___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Tuesday, November 29, 2016

Koreksi Terhadap US Dollar Bull Market Selesai

Pembaca EOWI yang setia dan yang tidak setia,
Kali ini EOWI tampil agak berbeda. Moga-moga pembaca bisa lebih menikmati dongeng-dongeng kami. Tentu saja kali ini masih percobaan dan akan terus diperbaiki.

Selamat menikmati.


video


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Friday, November 18, 2016

Jurus Teror Baru dan Jurus Pemungkas War on Cash



Tidak banyak orang memperhatikan, kapan teror bom di Indonesia dimulai. Dulu di jaman Orde Baru, Suharto didesas-desuskan ada beberapa group teroris, yaitu group Warman dan Komando Jihad. Komando Jihad membajak pesawat Garuda tahun 1981 dan group Warman meledakkan bom di candi Borobudur. Bomnya kecil-kecil saja – tidak menimbulkan kerusakan yang berarti, dan targetnya bukan target teror, walaupun pemerintah menyebutnya teroris, kadang gerakan pengacau. Kalau targetnya Borobudur, kan tidak bisa disebut teror. Jauh dari keramaian dan tidak ada korban.
Patut diduga bahwa aksi teror di jaman Suharto adalah rekayasa dan taktik untuk menciptakan suatu suasana politik yang ujung-ujungnya menciduki beberapa orang hendak disingkirkan. Karena setelah aksi teror, biasanya ada yang ditangkapi.
Aksi pemboman yang serius baru terjadi di tahun 2000. Itu setahun setelah terjadinya pembantaian umat Islam di Ambon dan Maluku pada hari raya Iedul Fitri, 19 Januari 1999. Selama 2 minggu diperkirakan ada sekitar 2000 orang Islam dibantai. Banyaknya korban disebabkan oleh ketidak-siapan mereka karena sejak lama orang Islam Maluku tidak menganggap tetangganya Kristennya sebagai ancaman sehingga membuat mereka menjadi sasaran empuk.
Tidak hanya di Ambon dan Maluku, tetapi juga di Poso, Sulawesi 23 Mei 2000. Inipun dimulai oleh kelompok Kristen yang melakukan penyerangan di waktu subuh. Ini juga tidak diduga.
Ambon dan Maluku seakan sudah melupakan semua kejadian pembantaian yang dimulai pada saat Iedul Fitri 1999, walaupun sampai sekarang keadilan belum ditegakkan. Tetapi untuk Poso, dimana 3 orang yang dianggap dalang dari pencetus kerusuhan, yaitu serangan subuh 23 Mei 2000, FabianusTibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu sudah diadili dan di jatuhi hukuman mati, tetapi masih menyisakan luka yang tidak kunjung sembuh. Ada suatu keanehan bahwa ketiga orang tersebut adalah petani biasa, dua diantaranya SD pun tidak lulus dan yang satu lagi lulusan STM. Disamping itu terakhir Tibo menyebut 16 nama yang lebih masuk akal sebagai dalang kerusuhan Poso, seperti Paulus Tungkanan (purn. TNI), Limpadeli (pensiunan PNS), Ladue (purn. TNI), Erik Rombot (PNS Kehutanan), Theo Manjayo (purn. TNI), Edi Bunkundapu (PNS Pemda Tk. II Poso), Yahya Patiro (PNS Pemda Tk. II Poso), Sigilipu H. X, Obed Tampai (pegawai Perhubungan), Rungadodi Zon (PNS Guru SD), Janis Simangunsong, Ventje Angkou, Angki Tungkanan, Heri Banibi, Sarjun alias Gode, Guntur Tarinje.
Tidak terlalu mengherankan, milisi Islam seperti Santoso yang baru saja tertembak mati, masih bertahan dihutan-hutan melakukan perjuangan mereka menuntut keadilan. Catatan: Jenazah Santoso disambut sebagai pahlawan oleh rakyat setempat, menunjukkan cinta rakyat setempat kepada teroris (baca: pahlawan).
Aksi pemboman yang bisa dikaitkan ke kelompok Islam (tanpa ada keraguan) dimulai pada aksi bom Kedubes Filipina, 1 Agustus 2000, yaitu 3 – 4 bulan setelah penyerangan Poso. Itupun sasarannya bukan spesifik kepada kelompok Kristen. Baru pada malam natal 2000, arahnya menjurus ke kelompok agama tertentu.
Kualitas Teror Yang Menurun
Pembaca pasti memperhatikan bahwa kualitas hasil kerja teroris di Indonesia mengalami penurunan yang sangat tajam. Teror bom yang awal-awal adalah serangan bom di Indonesia adalah bom ruang parkir BEJ tanggal 13 September 2000, 15 orang tewas, 90 orang lainnya luka-luka. 161 mobil rusak. Bom yang digunakan kemungkinan low-explosive alias mercon, karena asapnya putih. Tetapi, kemungkinan dicampur dengan BBM, bensin, barangkali, karena asap hitam menyusul asap putih. Itu yang saya saksikan. Banyaknya korban lebih dikarenakan tercekik kekurangan oksigen yang dihabiskan oleh ledakan uap bensin. Ide yang orisinil, membunuh dengan menghilangkan oksigen di ruangan.
Masih di tahun yang sama di malam natal tahun 2000, rentetan pemboman yang mempunyai ketepatan waktu seperti operasi komando militer. Sasarannya gereja-gereja di Jakarta, Batam, Pakanbaru, dan empat kota lainnya.
Kemudian kasus bom Bali-I tanggal 12 Oktober 2002 yang menewaskan 164 orang dan 209 terluka. Ini juga kualitasnya cukup tinggi. Di samping high-explosive (katanya), juga low-explosive (katanya) dan minyak bakar digunakan sebagai bahannya. Banyaknya korban tewas, kemungkinan karena shock wave yang dihasilkan oleh campuran uap bensin dan udara pada saat meledak. Bukan oleh sharpnels, atau serpihan logam. Ini juga design bom yang orisinil.
Tahun berikutnya pengeboman hotel JW Mariott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, 5 Agustus 2003, korbannya 12 orang mati dan 150 terluka. Bomnya tipe low-explosive yang ditandai oleh asap putih.
Berikutnya 9 September 2004, aksi bom mobil bunuh diri menyerang kedutaan besar Australia di Jakarta, 11 orang meninggal. Kemudian bom Bali-II 1 Oktober 2005, 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka.
Serangan bom di hotel JW Marriott ke II dan Ritz-Carlton, 17 Juli 2009 setelah teroris bom absen cukup lama. Jumlah yang tewas 9 orang korban dan luka-luka lebih dari 50 orang. Bom yang digunakan adalah low-explosive alias mercon satu koper plus ransel. Daya bunuh yang diandalkan adalah serpihan, sharpnels yang berterbangan. Perhatikan terjadi penurunan kualitas dalam artian jumlah korban dibandingkan dengan pemboman hotel Mariott tahun 2003.
Setelah tahun 2009, mungkin ada beberapa serangan teror bom, kalaupun ada tidak layak dicatat dalam ingatan. Terlalu biasa. Tetapi tahun 2016 ini terjadi 3 teror bom yang menarik dan mudah diingat karena konyolnya. Pertama  tanggal 14 Januari 2016 di depan Sarinah jalan Thamrin Jakarta. Acara pemboman ini menjadi tontonan banyak orang, dan ada yang tewas yaitu teman pelakunya sendiri karena kesalahan tehnis. Ini masih mendingan, karena ada masih ada yang mati. Kemudian bom bunuh diri di gereja Katolik Stasi Santo Yoseph  Medan tanggal 28 Agustus 2016. Pelakunya berhasil meledakkan diri, tetapi dia sendiri tidak mati, melainkan hanya luka ringan. pelakunya tidak mati, bahkan digebuki jemaah geraja sebelum diserahkan kepada polisi. Bom bunuh diri yang tidak berhasil membunuh dirinya sendiri.....hmmmmm......lucu.
Terakhir adalah pelemparan bom molotov, pada 13 November 2016 ke arah kanak-kanak yang sedang bermain di depan Gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur. Empat kanak-kanak terluka dan satu korban di antaranya meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.
Yang disebut bom molotov sebenarnya bukan bom, melainkan hanya botol diisi bensin dan diberi sumbu. Bom ini tidak bisa meledak, karena tidak ada bahan peledaknya. Mungkin karena kualitas teror yang semakin rendah, sasarannyapun beralih ke kanak-kanak yang lebih gampang.
Mungkin kita harus bilang ke para teroris:
“Jangan beraninya sama anak kecil. Cari lawan yang seimbang dong. Common, go pick on someone your own size!!
Mungkin mereka tidak akan mau karena konsekwensinya berat. Bisa bonyok seperti pelaku pelemparan molotov cocktail di gereja Oikumene Samarinda, yang katanya fotonya ada dibawah ini. Pasti sakit digebukin sampai bonyok seperti itu.


