_____________________________________________________________________________________________________________________




Saturday, February 28, 2015

Ramalan Untuk Tahun Kambing 4713



Gejolak 2014 – 2020: Tahun Kambing Kayu Mengecewakan


Menurut zodiak Cina, kambing dipandang sebagai hewan yang diasosiasikan kepada kesuksesan. Tahun 4713 pada penanggalan Cina adalah tahun kambing kayu. Bagi Kepercayaan Cina, tahun 4713 akan membawa harapan dan kemakmuran. Apalagi hujan turut mengawali tahun baru 4713 ini, harapan kemakmuran di tahun ini semakin besar.
Bagi sebagian yang percaya pada zodiak Cina ini mungkin akan kecewa, kecuali mereka yang punya posisi long US dollar, baik itu sebagai cash, kontrak perjanjian atau piutang, serta posisi short rupiah dan asset-asset tradisionil. Hal ini disebabkan karena tahun kambing 4713, yang katanya penuh harapan dan kemakmuran, ternyata penuh dengan penderitaan bagi yang tidak siap dan salah langkah memegang asset-asset tradisional seperti tabungan/deposito rupiah, emas dan saham, serta properti.
Pada mulanya, untuk tahun kambing 4713 ini, saya tidak akan dan tidak ingin membuat suatu ramalan mengenai ekonomi. Cukup tercakup dalam ramalan jangka panjang yakni ramalan 5 tahunan yang EOWI tuangkan dalam laman Gejolak 2014 – 2020. Pengalaman lalu menunjukkan ramalan jangka pendek sangat sulit untuk bisa tepat, karena ekonomi bukanlah science. Tetapi dalam beberapa minggu ini, ekonomi menampakkan beberapa gejala yang bisa diterjemahkan sebagai awal dari petaka. Lebih tepatnya awal dari shock-wave, gelombang pasang yang merupakan bagian terpenting dari Gejolak 2014 – 2020. Dengan kata lain, prahara 2014 – 2020 kemungkinan dimulai tahun 2015 ini dan berlanjut sampai tahun 2020. Artinya tahun kambing kayu 4713 ini bukan sekedar pengkondisian atau pengumpulan momentum krisis saja, tetapi angin prahara itu sudah berhembus dengan kecepatan yang (mulai) meningkat.
Kami akan memulai tulisan ini dengan sitiran ucapan beberapa pejabat penting, yang menurut EOWI, akan terbukti salah di tahun kambing kayu 4713 ini. Ucapan-ucapan para pejabat ini penuh dengan kontradiksi yang bisa mempunya dua arti. Arti pertama didasari bahwa mereka ini orang baik (tidak berbohong), dan ucapan mereka keluar dari hati yang bersih. Dengan asumsi ini ucapan-ucapan mereka yang kontradiktif menunjukkan ketidak mampuan mereka membaca situasi. Asumsi yang berikutnya adalah bahwa mereka tidak jujur. Dengan asumsi ini, kata-kata mereka punya arti bahwa mereka telah bohong dan menyembunyikan sesuatu kondisi yang tidak menyenangkan dan ucapan mereka bertujuan untuk menyesatkan.
Kemudian dongeng ini dilanjutkan dengan ramalan 4713. Dalam ramalan tahun kambing kayu 4713 ini, EOWI akan menampilkan serangkaian kinerja dari beberapa mata uang yang dikaitkan dengan US dollar. Dan tulisan ini diakhiri dengan ramalan EOWI mengenai rupiah.
Tulisan ini akan dilanjutkan dengan tulisan berikutnya, minggu depan (insya Allah). Di bagian ke dua ini akan diramalkan kejadian-kejadian apa yang bisa (tetapi tidak harus) berlangsung di tahun kambing kayu 4713 ini.
Seperti biasanya, uraian EOWI kali ini, nampaknya agak ngalor-ngidhul, kumpulan topik yang beraneka ragam, diuntai menjadi suatu cerita yang enak di baca.
Seperti biasanya juga, EOWI ingin mengelak dari segala kesalahan. Ramalan ini bisa salah atau tidak tepat. Karena kami tidak memperoleh wahyu dari Allah. Lagi pula, ramalan nabi Yusuf pun tidak mencantumkan timing (waktu) dan detail (rincian) kejadian 7 tahun masa subur dan 7 tahun masa paceklik. Nampaknya Allah masih ingin meng-claim bagian timing dan detail dari suatu ramalan dan peristiwa sebagai haknya yang mutlak dan hanya Dia yang mengetahui hal tersebut.
Terlepas dari ketepatan dan akurasi, tujuan ramalan ini agar bisa dimanfaatnya sebagai persiapan untuk menyongsong tahun kambing kayu 4713 dan 2 – 3 tahun ke depan. Moga-moga tulisan ini bermanfaat. Sekiranya anda pikir cukup bermanfaat, alangkah baiknya jika tulisan ini anda rekomendasikan kepada teman dan saudara anda, semoga mereka juga memperoleh manfaatnya.
Baiklah kita mulai saja.

Jokowi (dan JK): “Saya Tidak Tahu Apa yang Terjadi”

