___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Thursday, March 19, 2015

Ramalan Untuk Tahun Kambing 4713 (II)




Gejolak 2014 – 2020: Sepuluh Potensi Pemicu Krisis

Tulisan ini adalah lanjutan dengan tulisan sebelumnya berjudul: Ramalan Untuk Tahun Kambing 4713. Di bagian ke dua ini akan diramalkan kejadian-kejadian apa yang bisa (tetapi tidak harus) menjadi pemicu dari krisis yang mungkin berlangsung di tahun kambing kayu 4713 ini atau tahun berikutnya yaitu 4714 pada penanggalan Cina.
Mengingat panjangnya kisah kali ini, EOWI akan memecahnya menjadi beberapa bagian.
Setidaknya ada 10 pemicu yang bisa EOWI identifikasi berpotensi menjadi pemicu krisis tahun 2015 M. Antara lain:
  1. Bubble hutang dan bubble properti Cina meletus
  2. Penghembusan bubble US dollar
  3. Jerman mengalami resesi dan krisis disusul zone Euro
  4. Zone Euro pecah, Yunani keluar dari zone Euro diikuti oleh Spanyol, Portugal, Itali
  5. Dot Com jilid II
  6. Indeks Dow Jones secara teknikal terkoreksi dan dipersepsikan sebagai koreksi tajam.
  7. Kejatuhan harga bahan komoditi tambang dan minyak berlanjut dampaknya ke emerging market dan negara-negara OPEC
  8. FFF bubble meletus, junk bond bubble meletus
  9. Cuaca buruk, gagal panen dan krisis pangan (melonjaknya harga bahan pangan)
  10. Ekspor terorisme ke nagara barat (2000)

Sumber Krisis: Bubble Hutang yang Mencapai Rekor

Pada laman Gejolak 2014 – 2020 , dibahas secara panjang lebar mengenai penyebab krisis. Intinya yaitu hutang untuk leverage. Pada krisis yang diramalkan akan terjadi di antara tahun 2014 – 2020 pada dasarnya adalah koreksi adanya kelebihan-kelebihan (excess) dan bubble yang disebabkan hutang. Deflasi adalah kata lain dari kontraksi hutang. Dan deflasi global adalah kontraksi hutang secara global.
Bubble umumnya meletus, bukan mengempis perlahan-lahan. Oleh sebab itu bubble hutang global yang menjadi sumber kekuatan ledak krisis 2014 – 2020 akan meletus. Tetapi untuk meletusnya perlu pemicu.
Sebelum mulai dengan faktor-faktor yang menjadi pemicu meledaknya bubble hutang global, kita akan update dulu bubblenya.
Report dari McKinsey Global Institute mengenai status terkini dari bubble hutang global yang berjudul: “Debt and (not much) deleveraging”  mengatakan bahwa krisis subprime 2008 tidak serta merta secara global menyebabkan pelaku ekonomi melakukan deleveraging, mengurangi hutangnya. Antrara tahun 2008 sampai tahun 2014, jumlah hutang global ternyata meningkat sebesar $57 trilliun. Peningkatan hutang terbesar datangnya dari Cina. Dalam 7 tahun terakhir (2007 – 2014) total hutang di Cina meningkat 4 kali lipat (400%)! dari $7 trilliun di tahun 2007 menjadi $28 trilliun di tahun 2014. Ada dua faktor yang memungkinkan hal ini terjadi di Cina, yaitu properti bubble dan shadow banking.
Pada kwartal II 2014 menurut McKinsey Global Institute, hutang di dunia ini telah mencapai $200 trilliun. Dibandingkan GDP dunia sebesar $ 74 trilliun, hutang ini telah mencapai 270% dari GDP. Ini adalah ulah bank-bank sentral dunia yang mengucurkan likwiditas dengan segala jenis quantitative easing sejak krisis sub-prime di US.
Pada saat suku bunga suku bunga rendah terutama di negara-negara maju, investor menjadi semakin aggressive karena merasa tidak ada resiko lagi. Kalau ada krisis, mereka pikir bank-bank sentral akan menalanginya. Akibatnya bubble-bubble lain (selain di sektor properti US) bermunculan lagi.  Bubble emas dan bahan komoditi pecah di tahun 2011. Dengan demikian pilihan pelaku pasar berkurang satu.
Bubble baru yang muncul antara lain Dot-Com bubble jilid II. Indeks Nasdaq menembus level bubble Dot-Com tahun 2000. Demikian juga indeks Dow Jones dan indeks-indeks banyak negara berkembang, terbang membuat rekord baru.
Ini disebut bubble. Kenapa disebut bubble, karena kenaikan saham tidak punya dasar ekonominya. Selama 7 tahun, dari tahun 2000 sampai 2007 GDP dunia naik $17 trilliun dari $35 trilliun menjadi $53 trilliun. Selama itu, hutang juga naik $ 55 trilliun. Dengan kata lain, untuk menciptakan GDP $1 diperlukan $3.16 hutang. Jadi jangan heran ekonomi dunia tidak “sepenuhnya” pulih. Tahun 2007 – 2014 effektifitas hutang sebagai stimulus ekonomi menjadi lebih buruk. Untuk menghasilkan GDP sebesar $1, diperlukan hutang 3.39. Hutang menjadi beban kepada ekonomi. Jika ada pemicunya, bubble hutang ini akan kolaps. Dan itulah yang sedang kita amati terus.


