___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Sunday, December 6, 2015

Pajak, Defisit, Freeport dan Total Indonesia

Ada advertensi yang mengatakan bahwa pajak untuk kemakmuran. Maksudnya pemerintah minta rakyat untuk percaya bahwa uang (pajak) yang diamanahkan kepadanya akan dipergunakan sebaik-baiknya untuk kemakmuran.
Saya tidak percaya. Sebabnya birokrat tidak bisa digolongkan sebagai manusia biasa. Setidaknya birokrat merasa sebagai makhluk spesial yang diberi dispensasi oleh Yang Di atas. Ungkapan kitab Kejadian 3:19 dengan berkeringat engkau akan mencari makananmu tidak berlaku bagi mereka.
Kalau manusia biasa sudah kena kutukan seperti digambarkan di Bible kitab Kejadian/Genesis 3:19 “…… dengan berkeringat engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
Pemerintah memperoleh sesuatu tanpa banyak berkeringat, tetapi cukup dengan mengambil paksa dari rakyat yang berkeringat dan mengeluarkan tenaga, usaha. Ketika membelanjakannya juga tidak sehati-hati rakyat pekerja, tidak menggunakan resources, modal dengan effisien. Jangan heran jika banyak birokrat pegawai negri yang tidak kompeten menjadi inventaris. Pecat dan PHK tidak ada dalam kamus pegawai negri, walaupun kerjanya hanya mengisi absensi saja. Pegawai negri adalah makhluk spesial. Kalau anda mendengar terjadi PHK….., itu tidak terjadi di lingkungan pemerintah, melainkan di sektor swasta yang berusaha produktif.  Pemerintah adalah boros dan menjadi liability bagi rakyatnya.
Beberapa hari lalu Giri Sadewa dari PASFM membuka businessman opinion dengan tajuk: “terkejut mendengar dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito mengundurkan diri bentuk tanggung jawab karena gagal mencapai target penerimaan pajak tahun 2015.”
Sebenarnya sama mau kasih komentar seperti ini: “Saya juga heran, kenapa dia tidak bunuh diri saja, melakukan hara-kiri, seppuku, sudhuk seliro, sebagai bentuk penyesalan atas tindak kekejamannya selama menjadi penarik pajak.”
Sebagai orang dari departemen keuangan, dia pasti tahu bahwa penarikan pajak sangat menantang sejak tahun 2011. Karena ekonomi melambat dan komoditi sebagai basis ekonomi Indonesia memasuki masa secular bear market. Tidak terlalu mengherankan jika hingga 22 November 2015, realisasi pajak untuk tahun 2015 ini sekitar Rp829 triliun atau 64% dari target. Padahal itu jurus-jurus tidak berprikemanusiaan sudah dijalankan.
Kata tidak berprikemanusiaan bukan dilebih-lebihkan. Tanyakan kepada para pekerja tambang dan minyak yang diPHK saat ini. Apakah pemotongan sampai 25% dari uang pesangonnya tidak bisa disebut kejam. Orang yang diPHK berarti dia kehilangan sumber hidupnya dan belum tentu bisa dapat kerja 1 tahun, 2 tahun bahkan bisa tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya untuk selamanya. Saya tahu banyak orang-orang yang kena PHK pada masa krismon 1998 lalu yang tidak pernah bisa bekerja sampai saat ini. Kalau tidak ndompleng istrinya, kerjanya hanya serabutan dan taraf hidupnya turun drastis dibandingkan dimasa sebelum krismon. Kalau uang PHKnya tidak dipotong pajak yang sampai 25% itu, setidaknya akan mengurangi kesengsaraannya sebanyak 25%. Umurnya bisa diperpanjang sebanyak 25%.
Saya tidak tahu seberapa intensive penarikan pajak saat ini, karena kecuali pajak penghasilan, istri sayalah yang mengurus pajak-pajak kami. Istri saya lebih bisa merasakan dampak intensifitas pajak beberapa tahun ini. Yang pasti beberapa kali istri saya ngedumel karena pajak progressive dan kenaikan pajak PBB.
Advertensi dari kantor pajak bilang bahwa pajak adalah untuk kemakmuran. Tetapi, yang saya lihat malah sebaliknya. Tahukah pembaca tahu? Dulu kami punya 8 orang staff di rumah kami: 2 satpam, 1 tukang kebun, 2 supir, 3 pembantu. Itu dulu, ketika pemerintah tidak menarik pajak seintensif dan ekstensif sekarang. Tekanan ekonomi, maksud saya, pajak dan tariff listrik saja, membuat istri saya sepakat untuk menguranginya domestic staff menjadi 3 saja. Yaitu 2 supir dan 1 pembantu. Satpam digantikan dengan 2 doberman yang biayanya hanya  Rp 1 juta per bulan. Pintu gerbang dan garasi dibuat otomatis. Sapu dan pel bisa pakai vacuum robot, .....intinya otomatisasi dan effisiensi. Mungkin dalam waktu dekat ini, satu supir akan diPHK. Mau digantikan dengan taksi Uber yang murah itu. Kualitas hidup tetap sama dengan biaya yang lebih rendah.
Lalu bagaimana nasib domestic staff yang kena PHK sekarang? Yang pasti kedua satpam yang pernah kerja pada saya, sampai saat ini belum bekerja. Yang satu menjadi kurus sekali dan yang satunya lagi gemuk sekali. Kasihan...., tetapi kalau mau marah, silahkan marah ke pemerintah. Kalau advertensi dari kantor pajak bilang pajak untuk kemakmuran, tanyakan bagaimana pendapat pekerja-pekerja yang kena PHK karena tempat kerjanya dibebani pajak bermacam-macam pajak di saat keuntungan menciut.
Dimasa datang, setidaknya 15 tahun kedepan, kita harus mengantisipasi adanya ekstensifikasi dan intensifikasi dalam penarikan pajak. Alasan turunnya dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito (bentuk tanggung jawab karena gagal mencapai target penerimaan pajak tahun 2015) maksudnya dia tidak cukup kejam dan tega-hati dalam ekstensifikasi dan intensifikasi penarikan pajak. Hanya kegagalan mencapai target yang mendapat tekanan. Dan prikemanusiaan tidak disuarakan sama sekali. Dengan demikian secara seleksi alam, yang bisa naik menjadi dirjen pajak dan menteri keuangan adalah orang-orang yang tega-hati.
Mungkin ada yang bertanya, kenapa 15 tahun, apa istimewanya 15 tahun?
Basis ekonomi Indonesia adalah komoditi. Dan nampaknya tidak akan beranjak dari sana. Siklus secular commodity bear market yang dimulai dari tahun 2011 masih berlanjut sampai tahun 2030. Saya ingatkan bagi yang diPHK atau yang dipaksa pensiun, kemarau anda masih panjang. Kelola uang pesangon dan pension anda baik-baik. Saya tidak bisa memberikan advis financial secara personal, sebaiknya anda berdiskusi dengan istri/suami serta seorang financial advisor.