Ganti Taktik (Cara yang Legal)
Beberapa hari lalu, beredar sebuah pesan di Whatsapp dan mungkin di sosmed lainnya. Bunyinya sebagai berikut.
DEMO TANPA KEKERASAN UMMAT ISLAM
AKSI RUSH MONEY BELA ISLAM 25 NOP
Masih dalam rangka menunggu keputusan hukum terhadap si AHOAK, dan semakin gencarnya perang opini umtuk membalikkan fakta/kenyataan dilapangan maka malalui BC ini sy menghimbau seluruh Ummat Islam untuk malukan aksi:  RUSH MONEY, yaitu Dengan cara tarik semua dana di Bank sampai keadilan ditegakkan bagi si penghina Al quran. Bayangkan kalau ada 5jt umat muslim yg berpartisipasi dalam aksi Rush Money sebesar 2jt/orang, maka akan ada 5.000.000 x 2.000.000 = 10.000.000.000.000, itu kalau 5jt orang dan masing2 2jt, gimana kalau lebih? Bisa mencapai 100trilyun uang yg rush dari dunia perekonomian kapitalis.
Banyak lho dokter2 spesialis dan pengusaha muslim yg bisa melakukan ini dan bikin bu sri mulyani marah besar ke jokowi

( RUSH MONEY )
Just Info, bank hanya mencadangkan 5 s.d 10% dana cash saja dari total dana pihak ketiga yaitu dana nasabahnya.Akan menjadi tekanan yg luar biasa bagi pemerintah kalau kaum muslimin menyambut seruan utk tarik tunai dananya di bank. #aksirushmoney_forjustice
Yg tidak mampu demo tetap bisa melakukan "tarik uang besar2an"
KITA SEBARKAN TERUS WA INI DAN TARIK UANG BERSAMA2 TGL 25 NOP
Ajuran ini nampak bagus. Artinya kalau dilakukan oleh teroris, maka para teroris nampak  lebih terpelajar. Pertama mereka menyadari bahwa sumber daya dan kualitas teror bom mereka sudah habis, setidaknya turun drastis. Kedua, cara ini adalah legal. Tidak akan ditangkap oleh pemerintah.
Saya katakan nampak, karena kalau diteliti lebih dalam maka terlihat jelas bahwa rencana mereka tumpul. EOWI bukan sekedar beropini, tetapi ada hitungannya yang jelas. Begini analisanya:
Angka Rp 2 juta masih kurang. Sepuluh kali itu, atau Rp 20 juta yang ditarikpun tidak cukup, jika pengikutnya hanya 5 juta orang.
Hitungannya begini:
  • Uang kartal/uang fisik yg beredar 400 trilliun. Sedangkan M1 (uang yg termasuk catatan elektronik dibank) Rp 1 quadrilliun (1000 trilliun)
  • Kalau ditarik Rp2 juta x 5 juta = Rp10 trilliun (tidak akan berdampak apa-apa)
  • Kalau ditarik Rp20 juta x 5 juta = Rp100 trilliun (mungkin bank akan kelabakan)
  • Kalau ditarik Rp50 juta x 5 juta = Rp250 trilliun (mungkin BI akan kelabakan)
  • Kalau Rp100 juta x 5 juta = Rp500 trilliun (mungkin bank akan tidak liquid)
Bagi BI menyediakan cash tambahan sebanyak 100 trilliun adalah pekerjaan rutin selama lebaran, natal dan tahun baru. Oleh sebab itu Rp 10 trilliun tidak berdampak apa-apa. Dan kalau 10 kali lipat, yaitu Rp 20 juta per orang, rasanya Cuma seperti lebaran, natal dan tahun baru. Bank-bank bisa kelabakan kalau BI tidak turun tangan. Tetapi ini hal yang rutin setiap tahun.
Kalau yang ditarik Rp 250 trilliun, mungkin BI akan kelabakan, karena ukurannya 2.5 kali kebutuhan uang tunai tambahan selama lebaran, natal dan tahun baru. Tetapi bukan mustahil diselesaikan oleh BI, karena mereka punya uang yang belum diedarkan digudang-gudang BI. Jangan heran kalau ini terjadi, mungkin akan beredar uang pecahan Rp 200 ribu untuk menangkal kebekuan likwiditas.
Kesimpulannya harus Rp 100 juta per orang, kalau massa pengikutnya cuma 5 juta.
Pertanyaan berikutnya adalah: Apa ada 5 juta umat Islam yang cukup militan dan punya uang di atas Rp 100 juta? Bakri mungkin punya ratusan milyar, tetapi apakah dia cukup militan untuk ikut. Tentunya tidak, karena ia adalah politikus. Yang punya uang banyak dan cukup militan adalah dari kelompok non-muslim seperti James Riyadi.
Apakah ada 5 juta orang yang cukup militant? Pertanyaan itu masih belum terjawab. Dari segi distribusi kekayaan, 92% dari 162 juta populasi orang dewasa Indonesia mempunyai kekayaan (bukan tabungan lho) $10,000 ke bawah. Artinya populasi yang 92% ini ( 149 juta jiwa) ini tidak bisa diharapkan berpartisipasi dalam menariki duitnya dari bank Rp 100 juta. Tinggal yang 8% sisanya (hampir 13 juta jiwa). Populasi yang 8% ini termasuk orang-orang superkaya yang mungkin tidak perduli terhadap himbauan rushing dan juga termasuk non-pribumi yang kaya-kaya. Untuk memperoleh 5 juta relawan agak berat.
Dengan kata lain, yang bikin rencana Rp 2 juta kepada 5 juta orang relawan itu nggak mikir. Kalau 10 kali lebih banyak (50 juta relawan), secara volume bisa membuat rushing bermakna. Tetapi jumlah itu adalah hampir dari 1/3 populasi orang dewasa Indonesia. It is tough bro cari pengikut sebanyak itu.
Kalau EOWI yang bikin rencana maka sasarannya yang diajak melakukan rushing banks bukan saja para militan, tetapi seluruh keluarga di Indonesia. Poin-poin nya:
1.      Ajakan untuk 5 juta umat Islam yang militan untuk mengambil Rp100 juta tabungannya atau seluruh uangnya jika tabungannya kurang dari Rp100 juta. Harus disadari bahwa kemungkinan untuk memperoleh relawan yang bisa memenuhi kriteria Rp100 juta, sulit tetapi tidak apa-apa. Ini adalah kelompok inti bagi bola salju yang akan digelindingkan.
