JURUS YANG DIMAINKAN EOWI


Masuk posisi di short POOL, PFCB dengan jurus cakar beruang
_________________________________________

Untuk di renungkan:

Karl Mark, Das Kapital & Depresi Ekonomi
" owners of capital will stimulate the working class to buy more and more of expensive goods, houses and technology, pushing them to take more and more expensive credits, until their debt becomes unbearable. The unpaid debt will lead to bankruptcy of banks, which will have to be nationalised and the state will have to take the road which will eventually lead to communism" Karl Marx Das Kapital 1867

Undang-Undang Penjaminan Simpanan/Deposit
Pernyataan di LPS:
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan dan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2008 tentang Besaran Nilai Simpanan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan, sejak tanggal 13 Oktober 2008, nilai Simpanan yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank paling banyak Rp2.000.000.000,- (dua miliar rupiah).

Kesimpulan:
1. Pemerintah tidak menjamin nilai riil uang anda agar supaya tetap. Hanya nominalnya saja yang tetap.

2. Pemerintah tidak mengatakan bahwa deposit anda tidak akan dibekukan. Uang anda akan utuh di bank tetapi tidak bisa diambil kalau pemerintah memutuskan untuk dibekukan.

Bagaimana bisa menanggung Rp 268.6 trilliun deposit nasabah yang ada kalau modalnya kurang dari 3%?

Untuk kasus Bank Century...., tiba-tiba dalam 1 tahun modal LPS naik dari Rp 7 triliun ke Rp 14 triliun, dan dipakai untuk 'menolong' Bank Century Rp 6.7 triliun. Dari mana datangnya Rp 7 triliun dalam 1 tahun ini. Hebat amat LPS bisa tumbuh 100% dalam 1 tahun. Mungkin dapat hibah dari pemerintah. Dan kwitansi hibah itu nantinya ditagih dalam bentuk pajak atau mencetak duit.......


Makna Demokrasi
Hasil Pilkada DKI:
Pemilih Terdaftar: 5.719.285
Fauzi Bowo: 2.010.545 (35.1%)
Adang: 1.467.737 (25.7%)
Tidak Memilih: 2.241.003 (39.2%)
Pemenangnya Kursi Kosong. Kenapa Fauzi Bowo jadi gubernur?


Makna Keadilan
Gigi dibayar gigi
Mata dibayar mata
Hutang Nyawa dibayar nyawa,

Hutang Emas dibayar emas dengan jumlah sama
Hutang pencemaran nama baik dibayar dengan pencemaran nama baik

Tetapi.., pengADILan menetapkan bahwa TIME harus bayar Rp 1 triliyun kepada pak Harto untuk hutang pencemaran nama baik..., (mungkin peradilan harus ganti nama menjadi per-TIDAK-ADIL-an)

Demokrasi dan Pajak
Oman, Qatar, Kuwait, Arab Saudi punya persamaan bahwa disana tidak ada pajak dan tidak ada pemilihan umum.


Untuk warga negara US, mereka wajib membayar pajak US dimana saja mereka tinggal dan cari nafkah dan walaupun sudah menanggalkan kewarganegaraan US nya masih harus terus membayar pajak sampai 10 tahun.

___________________________________________


Pengumuman

Akan ke Singapore dari 15 Oktober 2009 - 20 November 2009

_____ooOoo_____

BREAKING NEWS


----ooOoo----

Trading Alert:


Musik Minggu Ini: If I Had a Rocket Launcer

Loading...

Video Bar

Loading...

Wednesday, November 11, 2009

ANALOG BULL MARKET EMAS TAHUN 70AN??

Gambar ini berbicara sendiri,.........


Klik chart untuk memperbesar.

Ilmu gathuk-gathuk orang Jawa sama sekali bukan science. Jadi kalau kenyataannya tidak cocok dan ramalan salah, jangan diprotes.


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Sunday, November 8, 2009

PENGUATAN US DOLLAR MEMBANGUN FONDASI

PENGUATAN US DOLLAR MEMBANGUN FONDASI
Fokus Ekonomi Orang Waras dan Investasi (EOWI) selama beberapa minggu ini adalah penguatan US dollar dan segala dampaknya. Penguatan dollar yang besar akan banyak pengaruhnya terhadap pengeluaran, gaji, harga-harga, dan hidup anda. Oleh sebab itu penguatan dollar kali ini jangan diabaikan. Penguatan ini bukan dari Rp 9000 ke Rp 12,000 per US dollar seperti yang terjadi antara 2007 – 2009. Penguatan US dollar 2009 – 2010 (bisa sampai 2011) ini akan lebih besar lagi.

Proses ini akan memakan waktu dalam bilangan bulan, antara 8 – 24 bulan. Konsumen di Indonesia akan terkena dampaknya. Kalau anda mau membeli komputer atau barang elektronik, anda harus memikirkannya dari sekarang. Dalam hal siklus jangka menengah seperti ini EOWI membahas US dollar ini terutama untuk konsumsi investor jangka menengah dan bukan trader. Tetapi ada implikasinya terhadap trader. Paling tidak trader akan mengetahui arah pasar modal dan pasar uang jangka menengah yang bisa berlangsung antara 8 – 24 bulan.

Dalam artikel UANG KERTAS, UANG SEJATI, UANG ELEKTRONIK & KREDIT (HUTANG) - kami menerangkan mekanisme fundamental, kenapa US dollar bisa (harus) menguat. Intinya adalah kolapsnya kredit. Harus diingat ada perbedaan antara kredit, uang fiat (kertas) dan uang sejati (emas). Ini telah diterangkan pada artikel tersebut di atas. Kredit bisa berkontraksi, uang kertas seringnya berekspansi dan jarang berkontraksi jumlahnya. Oleh sebab itu, dalam relevansinya dengan kondisi sekarang, walaupun the Fed mencetak uang dengan melakukan monetesasi hutang pemerintah, saat ini di US yang terjadi adalah pengkerutan kredit & uang (lawan dari ekspansi kredit) sebesar –3%. Dan ini masih mengalami percepatan. Ini disebabkan karena laju monetesasi hutang yang dilakukan pemerintah US dan the Fed masih kalah cepat dengan kolapsnya kredit. Dengan adanya perngkerutan kredit dan uang sebesar –3% pertahun ($ 1.5 trilliun), bisa disimpulkan bahwa krisis kredit yang akan datang akan lebih berat dari pada yang sebelumnya dimana kredit dan uang masih berekspansi.

