___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Sunday, March 8, 2015

Tidak Semua US Dollar Sama




Gejolak 2014 – 2020: Kiat Menghadapi Gejolak Moneter 2014 - 2020

Sebenarnya EOWI ingin melanjutkan cerita Ramalan Untuk Tahun Kambing Kayu 4713 berikutnya, tetapi seorang pembaca menanyakan mengenai reksadana investasi bond dollar dan hal-hal mengenai bond dollar. Ada baiknya topik Ramalan Untuk Tahun Kambing Kayu 4713 ditunda dulu. Karena kerancuan dalam menempatkan tabungan, bisa membuat nilai uang yang kita punyai turun.
Kita akan membahas uang dollar Amerika Serikat. Mata uang ini punya tempat yang khusus di dalam sistem moneter (keuangan) dunia karena posisinya sebagai reserves currency. Perdagangan dan bisnis internasional menggunakan US dollar. Harga minyak, tembaga, beras, jagung, mobil.......pada perdagangan dan bisnis internasional dalam US dollar. Bisa dilihat bagaimana (dianggap) pentingnya peran US dollar. Walaupun ada usaha-usaha untuk menggantikan US dollar dalam perdagangan, tetapi belum bisa menggantikan perannya.
Karena demikian pentingnya, maka US dollar akan dibahas dalam artikel ini. Kalau tidak disebutkan secara khusus, maka yang disebut uang di dalam artikel ini adalah mata uang US dollar.

Likwiditas, Likwiditas, Likwiditas, Likwiditas

Beberapa belas tahun lalu di tahun 1998, ketika saya dan istri pergi haji, sebagai logistic keuangannya saya bawa kartu kredit corporate American Express, kartu debit Switch dari bank Westminster, traveler check dari Citibank dan cash real Saudi serta pound sterling (waktu itu saya tinggal di Scotland, UK). Saya pikir 4 – 5 jenis uang (jenis alat pembayaran) sudah cukup aman. Kami membawa alat pembayaran yang seakan berlapis-lapis karena kami bersama rombongan haji Inggris yang pesertanya beretnik Pakistan atau India atau Bangladesh. Hanya saya dan istri yang beretnik Indonesia. Jadi tidak ada “teman” yang bisa menolong kalau ada kesulitan. Setidaknya kami tidak berharap akan ada pertolongan kalau ada kesulitan.
Pada suatu hari di Mekkah (kalau tidak salah), istri minta dibelikan ayam panggang. Maka saya pergi untuk membelikan. Ayam yang saya beli ternyata tidak sama dengan ayam yang dimaksud oleh istri. Sehingga sebagian besar jatah istri tidak dihabiskan alias terbuang. Melihat hal tersebut, saya ingatkan kepada istri, agar berhati-hati dalam bertindak. Jangan sampai diingatkan Tuhan dengan sesuatu yang tidak nyaman.
Pada sore, sehari sesudah masalah ayam panggang yang terbuang itu, saya kehabisan cash, dan kemudian pergi untuk mengambil uang di ATM tempat yang biasanya saya mengambil cash. Tetapi kartu debit saya ditolak. Kemudian saya berjalan 1-2 km lagi ke tempat ATM berikutnya. Tetapi disanapun kartu debit saya ditolak. Saya mencoba mencari ATM lainnya tetapi gagal. Maka saya pulang dengan tangan hampa, tanpa cash.
Keesokan harinya saya mencoba menukarkan traveler check yang saya punyai di penukaran uang, money changer. Tetapi ditolak. Mereka hanya menerima traveler check American Express. Semua jalan sudah buntu. Walaupun saya banyak uang, tetapi saya tidak punya uang yang bisa dipakai untuk membeli makanan dan minuman, membeli oleh-oleh, membeli kebutuhan sehari-hari atau untuk bertransaksi.
Saya mencoba mencari money changer dan menjumpai setelah berjalan jauh dan lama. Mereka mau menerima traveler check Citibank saya dengan discount 15%! Dan nilai tukar yang jelek sekali. Dengan kata lain traveler check Citibank saya dihargai murah sekali. Rugi banyak saya!.
Catatan dimasa itu, walaupun di Saudi Arabia (Mekkah dan Madinah) sudah ada ATM, tetapi secara umum bisinis retail masih bisa dibilang tradisionil. Tidak ada yang mau terima kartu kredit, tidak banyak yang tahu tentang traveler check. Bahkan teman saya yang bernama Priyo Hutomo, yang pergi haji 2 tahun kemudian, terpaksa menginap di tahanan polisi Mina, karena dituduh mengedarkan funny money (uang mainan). Dia ditangkap ketika ia mau menukarkan traveler check Citibanknya. Pegawai-pegawai bank atau money changer serta polisi Mina tidak tahu apa itu traveler check Citibank. Mereka pikir traveler check Citibank itu seperti uang Mickey Mouse atau uang mainan. Dan Priyo, teman saya itu dituduh mau menipu.
Hikmah cerita ini adalah, seseorang boleh punya uang dan kredit banyak dengan berbagai media (check, kartu debit, kartu kredit, cash untuk berbagai mata uang) tetapi untuk bertransaksi tidak semuanya bisa diterima oleh bisnis. Karena presepsi dan ketidak tahuan pelaku bisnis, kredit/uang anda bisa turun nilainya. Dalam kasus yang saya alami di masa perjalanan haji,
  1. Urutan tertinggi adalah cash dollar, selalu diterima di money changer dan bank serta ketika dilikwidasi (dengan real atau pakai bertransaksi) hanya terkena spread kurs jual dan beli di money changer yang biasanya cukup tipis.
  2. Berikutnya adalah ATM, yang kadang-kadang gagal (tidak bisa diterima) ketika ingin dilikwidasi ke real, dan disamping terkena spread kurs (yang kurang bagus) juga terkena biaya administrasi antar bank
  3. Kemudian yang paling jelek adalah traveler check. Potongan ketika menukarnya ke real, selain spread kurs, juga 10% - 15% sebagai premi atas keraguan money changer terhadap syah/tidaknya traveler check. Bahkan bagi teman saya yang bernama Priyo Hutomo itu, premi yang harus dibayarnya adalah bermalam di sel polisi. Mahal benar.
Cerita di atas tentu saja tidak berlaku universal. Itu berlaku untuk Saudi dimasa itu di tempat itu (di tempat lain, bisa saja kejadian seperti itu tidak terjadi). Tetapi inti ceritanya adalah, bahwa tidak semua US dollar sama.

