___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Wednesday, December 30, 2015

SCORECARD EOWI DI TAHUN 2015



Tadinya saya ingin melanjutkan cerita Dunia di Tahun 2016. Tetapi tak terasa tahun baru sudah dekat dan ada satu cerita yang saya ingin sampaikan sebelum tahun baru tiba. Yaitu mengenai evaluasi investasi EOWI dan dibandingkan dengan beberapa investasi lainnya.
Tahun 2015 mungkin salah satu tahun yang sulit untuk menggebuk untung besar. Hampir semua sektor investasi membukukan sedikit kerugian, atau sedikit keuntungan atau menambah resiko.
Deposito rupiah rata-rata 7% Kisarannya antara 5% - 9%. Suku bunga rata-rata ini akan kita jadikan tolok ukur untuk return atau keuntungan. Kita bisa anggap bahwa deposito adalah cara yang tidak beresiko. Setidaknya saat ini belum beresiko. Ini mungkin tidak berlaku nanti pada suatu masa yang disebut masa krisis perbankan. Sebelum hal tersebut terjadi, resiko untuk investasi deposito relatif kecil.
Bursa saham Jakarta, membukukan return yang negatif selama tahun 2015 (Chart-1), sekitar 14%. IHSG mencapai titik tertinggi di level 5524 pada bulan April 2015, setelah itu melorot.
Chart- 1 IHSG sepanjang 2015
US dollar sebagai salah satu andalan investasi EOWI tahun 2015 ini mampu membukukan sekitar 11%. Ini tidak termasuk bunga, jika investasi itu dimasukkan ke deposito yang besarnya hanya 0.5%. Jadi potensi keuntungan untuk tahun 2015 mencapai 11.5%. 
Chart- 2 Kinerja Investasi US Dollar sepanjang tahun 2015
Memang bagi traders yang canggih, seandainya bisa, mereka bisa keluar ketika US dollar di level Rp 14,700. Saya katakan “seandainya bisa”, karena menentukan waktu yang tepat untuk keluar dari pasar pada level Rp14,700 tidak mudah, dan untuk mereka yang nilai investasinya besar, untuk masuk lagi punya potensi rugi, karena pemerintah membatasi pembelian dollar hanya US$ 25,000 per bulannya. Untuk $ 100,000 perlu 4 bulan supaya bisa masuk kembali ke posisi long dollar. Oleh sebab itu EOWI menganggap bahwa strategi buy & hold US dollar selama masa krisis adalah strategi yang dijadikan basis untuk mengukur dan untuk memperbandingkan dengan kinerja-kinerja asset-asset lainnya.
Dibandingkan dengan saham yang minus 14% (-14%), investasi US dollar sepanjang tahun 2015 bagus sekali. Dibandingkan dengan deposito yang rata-rata 7%, investasi US dollar juga masih cukup bagus.
Dibandingkan dengan properti, tahun 2015 ini properti bak masuk penjara. Pasar beku dan sulit untuk melikwidasi asset, kecuali jika ingin dilepas dengan diskon yang cukup besar. Harga normalnyapun relatif stagnan di tahun 2015. Dan memegang asset properti, ada kerugian untuk maintenance, dari mulai untuk membayar pajak sampai untuk perawatan. Dengan kata lain, US dollar dan dan deposito masih merupakan yang terbaik dalam arti likwiditas dan keuntungan.
Catatan bahwa 2 tahun lalu saya membeli rumah di harga Rp 4.7 milyar yang mempunyai nilai pasar (ditaksir oleh agen properti) Rp 12 milyar. Rumah itu untuk saya tempati. Harga itu adalah harga dengan diskon 60%!!! Dimasa krisis nanti, anda akan menjumpai banyak kesempatan seperti ini.
Untuk emas, kinerjanya juga tidak bagus selama 2015 ini. Dalam US dollar membukukan penurunan harga 12%. Dalam rupiah juga turun tetapi relatif bisa diabaikan. Hanya 1%. 
Chart- 3 Kinerja Emas sepanjang 2015
Waktu kita mundurkan ke belakang, ke awal commodity secular bear market di tahun 2011. Kinerja saham Indonesia sejak 2011 masih kalah dibandingkan dengan US dollar. Chart di bawah menunjukkan bahwa selama 5 tahun terakhir, sejak dimulainya commodity secular bear market, US dollar telah terappresiasi sebesar 52% terhadap rupiah sedangkan kenaikkan indeks IHSG hanya 25%.
Artinya, menginvestasikan uang anda di US dollar tidak buruk. Dan jika anda memasukkan uang anda ke deposito rupiah dengan bunga 7%, selama 5 tahun itu anda memperoleh return 40%.
Chart- 5 US dollar vs IHSG
Untuk investasi emas, buy & hold dari tahun 2011 sampai 2015 anda punya potensi akan menelan kerugian sebesar 44%. Itu jika anda beli emasnya di bulan Agustus 2011, dimana harga emas mencapai titik tertingginya di $1900/oz. Jika anda membelinya di awal tahun 2011, di harga $1350/oz, kerugian anda “hanya” 21%, semuanya dalam US dollar. Akan tetapi dalam rupiah kerugian itu tidak banyak. Ini seperti yang sering EOWI tekankan, bahwa harga emas terhadap rupiah tidak akan banyak berubah.
Chart- 4 Kinerja emas antara 2011 - 2015
Tentu saja masih ada investasi lain yang umumnya dilakukan orang, yaitu investasi properti dengan jalan flipping, - beli, direnovasi, dan kemudian dijual. Tetapi harus diingat bahwa likwiditas properti jauh lebih rendah dari pada emas, saham, deposito atau mata uang asing.
Kalau pembaca ingat, Gejolak 2014 – 2015 dibuat sekitar 2 tahun lalu, walaupun sebenarnya EOWI aktif melakukan cheerleading terhadap investasi US dollar di tahun 2012. Kinerja IHSG sejak dua (2) tahun lalu, di saat EOWI mulai aktif sekali mengumandangkan nubuat Gejolak 2014 – 2020, ternyata tidak terlalu bagus. Selama 2 tahun terakhir ini hanya membukukan keuntungan 4.5% saja. Ini jauh kalah dibandingkan dengan deposito bank.