2.      Beri peringatan bagi semua rakyat Indonesia, Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, Atheis, Kong Hu Cu, aliran Kebatinan, bahwa akan ada rushing ke bank-bank. Kalau mereka tidak siap maka mereka tidak bisa belanja. Oleh sebab itu disarankan untuk mengambil tabungan mereka sebanyak 2 bulan pengeluaran bulanan sebagai cadangan. Sebab bank-bank akan kehabisan uang tunai.
3.      Peringatan juga kepada sektor industri padat karya bahwa mereka juga harus siapkan uang tunai untuk cadangan menggaji karyawan mereka untuk 2 bulan kedepan.
Walaupun jumlah penarikan tabungan dari umat Islam militan kurang dari Rp 400 trilliun (atau berapa saja), tetapi banyak rumah tangga dan industri padat karya yang akan ikut berpartisipasi. Untuk berhasil perlu dikampanyekan secara gencar, sehingga partisipasi rumah tangga dan industri padat kerya menjadi maksimum.
Itupun EOWI tidak menjamin keberhasilannya. Yang pasti lebih ampuh dari usulan yang beredar di medsos. Pemerintah dan BI akan melakukan perlawanan yang tidak kalah sengitnya.
Jurus penangkal Pamungkas: Jurus Modi’s War on Cash
Kasus rush, bukan suatu pemikiran yang ada di angan-angan. Tetapi telah terjadi sepanjang sejarah. Oleh sebab itu para otoritas keuangan (baca: politikus) berusaha mencari jurus pemungkasnya.
Eropa sudah mulai menariki uang pecahan €500 dan akan habis di tahun 2018. The Fed menghentikan peredaran pecahan $500, $1,000, $5,000 and $10,000 di tahun 1969. Swiss punya pecahan 1000 franc dalam jumlah yang terbatas.
Tujuan utama menghilangkan pecahan besar gunanya untuk mempersulit transaksi cash. Dengan pecahan uang yang kecil-kecil, akan memakan banyak tempat. Sehingga tidak praktis. Ekstrimnya, bayangkan untuk berbelanja diperlukan satu keranjang uang kertas. Itu sangat tidak praktis. Ini adalah cara agar pelaku ekonomi memilih alternatif lain yaitu kredit, uang elektronik dengan menggunakan kartu debit atau kartu kredit. Dengan demikian bank tidak akan pernah mengalami rush.
Mulai tengah malam 10 November 2016, perdana menteri India, Narendra Modi, menyatakan uang pecahan Rs500 dan Rs1000 tidak berlaku lagi. Alasannya adalah untuk memerangi korupsi, memerangi pemalsuan uang, terorisme dan aktifitas illigal lainnya.
Tentu saja itu bukan alasan, tetapi dalih. Sebab, pertama ada kemungkinan lain yang bisa menjadi alasan yang sahih. Umpamanya, sebagai persiapan terjadinya rush terhadap bank-bank ketika krisis deflasi atau krisis kredit, krisis hutang memuncak. Modi sudah melihat orang-orang kaya dan kelas menengah sudah mengumpulkan cash. Kedua, nilai dari Rs500 hanyalah Rp 100 ribu yang bisa membeli satu porsi sate di Sate Khas Senayan atau 2 porsi Bakmi GM. Bayangkan kalau mau bikin arisan dan beli Bakmi GM 20 porsi dengan harus dibayar dengan uang cash Rs100 (denominasi tertinggi sekarang) sebanyak 50 lembar! Itu tidak muat di kantong celana. Akhirnya orang lari ke uang elektronik. Rush terhadap bank peluangnya bisa dikurangi. Diperkirakan sekitar 86% dari Rs 17.8 trilliun uang fisik yang beredar akan tersedot kembali.
Hmm......cara yang effektif mematikan transaksi tunai. Mungkin juga cara yang effektif untuk membuat ekonomi melambat. Itu effek sampingnya.
Apakah Agus Martowardojo dan Sri Mulyani akan menggunakan jurus pamungkas ini. Artinya, uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu ditiadakan? Akan sangat menarik.
Renungan
Pengadilan....., walaupun namanya menyandang kata adil, tetapi jangan harap elemen adil selalu ada disana. Kalau menyangkut politikus, keadilan seringnya menghilang dari pengadilan. 16 orang yang disebut-sebut Tibo tidak pernah diselidiki. Kasus pembunuhan Munir pun juga aneh. Kasus Antasari yang baru-baru ini memperoleh pembebasan bersyarat juga kata Antasari adalah rekayasa. Kasun pembantaian Ambon juga tidak ada pengadilannya. Bagaimana dengan penistaan agama oleh Ahok? Yang pasti kasus penistaan agama oleh HB Yassin, Arswendo dan Rusgiani yang semuanya notabene bukan politikus, berjalan lancar, tanpa perlu mendatangkan saksi ahli dan segala tetek bengek. Mereka menjadi pemuas kemarahan masyarakat (opini kami KUHP pasal 156a adalah pasal karet untuk pemuas kemarahan sekelompok orang). Ahok agak beda, dalam penyidikannya perlu didatangkan saksi-saksi ahli.
Kalau pengadilan tidak adil atau pengadilan tidak bisa memberikan kepuasan kepada kelompok pemaksa, maka.......berhati-hatilah. Apalagi kalau mereka mengeluarkan jurus-jurus baru untuk memaksa.
Di EOWI, kami tidak perduli. Kami cuma mau mempertahankan nilai tabungan kami. Syukur-syukur dapat untung banyak. Dan adanya keributan dan krisis adalah kesempatan. Wei Jie ungkapan Mandarin untuk krisis – bahaya dan kesempatan – artinya. Kami ikut pesta. Semakin meriah, kami semakin suka. Siapa yang tidak suka kemeriahan?
Oleh sebab itu...., para pembaca, alangkah baiknya anda men-share tulisan ini kepada rekan-rekan anda. Siapa tahu originator dari pesan AKSI RUSH MONEY BELA ISLAM 25 NOP di sosmed membaca kritik ini dan memperbaiki rencana dan strategi mereka.
Sekian dulu, jaga kesehatan, keselamatan dan tabungan anda baik-baik. Kita tunggu pestanya. Sampai nati dalam acara enjoy the party kalau ada di tanggal 25 November ini. Jangan lupa, tarik juga US dollar cash.
Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Tuesday, November 15, 2016