Seperti dikatakan bahwa sebelumnya US dollar juga mengalami penguatan selama krisis kredit 2007 – 2009, sehingga terhadap rupiah dari Rp 9000 dan pernah mencapai Rp 12000 per US dollar, dan ini akan terulang lagi. Tetapi kali ini akan lebih dahsyat lagi. US dollar tidak hanya menguat terhadapi mata uang, tetapi juga terhadap emas. Kalau sebelumnya emas bisa terhempas sampai $681, pada gelombang tsunami tahun 2009 – 2010, emas akan terhempas lebih keras lagi. Gelombang jatuh temponya ARM (Adjustable Rate Mortgage) dan runtuhnya sektor real estate komersial, menjadi mesin penggerak tsunami krisis berikutnya. Seperti tsunami yang pertama, saham, emas, bahan komoditi, mata uang, mengalami penurunan relatif terhadap US dollar. Yen walaupun termasuk yang mengalami deleveraging, tetapi penguatannya tidak sejelas US dollar pada tsunami gelombang I tahun 2007 - 2009.

Pada saat ini penguatan US dollar masih dalam tahap membangun fondasi. Kalau dilihat ETF (Exchange Traded Fund) US dollar UUP sudah keluar dari pola trading segitiga menurunnya. Setelah keluar dari pola seperti ini, harga saham punya 90% peluang untuk meluncur ke atas. Untuk UUP terlihat bullish engulfing candle, dengan volume trading yang besar. Volume naik dari rata-rata 5 juta saham, melonjak menjadi 15 juta saham (lihat Chart-1). Memang pada perdagangan mata uang sendiri, US dollar malah turun (lihat Chart-2) dan tertahan di supportnya. Dengan kata lain ada perbedaan antara ETF dollar dan indeks dollar. Terlepas dari penguatan UUP, penurunan US dollar ini sesuai dengan perkiraan saya yang ditulis minggu lalu, pada Chart-1 MARKET UPDATE: NOV 1, 2009. Penurunan seperti ini biasa untuk mentest support sebelum melaju naik.


Chart 1

Ada pertanyaan yang mengganggu, yaitu: “apakah US$ masih bisa kembali melemah dan turun nilainya”. Jawabnya: “sulit”. Pertama bahwa pola trading segitiga menurun, 90% akan berakhir dengan penguatan harga. Kedua, posisi trading range US$ sudah sangat sempit. Jadi harus keluar dari pola trading segitiga menurunnya (Chart-1 dan Chart-2). Dari segi pandangan Idiot wave, wave [5] sudah terlalu panjang (extended 5 wave), rasanya sulit untuk jatuh lebih dalam lagi. Oleh sebab itu, mau tidak mau US$ harus menguat. Dengan kata lain bahwa tembusnya dollar ke atas resistance nya bukan pembalikan arah yang palsu. Penguatan dollar akan terus berlangsung sampai target antara 90 – 120 pada indeks US dollar ($USD) tercapai, atau Rp 13,000 – Rp 15,000. Bisa saja US dollar menyentuh Rp 20,000 jika terjadi panik. Kejadian seperti ini tidak bisa diabaikan. Ini dikarenakan oleh karakter wave 3 yang biasanya agak brutal dan panjang. Ini sudah bisa dilihat dari bullish engulfing candle pada UUP yang terjadi pada hari Kamis 5 November 2009 dimana fluktuasi harga mencapai 22.45 – 23.15 atau 3%. Itu termasuk sangat volatile. Hal ini bisa berlanjut sampai akhir wave 3.


Chart 2

EMAS & PERAK TIDAK SINKRON
Gejala lain yang mendukung adanya US dollar sedang membangun fondasinya untuk rally adalah pola trading di sektor logam mulia. Di sektor logam mulia, emas membuat rekor tertingginya $ 1100 melampaui rekor sebelumnya $ 1033 (Chart-3). Sedang perak tertahan di $18, di bawah rekor teringginya (thn 2008) $21 (Chart-4). Ini seperti non-confirmation artinya koreksi yang yang dimulai sejak Maret 2008, atau 20 bulan lalu masih bisa akan berlanjut. Rally yang dimulai sejak Nov 2008 adalah bagian dari koreksi. Dengan kata lain masih akan ada koreksi lagi di sektor logam mulia, kalau perak gagal membuat rekor tertinggi baru. Pendapat saya, peluang perak untuk membuat rekor di atas $ 21/oz adalah sangat kecil. Oleh sebab itu sampai sekarang tidak ada konfirmasi bahwa logam mulia akan terus rally.

Dari sudut analisa teknikal, emas masih bisa naik lagi. Fib resistance nya ada di $ 1244. Bisakah level ini? Untuk menjawab pertanyaan ini, harus diingat bahwa dalam 12 bulan ini, emas sudah rally sebanyak $ 481 atau 62%. Untuk mencapai $ 1244/oz artinya rally $ 543 atau 80%. Ini besar sekali untuk ukuran emas. Dan biasanya counter rally wave 4 dengan subwave ABC, puncak dari wave B tidak jauh dari akhir dari wave 3 ($ 945). Dengan kata lain saya tidak yakin bahwa level $1244 bisa dicapai.



Chart 3


Chart 4


Chart 5

TARGET HARGA EMAS
Berapakah target harga emas pada koreksi ini. Kemungkinan harga emas dalam rupiah tidak bergerak banyak. Bisa jadi naik. Tetapi dalam US dollar, emas akan turun drastis, lebih rendah dari koreksi tahun lalu. Target yang saya lihat adalah $ 600-$650/oz (Chart-6). Kalau anda mengatakan tidak mungkin, maka saya anjurkan untuk melihat data tahun 1975 – 1976. Dekade 70an adalah secular bull market untuk emas. Dan untuk tahun 1975 – 1976 terjadi koreksi sekitar 50%. Harga emas turun dari $200/oz ke $100/oz. Ini pelajaran bagi orang yang jantungnya lemah. Dia akan keluar dari pasar dan enggan kembali lagi. Padahal secular bull market untuk emas masih berjalan dan emas masih rally lagi ke $860/oz di tahun 1982. Koreksi yang dalam selalu terjadi di secular bull market. Dan untuk bull market emas 2000 – 20XX saat ini, koreksi yang dalam belum terjadi. Saya mengantisipasi koreksi ini sedang berlangsung.