Ada artikel di Tempo online bertanggal 10 Agustus 2014, judulnya:
Presiden terpilih Joko Widodo mengkritik anggota Dewan Perwakilan Rakyat atas melemahnya kurs rupiah akhir-akhir ini. Menurut Jokowi, gonjang-ganjing politik akibat manuver anggota DPR menyebabkan rupiah terperosok. "Apa yang dilakukan mereka menjadi sorotan investor," kata Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2014.
Salah satu ulah anggota parlemen yang disoroti Jokowi adalah tindakan mereka dalam pemilihan pimpinan DPR dan MPR. Jokowi mengatakan pasar menanggapi negatif ulah para politikus Senayan. Dampak tanggapan ini terasa di bursa saham dan pasar uang.
Kita lihat di berita ini bahwa menurut Jokowi, rupiah melemah karena ulah para politikus di DPR. Tetapi kemudian ada berita lain untuk subjek yang sama, yaitu pelemahan rupiah, tetapi, penjelasan Jokowi lain lagi di Detik Finance (16 Desmber 2014).
Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah, bahkan dolar sempat nyaris Rp 13.000. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan soal kondisi tersebut.
Menurut Jokowi, seluruh negara mengalami pelemahan mata uang terhadap dolar.
Jadi...., mana yang benar mengenai sebab pelemahan rupiah: ulah anggota DPR atau memang semua mata uang dunia mengalami pelemahan? Anak saya bilang: Semua anggota DPR (parlemen) di dunia berulah, sehingga semua mata uang di dunia melemah.
Pembaca EOWI akan setuju dengan pendapat itu karena memang semua politikus dimanapun di dunia (dan akherat), kelakuannya seperti itu.
Jokowi melanjutkan:
".......... Tapi dengan melihat fundamental kita, dengan perbaikan ruang fiskal kita di Indonesia, itu tidak akan berjalan lama," kata Jokowi usai menghadiri penutupan Rapat Kerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/12/2014).
Otak usil EOWI akan mempertanyakan: Memangnya ada perbaikan ruang fiskal Indonesia. Apalagi dengan jebolnya andalan ekspor Indonesia yaitu harga bahan komoditi dunia akhir-akhir ini. Lalu kenapa pemerintah mengejar-ngejar pembayar pajak demi menaikkan perolehan pajak? Perlu lebih banyak duit kah?
Memanfaatkan kondisi pelemahan rupiah ini, Jokowi mengatakan, Indonesia harus bisa mendorong industri untuk menggenjot ekspor. Kemudian impor akan dikurangi sehingga mengurangi kebutuhan dolar.
Mulut usil EOWI akan bertanya lagi: Lha...., siapa yang mau membeli ekspor Indonesia, kalau (kata Jokowi) semua negara mengalami pelemahan mata uangnya dan semuanya mau meningkatkan ekspornya? Nah kalau pelemahan rupiah hanya sementara (kata Jokowi), dan mata uang lainnya masih berlanjut pelemahannya, apakah Indonesia masih bisa meningkatkan ekspor? Kontradiksi bukan?
Lanjut Jokowi lagi:
"Memang jalan yang paling baik adalah itu (meningkatkan ekspor). Meskipun sudah ada intervensi dari BI (Bank Indonesia) dalam beberapa waktu terakhir," jelas Jokowi.
Jokowi bilang BI sudah intervensi. Tetapi, kata wakilnya – Jusuf Kalla lain lagi.
Wakil Presiden Jusuf Kalla pun mengatakan penurunan nilai tukar mata uang Rupiah masih lebih baik daripada mata uang negara lain.
"Kita masih lumayan justru. Dari Januari ke Desember hanya bergerak empat persen. Tapi kalau Jepang malah 40 persen. Malaysia lebih lagi," kata JK di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (16/12).
Menguatnya mata uang dollar, menurutnya, tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga menguat di seluruh negara di Asia. JK mengatakan, Bank Indonesia pun tak akan melakukan intervensi terkait melemahnya nilai mata uang rupiah.
Kalau Jokowi tanggal 16 Desembar 2014 lalu bilang bahwa BI sudah intervensi sedang wakilnya, yaitu Yusuf Kalla pada tanggal yang sama bilang BI tidak mengintervensi....., artinya salah satu pasti bohong. Dan mereka tidak koordinasi dulu sebelum bohong.
JK kemudian melanjutkan:
Lebih lanjut, melemahnya mata uang rupiah pun akan membuat masyarakat yang mengkonsumsi barang impor menjadi lebih berhati-hati. Namun, bagi warga yang menghasilkan barang ekspor, justru akan mendapatkan manfaat dari kondisi ini.
"Yang tanam kopi, cokelat, karet. Tidak semua masyarakat yang susah. Banyak juga yang senang," kata JK.
JK benar, bahwa tidak semua masyarakat susah. Imam Semar dan kawan-kawan yang ngeshort rupiah juga bergembira ria. Dan akan lebih bergembira kalau rupiah semakin nyungsep. Karena investasinya yang berleverage berhasil. Dan ada satu lagi yang harus dianjurkankan JK menghadapi rupiah. Kalau ekspor, banyak resikonya. Apalagi jual kopi, coklat, karet yang harganya juga turun. Memanfaatkan kejatuhan rupiah versi EOWI adalah ngeshort rupiah! Pinjam rupiah dan dibelikan dollar. Itu buat yang berani dan punya keterampilan ngeshort. Kalau tidak punya keduanya, maka cukup dengan numpuk dollar saja.
Berita di bawah ini, tentang JK, yang membuat semakin banyak kontradiksinya. Penomoran, EOWI yang memberikan sebagai tanda untuk memudahkan bagi pembaca melihat kontradiksinya.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pemerintah merespons positif melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebab, di saat yang sama, rupiah justru menguat terhadap yen Jepang, ringgit Malaysia, won Korea, dan rubel Rusia. [A]
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar bukan disebabkan perekonomian Indonesia yang memburuk. Tetapi, karena ekonomi Amerika yang membaik. Sehingga, JK menilai, hal itu tidak menjadi masalah.
"Ini sebenarnya peluang, ekonomi kita akan tumbuh lebih baik,"[B] ujarnya dalam konferensi pers usai menggelar rapat terbatas bidang ekonomi di Kantor Kepresidenan, Rabu (17/12).
Ia mengaku optimistis kondisi ini justru akan membuat ekonomi Indonesia menguat. JK menjelaskan, saat dolar tinggi, maka impor akan menurun.
Sebaliknya, ekspor ke negara-negara yang menggunakan dolar akan semakin banyak. [C]. Sehingga, pelaku ekspor akan mendapat keuntungan yang lebih besar.
Lebih lanjut, JK menambahkan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar juga dapat memicu peningkatan investasi. Karena nilai rupiah turun, maka biaya investasi akan lebih murah sehingga investor asing akan lebih tertarik menanamkan dananya di Indonesia. [D]
"Dengan kondisi seperti sekarang ini, investasi asing akan lebih mudah ditarik karena semua dihitung dolar. Tinggal bagaimana kita cepat maju perbaiki prosedur investasi dan berikan insentif seperti tax holiday bagi investor," ucap dia. [E]
Berikut ini adalah kontradiksi, setidaknya bisa disebut kerancuan berpikir JK. Kontradiksi pertama:
Pernyataan JK & Jokowi sebelumnya: Kalau rupiah melemah maka Indonesia bisa meningkatkan ekspor
[A] rupiah menguat terhadap yen Jepang, ringgit Malaysia, won Korea, dan rubel Rusia.
maka
Ekspor ke Jepang, Malaysia, Korea, Rusia dan negara-negara lain akan turun.
[C] ......ekspor ke negara-negara yang menggunakan dolar akan semakin banyak.
Reality check: Memangnya ada berapa negara yang menggunakan dollar? Cuma US saja ‘kan?.......kecuali kalau yang dimaksud dollar adalah dollar Singapore, Australia, Canada,.....dan Zimbabwe. Boleh dong Zimbabwe....., ‘kan mata uangnya juga dollar.
[D] Dengan melemahnya rupiah terhadap dollar maka biaya investasi semakin murah.
Reality check: rupiah makin murah terhadap mata uang apa? Katanya yen, rubel, won atau ringgit yang kata JK lebih parah terpuruknya dari pada rupiah?
Dari ucapan-ucapan para petinggi Indonesia ini, apa yang bisa anda baca (read between the lines). Mungkin mereka tidak kompeten dalam menjalankan pemerintahan. Atau mereka bohong dan menutupi sesuatu yang besar yang akan terjadi dalam waktu dekat ini. Apapun pilihannya, kedua-duanya akan berbuntut tidak enak.
Kerancuan lain dari ucapan JK adalah: karena ekonomi Amerika yang membaik. Andaikata JK benar maka konsumsi di negara konsumen terbesar di dunia yaitu US juga akan naik, dan harga bahan komoditi juga naik. Kenyataannya harga minyak turun, harga tembaga turun, harga bijih besi turun.......permintaan untuk konsumsi tidak naik. Jadi dimana membaiknya.
Dari kesemua itu, ini lah yang mereka (Jokowi dan JK) katakan (baca baik-baik): “Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Saya juka tidak tahu apa akibatnya dimasa datang, jadi solusinya juga pemerintah  tidak tahu. Pemerintah tahunya hanya kebutuhan uang semakin banyak, oleh sebab itu pajak akan digenjot. Yang nakal akan disandra, dipaksa....kalau perlu disiksa.......”. ‘Kan pajak adalah iuran yang memaksa seperti kata UUD 45 yang sontoloyo itu. Pemerintah akan melindungi begal motor secara hukum, tetapi akan mengancam, menyandra, memaksa dan memenjarakan orang yang berusaha menyembunyikan hasil kerja keringatnya sendiri. Itu UUD 45!