US Dollar  Buatan the Fed

Saya mau mendongeng lagi suatu kisah yang temanya sama dengan kisah traveler check saya di Mekkah. Kalau kisah sebelumnya bercerita tentang uang yang bewujud cash, kartu ATM (kartu debit) dan traveler check, sekarang kita mau bercerita tentang uang M1 dan M2. Tetapi...., mungkin anda awam terhadap sistem moneter, jadi lupakan saja simbol-simbol M1 dan M2 atau apapun. Seperti biasanya, EOWI akan menerangkan segamblang mungkin.
Kita akan memulainya dengan uang yang paling disukai oleh segala lapisan masyarakat, yaitu uang berwujud kertas, yang ada gambar pahlawan yang sudah mati atau gambar presiden yang narsis, serta ada tanda tangan pejabat yang berwenang, apakah itu gubernur bank sentral atau/dan menteri keuangan. Bisa juga berwujud koin. Uang seperti itu bisa dikantongi, kalau lupa malah ikut tercuci. Uang semacam itu juga bisa disimpan di dalam dompet kemudian kalau kita lengah bisa dicopet orang. Atau bisa juga dimasukkan ke dalam celengan, terus kalau kita sedang perlu uang, celengannya dikorek-korek untuk mengambil uangnya. Atau terlupakan sampai puluhan tahun dan akhirnya ditemukan oleh cucu-cucu. Tentu saja pada saat ditemukan oleh cucu-cucu nilainya sudah tidak ada artinya sama sekali. Nilainya sudah tergerus dalam perjalanan masa.
Uang jenis ini kita sebagai orang awam, sebut saja uang asli dan resmi, uang orisinil. Kalau digunakan di dalam suatu transaksi, uang semacam ini tidak pernah ada yang menolaknya. Tukang sayur, tukang cabe, tukang rokok, penjual jajanan keliling atau di kakilima, pengemis mau menerimanya sebagai alat transaksi. Bahkan perampok dan penodong memilih uang seperti ini dari pada uang-uang jenis lain. Uang dollar seperti ini adalah uang dollar yang dicetak dan dikeluarkan oleh the Fed, resmi ada tanda tangan pejabat berwenangnya dari negara Amerika Serikat. Jumlah uang US dollar seperti ini yang dicetak dan diedarkan jumlahnya hanya US$ 2.9 trilliun. Sekitar separonya ada di negaranya sendiri (USA) dan sekitar separonya lagi ada di luar negri, termasuk di Indonesia.
Uang orisinal ini benar-benar disukai, sehingga tidak perlu pemanis. Pemilik US dollar kertas alias uang orisinal dan menyimpannya di bawah bantal, tidak akan memperoleh bunga sebagai pemanis (nanti akan kita bandingkan dengan uang-uang yang lainnya).