Bubble Hutang dan Bubble Properti Cina Meletus

Stephen Roach, (mantan) ketua analis ekonomi dari Morgan Stanley, pada dekade lalu selama 1 dekade meramalkan bahwa ekonomi Cina akan rontok. Entah kenapa sekarang suara sumbang Stephen Roach itu tidak terdengar lagi.
Stephen Roach tidak salah ketika mengatakan bahwa ekonomi Cina membubble dan akan meletus. Tetapi, seperti halnya bubble-bubble lain, bisa terus membesar dan tidak tahu kapan meletusnya. Oleh sebab itu, ada nasehat yang kaitannya dengan mengshort bubble:Dalam melakukan shorting sebuah bubble, harus diingat bubble masih bisa terus membesar, terus sampai pelaku-pelaku shorting bisa kehabisan dana.” Dengan kata lain, kapan bubble akan meletus, sulit diramalkan. Oleh sebab itu, dengan hati-hati EOWI mengatakan bahwa bubble di Cina punya potensi meletus. Kalau ditanya kapan meletusnya, jawaban EOWI: “Sorry...., kami tidak tahu.”
Menurut laporan  McKinsey Global Institute (MGI), hutang total di Cina meningkat 4 kali lipat dalam kurun waktu antara 2007 sampai 2014 dari $ 7 trilliun menjadi $ 28 trilliun. Kalau jumlah ini hanya sebagian kecil dari GDPnya, maka tidak akan ada persoalan apa-apa. Tetapi jumlah yang $ 28 trilliun ini adalah hampir 300% (tiga kali lipat) dari GDPnya. Ini Dan rasio ini lebih besar  dari rasio hutang-GDP di US atau di Jerman. Memang masih banyak negara maju lainnya yang mempunyai rasio hutang-GDP yang lebih tinggi seperti US, Jerman atau Jepang, tetapi mereka ini termasuk negara maju dan pertumbuhan ekonominya tidak setinggi Cina. Hutang adalah kata lain dari membawa konsumsi/pengeluaran di masa depan ke masa sekarang.  Segala pengeluaran yang dibiayai hutang, akan diimbangi dengan berkurangnya pengeluaran di masa datang.
Hutang harus dibayar dengan bunganya atau dikemplang. Pada saat hutang harus dibayar dengan bunganya maka ekonomi akan melambat. Apa bila pilihannya adalah membayar hutang yang jatuh tempo dengan hutang baru (roll-over) dan menambah hutang baru untuk meningkatkan konsumsi/pengeluaran maka hasilnya adalah bubble hutang. Di dalam suatu sistem ekonomi, hutang tidak bisa berekspansi secara terus menerus, karena hutang adalah beban. Ada batas kekuatan ekonomi suatu masyarakat untuk menanggung beban hutang. Pada saat hutang yang jatuh tempo tidak bisa dibayar maka jalan lainnya adalah harus dikemplang. Jika skenario ini yang terjadi, maka hasilnya adalah krisis. Dengan kata lain, akhir dari sebuah bubble hutang adalah krisis deflasi.
Menurut MGI, ada tiga (3) hal baru di Cina yang muncul antara tahun 2007 – 2014, yaitu:
1.      50% dari dari hutang/kredit terkait ke pasar properti Cina yang overheated.
2.      50% dari hutang yang baru terkait ke shadow-banking yang belum diregulasikan.
3.      Hutang dari pemerintah daerah di Cina beresiko gagal bayar.
Ketiga faktor di atas menjadikan hutang yang terbentuk di Cina dalam kurun waktu 2007 – 2014 cukup beresiko. Tetapi EOWI akan menambahkan beberapa faktor resiko lagi:
4.      Kaum kayanya melakukan exodus (keluar dari Cina), dana keluar dari Cina
Antara munculnya shadow banking yang belum diregulasikan, bubble di sektor properti dan ketidak-bijakan di sektor perbankan terkait satu dengan yang lain dengan sangat erat. Untuk memberikan subsidi kepada eksportir, bank-bank diperbolehkan memberikan bunga yang sangat rendah kepada deposannya. Akibatnya, nilai tabungan akan selalu tergerus inflasi. Oleh sebab itu para penabung mengalihkan simpanannya ke asset-asset lain, seperti properti. Yang bisa memperoleh kredit perumahan akan menyabet apartemen-apartemen sebagai investasi dan yang akhirnya dibiarkan kosong karena mereka berpikir bahwa apartemen kosong dengan kerusakannya dimakan waktu serta depresiasinya masih lebih baik dalam menahan penurunan nilai asset (akibat inflasi) dibandingkan dengan menyimpan uangnya di bank.
Selain apartemen dan properti, rakyat Cina yang berduit juga memilih investasi seperti "Golden Elephant No. 38" yang termasuk ke dalam kategori shadow banking, yang menjanjikan bunga kurang lebih 7%.
Yang membuat Cina beresiko bubblenya pecah saat ini adalah, pertama untuk menciptakan pertumbuhan sebesar $1 diperlukan kredit $3.60. Kredit sudah tidak effektif lagi. Sektor swasta dan perorangan saat ini harus menanggung beban bunga sekitar 13% dari GDP. Walaupun demikian, Cina tetap mencoba tumbuh 7% per tahun. Artinya pertumbuhan hutang akan meroket, dan bebannya juga akan meroket.
Yang diperlukan untuk membuat bubble pecah adalah, terbangunnya rakyat Cina dari mimpinya dan menyadari bahwa beban hutangnya sudah berat dan investasinya hanyalah pepesan kosong. Shadow banking seperti "Golden Elephant No. 38", banyak di antaranya hanya didukung oleh projek-projek perumahan yang hampir kosong ditinggalkan oleh penghuninya. Harus diingat bahwa rumah kosong harus dilihat lebih condong sebagai liability (beban) yang menguras uang dari kantong dari pada asset yang memasukkan uang ke kantong.
Tetapi menurut MGI, pemerintah Cina mempunyai kemampuan untuk menyelamatkan sektor finansial jika krisis di sektor properti merebak. Jadi menurut MGI, Cina tidak akan mengalami krisis yang berkepanjangan. Mungkin opini ini ada benarnya. Tetapi, apakah sudah dimasukkan faktor exodus (keluarnya secara besar-besaran) kaum kaya, milyuner Cina dengan harta meraka. Beberapa berita (data) menyiratkan bahwa ditahun 2013 untuk pertama kalinya uang keluar dari Cina. Tahun 2013, untuk pertama kalinya sejak lama, Yuan mulai tertekan. Memang pelemahannya belum ada 10%, tetapi sudah ada pelemahan. Untuk pelemahan yuan ini, bisa saja berdalih bahwa Cina perlu melemahkan mata uangnya untuk mendorong ekspor. Tetapi bagi EOWI, pelemahan yuan adalah bagian dari proses deflasi US dollar.
Chart - 1
Puncak cadangan devisa Cina ada pada kwartal II 2014 (bulan July 2014), sejak saat itu cadangan devisa Cina tergerus. Selama 6 bulan (sampai Januari 2015), US$ 150 milyar telah keluar dari cadangan devisa Cina (Chart-2 dan Chart-3). Jumlah ini tidak besar dibandingkan cadangan devisa Cina secara total yang mencapai puncaknya di level US$ 4 trilliun. Tetapi, misalnya dibandingkan dengan Indonesia, yang hanya mencapai level tertinggi di US$ 120 milyar, maka angka US$ 150 milyar adalah tinggi. Jika dana sebesar itu keluar dari Indonesia, maka Indonesia sudah menjadi Zimbabwe
Chart - 2
Dalam hal keluarnya dana dari Cina, pemerintah Cina berusaha untuk mencegahnya melalui peraturan-peraturan. Tetapi selalu ada celah-celah yang bisa digunakan. Kalau dalam jumlah kecil, alasan mengirim uang untuk anak sekolah di luar negri. Yang lebih besar lagi melalui perusahaan, membuat pembelian fiktif untuk barang modal atau bahan bak; atau memarkir revenue ekspor di luar negri. Jalan selalu ada.
Chart - 3
EOWI menempatkan meletusnya Cina sebagai pencetus krisis pada tempat yang paling tinggi kemungkinannya dari kesepuluh pencetus krisis yang bisa EOWI identifikasi. Sebab dana keluar dari Cina sudah dimulai. Pertanyaannya: apakah proses ini akan mengalami percepatan dan menjadi pemicu krisis atau malah melambat dan melempem? Waktu akan menentukannya.
Sekian dulu........, di lain waktu kita akan lanjutkan ke sembilan (9) pencetus-pencetus krisis lainnya.
 

Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Tuesday, March 17, 2015

Brazil (Nyaris) Rusuh


Update Gejolak 2014 - 2020


Demonstrasi besar-besaran terjadi di salah satu anggota the Fragile Five (Indonesia, Brazil, Afrika Selatan, India dan Turki), Brazil seperti yang dilangsir Bloomberg. Menurut judul beritanya, lebih dari sejuta pengunjuk rasa turun ke jalan (More Than a Million Hit Brazil Streets to Protest Rousseff)

(Bloomberg) -- Brazil’s government will present a package of anti-corruption measures after more than 1 million people, some of them calling for President Dilma Rousseff’s impeachment, took to the nation’s streets Sunday.
Rousseff will deliver the package within days, Secretary General Miguel Rossetto and Justice Minister Jose Eduardo Cardozo said to reporters in Brasilia after meeting with the president. Cardozo said the government is open to dialogue. He added that Brazil needs “political reform” including a ban on corporate finance of electoral campaigns.
Higher taxes and increased prices for government-regulated items like gasoline are rankling Brazilians as the biggest corruption scandal in the nation’s history ensnares elected and appointed officials. The approval rating of Rousseff’s government has plummeted since she won a close re-election last October. Yesterday’s protests were bigger than the June 2013 demonstrations in which more than a million people decried deficient public services and demanded an end to corruption.
Selanjutnya disebutkan juga berapa besar demonstrasi itu, yaitu 1 juta orang di San Paulo, 100 ribu di Porto Alegre dan 45 ribu di Brasilia, serta di kota-kota lainnya.
The largest protest occurred in Sao Paulo, with 1 million people as of 3:40 p.m. local time, according to its military police. Protests occurred in cities of 16 states and the federal capital, according to newspaper O Globo’s website. Its TV network reported 100,000 protesters in Porto Alegre and 45,000 in Brasilia, citing the military police of those cities.
Satu juta orang dan demonstrasi di beberapa kota secara serentak bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Penyebabnya juga mungkin sesuatu yang serius.  Beberapa waktu lalu, Brazil sempat disebutkan dalam salah satu artikel EOWI (Ramalan Untuk TahunKambing 4713)

