___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Thursday, December 24, 2015

DUNIA DI TAHUN 2016 (Bagian II)



Kalau pembaca menganggap pengetahuan EOWI tentang Bible tidak banyak, karena EOWI (akan) mendaur ulang ayat-ayat Bible, boleh-boleh saja. EOWI mengakui bahwa bukan karena pengetahuan EOWI tentang Bible cetek, melainkan relevansinya ayat-ayat tersebut dengan topik yang dibahas dan ada persyaratan lain, yaitu ada unsur-unsur sardonik yang bisa dimasukkan.
EOWI mau mendaur-ulang kutipan Bible dari tulisan yang sebelumnya. Tuhannya orang Yahudi dan Kristen mengatakan:
“…....dengan berkeringat engkau akan mencari makananmu ....”  (Kejadian/Genesis 3:19).
Dia serius mengatakan hal ini. Oleh sebab itu mungkin Dia marah ketika dalam prakteknya mengganti ucapanNya menjadi:
“....dengan berhutang  engkau akan mencari makananmu..., bayarnya nanti.”
Sepertinya manusia telah mengolok-olok Nya. Memutar-balikkan aturan:
“… dengan berhutang  engkau akan mencari makananmu, mobil SUV, rumah, TV, liburan keluar negri,  .... untuk buyback saham, leverage investasi, untuk carry trade dan ....... banyak lagi ..... bayarnya nanti.”
Walaupun demikian, Tuhannya orang Yahudi masih kasihan kepada orang Yahudi. Kepada orang Kristen, kita tidak tahu, karena ayatnya spesifik untuk orang Yahudi.
Diperintahkan setiap 7 tahun agar ada penghapusan hutang-hutang.
1.Pada akhir tujuh tahun engkau harus mengadakan penghapusan hutang.
2.Inilah cara penghapusan itu: setiap orang yang berpiutang harus menghapuskan apa yang dipinjamkannya kepada sesamanya; janganlah ia menagih dari sesamanya atau saudaranya, karena telah dimaklumkan penghapusan hutang demi Tuhan.
3.Dari seorang asing boleh kau tagih, tetapi piutangmu kepada saudaramu haruslah kauhapuskan. (Deuteronomy 15: 1 -3)
Mungkin banyak yang berpikir bahwa penghapusan hutang berlaku untuk mereka juga, maka jangan heran kalau mereka berhutang banyak, untuk beli mobil SUV, beli rumah, TV, liburan keluar negri,  .... untuk buyback saham, untuk leverage investasi, untuk carry trade. Harapannya hutangnya akan dihapuskan setelah 7 tahun....., atau mundur sedikit.
Persoalannya adalah di ayat ke 3, dinyatakan bahwa penghapusan hutang hanya berlaku kepada sesama orang Yahudi. Kepada orang-orang Kristen penghapusan hutang itu tidak berlaku. Hutang orang-orang Kristen tidak perlu dihapuskan.
Walaupun orang-orang berdoa kepada Tuhan seperti berikut ini:
12.  ......... dan hapuskanlah hutang kami, seperti kami juga menghapuskan hutang orang kepada kami. (Matius 6:12)
........tetapi belum tentu para kreditur mau menghapuskan hutang-hutang mereka. Buktinya setelah 7 tahun atau 84 bulan, bukannya hutang-hutang dihapuskan, tetapi suku bunganya malah dinaikkan oleh Jenet Yellen, the Fed.
Ya...setelah selama 7 tahun suku bunga the Fed nyaris nol. Sekarang dinaikkan 0.25%. Angka 0.25% kelihatannya kecil. Tetapi dibandingkan dengan nyaris nol, angka 0.25% itu besar.
Dan selanjutnya seperti kata Bible:
Orang kaya menjadi tuan bagi orang miskin, yang berhutang menjadi budak bagii yang menghutangi. (Proverb 22:7)
Begitulah ceritanya. Mungkin suku bunga yang nyari nol selama 7 tahun adalah pancingan. Mungkin just plain stupid. Entah lah.
Mungkin Tuhannya orang Kristen dan Yahudi akan marah diperolok-olokan seperti itu. Konsumsi dengan berhutang. Spekulasi dengan berhutang...... Ditambah lagi kemudian perintah untuk memutihkan/menghapusan/pengampunan hutang bukannya dilaksanakan, malah bunganya dinaikkan. Pasti Tuhannya orang Kristen akan ngamuk, marah sekali.
Maka setelah banyak hutang, Tuhan tidak memberinya pekerjaan, alias diPHK. Jadi mau apa sekarang? Terus investasi, seperti emas, menurun. Junk bond juga jeblok. Properti beku, susah dijual. Tinggal saham. Sorry....untuk saham-saham emerging market di beberapa bursa juga sudah jatuh 20%. Uuups. Tinggal saham di US.
Hati-hati terhadap kemarahan Tuhannya orang Yahudi dan Kristen.
Itu cuma imaginasi dan penafsiran saya saja. Bagaimana yang sebenarnya......., mana ada yang tahu. EOWI juga tidak tahu. Setidaknya pembaca sekalian sudah memperoleh edukasi mengenai Bible. Iya  toh....?
Yellen, Sang Pemecah Bubble Terakhir
Tindakan kontroversial yang dilakukan oleh the Fed tidak mengherankan. The Fed mau manjaga imagenya dengan memenuhi janjinya menaikkan suku bunga sebesar 0.25%. EOWI menyebutnya sebagai tindakan yang kontroversial dalam pandangan orang waras karena saat ini semua data mengarah kepada perlambatan ekonomi, eeeeh...... malah dibebani dengan kenaikan suku bunga.
Rate effektif sebelumnya adalah 0.12%. Dan kemudian naik menjadi 0.37% dengan kenaikan ini. Angka 0.25% nampaknya memang kecil kalau dibandingkan dengan 100%. Tetapi dibandingkan dengan 0.12%, maka 0.25% adalah 2 kali lipat. Bagi spekulan yang melakukan leverage 30 – 60 kali beban bunganya akan naik berlipat. Yang awalnya per tahunnya 3.6% - 7.2% dari kapitalnya. Sekarang dia harus membayar 11% - 22% dari kapitalnya.
Kenaikan kecil yang tidak kecil