Uang Buatan Bank (Komersial) Swasta

Pada jaman dahulu kala, karena satu dan lain hal, orang tidak merasa nyaman menyimpan uangnya bawah bantal (atau di laci lemari bajunya) di rumah. Sebagian memilih menitipkan uangnya ke suatu institusi yang disebut bank. Dengan adanya uang yang menumpuk, bank punya ide untuk menghasilkan uang dengan meminjamkan uang simpanan nasabahnya kepada orang yang memerlukannya, tentu saja dengan bunga sebagai keuntungannya.
Perjalanan uang tidak berhenti sampai disitu, ketika seseorang meminjam uang ke bank, ia juga menyimpan uang pinjamannya itu di bank sampai diperlukan untuk transaksi.
Pada jaman modern ini, dalam suatu transaksi, uang tidak perlu secara fisik berpindah tangan. Cukup dengan transfer elektronik saja. Yang disebut dengan transfer elektronik adalah, pemindahan uang dilakukan dengan mengubah catatan debit/kredit dari pihak-pihak yang melakukan transaksi. Dalam catatan elektronik, uang si pembeli akan berkurang dan uang si penjual akan bertambah sejumlah yang ditransaksikan. Jadi secara praktis secara fisik tidak perpindahan kertas atau koin.
Dengan adanya deposit, pihak bank bisa menciptakan uang, dengan meminjamkan uang nasabahnya berkali-kali. Jadi jangan heran jika uang kertas dan koin serta uang simpanan di rekening tabungan dan giro dalam bentuk US dollar secara total berjumlah US$ 11.7 trilliun. Ini disebut juga uang, karena anda bisa menggunakannya untuk bertransaksi. Anda bisa belanja di supermarket dan membayarnya dengan kartu debit (kartu ATM). Anda bisa menginap di hotel besar dan membayarnya dengan kartu ATM yang ada tanda tangan pemiliknya di bagian belakang.
Uang yang diwakili oleh kartu ATM atau buku tabungan/giro kita sebut saja uang KW (istilah istri saya untuk barang imitasi, KW = KWalitas), levelnya mungkin KW-1. Mungkin karena yang menandatangi (tanda tangan di balik kartu ATM) adalah pemiliknya sendiri, bukan pejabat yang berwenang. Sebagai gambaran bahwa nilai kartu ATM atau buku tabungan adalah uang KW-1, misalnya walaupun uang type kartu ATM ini bisa dipakai untuk transaksi, tetapi banyak yang tidak terlalu suka. Yang pasti semua perampok dan penodong tidak menerima kartu debit. Kalau mereka menodong anda, maka mereka akan memaksa anda untuk mengantarkannya ke ATM dan menguras rekening anda. Dan yang mereka bawa kabur adalah uang kertas orisinil yang dimuntahkan ATM yang ada tanda tangan pejabat yang berwenangnya. Mereka tidak mau menerima transfer dari anda! Sama juga jika anda mau menyogok polisi dijalan, karena anda melanggar aturan lalulintas, polisi tidak akan mau menerima uang KW-1 anda. Anda harus ke mesin ATM untuk mengambil uang orisinil yang bisa diterima oleh polisi nakal.
Jadi likwiditas uang orisinil yang secara fisik berbentuk kertas tidak sama dengan uang elektronik. Penggemarnya lebih banyak uang yang secara fisik bisa disentuh, dipegang, dilipat-lipat, dimasukkan ke dompet. Karena penggemar uang KW-1 ini kurang dibandingkan dengan uang orisinil, maka bank memberikan hadiah bagi yang pengguna uang KW-1, yang disebut bunga. Ketika anda mendepositkan uang orisinil anda ke bank, maka hal tersebut sama saja artinya dengan menukarkan uang orisinil anda dengan uang KW-1. Harus diingat bahwa bank menciptakan uang KW-1 dengan uang orisinil yang didepositkan oleh nasabahnya.
Dollar KW-1 ini diciptakan bukan hanya oleh bank-bank komersial US, tetapi juga oleh semua bank komersial di dunia. Bank Mandiri di Indonesia, bank Niaga, bank BCA, bank Permata, bank UOB,........mereka semua menciptakan US dollar KW-1. Itu sebabnya uang jenis ini disebut uang KW. Karena mirip dengan barang-barang KW.
Dimasa krisis, penggemar uang KW akan berkurang karena pindah ke uang dollar orisinil. Fans (penggemar) uang kertas dan koin orisinil yang tangible (yang bisa disentuh, dilipat, disimpan di dalam dompet, di kasihkan pengemis) semakin banyak. Sebabnya.....adalah:
Ingat bahwa bank menciptakan dari deposit nasabahnya dengan meminjamkannya berkali-kali. Sudah tentu ada perbedaan jumlah antara uang kertas + koin yang beredar (US$ 2.7 trilliun) dengan uang ciptaan bank komersial (catatan rekening nasabah di bank) yang US$ 11.7 trilliun. Jadi kalau seandainya, semua pemilik rekening pergi ke ATM dan mengambil uangnya, maka banyak yang tidak kebagian. Banyak sekali yang tidak kebagian. Itu persoalannya.