Ditinjau dari sudut Idiot Wave, saat ini emas dalam primari counter rally wave 4 (W-4) yang nampaknya akan ada 3 wave (A-B-C) di dalam W-4 ini (Chart-6). Untuk menentukan akhir dari counter rally wave C Kita tidak bisa menggunakan chart logaritmik (Chart-5). Kalau menggunakan Chart-5 ini, maka targetnya adalah $700 - $750/oz. Dalam membuat target, saya lebih cenderung menggunakan chart yang linier (Chart-6). Karena secara teknikal, koreksi mendatang akan lebih dalam dari pada yang sebelumnya, wave C lebih dalam dari wave A. Artinya emas akan jatuh di bawah $681/oz (counter rally wave A). Dengan chart yang linier, target ini bisa nampak. Yaitu antara $600 - $650/oz untuk counter rally wave C.


Chart 6

Wave-C, W-4 ini demikian brutalnya bisa membuat investor yang setengah hati akan merasa kapok dan keluar dari pasar. Padahal secular bull market untuk emas dan logam mulia masih akan berlanjut dengan W-5 dan phase mania. Pada phase ini masyarakat umum akan ikut untuk disembelih oleh para professional investor dan pressional trader. W-5 dalam secular bull market emas sebelumnya hanya berlangsung selama 3 tahun dari 1976 akhir sampai awal 1980, dan harga emas mengalami kenaikan dari $100/oz ke $860/oz, atau 860%.

Sekian dulu. Jaga diri anda dan keluarga anda baik-baik, terutama untuk kesehatan, tabungan dan hasil jerih payah keringat anda.

Jakarta 7 November 2009.

Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Tuesday, November 3, 2009

MARKET UPDATE: NOV 1, 2009


DOLLAR BULL KELUAR DARI KANDANGNYA
Kelihatannya dollar bull sudah keluar dari segitiga trend menurunnya (lihat Chart-1). Masih ada kemungkinan (tetapi tidak menjamin) bahwa dollar akan men-test supportnya di sekitar 75.5 pada indeks dollar dan membentuk double bottom. Kalau mengikuti Elliot Wave, ada kemungkinan dollar sudah menyelesaikan wave (2) dan memulai wave (3) jika trendnya adalah trend naik 5 wave. Atau bisa juga sedang memulai wave C jika trendnya adalah 3 corrective waves. Saya cenderung mempunyai opini yang pertama. Karena saya melihat adanya kredit kolaps dalam US dollar (Chart-2). Dengan kata lain, secara fundamental US dollar harus menguat bukan hanya sekedar koreksi.

Jika wave yang sekarang ini adalah C corrective wave maka targetnya sedikit di atas 90. Jika sekarang ini wave (3) maka targetnya antara 100 – 120. Target ini kalau diterjemahkan dalam rupiah adalah Rp 12,500 – Rp 16,000. Dan diperkirakan target ini akan tercapai di akhir 2010.


Chart 1 (Klik chart untuk memperbesar)

Konfirmasi penguatan US dollar didukung oleh RSI yang sudah berada di atas 50 dan oleh MACDnya yang telah membentuk golden crossing.

Penguatan US dollar akan memperoleh percepatan ketika nanti para hedge-fund melakukan short covering. Dollar bull berada pada level terendahnya yaitu 3% sebulan lalu. Artinya, sebulan lalu banyak hedge-fund yang melakukan short, karena selama ini persepsinya US dollar akan terpuruk. Padahal kalau kita lihat lagi, banyak mata uang lain yang kondisinya lebih buruk dari pada US dollar. Kita akan lihat saja sampai para hedge-fund ini bisa bertahan di posisi short US dollarnya. Wave (3) biasanya ditandai dengan gerakan yang brutal. Sampai saat ini masih belum saya lihat.

Chart 2 (Klik chart untuk memperbesar)

KOREKSI DI BURSA SAHAM
Penguatan US dollar biasanya dibarengi dengan koreksi di bursa saham. Seperti pada artikel sebelumnya, bahwa saya sedang menunggu primary wave 3 (sebut saja P3) yang menurun. Kalau dilihat dari pergerakan pasar minggu lalu yang volatile (Chart-3), nampaknya P3 sudah dimulai. Indeks volatility VIX juga melonjak tajam. Indeks S&P (SPX) sudah keluar dari pola trading segitiga mendakinya (increasing bearish wedge). Tetapi untuk meyakinkanya, saya baru akan berani mengatakan bahwa P3 sudah dimulai jika SPX sudah menembus supportnya di 1020 (Chart-4). Pada Chart-4 saya hanya ingin mengatakan bahwa ada kemungkinan SPX membuat head and shoulders sebelum koreksi berlanjut.


Chart 3 (Klik chart untuk memperbesar)


Chart 4 (Klik chart untuk memperbesar)

EMAS BERTAHAN
Emas minggu kedepan tekanan jual diharapkan melemah. Commercial player menurunkan posisi shortnya di commitment of trade (COT, Chart-5). Demikian juga dengan perak. Grafik perdagangan emas menunjukkan bahwa emas belum keluar dari koridor trading yang menanjak (Chart-6). Tetapi nasib baik ini tidak dialami oleh saham-saham emas HUI (Chart-7). Jika terjadi divergen seperti ini, kemungkinan emas akan terseret jatuh juga nantinya.


Chart 5 (Klik chart untuk memperbesar)



Chart 6 (Klik chart untuk memperbesar)


Chart 7 (Klik chart untuk memperbesar)


Sekian dulu....., sampai nanti. Jaga kesehatan, tabungan dan investasi anda baik-baik.


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Tuesday, October 27, 2009

US$ BREAKS UP TREND MENURUNNYA

Kelihatannya US$ telah keluar dari bullish wedgenya yang menurun dan kelihatannya akan memulai trend mendaki. ETF dollar UUP pada perdagangan tadi malam waktu Indonesia, mencatat kenaikkan 0.70% dengan VOLUME YANG BESAR. Kemungkinan besar trading tadi malam adalah titik balik trend menurun US$. Jika UUP bisa melewati 23, atau indeks dollar mencapai 76.5, saya semakin yakin trend baru ini. Target saya adalah Rp 13,000 - Rp 15,000 atau 100 - 120 pada indeks dollar.


Klik chart untuk memperbesar)


Jika USD indeks bisa menembus 76.5 - 77, bukan tidak mungkin penguatan USD ini akan cepat, karena banyak yang melakukan short covering.

Emas juga turun cukup dalam tadi malam. Walaupun emas masih punya peluang naik lagi sampai 1150 untuk jangka waktu pendek ini, tetapi peluangnya kecil. Produser emas (commercial), siap membanjiri pasar dengan barang mereka. Committment of trade (COT) menunjukkan Commercial Trader semakin membanjir untuk menjual.