Real Brazil jatuh sebesar 22%, lebih baik dari Norwegia. Tetapi, tidak seperti mata uang Norwegia, mata uang real Brazil telah terdepresiasi sebesar hampir 46% (lebih dalam) semenjak tahun 2011, akhir dari comodity secular bull market. Kejatuhan real Brazil ini tidak terlalu mengherankan. Brazil dikenal sebagai salah satu the fragile five (Brazil, Afrika Selatan, Indonesia, Turki, dan India) adalah negara yang dipersepsikan sebagai negara yang mengalami pertumbuhan yang cepat sehingga mengalami aliran masuk modal yang cukup besar selama comodity secular bull market 2000 – 2011. Dan ketika modal ini keluar, alirannya relatif akan lebih deras dari negara-negara lain Nigeria atau Angola. Dengan demikian Brazil akan mengalami penderitaan lebih parah dari yang lain.
Brazil terlalu jauh dari Indonesia. Dan dampak gonjang-ganjing disana, kecil kemungkinannya akan sampai ke Indonesia. Terlepas apakah kondisi di Brazil bisa meningkat dari nyaris rusuh ke rusuh parah, ada beberapa hal yang bisa diambil hikmahnya dari kasus Brazil. Indonesia punya banyak persamaan dengan Brazil. Berikut ini adalah poin-poin persamaan Indonesia dengan Brazil.
  1. Termasuk the Fragile Five artinya mata uangnya punya posisi yang sama-sama lemah atau berpotensi lemah (sudah sering dibahas EOWI).
  2. Ekonominya berbasis komoditi yang harganya sedang jatuh (sudah sering dibahas EOWI).
  3. Politikus dibiayai oleh pengusaha-pengusaha besar. Seperti Surya Paloh (Media Indonesia dan Metro TV), Bakri (group Bakri), Jusuf Kalla dan sederet lagi.
  4. Kenaikan pajak di tengah melemahnya daya beli. Indonesia baru mulai mempertimbangkan untuk menaikkan cukai rokok, pajak jalan tol dan entah apalagi sampai yang terkonyol adalah pengenaan biaya meterai untuk semua pembelian di atas Rp 250 ribu (beli daging 3 kilo akan kena biaya meterai!!). Belum lagi wacana memajaki rumah dengan kriteria tertentu sebagai rumah-mewah (orang kok tidak boleh menikmati kemakmuran hasil keringatnya?). Ini tidak termasuk mengejar-ngejar wajib pajak. Komentar EOWI adalah: Tuhannya orang Islam yang memberi rizki dan kehidupan yang memberikan udara secara gratis hanya minta 2.5% dari penghasilan. Tuhannya orang Kristen minta lebih banyak yaitu 10%. Tetapi ini masih kecil dibandingkan dengan pemerintah NKRI yang minta 30% dari penghasilan.
  5. Korupsi dan kebobrokan sistem peradilan dan penegakan hukum. Mungkin hukum dan prosedur hukum yang konyol bisa dimasukkan dalam kategori ini.
  6. Pemerintah menaikkan harga kebutuhan yang peredarannya dan harganya diregulasi pemerintah (BBM, listrik, pangan.....)
Ada 3 pertanyaan dari EOWI yang tidak perlu dijawab, Cuma untuk direnungkan saja:
a)    Apakah situasi di Brazil bisa meningkat dari nyaris rusuh ke rusuh parah?
b)    Apakah Indonesia bisa seperti Brazil dan berlajut menjadi parah?
c)    Dan yang terakhir, yang sepertinya tidak ada kaitannya: Apakah nilai tukar US dollar-Rupiah bisa ke Rp 15,000 dan berlanjut ke kisaran Rp 17,000 sampai Rp 25,000 dalam 1 – 3 tahun mendatang? Dan bagaimana effeknya terhadap kondisi sosial-politik Indonesia?
Untuk pertanyaan (c) pemerintah sudah mencanangkan beberapa hal konyol bagi sekelompok masyarakat yang mencari uangnya secara jujur dan halal – pengusaha hotel. Yaitu, pemerintah ingin agar hotel-hotel di daerah wisata menggunakan tarif dalam rupiah bukan dollar. Kalau saya jadi wartawan, akan bertanya: “Bagaimana penggunaan tarif kamar dalam rupiah bisa mencegah merosotnya nilai rupiah?“. Yang ada adalah, kerugian bagi pemilik hotel dan keuntungan bagi bank dan money changer. Lain halnya jika ada permintaan yang luaaaaaar biasa atas produk Indonesia, dan permintaan itu demikian kuatnya, tidak ada barang subsitusi lainnya, kemudian....., pemerintah minta transaksinya dalam rupiah. Disini permintaan untuk rupiah meningkat dan nilai rupiah akan terdongkrak. Kenyataannya adalah sebaliknya......, surat obligasi Indonesia banyak dilepas (asing) akhir-akhir ini. Boro-boro mau meningkatkan penjualan barang, kenyataannya malah orang mau melepas produk NKRI.

Kalau melihat kasus Brazil, ada suatu hikmah yang bisa dituangkan dalam satu kalimat pendek: (orang-orang) pemerintah dipilih rakyat kemudian jadi penindas rakyat dan akhirnya menjadi musuh rakyat sampai rakyat benci dan berusaha menggulingkannya kembali. EOWI tidak menganjurkan anda menjadi musuh pemerintah, melainkan hanya memanfaatkan situasi dan ketidak-bijaksanaan pemerintah dan menghindari penindasan pemerintah dengan aturan main pemerintah sendiri.
Sekian dulu.....moga-moga US dollar bisa ke Rp 15,000 dan berlanjut ke Rp17,000 dan terus ke Rp 25,000 tanpa ada kerusuhan. EOWI cinta damai.
  

Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Sunday, March 8, 2015

Tidak Semua US Dollar Sama




Gejolak 2014 – 2020: Kiat Menghadapi Gejolak Moneter 2014 - 2020

Sebenarnya EOWI ingin melanjutkan cerita Ramalan Untuk Tahun Kambing Kayu 4713 berikutnya, tetapi seorang pembaca menanyakan mengenai reksadana investasi bond dollar dan hal-hal mengenai bond dollar. Ada baiknya topik Ramalan Untuk Tahun Kambing Kayu 4713 ditunda dulu. Karena kerancuan dalam menempatkan tabungan, bisa membuat nilai uang yang kita punyai turun.
Kita akan membahas uang dollar Amerika Serikat. Mata uang ini punya tempat yang khusus di dalam sistem moneter (keuangan) dunia karena posisinya sebagai reserves currency. Perdagangan dan bisnis internasional menggunakan US dollar. Harga minyak, tembaga, beras, jagung, mobil.......pada perdagangan dan bisnis internasional dalam US dollar. Bisa dilihat bagaimana (dianggap) pentingnya peran US dollar. Walaupun ada usaha-usaha untuk menggantikan US dollar dalam perdagangan, tetapi belum bisa menggantikan perannya.
Karena demikian pentingnya, maka US dollar akan dibahas dalam artikel ini. Kalau tidak disebutkan secara khusus, maka yang disebut uang di dalam artikel ini adalah mata uang US dollar.

Likwiditas, Likwiditas, Likwiditas, Likwiditas

Beberapa belas tahun lalu di tahun 1998, ketika saya dan istri pergi haji, sebagai logistic keuangannya saya bawa kartu kredit corporate American Express, kartu debit Switch dari bank Westminster, traveler check dari Citibank dan cash real Saudi serta pound sterling (waktu itu saya tinggal di Scotland, UK). Saya pikir 4 – 5 jenis uang (jenis alat pembayaran) sudah cukup aman. Kami membawa alat pembayaran yang seakan berlapis-lapis karena kami bersama rombongan haji Inggris yang pesertanya beretnik Pakistan atau India atau Bangladesh. Hanya saya dan istri yang beretnik Indonesia. Jadi tidak ada “teman” yang bisa menolong kalau ada kesulitan. Setidaknya kami tidak berharap akan ada pertolongan kalau ada kesulitan.
Pada suatu hari di Mekkah (kalau tidak salah), istri minta dibelikan ayam panggang. Maka saya pergi untuk membelikan. Ayam yang saya beli ternyata tidak sama dengan ayam yang dimaksud oleh istri. Sehingga sebagian besar jatah istri tidak dihabiskan alias terbuang. Melihat hal tersebut, saya ingatkan kepada istri, agar berhati-hati dalam bertindak. Jangan sampai diingatkan Tuhan dengan sesuatu yang tidak nyaman.
Pada sore, sehari sesudah masalah ayam panggang yang terbuang itu, saya kehabisan cash, dan kemudian pergi untuk mengambil uang di ATM tempat yang biasanya saya mengambil cash. Tetapi kartu debit saya ditolak. Kemudian saya berjalan 1-2 km lagi ke tempat ATM berikutnya. Tetapi disanapun kartu debit saya ditolak. Saya mencoba mencari ATM lainnya tetapi gagal. Maka saya pulang dengan tangan hampa, tanpa cash.
Keesokan harinya saya mencoba menukarkan traveler check yang saya punyai di penukaran uang, money changer. Tetapi ditolak. Mereka hanya menerima traveler check American Express. Semua jalan sudah buntu. Walaupun saya banyak uang, tetapi saya tidak punya uang yang bisa dipakai untuk membeli makanan dan minuman, membeli oleh-oleh, membeli kebutuhan sehari-hari atau untuk bertransaksi.
Saya mencoba mencari money changer dan menjumpai setelah berjalan jauh dan lama. Mereka mau menerima traveler check Citibank saya dengan discount 15%! Dan nilai tukar yang jelek sekali. Dengan kata lain traveler check Citibank saya dihargai murah sekali. Rugi banyak saya!.
Catatan dimasa itu, walaupun di Saudi Arabia (Mekkah dan Madinah) sudah ada ATM, tetapi secara umum bisinis retail masih bisa dibilang tradisionil. Tidak ada yang mau terima kartu kredit, tidak banyak yang tahu tentang traveler check. Bahkan teman saya yang bernama Priyo Hutomo, yang pergi haji 2 tahun kemudian, terpaksa menginap di tahanan polisi Mina, karena dituduh mengedarkan funny money (uang mainan). Dia ditangkap ketika ia mau menukarkan traveler check Citibanknya. Pegawai-pegawai bank atau money changer serta polisi Mina tidak tahu apa itu traveler check Citibank. Mereka pikir traveler check Citibank itu seperti uang Mickey Mouse atau uang mainan. Dan Priyo, teman saya itu dituduh mau menipu.
Hikmah cerita ini adalah, seseorang boleh punya uang dan kredit banyak dengan berbagai media (check, kartu debit, kartu kredit, cash untuk berbagai mata uang) tetapi untuk bertransaksi tidak semuanya bisa diterima oleh bisnis. Karena presepsi dan ketidak tahuan pelaku bisnis, kredit/uang anda bisa turun nilainya. Dalam kasus yang saya alami di masa perjalanan haji,
  1. Urutan tertinggi adalah cash dollar, selalu diterima di money changer dan bank serta ketika dilikwidasi (dengan real atau pakai bertransaksi) hanya terkena spread kurs jual dan beli di money changer yang biasanya cukup tipis.
  2. Berikutnya adalah ATM, yang kadang-kadang gagal (tidak bisa diterima) ketika ingin dilikwidasi ke real, dan disamping terkena spread kurs (yang kurang bagus) juga terkena biaya administrasi antar bank
  3. Kemudian yang paling jelek adalah traveler check. Potongan ketika menukarnya ke real, selain spread kurs, juga 10% - 15% sebagai premi atas keraguan money changer terhadap syah/tidaknya traveler check. Bahkan bagi teman saya yang bernama Priyo Hutomo itu, premi yang harus dibayarnya adalah bermalam di sel polisi. Mahal benar.
Cerita di atas tentu saja tidak berlaku universal. Itu berlaku untuk Saudi dimasa itu di tempat itu (di tempat lain, bisa saja kejadian seperti itu tidak terjadi). Tetapi inti ceritanya adalah, bahwa tidak semua US dollar sama.