 
Chart- 6 Kinerja IHSG sepanjang 2 tahun terakhir
Sebagai hikmah pelajaran yang bisa ditarik dari uraian di atas adalah:
  1. Pada masa menjelang krisis, sulit untuk menggebuk untung yang besar dengan tidak menambah resiko, serta pemilihan investasi yang menguntungkan hanya pada investasi yang konservatif yang intinya cash dan deposito.
  2. Pemilihan asset yang akan diterjuni sangat penting. Karena tidak semua asset bisa menghasilkan keuntungan.
  3. Asset dipilih berdasarkan bentuk/type situasi ekonomi – deflasi atau inflasi.
  4. Emas bisa perform pada kondisi ekonomi yang inflationary.
  5. Cash adalah untuk kondisi ekonomi yang deflationary. Tidak semua cash akan punya kinerja baik. Cash yang dimaksud sebagai sasaran investasi disini adalah mata uang yang mengalami kontraksi terbesar.
  6. Deposito hanya baik menjelang dan di awal kondisi ekonomi deflationary. Resikonya akan meningkat pada saat deflasi pada puncaknya. Pada saat itu, bank beresiko bangkrut.
  7. Saham baik di awal ekspansi ekonomi seperti dimasa Kondratieff spring dan di masa spekulasi seperti pada waktu Kondratieff autumn.
EOWI melihat bahwa antara 2016 – 2017, krisis yang EOWI dalam Gejolak 2014 – 2020 mengalami percepatan. Indeks US dollar akan mencapai 120. Ini berarti appresiasi sebesar 27% terhadap sekeranjang mata uang lainnya. Jika rupiah mengikuti alur ini, maka kurs US dollar terhadap rupiah akan menjadi Rp 17,700, dibulatkan menjadi Rp 18,000. Tetapi bukan tidak mungkin ke Rp 25,000, karena biasanya kinerja rupiah jauh lebih buruk dari pada euro yang menjadi komponen terbesar indeks US dollar.
Pada puncak krisis, uang cash (apa lagi US dollar) akan berpotensi menghilang dari peredaran. Apakah akan terjadi jurang yang lumayan lebarnya, pasar dollar fisik dan pasar dollar elektronik? Itu suatu pertanyaan yang akan dijawab oleh sejarah dimasa datang.
Kita akan melihat akselerasi krisis Gejolak 2014 – 2020 di tahun 2016 dan 2017. Oleh sebab itu berhati-hatilah. Berilah peringatan kepada orang-orang yang anda cintai. Referensikan EOWI kepada mereka, sehingga mereka menjadi mawas.
Semoga tahun 2016 (dan 2017) dapat anda lewati dengan baik dan tabungan anda bertambah banyak. Semoga Tuhan juga memberi kesehatan kepada anda.