Itu baru dari suku bunga pinjaman. Belum lagi kerugian forex bagi yang main di luar US. Emerging market misalnya. Tidak hanya itu, mereka juga terkena kerugian forex yang terdevaluasi.
Janji the Fed adalah ingin menormalkan suku bunga acuannya kembali. Katanya kenaikan suku bunga ancuan the Fed masih akan berlanjut sampai beberapa tahun ke depan hingga mencapai 2%.
Kata beberapa tahun ke depan, sangat ambigu. Bisa 10 tahun, bisa 2 tahun, bisa 20 tahun. Tetapi menurut sejarah, BoJ overnight call rate praktis nol sejak tahun 1999 dan pernah dicoba dinaikkan tetapi jangankan 2%, sampai 1% pun tidak pernah. Ekonomi kembali ke resessi.
Suku bunga BOJ tidak pernah lebih dari 1% selama 15 tahun

Bagi Yellen, mungkin masih perlu 10 tahun untuk mencapai 1%. Itu berdasarkan sejarah. Seandainya Yellen memaksa, maka ekonomi akan beresiko menjadi berantakan.
 Tindakan Yellen cs. dilakukan pada pada saat yang tidak tepat. Ekonomi global sedang mengalami perlambatan. Jatuhnya harga bahan-bahan dasar – bahan komoditi – mencerminkan adanya penurunan permintaan. Kalau maknanya ditelusuri lebih lanjut, ini berarti sektor manufakturing mengalami perlambatan. Kalau ditelusuri lebih lanjut lagi artinya konsumsi melambat.
Jangan heran kalau pengiriman barang di perdagangan internasional lesu. Dan lesunya..., mencapai rekord.
Baltic Dry Index adalah index tarif pengapalan (kalau bingung dengan bahasa Indonesia: ongkos satuan mengangkut dengan kapal). Saat ini mencapai titik terendah sepanjang sejarah. Dan nampaknya masih akan turun lagi.
Woow......
Baltic Dry Index mencapai titik terendah dalam sejarah

Chart di atas mungkin tidak terlalu jelas. Berikut ini dalam skala log. Dan nampak masih belum ada tanda-tanda naik.


