___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Saturday, November 15, 2008

KRISMON 2008-2010 DAN FRACTIONAL RESERVE BANKING (II)

FRACTIONAL RESERVE BANKING DAN KRISIS EKONOMI

PENGANTAR
Kemarin saya membaca diinternet bahwa Russia mengalami krisis moneter. Bagaimana mungkin? Russia punya cadangan devisa lebih dari $550 milyar. Itu besar sekali. Agak lama juga mencernanya. Setelah menganalisa maka keluarlah beberapa kemungkinan yang terjadi. Berikut ini adalah suatu skenario yang bisa terjadi dan berpeluang melanda Indonesia serta mitra dagang US lainnya. Mungkin masih ada lagi skenario lain, tetapi menurut pendapat kami, skenario ini lah yang punya peluang besar untuk terjadi (dan sedang terjadi).

Sebagai pelajaran tambahan bagi yang belum terbiasa dengan sistem perbankan dan sistem moneter, situs EOWI menyediakan list situs Pelajaran dari Situs tetangga. Silahkan kunjungi untuk memperkuat pengetahuan anda. Pelajaran ini dalam video yang jenaka dan ringan. Gaya dan nuansa membawakannya sewarna dengan EOWI.


APA ITU FRACTIONAL RESERVE BANKING (FRB)
FRB adalah cara untuk menciptakan kredit yang berlipat ganda dari tabungan nasabah atau cadangan/kapital. Misalnya sebuah bank memiliki dana (bisa dari tabungan nasabah atau dari bank sentral) Rp 100 milyar. Bank ini boleh meminjamkan dana ini kepada orang lain dan menyisakannya hanya sebagian saja, misalnya 10%. Berarti Rp 90 milyar bisa dipinjamkan dan sisanya Rp 10 milyar dijadikan cadangan. Kita akan lihat dengan skala negara yang punya beberapa bank komersial. Tentu saja si peminjam (debitur) tidak akan menarik uangnya (hutangnya, kreditnya) dan membawanya ke rumah dan disimpan di bawah bantal. Melainkan disimpan di rekeningnya di bank. Oleh bank, uang yang Rp 90 milyar ini juga boleh dipinjamkan lagi sebanyak 90% yaitu Rp 81 milyar. Dan sisanya, 10% yaitu Rp 9 milyar dijadikan cadangan.

Hal yang sama terjadi dengan uang yang Rp 81 milyar ini, 90%nya boleh dipinjamkan lagi dan sisanya (Rp 8.1 milyar) dijadikan cadangan. Hal ini bisa terjadi seterusnya sehingga uang yang tadinya hanya Rp 100 milyar bisa menciptakan kredit sebesar Rp 900 milyar.

Sekarang coba pikirkan: kalau seandainya ada seorang debitur rugi Rp 100 milyar dan tidak bisa bayar, bangkrut, pailit. Otomatis uang deposit (kapital) awal yang Rp 100 milyar itu musnah, tidak bisa dibayar. Dan bank mempunyai equity yang negatif.

Ini yang terjadi di bank Northern Rock Inggris. Ketika nasabahnya mau mengambil depositnya, bank tidak punya uang sebanyak itu. Bank tidak solvent dan menjadi bangkrut.

Ingat-ingat hasil deduksi ini. Karena korollari ini akan kita gunakan untuk menerangkan terjadinya krisis.


LANGKAH MENUJU KRISIS
Langkah awal menuju krisis dimulai sejak masuknya dana asing ke suatu negara. Untuk krisis 2008 benihnya ditanam besar-besaran pada tahun 2002 sampai tahun 2007. The Fed menurunkan suku bunganya sampai 1% dan kredit dilonggarkan, liquiditas diglontorkan. Spekulan, investor pinjam uang dan berspekulasi. Kebanyakan yang dipinjam adalah US$, kemudian Yen dan Swiss frank. Karena sifat sistem FRB, maka dana yang bisa dipinjamkan sangat besar.

Dana ini mengalir ke negara-negara lain. Di suatu negara, aliran dana masuk bisa digambarkan seperti diagram di bawah ini. US$ masuk ke dalam ekonomi suatu negara. Kemudian bank sentral melakukan sterilisasi dengan membeli US$ dan mencetak uang lokal (rupiah, yuan, Singapore dollar, dsb). Uang lokal yang baru ini oleh bank komersial dipakai untuk menciptakan kredit yang berlipat ganda. Bayangkan bagaimana besarnya pencipkaan kredit ini kalau ditelusuri dari asalnya di US.