Jakarta 30 Desember 2015.
 



Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

24 comments:

Asuransi said...

Secara year to date per Rabu (30/12), valuasi rupiah sudah terkoreksi 11,3% dari posisi Rp 12.388 menjadi Rp 13.788 per dollar AS. Berarti, investor yang menghimpun dollar AS sepanjang tahun 2015 setidaknya sudah memperoleh imbal hasil lebih dari 10%.

Imbal hasil tersebut lebih tinggi ketimbang return jejeran instrumen investasi lainnya. Bandingkan dengan Jakarta Composite Index (JCI) yang minus 12,12% ke level 4.593 pada periode sama.

Lalu rata-rata return obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Total Return hanya tumbuh 3,3% ke level 180,37.

Sementara rata-rata return obligasi korporasi yang terlihat pada INDOBeX Corporate Total Return terangkat 9,88% ke level 196,53.

harga emas antam Rabu (30/12) tercatat Rp 545.000 per gram. Angka tersebut naik 4,8% atau Rp 25.000 ketimbang posisi akhir tahun 2014 yang tercatat Rp 520.000. Sebaliknya, harga buyback tercatat Rp 469.000, turun Rp 3.000 dibandingkan akhir tahun lalu.

Source : http://investasi.kontan.co.id/news/2015-investor-dollar-as-raih-return-tertinggi

EOWI VS Hanif
EOWI : USD Cash
Hanif : instrumen investasi yang bakal mencetak return paling tinggi adalah efek saham. Ia memprediksi, JCI bakal bertengger di level 5.500 tahun depan.

Silakan yang lain komentarnya :D gw ikutan EOWI aja :p

Yang jadi masalah besar GW adalah, jualan asuransi gw turun trus mau dipajaki. Lempar parang

Anonymous said...

selamat tahun baru ya imam semar. assalammuaaikum...

Imam Semar said...

Cash....., real cash, physical cash bukan electronic cash tahun Q2 2016 sampai Q4 2017.

Salam dan selamat tahun baru.

A said...

Pagiii mbah semar

outflow capital china makin besar

target pajak meleset, defisit 300an trilyun, target pajak 2016 ditambahin

wacana pemerintah ngutip recehan dr BBM solar bensin bwt bantu bayar utang

dan pergantian member2 FOMC dovish menjadi lebih hawkish di tahun 2016

ngucapin dlu ah ntar lupa lg

HAPPY NEW YEAR 2016

Semoga kita semua tetap sehat wal'afiat lahir batin, diberkahi dan selalu dalam

perlindungan Tuhan Yang Maha Esa Amiiinnn

Anonymous said...

Bung IS..
Tarik tunai USD dr tabungan di Mandiri ditanya utk keperluan apa...
Kl lebih 10rb sebulan hrs pk underlying.. aneh ya.. Negara campuri dapur kita.

Anonymous said...

yah gapapalah, justru bagus banyak orang yang seolah2 realistis kayak gini, timbun cash dollar kayak mau apocalypse, pada saatnya nanti, pas dollarnya balik ke 10rb, pada nangis semua, hehehe, kalo buat pensiunan ato yg udah umur 50 tahun lebih sih gapapa, lha wong tinggal nunggu waktunya aja. rekomendasi dan preferensi EOWI memang cocok buat para pejabat2 pensiunan yg udah nimbun kekayaan bertahun2, ato buat para pengusaha yg sempet jaya di masa mudanya rezim suharto ato rezim sby.