Terlepas dari waras atau tidak warasnya the Fed, atau kesahihan analogi suku bunga acuan Bank of Japan serta peluang terjadinya resesi global di tahun 2016, bagi EOWI yang lebih penting adalah mengevaluasi peluang terjadinya percepatan krisis di tahun 2016. Itu penting karena, kalau EOWI ingin melakukan shorting dengan leverage,  percepatan datangnya krisis akan mengurangi biaya shorting. Harus diingat bahwa pasar bisa terus irrasional sampai kita bangkrut membayar biaya shorting. Ini yang tidak kita kehendaki.
Untuk itu ada pertanyaan yang harus dijawab: “Berapa peluang the Fed memenuhi janjinya untuk menormalkan suku bunganya”.
Kata menormalkan harus diartikan sebagai menaikkan. Oleh sebab itu harus dilihat perbandingan antara doves dan hawks yang duduk di kursi FOMC.
Tabel berikut menunjukkan konstallasi hawks dan doves yang duduk di kursi FOMC.
Konstallasi FOMC - Doves vs Hawks
2015
2016
Dewan Gubernur
Janet Yellen
1

1
Stanley Fischer
0

0
Lael Brainard
1

1
Jay Powell
0

0
Dan Tarullo
2

2
Kosong

(Kathryn Dominguez?)
0
Kosong

(Allan Landon?)
-1




Presiden Bank Anggota Regional
Bill Dudley (New York)
2
Bill Dudley (New York)
2
Charles Evans (Chicago)
3
Eric Rosengren (Boston)
2
Dennis Lockhart (Atlanta)
1
James Bullard (St. Louis)
-1
John Williams (San Francisco)
0
Esther George (Kansas City)
-2
Jeffrey Lacker (Richmond).
-2
Loretta Mester (Cleveland)
-1
 Skor
8

3

Tahun 2016 tiga hawks yakni James Bullard (St. Louis), Esther George (Kansas City), Loretta Mester (Cleveland) dan 1 dove Eric Rosengren (Boston) akan menggantikan 1 hawk Jeffrey Lacker (Richmond); 2 doves Charles Evans (Chicago) dan Dennis Lockhart (Atlanta) serta 1 netral John Williams (San Francisco). Dengan kata lain, tahun 2016 akan lebih banyak hawks dari tahun 2015. Jadi.... peluang suku bunga the Fed naik lagi lebih besar dibandingkan dengan tahun 2015.
(Catatan: hawk = anggota FOMC yang cenderung menaikkan suku bunga. Dove = anggota FOMC yang cenderung menekan suku bunga)
Pasar Saham
Bagian ini agak membosankan bagi saya, terutama untuk pasar saham Amerika dan negara maju, karena proses topping yang lama sekali. Mungkin puncak harga saham sudah lewat di kwartal I dan II tahun 2015. Sekarang tinggal menunggu terjun bebasnya saja. Dan itu sudah lama saya tunggu.
Suku bunga rendah membuat orang meminjam uang dan melakukan apa saja. Pertama, adalah bermain di bursa, bursa saham misalnya. Kredit margin naik seiring dengan naiknya indeks saham, Dow Jones Industrial misalnya (Chart di bawah).

