___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Saturday, November 15, 2008

KRISMON 2008-2010 DAN FRACTIONAL RESERVE BANKING (I)

EMAIL DARI RINA KEPADA PUBLIK


PENGANTAR
Baru-baru ini di internet tersebar email dari seorang bernama RINA. Beliau ini memberi saran apa yang harus dilakukan selama krisis ini. Bahkan beliau memberi nomer telponnya. EOWI melihat beberapa anjurannya bersifat paradoks dan berbahaya bagi kaum waras yang ingin mempertahankan nilai tabungannya. Oleh sebab itu EOWI ingin menbedah argumen sdri Rina ini dengan pisau logika dan ekonomi.

Pada kesempatan lain di situs sahabat EOWI yaitu Akal & Kehendak, serta Komunitas Embun Pagi, sahabat maya kami, sdr. Giyanto bercerita tentang Fractional Reserve Banking (FRB). EOWI menganjurkan untuk membacanya [link1 dan link2]. Tetapi rekan Giyanto ini agak tinggi ilmunya, jadi bagi pembaca EOWI yang masih pemula, mungkin agak sulit mengerti.

EOWI ingin menggunakan tulisan rekan maya Giyanto untuk mematahkan anjuran Rina. Maksudnya menurut teori FRB anjuran Rina sangat berbahaya bagi tabungan anda. Jadi kalau anda menerima email Rina sebaiknya anda membaca tulisan ini dan tulisan sahabat maya EOWI itu [link1 dan link2].

Kami akan bagi tulisan ini menjadi beberapa bagian, pada bagian ke dua, kami akan menerangkan suatu mekanisme krisis dari sudut FRB


EMAIL DARI RINA DAN KOMENTAR EOWI
Kita mulai dari emailnya Rina:

Teman2, agak serius dikit ya.
Sebetulnya ini agak telat, tapi sorry karena pikiranku kesita banget ama kerjaan. Barusan aja aku kepikiran untuk share ama kalian di milist ini. Aku sendiri juga kelimpungan jawab pertanyaan dari orang2 soal ini. Ini bukan nakut2in tapi kenyataan dan aku nulis ini supaya kalian tahu apa yang harus dilakukan. Aku kerja di bidang investasi dan keuangan dan aku dah tahu duluan tentang hal ini. Aku dah tahu dan ngerasain krisis ini dari awal tahun tapi kan belum ngefek ke real sector, berhubung sekarang udah menjalar dan kalian akan segera merasakannya maka aku tulis ini. Krisis ini bisa lebih buruk dari krisis 98, tapi kondisi ekonomi kita lebih kuat sekarang. Krisis yang sekarang asalnya dari luar bukan dari dalam negeri. So, aku minta kalian benar2 baca tulisan aku ampe selesai. Terserah kalian akan ikutin atau tidak, yang jelas aku punya license nasional dan pemahaman yang membuat tulisan aku di bawah ini suatu penjelasan dan saran yang bisa diikuti, bukan nakut2in. Bila ada pertanyaan bisa menghubungi aku di 08111834945, free of charge. Ini juga bukan iklan, gue ngga butuh. Please feel free. Tapi please jangan marah kalo gue ngga jawab karena kantor juga kacau abis.

Singkatnya gini deh:
Kondisi ekonomi:
1. Krisis keuangan di AS sangat sangat sangat parah. Tidak ada yang selamat. Ini sistem yang hancur.

2. Krisis itu telah menjalar ke seluruh dunia, sekali lagi tidak ada yang selamat. Kalo ada rumor yang mengatakan bahwa negara ini bakal kuat, bakal jadi pemimpin, jangan percaya.

3. Banyak negara sudah memasuki masa resesi, seperti Inggris dan Singapur. Sebenarnya banyak sekali negara sudah masuk resesi tapi secara definisi belum karena dalam definisi ekonomi suatu negara dinyatakan resesi bila pertumbuhan ekonominya negatif 2 kuartal berturut2. Jadi yang tinggal di Singapore , Inggris dan US benar2 harus melakukan perubahan cara hidup mulai sekarang.