Pemerintah selama 15 tahun kedepan akan selalu kekurangan uang. Dari tahun 2000, selama 15 tahun sudah terbiasa dengan pengeluaran yang hambur. Hal ini tidak menjadi masalah ketika bahan komoditi sedang naik daun. Sekarang sapi perahnya tidak segemuk dulu. Makannya kurang. Untuk memenuhi kebiasaannya, sapi yang sudah kurus ini akan diperah terus. Hanya sapi yang pandai bisa lolos.
Mau lolos? Yang miskin akan kena inflasi. Yang kaya disamping inflasi ada BIN (Badan Intelijen Indonesia) yang akan memonitor transaksi anda di bank. Investasi saham dan unit link akan dipajaki. Nanti mereka ini akan memunculkan ide-ide baru untuk memajaki sapi kurus berkeringat darah yang bernama rakyat Indonesia sampai akhirnya diakhir dekade 2020 (tahun 2025 – 2030), bangsa ini muak, tidak tahan lagi dan ketika ada yang menicu, akan terjadi kerusuhan yang setingkat dengan kerusuhan 1965 dan 1998. Ini sebuah ramalan EOWI.
Nasionalisme juga liability. Ini ke depannya akan menjadi beban. Ingat berita-berita akhir-akhir ini mengenai Blok minyak dan gas Mahakam yang dioperasikan oleh Total Indonesia.Tahun 2017 kontraknya akan berakhir dan akan dikembalikan ke negara. Semangat nasionalisme akan mengarahkan pada skenario bahwa blok ini akan dioperasikan oleh BUMN. Persoalannya dimasa secular commodity bear market margin untuk memproduksi minyak kecil. Oleh sebab itu perlu kecerdikan untuk bisa tetap survive dan untung. Itu tantangannya.
Keragu-raguan untuk kemampuan pemerintah c.q. BUMN untuk mengelola cukup beralasan karena track record BUMN-BUMN yang merugi dalam sejarah. Pertamina pernah gagal bayar tahun 1970an pada saat secular bull market minyak. Merpati Airlines sampai sekarang tidak ada keputusannya. PT Dirgantara begitu-begitu saja setelah menyedot kapital sebegitu banyak. Birokrat merasa sebagai makhluk spesial yang diberi dispensasi oleh Yang Di atas. Ungkapan kitab Kejadian 3:19 dengan berkeringat engkau akan mencari makananmu tidak berlaku bagi mereka. Kenapa bisa tidak berlaku? Kalau swasta kurang rajin, kurang pandai, kurang beruntung, kurang berkeringat, dan kemudian bangkrut, arah jalannya sudah pasti...., bangkrut dan lenyap. Kalau BUMN, ketika bangkrut.....masih ada uang pajak, dispensasi dan proteksi. Oleh sebab itu kenapa susah-susah kerja sampai berkeringat? 
Bagaimana makhluk spesial memperlakukan suatu yang dipersepsikan sebagai asset bisa dilihat dari kelakuan pejabat-pejabat daerah wilayah kerja Freeport, Irian yang pakai emas bak etalase toko emas. Belum lagi Setya Novanto yang agak kasar dan membuat sesama makhluk spesial marah dan iri. Tetapi untuk Setya Novanto, nantinya seperti biasa, akan dicarikan solusi yang terbaik.
Bagi makhluk spesial pengadilannya akan spesial dan keputusannya juga pasti spesial. Meminta imbalan dengan berjanji (dalam hal ini merubah aturan, UU) sudah termasuk korupsi. Tetapi peradilan bagi makhluk spesial adalah spesial. Jangan heran jika tidak pernah ada penyidikan kasus korupsi.
Dalam keributan-keributan ini muncul pula kepermukaan ras (breed) khusus dari makhluk-makhuk spesial. Mereka ini jenis makhluk spesial dengan rasa nasionalisme tinggi. Mereka mengusulkan pengambil-alihan Freeport.
Persoalannya, yang disebut dengan Papua sebagai bumi yang kaya itu masih perlu dipertanyakan lagi. Bagi makhluk spesial yang ungkapan dengan berkeringat engkau akan mencari makananmu, Papua memang kaya. Tetapi bagi manusia biasa tidak. Keringat dan keringat untuk mengambil emas, tembaga dan minyak terlalu banyak. Mungkin belum sampai taraf berkeringat hingga mati. Tetapi kalau dipaksakan bisa berkeringat hingga mati.
Bukan tidak mungkin ungkapan berkeringat darah sampai mati bisa terjadi pada periode secular commodity bear market. Harga bahan komoditi lebih rendah dari ongkos mengambilnya. Jika itu dilakukan dibawah paksaan pemerintah c.q. makhluk spesial, pekerjaan itu namanya berkeringat darah sampai mati.
Tahun 2014 lalu Freeport di level internasional membukukan kerugian. Tetapi anak perusahaannya di Indonesia, Freeport Indonesia pembukuannya masih hijau. Kalau bisa mempertahankan kinerja biaya per unit tembaga/emas nya maka tahun ini masih bisa hijau.
Menurut laporan keuangannya (s/d Desember 2014), biaya total ekstraksi (mengambil bahan tambang) untuk tembaga termasuk depresiasi dan amortisasi tercatat $ 2.30/lb. Dengan harga penutupan tembaga $2.08 jumat kemarin 4 Desember 2015, siapapun yang mengusahakan tambang tembaga di wilayah ini akan berkeringat darah.  Mungkin bagi makhluk spesial birokrat ada pengecualian. Yang berkeringat darah adalah yang dipajaki, rakyatnya. Dan kucuran keringat darah rakyat akan lebih deras lagi kalau harga tembaga $1.00 per lb. Dan angka $1.00 - $1.50 per lb adalah ramalan EOWI untuk 15 tahun mendatang.
Produk lain adalah emas yang mempunyai biaya ekstraksi $939 per troy oz. Kalau ramalan EOWI tentang harga emas mencapai di bawah $700 per oz, dan bertahan disekitar itu selama 15 tahun, artinya siapapun yang berusaha menggali emas disitu akan berkeringat darah. Angka $700 per oz masih termasuk moderat. Robert Prechter dan Harry Dent meramalkan $250 - $300. Ungkapan untuk menggambarkan hal itu adalah berkeringat darah, berak darah dan muntah darah. Seperti kena virus Ebola.
Tumpukan emas, tembaga, berlian,....atau apapun, jika untuk mengambilnya perlu berkeringat darah dan berak darah, artinya tumpukan emas, tembaga, minyak, berlian tersebut bukan kekayaan. Dan nasionalisme itu adalah sumber liability. Berhati-hatilah terhadap makhluk spesial yang bernama birokrat dan pejabat. Mereka suka mengikuti dorongan nasionalisme dan membuat banyak liability yang harus dibayar dengan keringat darah anda.  Alam memberikan dispensasi bagi mereka terhadap kaidah:  “…… dengan berkeringat engkau akan mencari makananmu” (Genesis 3:19). Dan keringat darah itu dipindahkan ke anda, sebagai pembayar pajak. Lihat saja, pada saat anda tertimpa kemalangan diPHK, uang pesangon PHK anda masih dipajaki sampai 25%. Katanya pajak kemalangan.
Itulah nubuat dari Imam Semar. Sekian dulu......, jaga tabungan anda, hasil keringat darah anda baik-baik, terlebih-lebih kesehatan anda. Karena dimasa depan, BIN pun akan mengintip tabungan anda karena makhluk spesial akan sangat desperate untuk membiayai kegiatannya yang macam-macam, yang katanya anda sekalian perlukan. 


