mengeksport barang jadi, sedangkan Indonesia mengeksport bahan mentah. Cina memberikan nilai tambah atas bahan-bahan yang diimportnya dan menciptakan banyak lapangan kerja. Sedang Indonesia hanya menjual barang yang dihasilkan dari dalam buminya, dan menciptakan sedikit lapangan kerja (rata-rata industri pertambangan adalah capital intensive). Itu perbedaan yang mendasar.

Data Statistik Cina (2006)
GDP per kapita:: $ 2100
GDP – Kemampuan daya beli: $7,800 per kapita
Populasi: 1,322 juta
Pertumbuhan Industri: 22.9%
Eksport: $ 1 triliun (38% GDP)
Neraca Berjalan: $249.9 billion (9% GDP)
Public debt: 22.1% of GDP
Debt - external: $315 billion
Exports - partners: US 21%, Hong Kong 16%, Jepang 9.5%, Korea Selatan 4.6%, Jerman 4.2% (2006)

Data Statistik Indonesia (2006)
GDP per kapita: $ 1,200
GDP – Kemampuan daya beli: $3,900 per kapita
Populasi: 234,693,997
Pertumbuhan Industri: 2.6%
Eksport:: $102.7 milyar (37% GDP)
Neraca Berjalan: $9.686 billion (35% GDP)
Public debt: 38.6% of GDP
Debt - external: $130.2 billion

Eksport barang-barang jadi/manufakturing merupakan sasaran utama ekonomi Cina terlihat dengan besarnya produksi listrik Cina yang mencapai sekitar 280 ribu MW (250 juta kWh per tahun, tahun 2006) dan tumbuh hampir 20% pertahunnya. Kapasitas terpasang pembangkit listriknya mencapai 600 ribu MW. Produksi listrik Indonesia nampak kerdil dibandingkan Cina. Saat ini Indonesia hanya memproduksi 15,000 MW dan akan dinaikkan menjadi 21,000 MW ditahun 2025. Kapasitas yang dibangun per tahunnya di Cina adalah tiga kali kapasitas di Indonesia. Besarnya konsumsi listrik ini terutama untuk industri.

Kita akan terlusuri kemana larinya barang-barang Cina ini. Yang pasti 21% ke US, 16% ke Hong Kong, 9% ke Jepang dan 4.6% ke Korea Selatan. Hong Kong bukan untuk di konsumsi sendiri. Negara bagian Cina yang kecil itu tidak akan bisa menelan eksport dari Cina. Jadi larinya adalah eksport lagi. Kemana? Sebagian besar ke US. Bagaimana dengan Jepang. Idem ditto. Eksport Jepang ke US 22.8% dari total eksport Jepang. Korea Selatan, sama juga. Akhirnya patut diduga bahwa ada porsi yang cukup besar dari bahan-bahan komoditi yang dibeli Cina bermuara ke US. Naga yang mengambil, elang bondol yang memakan. Bagaimana seandainya kalau elang bondong sudah sakit perut kena limbah subprime? Sang Naga belum bisa makan secara rakus.

NAGA YANG MAKMUR?
Kalau kita perhatikan orang-orang di jalan-jalan Beijing dan dibandingkan dengan di Jakarta, terdapat perbedaan yang menyolok. Di jalan-jalan Beijing, Bautou, Tian Jin atau Hohhot, pada siang hari tidak nampak orang yang menganggur, kalau ada orang, selalu ada yang dikerjakan. Hampir tidak nampak orang yang kongkow-kongkow menonton orang yang lalu lalang seperti menjadi pemandangan lumrah di setiap sudut Jakarta, jalan Thamrin, Sudirman atau Gatot Subroto. Orang bisa dibilang rajin. Mereka (orang-orang di Beijing dan kota-kota besar lainnya) baru nampak santai dan menikmati hidupnya setelah sore hari.