Anonymous said...

Tukar dollar=rupiah turun
Rupiah turun=perusahaan sulit
Perushaan sulit=banyak phk
Banyak phk=daya beli turun

Tukar dollar dpt 11% berimbas daya beli turun,usaha aktif di indonesia drop

Tukar obligasi pem dpt 9,88%, rupiah menguat, daya beli naik, usaha aktif ikut naik

Be wise man

Anonymous said...

Dear Pak Is, selamat tahun baru 2016.
Ini pertama kali nya saya ikutan nimbrung setelah beberapa lama tertarik dengan blog Bapak. Selama saya mengikuti blog ini Bapak selalu bilang tentang short dollar.
Maaf karena saya awam tentang ekonomi, namun yang saya baca ekonomi Amerika juga gak bagus bagus amat, apa ada kemungkinan justru dollar yang jeblok.Karena yang saya baca Bank Bank besar Amerika juga gak sehat.

Citigroup

Total Assets: $1,808,356,000,000 (more than 1.8 trillion dollars)

Total Exposure To Derivatives: $53,042,993,000,000 (more than 53 trillion dollars)

JPMorgan Chase

Total Assets: $2,417,121,000,000 (about 2.4 trillion dollars)

Total Exposure To Derivatives: $51,352,846,000,000 (more than 51 trillion dollars)

Goldman Sachs

Total Assets: $880,607,000,000 (less than a trillion dollars)

Total Exposure To Derivatives: $51,148,095,000,000 (more than 51 trillion dollars)

Bank Of America

Total Assets: $2,154,342,000,000 (a little bit more than 2.1 trillion dollars)

Total Exposure To Derivatives: $45,243,755,000,000 (more than 45 trillion dollars)

Morgan Stanley

Total Assets: $834,113,000,000 (less than a trillion dollars)

Total Exposure To Derivatives: $31,054,323,000,000 (more than 31 trillion dollars)

Wells Fargo

Total Assets: $1,751,265,000,000 (more than 1.7 trillion dollars)

Total Exposure To Derivatives: $6,074,262,000,000 (more than 6 trillion dollars)

Kalau sempat tolong Bapak ulas tentang hal tersebut

Terima Kasih

Anonymous said...

Ada analyst dari negara paman Sam bilang tahun yang akan datang hutang-hutang triliunan dollar yang tertumpuk (QE the FED, BoJ, ECB, BoE) selama beberapa tahun sejak krisis finansial global akan lenyap dalam sekejap dan US Dollar jadi langka sehingga terjadi deflasi. Tetapi bagaimana hutang-hutang yang menggunung bisa hilang ? Ngemplang ?

Anonymous said...

Terima kasih Pak IS. Saya dan keluarga besar sdh bersiap dan berhemat menyongsong krisis dgn tips dan trik dari Pak IS. Di tunggu tulisan Dunia di Tahun 2016 lanjutannya Pak. Semoga Bapak sekeluarga selalu sehat, makmur dalam lindungan Tuhan.

Salam Mawas,
Alabama

Anonymous said...

pasti kaya tahun 1998 lagi, bisa di inget2 lagi, harga ruko 200 jt, mercy e class 100 jt, bunga bank 86%, byk yg jual rumah buat bayar utang tapi ngga laku, harganya ancur

Dana said...

Cahs menjadi penting dalam krisis untuk memborong apa-apa yang bakal murah pada saat itu. Misalnya properti, saham, dll. Kalo menyimpan cash hanya untuk disimpan tanpa membelanjakan disaat krisis ya percuma juga.

Anonymous said...