Rupiah Menantang Presiden

Itu tadi adalah ucapan-ucapan Jokowi dan JK yang dicatat di media massa menjelang dan di awal tahun 2015 M dan tahun kambing kayu 4713 mengenai rupiah dan ekonomi. Seperti halnya mengenai kenaikan BBM, dimana yang belum lama setelah dinaikkan kemudian diturunkan lagi karena harga minyak mentah dunia turun. Ini menunjukkan bahwa jajaran pemerintah tidak tahu seujung tahi kering pun mengenai apa yang terjadi di dunia ini (silahkan baca: Terlambat dan Menyengsarakan).  Sehingga kalau mereka (Jokowi) mengatakan: ".......... Tapi dengan melihat fundamental kita, dengan perbaikan ruang fiskal kita di Indonesia, itu tidak akan berjalan lama,". Ucapan Jokowi ini akan dipermalukan oleh kinerja rupiah di tahun kambing kayu 4713, yang menurut hasil terawangan EOWI, per US dollarnya akan mendekati level Rp 15,000. Berhati-hatilah, tahun kambing kayu 4713 dan jangan percaya kepada pemerintah.
Ucapan-ucapan pejabat tersebut di atas dikeluarkan pada bulan Januari 2015 atau beberapa minggu sebelumnya. Ketika rupiah melemah lagi di bulan February ini, akhirnya Jokowi mengelak dengan mengatakan: "Tapi ini kan memerlukan waktu. Saya ini baru tiga bulan lebih dikit lho (jadi presiden)," katanya.
Akhirnya...., tidak semua ucapan pemerintah (Jokowi dan JK) tidak dipercayai EOWI. Ada beberapa hal yang setengah dipercayai oleh EOWI. Yaitu: EOWI percaya bahwa pemerintah berusaha memperbaiki ruang fiskal, budget pemerintah agar tidak defisit. Buktinya kemarin istana banjir karena PLN kekurangan dana untuk menyalakan listrik untuk menggerakkan pompa air di waduk Sunter. Akibatnya istana negara dan banyak tempat-tempat, kawasan pergudangan dan industri Jakarta kebanjiran. Tadi katakan sebagai setengah percaya, karena hasilnya mungkin bukan perbaikan ruang fiskal atau/dan perbaikan budget negara, tetapi sebaliknya, Karena kerusakan akibat banjir perlu pengeluaran biaya untuk perbaikan. Sangat ironis. Mau hemat malah jadi boros. Jangan heran sekarang pemerintah mengejar-ngejar pajak.

Signal Dari Tembaga

Tembaga adalah bahan yang banyak dipakai untuk pembangunan rumah (untuk perpipaan dan kabel listrik), perangkat rumah tangga dan automobil. Dengan kata lain ekonomi secara keseluruhan. Sehat/sakitnya ekonomi bisa dilihat dari naik-turunnya permintaan tembaga. Awal tahun 2015 ini tiba-tiba harga tembaga meluruk jatuh dari $3.2 per lb di pertengahan 2014 ke $2.5 atau sekitar 22% dalam kurun waktu sekitar dari 6 bulan dan menembus dua (2) support pentingnya. Salah satunya adalah harga terendah selama 5 tahun. Dengan kata lain harga tembaga jatuh di level terendah selama 5 tahun terakhir ini.
Dilihat dari besarannya dan pola jatuhnya, maka sulit untuk bisa recovery ke level semula. Artinya penurunan harga tembaga cukup serius dan akan berlanjut. Penyebabnya kemungkinan besar adalah fundamental, bukan sekedar teknikal.
Chart - 1 Harga tembaga
Jatuhnya harga tembaga juga bukan sekedar teknikal dalam arti latah karena jatuhnya harga minyak mentah. Artinya keduanya bisa mempunyai sebab yang sama atau ada effek domino dari jatuhnya harga minyak.
Untuk mengerti apa yang terjadi, bagi yang tidak punya access terhadap data, bisa membuat beberapa hipotesa yang berkaitan dengan pemicu kejatuhan harga tembaga tersebut. Pertama, investor dan spekulator melihat akan adanya perlambatan (slow-down) ekonomi Cina. Tidak ada kemungkinan lain, selain Ekonomi Cina karena Cina adalah motor pertumbuhan ekonomi global pada periode paska krisis subprime. Dan ekonomi Cina adalah perekonomian yang bisa mempertahankan harga bahan komoditi pada level yang cukup bagus. Nampaknya saat ini harus menyerah.
Hipotesa alternatif kedua, bahwa investor dan spekulator tembaga menjadi nervous ketika melihat harga minyak jatuh. Sehingga mereka lari dari pasar. Dari kedua hipotesa itu dampak akhirnya akan sama. Hanya saja hipotesa ke dua perjalanan waktu untuk mencapai titik kolaps akan lebih lama dari mekanisme pertama. Hal ini akan kita bahas.
Pola pertumbuhan ekonomi Cina adalah melalui pertumbuhan investasi yang berfokus pada ekspor dan tidak diimbangi oleh pertumbuhan sisi konsumsi dalam negrinya. Dengan kata lain mereka membuat pabrik, infrastruktur dan sistemnya tetapi tidak dimbangi dengan pembelinya di dalam negri. Sektor investasi ke dua di Cina adalah sektor properti. Properti di Cina sudah menjadi ajang spekulasi. Dengan perekonomian Eropa dan Jepang yang masih lambat, serta US juga belum bisa diandalkan, kosumen produk Cina yang bisa tumbuh hanyalah konsumen dari negara berkembang yang ekonominya mengandalkan sumber alam, bahan komoditi. Dengan kata lain, roda ekonomi hanya berputar dari negara berkembang (dan negara penghasil komoditi) sebagai pemasok bahan baku ke Cina dan kemudian diolah di Cina untuk kemudian dijual lagi ke negara-negara berkembang dan negara berbasis komoditi ini.
Perputaran semacam ini mempunyai effek feed-back penguatan. Antara Cina dan mitra dagangnya ada saling kebergantungan. Pada awalnya memang memberikan feed-back positif. Yang menjadi persoalan ialah jika sistem sudah menjadi jenuh atau/dan umpan baliknya negatif, maka terjadi penguatan yang bersifat negatif tersebut. Dengan jatuhnya harga minyak, maka negara-negara pengekspor minyak akan melambat ekonominya. Russia, negara-negara OPEC, tidak bisa menghindari perlambatan ekonomi. Ketika mitra dagang Cina ekonominya melambat, Cina akan kehilangan sebagian konsumen barang ekspornya. Selanjutnya Cina akan melambat juga.
Demikian berlaku sebaliknya. Jika entah karena alasan apapun, ekonomi Cina melambat, berarti harga bahan komoditi dan minyak akan jatuh. Selanjutnya akan merambat ke ekonomi negara-negara yang berbasis komoditi dan minyak. Jadi hasil akhirnya akan sama saja.
Hasil akhir dari skenario ini salah satunya adalah keluarnya modal dari negara-negara berbasis komoditi. Pemodal tidak melihat lagi adanya peluang untuk mencari keuntungan di negara-negara berbasis komoditi ini.
Kemana larinya uang ini? Biasanya ke US dollar sebagai tempat parkir yang aman bagi modal. Hal ini bisa dilihat dari melemahnya mata uang negara-negara berbasis komoditi seperti Canada, Australia, Brazil, Russia terhadap US dollar.