(Klik chart untuk memperbesar)


(Klik chart untuk memperbesar)


Good luck.........



Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Sunday, October 25, 2009

MITOS PERANG SEBAGAI OBAT DEPRESI EKONOMI

KONFRONTASI GANYANG MALAYSIA
Di Orchard Rd Singapura, di sebelah Dhoby Gout stasiun subway, ada gedung yang bernama “MacDonald House”. MacDonald House ini punya kaitan sejarah dengan Indonesia. Pada tanggal 10 Maret 1965, terjadi pemboman yang memakan korban dua orang mati dan melukai 33 orang. Peledakan itu dilakukan oleh dua orang marinir Indonesia Usman dan Harun. Kedua marinir ini tertangkap dan akhirnya dijatuhi hukuman gantung di Singapura. Kedua anggota marinir ini adalah dua dari ribuan pasukan Indonesia yang tewas pada saat perang dengan Malaysia (Singapore dulunya adalah bagian dari Federasi Malaysia). Dipihak tentara Indonesia korbannya dalam hitungan ribuan ditambah dengan sukarelawan – tentara tidak resmi Indonesia.

Resminya konfrontasi ganyang Malaysia (1962 – 1966) yang dicanangkan oleh Presiden, Pangti ABRI, Panglima Besar Revolusi, presiden Sukarno adalah dilatar belakangi oleh pembentukan negara federasi Malaysia yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil di Semenanjung Malaysia, Singapura, Sabah dan Serawak yang tidak disetujui oleh Sukarno. Itu yang dicatat oleh sejarah. Orang yang waras akan bertanya, apa urusan Indonesia dengan pembentukan negara Federasi yang mencakup Sabah dan Serawak di samping Semenanjung Malaysia dan Singapura? Bukankah Indonesia mengemukakan perdamaian dunia menurut Undang-Undang Dasar 45?

Dalam sejarah Romawi dikenal istilah bread & circus (roti dan sirkus). Untuk menyenangkan rakyatnya para politikus harus memberikan roti (pangan) kepada rakyatnya disamping juga pertunjukkan, tontonan alias sirkus. Mereka jumpalitan di panggung politik bak bermain sirkus. Persoalannya jika roti untuk rakyat berkurang, istilah untuk ekonomi yang memburuk dan mencari pangan menjadi sulit, politikus akan memperseru sirkusnya, sebagai usaha pengalihan perhatian atas ketidak becusannya mengatur negara.

Kalau rakyat minta roti, beri mereka sirkus” kata kaisar Nero. Maksudnya kalau kalau rakyat mempertanyakan kondisi ekonomi yang memburuk, maka perhatian harus diubah ke tontonan lain. Mulanya mereka bisa bermain dengan statistik. Tetapi yang namanya statistik hanya merubah penampilan angka-angka, dan tidak merubah kenyataan kesengsaraan hidup. Kemudian bisa beralih ke yang lain, seperti perang. Sayangnya ketika para politikus bermain sirkus, mereka juga perlu makan lebih banyak. Porsi roti untuk rakyat semakin berkurang. Kesengsaraan akan bertambah.

Sukarno pada tahun ‘50an, bahkan sejak kemerdekaan, sudah mengalami kesulitan dalam bidang ekonomi. Hanya saja pada masa perang kemerdekaan, sirkus perang kemerdekaan cukup seru dan memukau sehingga rakyat bersedia menderita dan melupakan rotinya. Ketika perjanjian Meja Bundar mengenai penghentian peperangan dengan Belanda sudah ditanda-tangani, artinya sirkus sudah selesai. Orang segenerasi nenek saya mulai bertanya: “Kapan merdekanya selesai?”. Maksudnya, kapan mereka bisa kembali kepada kondisi sebelum pendudukan Jepang. Masa sebelum pendudukan Jepang dikenal oleh mereka sebagai “jaman normal”. Itulah jaman yang mereka kenal sebagai jaman idaman.

Ketidak becusan Sukarno di bidang ekonomi diperlihatkan dengan tingginya inflasi yang menyebabkan diberlakukan dua tindakan keuangan, yaitu:

1. Gunting Sjafruddin: Rp 10 ORI (Oeang RI) menjadi Rp 5 GS (Gunting Sjafrudin) pada bulan Maret 1950.
2. Sanering: Rp 10 GS menjadi Rp 1 Orla pada tanggal 25 Agustus 1959.

Tentu saja kedua tindakan ini tidak bisa memperbaiki ekonomi. Sirkus harus dimainkan. Kebetulan Sukarno seorang orator yang baik, seperti Hitler, Kennedy, Obama atau Nasser, sirkus yang dimainkan berupa pidato-pidato yang bersemangat bisa memukau penonton. Tidak hanya itu, perang dikobarkan Trikora melawan Belanda untuk merebut Irian Barat, dan Dwikora untuk mencampuri urusan negara tetangga Malaysia. Demikian memukaunya banyak yang terseret ikut ke medan perang. Herannya tidak ada yang tahu bahwa Sukarno telah melanggar UUD 45: ........dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka.......

Yang pasti mengirimkan tentara ke Malaysia untuk memerangi rakyat Malaysia bukan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi. Sirkus harus berjalan terus. Kalau ada sirkus tandingan harus disingkirkan. Anggota-anggota band penyanyi Koes Bersaudara, misalnya, ditangkapi dan dimasukkan dalam penjara Glodok pada bulan Juli 1965 oleh Komando Operasi Tertinggi (KOTI). Alasannya karena lagu yang Koes Bersaudara bersifat cengeng dan tidak sejalan dengan lagu-lagu mars perjuangan yang dipakai untuk memberi semangat maju ke medan perang. Sirkus tandingan harus disingkirkan.

Persoalan dengan kehidupan ialah kalau mau roti, harus ada yang menanam gandum. Kalau semuanya ikut bermain dalam sirkus dan penjadi penontonnya, maka siapa yang akan menanam gandum untuk menghasilkan roti? Sirkus dimasa depresi dan ekonomi yang menyurut nampaknya bagus. Orang dari pada “bengong” tidak ada kerja, lebih baik menonton sirkus dan ikut serta bermain sirkus, melakukan tindakan yang tidak produktif seperti perang. Uang dicetak terus tanpa diimbangi dengan keluaran produksi. Akibatnya inflasi yang meledak di tahun 1964 – 1967.