Saya pikir dan sudah menanyakan pada ahli2 sih sebaiknya taruh tabungan/deposito U$ di Bank yg aman ( bisa disearch the safest bank in asia 2015), ini 5 bank teratas :

1 DBS Bank Singapore
2 Oversea-Chinese Banking Corp Singapore
3 United Overseas Bank Singapore
4 Hang Seng Bank Hong Kong
5 China Development Bank China

Kenapa ?
Karena dalam sejarahnya 1998, Indonesia sangat parah ekonominya, bakar2an, exodus yg kaya2 ke luar negri dll, toh masih bisa transaksi di Bank2, Indonesia tidak mungkin bangkrut seperti Yunani, lihat data2nya saja sangat jauh dari bangkrut, menmyimpan cash sangat resiko, dirampok, uang cash U$ cepat kuning dll, simpan cash rupiah aja sangat berisiko, rampok makin banyak sekarang, apalagi pas krisis, ngeri, main bacok, main bunuh, taro di safety box juga takut ilang.
Saran saya sih taro di DBS,OCBCNisp, atau UOB saja (3 ranking teratas)

Bagaimana pandangan Mas IS ?

Imam Semar said...

Iya, bank2 yang baik di Singapore.

Cash juga baik asal tempat penyimpanannya aman.

Pram said...

Pak IS, bagaimana cara menghitung sampai pak is mendapat target 17000-18000 per dollar? Terimakasih

Anonymous said...

Pak is,bukannya kita udh mulai mendekati bottom nih?

Anonymous said...

Dollar sdh kembali menyentuh Rp13800-Rp13900. Pasar saham China anjlok besar kemarin sampai perdagangan di tutup lebih awal. China lagi panik. Masyarakat EOWI mengencangkan sabuk pengaman hehe. Semoga kita semua pembaca disini selamat dari krisis.

Alabama

atmo joyo said...

Bursa China Anjlok 4 Januari 2016 :
Bursa Shanghai -> Anjlok 6,86 %
Bursa Shenzen -> Anjlok 8,22 %
Bursa CSI-300 -> Anjlok 7,02 %
Bursa HSI -> Anjlok 2,68 %

Yuan Anjlok 4 Januari 2016 :
- 1 USD = 6,5338 CNY ( Yuan Renminbi/Onshore/Mainland )
- 1 USD = 6,6289 CNH ( Chinese Yuan/Offshore/Hongkong )

Bursa Dan Mata Uang Dunia Mengikuti China Ikut Turun Pada 4 Januari

Data Ekonomi Amerika Tanggal 4 Januari Banyak yg Turun,
Termasuk US ISM Manufacturing PMI Desember 48,2
Tapi Dollar Index (DXY) Naik 99,6

Tanggal 5 Januari 2016 POBC Mengintervensi Pasar Uang China Hampir USD 20 Milyar Dalam Sehari
Bursa Bursa Dan Yuan Di China Bergerak Variatif Dan Pasar Uang Dunia Mengikuti Ritmenya

Rupiah Dan IHSG Juga Mengikuti Ritme Bursa Dan Yuan Di China Pada 4 - 5 Jan

Media Massa Dunia Dan Indonesia Tunjuk Kambing Hitam (China)
http://market.bisnis.com/read/20160105/7/507112/china-effect-ganjal-optimisme-jokowi
http://www.belfasttelegraph.co.uk/business/news/crisis-in-china-triggers-global-stocks-slump-34334817.html
http://www.bloomberg.com/news/articles/2016-01-04/china-could-spook-markets-again-in-2016-imf-s-obstfeld-warns
http://www.theguardian.com/business/live/2016/jan/04/chinese-data-disappoints-as-markets-await-uk-eu-and-us-manufacturing-live

Hari Ini (6 Jan) Ada Rilis Banyak Data Dari Amerika
Terpenting US Balance of Trade November & US ISM Non-Manufacturing PMI Januari
Plus Ada US FOMC Minutes

Laporan Cadangan Devisa China USD 3,438 trillion per november
Tapi kalo Dilihat Dari Agresivitas Intervensi Mungkin Hanya USD 2,9 - USD 3 trillion

Anonymous said...

Nilai NJOP rumah tersebut apa memang 12 Milyard Pak? Setiap tahun dikenakan PBB berapa?

Imam Semar said...

NJOP......He he he he....harus dipikirkan cari duitnya untuk mempertahankan rumah seperti itu.....he he he. Itu jawaban yg diplomatis...

Imam Semar said...

Target rp 17-18 ribu dari teknikal analisis aja kok....

atmo joyo said...