Negara Maju yang Babak Belur

Kalau kita mendengar kata negara maju, maka dalam benak kita tergambar suatu bentuk negara yang stabil ekonominya. Nilai mata uangnya stabil. Mungkin pada masa Gejolak 2014 – 2020, gambaran itu harus dihapus, karena ada data yang menunjukkan sebaliknya.
Norway adalah negara yang makmur dan maju, tanah kelahiran artis Alice Norin yang membintangi film Ketika Cinta Bertasbih. Norwegia atau Norway makmur bukan karena Alice Norin lahir di situ, tetapi memang sudah makmur jauh sebelum orang tua Alice Norin saling berjumpa.
Sulit dipercaya kalau mata uang negara maju seperti Norway ini dalam 3 kwartal 20014 lalu mengalami kejatuhan sebesar 25% terhadap US dollar (Chart-2). Angka 25% ini banyak. Tetapi jika dihitung balik sejak tahun 2011 (4 tahun lalu), kejatuhan Krone Norway hampir mencapai 34%! Jadi kalau seorang Norwegian menukar tabungan Krone nya dan membeli 10 yr US Treasury Bond (surat obligasi pemerintah US) 5 tahun lalu, maka assetnya sudah naik 45% lebih! Investasi yang cukup baik. Kita juga bisa mengatakan: “Bencana apa yang menimpa Norwegia?”
Kenyataannya, tidak ada bencana apa-apa. Hanya saja dana investasi keluar dari negara yang berbasis minyak ini. Mungkin ada juga pengaruh kesemrawutan zone Euro (negara-negara bermata uang euro). Tetapi itu hanya kemungkinan, karena pound tidak banyak bergeming walaupun Inggris (UK) juga berada di Eropa dan termasuk Uni Eropa (Norwegia tidak masuk Uni Eropa). Jadi, penyebab langsungnya bukan kesemrawutan zone Euro, tetapi kejatuhan harga minyak (dan bahan komoditi).
Chart - 2  Nilai tukar krone Norwegia terhadap US dollar
Norwegia bukanlah satu-satunya negara yang mata uangnya jatuh terhadap US dollar. Australia, yang berada dalam group yang sama sebagai negara berbasis komoditi, mata uangnya juga mengalami kejatuhan. Negara penghasil mobil Holden dan penghasil daging steak yang lumayan ini memang tidak separah Norway, tetapi cukup lumayan. Mata uang dollar Aussie jatuh 17% dalam 3 kwartal terakhir ini (Chart-3). Tetapi jika dihitung dari tahun 2011 (akhir dari comodity secular bull market) kejatuhan Aussie dollar mencapai 27%. Agak lumayan dan tidak terlalu parah dibandingkan dengan krone Norwegia.
Chart - 3  Nilai tukar dollar Australia terhadap US dollar
Yang agak lumayan adalah Canada (Chart-4). Negara tetangga US yang berbasis komoditi tambang ini, nilai tukar mata uangnya, loonie, terhadap US dollar mengalami penurunan sekitar 16% selama 3 kwartal terakhir ini dan  sedikit lebih dari 25% dari puncaknya di tahun 2011 (akhir dari comodity secular bull market). Dalam jangka 5 tahunan, antara Aussie dollar dan loonie, mengalami depresiasi yang kurang lebih sama terhadap US dollar.
Chart - 4  Nilai tukar dollar Canada terhadap US dollar 
Jadi, kita sudah melihat bahwa dalam periode Gejolak 2014-2020, prahara moneter tidak hanya menimpa negara-negara berkembang, tetapi juga negara-negara maju, seperti Norway, Australia dan Canada, Jepang, tidak ada kekecualian.

Negara Berkembang yang Berbasis Komoditi (No Comment)

Ada negara-negara berkembang yang berbasis komoditi yang mata uangnya mengalami depresiasi tidak sebanyak yang diperkirakan orang. Misalnya Nigeria. Bagi banyak orang data nilai tukar mata uang Nigeria akan sangat mengejutkan, karena data ini seakan mencerminkan bahwa naira Nigeria cukup kuat dan ekonomi Nigeria cukup stabil. Padahal Nigeria dipersepsikan sebagai negara yang terbelakang dengan tingkat kriminalistas tinggi. Nigeria sebagai negara berbasis minyak dan kondisi negaranya yang dicitrakan sebagai negara yang korup serta dalam hal keamanan sangat rendah, tetapi mata uangnya hampir tidak bergeming disaat banyak negara mengalami depresiasi nilai mata uangnya terhadap US dollar. Naira (mata uang Nigeria) hanya terdepresiasi sebesar 24% selama 3 kwartal terakhir ini. Padahal Norwegia sampai 25%. Buat EOWI hal ini merupakan fenomena yang menarik, karena untuk negara seperti Nigeria angka 30% - 50% lebih pantas. Setidaknya sama dengan Brazil.
Chart - 5 Nilai tukar naira Nigeria terhadap US dollar
Tetapi Nigeria tidak sendiri. Kalau kita dengar kata Angola, maka bayangan kita adalah negara Afrika yang hancur karena perang saudara atau sejenisnya. Walaupun minyak menyumbang banyak pada perekonomiannya, tetapi mata uangnya tidak banyak berubah dengan kejatuhan harga minyak. Hanya 30% saja sejak krisis subprime 2008 lalu. Tidak terlalu buruk dibandingkan dengan krone Norwegia yang kehilangan nilai tukarnya sebesar 34%.
Chart - 6 Nilai tukar kwanza Angola terhadap US dollar
Berikutnya adalah Brazil dengan real sebagai mata uangnya. Real Brazil jatuh sebesar 22%, lebih baik dari Norwegia. Tetapi, tidak seperti mata uang Norwegia, mata uang real Brazil telah terdepresiasi sebesar hampir 46% (lebih dalam) semenjak tahun 2011, akhir dari comodity secular bull market. Kejatuhan real Brazil ini tidak terlalu mengherankan. Brazil dikenal sebagai salah satu the fragile five (Brazil, Afrika Selatan, Indonesia, Turki, dan India) adalah negara yang dipersepsikan sebagai negara yang mengalami pertumbuhan yang cepat sehingga mengalami aliran masuk modal yang cukup besar selama comodity secular bull market 2000 – 2011. Dan ketika modal ini keluar, alirannya relatif akan lebih deras dari negara-negara lain Negeria atau Angola. Dengan demikian Brazil akan mengalami penderitaan lebih parah dari yang lain.
Chart - 7  Nilai tukar real Brazil terhadap US dollar