US Dollar Bikinan Pemerintah Pusat USA

Ada lagi media yang dianggap sebagai uang. Dianggap sebagai uang karena digunakan sebagai cadangan atau agunan. Namanya bond pemerintah atau surat hutang pemerintah. Untuk bond yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat USA dianggap punya resiko yang rendah dan nilainya terjamin. The Fed menggunakannya sebagai agunan (dasar) untuk mencetak uang kertas dan koin. Investor-investor kaya yang tidak mungkin menyimpan dollar kertas karena jumlahnya akan menggunung, akan menyimpan bond pemerintah USA. Contohnya saja. Kalau orang mempunyai kekayaan senilai 1 milyar dollar dan mau menyimpannya dalam bentuk lembaran $1 (ukurannya per lembarnya 155.956 mm x 66.294 mm x 0.109 mm dengan berat 1 gr.) semua, maka diperlukan  gudang seluas 400 meter persegi. Kalau dia mau menghemat tempat, maka yang disimpannya bisa lembaran $ 100, maka diperlukan kamar yang berukuran 2 m x 2 m dengan tinggi 3 m. Tetapi mencari lembaran $ 100 sebanyak $ 1 milyar tidak lah mudah, karena yang beredar hanya $ 2.7 trilliun saja. Mau-tidak-mau harus ada uang kecilnya. Dia tidak bisa lagi menyimpannya dengan lemari, tetapi dengan gudang. Oleh sebab itu mereka lebih suka menyimpan bond.
Kalau ada ibaratnya, maka bond pemerintah US ini bisa dianggap sebagai US dollar franchise. Rasanya sama dengan yang orisinil. Setidaknya begitulah pendapat orang.