Saya katakan orang Cina rajin karena, misalnya dalam kasus onta dan kuda. Ketika saya menunggang onta di Gurun Gobi, awalnya saya enggan karena pengalaman di Arab, bahwa onta selalu bau pesing. Ketika di Gurun Gobi, onta-onta yang disewakan sama sekali tidak bau. Tentu saja hal yang demikian karena onta-onta tersebut sering dibersihkan dan kandangnya selalu bersih. Juga ketika di pasar malam kagetan Donghuamen di dekat Wangfujing di Beijing, yang menjual makanan exotic seperti kalajengking goreng, ulat goreng, belalang goreng dsb. Setelah para pedagang jajanan kaki lima selesai berjualan, mereka bersama-sama membersihkan jalan raya dan trotoar dengan detergen sehingga bersih sekali. Bandingkan dengan pedagang kaki-lima di Jakarta. Jorok.


Gambar 2: Naik Onta Gurun Gobi



Gambar 3: Pasar Kaget Wangfujing yang bersih

Saya sulit membandingkan mana yang lebih makmur antara Cina dan Indonesia dalam kaitannya dengan konsumsi. Mungkin karena yang saya lihat adalah middle class nya. Kemungkinan besar, presentase middle dan upper class Cina lebih banyak dari Indonesia. Harga makanan di Beijing lebih murah dari di Jakarta. Saya makan berlima di sebuah restoran sederhana di dekat hotel Novotel Beijing, sampai bersisa banyak yang kemudian dibawa pulang ke Hotel untuk sahur, hanya menghabiskan 150 Yuan (Rp 150 ribu). Saya tidak yakin anda akan memperoleh makanan dengan kwalitas dan jumlah yang sama di Ayam Suharti atau Mbok Berek.

Di bidang turisme, Kota Terlarang, Kuil Langit, Istana Musim Panas, Tembok Besar, Lapangan Tianamen dan tempat-tempat turis lainnya selalu penuh dikunjungi turis lokal. Lalu lintas Beijing selalu padat dan macet. Bahkan, katanya, Shanghai melarang mobil kecil untuk memasuki kota.


Gambar 4: Mongolian Horseman

Kemungkinan konsumsi Cina tidak diarahkan ke makanan atau pakaian. Mobil dan barang-barang elektronik, turisme lokal bisa menjadi muara konsumsi Cina. Tetapi mungkin tidak seberapa atau tidak merata. Di daerah Inner Mongolia, seperti Bautou atau Hohhot, keadaan tidak sekonsumtif di Beijing. Nampaknya arah konsumsi Cina tersalur ke properti dan saham. Properti di kota-kota besar dan saham yang dalam beberapa waktu ini naik dan sudah mencapai taraf bubble.

Penerbangan domestik nampak sibuk. Bandara Bautou yang besar itu nampak disesaki para calon penumpang. Saya pikir, bandara Adi Sucipto, Yogya, baik ukuran ataupun kapasitas menampung pemakai jasa penerbangan udara, tidak ada apa-apanya dibanding bandara Bautou. Bayangkan kota Bautou yang tidak dikenal di Indonesia itu, ternyata bandaranya sangat sibuk dipenuhi pemakai jasa penerbangan. Bisnis bergerak.


Gambar 5: Suasana di salah satu ruang tunggu (gate) di Terminal Bandara Bautou yang sibuk.

Secara singkat saya bisa menyimpulkan suatu teori bahwa Cina adalah mesin produksi dengan buruh-buruh yang rajin. Konsumsi Cina terbatas di kota-kota besar, dimana orang mulai menikmati hidup. Selebihnya hasil keringat mereka lari ke tabungan, properti dan saham. Pasar produk orang-orang Cina ini larinya ke US. Oleh sebab sebab itu jika konsumsi di US melambat, pabrik-pabrik di Cina juga berhenti (melambat). Jika pabrik-pabrik di Cina maka permintaan bahan komoditas juga turun.