Iran yang Nyungsep

Saya tidak tahu apakah Tuhan telah menimpakan azab kepada negara mullah ini. Kalau benar, sebabnya apa? Jika Tuhan telah mengazab Iran, sebabnya apakah aliran Syiah ini sesat atau penduduknya adalah kaum yang munafik sehingga membuat marah Tuhan. Mungkin juga ada sebab lainnya. Itu pandangan dari sudut pandang spritual, dimana EOWI tidak akan mendasarkan analisanya pada sudut pandang ini.
Real Iran mengalami pembantaian. Itulah yang bisa disimpulkan dari Chart-8 di bawah. Setahun setelah berakhirnya comodity secular bull market 2000 – 2011, Iran mungkin berusaha menahan laju depresiasi mata uang realnya dengan mematok nilai tukarnya di level IRR 12300 per US dollarnya. Tetapi hal ini hanya bisa bertahan tidak lebih dari 2 tahun. Ketika real Iran dilepas nilai IRR terjun bebas, dan nilainya terus tergerus.
Iran, budget pemerintahnya yang sosialistis sangat bergantung pada pemasukan dari minyak. Dan titik breakeven belanja dan pemasukan negaranya ada pada harga minyak mentah $130 per bbl. Dengan kejatuhan harga minyak dari level $100/bbl ke $50/bbl, tidak hanya membuat Iran jatuh tetapi bisa disebut nyungsep.
Chart - 8 Nilai tukar real Iran terhadap US dollar
Real Iran terdepresiasi sekitar 50% dalam 13 bulan terakhir ini. Kejatuhan semacam itu bisa disebut pembantaian.

Russia: Rubel in Trouble

Rubel Russia adalah salah satu mata uang yang mengalami kejatuhan paling parah  selama 1.5 tahun terakhir ini. Tentu saja jangan dibandingkan dengan hryvnia Ukraina, yang negaranya mengalami perang dengan separatis Ukraina Timur (Semenanjung Crimea). Kejatuhan rubel tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kejatuhan hryvnia Ukraina.
Chart - 9  Rubel in Trouble. Nilai tukar rubel Russia terhadap US dollar
Selain karena kejatuhan harga bahan komoditi yang merupakan basis perekonomian Russia, kejatuhan rubel Russia juga karena adanya perang di negara tetangganya, yaitu pemisahan diri di Ukraina.
Pasar ekspor gas Russia adalah ke negara-negara Eropa. Dan pipa-pipa gas Russia ke pasar Eropa melewati Ukraina. Coba bayangkan, di suatu negara yang sedang mengalami kesulitan, kemudian di depan matanya ada barang nganggur (gas dari Russia) yang dibutuhkan dan bisa diambil semudah membuka kran saja. Tidak perlu imaginasi terlalu jauh untuk membayangkan bahwa gas Russia ini dicuri oleh (rakyat) Ukraina, dalam arti kran dibuka tetapi tidak mau bayar. Jadi Russia harus tekor alias merugi. Pemasukan dari gas tidak hanya berkurang karena turunnya harga gas, tetapi juga karena volume penjualannya turun. Angka-angka bisa dilihat lebih detail di Currency Wars : The Dollar Strikes Back

Rupiah: 15,000 Alasan US Dollar Akan Menguat

Kenapa Norwegia tidak dikatakan sebagai fragile, padahal mata uangnya juga babak belur. Bahkan krone lebih babak belur dibandingkan dengan rupiah. Mungkin hanya sekedar pilih kasih dari para wartawan dan pengamat ekonomi. Kalau seorang penulis menjuluki dan memberi label salah satu negara maju, seperti Norwegia sebagai fragile, maka ia mempertaruhkan reputasinya sebagai analis/penulis. Secara umum penulis/analis akan mencari aman.
US dollar akan terus menguat karena Rp 15,000 alasan. Kenapa namanya 15,000 alasan......, itu cuma penamaan EOWI saja. Kita akan bahas mengenai rupiah di akhir tulisan ini. Penempatan ini sekedar untuk membuat pembaca penasaran. Apalagi dengan judul 15,000 alasan.

Masih Pilihan Menarik: Bond Pemerintah US

Menurut EOWI saat ini treasury bond US dollar adalah sektor investasi yang baik dan aman. Banyak orang; analis, pejabat pemerintah, politikus dan komentator TV mengatakan bahwa penguatan US dollar karena the Fed akan menghentikan QE (Quantitative Easing dan/atau ekonomi Amerika Serikat membaik. Sebagai implikasi lanjutannya adalah bahwa the Fed (bank sentral US) akan menaikkan suku bunganya. Dan ini akan mengimbas ke yield surat obligasi pemerintah US. Artinya yieldnya akan naik dan artinya nilai bond ini turun.
Entah siapa yang memulai ide atau konsep/opini ini Tetapi nampaknya ada seseorang yang memulainya (mengatakannya), kemudian di-beo-kan oleh yang lain, termasuk oleh presiden dan wakil kita.
Pendapat EOWI, suku bunga US tidak akan banyak naik, bahkan cenderung turun untuk jangka waktu yang cukup lama, setidaknya untuk tahun 2015 - 2016. Apakah the Fed akan menghentikan pembelian surat obligasi pemerintah US, entahlah....., itu suka-suka mereka. Tetapi hal ini tidak harus membuat suku bunga di US naik. Yield (suku bunga) surat obligasi pemerintah masih akan terus tertekan untuk jangka waktu yang lama. Itu adalah opini EOWI. Tentang ekonomi US membaik....., EOWI tidak percaya. Opini EOWI, di atas kertas (statistik resmi) ekonomi US membaik. Tingkat pengangguran menurun katanya, tetapi sebenarnya tidak. Statistik pemerintah yang disiarkan ke media masa adalah yang angka yang sudah dikasih makeup. Yang disebut tingkat pengangguran menurun adalah pengangguran dari work force (orang yang dianggap bisa bekerja) di dalam populasi warga berumur kerja (working age, 17 – 70 tahun) dan bisa berkerja. Di luar kategori itu, tidak dianggap work force, misalnya sudah lama menganggur, pensiun, dinyatakan tidak bisa kerja (misalnya karena sakit punggung, sakit pinggang, sakit aspal – asli tapi palsu) yang notabene meningkat semenjak krisis subprime 2008 lalu. Kenyataan yang sebenarnya tingkat orang yang berkerja dibandingkan dengan populasi tetap rendah. Singkatnya, ekonomi US tidak kemana-mana.
Jadi apa yang membuat US dollar menguat? Sebagai illustrasi, berikut ini adalah chart yield dari surat obligasi pemerintah yang negara-negara Eropa, Jepang dan US. Kita pilih saja bond pemerintah 10 tahun.
Chart - 10  Perbandingan yield US treasury dengan bond pemerintah negara maju lainnya
Yield (bunga) 10 yr TB US masih di atas 2%, sedang yang lainnya 1% atau lebih rendah lagi. Kalau di anggap bahwa negara-negara Prancis, Jerman, Swiss ini cukup dipercaya tidak akan ngemplang, maka pilihan para investor fixed income, tentunya akan jatuh pada US 10 treasury bond. US treasury bond lebih menarik bagi investor karena bunganya lebih tinggi. Itu saja alasannya
Kecuali Yunani, yield bond-bond pemerintah Euro pinggiran seperti Itali, Spanyol dan Portugal kurang lebih sama dengan Yield US T-bond (Chart-11). Padahal dalam segi resiko, US Treasury dianggap lebih tidak/kurang beresiko. Investor yang prudent (waras dan berhati-hati) akan memilih US trasury dibandingkan dengan bond pemerintah Spanyol atau Portugal atau Yunani. Saya sendiri akan lebih menghargai bond pemerintah Indonesia yang yieldnya bisa mencapai 7% dibandingkan dengan bond pemerintah euro pinggiran ini. Patut diduga tertekannya yield bond pemerintah euro pinggiran ini karena bank sentral Eropa membeli secara terus menerus bond pemerintah euro pinggiran. Istilahnya pasar bond Eropa digoreng oleh bank sentral Eropa. Bubble di sektor bond ini sewaktu-waktu akan pecah.
Chart - 11 Perbandingan yield US treasury dengan bond pemerintah euro pinggiran
Untuk tahun kambing kayu 4713 ini, bond pemerintah US  masih dianggap baik untuk dikoleksi. Investor akan memindahkan portfolio bond nya ke US treasury, sehingga permintaah US dollar akan tetap bisa dipertahankan. Selanjutnya diharapkan US dollar masih akan terus menguat.  