DEPRESI DAN PERANG DUNIA II
Mitos mudah dibentuk karena, wartawan tidak terlalu pandai. Kalau mereka pandai, maka mereka sudah menjadi engineer atau dokter atau ilmuwan. Oleh sebab itu mereka akan menelan apa saja yang dikatakan politikus yang kemudian dikuatkan oleh para sejarawan. Kejadian-kejadian sejarah diceritakan dengan plintiran-plintiran sehingga memberikan nuansa yang bertolak belakang. Perang dimitoskan sebagai obat penyembuh untuk resesi ekonomi atau bahkan depresi. Yang sering dijadikan contoh adalah US dimasa Great Depression tahun 1930an. Tentu saja ini merupakan mitos semata yang diciptakan oleh para politikus dan dipopulerkan oleh sejarawan dan wartawan. Akal sehat akan mengatakan bahwa, bagaimana mungkin perang bisa menciptakan kemakmuran? Kalian saling membunuh dan saling menghancurkan?

Kubu yang beropini bahwa perang adalah obat depresi ekonomi mengajukan argumen bahwa perang membuka lapangan kerja. Argumen ini sama saja dengan mengatakan bahwa: “Ayo rubuhkan rumah kita, supaya kita bisa ada pekerjaan untuk membangun kembali. Ayo kita saling baku tembak supaya kita punya pekerjaan mengobati”. Memang perang memberikan pekerjaan yaitu saling membunuh dan melukai, membuat alat-alat pembunuh, kemudian menolong yang luka, menguburkan yang mati. Tetapi adakah kemakmuran yang tercipta? Jadi kalau dilihat secara keseluruhan tidak ada kemakmuran (penambahan barang dan jasa) yang tercipta.

Data menunjukkan bahwa perang akan meningkatkan GNP (Gross National Produk, semacam GDP yang digunakan dulu). Tetapi peningkatan ini semu sifatnya. Perang Dunia II resminya dimulai tahun 1939 ketika Jerman menyerbu Polandia. US sendiri tidak terjun ke dalam perang sampai tahun 1941. Terlihat jelas (titik 2 pada Chart-1) bahwa pada masa itu terjadi lonjakan GNP (Gross National Produk) sampai ke 28%!!! Pertumbuhan GNP 28% ini sangat besar. Tetapi nanti dulu, sebab inflasi juga menggila (Chart-2, titik 2), mencapai 20%. Pertumbuhan yang 28% ini kalau dinormalisasi terhadap kenaikan harga konsumen (CPI), hanyalah 6.7%.


Chart 1

Pertumbuhan di US di awal perang menang ada, karena US mengimport mesin-mesin perang dan bahan-bahan logistik untuk Eropa. Tetapi ketika perang menjelang usai, Pertumbuhan GNP turun lagi, tetapi inflasi CPI melonjak 35% (titik 3 Chart-1 dan Chart-2). GNP riil turun minus 18.6%. Jadi secara keluruhan ekonomi US mengalami penurunan selama perang dunia II. Belum lagi kalau GNP ini dipilah-pilah, mana yang bersifat memberikan kemakmuran riil, dan mana yang semata-mata untuk perang, tindakan saling menghancurkan dan membunuh. Bagian yang memberikan kemakmuran riil akan semakin kecil.


Chart 2


BIAYA PERANG
Orang yang berpikir bahwa perang akan menyelesaikan persoalan ekonomi dan akan membawa kemakmuran adalah orang yang mempunyai pikiran yang sudah terplintir habis-habisan. Bagaimana mungkin tindakan penghancuran bisa menciptakan kemakmuran?

Mitos dan sejarah yang mengatakan bahwa perang adalah obat depresi ekonomi, kalau dipikirkan secara waras, tidak akan pernah bisa diterima akal. Semakin detail data-data ekonomi mengenai perang digali semakin tidak cocok dengan mitos yang didengungkan. Politikus perlu sirkus dan tontonan. Perang adalah sirkus yang disukai politikus. Politikus menyukai kekuasaan. Dan perang adalah salah satu cara untuk mengekspresikan kekuasaan disamping memperbesarnya. Jerman menyerang Polandia, US menyerang Afganistan dan Irak, Indonesia menyerang Timor-Timur, atau Kalimantan Utara (Sebutan untuk Serawak dan Sabah dimasa konfrontasi). Tentu saja biasanya mereka memilih lawan yang dianggap lebih lemah, kecuali jika sudah terlalu gila, seperti ketika Hitler memutuskan menyerang Stanlingrad atau Jepang memutuskan membom Pearl Harbor.

Perang disukai oleh para politikus karena dampaknya jarang sampai kepada mereka. Karena mereka tidak berada di medan tempur. Mereka jauh dari peluru, lumpur, panas, dingin yang mengigit, atau tertangkap musuh. Resiko yang terbesar ada pada serdadu dan rakyat. Romantisme pertempuran dan peperangan diciptakan melalui lagu, syair, slogan. Kamikaze, Bushido di Jepang pada perang pasifik, bambu runcing perang kemerdekaan Indonesia, elan di Prancis pada perang dunia II. Seperti pasukan kamikaze di Pasifik, pilot-pilot yang masih hijau dan tidak berpengalaman, dipersenjatai dengan bom dan pesawat yang sekedar bisa tebang, mereka maju ke medan perang dengan misi bunuh diri. Kebanyakan misi kamikaze ini gagal, pesawat yang sudah kedaluwarsa ini dengan mudah ditembak jatuh oleh senjata anti pesawat udara Sekutu.

Politikus di Tokyo tidak merasakan bagaimana derita di medan pertempuran. Ide-ide taktik pertempuran kadang diluar akal waras. Pertempuran di Saipan di kepulauan Marianna Pasifik, diakhiri dengan serbuan ‘banzai’. Pasukan Jepang bagai gelombang manusia menyerbu pasukan sekutu dengan bayonet. Tentu saja ini menjadi sasaran empuk peluru carabine tentara US. Hampir seluruh pasukan tempur garnisun Jepang yang berjumlah sekitar 30 ribu orang tersungkur. Dan 22 ribu warga sipil non-tempur Jepang juga mati. Dan pasukan sekutu hanya kurang dari 3000 orang mati.

Lain lagi dengan bambu runcing. Semangat mengalahkan akal sehat penjuang kemerdekaan Indonesia maju dengan bambu runcing untuk dijadikan sasaran empuk senapan Belanda dan Sekutu.