4. Krisis ekonomi sudah menjalar ke sektor real artinya akan kita rasakan. Sekarang sebenarnya sudah tapi tidak banyak orang awam yang benar2 sadar dampaknya. Ekspor kita sudah melambat, harga2 komoditas kita sudah jatuh, eksportir2 kita sudah memecati karyawan, impor ilegal sudah masuk. Pertumbuhan ekonomi kita bisa negatif.

5. Sektor2 yang paling dulu terkena imbasnya adalah properti, manufaktur, pertambangan, perkebunan.. ..sebenarnya sekarang udah terasa. Jadi tahun depan jangan harapkan perusahaan kalian kasi bonus besar lagi atau kasi kenaikan gaji tinggi lagi,

Artinya : Semua orang, semua negara sedang dalam perang memperebutkan cash. Siapa yang punya cash nantinya punya kemampuan lebih untuk bertahan

Saran dari aku:
1. Gaji dan semua income jangan dibelikan investasi lagi. PEGANG CASH. Buat kalian yang pas2an sekali, aku saranin, akumulasi cash dalam bentuk hard cash yaitu rekening tabungan (yang bisa ditarik dengan ATM). So, gaji masuk jangan belanja apa2.

Komentar EOWI: kalau orang akan memperebutkan cash, maka seharusnya jangan memenyimpan di bank karena kalau bank juga perlu cash, maka anda tidak dapat. Mesin ATM akan tutup. Ini akan kami terangkan dengan teori FRB.

2. Barang2 tertier terutama yang bakal dibeli pake kredit nanti dulu deh, pegang cash dulu. Barang2 akan mahal, susu anak mahal...so, pegang cash.

Komentar EOWI: Pernyataan kontradiksi. Kalau barang-barang akan naik harganya maka sebaiknya tidak memegang cash, tetapi beli barang dan timbun!

3. Bila kalian dengar harga emas naik dan sebagainya, jangan tergiur. Emas memang naik, tapi sangat volatile. Contoh temanku, beli emas, niatnya mau jualan,....eh telat, sekarang turun lagi. Lagian percaya deh, sulit jualnya karena semua orang dalam kondisi pengin jualan. Kalian bisa beli kemungkinan besar susah jualnya

Komentar EOWI: Tidak benar bahwa emas tidak liquid (susah dijual). Emas sangat liquid, tetapi perak tidak liquid di Indonesia. Ditempat lain perak liquid. Bahkan saat ini kalau mau beli emas sulit, pemodal/investor besar tidak mau melepas emasnya. Karena emas adalah alat lindung nilai (hedging) di masa krisis.

4.Investasi tunda dulu deh. Kalo memang ada duit lebih deposito saat ini yang paling cocok, itu juga near to cash walaupun ada jatuh temponya. Nah untuk deposito aku saranin:

4.a. Masukkan ke bank yang aman, buat kalian aku sarankan kalo bisa bank pemerintah.

4.b Bunga penjaminan pemerintah hanya 10%. Artinya bila deposito kalian mendapat bunga di atas 10% maka uang kalian tidak akan dijamin oleh pemerintah. Bila, bank itu kolaps, maka uang kalian bisa saja hilang....lang lang. Terus nominal yang diganti hanya maksimal 2 M. Mungkin kalian tidak ada yang punya sebanyak itu tapi informasi ini bisa dishare ke bokap atau nyokap.

Komentar EOWI: Apa bank pemerintah aman? Uang anda bisa utuh, tetapi tidak dijamin bahwa tidak akan dibekukan. Dan ketika anda bisa mencairkannya, nilainya sudah turun. Sejarah Argentina tahun 2001 dan Indonesia tahun 1997 membuktikannya. Kami akan terangkan dalam konteks fractional reserve banking.

5. Jangan panik lalu ikut2an beli emas atau dollar. Dollar justru tinggi2nya. Udah Rp 10,000 an. Dollar yang tinggi ini karena investor asing menarik uangnya dari Indonesia , mereka kan butuh dollar supaya bisa dibawa ke negara mereka. Jadi bukan karena kondisi ekonomi kita yang jelek.

Komentar EOWI: Apakah turunnya eksport komoditi tidak akan memukul ekonomi Indonesia? Apakah kalau kredit macet di sektor komoditi, pertambangan dan properti tidak menggoyang ekonomi Indonesia?