The Fragile Five dan 15,000 Alasan

Rupiah, dibandingkan dengan mata uang the fragile five, termasuk yang alot dan kedot. Depresiasi rupiah terhadap US dollar dihitung sejak tahun 2011 (akhir dari comodity secular bull market) tidak separah mata uang the fragile five. Tetapi, kalau dilihat lebih cermat, tidak ada yang istimewa dari Indonesia, dibandingkan dengan the fragile five.
Rupiah hanya terdepresiasi sebesar 34% saja terhadap US dollar (Chart – 12). Dibandingkan dengan real Brazil (46%), rand Afrika Selatan (45%) dan lira Turki (40%), depresiasi rupiah yang hanya 34% ini termasuk kecil. Apakah ekonomi Indonesia sedemikian kuatnya? Lalu kenapa ada yang menamakan dan mengkategorikan Indonesia ke dalam the fragile five? Ataukah pemerintah sedang berusaha mati-matian mempertahankan nilai rupiah dan sampai saat ini masih punya tenaga untuk mempertahankannya?
Chart - 12  Rupiah yang kedot dan alot
EOWI tidak tahu jawaban yang sebenarnya. Tetapi jika pemerintah dengan sengaja mempertahankan rupiah, maka ini tindakan yang tolol (kecuali ada tujuan-tujuan yang dilatar belakangi oleh nepotisme, yakni menguntungkan konco-konco di sektor bisnis dengan biaya pembayar pajak).
Ukuran besar atau kecil adalah relatif. Oleh sebab itu, pembanding depresiasi rupiah harus ada. Untuk itu, silahkan renungkan pertanyaan ini:
“Apakah Indonesia lebih mirip dengan Norwegia (depresiasi sebesar 34% dalam 5 tahun ini), atau Australia (27%), atau Canada (25%), atau Iran (63%) atau Russia (55.%) atau Brazil dan Afrika Selatan (45%)?”
Menurut EOWI, Indonesia secara ekonomi mirip dengan Afrika Selatan dan Brazil, yaitu lebih bergantung pada sektor komoditi dan pertambangan, serta dipersepsikan sebagai negara dengan laju pertumbuhan yang tinggi (mukjizat) selama dekade 2000an. Dana asing meluruk ke negara-negara ini mencari peluang bisnis. Tetapi harus diingat, ketika arus balik melanda negara-negara ini, seharusnya depresiasi rupiah akan mempunyai alur jalan yang sama dengan real Brazil dan rand Afrika Selatan, yaitu depresiasi sebesar 45%, pada saat ini. Artinya saat ini rupiah yang masih bertengger di level Rp 12,800 per US dollar masih over-value. Nilai tukar Rp15,500 per US dollar adalah nilai wajar saat ini. Sehingga ada jurang selebar 18% yang harus ditutup. Oleh sebab itu EOWI meramalkan dalam tahun kambing kayu 4713 gap ini akan tertutup dan nilai tukar rupiah akan ke Rp 15,500 per US dollar.
Chart - 13 Rand Afrika Selatan yang menyaingi real Brazil
Memang hambatan ada faktor psikologis yang harus ditembus di benak kalangan pemerintah dan juga investor. Level Rp 14,000 Rp 15,000 adalah level yang dikaitkan dengan trauma sejarah krismon tahun 1998, yang memakan korban jiwa, harta, penderitaan dan kesengsaraan dimana siapapun enggan untuk kembali ke masa itu. Level ini akan menjadi resistan yang kuat. Dikalangan otoritas keuangan dan pemerintah, akan berpikir bahwa level ini harus dijaga sebab kalau bisa tertembus maka kepercayaan rakyat akan hilang. Sedangkan di kalangan investor ada kepercayaan bahwa level ini akan dijaga oleh pemerintah sampai titik darah penghabisan. Tetapi alam akan berjalan mengikuti jalurnya. Tidak ada yang bisa membendung prahara dan tsunami 2014 – 2020. Menahannya untuk sementara mungkin bisa. Tetapi untuk membendungnya untuk selamanya........sangat meragukan. Bahkan hanya membuang-buang resources saja. Pada akhirnya level ini akan tembus dan pada saat itu Imam Semar bergembira ria.
Sekian dulu......, sampai lain kali. Jaga kesehatan dan tabungan anda baik-baik.



Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Sunday, February 8, 2015

Pecat Pembantu Indonesia mu (Fire Your Indonesian Maid)



(Paska Gejolak 2014 – 2020: Budak Sudah Datang, Pecat Pegawaimu)


Di awal bulan Februari 2015, jajaran pemerintahan kebakaran jenggot karena ada advertensi vacuum cleaner di Malaysia yang berbunyi:
Fire Your Indonesian Maid Now!
Pecat pembantu Indonesia mu Sekarang Juga!
Maksudnya mungkin, vacuum cleaner yang ditawarkan bisa menggantikan pembantu. Dan advertensi ini, menurut orang-orang di  jajaran pemerintahan, menyinggung harga diri bangsa.
Sepanjang sejarah, posisi budak selalu ada dalam peradaban. Secara perlahan-lahan budak hilang secara formal, tetapi secara fungsi masih ada. Mereka yang punya uang, akan terus memerlukan layanan dan status dilayani. Para aktivis kiri, leftists, sering memadankan posisi pembantu sebagai posisi budak. Pemadanan ini hanyalah menunjukkan bahwa posisi pembantu (dan buruh kasar) tidak banyak mempunyai posisi tawar (bargaining position). Jumlah manusia yang memiliki skill, keterampilan seperti mereka sangat banyak, dan bisa dikatakan melebihi permintaan. Secara sepintas pemilik skill semacam ini punya keterpaksaan untuk bekerja dengan gaji minimal. Mereka terpaksa menelan tawaran gaji yang diberikan oleh calom majikannya tanda banyak pilihan.
Ketiadaan pilihan ini sebenarnya tidak boleh dianggap sebagai persyaratan cukup (sufficient condition, ini jargon matematika dan ilmu logika) untuk mengkelasifikasikan pembantu ke dalam golongan budak. Saya juga tidak saat ini tidak (mungkin belum) punya pilihan lain kecuali bekerja untuk perusahaan tempat saya berkerja sekarang. Dan saya tidak sendiri. Dengan harga minyak yang cenderung menurun dari puncaknya di $145 pada 11-Juli-2008, perusahaan eksplorasi dan eksploitasi semakin berhati-hati dalam rekruitmen. Apalagi sejak, kejatuhan yang dimulai pada bulan Juni 2014 yang kemudian menembus level $50, pindah kerja dan bargaining power pekerja semakin kecil. Yang saya inginkan sangat sederhana yaitu 4 tahun kontrak dan tingkat gaji di level 2 tahun lalu serta dalam US dollar. Jadi dengan terpaksa kita harus menelan apa yang ditawarkan, walaupun tidak suka dan dengan ganjalan di hati.
Bagi yang berani, mereka mencari tempat dimana mereka punya bargaining position yang lebih baik, menjadi TKW/TKI di Malaysia, Singapura, Hongkong dan Timur-Tengah. Ini tidak berlaku untuk saya dan teman-teman professional lainnya, karena lowongan pekerjaan di sana sedang menyempit.
Gejolak dan goncangan ekonomi, sering kali melahirkan kultur baru. Penyerapan kultur-kultur baru adalah sebagai akibat dari proses alam, yang kadang-kadang disebut dengan proses modernisasi. Penyerapan atau adopsi dari inovasi-inovasi yang ada akan dipercepat dengan adanya krisis dan goncangan ekonomi. Inovasi-invovasi yang sudah ada tetapi belum bisa diserap oleh budaya masyarakat akan diserap dan menjadi standard menjadi umum. Gerakan
“Pecat pembantumu, budakmu telah datang”
bukan mustahil akan menjadi trend di masa yang tidak lama lagi. Teknologinya sudah diperkenalkan. Bukan hanya pembantu yang terkena tetapi supir, tukang bangunan, dokter, dosen. Dan mereka akan digantikan oleh budak-budak modern. Yang sudah terjadi adalah pecat (sebagian) teller bank dan pramuniaga mu. Ini merupakan bagian proses perjalanan alam yang tidak bisa dibendung.
Setahun yang lalu, saya masih mempunyai 7 domestic helpers, yaitu 2 orang supir, 2 orang pembantu wanita, 1 orang tukang kebun merangkap pembersih rumah, serta 2 orang satpam. Sedangkan anggota keluarga hanya 4 orang yaitu saya istri dan seorang anak serta seorang mertua. Saya memang sudah lama merencanakan mengurangi budget pengeluaran. Dan untuk itu saya membeli rumah yang ukurannya lebih kecil dengan halaman yang lebih luas atau sama, yaitu 1000 – 2000 meter persegi. Penataan rumah di rencanakan sedemikian rupa sehingga pengeluaran bisa ditekan. Berikut ini beberapa pokok perubahan:
  1. Pintu gerbang dan garasi elektronik, yang tidak memerlukan orang untuk membuka atau menutupnya ketika mobil masuk
  2. Dua (2) anjing doberman sebagai penjaga keamanan
  3. Lampu-lampu diganti dengan lampu LED yang pemakaian listriknya rendah. Lampu-lampu halaman dan yang ada di luar rumah, dipasangi sensor cahaya, yang akan menyalakan lampu ketika hari gelap dan mematikannya ketika hari terang secara otomatis.
  4. Rumput taman adalah rumput gajah-mini yang tidak perlu sering-sering dipotong, serta tanaman yang tidak perlu banyak perawatan
Sekarang domestic helpers saya tinggal 2 orang saja. Keduanya adalah supir. Yang satu bertugas mengantar saya ke kantor. Yang lain untuk di rumah dan merangkap sebagai tukang bersih rumah serta halaman. Untuk yang terakhir ini orangnya rajin dan tidak gengsi. Karena pekerjaannya banyak, maka gajinyapun lebih besar dari pada rekan-rekannya. Sebenarnya saya masih perlu 1 pembantu lagi, tetapi tidak terlalu essensial. Oleh sebab itu istri saya mencarinya dengan santai saja.
Ada beberapa hal yang masih dalam perencanaan, yaitu membeli robot vacuum cleaner, sedangkan mesin cuci piring, mesin strika skala industri, serta beberapa mesin lagi masih dalam fase evaluasi. Dengan anak 1 orang dan jarang makan di rumah, istri jarang masak, maka justifikasi mesin cuci piring agak sulit. Catatan: istri dan saya tidak makan malam, sedangkan makan siang dan sarapan tidak di rumah. Sedangkan anak sarapan di mobil dan masih makan malam. Untuk strika baju (pekerjaan yang menyebalkan), juga sulit membuat justifikasi karena kecilnya volume baju yang harus distrika. Akan lebih ekonomis jika dikirimkan saja ke laudry-kiloan.
Perubahan suasana yang cukup besar seperti yang saya alami memerlukan kesiapan mental. Hal ini saya lakukan secara bertahap. Pada akhirnya nanti, banyak pekerjaan di rumah akan dilakukan oleh mesin dan robot.
Suatu hal yang positif mengenai robot dan mesin adalah mereka tidak punya serikat buruh, tidak menuntut kenaikan gaji, tidak mogok kerja, berkerja dengan persisi tinggi dan aggresif (mengerjakan sesuatu dengan cepat tanpa mengenal bosan) cocok untuk produksi dan pelayanan massal. Dan ini (robot-robot) akan menjadi pilihan di masa datang. Beberapa applikasi saat ini dan dimasa lalu seakan menjadi prelude atau pembukaan menuju masa datang.
Kalau pembantu sering diassosiasikan dengan budak, maka robot adalah budak yang sesungguhnya. Secara etimologi, kata robot berasal dari bahasa Ceko robotnik yang artinya budak. Kata ini dipopulerkan oleh Karel Capek, melalui sandiwara teaternya tahun 1920 yang berjudul “R.U.R” – singkatan dari “Rossum’s Universal Robots”.
Adanya advertensi Fire Your Indonesian Maid Now! Di Malaysia secara kebetulan bisa membangkitkan pikiran EOWI kristalkan pemikiran-pemikiran untuk laman Paska Gejolak 2014 - 2020 dan mewujudkan dalam bentuk tulisan dengan alur cerita yang baik. Sebagai ekor dari gejolak ekonomi 2014 – 2020, pelaku bisnis akan mencari jalan untuk menekan biaya dan melakukan berbagai effisiensi. Tidak hanya kalangan manufakturing, tetapi juga kalangan rumah tangga dan konsumen akan mengadopsi robot dan otomatisasi. Apa yang saya lakukan untuk mengurangi domestic helpers dari 7 menjadi 3 orang adalah langkah awal. Insya Allah akan ada beberapa seri tulisan yang bertema: Paska Gejolak 2014 – 2020: Pecat, Pecat, dan Ganti dengan Budak