Prancis terkenal dengan romantismenya. Sajak tentang maju ke medan perang dengan menunggang kuda, pedang yang mengkilat, gegap gempita teriakan menyerbu merangsek musuh terdengar indah dan memberi semangat. Elan yang artinya semangat, keteguhan hati, menggantikan taktik perang dan strategi! Di awal Perang Dunia I, tentara Preancis dengan semangat maju menyerbu dengan menunggang kuda dan pedang yang mengkilat terhunus. Inilah yang disebut semangat tanpa akal waras. Serbuan bersemangat ini disambut dengan senapan mesin Jerman. Tidak memerlukan waktu yang lama untuk membuat bumi menjadi merah bersimbah darah tentara Prancis.

Kalau pertempuran Saipan dianggap mengerikan dilihat dari jumlah korban yang mati, maka pertempuran di Stalingrad akan jauh lebih mengerikan. Tentara Jerman yang terbunuh atau luka-luka 750,000. Dan yang tertangkap 91,000 orang. Yang luka-luka bisa diduga punya peluang yang kecil untuk hidup, mengingat Soviet juga mengalami kehancuran dan tidak bisa merawat tawanannya yang luka. Dipihak Soviet 478,741 terbunuh atau hilang, 650,878 luka-luka atau sakit ditambah sekitar 40,000 lebih mati. Apakah orang Soviet yang masih hidup punya obat, tenaga dan niat untuk merawat tawanan Jerman yang sakit?

Diantara biaya perang yang termahal adalah nyawa manusia. Mungkin ada yang beranggapan bahwa manusia semacam ini layak mati. Mereka mau saja mengikuti ide-ide para politikus. Orang seperti ini selayaknya mati. Anggaplah nyawa manusia murah, perang juga menghancurkan asset. Nagasaki rata dengan tanah. Stanlingrad juga rata dengan tanah. Belin hancur. Apakah ini murah. Apakah ini seimbang dengan ‘pertumbuhan’ ekonomi yang dihasilkan dari perang. Pertumbuhan atau penghancuran ekonomi?

Mitos perang sebagai solusi depresi ekonomi adalah mitos yang diciptakan oleh politikus yang tidak waras dan maha sadis. Seorang pembunuh bisa disebut sadis jika dia membunuh 1, 2, 4, 10 orang. Tetapi kalau korbannya mencapai jutaan orang, nama apa yang layak baginya. Tetapi pikiran yang terplintir membuatnya sebagai pahlawan, seperti Abraham Lincoln, F.D. Roosevelt, Harry Truman, Sukarno. Dalam sejarah mereka dipuja sebagai pahlawan. Apakah angka-angka korban perang mendukung kesimpulan para sejarawan? Anda bisa menilainya sendiri.



Berlin diakhir perang dunia II


Nagasaki setelah bom atom dijatuhkan.


Stalingrad ketika penyerbuan oleh tentara Jerman.


Catatan: Perang bisa saja menjadi obat depresi jiwa. Kalau jiwa sudah tertekan......., ayo keluar dan pergi untuk bunuh orang............





Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Monday, October 19, 2009

UANG KERTAS, UANG SEJATI, UANG ELEKTRONIK & KREDIT (HUTANG)

UANG KERTAS DAN UANG SEJATI
Uang….., apa itu uang? Uang, katanya, alat pembayaran yang syah. Itu definisi yang tertulis pada uang kertas resmi yang dikeluarkan sebuah negara yang berdaulat. Uang (kertas) dalam kenyataan menjadi alat pemajakan terselubung terhadap tabungan melalui inflasi alias pembanyakan (pencetakan) uang. Logisnya, kalau uang kertas diperbanyak jumlahnya maka nilainya turun. Akibat selanjutnya adalah nilai riil tabungan turun. Misalnya sejak rupiah dideklarasikan sebagai uang resmi republik Indonesia dengan dektrit no 19 tahun 1946 pada tanggal 25 Oktober 1946 sampai Oktober 2009, nilai riilnya tinggal 0.0000003% nya saja. Ketika diresmikan 1 gr emas harganya Rp 2. Dan 63 tahun kemudian harga emas Rp 330,000 per gram. Angka Rp 330,000 itu telah mengalami penyunatan nol disana sini sebanyak 3 kali. Kalau angka-angka itu dibiarkan, maka Rp 330,000 tidak lain adalah jelmaan dari Rp 6,600,000,000 uang tahun 1946.

Proses ini tidak perlu memakan waktu 1 abad, tetapi hanya 63 tahun saja. Artinya para pejuang kemerdekaan kalau ketika berjuang berumur 20 tahun, maka 63 tahun kemudian berumur 83 tahun, masih bisa melihat proses terjadinya menggerusan nilai riil rupiah. Entah apa yang terpikir dalam benak mereka kalau melihat hal seperti ini. Bagi orang waras uang semacam ini sama sekali tidak bisa ditabung karena tidak menyimpan nilai. Harga kambing selama 63 tahun ini sekitar 3 – 4 gram emas. Artinya emas tidak mengalami peningkatan nilai. Oleh sebab itu uang kertas tidak disebut uang sejati. Uang sejati adalah uang yang tidak bisa dicetak, diperbanyak, diturunkan nilai riilnya oleh para politikus dan penguasa. Emas sering disebut uang sejati, karena nilainya relatif tetap. Harga kambing, kerbau atau makanan dalam emas, kisarannya tetap sejak jaman nabi Muhammad, Jesus sampai sekarang. Seekor kambing harganya 3-4 gram emas. Anda bisa lihat dibuku hadist.


SULAPAN BARU

Politikus dan Pemerintah Menyukai Inflasi yang menyengsarakan Rakyat
Inflasi sangat disukai politikus. Kalau harga barang naik maka pajak juga naik. Nilai riil pajak juga naik. Misalnya pajak penjualan, pajak pertambahan nilai, pajak barang mewah, pajak bumi dan bangunan.