Bank Sentral, BI untuk Indonesia, akan menukarkan US$ ke treasury bond (TB) atau surat hutang US dan disimpan sebagai cadangan devisa. Jangan heran kalau cadangan devisa di seluruh dunia naik tidak karuan dalam kurun waktu yang pendek – 5 tahun, dari $ 1.5 trilliun menjadi hampir $ 7 trilliun.



Ekonomi negara yang bersangkutan menjadi marak. Ada yang ekonomi riilnya marak seperti Cina, Russia, Dubai, Abu Dhabi. Ada yang Cuma ekonomi makronya saja. Yang ekonomi riilnya marak seperti Cina, investasi di sektor riil cukup besar. Banyak pabrik-pabrik dibangun. Tetapi kalau dilihat secara cermat industri Cina masih berorientasi US dan Asing. Menurut teman saya, warga negara Cina, pabrik-pabrik di Cina kebanyakan hanya menerima order dari US. Kemudian barang-barang ini di beri label dan merek US, Seperti Lenovo, Dell, ToyRUs. Jadi tidak lain hanya perpanjangan tangan industri di US. Dengan kata lain, yang selama ini dikatakan bahwa US mengalami defisit perdagangan tidak 100% benar. Karena industri yang ada di Cina (negara yang mengalami surplus perdagangan) adalah perpanjangan industri di US (negara yang mengalami defisit perdagangan). Yang banyak untung adalah industri US juga. Sengaja saya beri penekanan pada kata ini, karena akan saya pakai untuk menerangkan bagaimana krisis di Russia yang notabene punya cadangan devisa lebih dari $ 550 milyar.

Untuk Indonesia, dana asing ini masuk ke sektor saham dan kredit perkebunan dan pertambangan. Memang bukan perpenjangan industri di US tetapi adalah pendukung industri dan konsumsi di US. Yang berbahaya adalah kreditnya.


AWAL DARI KRISIS
Awal dari krisis adalah dimulai dari kasus subprime. Ingat dengan sistem FRB, kerugian kecil bisa membangkrutkan bank. Ini adalah korollari hasil deduksi sebelumnya. Karena kerugian dari subprime, banyak bank di US mempunyai equity yang negatif. Karena sebagian reservenya musnah karena gagal bayar, maka kreditpun harus dikurangi untuk mempertahankan perbandingan cadangan vs kredit. Banyak kredit tidak diperpanjang. Dan kredit yang dananya disalurkan ke luar negri ditarik.

Terjadilah repatriasi US$. Proses repatriasi US$ di sebuah negara, seperti Indonesia misalnya, bisa digambarkan seperti yang terlihat pada diagram di bawah ini.



Gejalanya nampak dengan mengkerutnya sektor-sektor yang sebelumnya dimasuki dana asing. Bursa saham anjlok, jika sebelumnya bursa dimasuki dana asing. Kredit luar negri tidak diperpanjang. Ini dialami beberapa perusahaan.

Secara sederhana apa yang bisa terjadi, kira-kira sebagai berikut:

1. Repatriasi bisa berlangsung cepat dan lebih cepat dari pada kerja BI menukar US-TB nya. Sehingga terjadi kelangkaan US$. Harga US$ akan melonjak. Pemerintah akan mencoba mengerem proses ini. Spekulan lokal ikut ambil bagian dan membuat pemerintah semakin panik. BI juga lambat menarik rupiah, sehingga membuat rupiah semakin melemah.

2. Karena dana asing keluar, maka kredit yang diciptakan (berdasarkan azas FRB), juga harus dikurangi dan jumlahnya berlipat ganda. Ingat dana $ 100 juta yang masuk didepositkan bisa menciptakan $900 juta kredit, dan kalau dana ini keluar, maka $ 900 juta kredit juga harus ditarik.

3. Di Indonesia (atau Cina atau Russia) terjadi penarikan kredit secara besar-besaran. Repotnya kalau dana asing ini keluar dengan keuntungannya yang cukup besar. Secara aggregat bank-bank di negara yang bersangkutan akan mengalami negatif equity. Artinya equity nya tidak cukup untuk membayar deposit nasabahnya.