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

74 comments:

Anonymous said...

Apa yang dikatakan mas IS emang benar. Buktinya sekarang dirjen pajak sudah mengandeng BIN buat mengintai transaksi keuangan dan aparat pajak sudah ditebar2 dimana termasuk di mal-mal elite

Anonymous said...

Back in track......... like it

Anonymous said...

jadi ingat zaman louis ke XVI.. cm siapa yg sekarang bakal diguillotine?? "raja"nya keterlaluan banyaknya.. tax benefit yg hanya sebatas "pelayanan publik" seperti selembar kertas/kartu (yg diistilahkan sebagai "izin/lisensi" untuk berproduksi/berkarya/diakui sebagai haknya saja, seperti Sertipikat Tanah dkk) mesti bayar lagi (resminya berbaju PNBP, kbykn yg tidak resminya biasanya yg lebih mahal).. yg lebih menyakitkan dari penggunaan hasil pajak adalah mayoritas hanya untuk menggaji "peliharaan" yg tupoksinya tidak lebih dari hanya untuk semakin dalam "menggigit" daging/tulang pemelihara/pembayarnya/tuannya?? Negara menuntut berstandar internasional dalam mewajibkan rakyatnya, tapi berstandar tradisional/kuno dalam memberikan hak (pelayanan) kepada rakyatnya.. tidak heran kl di NKRI ini disebut sosialisnya sebagai "ramah thd yg miskin/poverty (harta, nurani & mentalnya)", tapi kejam thd yg kaya (harta, nurani & mentalnya).. heran jg kenapa Tuhan masih membiarkan NKRI yg seperti ini?? mgk krn msh banyak negara lain yg lebih kejam lagi yg "dihukum" atau entah brgkali memang belum gilirannya?? Wallahu'alam.. ingatlah akan hari pembalasan, setiap cuilan hak orang lain yg engkau ambil tanpa kerelaan dihukumi sebagai kezaliman & pastinya akan dituntut ybs untuk dikembalikan sebagai penolongnya di hari di mana tiada uang/harta yg dpt dibayarkan kembali.. kl zakat, itu aturan Tuhan & Dia yg pastinya bertanggungjawab.. kalau pajak, retribusi dkk, yakinlah kalau itu memang bukan dari aturan Tuhan, pastinya Dia tidak akan mau bertanggungjawab.. Dirjen Pajak/birokrasi dkk harus mengembalikan duit2 itu, yg sampai kebaikannya habis pun tidak akan terkembalikan.. Heran jg orang pajak itu kbykn dari golongan "shalih2 dlm rituan ibadahnya" tapi seperti tidak "menyadari" atau tidak mau "menyadari" beratnya hukum2 syariat yg membahas soal pajak dan semacamnya yg sdh banyak bertebaran di kitab2 suci atau ijtihad para pemuka agama, yg semudah itu ditemukan di internet.. seperti seolah2 siap sekali menghadapi hari perhitungan kelak di Padang Mahsyar.. kalau2 nantinya semua hukum manusia ttg pajak & pungutan tsb, dihukumi sebagai kezaliman oleh Tuhannya.. :) Pajak untuk pembangunan?? Negara2 arab kbykn tidak memajaki/memeras rakyatnya "sekejam NKRI" (terutama yg sesama muslim)..

Anonymous said...

da pindah negara aja, kalo ga mampu pindah neg, timggal di hutan belantara aja bebas pajak, bangun jalan sendiri, cari air sendiri, bikin penerangan sendiri, keringatan2 sendiiri. Gitu aja kok repot

Anonymous said...

Negara Arab teluk yg sekarang itu bisa makmur setelah ditemukannya minyak, sebelumnya ya kere, primitif. Sebelum booming minyak, pemasukan rutin klan Saudi dan emir-emir serta sheikh-sheikh lain di jazirah adalah menarik pajak dari karavan-karavan yg lewat di wilayah mereka. Ketika sedang tidak musim karavan lewat, mereka melakukan raiding ke daerah yang lebih makmur dan subur di Iraq dan Suriah. Harta bendanya diambil, laki-lakinya dibunuh, wanita dan anak-anaknya dijadikan budak. Heran aja sama yang masih membanding-bandingkan dengan negara Arab Teluk. Lihat dulu sejarah mereka sebelumnya. Baru buat komparasi.

Anonymous said...

negara sosialis yang sudah terlanjur maju, dengan pemerintahan yang sangat rajin membayar pajak, kalo saya sih pengennya tinggal di finlandia daripada di arab :))))

http://qz.com/566702/finland-plans-to-give-every-citizen-a-basic-income-of-800-euros-a-month/

Anonymous said...

Pindah negara? Sudah tuh...berapa banyak WNI yg mati tenggelam mau nyelundup ke Malaysia pakai perahu... kalau gak dihalang2i & ditangkapi udah berbondong2 tuh yg mau gabung ISIS... lumayan ada gajinya...

Anonymous said...

kan semuanya jg bangun sendiri? mana ada pemerintah yg bangunin rumah buat kita, makanan buat kita, jalan buat kita, listrik juga bayar.. wkwk... pikiran yg aneh & cdrg cari enaknya saja.. kl pemerintah seperti itu, knp rakyatnya ga boleh.. wkwk... hanya karena oleh Tuhan diberi kewenangan atas secuil bumi Indonesia, jadi bertindak melebihi Tuhannya.. wkwk.. tampak sekali abuse of powernya... nebang pohon di hutan jg mana boleh kan?? emg susah ngomong dgn orang yg hidupnya sdh dipenuhi pajak dkk.. omongannya pastinya jg membenarkan tindakannya.. benarlah apa sitiran dlm agama.. bagaimana mgk bisa dapat pencerahan, kl apa2 yg melekat padanya serba bikin gelap... sampai nanti setelah meninggal, baru sadar... baru terbangun dari "kebenaran subyektifnya".. entah perjalanan apa yg skg ditempuh para ex pemimpin kita di alam kuburnya sana.. yg jelas mereka ga pernah bisa kembali lagi... coba ditelusuri, panjang jalan sebelum pajak digalakkan dgn sesudahnya.. berapa km perbandingan jalan baru yg dibangun dari hasil pajaknya...

Anonymous said...

Saran yg terbaik lainnya.. jadilah bagian dari raja2 itu.. itu yg byk dilakukan orang2 di atas itu, berebut kursi, berebut pengaruh.. berubah posisi menjadi orang yg menembakkan peluru, bukan jadi sasaran peluru itu.. sama2 capek, tapi lebih "selamat" setidaknya sementara waktu.. pikirkan itu Bung IS dkk, walau untuk itu bisa jadi terpaksa harus lewat jalan terjal berdarah2..... karena hanya dengan jalan radikal, kesetaraan kedudukan bisa kembali diseimbangkan/diraih... begitulah sejarah berlaku dan berlalu...

Anonymous said...

mohon di ulas lebih dalam lagi mengenai masalah pajak & kiat-2x untuk meminimalisirkanya he..he...

falconhunter said...

ini pasti penggemar jokowi,tipikal
biasa ny di kasih tau kebenaran,pasti di suruh pindah negara, wkwkw..

Anonymous said...

Kepala BIN dan semua bos trias politik harus diperiksa pajaknya..berani ndak,? Jangan2 penghasilan "lain2" tidak dilaporkan...gitu kok nuntut rakyat bayar pajak..

p45 said...

Jd ada sebagian rasa getirnya pajak dr manisnya sebutir permen.

Mulai dr gula rafinasi(tax), bungkus permen(tax), transportasi(tax), energi(tax), utilities/facilities(tax), manpower(tax) & tax dkk.

Apa benar manpower yg paling memberatkan?
Toh upah manpower jg kena tax?
Dirut/komut jg selevel sama buruh, sama-sama manpower bkn?

Kesimpulan saya selaku konsumen, "kami membeli tax yg jumlahnya lebih dr 10% nilai dasar"

Edisi : "issue ISIS menjegal pencari suaka"

Lestari Fbbb said...

Negara adalah suatu keniscayaan harus ada....Negara juga perlu biaya...yaaitu dari zakat dan pajak...
Di dalam harta anda ..ada hak org miskin
Tp sayangnya seluruh dana .yg terkumpul salah penggunaanya.....

Yang salah bukan keberadaan suatu negara..
Yang salah bukan zakat ataupun pajak...karena saampai kapanpun ada..

Cuma salah dalam penerapan...membabi buta..!..itu aja...

Anonymous said...

kepada temans2 yg sedikit terusik dgn kalimat "Negara2 arab kbykn tidak memajaki/memeras rakyatnya "sekejam NKRI" (terutama yg sesama muslim)..", memang sengaja sy pakai perbandingan dgn negara Arab2, krn secara antropologis/sosiologis mrk cdrg dianggap lebih barbar drpd bangsa lain2, tapi juga sempat beberapa kali menjadi pusat peradaban.. itulah kenapa Tuhan kbykn mengutus nabi/rasulnya untuk ke daerah itu untuk membimbing bangsa itu.. NKRI yg SDAnya setara dgn Negara2 Arab dgn kondisi manajemen pemerintahan yg hampir2 sama, bangsanya yg cdrg cepat berubah2.. lebih layak dibandingin dgn mereka ketimbang dgn bangsa2 lain yg cdrg lebih mampu mempertahankan tingkat keberadabannya lebih lama..