Contoh lain seandainya seseorang membeli rumah beserta tanahnya seharga 100 juta rupiah. Kalau dipecah nilainya, 50 juta rupiah untuk tanahnya dan 50 juta rupiah untuk bangunannya. Setelah 12 tahun, kalau mau membeli unit rumah yang sama, baru, harganya sudah naik menjadi Rp 480 juta karena inflasi sebesar 17% per tahun. Inflasi 17% per tahun untuk Indonesia adalah biasa di era reformasi. Angka 17% itu adalah ekspansi M2, bukan angka resmi inflasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang biasanya jauh lebih kecil. Seperti kata Mark Twain yang populer: “Ada penipuan kecil, ada penipuan besar dan ada statistik”. Kembali pada harga rumah yang sudah naik 480% itu, atau lebih tepatnya nilai uang sudah turun 79%. Karena tidak dirawat, rumahnya hancur dan kalau dijual harga bangunanya praktis nol. Jadi harganya (setelah 12 tahun) adalah 240 juta rupiah. Masih ada kenaikan harga nominal. Kalau tanah ini dijual maka akan kena pajak karena ada keuntungan pemindahan aset. Kenaikan nominal dari 100 juta rupiah menjadi 240 juta rupiah dianggap sebagai keuntungan yang bisa dipajaki. Padahal secara riil ada kerugian sebesar 50% atau 240 di saat menjual karena adanya depresiasi. Daya beli Rp 240 juta di saat menjual kembali rumah yang sudah hampir roboh dan tanahnya hanya 50% dari daya beli Rp 100 juta 12 tahun sebelumnya. Kalau uang yang Rp 240 juta itu dibelikan kambing atau sapi atau beras, hanya akan memperoleh separo dari apa yang bisa dibeli dengan Rp 100 juta pada 12 tahun sebelumnya.

Sudah rugi dipajaki pula. Alangkah licinya pemerintah. Transaksi yang secara riil rugi masih dikenai pajak. Oleh sebab itu politikus punya kepentingan untuk membuat inflasi dan harga naik. Tanpa ada inflasi, pemerintah tidak bisa memajaki transaksi yang secara riil rugi.

Inflasi dengan Kredit di Ranah Uang Fiat
Mencetak uang dan menggunakan uang cetakan itu untuk pembiayaan pemerintah adalah cara yang kasar. Kiat seperti ini lama-lama ketahuan seperti di Zimbabwe pada dekade 2000 atau Indonesia tahun 1964 - 1967, sehingga rakyat berusaha menangkalnya dengan tidak lagi menabung dengan uang kertas. Oleh sebab itu penguasa dan bank punya kiat baru yaitu dengan hutang, kredit, virtual money, uang maya, uang elektronik. Cerdiknya, dengan virtual money, kredit, hutang, tidak pandang, apakah negara itu menganut uang dengan dukungan emas atau dengan tidak sama sekali. Berikut ini kita akan melihat bagaimana penciptaan uang virtual dikedua sistem. Paragraf pertama adalah penciptaan uang virtual dalam sistem uang fiat. Kemudian, dengan tulisan yang sama, kata kertas akan diganti dengan kata emas.

Sulap ini disebut fractional reserve banking (FRB). Misalnya di ekonomi secara fisik ada 100 juta dollar uang kertas. Tentu saja uang ini disimpandi bank. Oleh bank uang kertas ini dipinjamkan 90%nya (atau 90 juta dollar) ke pada pelaku ekonomi. Dan uang kertas ini di bank dititipkan juga. Secara fisik uang kertas ini tidak berpindah dari sistem perbankan. Bisa saja dari satu bank ke bank lainnya. Jadi kredit yang diciptakan sebesar 90 juta dollar sebenarnya hanya catatan elektronik saja.

Kemudian, uang yang 90 juta dollar itu, kemudian dipinjamkan lagi 90%nya (81 juta dollar). Seterusnya berlaku hal yang sama. Berikutnya 72.9 juta dollar diciptakan. Dan seterusnya, sehingga secara teoritis dari 100 juta dollar bisa menciptakan kredit setara dengan 800 juta dollar sehingga hutang dan uang kertas menjadi setara dengan 900 juta dollar.

Uang virtual yang berasal dari uang kertas ini oleh ‘pemiliknya’ dipakai untuk membeli barang, membeli saham, rumah, berspekulasi. Oleh sebab itu harga barang akan naik, karena jumlah uang, termasuk yang virtual, naik. Terjadi inflasi. Terhadap harga, effek pertumbuhan uang virtual alias hutang atau kredit ini (hampir) sama dengan uang kertas yang asli.

Inflasi dengan Kredit di Ranah Uang Berbasis Emas
Nah mengenai uang kertas sudah jelas. Sekarang dengan menggunakan 3 paragraf yang sama di atas, kita ganti kata kertas dengan emas dan dollar dengan gram.

Sulap ini disebut fractional reserve banking (FRB). Misalnya di ekonomi secara fisik ada 100 juta gram uang emas. Tentu saja uang ini disimpan di bank. Oleh bank uang emas ini dipinjamkan 90%nya (atau 90 juta gram) kepada pelaku ekonomi. Dan uang emas ini dititipkan di bank juga. Secara fisik uang emas ini tidak berpindah dari sistem perbankan. Bisa saja dari satu bank ke bank lainnya. Jadi kredit yang diciptakan sebesar 90 juta gram sebenarnya hanya catatan elektronik saja.

Kemudian, uang yang 90 juta gram itu, kemudian dipinjamkan lagi 90%nya (81 juta gram). Seterusnya berlaku hal yang sama. Berikutnya 72.9 juta gram diciptakan. Dan seterusnya, sehingga secara teoritis dari 100 juta gram bisa menciptakan kredit setara dengan 800 juta gram emas sehingga hutang dan uang emas menjadi setara dengan 900 juta gram.

Uang virtual yang berasal dari uang emas ini oleh ‘pemiliknya’ dipakai untuk membeli barang, membeli saham, rumah, berspekulasi. Oleh sebab itu harga barang akan naik, karena jumlah uang, termasuk yang virtual, naik. Terjadi inflasi. Terhadap harga, effek pertumbuhan uang virtual alias hutang atau kredit ini (hampir) sama dengan uang emas yang asli.

Sama bukan? Itu namanya sulap baru....., mungkin juga bukan, karena cara ini sudah dilakukan puluhan, bahkan ratusan tahun lalu. Sistem uang kertas dan uang berbasis emas hasilnya sama saja jika FRB berlaku.


HUTANG BUKAN UANG DAN HARUS DIBAYAR ATAU DIKEMPLANG
Ada perbedaan antara uang fisik (apakah itu uang kertas atau emas) dengan kredit atau hutang. Hutang harus dilunasi dan kredit harus ada penyelesaiannya. Lagi pula menciptakan kredit juga bukan tidak terbatas seperti menciptakan uang kertas. Sistem bisa menciptakan kredit selama kreditur mau karena menganggap resiko debitur untuk ngemplang (gagal bayar) kecil. Calon debitur juga menganggap bahwa dia masih mau dan mampu membayar hutangnya. Artinya dalam suatu sistem ekonomi, pertumbuhan penghasilan (gaji) masih lebih besar dari pertumbuhan kredit. Kalau pertumbuhan gaji tidak naik secepat hutangnya, pada suatu titik, debitur akan mengalami kesulitan membayar hutangnya. Sayangnya menentukan titik ini tidaklah mudah, karena akibat ekspansi kredit, harga asset juga naik sehingga memberikan perasaan “bertambah kaya” dan beranggapan bahwa angunan bisa menutup hutangnya. Padahal sebenarnya harga agunan yang ada adalah harga bubble. Harga karena ekspansi kredit. Ekspansi kredit terus berlanjut dibawah restu pemerintah yang dengan senang hati memunguti pajak untuk menggemukkan kantong para politikus dan birokrat.