Rumor:
1. Ekonomi Indonesia kuat, jauh lebih kuat daripada Singapore bahkan. Singapore sudah masuk resesi, 2 kuartal berturut2 -6%. Indonesia masih tumbuh 6%. Bila ada rumor yang mengatakan bahwa krisis kali ini disebabkan oleh pemerintah kita yang payah jangan percaya. Tim ekonomi kita sekarang ini tangguh. Cara mereka menanggulangi krisis sudah on track. BI mungkin membuat kebijakan yang mengejutkan tapi Menkeu tidak. I am objective di sini karena aku pelaku pasar bukan orang politik.

2. Jadi, bila ada rumor yang mengajak kalian menggulingkan pemerintah sekarang seperti zaman Soeharto, jangan terpancing.

3. Hutang luar negeri kita sangat2 kecil saat ini dan cadangan devisa kita jauh lebih kuat daripada tahun 97/98. Dulu hutang luar negeri kita 100% dan cadangan devisa kita nol. Saat ini kita juga tidak ada hubungan lagi dengan IMF. Semua hutang kita itu independent.

Komentar EOWI: Surat Hutang Negara (SUN) Indonesia tidak laku. Dulu bunga pinjaman IMF hanya 3% - 6%, dengan SUN bisa di atas 10%. Beban bunganya lebih berat. Pakistan dapat pinjaman dari IMF dengan bunga 6% - 6.5% [link:]. Ukrania dapat dengan bunga 4% [link]. Indonesia ini bodoh atau pinter sih?

Tindakan:
1. Selain menyediakan cash untuk keperluan kita dan keluarga, mulai sekarang belilah dan pakailah produk dalam negeri. Aku ngga sok idealis, ini ada logikanya. Logikanya gini. Sekarang semua negara butuh cash, istilahnya ngga ada yang beli dagangan mereka, semua negara maunya jualan produk mereka supaya dapat cash. Nah, ngapain coba kita ngasih rakyat negara lain pendapatan dengan membeli produk2 mereka? Rugi amat. So, pake semua produk lokal. Kita mulai dari diri kita sendiri. Belanja ke Singapore nya ntar dulu. Travelling ke Phuket nya ntar dulu. Beneran....

2. Produk impor yang menggiurkan sudah masuk menyerbu ke Indonesia . Itu sebenarnya dagangan negara2 lain yang tidak laku di USA karena USA dan negara2 kaya dan maju sudah bangkrut sehingga ngga minat lagi. Harga barang2 itu murah tapi sekali lagi, ngapain kasi makan negara lain sementara negara2 itu sudah tidak punya kapasitas lagi kasih makan kita. Ini bukan kondisi normal lagi ketika perdagangan antar negara terjadi karena saling membutuhkan, ini sih negara yang jualan udah ngga bisa timbal balik beli barang kita. Dong kan ? Lagian ati2, mereka masuk dengan barang2 palsu kaya telur palsu dari bahan kimia.Yang sudah masuk sih barang2 dari China karena ekspor mereka tidak terserap oleh US makanya dibuang ke Asia . Dan ingat walaupun ekonomi China masih tumbuh 10% dan cadangan valas merekan terbesar di dunia, duit mereka juga sudah banyak ketanam di AS sehingga mereka juga merasakan dampak krisis ini.

3. Sekarang udah ngga pada kondisinya deh ngributin masalah politik dan ideologi, so jangan terpancing.. ..amakan dulu perut.

Investasi;
1. Bagi kalian yang punya reksadana di saham, kalo nilai investasi kalian sudah di bawah 50%, biarkan saja, jangan dijual karena kalo kalian jual maka uang kalian benar2 akan tinggal dikit. Biarkan saja nanti balik lagi...tapi kali ini memang lama....minimal 2 tahun bahkan lebih. Sekali lagi ini krisis yang sangat besar, terbesar sepanjang masa ekonomi dunia modern.