Reader said...

Saya prediksi masa depan akan semakin buruk dari tahun ke tahun.

Itulah konsekuensi demokrasi.

Orang baik2 tidak mau terjun ke politik, jadi mau gak mau ya harus terima konsekuensinya. Nasibnya di tangan orang2 korup yg justru berjuang keras masuk ke politik.

Imam Semar said...

Belum ada yg komentar ttg Freeport....kekayaan emas yg menumpuk

Anonymous said...

Itulah tradisi peradaban terbelakang, yg selalu diwarnai pesimisme,skeptik,kebencian dan selalu mencari pembenaran diri dengan mencari pihak2 yang harus disalahkan, tanpa mau berpikir solusi dan sebab akibat dari suatu masalahnya hanya membabibuta mencari siapa yang harus disalahkan,dan selalu mengeneralisasikan suatu masalah, kesalahan segelintir orang digeneralkan menurut pekerjaan,agama,ras atau apapun yang melekat di pelaku kejahatan.

kesalahan pejabat birokrasi seperti setya dan antek2nya tidak bisa menghakimi dan disamaratakan ke pejabat2 lain yang bekerja secara lurus.

Itulah kenapa bangsa indonesia mudah dipecah bela dengan menggunakan isu2 SARA, karena masyarakatnya masih terbelakang belum mampu berpikiran modern yang lebih logis.

Pem hanya mengharapkan wajib pajak membayar kewajibanya sudah ngedumel semua, justru pem memberikan kebijakan2 potongan pajak saat ini.

Bagi yang bilang semua bangun sendiri, listrik ya bayar, kalo aset pribadi tentu harus bayar sendiri tp kalo aset umum tentu negara yang merawat dan memeliharanya, listrik pun masih disubsidi. Mengenai pembangunan jalan dan infra lainya dari pajak silakan mencari data pembangunan di indonesia.

Sebelum menyalahkan siapapun, cobalah bertukar posisi dengan yang ingin anda salahkan, jika anda menganggap pejabat enak2an bisa korupsi dr rakyat anda lihat sendiri sekarang, mafia gas petral sudah dibubarkan, setya sudah diadili, pejabat korup sudah momentnya merasakan pahit dari tindakannya.

Pejabat yang bersih harus fokus kerja ga mau makan uang rakyat, lihat masalah yg harus dikerjakan pejabat bersih, saya rasa semua org disini belum tentu kuat mengatasi masalah2 seperti yg dihadapi ahok dan jokowi misalnya, menghadapi masalah madyarakat ditambah serangan2 mafia berkedok pejabat.

Anonymous said...

Freeport itu kayak cerita film Blood Diamond kali bung IS.. ga bakal jg jakarta bisa gampang masuk kl Freeportnya dipaksa hengkang.. yg ada malah semakin banyak yg kipas2 spy Papua bikin referendum ulang.. Tetua2 Papua barangkali jg lebih senang kl bisa ga berbagi duit lg dgn jakarta.. Si Presdirnya yg skg saja tahu konsekuensinya itu.. ditimpali oleh Gubernurnya, yg pasti bawa aspirasi mayoritas kepala suku.. Nasionalisme Merah Putih sepertinya bisa diperkirakan sudah lebih "lusuh/pudar" belakangan ini di sana.. Btw kl Kontrak Karya bisa diperpanjang s/d 2041, artinya masih ada waktu lebih dari 1 dekade nantinya buat menikmati (kmgkn) masa Secular Bull Market lagi yah..

Anonymous said...

Bung IS, pernah bilang, di tulisan terdahulu, spy sadar diri dgn kekuatannya.. jgn melawan entitas yg lbh kuat, tinggal pandai2lah selalu memposisikan diri, dulu ada Ormas besar yg hendak menghukumi pajak dkk, entah knp kemudian berhenti, mempertimbangkannya mmg tidak bisa hitam dan putih, bgmpun pajak sudah mendarahdaging dlm NKRI, banyak yg sudah dan tetap ingin menikmatinya (sama halnya dgn pelamar jadi PNS).. curious, kl swasta memperbesar idlingnya dlm berkarya.. entahlah apa masih banyak yg bisa dipajaki dari bangsa ini, caranya mungkin dgn inflasi dkk seperti cerita ala EOWI dulu2.. menarik melihat makro & mikro ekonomi ke depan..

Anonymous said...

Biarpun pejabatnya sudah banyak yg bersih.. tapi mengapa High Cost Economy masih sangat terasa yah??.. Sekali uang itu kita setorkan buat pajak, itu seperti uang yg hilang (artinya tidak ada tax benefit yg jelas, tidak bisa menuntut imbalan apa2, seperti halnya negara menuntut kita).. mau urus apa2 lagi masih jg mesti keluar biaya (masih seperti yg dulu).. malah karena gaji pejabat & PNS semakin tinggi, korelevansinya dgn biaya lain2nya jg lebih tinggi (kbykn bersifat paksaan.. take it or leave it, krn sifatnya yg monopoli).. intinya pengelolaannya yg payah dari dulu sampai sekarang.. sama sekali tidak efisien dgn tingkat efektifitas rendah.. jumlah PNS memang banyak krn (katanya) kerjaan banyak.. tapi manfaat riilnya bagi rakyat yg bukan PNS rasanya tidak sebanding.. kl mau ditelusuri, ternyata kerjaan yg dikerjakan PNS itu kbykn untuk "kepentingan & administrasi" mereka sendiri.. hanya sedikit yg tersisa buat lainnya.. (bikin seragam aj bikin tender, bikin/perbaiki infrastruktur jg gitu, semuanya yg kerja swasta, untuk nantinya dipalak lagi sebagian..) ringan2 aj baca tulisan di blog lain.. https://azrl.wordpress.com/2009/01/10/pajak-bunga-dan-riba-hampir-sama/ hehe.. nikmati aj apa yg ada & bersyukur..

Anonymous said...

Setya sudah diadili? NGARANG kamu... menurut koran PAGI INI....BARU MAU AKAN diadili tapi jadwalnya gak tau kapan persisnya.... itu juga cuma MKD doang...

Anonymous said...

Emas Freeport disimpan di Fort Knox gak ya?

Anonymous said...

Semua emas , emas Jepang, emas Nazi, emas Saddam, emas dll semuanya diambil Amelika, perang, teroris dll mah cuma kedok aja.

Lol said...

Santai bro kalo ngmg ga usa pake urat kek bakso aja wkwkwk.

Kan pelapor sudah dipanggil tu, saksi sudah dipanggil, emg buat apa kalo ga buat mengadili si setya, proses pengadilan setya sudah berjalan bro hanya belum dipnggil aja ke pengadilan. Itu hanya masalah waktu la..

Sudirman sudah angkat bicara kalo mmg dlm proses peradilan etika ditemukan pelanggaran hukum sudirman tidak akan berhenti di mkd saja,

Barang bukti hp presdir freeport berupa hp untuk merekam sudah diambil pihak kejaksaan agung.

Da jelas skrg bro? Uratnya da kempis belum?

Anonymous said...

Sudah diadili hanya belum diputuskan bersalah atau tidak, kejagung juga sudah memproses kasus papa minta saham.

Anonymous said...

gak ush pusingin setya,itu mah cuma akal akalan pemerintah dan koalisinya supaya bisa kuasai parlemen,setya turun setya tetap gak akan merubah apapun
saya mulai melihat kemiripan antara pemerintah sekarang dgn orde lama

Anonymous said...

beda jokowi sama ahok itu ya,kalau si jokowi sibuk tarik pajak tanpa pembenahan birokrasi,kalau si ahok benerin dulu birokrasinya..yah..tp mau sehebat apapun ahok gak akan bisa membuat birokrasi besar seperti negara ini bersih,yg dilakukan itu reformasikan sistem negaranya yg tidak efisien dan rawan korupsi

Anonymous said...