Pilihan Antara Orang Gila dan Iblis: Orang Gila Menang



Not My President
Banyak orang berpikir bahwa demokrasi adalah cara terbaik untuk memilih pemimpin. Di EOWI, kami tidak percaya hal tersebut. Kini terbukti untuk pemilihan presiden di US tahun 2016 ini, voters punya pilihan Iblis, orang gila, dan dua orang tidak dikenal, Hillary Clinton sang iblis betina, Donald Trump si orang gila dan dua lagi tidak dikenal. Akan lebih baik bagi pemilih jika diberi satu pilihan lagi, yaitu kursi kosong. Voters seharusnya diberi pilihan untuk tidak punya pemimpin. Antara orang gila dan iblis, kemudian orang yang tidak diketahui siapa dia, bukankah lebih baik kursi kosong. Kursi kosong artinya, nasib bangsa itu ditentukan oleh masing-masing individu, tanpa campur tangan pemimpin yang iblis atau orang gila atau entah siapa serta masih harus bayar pajak untuk menggaji mereka dan kroni-kroninya.
Sebelumnya EOWI minta maaf karena beberapa bulan ini EOWI sering absen. Kelesuan di sektor Oil and Gas membuat EOWI beralih profesi. Trading saham juga tidak terlalu bagus (tetapi masih dilakukan di malam hari) karena bursa relatif flat dan antara trend dan kondisi makro tidak sejalan. Oleh sebab itu EOWI mencoba bisnis baru, yaitu bulletproof dan stabproof vest, baju tahan peluru dan tahan tusuk. Sektor yang masih lancar duitnya adalah militer dan sektor keamanan.
Karena ini bisnis baru, maka harus sering di jalan. Dan ketika pulang di rumah, energi sudah terkuras.
Pada pemilihan presiden US 2016 ini ada yang menarik, yaitu jajak pendapat dan media menjagokan si iblis betina yang haus darah dan perang Hillary. Hasil jajak pendapat pra-voting, sebelum pengambilan voting dilaksanakan, kebanyakan menunjukkan bahwa Hillary akan menang. Tetapi kami di EOWI yang muslim fanatik malah berpendapat bahwa Trump yang anti muslim ini akan menang.
Sejarah menunjukkan bahwa di masa Kondratieff Winter masyarakat akan terpolarisasi, ini termasuk deglobalisasi. Sehingga pemimpin-pemimpin yang populer adalah mereka yang nasionalistik chauvinistik, xenophobia, seperti Hitler, Lenin, Hideki Tojo, Mussolini, Sukarno. Trump adalah mewakili type tersebut. Anti imigrasi, ingin membuat Amerika besar kembali (Hitler dan Sukarno juga retoriknya menjanjikan bangsanya besar kembali), anti globalisasi, pro-proteksionisme.
Lalu kenapa pebelum pemilihan presiden jajak pendapat dan media massa mengatakan Hillary akan menang? Sebabnya jelas, media adalah alat politik. Berita bukan berita lagi tetapi alat untuk menggiring opini massa. Demikian juga jajak pendapat. Pembaca juga melihat di Indonesia, Metro TV diusir oleh demonstran 411, karena dicap pro Ahok. Walaupun demikian, media sebagai alat untuk membentuk opini massa menjadi tumpul pada saat masyarakat sudah terpolarisasi dan menjadi fanatik. Dan Trump menang.
Tadi disebutkan bahwa polarisasi menajam, bahkan bisa ditambah dengan militansi yang menguat. Demo 411 oleh umat Islam Indonesia, belum bisa disebut telah memasuki militansi wilayah merah. Itu belum apa-apa dibandingkan demo anti kemenangan Trump. Protes anti Trump, pemenang pemilihan presiden US sudah menjalar ke seluruh negri, bukan hanya di ibukota seperti protes Ahok 411 lalu. Presiden US yang baru terpilih secara demokratis, Trump, dilantikpun belum, sudah diprotes diseluruh negri. Apakah ini bukan hal gila? Setidaknya demokrasi gagal menghasilkan presiden yang bisa diterima oleh semua orang.
Gelombang protes dibarengi dengan kerusuhan melanda berbagai kota di US, New York, Seattle, Los Angeles, Portland, Washington.......dan banyak lagi. Mereka meneriakkan yel-yel: Not My President!!






Not My President???? Bagaimana mungkin. Bukankah mayoritas rakyat US, yang notabene mereka yang memilihnya?
Mungkin ada yang berdalih, jika Hillary terpilih, tidak akan terjadi protes seperti ini. Tentu saja ini mengada-ada. Hillary lebih tidak disukai. Lihat saja kekalahannya cukup telak.
Kalau Trump adalah “not my presdent” (kata demonstran, yang notabene adalah orang US), Hillary juga “not my choice”, terbukti kalah telak, terus apa maunya orang-orang US ini? Mungkin kursi kosong untuk posisi presiden dan wakilnya. Opsi ini tidak diakomodasi oleh sistem demokrasi.
Militansi kubu-kubu politik semakin meningkat. Beberapa korban berjatuhan. Maksudnya mati. Ada yang pro Trump, tidak segan-segan melepaskan tembakan kearah yang anti Trump. Atau yang anti Trump memukuli orang yang diduga pro Trump. Bahkan banyak pendemo yang anti Trump mengatakan bersedia mati untuk menurunkan Trump.
Itu gambaran kejadian kekacauan di US.