 
Margin Debt tertinggi dalam sejarah
Kemudian, hutang juga dipakai untuk melakukan stock-buyback.
Stock buy back adalah cara yang curang untuk menaikkan earning per share (EPS, pendapatan per saham). Dikatakan curang karena, buy back tidak memperbaiki kinerja perusahaan, melainkan mengurangi saham yang beredar, sehingga EPS nya naik. Itu hanyalah kosmetik saja, bukan perbaikan kinerja dan peningkatan produktivitas.
Di bawah ini adalah chart dari Societe Generale yang menggambarkan perjalanan hutang yang digunakan untuk buy back saham.
Saat ini, hutang untuk buy back sekitar 50% lebih tinggi dari tahun 2008, pada saat krisis subprime meletus. Artinya saat ini pasar saham pakai kosmetik 50% lebih banyak dari pada saat krisis subprime merebak.
Hutang yang digunakan untuk membiayai buy back saham.
Valuasi saham saat ini tergolong mahal, mungkin mencapai rekor, jika difaktorkan dengan inflasi. Dengan kata lain, asset di bursa saham sudah membubble yang tinggal meletusnya saja.
52% dari saham S&P 500 sudah berada di bawah 200 day moving average nya.
Saat ini hanya 52% dari saham S&P500 sudah berada dalam kategori bearish. Posisinya ada di bawah 200 day moving average. Jadi saham-saham di bursa New York tidak pada posisi yang baik. Lebih dari separuh mempunyai trend turun.
Konstallasi anggota the fed yang lebih hawkish dibandingkan tahun lalu patut dipertimbangkan sebagai faktor yang membuat bubble di bursa saham US pecah dan crash.
Bubble Pasar Saham Cina Kembali Bearish dan Devaluasi Yuan
Kalau kita berbicara mengenai perdagangan internasional, kaitannya akan ke Cina. Model ekonomi Cina yang bergantung pada ekspor barang manufakturing. Kalau perdagangan dunia melambat, maka ekonomi duniapun akan melambat.
Dampak perlambatan ekonomi Cina akan mengenai beberapa sektor. Pertama adalah sektor bahan dasar manufakturing atau bahan komoditi keras.
Pada bagian pertama disebutkan bahwa harga minyak jatuh ke level $30an per bbl. Demikian juga harga bahan-bahan komoditi dan emas. Dan ini akan berlanjut, hanya skenarionya bisa macam-macam.
Ada peluang 50-50 bahwa komoditi dan emas akan rebound beberapa bulan ke depan. Tetapi rebound ini sifatnya hanyalah teknikal. Karena kemudian disusul dengan kejatuhan lagi.
Akan tetapi bisa juga dengan skenario ke II, yaitu kejatuhan bak air terjun. Emas masuk menembus level $600 - $700 per oz dan minyak sampai di bawah $30 per bbl.
Dampak ke dua adalah pelemahan yuan. Cina akan mendevaluasi yuan supaya barang-barangnya laku di pasar internasional. Dan devaluasi yuan ini akan memicu negara-negara emerging market untuk melakukan hal yang sama. Di saat US dollar sedang rally, devaluasi yuan akan mempercepat US dollar memasuki target EOWI Rp 17,000. Target ini peluangnya cukup besar untuk terjadi di tahun 2016. Setidaknya ke kisaran Rp 15,000 – Rp 16,000. Masuknya yuan ke dalam SDR, tidak serta merta membuat yuan punya garansi stabil. Berhati-hatilah.
Bubble berikutnya selain bahan komoditi dan emas yang dalam proses pengempesan adalah saham-saham Cina. Bubble pasar saham Cina yang sedang sekarang sedang rebound, akan kembali ke tren bearish sebagai tren utamanya, yaitu turun.
Jika indekas saham Shanghai kembali ke trend dasarnya, banyak yang akan terseret
Kembalinya busa saham Cina ke trend utamanya, yaitu bearish, juga bisa menjadi alasan pelemahan yuan. Kapital keluar dari Cina. Di tahun 2015, Cina mengalami penyusutan cadangan devisanya kurang lebih sebanyak $ 400 milyar. Ekonomi Cina sedang melambat, bursanya juga sedang crash, jadi secara alami, yuan memperoleh tekanan. Sejak tahun 2014, dan cadangan devisanya terus turun sampai mencapai 15% selama 1½ tahun belakangan ini.
Faktor yang membuat yuan melemah dalam jangka panjang masih ada lagi. Masuknya yuan ke dalam SDR tidak ada artinya jika tidak ada ekspansi peredaran yuan. Artinya, jumlah yuan yang beredar harus ditambah. Tanpa penambahan ini, akan membuat yuan tidak likwid, sehingga tidak bisa berfungsi sebagai mata uang internasional yang handal. Artinya harus ada inflasi moneter. Dan kata inflasi, identik dengan penurunan nilai mata uang – yuan akan melemah, bisa terhadap mata uang lain, bahan komoditi, emas atau lainnya, dalam jangka waktu yang panjang. Seperti US dollar. Yang awalnya harga emas $35 oz sebelum tahun 1970, dan sekarang di level $1000an.
Saya tidak yakin pemerintah Cina akan memaksakan percepatan yuan menjadi mata uang internasional dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. Menghadapi keluarnya dana dari Cina yang akan berlanjut saja sudah merepotkan. Alih-alih menginternasionalkan yuan. Nilai yuan akan melorot tajam dan kredibilitas yuan akan memudar.