Kalau sdri Rina pada emailnya menganjurkan agar membiarkan uang anda di bank (sebaiknya bank pemerintah), kami di EOWI menganjurkan untuk mengambil dan mencairkan deposit anda sebelum bank nya di-rush. Bisa jadi anda tidak kebagian. Paniklah sebelum terjadi panik massal. Menaruh uang di bawah kasur lebih baik dari pada di bank pada saat seperti itu. Uang di bawah kasur resikonya adalah perampok dan pencuri. Alternatif lain adalah safe deposit box. Timbang-timbang saja lah.


KLIMAKS DARI KRISIS: PENYELAMATAN OLEH PEMERINTAH
Tahap berikutnya dari krisis adalah penyelamatan oleh pemerintah. Aturannya adalah pemerintah akan mengeluarkan surat hutang (SUN di Indonesia dan US-TB di US) dan menjualnya. Dalam keadaan krisis, dana asing banyak yang keluar dengan segala keuntungannya sehingga secara aggregat ekonomi negara tersebut (Indonesia, Russia, Cina) mengalami kerugian, maka untuk pasar swasta lokal agak sulit menampungnya (modal asing lebih sulit lagi), sehingga kemungkinan terbesar adalah bank sentral yang akan membeli. Tentu saja ini jual beli ecek-ecek. Pemerintah menjual dan badan pemerintah lainnya membeli. Dagelan bukan?



Bank sentral akan mencetak uang baru. Dan uang yang masih hangat dari mesin cetak ini dipakai untuk menasionalisasi bank-bank yang sekarat. Penambahan uang baru ke dalam ekonomi berarti inflasi.


KESIMPULAN
Secara kronologis krisis dengan gejala-gejala seperti berikut ini:

1. Investor asing meliquidasi posisinya. Harga saham, misalnya, turun. Kredit tidak diperpanjang.

2. Terjadi repatriasi dana asing (US$), sehingga US$ melonjak harganya dan mata uang lokal jeblok. Semua harga yang dispekulasikan akan punya potensi turun termasuk emas. Harga emas juga punya potensi (tidak selalu harus) melemah terhadap US$.

3. Krisis liquiditas bisa terjadi negara yang bersangkutan (Indonesia, Russia, Cina, dsb). Apalagi kalau dana asing tersebut keluar bersama keuntungannya yang besar akan membuat aggregat kapital awal (asli) di negara yang bersangkutan tersedot juga. Dalam kasus seperti ini krisis di negara yang bersangkutan akan lebih parah dari di US. Contohnya Iceland. Russia mungkin akan bernasib sama. Indonesia bagaimana? No comment. Yang pasti dana asing sudah keluar dari bursa saham lebih dulu dari dana lokal.

4. Pemerintah kemudian melakukan penyelamatan dengan mencetak uang baru. Inflasi semakin parah. Harga emas akan naik cepat. Pada saat ini harga rumah dan barang-barang tidak naik secepat harga emas.

Jadi kalau dilihat dari kronologis akibat dan gejala yang ditimbulkan dalam krisis kali ini maka, pertama kalau punya asset kertas (saham), harus diliquidasi ketika sudah ada tren menurun dan pindahkan dana ke US$ (mata uang yang dulu masuk sebagai carry trade). Kemudian dipindahkan ke emas pada saat ekonomi menjelang didominasi oleh reflasi atau penyelamatan-penyelamatan. Kita akan bahas hal ini di seri berikutnya, yang lingkupnya meliputi sistem di US.

RENUNGAN
Beberapa pembaca mengirimkan email dan komentar berupa doa. Doanya berupa doa agar saya cepat sembuh dan doa agar Imam Semar diberi petunjuk. EOWI mengucapkan terima kasih kepada pembaca atas doanya. Semoga anda juga diberi kesehatan dan petunjuk serta kewarasan oleh Allah. Ada satu lagi yang perlu kita minta kepada Allah, yaitu perlindungan terhadap hutang, akibat hutang dan tekanan hutang. Orang Islam diajari oleh nabinya doa pagi-sore yang salah satu isinya adalah minta perlindungan terhadap hutang dan tekanan hutang.

”Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353).

Kesewenang-wenangan manusia dalam konteks modern ini adalah sistem FRB. Bank telah berlaku sewenang-wenang dengan memutarkan deposit kita menjadi kredit yang jumlahnya berkali-kali lipat sehingga kalau ada kerugian kecil saja deposit kita, hasil kerja keringat kita dan tabungan hari tua kita bisa menguap dan tidak terbayarkan.

Sistem riba (usury) telah merambah disemua sektor ekonomi. Asal muasalnya adalah kredit dan uang fiat. Yang menarik adalah kaitan antara Yahudi dan riba. Lihat ayat dari Taurah mereka ini:

Deuteronomy 23:19 Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan.