Program Trump akan Mandul
Ingat EOWI ssering mengatakan bahwa politikus sering berjanji untuk melakukan sesuatu yang tidak akan ditepatinya. Ini juga berlaku pada Trump.
Pada kampanyenya, Trump menjanjikan banyak hal. Untuk praktisnya akan kita lihat tujuh (7) saja yang dia umbar dan ucapkan secara bombastis selama kampanye. Berikut ini adalah tujuh (7) hal yang akan segera dilakukan ketika ia menjabat posisi presiden. Dan sebagian besar tidak akan bisa terlaksana sesuai dengan tujuannya.
1.      Perdagangan
Posisi Trump adalah menentang perjanjian Trans-Pacific Partnership dan jika ia menjadi presiden akan menuntut perubahan yang mendasar dari pakta Nafta kepada Mexico dan Canada. Dia juga untuk mengenakan bea masuk barang-barang Cina sebesar 45%. Ini adalah gederang perang dunia di bidang perdagangan. Sebab sasarannya akan menjalar ke semua negara yang melakukan ekspor ke US. Intinya, Trump ingin menutup pintu impor ke US, termasuk dari Indonesia.
Ini akan menimbulkan reaksi dari negara-negara lain. Globalisasi mati. Perdagangan dunia yang sudah susut, menurun, akan lebih menurun lagi. Dan negara-negara yang ekonominya mengandalkan ekspor, seperti Cina, Indonesia, India, Mexico akan terpukul.
Bisakah Trump melakukan hal ini?
Jawabnya bisa, tetapi hasilnya akan diluar yang diinginkan. Bukannya kemakmuran US yang akan dihasilkan tetapi ekonomi US akan lebih terpuruk. Bahkan sebelum ia menjalankan programnya ekonomi US akan terpuruk akibat reaksi-reaksi negatif menjelang dilaksanakannya program itu. Kita lihat saja.
2.      Politik Luar Negri
Trump menjanjikan bahwa Amerika akan jaya kembali. Dan salah satu yang dijadikan advisor untuk ketidakbijakan keamanan nasionalnya adalah seorang penjahat perang-saudara Libanon tahun 1980an, Walid Phares. Perang saudara ini terkenal karena pembantaian prempuan dan anak-anak pengungsi Palestina dan Syiah Libanon di kamp Sabra and Shatila, Libanon tahun 1982 yang dilakukan oleh kelompok Kristen Phalangist. Memang Walid Phares tidak secara langsung ikut dalam pembantaian itu. Tetapi ideologi keras yang disebarkannya menjadi jiwa dari pembunuhan 460 - 3500 jiwa di Sabra and Shatila. Angka 460 - 3500 jiwa itu masih diperdebatkan.
Walid Phares yang saat ini warga negara US, masih aktif dalam mempromosikan ideologi anti Islam, Islamophobia. Jadi arah dari strategi keamanan nasional dan politik luar negri Trump kemungkinan besar adalah anti Islam, penindasan kultur Islam di US (anti hijab dan perlakuan yang didasari oleh sentimen serta buruk sangka terhadap Islam).
Kalau Trump memberikan tekanan yang lebih keras kepada Iran (Obama telah melunakkannya) dalam masalah nuklir, jangan terlalu heran. Trump juga bersahabat dengan Putin Russia, bisa dipastikan mereka akan bersinergi untuk menghancurkan ISIS. ISIS yang pada awalnya dibentuk oleh US untuk menghancurkan Assad Syria, sekarang akan dilenyapkan. 
Untuk menghancurkan ISIS ini, Trump akan memerintahkan jendral-jendral tertinggi US untuk menyerahkan program mereka untuk menghancurkan ISIS dengan segera. Dan.....Trump juga akan menaikkan budget yang cukup besar untuk mengalahkan ISIS. Ini berarti lengkaplah apa yang menjadi strategi Osama bin Laden. Kata bin Laden di tahun 2004 “Untuk setiap dollar yang dikeluarkan al Qaeda akan membuat kerugian di pihak lawan $1 juta, insya Allah.” Dengan cara-cara ini al Qaeda akan mengalahkan musuh-musuhnya.
3.      Healthcare
Trump akan menghapuskan program Obamacare. Good-luck, menghapuskan program punya peluang akan menimbulkan kegoncangan dalam jangka pendek. Apalagi jika dibarengi dengan pembongkaran-pembongkaran program-program Obama yang lain.
4.      Perpajakan
Trump menjanjikan perubahan perpajakan yang besar. Ia berjanji untuk memangkas pajak di semua lini. Untuk bisnis, tidak akan lebih dari 15% (saat Obama 35%).
Apakah dia bisa melakukannya?
Tanpa memperlebar defisit anggarannya, sulit. Tetapi, defisit ini bisa dihindari kalau Trump memotong dan mengingkari janji-janji pendahulunya di bidang sosial security dan pensiun pegawai negri. Itupun belum cukup. Keterlibatan militer US di luar negri juga harus dipotong, dan itu sulit rasanya jika ia mengikuti saran-saran dari Walid Phares.
Good luck.
5.      Mahkamah Agung US
Untuk menunjang programnya, kebetulan banyak hakim-hakim agung US yang sudah tua dan ada beberapa posisi kosong yang harus diisi. Trump akan mengisinya dengan orang-orang yang mendukung programnya seperti anti muslim, anti perkawinan sejenis, penghapusan Obamacare, pro-kebebasan memiliki senjata. Ini diperlukan jika Trump berhadapan dengan parlemen. Di masa kampanyenya Trump sudah memiliki 21 calon di dalam listnya.
6.      Perubahan Iklim, Pemanasan Global
Trump mengatakan bahwa global warming –pemanasan global- adalah hoax yang diciptakan Cina supaya sektor manufakturing US menjadi tidak kompetitif. Memang pemanasan global adalah rekayasa. Tetapi bukan oleh Cina melainkan oleh para environmentalists, leftists barat, satu group dengan group woman lib, anti pemburuan paus, pro perkawinan sejenis, penyebar ide ledakan populasi dan kekurangan pangan -Paul Ehrlich, dan sejenisnya.
Trump akan menghentikan semua dana tunjangan kepada PBB yang berkaitan dengan pemanasan global. Harus diingat bahwa dana ini sebagian menjadi penghasilan, bakul nasi LSM-LSM lingkungan. Mereka tentunya tidak akan suka bakul nasinya dikurangi jatahnya.
Good luck. Ide yang bagus, tetapi Trump akan berhadapan dengan para environmentalist.
7.      Imigrasi
Topik imigrasi adalah masalah yang paling panas selama kampanye. Kalangan Latino tidak ingin Trump naik menjadi presiden. Kemungkinan juga kalangan muslim yang jumlahnya kecil. Presiden pendahulunya yaitu Obama, berusaha menbuat reformasi di bidang keimigrasian agar pendatang haram bisa diputihkan dan diberi kesempatan untuk memperoleh kewarganegaraan US. Trump ingin meruntuhkan semua yang telah dibangun Obama.
Dalam kampanyenya Trump mengatakan bahwa ia akan membangun dinding pemisah di perbatasan US-Mexico dan tagihan ongkos membangunnya akan dikirim ke Mexico. Ia juga akan mendeportasi 11 juta imigran gelap, yang tidak punya surat-surat yang lengkap, tidak terkecuali mereka yang sudah lama tinggal di US.
Ia juga akan menyetop muslim masuk ke US. Pernyataan ini berarti juga Jokowi dan semua perwakilan negara yang beragama Islam tidak akan bisa masuk ke US, termasuk menghadiri sidang PBB. Apa mungkin ya? Apa ini hanya omongannya orang yang sedang mabuk.
Tidak puas dengan hanya menyetop masuknya muslim ke US, Trump juga berjanji akan mendata semua muslim yang ada di US, memonitor atau menutup masjid. Itu kata Trump sesaat setelah penembakan di San Bernardino, California pada bulan Desember 2015.
Akankah Trump menepati janjinya dan misinya berhasil? Kita lihat saja.

Pengaruh Trump Terhadap Global Ekonomi
Apakah ada pengaruh naiknya Trump terhadap ekonomi global?
Jawabnya: “Tidak ada....”.
Paling-paling hanya mempercepat beberapa proses yang sedang berlangsung. Hal seperti ini sudah pernah terjadi di masa-masa Kondratieff winter sebelumnya. EOWI juga telah mengemukanan bahwa perang dagang, pengenaan bea masuk akan terjadi dimasa sulit ini. Perdagangan global akan semakin menyurut. Globalisasi sekarat dan mati. Tidak ada lagi keterbukaan. Yang tersisa adalah polarisasi di masyarakat dunia sampai ke lokal. Ekonomi US akan memasuki masa resesi tidak lama lagi.

Gejala-Gejala Pasar
Beberapa hari ini, setelah Trump memenangi pemilihan presiden US, tiba-tiba rupiah melorot tajam. Orang akan berpikir bahwa Trump adalah yang memicunya. Tetapi kalau diamati lebih teliti. Index dollar sudah merangkak naik sejak beberapa bulan sebelumnya. Komponen Euro dan mata uang negara-negara maju mengalami pelemahan terhadap US dollar. Sedangkan mata uang emerging market, pelemahannya kelihatannya baru dimulai sejak Trump terpilih. Jadi bukan hanya rupiah yang mengalami pelemahan, tetapi juga rand Afrika Selatan, peso Mexico, ringgit Malaysia, real Brazil dan mata uang berbasis komoditi seperti dollar Australia dan Canada. Setelah 10 bulan istirahat dari rally dollar terhadap mata uang-mata uang ini, mungkin sudah saatnya US dollar kembali rally terhadap mata uang emerging market dan mata uang berbasis komoditi.
Yield dari US treasury bond sudah mengalami peningkatan. Apakah ini akhir dari quantitative easing (QE) yang dilakukan oleh the Fed atau karena yang lain?
Kita akan lihat satu persatu perkembangan pasar 11 bulan terakhir ini.
Bond Yield Meningkat
Yield US treasury bond sudah merangkak naik sejak bulan July 2016 lalu dari 1.35% ke 2.30% (lihat chart berikut ini untuk US treasury bond 10 tahun). Apakah trend ini akan berhenti? Atau berlanjut? Apakah bond bull market yang berumur 35 tahun ini sudah akan berakhir?
Kalau mengikuti model deflasi Kondratieff winter, puncak dari deflasi masih belum nampak. Saham harus terpuruk sebagai salah satu persyaratan, pada saat itu yield dari treasury bond akan kembali turun karena investor lari ke tempat yang aman dan juga pada saat itu akan terjadi kontraksi kredit (yang sekarang masih belum terjadi). Oleh sebab itu, EOWI mengantisipasi bahwa yield US bond akan turun kembali. Bond bull yang sudah berumur 35 tahun ini masih menguasai lapangan.
Sementara itu, dalam jangka pendek, kenaikan suku bunga US treasury ini sudah tentu akan merambat ke suku bunga pinjaman. Ini yang akan memukul bisnis. Kenaikan pengeluaran untuk bunga bank akan naik.
Ada yang bertanya, kenapa suku bunga US treasury naik (artinya harga US treasury turun)? Banyak sebabnya, salah satunya Cina (bank sentral Cina) menjuali US treasury yang dipegangnya. Tujuannya untuk mempertahankan yuan tentunya. Atau ada capital flight.
Cadangan devisa Cina turun sejak tahun 2014 lalu. Dan ini nampaknya akan terus berlanjut. Suku bunga treasury akan naik terus jika the Fed mengurangi jumlah pembeliannya dan dibiarkan pasar untuk menyerap bond yang dijual Cina. Perlu dicatat bahwa Cina adalah negara asing pemegang US treasury yang terbesar.