Menarik nih ngomongin pajak..
1.di indonesia yg negara kepulauan dan produktifitas msh rendah maka beban pembayar pajak sgt berat, kenapa? krn biaya infra lbh mahal dan biaya sosial juga tinggi yang ujung2nya jd beban org2 produktif yg terkena pajak progresif
2.selama komoditas yg mjd andalan ekspor jeblok maka siap2 saja org2 produktif dan karyawan yg menanggung biaya2 operasonal negara ini.
3.bgmn mungkin BIN terjun mengamankan pajak lha wong LKHPN para pejabat negara saja hangat2 tai ayam..anggota BIN sdh bayar pajak dg benar belum hehehe..
4.wacana pembukaan transparansi rek.bank dlm rangka penggalian potensi pajak tdk akan pernah terwujud,..karena akan sgt membahayakan para politisi ketika rek.bank terbuka mereka sulit "main" dg dana politik..padahal merekalah yg akan membuat revisi UU kerahasiaan bank itu..sama saja bunuh diri buat para politisi..lha wong mereka cari duit dari aktifitas politis kok yg rata2 transaksi abu2..
5.yang memberi contoh melanggar aturan perpajakan sesungguhnya para pemimpin itu sendiri..coba sj apakah mereka pernah diperiksa oleh fiskus?
Banyak dana2 politis yg tdk dipotong pajak bung...bahkan mereka membuat celah di UU perpajakan untuk kep.mereka sendiri..
6.saran saya jangan melaporkan pajak scara benar..toh banyak dana sosial kemasyarakatan dan pungli yg nyata2 ada tetapi tdk diakui secara fiskal..

Gov said...

Jokowi mulai membuat program pelayanan opemerintahan terpadu satu pintu untuk menghindari pungli dan efisiensi waktu, perijinan dipermuda, dweling time di pelabuhan diperbaiki.

Ahok memperjuangngkan sistem ebudgeting agar tidak ada dana yang dicolong tikus2 dpr, walaupun mendapat serangan dr berbagai pihaak, dan ternyata pihak yg menyrang ahok tersangka kasus ups si haji lulung.

Soedirman mentri esdm menghapus praktek mafia migas,membubarkan organisasi yang merugikan indononesia puluhan tahun dan belum trhitung nilai kerugiannya.
Menghentikan praktek kkn anggota dpr dan pengusaha riza chalid yg menguasai pemerintahan dari balik layar selama beberapa rezim.
Dan banyak menteri2 jokowi lainya yang berperan besar bagi indonesia

Bersih2 birokrasi yg sudah lama korup bukan hal yang mudah dan bisa selesai dalam waktu singkat.

Ahok pernah mengemukakan pemikiran filsuf Tiongkok dan pendiri Taoisme, Lao Tse. Syarat negara bisa maju, menurut Lao Tse, ada lima yakni pertahanan, rakyat, wilayah, makanan, dan keyakinan.

Menurutnya Lao Tse, unsur pertahanan, rakyat, makanan, bahkan unsur wilayah bisa dibuang sebagai syarat negara maju. Bila keempat unsur tidak ada, setidaknya satu unsur penting harus ada, yakni keyakinan.

Jika anda meyakini negara ini tidak akan maju anda tidak memilik fungsi sama sekali dalam sebuah negara, anda hanya bagaikan batu kerikil yang hanya perlu diinjak oleh orang2 yang ingin berjuang untuk melangkah lebih maju,sayangnya mereka sudah memakai sepatu, sebagai penghambatpun anda tidak ada artinya bagi org2 nasionalis seperti mereka, jokowi ahok dan antek2nya.

Program2 jokowi seperti pembamgunan infrastruktur mass transport dan tol laut, kebijakan minerba, kebijakan pajak memang terkesan menyakitkan dan hasilnya belum nampak, tapi saat pembangunan tersebut selesai, pertumbuhan indonesia akan mengalami perubahan yg sangat signifikan. Bersakit2 dahulu bersenang2 kemudian.

Anonymous said...

Ekonomi dunia akan collapse sesuai dgn nubuatan Alkitab di akhir zaman.

Jadi, tdk ada jenis investasi yg aman ketika ini terjadi karena safe~haven yg sebenarnya adalah kepada Tuhan.

Messias akan datang segera dlm hitungan bulan ke depan akan terjadi Keselamatan Besar.

Injil Kerajaan harus diberitakan, baru tiba kesudahannya.

Salam,
Hamba-Nya

Anonymous said...

semua superrrrr ... btw cerita cerita zaman dahulu nanya sama orangnya langsung atau nanya mbah google ?
HAK HAK HAK HAK HAK HAK HAK HAK

Anonymous said...

Wacana no.3, 4 dan 5 ttg BIN & perubahan aturan kerahasiaan Bank demi Pajak.. itu yg benar2 harus kita2 perhatikan.. karena sepertinya akan berlaku layaknya yg sudah2 pedang itu tajamnya ke bawah.. hanya untuk yg mayoritas yg tidak punya "cantelan" pengaruh kuat di kekuasaan..
Saya yakin itu terjadi jadi bersiap2lah.. mulai bangun bunker untuk simpan aset2 anda.. Lebih baik "melawan" perampok/pencuri "kecil2an" drpd yg besar spt negara, krn anda bakal tidak mampu & tidak ada tempat melapor/mengadu lagi kecuali kpd Tuhan...

Lol said...

Messias akan datang segera dlm hitungan bulan ke depan akan terjadi Keselamatan Besar.

Bulan apa messias datangnya bro hambanya? Tolong disebutkan bulannya, kalo ga terjadi apa yg anda katakan hanyalah omong kosong saja.

Ajaran yang baik itu hanya menyebarkan kasih kepada siapapun apapun agamanya tanpa terkecuali, yang anda lakukan anda menyebarkan agama dan kehancuran, anda terdengar seperti seorang fanatik yang terobsesi dengar akhir jaman yang dalam kitab suci manapun tidak akan ada seorangpun yang mengetahui pasti mengenai kiamat dunia, karena itu kita diharuskan menebarkan amal ibadah sebanyak2nya supaya setiap saat dipanggil kita siap.

Stop memperburuk citra agama dan mesias anda sendiri disini, kita semua punya ajaran dan penyelamat masing2, tidak perlu memaksakan ajaran dan pandangan anda disini.

bekerja adalah salah satu ibadah tidak salah jika kita menjadi bagian dari ekonomi. Perkara akhir jaman itu urusan pribadi masing2 dengna yang kuasa.

Pergilah dengan damai.

Anonymous said...

@gov ini kayaknya si andre itu lho

semua yang anda tulis apa anda kira kita-kita disini gk tahu?,maaf saya sudah lebih dulu tahu soal itu,dan itu hanyalah bagian dari berita 'mainstream' dan bisa jadi cuma pencitraan pemerintah,jangan jadi korban pencitraan,jadi ingat dulu 2004 saya jg spt anda yang optimis dan mendukung pem sby...hadeuh ternyata oh ternyata sy dikibulin... :D

mari kita lihat saja hasilnya gimana nanti..mnrt saya jokowi hanya pencitraan saja,gak beda sama SBY

Anonymous said...

Maaf sy newbie...senang bs dpt wawasan baru dari eowi.jk ada yg berkenan tlg diberi pencerahan knp harga komoditas di masa dpn bs sedemekian rendah pdhl permintaan berdasarkn kebutuhan jumlah penduduk akan tetap malah meningkat,sedang suply malah mkn mkn sulit krn biaya produksi yg meningkt hingga hrs berkeringat darah spt kt eowi misalnya emas??
Kemudian ttg pajak bukankah negara kt msh sgt mendingan dlm penetapan tarif pajak dibanding negara2 high wealth yg sgt progresif spt amrik?bahkn ktnya d semua negara yg tkt kesenjangn rendah tarif pajak sgt progrsif...bukankah itu ide ckp bgs...biar tambah bnyk org indo yg ga miskin amat dibamding org2 eowi..hehe..wlu mmg pemanfaatannya msh hrs diperdebatkn n diawasi

Anonymous said...