Komentar EOWI: Seorang investor harus punya exit strategy, trailing stop misalnya. Kalau trailing stop anda adalah 50% (atau 40% atau 25% atau berapalah). Maka setelah lewat 50%, anda harus exit. Kami jadi ingat nasehat kami kepada beberapa email yang masuk. Ada di antaranya dari seorang ibu rumah tangga yang beli BUMI di Rp 7000 dan waktu itu harganya Rp 5600 (sudah rugi 20%). Saran kami, bahwa ekonomi akan memburuk dan saham akan jatuh. Dia bisa beli lagi dengan uang yang sama dan dapat lebih banyak. Kalau dia mau beli sekarang bisa dapat 5 kali lebih banyak. Bahkan kalau mau tunggu lagi bisa dapat 20 kali lebih banyak.

2. jangan beli asuransi dengan link lagi. Bila ada asuransi dengan link di dalamnya aku jamin hasil investasi kalian kecil sekali. Kalo belum lama belinya tanya ke agennya bisa tidak diswitch ke murni asuransi.

3. Kalo memang ada duit lebih, masukkan saja ke deposito. Sekarang yieldnya lagi tinggi tapi ingat penjelasan ku tentang deposito di atas.

Komentar EOWI: Ketika krismon bunga bank bisa ke 60%. Tingginya bunga bank menunjukkan sesuatu yang tidak beres. Bank kekurangan liquiditas. Hati-hati. Pengalaman paman saya di akhir dekade 1960, uangnya habis di bank Sinar Semesta yang memberi bunga 40% - 60%. Dalam keadaan krisis bank juga mengalami kesulitan untuk memberi kredit (susah cari untung). Bunga deposito yang tinggi artinya beban untuk bank tersebut. Anda harus bertanya, kenapa bank mau memberi bunga yang tinggi?


Rina

Begitulah email dari Rina dan komentar waras dari EOWI. Kita akan lanjutkan dengan suatu model Fractional Reserve Banking dan kaitannya dengan potensi krismon 2008-2010 di Indonesia.


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

4 comments:

Giy-Blog Praksiologi said...

Intinya, Si Rina ini adalah ahli propaganda. Jelas2 si Rina membela sistem perbankan saat ini. Kalau bukan dari mereka, siapa lagi?

Ya, hidup sekarang ini memang sulit sekali mendapatkan kejujuran....

Semoga Bu Rina dapat hidup tenang di dunia dan akhirat...

Amin

Zzyx said...

Yang EOWI bilang justru tidak memberikan solusi seperti imel dari Rina.
Harusnya, EOWI tidak hanya membantah pendapat Rina tapi memberikan solusi nyata untuk bisa diterapkan.
Gw sbgai orang yg miskin pengetahuan ekonomi, akan bingung (baca:muak) dengan istilah2 ekonomi seperti FRB atau whatever lah yang ada di link2 yg EOWI berikan.

Klo mau membantah, seharusnya dengan tulisan pribadi yang lebih komprehensif disertai solusi-solusi nyata.

Jadi, bisanya jangan cuma menghujat. Kasih solusi nyata. (biasanya yg suka menghujat tanpa solusi tuh politikus).

Ok EOWI, ditunggu tulisan selanjutnya yg lebih komprehensif dan solutif.

Thx
Luv u all

Imam Semar said...

Zzyx,

Harus kami akui bahwa kemampuan perpikir pembaca EOWI bermacam-macam. Kami di EOWI berusaha menggunakan bahasa dan gaya yang disesuaikan untuk pembaca dengan level intelektual yang cukup rendah dengan background ilmu ekonomi (atau ilmu lainnya) yang tidak tinggi. Paling tidak lulusan SMA sudah bisa mencerna tulisan EOWI. Tentu saja level SMA yang benar, bukan SMA nyontek. Memang ada kata-kata yang tidak bisa diterjemahkan, karena kalau diterjemahkan akan mengurangi pengertiannya.

Tulisan ini kami pikir sudah masuk kategori mudah dicerna oleh seorang dengan intelektual level SMA. Sayangnya kami tidak bisa menurunkankan lagi cara kami menerangkan opini dan ulasan kami ke level yang lebih rendah untuk bisa dimengerti.

Salam,

Rijadoes Solihin said...

Saya penasaran dengan Ibu yang pegang BUMI itu saat ini. Apakah akhirnya dia menjualnya atau masih memegang sampai sekarang yang sudah 50?