Sekian dulu...., sampai pada bagian ke III.
Jakarta 24 Desember 2015.


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

11 comments:

Anonymous said...

Sudah menunggu jatuhnya pasar saham sejak Robert Kiyosaki beberapa taun lalu mengatakan pasar akan crash di tahun 2016.. sayang kapan tepatnya itu terjadi? apakah di awal tahun, pertengahan, atau akhir tahun? Ini penting untuk diketahui.

Anonymous said...

Baapaaaaakkk,
USDIDR balek ke 13500an dan turun terus nih kenapa niiiih?

Anonymous said...

Faktor politik juga sangat berpengaruh terhadap nilai tukar idr.

Anonymous said...

Byk jg yg berlibur yah.. artinya pukulan ekonomi belumlah benar2 terasa, angin masih sepoi2.. blm hujan apatah lagi badai.. aman.. :)

Defisit APBN mestinya di atas 2,8 dari PDB. amunisi baru bagi oposisi untuk menghantam pemerintah.

Berita hasil polesan seperti biasanya.. (tapi ga sanggup untuk berbohong terlalu banyak..)

Bambang menjelaskan, dengan waktu tersisa tinggal lima hari kerja tahun 2015, realisasi pendapatan negara baru Rp 1.338,8 triliun, sekitar 76% dari target APBNP Rp 1.761,6 triliun. Sedangkan realisasi belanja mencapai Rp 1.666,6 triliun, sekitar 84% dari target Rp 1.984,1 triliun.

Sedangkan defisit anggaran saat ini mencapai Rp 327,8 triliun atau setara 2,8% produk domestik bruto (PDB). Defisit anggaran kemungkinan masih berubah dan Kementerian Keuangan tetap mengupayakan agar berada di level 2,7% PDB tahun ini.

Ia memaparkan, dalam beleid terbaru (PMK Nomor 222 Tahun 2015) ditetapkan defisit anggaran sekitar 2,9% PDB. Sementara itu, defisit anggaran APBNP 2015 sebelumnya ditetapkan maksimal 3% PDB, yakni dari akumulatif pemerintah pusat 2,7% dan pemerintah daerah 0,3%.

"Pokoknya, kami akan kejar penerimaan rutin dan sisanya pajak dari upaya lain termasuk revaluasi aset, agar syukur-syukur shortfall pajak bisa lebih rendah dari Rp 195 triliun. Untuk defisit anggaran masih bergerak dan kami imbangi di belanja. Kami masih punya jurus-jurus terakhir di belanja supaya target defisit 2,7% PDB aman," tambah Bambang.

Anonymous said...

http://ekbis.sindonews.com/read/1067334/39/miliuner-di-indonesia-diramal-naik-54-dalam-lima-tahun-1449463413

92% dari populasi di Indonesia masih memiliki kekayaan kurang dari USD10.000, lebih tinggi dari rata-rata dunia, yaitu 71%. Hal ini menunjukkan, tingkat rata-rata kekayaan penduduk Indonesia masih terbilang rendah dibanding standar internasional.
Karena distribusi kekayaan yang begitu lebar, 136.000 penduduk Indonesia masuk ke dalam 1% penduduk terkaya di dunia, dengan 98.000 di antaranya memiliki aset jutaan USD.

source of income masih banyak buat pajak.. aman.. :)

atmo joyo said...

Permainan Ekonomi & Politik The Fed & Banksters Tidak Sepolos Kebanyakan Orang
Mereka Bermain Politik "Maling Teriak Maling"
Artinya Mereka Yang Bikin Bangkrut Ekonomi Dunia Sekaligus Menjadi Pahlawan
Tidak Langsung Seruduk Sana, Seruduk Sini ......
Hanya Perlu Kambing Hitam Yaitu China

Seperti Krisis 1998, Antara George Soros - Thailand - Ekonomi Asia Tenggara
George Soros Salah Satu Pelaku Utama, Thailand Kambing Hitam Dan Korban
Tapi George Soros Dipuja Dimana Mana

Seperti Comment Saya Di November :
- China Sebagai Pemicu Utama Krisis
- China Sebagai Kambing Hitam
- The Fed Mengubur Dengan Menaikkan Suku Bunga

Bisa Diamati Pasar Uang Dunia Mengikuti Ritme Pasar Uang China
Bahkan Dollar Index Mengikuti Ritme Yuan
Terlihat Jelas Sejak Juni 2015