Dollar Kembali Rally
US dollar yang mengalami rally di tahun 2014 selama kurang lebih setahun, kemudian mengalami fase konsolidasi dan indeks US dollar bergerak pada koridor antara 93 – 100 selama lebih dari 1.5 tahun. Walaupun masih di dalam range perdagangannya selama 1.5 tahun, sejak bulan May 2016, US dollar merangkak naik. Dan pada saat pembahasan ini ditulis, US dollar indeks menyentuh resistancenya yang telah menahannya selama 1.5 tahun di bawah 100.
Rally US dollar terlihat pada jatuhnya poundsterling yang dimulai sejak Juni 2016 lalu dari sedikit di bawah USD 1.6 per pound ke 1.25 dan sempat menembus 1.2. Ini sekedar menunjukkan bahwa US dollar sejak Juni lalu mulai menguat terhadap mata uang negara maju seperti zone Euro dan Inggris ₤.
Terhadap euro, US dollar berhasil menembus level 1.1, tepatnya sudah berada pada posisi 1.07 dollar per euro pada saat tulisan ini dibuat. Akan kan dalam beberapa bulan ke depan 1 USD = 1 euro?
Terhadap dollar Canada sebagai mata uang yang berbasis komoditi, terlihat US dollar sudah mengalami penguatan sejak 6 bulan lalu.
Terhadap real Brazil, mata uang emerging market, US dollar baru mulai meninggalkan fase koreksinya.  
Kinerja US dollar terhadap rubel Russia  tidak sebaik terhadap real Brazil. Tetapi dalam beberapa minggu ini berhasil memasuki koridor perdagangan yang lebih tinggi antara Rub 65 per USD dan Rub 70 per USD. Setidaknya ada indikasi bahwa botom dari fase koreksi yang terjadi sejak Januari 2016, sudah tercapai.
Harga emas juga sudah turun dibawah 200 wk MA dan 50 wk MA. Ini bukan tanda-tanda yang baik bagi emas. Mungkin fase koreksi dari gold bear market yang dimulai dari bulan Januari 2016 sudah berakhir.
Kalau beberapa hari lalu rupiah jeblok terhadap US dollar, adalah wajar. Beberapa mata uang emerging market menunjukkan gejala bahwa koreksi yang dimulai pada bulan Januari 2016 sudah berakhir dan akan mengikuti nasib yang sama  dengan mata uang negara maju, seperti poundsterling dan euro. Dollar-yen juga telah memasuki fase bull kembali.
Untuk dollar-rupiah, US dollar telah keluar dari pola perdagangan segitiga. Pola segitiga adalah pola bullish, yang mengerucut ke bawah. Biasanya target berikutnya adalah di atas level sebelum koreksi, dalam hal ini di atas Rp 14,800.
Apakah US dollar akan mencapai target EOWI Rp 17,000 – Rp 25,000 dalam dua (2) tahun mendatang? Entah lah......, EOWI akan sabar menunggu. Banyak faktor yang bekerja yang bisa mengarahkan USD-Rp ke level tersebut, walaupun Sri Mulyani berusaha sekuat tenaga. Kasihan saya melihat dia yang semakin kuyu.
Indeks Saham
Di bursa saham nampaknya masih banyak bull berkeliaran. Ketika Trump diumumkan memenangi pemilihan presiden, indeks Dow turun 900 poin di premarket, kemudian rebounce 600 poin dan berakhir +240 poin untuk membuat rekord baru. Ini bisa sebagai pertanda bahwa the bulls masih menguasai arena, atau the final blow-off dimana the pigs will get sluaghtered.
Sekian dulu, sampai jumpa lain kali. Jaga kesehatan dan tabungan anda baik-baik.
Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Saturday, November 5, 2016

LEBARAN KUDA

Sby baru saja mengumumkan jenis lebaran baru......., ini beritanya:

video 

Beberapa kelompok terkait merasa heran dan tertawa. Apakah karena lucu atau gembira..., entahlah. (Supaya lebih jelas harus dilihat full-screen)

Cuplikan pidato SBY  tentang lebaran baru ini adalah sebagai berikut:




Ternyata bukan EOWI saja yang meliput usulan SBY ini, juga RTV......, siaran RTVnya adalah sebagai berikut:


 


Sampai jumpa.......



Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Monday, October 31, 2016

Ahok vs Al Maidah 51



Andaikata Ahok ikut pemilihan gubernur Jakarta antara tahun 2006 – 20011, kasus yang menimpa Ahok (didemo habis-habisan oleh organisasi massa Islam) mungkin tidak terjadi. Sebabnya.....ekonomi.
"It's the economy, stupid" ucapan James Carville yang dijadikan retorik kampanye Bill Clinton's pada pemilihan presiden US tahun 1992. Salahkan semua kepada ekonomi. Itu lah kebenaran yang hakiki. Kalau tidak percaya, akan EOWI perlihatkan buktikan.
Kendati pemerintah mengatakan bahwa GDP Indonesia tumbuh, kenyataannya turun. Mau lihat buktinya. Lihat tuh grafik di bawah. Kurvanya nukik ke bawah dari tahun 2012 sampai 2015 (data terakhirnya).
GDP Indonesia yang katanya naik sampai 5% per tahun, nyatanya turun.
Walaupun ini grafik dari the Fed Amerika Serikat, datanya dari Bank Dunia. Dari tahun 2012, GDP Indonesia turun. Walaupun mungkin tingkat pengangguran tidak beranjak, harus diingat bahwa kaum PHKwan, barisan orang-orang yang kena PHK banting stir dari pengangguran ke supir Uber, supir Gojek dan sejenisnya, sehingga tidak dianggap sebagai pengangguran. Tentu saja sektor ini menjadi penuh. Uang yang beredar harus dibagikan kepada lebih banyak orang sehingga penghasilan pemain lama menjadi turun.
Pengangguran juga tidak bisa nampak secara resmi, karena didesign oleh pemerintah demikian. Kalau anda disuruh mengisi kolom “pekerjaan” pada formulir-formulir pemerintah, seperti data KTP, tidak ada yang menulis “pengangguran”. Walaupun pada hakekatnya benar-benar pengangguran karena PHK. Imam Semar juga termasuk dalam barisan orang-orang kena PHK tetapi harus menulis “swasta” sebagai pekerjaannya.
Kalau hidup semakin susah, penghasilan sebagian masyarakat mendadak nol, jangan heran kalau banyak orang jadi sensi (bahasa gaul untuk sensitif perasaannya, gampang tersinggung). Mungkin tidak termasuk Habib Rizieq. Habib Rizieq bisa dikategorikan sebagai pengangguran, karena tidak punya pekerjaan per-se, walaupun ia naik Jeep Wrangler Rubicon yang harganya cukup mahal berplat nomor B 1 FPI. Saya tidak tahu apakah rejekinya Habib Rizieq juga terkena dampak ekonomi yang menurun (baca kontraksi). Indikator naik-turunnya sensi nampak tidak berlaku untuknya. Dari dulu juga seperti itu. Tetapi....., pendengarnya yang makin sensi.
Kalau saja ekonomi tidak turun, banyak orang masih bisa kerja dan cari duit, issue ras dan agama mungkin tidak setajam sekarang. Sayangnya ekonomi sedang turun, pelan tapi pasti. Masyarakat menjadi terkotak-kotak dan jadi lebih fanatik dan militan. Walaupun belum terlalu ekstrim (tunggu nanti tahun 2025 – 2030, akan lebih ekstrim lagi) tetapi cukup terlihat peningkatannya.
Dimulai dari kubu anti Ahok (baca: anti Cina), mengobarkan semangat ke Islamannya dengan dalil al Maidah 51 untuk membujuk umat Islam supaya tidak memilih Ahok. Kemudian pada pidatonya di pulau Seribu Ahok pun membalas dengan mengatakan:
"Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih, 'karena saya takut masuk neraka', dibodohin gitu ya. Nggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja,".
FPI, HTI, kelompok-kelompok Islam dan tokoh-tokoh Islam non-NU kemudian membalasnya lagi dengan pernyataan protes dan tuntutan. Ini membuat keadaan semakin memanas, sampai-sampai Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan memerintahkan tembak di tempat bagi provokator sara.
Kalau kejadian Ahok ini terjadi pada periode 2006 – 20011, sekalipun Habib Rizieq berkoar sampai putus tali suaranya, tidak banyak yang mendengarkannya. Paling-paling yang fanatik saja yang mau dengar. Seperti pada Kasus Ahmadiyah dan Syiah dulu, Habib Rizieq juga berkoar-koar, tetapi tanggapan masyarakat tidak ramai, karena orang punya pekerjaan. Dan pekerjaan yang menghasilkan duit itu lebih penting dari pada demo. Sekarang, gayung tuduhan Habib Rizieq disambut oleh banyak orang yang menghabiskan waktunya main WA dan sosmed lainnya. Terlepas apakah tuduhan Habib Rizieq itu benar atau salah, mereka menyambutnya.
Islam itu merupakan pilihan untuk saya. Artinya, saya lebih ringan untuk pindah kewarganegaraan dari pada pindah agama, karena pemilihan Islam sebagai agama yang saya anut melalui proses penyelidikan selama lebih dari 25 tahun. Sedangkan pemilihan kewarganegaraan Indonesia, sekedar karena convenience saja. Malas pindah menjadi warga-negara lain, kalaupun mau pindah, biayanya akan mahal. Keuntungannya belum tentu lebih besar dari manfaatnya.
Dan sebagai orang Islam saya juga harus adil dan objektif. Itu ajaran agama Islam. Oleh sebab itu kasusnya harus ditelaah secara objektif. Dan berikut ini ada beberapa pertanyaan untuk menjernihkan persoalan yang sudah terlanjur diperkeruh oleh provokator dan para penganggur yang aktif di WhatsApp Group, alias WAG dan sosmed.
  1. Ayat al Maidah 51 itu apa isinya dan konteksnya?
  2. Apakah Ahok memang menghina Quran/Islam?
  3. Apakah reaksi Habib Rizieq sudah sesuai dengan ajaran Islam?

Ayat al Maida 51 itu apa isinya dan konteksnya?
Suatu pertanyaan penting adalah: Ayat al Maidah 51 itu apa isinya dan konteksnya?
Jangan-jangan seperti GDP. Katanya tumbuh 4% - 5%, tetapi kenyataannya malah turun. Kan itu namanya kemakan sama kebohongan. Jadi harus diteliti dari sumbernya yaitu al Quran.
Bunyi ayat al Maida 51 adalah sebagai berikut:
[5:51] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali-wali(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Kuncinya ada pada kata wali. Di atas saya tidak akan menterjemahkannya. Kata wali itu adalah bahasa Arab. Tentang artinya saya serahkan pada pembaca. Walaupun demikian pembaca tidak perlu kuatir karena akan saya beri data-datanya supaya mengerti.
Kata wali banyak digunakan dalam bahasa Indonesia dan belum mengalami perubahan arti. Misalnya: wali murid, wali kelas, wali mempelai wanita, walikota, wali negara. Kira-kira artinya adalah orang yang dipercaya untuk suatu urusan kesejahteraan.
Penggunaan lain yang punya arti lain adalah santo, orang suci seperti pada wali songo. Tetapi kata ini bukan 100% asli dari Arab, tetapi masuk ke Indonesia setelah melalui Turki, veli yang artinya santo. Kuburan kramat juga bisa disebut wali di Turki dan Palestina. Jadi wali dalam pengertian santo, saint adalah yang melalui Turki dalam kaitannya dengan sufiisme, tidak ada kaitannya dengan ayat al Maida 51.
Jadi kalau wali punya nuansa seperti wali-kelas, wali-kota, wali-negri (presiden, perdana menteri, pejabat sementara presiden, dsb) maka gubernur adalah wali-provinsi. Artinya jelas. Kalau ada kyai dan ustadz yang masih mempersoalkannya, maka patut diduga ada agenda lain di belakangnya.

Apakah Ahok Telah Menodai Islam dan Quran?
Pertanyaan berikutnya: Apakah Ahok Telah Menodai Islam dan Quran?
Mari kita simak potongan pidato Ahok di kepulauan Seribu itu:
........ Kan bisa saja dalam hati kecil, bapak, ibu enggak bisa pilih saya karena dibohongi dengan surat Al Maidah 51 macam-macam itu. Itu hak bapak, ibu.
Ahok berpidato dengan bahasa percakapan, kalimatnya tidak lengkap, dalam artian ada subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan. Jika kalimat itu dilengkapi maka akan menjadi:
........ Kan bisa saja dalam hati kecil, bapak, ibu enggak bisa pilih saya karena dibohongi oleh lawan politikku/kyai/ustadz dengan surat Al Maidah 51 macam-macam itu. Itu hak bapak, ibu.
Kalimat Ahok tidak punya pelengkap pelaku. Ini umum, karena yang namanya pelengkap artinya tidak harus ada untuk membuat kalimat itu dimengerti. Tetapi untuk lebih jelasnya ada bagian yang harus ditambahkan dalam hal ini adalah pelengkap pelaku yaitu lawan politik Ahok atau/dan kyai atau/dan ustadz yang tidak disebutkan secara implisit oleh Ahok. Yang dilakukan oleh pelengkap pelaku inilah yang berbohong dengan menggunakan surat al Maidah 51. Dengan kata lain Ahok menuduh si pelengkap pelaku ini telah berbohong bukan Quran cq al Maidah 51.
Jadi jelas bahwa Ahok tidak menjelekkan Quran dengan mengatakan bahwa Quran berisi kebohongan. Yang dihina adalah lawan politiknya atau kaki tangannya, apakah itu kyai atau ustadz atau habib, termasuk saya.
Saya termasuk yang dikatakan Ahok berbohong, karena saya termasuk yang selalu mengatakan bahwa muslim dilarang memilih non-muslim sebagai walinya.
Fatwa MUI yang mengatakan bahwa Ahok telah menghina Islam juga salah. Bahwa fatwa MUI salah, itu biasa. Saya tidak heran. Kalau fatwa habib-habib salah, saya juga tidak heran. Islam tidak mengenal kelembagaan spiritual, seperti gereja Katholik.
Jadi kesimpulannya bahwa yang dihina oleh Ahok adalah lawan politiknya dan kyai, ustadz dan saya yang memberi penerangan kepada umat Islam tentang surat al Maidah 51.