Menyambung teman di atas yg katanya newbie, jadi harga2 komoditas bisa merosot karena sebenarnya supply & demand itu tidak sebanding ya, yg terjadi adalah supplynya yg berlebih, sementara demandnya yg kmrn2 kelihatan banyak itu ternyata lbh byk didongkrak oleh "keserakahan dan kekhawatiran", bukan berdasar "kebutuhan" aslinya, itu maksudnya brgkli arah tulisan Bung IS, yg akan tetap stabil adalah harga2 kebutuhan paling mendasar yg bersifat personal sekali & tidak diperdagangkan bekasnya (makanan & minuman), kebutuhan yg lain, spt sandang & papan, sifatnya tidak semendesak makanan & minuman dan bekasnya masih bisa diperdagangkan/dialihkan.
Pajak boleh tinggi asal jelas tax benefitnya. Di Indo, yg terjadi habis manis sepah dibuang, giliran jadi karyawan/pengusaha dituntut taat bayar pajak, begitupun juga tetap saja untuk urusan2 lain masih mesti bayar. giliran masuk pensiun/terPHK, nyatanya dibiarin begitu saja, tanpa santunan yg cukup layaknya Pegawai Negeri, padahal bayaran mereka dari pajak kita, kalaupun ada bantuan mesti "ngemis2". Kl ga percaya, coba aj berhubungan dgn fiscus, mereka pasti jawabnya hal2 yg "idealis2", padahal kehidupan sehari2 di sekitaran kita tidaklah idealis. :)

Anonymous said...

Hamba-Nya.

Saya hanya menyampaikan yang Tuhan sampaikan kepada para hamba-Nya di berbagai belahan dunia. Nubuatan ini tentu harus punya landasan dari Firman Tuhan di Alkitab.

Ada anak kecil yang mendapatkan mimpi dan penglihatan dari Tuhan, ada juga orang dewasa mendapatkan penglihatan, bukan hanya satu dua orang saja, bukan hanya dari kelompok gereja tertentu saja, bahkan dari kalangan kepercayaan Yahudi sudah berjumpa (didatangi) oleh Messiah yaitu Tuhan Yesus sendiri dan kesaksian ini bukan hanya kepada satu dua orang Rabbi terpandang. Terpandang dlm arti bahwa Rabbi yang sangat dihormati oleh banyak orang dari penganut kepercayaan Yahudi. Tentu setiap pesan yang disampaikan Rabbi tersebut sangat mempengaruhi umat.

Dari kalangan penafsir kitab Torah juga mendapatkan kesimpulan dan pesan yang sama bahwa Kedatangan Messiah sudah sangat dekat (DIAMBANG PINTU).

1. AKHIR TAHUN SABAT - by Rabbi Chaim Kanievsky
2. DALAM BULAN-BULAN KE DEPAN - by Natan (remaja Yahudi mendpt penglihatan ketika mati suri
3. Para team pendoa syafaat dari kalangan Kaharismatik di dunia - mendapat pesan yang sama SUDAH SANGAT DEKAT SEKALI
4. Estimasi dari seorang ahli astronomi - Gill P. Broussard - Planet 7X akan crossing pada Passover tahun depan (March 2016) - Penggenapan buka materi ke-5&6
5. Keadaan ekonomi global akan collapse - Nubuatan materai ke-4 sedang dibuka/ digenapi



Tuhan Yesus pernah berkata bahwa kesudahan dunia akan terjadi ketika Injil Kerajaan diberitakan kepada seluruh dunia.

Tolong dibedakan berita kabar baik (injil) sudah diberitakan hampir ke seluruh pelosok dunia ini dengan terjemahan kepada ribuan bahasa.

Nah, ada saatnya menjelang akhir zaman ini Tuhan juga berpesan agar Injil Kerajaan harus diberitakan khususnya kepada orang-orang yang sudah mendengar kabar baik namun belum pelaku Firman dan juga kepada orang-orang yang belum tahu siapa itu Tuhan yang sebenarnya.

Bekerja memang ibadah, namun tidak semua pekerjaan yang Sdr/i lakukan termasuk ibadah. Tergantung pada apa yang mendasari Sdr/i melakukan pekerjaan tersebut.

Semisal, dalam kondisi ekonomi tidak menentu saat ini banyak orang bekerja memborong uang Dollar, sehingga ini akan menyebabkan (menyumbang) depresiasi nilai tukar rupiah, maka banyak perusahaan-2 yg tergantung sama valas menjadi sulit.
Itu salah satu contoh.


Saya disini hanya mengingatkan Sdr/i bahwa pesan Kedatangan Messias itu nyata dan sudah SANGAT-SANGAT-SANGAT dekat.

Terpujilah nama Tuhan.

Salam,
Hamba-Nya

Anonymous said...

ati ati semar mendem ditangkep BIN....krn bisa gaji 8 staff buat rumah aja...bayar pphnya brp....dikirimin surat cinta dah ama AR pajak....:D

Anonymous said...

Freeport yg makin seru..
Pertarungan elite trmsk presiden..
Ekonomi china lesu..
Komoditas terjun bebas..
Kenaikan sk bunga fed..
Mdh2an semakin mempercepat keterpurukan ekonomi RI..
Semoga..
#paulus tjan

Lol said...

Itu joke kali, mana ada org kaya gara2 pajak jadi susah,jaman skrg ini yg ada org kaya makin kaya, yg miskin makin miskin.lol

Gov said...

Yang pencitraan itu dpr bro, memberikan citra pembela rakyat tp kelakuaanya korup. Sifat asli tidak bisa ditutup2i, demikian juga citra tidak bisa diputarbalikan, citra yang baik dibentuk oleh akumulasi perbuatan baik yang berulang2.. tidak bisa hanya 1 kali berbuat baik lgs mendapat citra baik.

Kalo jokowi pencitraan atau memang citranya baik?

Dibanding sby, jokowi menurut survey tidak sepopuler sby, karena kebijakan2 jokowi yg terkesan menekan rakyat, seperti mengganti subsidi bbm yang konsumtif ke subsidi yang lebih bermanfaat, sby kelihatanya pro rakyat dgn tdak menaikan bbm tp bermain dan membiarkan organisasi mafia seperti petral bergerak bebas.

Hanya pemerintahan Jokowi yg berani sikat abis mafia migas, dan mulai membangun kilang minyak sendiri sehingga bisa mengurangi import bbm, kebijakan jokowi memang terkesan pahit tp dampaknya jangka panjang akan lebih manis drpd dimanjakan oleh kebijakan sby.

Cuman pemerintahan jokowi setelah beberapa rezim pem yg berani mengusut mafia bea cukai di dweling time.

Cuman pem jokowi yang berani mempertahankan kekayaan alamnya dengan menangkap ilegal fishing di perbatasan2 indonesia yang sudah terjadi beberapa rezim pem.

Cuman di pem jokowi segala kasus tikus2 pemerintah mulai terbuka satu demi satu.

Saya yakin anda juga sudah tau semuanya tp kalo anda bilang itu masih pencitraan,berarti anda hater sejati, biasanya hater hidupnya miris makanya nyalahin orang atas nasib buruknya, walaupun berganti pemimpin nasibnya tidak akan berubah, hater always gonna be hater.

Anonymous said...

Ente tinggal dimana bro? liat kondisi negara2 yang ekonominya terpuruk, kekacauan perbankan bank2 berhenti bekerja, phk meledak, kekacauan stabilitas keamanan, penjarahan, kriminalitas tinggi, doanya ma saiton aja biar cepet dikabulin.

Anonymous said...

Untuk yang memasukkan topik agama sebaiknya gak usah dibahas,tidak ada agama yang membahas kehidupan lampau dengan sejelas2nya contohnya kehidupan dinosaurus, tyrex, dll, cerita agama mirip dengan cerita rakyat , so believe it or not. yang mempercayai mesias akan datang itu adalah halusinasi kalau anda ke dr jiwa mungkin anda udah terkena paranoid syndrome,salam damai.

Don said...