China Masuk IMF's SDR Tanggal 30 November Cukup Efektif Merontokkan Yuan
- USD - CNH (Chinese Yuan/Offshore/Hongkong)
Posisi Selama Oktober - November Di Range 1 USD = 6,3400an CNH
Posisi Mulai 30 November Mulai Rontok Bahkan Tembus 1 USD = 6,5689 CNH

- USD - CNY (Yuan Renminbi/Onshore/Mainland)
Posisi Selama Oktober - November Di Range 1 USD = 6,3200an CNY
Posisi Mulai 30 November Mulai Rontok Bahkan Tembus 1 USD = 6,4811 CNY

USD = CNH/CNY Menurun Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga 17 Desember

Tanda China Bubble Akan Meletus Tampak Jelas :
- 43 Perusahaan Gagal Bayar
- 2500an Kasus Buruh Demo Karena Tidak Dibayar Gajinya
- Utang Meningkat Pesat
- Harga Komoditas Anjlok
DLL

Artinya Tinggal Menunggu China Bubble Meletus .......

GOLD FOR MONEY VALUES said...

Nah..nubuat EOWI kang Semar sudah mulai terlihat lagi..ini beritanya:

•Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan rencananya untuk mengurangi subsidi energi untuk lima tahun kedepan untuk menghindari guncangan sosial ekonomi di negara kerajaan tersebut. Subsidi energi selama ini dinikmati oleh penduduk negara tersebut hingga saat ini dimana hal tersebut tidak diimbangi oleh pendapatan kerajaan yang turun secara drastis akibat turunnya harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir yang menyebabkan penurunan pendapatan nasional kerajaan tersebut. Pada tahun 2015 pemerintah kerajaan mencatat defisit anggaran sebesar USD 98 miliar dan terus berlanjut pada tahun depan dengan proyeksi defisit anggaran sebesar USD 87 miliar. Pendapatan negara kerajaan tersebut pada tahun 2015 diperkirakan akan mencapai USD 162.4 miliar dimana 73% dari total pendapatan tersebut ditopang oleh hasil penjualan minyak dan sebagian besar pengalihan subsidi pada tahun depan akan dipergunakan untuk belanja keamanan dan militer yang mencapai sekitar USD 56.9 miliar.

Siap siap..

GOLD FOR MONEY VALUES said...

Nah.. nubuat EOWI mulai nampak,.... beritanya sudah mulai fakta seperti ini:

•Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan rencananya untuk mengurangi subsidi energi untuk lima tahun kedepan untuk menghindari guncangan sosial ekonomi di negara kerajaan tersebut. Subsidi energi selama ini dinikmati oleh penduduk negara tersebut hingga saat ini dimana hal tersebut tidak diimbangi oleh pendapatan kerajaan yang turun secara drastis akibat turunnya harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir yang menyebabkan penurunan pendapatan nasional kerajaan tersebut. Pada tahun 2015 pemerintah kerajaan mencatat defisit anggaran sebesar USD 98 miliar dan terus berlanjut pada tahun depan dengan proyeksi defisit anggaran sebesar USD 87 miliar. Pendapatan negara kerajaan tersebut pada tahun 2015 diperkirakan akan mencapai USD 162.4 miliar dimana 73% dari total pendapatan tersebut ditopang oleh hasil penjualan minyak dan sebagian besar pengalihan subsidi pada tahun depan akan dipergunakan untuk belanja keamanan dan militer yang mencapai sekitar USD 56.9 miliar.

siap siap guys...

Anonymous said...

Pak Is, tolong dibahas mengenai mundurnya Jim bob dari freeport dan defisit neraca perdagangan saudi yg semakin melebar..

Anonymous said...

Budget tahunan Saudi ntuk tahun 2016 ..... memproyeksikan harga minyak mentah pada kisaran
US$ 29 / bbl
https://www.rt.com/business/327324-saudi-arabia-budget-oil/

Anonymous said...


Pa_D IS,

..... makanlah dengan lahap ..... nanti kamu akan mandi keringat ...

kayaknya klo yg ini Indonesia banget, ...knapa ya Pak

jjust kidding spy ngak terlalu suntuk

Salam, .... era minyak murah Pa_D