Apakah reaksi Habib Rizieq sudah sesuai dengan ajaran Islam?
Yang paling bereaksi terhadap pernyataan Ahok adalah Habib Rizieq: “Penghinaan dan penistaan agama!! Ahok menghina agama Islam!!”. Kemudian issue penghinaan dan penistaan agama Islam menjalar kemana-mana seperti tak terkendali. MUI pun ikut-ikutan membuat fatwa. Mereka menuntut agar Ahok diproses secara hukum. Maksudnya dipidanakan dan dihukum seperti Arswendo (1990) karena jajak pendapatnya di majalah Monitor yang melibatkan nama nabi Muhammad dan hasilnya bahwa dirinya lebih populer dari pada nabi Muhammad. Atau yang terakhir Rusgiani (2012) seorang wanita Kristen yang dipenjara 18 bulan karena komentarnya tentang canang (tempat sesajen) yang kotor dan membuat Tuhan tidak akan datang ke rumah tersebut.
Reaksi Habib Rizieq masih berlanjut. Ia menyerukan demo besar-besaran pada tanggal 4 November ini dengan tuntutan agar Ahok diadili (baca: dihukum penjara!).  
Menurut Quran apakah hukuman penjara bagi menghina agama adil? Apakah hukuman 5 tahun penjara atas Arswendo adil? Atau hukuman penjara bagi Rusgiani itu adil menurut Quran. Saya tekankan pada kata menurut Quran karena untuk menilai sikap keislaman Habib Rizieq.
Dari penjelasan di atas, kita tahu bahwa Ahok tidak menghina Quran, tetapi orang-orang yang menggunakan ayat al Maidah 51. Tetapi bagi orang yang tidak bisa berpikir atau bodoh, boleh jadi pernyataan Ahok dianggap sebagai penistaan agama Islam. Kita akan gunakan asumsi ini, yaitu Habib Rizieq cukup bodoh atau cukup panas hatinya sehingga tidak bisa mengerti secara objektif apa yang dikatakan Ahok. Lalu apakah reaksinya terhadap pelecehan Quran (anggap aja sebagai pelecehan Quran) sesuai dengan ajaran Quran?
Jawabnya ada di surat an An'aam
[6:68] Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
Perintahnya cuma disuruh menyingkir dari orang-orang yang mengolok-olokkan Quran. Ayat ini bukan satu-satunya ayat yang berbunyi demikian. Masih ada lagi yang lain yang nanti akan disitir.
Menuntut Ahok diadili (baca: akhirnya dipenjara) seperti Arswendo bukan tindakan yang sesuai dengan ajaran Quran. Perintah di Quran hanya menyingkir dari kumpulan orang seperti itu. Dengan kata lain MUI dan FPI telah melewati batas-batas yang diajarkan Quran.
EOWI bisa mengerti kenapa MUI dan Habib Rizieq menuntut diadilinya Ahok, karena ada kata "adil" pada kata pengadilan. Padahal track-record menunjukkan bahwa yang namanya pengadilan tidak ada kaitannnya dengan adil. Yang paling menyolok ketika pengadilan menjatuhkan ganti rugi Rp 1 trilliun (banyak sekali) terhadap penghinaan kepada Suharto. Menghina kok dibalas dengan Rp 1 trilliun. Untung banget yang dihina. Mungkin MUI dan Habib tidak tahu pengadilan tidak ada kaitannya dengan ADIL. Ilmu (informasi) itu yang harus dimiliki MUI dan Habib.

 
Renungan
Di EOWI, kami sebisa mungkin mendudukkan persoalan seperti semestinya. EOWI tidak memihak kepada siapapun, kecuali kebenaran. Quran memerintahkan:
[4:135] Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
EOWI berkomitmen untuk menjadi saksi yang adil, berkomentar yang adil, bertindak yang adil.
Jelas bahwa:
  1. Adalah benar bahwa al Maidah 51 berarti pengharaman bagi umat Islam untuk memilih wali-provinsi dari kalangan selain Islam.
  2. Ahok tidak menista Quran, melainkan mengejek orang-orang yang menggunakan al Maidah 51 untuk menjegal pencalonannya sebagai gubernur.
  3. Habib Rizieq, MUI dan kelompok pendukungnya telah melampaui batas-batas yang ditetapkan Quran dalam bereaksi menghadapi orang-orang yang menghina agama (dengan asumsi bahwa Ahok menghina Quran).
Banyak pendakwah entertainers yang moderat seperti AA Gym berapa pada posisi di belakang Habib Rizieq dan MUI. Tetapi tidak semua. Ulama yang bertuhan pada demokrasi dan toleransi bisa dipastikan tidak termasuk yang bersama Habib Rizieq.
Bagi EOWI sudah jelas. Bagi pembaca EOWI yang mengaku muslim tetapi masih bertuhan kepada demokrasi dan toleransi, mungkin perlu merenungkan ayat-ayat ini:
[4:138] Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,
[4:139] (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi wali-wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.
[4:140] Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,
[4:144] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?
[4:145] Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.
[5:52] Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (kafir), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan, atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.
Ini tidak berarti EOWI menyarankan untuk memilih Anis Baswedan yang keturunan Arab atau Agus. EOWI tidak mengenal mereka. Mereka tidak punya track-records yang memenuhi standard EOWI. Jangn-jangan seperti Jokowi......., berjanji muluk, kemudian bikin tax amnesty yang ujung-ujungnya merampok 2% dari harta rakyatnya yang punya duit.
Fenomena Habib Rizieq dan Ahok adalah yang nampak dipermukaan. Yang lebih mendasar sering kali tidak nampak. Untuk mengakhiri tulisan ini ada baiknya kita merenungkan dan mempertanyakan beberapa hal yang mungkin menjadi latarbelakang dan tidak nampak.
Apakah peningkatan ketengangan SARA ini karena tekanan ekonomi? Ahok vs Rizieq bukan satu-satunya kasus. Beberapa hari lalu di Irian (Papua) terjadi perkelahian antara suku Papua vs Makasar di Manokwari yang menyebabkan kematian. Kemudian demonstrasi di Manado yang menuntut pembongkaran masjid.
SARA atau tekanan ekonomi yang susah 4 tahun ini merosot? (lihat grafik di awal tulisan ini). Apakah perampokan 2% harta simpanan melalui tax amnesty juga ikut mempunyai andil dalam kesengsaraan dan selanjutnya ketidak-puasan ekonomi?. Apakah demo tanggal 4 November mendatang akan berekor terus ke Jokowi dan akhirnya Tuhan mengabulkan doa EOWI:

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.


Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Sekian dulu......, sampai nanti.



Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.