US Dollar Bikinan NKRI dan Swasta

Jangan dibilang NKRI tidak bisa membikin US dollar. Pemerintah RI, seperti halnya pemerintah negara-negara lain, juga mengeluarkan bond berdenominasi US dollar. Tidak hanya pemerintah non-USA saja, tetapi negara bagian, perusahaan-perusahaan juga mengeluarkan bond berdenominasi US dollar. Tetapi uang-uang ini adalah aspal, asli tapi palsu dalam arti hanya dianggap sebagai US dollar tetapi tidak memiliki semua sifat-sifat US dollar. Keberlakuannya bisa dianalogikan dengan traveler check pada kasus yang diceritakan di bagian awal tulisan ini. Traveler check bisa dianggap sebagai uang cash, tetapi bukan uang cash. Syah tetapi terkadang orang enggan menerimanya. Mungkin karena yang mengeluarkannya/menerbitkannya tidak dianggap bonafide. Oleh sebab itu, uang aspal ini ada pemanisnya yaitu kupon alias bunga, yaitu sejumlah uang yang dibayarkan setiap tahun dari penerbit bond kepada pemegang bond. Tanpa pemanis ini, bond alias uang aspal tidak ada peminatnya.
Suatu hal yang menarik adalah, di dalam krisis 2008 lalu, (bond berdominasi) US dollar bikinan NKRI nilainya jatuh sebesar 56%. Waktu itu $ 1 hanya dihargai 50 - 60 sen saja. Mirip dengan traveler check pada kasus yang diceritakan di awal tulisan ini, bukan? Hanya saja dalam kasus traveler check di awal cerita, saya hanya kena kerugian 15%.

Ketika Krisis (Ketika Mesin ATM Kosong)

Apa sebenarnya yang menyebabkan krisis moneter. Pertanyaan itu seharusnya dimunculkan sebelum bercerita tentang krisis. Yang dimaksud krisis pada saat ini adalah krisis hutang yang sifatnya deflationary, bukan krisis yang bersifat inflationary. Bank komersial menciptakan uang (yang berupa catatan saldo rekening) dengan jalan memberikan hutang. Pemerintah selain USA menciptakan uang dollar dengan hutang. Perusahaan juga menciptakan uang dollar dengan hutang. Semuanya berbasis hutang. Tentu saja uang-uang ini tidak disertai tanda tangan pejabat yang berwenang, seperti uang-uang dollar orisinil yang dikeluarkan the Fed. Jumlah hutang dunia sudah mem-bubble. Saat ini total hutang yang tercatat di dunia ini besarnya setara dengan US$ 199 trilliun. Sedangkan GDP dunia adalah US$ 70 trilliun. Tentu saja hal ini akan menyebabkan ketidak stabilan. GDP sebesar itu sulit untuk menanggung beban hutang sebesar US$ 199 trilliun. EOWI mengatakan hal ini sebagai bubble hutang, karena kenaikkannya cepat sekali. Di akhir tahun 2000 hanya ada $ 87 trilliun, akhir tahun 2007 meningkat menjadi $ 142 trilliun dan tahun 2014 menjadi $ 199 trilliun. Selama 14 tahun hutang tumbuh sebesar 6.1%, padahal GDP dunia hanya tumbuh sebesar 1.1% Secara alamiah bubble akan selalu pecah, tinggal tunggu pencetusnya. Jika hal itu terjadi maka krisis tersebut bersifat deflationary atau penyusutan jumlah uang (hutang) yang beredar.
Semua hutang yang disebutkan di atas dasarnya adalah kepercayaan. Keadaan akan aman-aman saja walaupun besarnya hutang (uang) sudah membubble, selama tidak selama tidak ada krisis kepercayaan. Tetapi, ketika ketidak-percayaan itu muncul, semua pihak mulai tengok kanan-tengok kiri. Bank-bank sebagai kreditur mulai mengejar para debiturnya. Investor mulai melihat jenis uang apa yang dipegangnya, dan bertanya-tanya, apakah uang yang dipegangnya adalah orisinil atau bukan. Uang orisinil jumlahnya tidak banyak.
Orang berbondong-bondong pergi ke bank dan mulai menariki uangnya. Kemudian pemerintah memberlakukan peraturan bahwa penarikan uang dari bank hanya batas untuk jumlah tertentu dalam seharinya. Sekarang pun sudah terjadi. Anda hanya boleh menukarkan US dollar sebesar US$100 ribu per bulannya. Bank enggan meminjamkan uangnya kepada bank lain, kepada calon debitur. ATM mulai kehabisan cash, kosong. Bahkan kartu ATM tidak berlaku lagi. Uang dollar orisinal, cash US dollar dicari orang dan uang-uang jenis lain ditinggalkan. Obligasi INDON yang keluaran NKRI dan berdenominasi US dollar misalnya, pada tahun 2008 harganya jatuh sampai 56% (Chart dibawah).