Pada perjalanan pulang tour dari Kuil Langit (Temple of Heaven) teman saya mengambil foto sebuah toko di depan pintu keluar timur Kuil Langit. Kami akan kembali kesana 3-4 tahun lagi dan mengecheck apakah toko itu masih ada atau tidak dalam 3-4 tahun nanti. Kami bertaruh bahwa ekonomi Cina akan crash landing.


REVIEW PASAR SAHAM
Para penganut teori Dow Jones minggu lalu mengatakan bahwa tren utama (primary trend) pasar modal di US resmi memasuki fase Bear, yaitu sejak tanggal 21 November 2007 ketika Indeks Dow Industrial ditutup di 12799 bawah level penutupan terrendah di bulan Agustus 2007 lalu di 12845.8 (lihat Chart-1). Sebelumnya para penganut teori Dow ini mewanti-wanti adanya “non confirmation” ketika indeks Dow Transportation tidak ikut rally bersama Dow Industrial. Dengan kata lain, para penganut mazhab teori Dow Jones, akan mengharapkan “low” berikutnya akan lebih rendah dari 12799, sampai tren utama yang bearish ini berubah.

Chart 1

Perdagangan di hari Jumat 23 Nov 2007 pasar mengalami rebounce dengan volume tipis. Saya akan sangat berhati-hati dengan hal ini. Ada kemungkinan pasar akan rebounce karena hari sales nasional (Black Friday) di US Jumat lalu tanggal 23 November 2007 setelah Thanks Giving Day, nampak ramai dimeriahkan oleh para pembeli yang menyerbu toko-toko. Ada kemungkian juga pasar saham kembali mendapat tekanan jual dan mengabaikan “sukses” nya hari sales nasional US. Saya akan gunakan masa sekarang sampai akhir tahun untuk membuang posisi short karena pasar sudah cukup bearish (lihat Chart-2) dan mulai mengumpulkan saham-saham emas yang mungkin akan mengakhiri koreksi jangka pendeknya. Investor yang bullish sudah mendekati level pada bulan Agustus 2007 lalu. Ada baiknya memasang kuda-kuda jurus kontrarian.


Chart 2

DALAM NEGRI: KOMENTAR ATAS ISI KORAN
Minggu lalu saya membaca analisa ekonomi oleh Faisal Basri di koran Kompas. Entah kenapa saya tergerak untuk memberi komentar. Mungkin karena hari itu ada supir taksi yang salah sangka, saya dikira Faisal Basri. Jadi ada semacam ego yang terusik. Imam Semar tidak sama dengan Faisal Basri.

Kompas, Senin, 19 November 2007 berjudul ANALISIS EKONOMI - Masalah Ada di Internal Pemerintah.

Faisal Basri: Surat Utang Negara dan saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta segera kembali diburu oleh investor asing ataupun domestik.

Komentar Imam Semar: Untuk asing, tidak akan ikut memburu. Dunia akan resesi dan Yen carry trade nampak akan pulang kandang. Bahkan rupiahpun akan melorot. Apalagi kalau limbah subprime masuk ke Indonesia ikut merebak. Level Rp 10,000 – Rp 11,000 per US$ nampak tidak jauh dari sekarang. Kasihan investor lokal retail, orang awam dan ibu-ibu rumah tangga selalu masuk pada akhir mania.

Faisal Basri: Aliran masuk investasi portofolio tersebut, dan ditambah dengan peningkatan nilai ekspor sejumlah komoditas primer yang harganya melambung, membuat cadangan devisa meningkat cukup tajam. Pada minggu kedua November ini, cadangan devisa sudah menembus 55 miliar dollar Amerika Serikat.

Komentar Imam Semar: angka $ 55 milyar dollar uang sejati (68.75 juta oz emas) adalah di bawah angka 4 tahun lalu ($ 28 milyar atau 78 juta oz emas). Riil asset seperti barang komoditas kok ditukar dengan uang kertas. Dan....., lihat saja nanti BI bisa keteteran pada waktu carry trader hengkang dan ekonomi stagflasi 3 tahun ke depan. Kita akan bahas lain kali.