Pajak itu keniscayaan..tapi tahun ini tdk digenjot pajak sekalipun perekonomian kita bgt lesu..penjualan mobil motor lesu..tanah abang lesu..emiten bei banyak yg kinerjanya merosot.
Timing menggenjot pajak disaat seperti ini seperti buah simalakama..yg ada secara pragmatis ya pengurangan tenaga kerja ..terutama yg padat karya
Mau tax ngikut negara maju ya bisa tapi bgm dg rasio entreprenership di negara kita yg masih sangat rendah..jumlah pembaca blog eowi ini tdk ada apa2nya dibanding situs pencari kerja atau cara sukses diterima PNS..
Mau investasi dg pembangunan infrastruktur boleh2 saja tapi harus dilihat kemampuan cash flow negara kita ini..jangan ngoyo ujung2nya nambah hutang luar negeri yg bayar juga wajib pajakers..

Anonymous said...

Hamba-Nya.

Segala sesuatu tentang INJIL KERAJAAN ALLAH sudah saya sampaikan di blog pak IS.

Tidak ada paksaan agar Sdr/i mempercayainya.

Saya hanya menyampaikan pesan ini, terlepas kita beda keyakinan selama ini, mungkin saja kepercayaan Anda terbentuk dari nenek moyang secara turun temurun.

Selagi ada waktu, saya hanya menyarankan kepada Sdr/i agar mencari dan merindukan siapakah TUHAN itu sebenarnya, jika Sdr/i mencari DIA dengan sepenuh hati dan kerinduan yang tulus, saya percaya TUHAN akan menampakkan diri dan menjamah hati Sdr/i sehingga Sdr/i pun akan mengenal siapa TUHAN itu.

Saya tidak menyarankan menjadi penganut agama tertentu, TUHAN tidak membawa agama ke dunia, DIA membawa terang dan damai sejahtera bagi orang yang mau percaya kepada-Nya.

Selagi ada waktu yang tersisa, keputusan di hati Sdr/i.

PESAN BAGI YANG SUDAH PERCAYA YESUS SEBAGAI MESSIAS (JURU S'LAMAT):

Bagi Sdr/i yang mengaku sebagai orang Kristen dan Katolik, sudah saatnya kita memikirkan perkara-perkara yang di atas.
Tuhan sudah berkata; "Tidak semua orang yang berseru kepada-Ku, Tuhan... Tuhan.. akan masuk dalam Kerajaan Sorga, tetapi bagi orang yang melakukan kehendak Bapa di Sorga.
Mari introkpesi diri, bertobat dan merendahkan diri di hadapan Tuhan.


Jikapun hal itu terjadi (KEDATANGAN MESSIAS) dalam waktu yang dekat ini, saya sudah mengatakan itu kepada Sdr/i sekalian.

Injil Kerajaan harus diberitakan ke seluruh dunia (termasuk lewat internet) dan lewat phenomena alam bunyi Sangkakala juga sudah terjadi di berbagai daerah di belahan dunia dan di siarkan di televisi nasional dan di media sosial youtube.com.

Setelah itu baru kesudahannya.

P.S

Seal #4: War, Famine and pestilences (This also appears to be very close to happening) Sign in the heaven appearing (Planet-7X).

(Info terbaru dari Rusia, WARNING...! bagi semua warganya agar tidak bepergian ke luar negeri termasuk ke Eropa dan Amerika.

Sdr/i tahu apa sebabnya?
Karena terrorist ISIS sedang merencanakan aksi teror, penembakan, boom dan juga penyebaran peyakit (ebola) dan virus-virus lainnya.

Manusia banyak yang binasa karena kurangnya pengetahuan dan tidak mau mendengar tegoran.

Salam,
Hamba-Nya

Anonymous said...

Mantab bro...
Keterpurukan ekonomi RI sangat dinanti agar tercipta redistribusi asset jg konsesus harga..

Lol said...

Haha. Ngarep amat redistribusi aset, yg ada aset2 da diambil ahli ma asing yg ga terpuruk ekonominya. Wajar kalo rakyat indo makin lama makin miskin kalah mental lol

p45 said...

Bersih2 kok pake sapu kotor, yo mbuh lah...

Ngomong2 Rp loyo saat $ melemah kpd €..smua melemah kecuali ¥ & HKD...

Sinetron freeport sukses dpt rating di nasional, internasional gmn yah...

Klo pindah kewarga negaraan dikira gak puas, trus yg jual kewarga negaraan kyk gmn yah?

Apa bedanya sih freeport Vs BUMN?
Yg kecil ksh duduk di BUMN, yg gede rencananya diksh freeport dkk... (ngangkat komisaris kok ndak jelas)...

Anonymous said...

Bung IS, andai Freeport dijadikan BUMN/BUMD, kira2 biaya produksinya jadi lebih tinggi atw lebih rendah & bisakah tetap profitable? Mungkinkah? Soalnya dari bbrp tahun yg lalu, Pemerintah & DPR tentunya, sepertinya "sepakat" untuk lebih efisien & efektif dlm mencari pemasukan resmi dan tidak resmi, jadi beralih memposisikan diri cukup jadi regulator, budgeter & supervisor saja, bisa lebih tinggi marginnya (barangkali hampir 100% secara intrinsik), dgn cara memperdagangkan izin2/lisensi2/cukai dkk dengan menetapkan harga tertentu, sepertinya memang jauh lebih mudah & murah dari pertimbangan aspek permodalan, overhead cost & kompetisi, drpd mesti bersaing dgn swasta dgn capek2 berproduksi & menjual jasa (seperti badan usaha, BUMN & BUMD, yg rame2 diprivatisasi).. bikin pengadaan2/tender2 bagi2 ke swasta, "seolah2" demi untuk menggerakkan ekonomi rakyat - biar berasa tetap dibutuhkan keberadaannya, sekalian bisa dipajaki dan dipalaki) termasuk mengangkat pegawai sebanyak2nya dan meningkatkan gajinya demi loyalitas & trickle down effect.. Bagaimana melihat pendekatan kebijakan itu dari teori ekonomi modern? dengan begitu sebenarnya praktisnya pemerintah juga adalah pemburu rente "resmi"..

Anonymous said...

di tengah kelesuan ekonomi nasional,profesi yang sedang leading penghasilannya tahun ini dan tahun depan : aparat pajak dan konsultan pajak... selamat ya..

Anonymous said...

Oh ya,sy denger denger dr sesama pengusaha keringanan dan pengampunan pajak cuma jebakan batman dr pemerintah,ujung2nya malah di hajar sama pemerintah....

Anonymous said...

Bloomberg..
Usd sdh tembus 14.000an
Hujan caci maki ada di tv.. media dan medsos soal freeport
Buat kita sih ini hujan rejeki...

Anonymous said...

Soal pajak & lain2 hal yg berhubungan dgn birokrasi pemerintahan, saran terbaik adalah pintar2lah berhitung, sekalinya jadi sorotan, sangat boleh jadi bikin anda bakal "disayang2" ke depan2nya.. ibaratnya sekali lancung di pajak, seumur2 bakal dikejar2 dgn asumsi "subyektif" ala fiscus (bagaimanapun kondisi terakhirnya, anda akan tetap dianggap layak "perah", sampai segunung bukti2 pendukung anda bisa membuat "para dewa" berubah pikiran thd anda).. being invisible/look poor.. soal kelihatan charming/bergengsi biarlah cuma jadi porsinya pejabat/pegawai negara.. rancanglah bisnis yg sesedikit mungkin berhubungan dgn bau2 "birokrasi" atau mulailah berpikir pindah ke negara yg lebih bagus tax benefit & lebih efisien kerjaannya, meski pajaknya lebih mahal (barangkali), apalagi tahun depan sdh MEA.. vietnam/myanmar sepertinya masih butuh banyak modal & masih lebih murah operasional pemerintahannya, atau gabung ke ISIS.. penghasilannya 18 trilyun/tahun, cuma ya gitu, ada hasil rampok2annya... yg lebih kasihan memang swasta yg pensiunan/ex-karyawan terPHK.. bakal lebih kepepet2 lagi hidupnya.. Simpanan di bank dipelototi, saham & unit link asuransi dipajaki, valas jangan2 jg bakal dipajaki, harga properti tetap digoreng2 demi PBB/BPHTB dgn ancaman sita/lelang.. yah memang sudah konsekuensi jadi penduduk negara sepadat, seluas & seboros NKRI, jadi bukan semata salah Jokowi juga..