Pecat  Para Teller Bank (Tahun 1998 – 2000)

Dulu, tahun 1982, ketika saya masih kuliah di Toronto, Canada, saya sudah menggunakan kartu ATM untuk menarik uang atau mendeposit check. Tentu saja pada masa itu ATM hanya ditempatkan di depan bank dan tidak betebaran dimana-mana karena internet belum ada. Pada masa itu LAN (local area networks) sudah ada. Kemungkinan ATM-ATM itu dihubungkan ke pusat pencatatan (database) dengan LAN.
Ketika saya kembali ke Indonesia di akhir tahun 1985, saya bekerja di sebuah perusahaan, gaji saya masih dibagikan di dalam amplop coklat, setiap bulan. Kemudian sebagian saya berikan ke istri dan sebagian saya simpan di laci lemari baju yang berkunci. Pada saat itu, punya rekening bank di Indonesia masih belum membudaya. Paling-paling hanya rekening tabungan yang ribet. Bagaimana tidak dibilang ribet, kalau punya duit harus setor ke bank yang memakan waktu 60 menit termasuk menunggu antrian. Kalau perlu uang, maka harus ke bank lagi untuk menarik uang. Terlalu banyak waktu yang habis untuk bolak-balik ke bank. Hanya yang berbisnis saja yang diuntungkan oleh rekening giro dengan kemudahan check sehingga tidak perlu bolak-balik ke bank untuk bertransaksi. Cukup dengan menggunakan check saja.
Saya menggunakan bank kembali ketika dipindah ke Singapore tahun 1988, karena gaji saya tidak dibagikan di dalam amplop coklat, melainkan ditransfer ke rekening di bank.
Saya baru punya rekening bank di Indonesia tahun 1992, ketika perusahaan tempat saya bekerja memberlakukan pembagian gaji dengan transfer bank. Tetapi ATM masih belum ada.
Tahun 1997, saya pindah ke Scotland, UK. Disana kartu ATM, debit card sudah membudaya. Waktu itu bank saya adalah Westminster Bank. Awalnya saya agak gumun (Bhs. Jawa yang artinya terkagum-kagum) dengan kartu yang berlaku tidak hanya di ATM di depan bank tetapi dimana-mana itu. (Harap maklum, karena Internet di Indonesia waktu itu masih baru). Debit card atau kartu ATM yang dikeluarkan oleh bank-bank Inggris (UK), berlaku di semua tempat yang ada jaringan ATMnya, dari mulai UK, Polandia, Prancis, Belanda, Turki, Jordania,......sampai ke Saudi Arabia. Yang terakhir ini sering macet (waktu itu). Walaupun saya punya kartu kredit dan traveller check, tetapi jika sedang jalan-jalan ke negara-negara Eropa, Timur Jauh (Turki) dan Arab, praktis kartu debit lah yang saya gunakan, karena tidak perlu menunjukkan identitas diri (pasport).
Ketika saya kembali ke Indonesia, tahun 2000, bank-bank yang berhasil lolos dari krismon, sudah mulai mengadopsi budaya ATM.  
Bisa dibayangkan bagaimana lambatnya suatu masyarakat (Indonesia misalnya) untuk bisa mengadopsi suatu teknologi. Untuk memulainya perlu adanya pemicu. Pada kasus ATM di Indonesia, pemicunya adalah krisis moneter yang memaksa bank-bank untuk mengurangi (baca: memecat) pegawainya sebagai bagian dari effisiensi. ATM adalah robot, budak yang bekerja 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Tidak ada hari libur bagi budak bank ini. ATM loyal pada majikannya (tidak punya keinginan pindah majikan), tidak pernah menuntut kenaikan gaji atau menuntut uang pesangon ketika diPHK atau dipensiunkan. Mana ada teller bank manusia yang mau bekerja seperti ATM. Tetapi bagi bank di Indonesia, perlu waktu lebih dari 3 dekade (30 tahun) untuk menyadari hal ini. Sebagai catatan, ATM yang pertama diinstall adalah di Inggris pada tahun 1967.
Pemandangan di bank-bank saat ini berbeda dengan saat 30 tahun lalu (tahun 70an) dan sebelumnya. Dulu, 30 tahun lalu dan sebelumnya, bank selalu penuh antrian. Terlebih pada saat pergantian bulan, saat gajian, dimana sebagian orang akan menyetorkan uang tabungannya, atau mengambil uang untuk membayar gaji. Sekarang di dalam bank-bank jauh lebih sepi. Tidak banyak loket-loket (counter) yang melayani nasabah. Tidak banyak teller yang diperlukan. Saya ingat, tahun 1970an ketika saya setiap bulan mengambil kiriman uang dari orang tua di bank Panin di jalan Otista Bandung. Bank itu punya 25 loket pelayanan!!! Dan bagi saya perlu waktu 1 jam untuk mengambil uang. Saat ini, bank-bank seringnya sepi nasabah yang melakukan transaksi. Mungkin ada kekecualian bagi BCA, yang antriannya hampir selalu panjang. Sampai-sampai teman-teman saya memelesetkan akronim BCA menjadi Bank Capek Antri. Entah kenapa, BCA tidak ikut “ATM Bersama”, sehingga nasabahnya bisa menggunakan ATM bank-bank lain tanpa dikenakan biaya. Mungkin hanya karena jajaran managemennya sombong.
ATM adalah hal yang sederhana, robot yang merubah tata-kerja suatu bisnis. Dulu bank-bank memerlukan banyak pegawai teller.Ketika management bank tersadarkan akibat krisis moneter, mereka kemudian menggantikan pegawainya (teller) dengan robot, mesin-budak yang bisa bekerja 24 sehari, 7 hari seminggu tanpa mengenal lelah, tidak pernah mogok/protes, tidak pernah minta kenaikan gaji dan tidak punya serikat buruh.
Sekian dulu, sampai nanti di lain topik tentang pecat pegawaimu dan gantikan dengan mesin budak alias robot. Pecat pramuniagamu, pecat perakit mobil, pecat pembantumu, pecat supirmu, pecat pegawai delivery-mu, pecat jagalmu, pecat tukang bangunanmu, pecat doktermu, pecat dosenmu......, pecat, pecat, pecat.


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.