US Dollar  Buatan the Fed

Saya mau mendongeng lagi suatu kisah yang temanya sama dengan kisah traveler check saya di Mekkah. Kalau kisah sebelumnya bercerita tentang uang yang bewujud cash, kartu ATM (kartu debit) dan traveler check, sekarang kita mau bercerita tentang uang M1 dan M2. Tetapi...., mungkin anda awam terhadap sistem moneter, jadi lupakan saja simbol-simbol M1 dan M2 atau apapun. Seperti biasanya, EOWI akan menerangkan segamblang mungkin.
Kita akan memulainya dengan uang yang paling disukai oleh segala lapisan masyarakat, yaitu uang berwujud kertas, yang ada gambar pahlawan yang sudah mati atau gambar presiden yang narsis, serta ada tanda tangan pejabat yang berwenang, apakah itu gubernur bank sentral atau/dan menteri keuangan. Bisa juga berwujud koin. Uang seperti itu bisa dikantongi, kalau lupa malah ikut tercuci. Uang semacam itu juga bisa disimpan di dalam dompet kemudian kalau kita lengah bisa dicopet orang. Atau bisa juga dimasukkan ke dalam celengan, terus kalau kita sedang perlu uang, celengannya dikorek-korek untuk mengambil uangnya. Atau terlupakan sampai puluhan tahun dan akhirnya ditemukan oleh cucu-cucu. Tentu saja pada saat ditemukan oleh cucu-cucu nilainya sudah tidak ada artinya sama sekali. Nilainya sudah tergerus dalam perjalanan masa.
Uang jenis ini kita sebagai orang awam, sebut saja uang asli dan resmi, uang orisinil. Kalau digunakan di dalam suatu transaksi, uang semacam ini tidak pernah ada yang menolaknya. Tukang sayur, tukang cabe, tukang rokok, penjual jajanan keliling atau di kakilima, pengemis mau menerimanya sebagai alat transaksi. Bahkan perampok dan penodong memilih uang seperti ini dari pada uang-uang jenis lain. Uang dollar seperti ini adalah uang dollar yang dicetak dan dikeluarkan oleh the Fed, resmi ada tanda tangan pejabat berwenangnya dari negara Amerika Serikat. Jumlah uang US dollar seperti ini yang dicetak dan diedarkan jumlahnya hanya US$ 2.9 trilliun. Sekitar separonya ada di negaranya sendiri (USA) dan sekitar separonya lagi ada di luar negri, termasuk di Indonesia.
Uang orisinal ini benar-benar disukai, sehingga tidak perlu pemanis. Pemilik US dollar kertas alias uang orisinal dan menyimpannya di bawah bantal, tidak akan memperoleh bunga sebagai pemanis (nanti akan kita bandingkan dengan uang-uang yang lainnya).