Bursa China Anjlok Lagi 7 Januari 2016 :
Bursa Shanghai -> 3.125 Anjlok 7,04 %
Bursa Shenzen -> 1.958 Anjlok (8,24%)
Bursa CSI-300 -> 3,294 Anjlok 6.93%
Bursa HSI -> 20,333 Anjlok 3.09%

Yuan Anjlok Terus 7 Januari 2016 :
- 1 USD = 6,5943 CNY ( Yuan Renminbi/Onshore/Mainland )
- 1 USD = 6,6899 CNH ( Chinese Yuan/Offshore/Hongkong )
CNH Sempat Tembus 6,7504/Dollar Sebelum Pemerintah China Melakukan Intervensi

Media Massa Tunjuk Kambing Hitam (China) Bursa Dunia Dan Harga Komoditas Anjlok :
http://articles.economictimes.indiatimes.com/2016-01-01/news/69448223_1_iron-ore-chinese-steel-demand-industrial-commodities
http://www.ft.com/cms/s/0/6b50e7fa-b4e8-11e5-b147-e5e5bba42e51.html#axzz3wXJKgDdt
http://indianexpress.com/article/business/market/sensex-tumbles-378-pts-nifty-cracks-7700-on-global-rout/
http://www.wsws.org/en/articles/2016/01/07/econ-j07.html

Tapi China's Bubble Belum Meletus
China's Bubble Belum Meletus Selama Pemerintah China Masih Mampu Mengintervensi Pasar
Pemerintah China Masih Mampu Mengintervensi Pasar Selama Masih Punya Cadangan Devisa

Anonymous said...

Banyak org/situs yg memprediksi gold akan turun.
Tetapi gold msh bertahan utk saat ini.
Katakanlah prediksi gold turun ke depan nya. Akan tetapi hal tersebut bila diiringi dgn melemahnya rupiah thd usd..bukannya sama saja?

Mnurut saya ada investasi mata uang lain yg relatif aman dan stabil dibanding usd yg lbh volatile. Sayangnya disini bung Is hanya pemandu sorak usd.

Bgmn dgn SGD? Dollar australi?
Ayuk bung Is...monggoh dibahas juga. Akan menjadi sangat menarik utk blog inj bila tdk hanya membahas usd..tapi juga kesempatan mata uang lain..

Bung Is...
Ada rumor bahwa poundsterling akan nyungsep dan menjadi tdk menarik. Bgmn pendapat bung Is?

atmo joyo said...

Bursa China Hattrick Anjlok (11 Jan) Di Januari :
Bursa Shanghai Anjlok 5,33 % Ke Posisi 3.016
Bursa CSI300 Anjlok 5,03% Ke Posisi 3.192
Bursa Shenzhen Anjlok 6,60% Ke Posisi 1.848
Bursa HongKong (HSI) Anjlok 2,76% Ke Posisi 2,76

Pemerintah China Intervensi Besar Besaran Hari Ini Di Bursa Dan Yuan (CNY/CNH)

Rilis POBC Cadangan Devisa China Hangus USD 512,66 Miliar Di 2015

Kalo Dilihat Data Transaksi Bank-Bank China Dan Transaksi derivative Di China :
Cadangan Devisa China Hangus USD 947 Miliar Di 2015
Q1 Turun USD 83 Milyar
Q2 Turun USD 37 Milyar
Q3 Turun USD 460 Milyar
Q4 Turun USD 367 Milyar

Kalau Bursa China Dan Yuan Anjlok Ada 4 Yang Naik Significant :
(Kalo Diamati Sejak Juni Sampai Sekarang )
1. Dollar
Karena Paling "Gampang" Dibawa Kemana Mana
2. Yen
Jepang Salah Satu Investor Terbesar China
3. Gold
Kalau Ada Krisis, Gold Jadi Primadona (Pak IS Pernah Membahas)
4. Bitcoin
Metode Simple Tapi Efektif Melarikan Dollar
Dinobatkan Mata Uang Terbaik Di 2015
http://www.cnbc.com/2015/12/29/bitcoin-is-one-of-2015s-biggest-winners.html