Persoalan baru timbul ketika bubble kredit pecah. Jangankan membuat hutang baru, lagi untuk membayar hutangnya sudah debitur tidak mampu. Di saat seperti ini lebih banyak kredit harus diselesaikan, dari pada kredit yang diciptakan. Terjadilah pengkerutan, penciutan, kontraksi kredit. Itu yang disebut deflasi. Pada periode deflasi, bank komersial enggan memberikan kredit karena takut resiko gagal bayar. Calon debitur juga tidak mau terbebani lagi. Karena uang virtual alias kredit berkurang, maka uang yang mengejar asset, jasa dan barang juga berkurang. Akibat permintaan yang menurun maka harga juga turun.

Deflasi tidak mungkin terjadi pada kondisi dimana kredit masih sedikit, seperti di Zimbabwe atau Indonesia tahun 1964 – 1967 dan sebelumnya. Untuk terjadinya deflasi diperlukan kondisi dimana kredit sudah besar. Dengan kata lain deflasi adalah fenomena yang sama dengan pecahnya bubble kredit.

Seperti biasanya pemerintah dan politikus akan berusaha untuk mencegah terjadinya deflasi. Padahal deflasi itu bagus untuk yang mempunyai tabungan, karena harga-harga turun. Tetapi tidak bagus bagi pemerintah karena pendapatannya akan turun. Dengan segala upaya pemerintah bersama dengan bank sentral akan berusaha untuk menangkal dan mencegah berlanjutnya deflasi. Seperti yang diresepkan oleh dokter-dokter Keynesian, pemerintah bisa menaikkan pengeluaran dimasa seperti ini. Tentu saja dananya dari hutang (untuk menutup defisit anggaran belanja). Usaha ini ada yang berhasil dan ada juga yang sulit untuk sukses. Tergantung pada besarnya bdget negara dibandingkan dengan kredit yang ada.

Pada krisis kredit yang dimulai tahun 2007 ini, di US total uang dan kredit adalah sekitar $ 55 triliun sedangkan budget belanja negara “hanya” $6.4 triliun. Artinya untuk 1% kontraksi kredit, diperlukan kenaikan belanja pemerintah sebesar 10% . Untuk 4% kontraksi kredit, diperlukan 40% defisit belanja negara! Silahkan pompa saja. Entah apa yang bisa dilakukan pemerintah (dalam hal ini pemerintah US) untuk mencegah deflasi.


HUTANG $100,000 TIDAK SAMA DENGAN $2 TRILIUN
The Fed selama krisis kredit ini telah menambah monetary base nya sebesar kurang lebih 100% atau $1 triliun dengan memberikan kredit kepada bank-bank komersial dan menerima asset-asset beracun sebagai agunannya. Sulit untuk mengatakan, sampai seberapa jauh the Fed masih mau menerima asset-asset busuk itu sebagai agunan, karena the Fed adalah kumpulan bank swasta. Swasta punya kepentingan cari untung. The Fed lebih suka menerima surat hutang pemerintah. Jadi bisa saja the Fed masih mau menerima surat hutang pemerintah. Bagaimana dengan surat-surat hutang pemerintah yang dipegang negara lain? Apakah mereka akan membuangnya?

Kalau pemerintah berhutang untuk menambal defisit anggarannya, ada orang yang berpendapat bahwa akan banyak yang tidak mau membeli surat hutang pemerintah, apa lagi kalau pemerintah sudah kebanyakan hutang. Persoalannya terletak pada sifat mausia. Kalau anda punya hutang $100,000 maka anda yang tidak bisa tidur ketika jatuh tempo dan belum punya dana untuk melunasinya. Tetapi kalau hutang itu sebesar $ 2 triliun, krediturnya, banknya yang tidak bisa tidur dan cemas kalau anda belum punya dana. Bahkan kalau perlu, kreditur adan bank akan memberi perpanjangan waktu atau kredit tambahan.

Demikian juga Cina dan Jepang yang punya banyak surat hutang pemerintah US. Mereka tidak mau kalau US gagal bayar dan ngemplang. Jangankan gagal bayar, Cina dan Jepang juga tidak ingin melihat nilai hutangnya turun. Jadi mereka punya kepentingan untuk menjaga nilai dollar stabil dan kuat.
Disamping itu Cina masih memerlukan konsumen US untuk membeli produk-produk mereka. Supaya kompetitif, negara-negara yang berbasis ekonomi eksport akan melakukan devaluasi kompetitif dengan menurunkan nilai mata uangnya terhadap dollar atau mata uang konsumennya.

APA YANG TERJADI KALAU KREDIT BERKONTRAKSI?
Bayangkan kredit semakin langka. Barang langka dan diperlukan akan mahal. Apalagi kalau jumlahnya semakin berkurang. Semakin cepat kontraksinya, semakin cepat pula nilainya bertambah. Apalagi kalau ditambah dengan persepsi dan emosi. Lukisan Sapto Hudoyo naik berkali-kali lipat ketika beliau meninggal, karena dengan meninggalnya sang pelukis, maka tidak ada lagi penciptaan lukisan Sapto Hudoyo. Sama juga dengan US dollar. Dimasa deflasi akan mengalami appresiasi nilai, terhadap mata uang yang berekspansi atau mata uang yang kontraksinya lebih lambat.

Tentu saja pemerintah tidak bisa terus-menerus berhutang untuk menutupi defisit anggarannya. Hutang pemerintah harus dibayar. Dan dana ini berasal dari pajak. Pada akhirnya pemerintah harus dihadapkan pada pilihan berhutang terus dan bermuara pada menggagal bayarkan hutangnya. Atau menstop semua usaha-usaha mencegah deflasi dan kembali kepada anggaran yang berimbang, tanpa defisit.

Sekian dulu......, itulah tesis saya untuk mendukung opini saya, kenapa US dollar harus menguat. Lain kali kita akan bahas tentang resiko (hiper)-inflasi setelah masa deflasi. Sampai nanti.............


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.