Faisal Basri: Kalau masalah yang membelit dirinya saja pemerintah masih tertatih-tatih, jangan banyak berharap pemerintah piawai menyelesaikan masalah rakyatnya.

Komentar Imam Semar: Memangnya orang-orang di pemerintahan punya niat menyelesaikan masalah rakyat? Mereka lebih suka main main dengan kekuasaannya.

Masalah gugatan masyarakat Pondok Indah memperoleh perlawanan dari pemerintah dengan jurus ala komunis. Di beberapa pojok dan simpang jalan muncul spanduk yang berbunyi: “Anda boleh naik Mercy, kami butuh busway”. Issu komunis dan pertentangan kelas. Saya tidak yakin ini adalah aspirasi “rakyat kecil”, karena selain pengguna mercy, masih ada pengguna jasa dan penyedia jasa (sopir dan kenet) metro mini, bus biasa, angkot dan motor. Motor, Metro Mini, Bus biasa, dan angkot juga terganggu dengan adanya busway. Jadi yang memasang spanduk itu adalah pemerintah. Orang yang waras dan waspada tidak begitu saja percaya isi spanduk seperti itu. Biaya membuat spanduk semacam itupun mahal dan perlu koordinasi. Siapa lagi kalau bukan pemerintah.

Cara-cara Triad dan Yakuza tidak haram bagi Nazi SS, atau CIA atau penguasa umumnya. Ingat ketika Bush mengatakan: “You are with us or against us” sebagai usaha untuk mengintimidasi opini yang berbeda tentang invasi Iraq. Atau label “komunis” oleh Orde Baru atau “tidak revolusioner” oleh Orde Lama Sukarno terhadap opini yang berbeda dengan pemerintah. Warga Pondok indah diancam keamanannya diganggu, melalui pemaksaan pembongkaran portal-portal yang menjadi hambatan/deterrent bagi penjahat yang mau beroperasi di Pondok Indah atau perumahan sejenisnya. Portal bagi warga Pondok Indah adalah pagar keamanan yang yang seharusnya menjadi tugas polisi. Polisi dalam hal ini gagal memberi jasa keamanan (atau jasa apa saja yang seharusnya mereka berikan). Dan Satpam serta portal terpaksa dibangun untuk mengisi tugas polisi yang gagal. Kalau portal di bongkar oleh pemerintah, sama saja pemerintah mempersilahkan penjahat untuk menjarah rumah di Pondok Indah.

Saya yakin tidak ada gunanya kalau warga Pondok Indah membuat spanduk tandingan yang berbunyi: “Anda boleh naik busway, kami perlu jalannya untuk Metro Mini, angkot, bajaj, taksi, motor, bus biasa, dan mobil pribadi/dinas/kantor. Kami juga punya hak yang sama”. Karena politikus terlalu arogan. Oleh sebab itu saya mengajak untuk melakukan Gerakan Kursi Kosong. Dalam pemilihan umum, pusat, daerah atau apa saja, dengan sengaja kartu suara dibikin tidak berlaku (pilih semua, misalnya). Ini bukan “Golput”, tetapi yang kita kehendaki adalah pengosongan posisi yang selalu disalah gunakan. Kita tidak perlu politikus yang secara alamiah pembohong. Ajarkan ide ini kepada rekan dan kenalan anda. Saya yakin banyak yang sudah muak dengan para politikus. Dan tunjukkan kita tidak butuh mereka.

Sampai disini untuk minggu ini. Jaga kesehatan anda, tabungan dan investasi anda baik-baik. Semoga anda sukses.

Jakarta 25 November 2007.
Sekiranya tulisan di atas dan tulisan sebelumnya cukup menstimulir intelektual anda, ceritakan situs ini kepada rekan, teman dan saudara anda supaya mereka juga terstimulir intelektualnya.