Uang Buatan Bank (Komersial) Swasta

Pada jaman dahulu kala, karena satu dan lain hal, orang tidak merasa nyaman menyimpan uangnya bawah bantal (atau di laci lemari bajunya) di rumah. Sebagian memilih menitipkan uangnya ke suatu institusi yang disebut bank. Dengan adanya uang yang menumpuk, bank punya ide untuk menghasilkan uang dengan meminjamkan uang simpanan nasabahnya kepada orang yang memerlukannya, tentu saja dengan bunga sebagai keuntungannya.
Perjalanan uang tidak berhenti sampai disitu, ketika seseorang meminjam uang ke bank, ia juga menyimpan uang pinjamannya itu di bank sampai diperlukan untuk transaksi.
Pada jaman modern ini, dalam suatu transaksi, uang tidak perlu secara fisik berpindah tangan. Cukup dengan transfer elektronik saja. Yang disebut dengan transfer elektronik adalah, pemindahan uang dilakukan dengan mengubah catatan debit/kredit dari pihak-pihak yang melakukan transaksi. Dalam catatan elektronik, uang si pembeli akan berkurang dan uang si penjual akan bertambah sejumlah yang ditransaksikan. Jadi secara praktis secara fisik tidak perpindahan kertas atau koin.
Dengan adanya deposit, pihak bank bisa menciptakan uang, dengan meminjamkan uang nasabahnya berkali-kali. Jadi jangan heran jika uang kertas dan koin serta uang simpanan di rekening tabungan dan giro dalam bentuk US dollar secara total berjumlah US$ 11.7 trilliun. Ini disebut juga uang, karena anda bisa menggunakannya untuk bertransaksi. Anda bisa belanja di supermarket dan membayarnya dengan kartu debit (kartu ATM). Anda bisa menginap di hotel besar dan membayarnya dengan kartu ATM yang ada tanda tangan pemiliknya di bagian belakang.
Uang yang diwakili oleh kartu ATM atau buku tabungan/giro kita sebut saja uang KW (istilah istri saya untuk barang imitasi, KW = KWalitas), levelnya mungkin KW-1. Mungkin karena yang menandatangi (tanda tangan di balik kartu ATM) adalah pemiliknya sendiri, bukan pejabat yang berwenang. Sebagai gambaran bahwa nilai kartu ATM atau buku tabungan adalah uang KW-1, misalnya walaupun uang type kartu ATM ini bisa dipakai untuk transaksi, tetapi banyak yang tidak terlalu suka. Yang pasti semua perampok dan penodong tidak menerima kartu debit. Kalau mereka menodong anda, maka mereka akan memaksa anda untuk mengantarkannya ke ATM dan menguras rekening anda. Dan yang mereka bawa kabur adalah uang kertas orisinil yang dimuntahkan ATM yang ada tanda tangan pejabat yang berwenangnya. Mereka tidak mau menerima transfer dari anda! Sama juga jika anda mau menyogok polisi dijalan, karena anda melanggar aturan lalulintas, polisi tidak akan mau menerima uang KW-1 anda. Anda harus ke mesin ATM untuk mengambil uang orisinil yang bisa diterima oleh polisi nakal.
Jadi likwiditas uang orisinil yang secara fisik berbentuk kertas tidak sama dengan uang elektronik. Penggemarnya lebih banyak uang yang secara fisik bisa disentuh, dipegang, dilipat-lipat, dimasukkan ke dompet. Karena penggemar uang KW-1 ini kurang dibandingkan dengan uang orisinil, maka bank memberikan hadiah bagi yang pengguna uang KW-1, yang disebut bunga. Ketika anda mendepositkan uang orisinil anda ke bank, maka hal tersebut sama saja artinya dengan menukarkan uang orisinil anda dengan uang KW-1. Harus diingat bahwa bank menciptakan uang KW-1 dengan uang orisinil yang didepositkan oleh nasabahnya.
Dollar KW-1 ini diciptakan bukan hanya oleh bank-bank komersial US, tetapi juga oleh semua bank komersial di dunia. Bank Mandiri di Indonesia, bank Niaga, bank BCA, bank Permata, bank UOB,........mereka semua menciptakan US dollar KW-1. Itu sebabnya uang jenis ini disebut uang KW. Karena mirip dengan barang-barang KW.
Dimasa krisis, penggemar uang KW akan berkurang karena pindah ke uang dollar orisinil. Fans (penggemar) uang kertas dan koin orisinil yang tangible (yang bisa disentuh, dilipat, disimpan di dalam dompet, di kasihkan pengemis) semakin banyak. Sebabnya.....adalah:
Ingat bahwa bank menciptakan dari deposit nasabahnya dengan meminjamkannya berkali-kali. Sudah tentu ada perbedaan jumlah antara uang kertas + koin yang beredar (US$ 2.7 trilliun) dengan uang ciptaan bank komersial (catatan rekening nasabah di bank) yang US$ 11.7 trilliun. Jadi kalau seandainya, semua pemilik rekening pergi ke ATM dan mengambil uangnya, maka banyak yang tidak kebagian. Banyak sekali yang tidak kebagian. Itu persoalannya.

US Dollar Bikinan Pemerintah Pusat USA

Ada lagi media yang dianggap sebagai uang. Dianggap sebagai uang karena digunakan sebagai cadangan atau agunan. Namanya bond pemerintah atau surat hutang pemerintah. Untuk bond yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat USA dianggap punya resiko yang rendah dan nilainya terjamin. The Fed menggunakannya sebagai agunan (dasar) untuk mencetak uang kertas dan koin. Investor-investor kaya yang tidak mungkin menyimpan dollar kertas karena jumlahnya akan menggunung, akan menyimpan bond pemerintah USA. Contohnya saja. Kalau orang mempunyai kekayaan senilai 1 milyar dollar dan mau menyimpannya dalam bentuk lembaran $1 (ukurannya per lembarnya 155.956 mm x 66.294 mm x 0.109 mm dengan berat 1 gr.) semua, maka diperlukan  gudang seluas 400 meter persegi. Kalau dia mau menghemat tempat, maka yang disimpannya bisa lembaran $ 100, maka diperlukan kamar yang berukuran 2 m x 2 m dengan tinggi 3 m. Tetapi mencari lembaran $ 100 sebanyak $ 1 milyar tidak lah mudah, karena yang beredar hanya $ 2.7 trilliun saja. Mau-tidak-mau harus ada uang kecilnya. Dia tidak bisa lagi menyimpannya dengan lemari, tetapi dengan gudang. Oleh sebab itu mereka lebih suka menyimpan bond.
Kalau ada ibaratnya, maka bond pemerintah US ini bisa dianggap sebagai US dollar franchise. Rasanya sama dengan yang orisinil. Setidaknya begitulah pendapat orang.