Anonymous said...

BI libur, RP dihajar USD habis2an dah.. Singapur2.. siapa yg di sana? Gasoline's King kah?? hehe..

Imam Semar said...

BI libur, rupiah dibantai 😀😁😇

Anonymous said...

Bro / sis hamba-nya apakah teman Mas IS ?
Saya nanya soalnya postingannya lolos sensor melulu

:D

Udin said...

Kalau berani yg koment disni sebut no npwp nya, berani ndak..
Koment yg bertanggungjawab dong..gaji kita naik krn untuk kepentingan negara..makanya bayar pajak yg bener..

Anonymous said...

kapan ni dollar jd 15rb? Dari oktober beli kagak naik2 juga, cadev jg masih $100m, taun dpn da dibayang2in yuan, pem da berburu yuan,apa yuan bisa lebih menarik habis ini?

Anonymous said...

Di negara lain sedang berjuang memajukan ekonominya, di sini berharap agar ekonomi indonesia terpuruk, pemerintah dan rakyatnya bobrok, memang lebih baik mungkin freeport buat orang asing lebih maksimal manfaatnya.

Hendro said...

Mengenai apakah politikus bunuh diri jika mengesahkan transparasi perbankan untuk menggali potensi pajak, saya kira hal itu engga akan berpengaruh terhadap dana politik mereka, soalnya dengan mudah merekapun bisa melakukan pencucian uang atau menyimpan uang mereka di luar negeri, singapura misalnya...

Lol said...

Hahaha ngapain juga kasih no npwp disini, kalo masih digaji ga perlu pusing byr pajak, da lgs dipotong ma perusahaan, yg punya usaha sendiri tu yg pening tp kalo ada uang bayar konsultan aja ma.

Anonymous said...

Saya bukan hanya teman pak IS lebih dari itu, kami bersahabat hanya di blog EOWI walaupun tdk pernah ketemu dan saling kenal.

Karena pesan yang hendak saya sampaikan ini untuk menyempurnakan analisa dan 'ramalan' yang sedang dipelajari oleh pak IS.

Manusia banyak yg tidak memahami dan mengenal Tuhan yg sebenarnya.

Jika Sdr/i mengenal DIA, maka kita umat manusia akan saling mengasihi.

Hukum pertama dan yg ke-dua adlh Kasihilah Tuhan Allah mu dgn segenap hati dan akal budimu dan hukum yg kedua Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Oleh karena itu, oleh karna kebaikan dan kemuran Tuhan maka saya pun harus memberitakan Injil Kerajaan Sorga terutama kpd Pak IS yg punya absolute power pd blog ini dan jg kpd Sdr/i yg ikut membaca pesan yg saya sampaikan tanpa paksaan.

Carilah Tuhan yg sebenarnya dgn segenap hati mu dan jiwa mu, maka Tuhan yg melihat kemurnian hati Sdr/i mencari siapa Tuhan yg sebenarnya akan menjamah hati Sdr/i maka damai sejahtera dan terang akan hadir dlm kehidupan Sdr.

Tuhan akan segera datang.

Salam,
Hamba-Nya


Anonymous said...

Menanggapi komentar sdr @gov diatas sebaiknya PNS di perlakukan sama seperti kita2 karyawan swasta..tunjangan dan gaji di potong pph progresif jangan ada tunjangan yg pphnya ditanggung negara..sanksi dan rewardnya harus jelas.kalau perlu gampang dipecat..seperti jika kita terlambat byr pajak kena sangksi dan bunga berbunga,sebaiknya jika PNS lalai juga kena sangsi denda dan bunga berbunga..bersakit-sakit dahulu lah..seperti kita kita mayoritas wni

Anonymous said...

ha..ha...ngomong-2x soal pindah kewarganegaraan, bagaimana kalo pindah ke BVI aja British Virgin Island kayanya enak tuh ga ribet utk bikin offshore company lalu di sini bikin ID aspal jadi deh 2 kewarganegaraan ada yg py pengalaman?

Wolo said...

Yg komen pro pemerintah disini itu naif,kalau gak naif juga palingan pasukan cyber yg buasa buat defense dan pencitraan si pemerintah itu

Anonymous said...

siap2...
Sensus ekonomi mei 2016

Sisir semua ushaa dari rumah ke rumah seluruh Indonesia, dari skala, size omzet, dan data lainnya..
termasuk online...atau ada usaha tapi tak ada papan namamya. banyak kegiatan ekonomi yang kegiatannya sulit dilacak akan dicoba dilacak..

http://finance.detik.com/read/2015/12/10/125332/3092481/4/sensus-ekonomi-2016-bps-juga-survei-bisnis-online?f9911023

#andrew73545

akhtarist said...

ane ngikut dukung indonesia kayak gini hehehe

Laissez-Faire: sistem yang tidak disukai politikus, sistem yang membuat politikus menganggur dan tidak bisa memperoleh uang, sistem yang peran pemerintah menjadi sedikit, sistem yang membuat pemerintah menganggur, sistem yang menjadikan Mesir makmur di masa Amru bin As. Pilih saja salah satu atau semuanya.

Rio said...

Btul setuju
Sebaiknya memang kenaikan gaji pegawai pajak dibatalkan.banyak orang sedang susah ngosngosan ekonomi lesu, banyak pekerja kontrak dirumahkan.herannya kokya ngenjot pajak pas ekonomi lagi lesu ya.pegawai djp malah mau minta naik gaji lagi di 2016.benar2 keterlaluan.
Bersakit sakit dahulu lah.jangan kami2 yang bersakit sakit sementara aparat pajak bersenang senang.

Anonymous said...

Ungkapan kitab Kejadian 3:19 dengan berkeringat engkau akan mencari makananmu tidak berlaku bagi mereka jadi mengingatkan saya pada mereka yang sudah menjadi pejabat sebenarnya kaki sebelahnya sudah menginjak neraka tinggal seberapa berhati nuraninya mereka dalam mengemban amanah yang sudah dianugerahkan pada mereka kalau gagal 100% masuk neraka dan kenyataannya saat ini yang kita lihat banyak yang gagal menarik kaki yang satunya lagi untuk masuk surga so mereka itu sebenarnya bukan mahluk yang spesial karena taruhannya diakhirat resikonya cukup besar ingat hidup didunia ini hanya sementara.

Petruk dadi ratu said...

Dalam kondisi harga komoditas tinggi pemerintah berpesta..operasional negara boros ,pendapatan lain2 yg antah berantah yg masuk kantong pribadi borokrat juga tinggi..dlm kondisi harga komoditas jatuh..pajak di GENJOT.. gaji birokrasi diNAIKKan supaya mencegah KORUPSI.. kita disuruh prihatin, disuruh bersakit2 dahulu..lha mereka naik pendapatanya..

Anonymous said...

salam om Imam Semar, sungguh hebat nubuatan anda dan pengetahuan anda jika hal ini memang pasti tidak akan lenyap, berlalu atau bahkan tidak berkesudahan.... 1 korintus 13 : 8-9

OBAT PEMBESAR PENIS said...


I love your website, I would appreciate it for a good read this !!!

Bambang said...

Ini sederhana sekali bro, pegawai pajak ngotot nggenjot pajak karena gaji mereka naik tinggi dan diancam akan dipotong kalau tidak mememnuhi target,mereka ya sama sepwrti yg lain yg penting penghasilan aman dan naik..konsultan pajak jg lagi panen sekarang hehehe..intinya bukan masalah idealis tapiasalah nafkah bro