Deuteronomy 23:20 Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya."


Dunia sudah didominasi oleh riba. Katakanlah riba artinya pembungaan hutang yang berlebihan. Sistem FRB memungkinkan hal ini. Dari deposit yang hanya Rp 100 juta bisa tercipta Rp 900 juta kredit. Kalau bunganya 10% saja, maka bank bisa memperoleh 90% per tahun dari bunga. Apa itu bukan riba? Apapun namanya, bank syariah atau apa saja, yang mempraktekkan FRB pada dasarnya riba. Yang menarik lagi ialah bahwa Quran tidak pernah menggunakan kata fulus (artinya uang fiat), toh bank-bank syariah tidak satupun yang menggantikan fulus (rupiah, dollar, ringgit, peso) dengan perak (dirham) atau emas (dinar). Kedua kata itu, dinar dan perak digunakan dalam Quran (dalam surah Yusuf dan Kahfi). Padahal fulus – baik itu rupiah, dollar atau euro adalah sarana riba. Siapapun yang membaca Quran mengetahui bahwa riba pertama bisa diampuni dan riba kedua kalinya masuk neraka selamanya. Hukuman untuk dosa yang sangat berat sekali. Herannya para ulama pengawas bank syariah apa tidak tahu?

Akhir dari tulisan ini kami minta pembaca untuk berdoa agar kita terhidar dari akibat riba, FRB dan krisis moneter yang akan datang. Di samping berdoa, kita juga harus berusaha dan melakukan tindakan yang waras. Artinya jangan membiarkan tabungan kita semua di bank kalau ada resiko bank akan di-rush. Pindahkan sebagian ke tempat lain. Sesunguhnya orang yang terpelihara adalah orang yang berpikir waras dan bertindak waras. Jangan percaya kepada pemerintah, karena pemerintah tidak kenal anda, dan mereka punya kepentingan sendiri. Sejarah membuktikan demikian.


Jakarta,15 November 2009

Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

12 comments:

Anita said...

Peringatan yang bermanfaat. Pantas saja kemarin Bank Century kalah kliring. Gubernur BI juga mengancam akan menangkap penyebar rumor. Tanda-tanda bank akan di-rush?

Mas IS bisa ditangkap nih? Tapi jangan kuatir. Tulisan ini bukan rumor kok. Lebih cenderung untuk pembelajaran.

KOMUNITAS EMBUN PAGI said...

Saya sekarang sebenarnya agak 'senang' karena pemerintah tidak terlalu ribut melakukan ini dan itu. Paling2 mereka bisanya mengancam...toh nyatanya kebenaran tidak akan kemana2,he2...Apalagi dizaman dimana informasi begitu gencar sekarang ini. Maka kebenaran sulit diplintir bagi kepentingan kekuasaan. Namun demikian, kelihatannya manusia akan tetap kesulitan menghindar dari monster-monster pemerintahan dan juga ketamakan segelintir orang yang sering mengatasnamakan 'penyelamatan ekonomi'?....

Selamat Pak IS, semoga anda diberi kesahatan, panjang umur, rezeki yang cukup...

Giyanto

mandrivalover said...

Menurut saya mengenakan bunga atas pinjaman walaupun cuma 1% tetap terhitung riba. Soalnya, bayar pinjamannya bagaimana?
Coba bayangkan, misalnya saya punya 100 koin emas yang unik dan yang bisa bikin cuma saya sendiri dan saya pinjamkan kepada anda dengan bunga 5% dan harus dibayar tahun depan berikut bunganya.
Sekarang ganti kata "saya" dengan bank, dan kata "emas" dengan uang.
Apakah bapak masih bisa membayar? Apakah normal ketika bapak tidak bisa bayar? Apakah adil ketika bapak tidak bisa bayar, kemudian saya boleh menyita barang jaminan?

Imam Semar said...

@mandrivalover,

Saya setuju dengan definisi riba. 1% pun riba. Itu jelas di Quran (saya berasumsi anda beragama Islam). Sedangkan di Perjanjian Lama istilah usury dalam bahasa Ibrani/Hebrew berarti menggigit. FRB dalam sistem fiat lebih buruk dari pada riba. Kalau riba, si kreditur masih punya duit/barang. Kalau pada sistem uang fiat, yang namanya kreditur tidak punya apa-apa. Uang fiat diciptakan dari kehampaan.