US Dollar Bikinan NKRI dan Swasta

Jangan dibilang NKRI tidak bisa membikin US dollar. Pemerintah RI, seperti halnya pemerintah negara-negara lain, juga mengeluarkan bond berdenominasi US dollar. Tidak hanya pemerintah non-USA saja, tetapi negara bagian, perusahaan-perusahaan juga mengeluarkan bond berdenominasi US dollar. Tetapi uang-uang ini adalah aspal, asli tapi palsu dalam arti hanya dianggap sebagai US dollar tetapi tidak memiliki semua sifat-sifat US dollar. Keberlakuannya bisa dianalogikan dengan traveler check pada kasus yang diceritakan di bagian awal tulisan ini. Traveler check bisa dianggap sebagai uang cash, tetapi bukan uang cash. Syah tetapi terkadang orang enggan menerimanya. Mungkin karena yang mengeluarkannya/menerbitkannya tidak dianggap bonafide. Oleh sebab itu, uang aspal ini ada pemanisnya yaitu kupon alias bunga, yaitu sejumlah uang yang dibayarkan setiap tahun dari penerbit bond kepada pemegang bond. Tanpa pemanis ini, bond alias uang aspal tidak ada peminatnya.
Suatu hal yang menarik adalah, di dalam krisis 2008 lalu, (bond berdominasi) US dollar bikinan NKRI nilainya jatuh sebesar 56%. Waktu itu $ 1 hanya dihargai 50 - 60 sen saja. Mirip dengan traveler check pada kasus yang diceritakan di awal tulisan ini, bukan? Hanya saja dalam kasus traveler check di awal cerita, saya hanya kena kerugian 15%.

Ketika Krisis (Ketika Mesin ATM Kosong)

Apa sebenarnya yang menyebabkan krisis moneter. Pertanyaan itu seharusnya dimunculkan sebelum bercerita tentang krisis. Yang dimaksud krisis pada saat ini adalah krisis hutang yang sifatnya deflationary, bukan krisis yang bersifat inflationary. Bank komersial menciptakan uang (yang berupa catatan saldo rekening) dengan jalan memberikan hutang. Pemerintah selain USA menciptakan uang dollar dengan hutang. Perusahaan juga menciptakan uang dollar dengan hutang. Semuanya berbasis hutang. Tentu saja uang-uang ini tidak disertai tanda tangan pejabat yang berwenang, seperti uang-uang dollar orisinil yang dikeluarkan the Fed. Jumlah hutang dunia sudah mem-bubble. Saat ini total hutang yang tercatat di dunia ini besarnya setara dengan US$ 199 trilliun. Sedangkan GDP dunia adalah US$ 70 trilliun. Tentu saja hal ini akan menyebabkan ketidak stabilan. GDP sebesar itu sulit untuk menanggung beban hutang sebesar US$ 199 trilliun. EOWI mengatakan hal ini sebagai bubble hutang, karena kenaikkannya cepat sekali. Di akhir tahun 2000 hanya ada $ 87 trilliun, akhir tahun 2007 meningkat menjadi $ 142 trilliun dan tahun 2014 menjadi $ 199 trilliun. Selama 14 tahun hutang tumbuh sebesar 6.1%, padahal GDP dunia hanya tumbuh sebesar 1.1% Secara alamiah bubble akan selalu pecah, tinggal tunggu pencetusnya. Jika hal itu terjadi maka krisis tersebut bersifat deflationary atau penyusutan jumlah uang (hutang) yang beredar.
Semua hutang yang disebutkan di atas dasarnya adalah kepercayaan. Keadaan akan aman-aman saja walaupun besarnya hutang (uang) sudah membubble, selama tidak selama tidak ada krisis kepercayaan. Tetapi, ketika ketidak-percayaan itu muncul, semua pihak mulai tengok kanan-tengok kiri. Bank-bank sebagai kreditur mulai mengejar para debiturnya. Investor mulai melihat jenis uang apa yang dipegangnya, dan bertanya-tanya, apakah uang yang dipegangnya adalah orisinil atau bukan. Uang orisinil jumlahnya tidak banyak.
Orang berbondong-bondong pergi ke bank dan mulai menariki uangnya. Kemudian pemerintah memberlakukan peraturan bahwa penarikan uang dari bank hanya batas untuk jumlah tertentu dalam seharinya. Sekarang pun sudah terjadi. Anda hanya boleh menukarkan US dollar sebesar US$100 ribu per bulannya. Bank enggan meminjamkan uangnya kepada bank lain, kepada calon debitur. ATM mulai kehabisan cash, kosong. Bahkan kartu ATM tidak berlaku lagi. Uang dollar orisinal, cash US dollar dicari orang dan uang-uang jenis lain ditinggalkan. Obligasi INDON yang keluaran NKRI dan berdenominasi US dollar misalnya, pada tahun 2008 harganya jatuh sampai 56% (Chart dibawah).

 Nasib surat obligasi INDON di masa krisis
Saham juga akan jatuh, reksadana juga jatuh, termasuk reksadana berbasis surat obligasi US dollar. Kenapa reksadana berbasis dollar juga jatuh? Karena investor menghendaki dollar orisinil, bukan US dollar KW, atau dollar aspal, apa lagi yang palsu. Mereka juga tidak tahu apa isi reksadana yang berbasis dollar itu, dollar orisinil kah, dollar KW kah, atau dollar aspal.
Itulah klimaks dari dongeng minggu ini. Tentunya pembaca masih bertanya-tanya, bagaimana cara menyimpan uang kertas dollar yang dimiliki. Ayolah...., kreatif sedikit. Beli brankas, simpan disitu dan beli doberman, biarkan dia yang menjaganya. Atau....., simpan saja di dalam safe deposit box yang ada di bank-bank.
Sekian dulu......, jaga hasil jerih payah anda baik-baik. Beli doberman. Dan....., kalau anda suka EOWI dan jangan lupa merekomendasikan kepada orang-orang yang anda cintai serta rekan-rekan anda. 

Tambahan sedikit. Bila anda selesai membaca dongeng ini...., bisakah anda menandai, "like" , "so-so" atau "no-good", di bawah ini.

Sampai nanti........., Jakarta, 8 Maret 2015.
 


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.