Cobalah lihat link kami yang baru. Disitu dijelaskan secara gamblang bagaimana terjadinya uang.

mandrivalover said...

Ya benar, sistem fiat lebih buruk daripada riba. Kalau dulu pencetakan uang masih bisa direm dengan gold standard, sekarang nggak ada lagi pengaman untuk nilai tabungan ketika pemerintah melakukan bail-out atas nama 'penyelamatan ekonomi'

Pustaka Pohon Bodhi said...

Apa yang bisa kita lakukan Pak Imam? Bank, pertambangan, farmasi, perkebunan/pertanian, distribusi barang, media, pendidikan, segala yang menguasai kehidupan orang banyak, hampir semuanya sudah dalam kendali bankir besar dan korporasi mereka.

Yang paling mengkhawatirkan adalah mayoritas orang yang mendengar cerita kriminalitas perbankan dan konspirasi bankir internasional bahkan tidak peduli, sebagian malah menganggap kita mengada-ada.

Ratih Juhara said...

Saran yang sangat bermanfaat..
jadi tahu lebih mendalam mengenai Fractional Reserve Banking...


Thanks for share

ronym said...

Solusinya ?
Sebagaimana penjelasan EOWI
Ambil semua uang kita di bank...
Beli emas, tanah, ternak ( cadangan makanan )atau barang apapun yang riil...
( saham, sertifikat emas atau sejenisnya apalagi yang berupa elektronik = virtual = tidak riil ).
Tunggu beberapa saat ( hari, bln, thn )...
Ada hal menarik yang akan terjadi...

Wolffman said...

Kang Imam Semar, saya jadi ingat film Wall Street 2, saat Mr. Gecko memberikan kuliah umum. Idenya betul2 sama. Sistem perekonomian kita ada model kebangkrutan, dan sudah menjadi kanker yang sulit dihentikan.

Adakah cara untuk menghentikan kanker global yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan kita ini?

Jan Utay said...

Kita harus waspada dengan rencana penguasa uang yang ada dibalik layar G20 pemerintah kita Indonesia sebagai anggota G20 harus sesitif terhadap issue yang berkembang

Anonymous said...

Terminologi yang digunakan saat ini untuk melukiskan sistem finansial adalah"fractional Reserve Banking" atau cadangan terbatas perbankan

titik mulai yang baik untuk mempelajari apa itu fractional reserve banking adalah perilaku tukang emas di Inggris pada abad ke 15-17 Masehi

xebagai contoh Bank Of England pada th 1694 Raja William saat itu verada dalam kesulitan finansial yang besar akibat perang melawan perancis

para tukang emas kemuduan meminjamkan 1.2juta Poundserling/nilai yang besar saat itu dengan syarat tertentu

bunga yang dikenakan 8%

Jangan lupa bahwa MAGNA CARTA sebenarnya dikatakan bahwa mengenakan dan mengumpkan bunga/Riba

atas pinjaman akan dikenakan Hukuman mati

Raja William di paksa memberikan ijin Kartel Resmi kepada para tukang emas sebuah hak untuk menciptakan kredit

sebelum itu operasi untuk menerbitkan lebih banyak kwitansi emas dari pada emas yang sebenarnya di miliki adalah tindakan Ilegal

namun sejak ijin kartel itu keluar tindakan itu menjadi legal.

Hari Restumu said...

Terminologi yang digunakan saat ini untuk melukiskan sistem finansial adalah"fractional Reserve Banking" atau cadangan terbatas perbankan

titik mulai yang baik untuk mempelajari apa itu fractional reserve banking adalah perilaku tukang emas di Inggris pada abad ke 15-17 Masehi

xebagai contoh Bank Of England pada th 1694 Raja William saat itu verada dalam kesulitan finansial yang besar akibat perang melawan perancis

para tukang emas kemuduan meminjamkan 1.2juta Poundserling/nilai yang besar saat itu dengan syarat tertentu

bunga yang dikenakan 8%

Jangan lupa bahwa MAGNA CARTA sebenarnya dikatakan bahwa mengenakan dan mengumpkan bunga/Riba

atas pinjaman akan dikenakan Hukuman mati

Raja William di paksa memberikan ijin Kartel Resmi kepada para tukang emas sebuah hak untuk menciptakan kredit

sebelum itu operasi untuk menerbitkan lebih banyak kwitansi emas dari pada emas yang sebenarnya di miliki adalah tindakan Ilegal

namun sejak ijin kartel itu keluar tindakan itu menjadi legal..