 Nasib surat obligasi INDON di masa krisis
Saham juga akan jatuh, reksadana juga jatuh, termasuk reksadana berbasis surat obligasi US dollar. Kenapa reksadana berbasis dollar juga jatuh? Karena investor menghendaki dollar orisinil, bukan US dollar KW, atau dollar aspal, apa lagi yang palsu. Mereka juga tidak tahu apa isi reksadana yang berbasis dollar itu, dollar orisinil kah, dollar KW kah, atau dollar aspal.
Itulah klimaks dari dongeng minggu ini. Tentunya pembaca masih bertanya-tanya, bagaimana cara menyimpan uang kertas dollar yang dimiliki. Ayolah...., kreatif sedikit. Beli brankas, simpan disitu dan beli doberman, biarkan dia yang menjaganya. Atau....., simpan saja di dalam safe deposit box yang ada di bank-bank.
Sekian dulu......, jaga hasil jerih payah anda baik-baik. Beli doberman. Dan....., kalau anda suka EOWI dan jangan lupa merekomendasikan kepada orang-orang yang anda cintai serta rekan-rekan anda. 

Tambahan sedikit. Bila anda selesai membaca dongeng ini...., bisakah anda menandai, "like" , "so-so" atau "no-good", di bawah ini.

Sampai nanti........., Jakarta, 8 Maret 2015.
 


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

13 comments:

Anonymous said...

sangat mencerahkan !!! Terima Kasih.

Furqon Azis said...

Terima kasih artikelnya Om. Dalam tulisan di atas disebut adanya krisis 2008, apakah ini indikasi bahwa Om EOWI setuju dengan pendapat Budiono bahwa pada tahun 2008 Indonesia terkena krisis sehingga untuk mencegah dampak sistemik dari Bank Century perlu di bail out?

Salam

Imam Semar said...

Mas Azis,
Kasus bank Century baunya tidak enak. Banyak ketidak-transparan-an. Oleh sebab itu banyak kabar burung, entah itu burung beo, burung perkutut atau burung si Doel.

Politikus terkenal dengan nepotismenya. Apakah bail-out Century yang pilih-pilih itu untuk mem-bail-out konco-konconya yang terkena dollar KW-3 atau KW-5, entah lah. EOWI enggan membahas yang sifatnya spekulatif tanpa manfaat. EOWI membahas hal-hal yang sifatnya spekulatif dan kita bisa mengambil keuntungan, bukan sekedar enak digosipin.

Bank Century terlalu kecil untuk punya dampak sistemik. Lain halnya dengan bank Mandiri atau BCA atau BNI.


Anonymous said...

Terima kasih,
Sangat mencerahkan,
Sepertinya saat ini banyak sekali hal-hal yang semua,
Nilai aktual di lapangan sangat jauh dengan nilai aktual bendanya.
Seperti dollar diatas dan properti.
Perlu ada sesuatu, sebagai sarana kalibrasi, untuk menyamakan atau paling tidak mempersempit nilai bubble tersebut :)

Mencoba positif thinking,
Demam itu hal yang "Biasa" dan atau "Kecil"
Tapi bukan berarti demam tidak bisa mengakibatkan kematian.
Dokter harus menyembuhkan demam meskipun dianggap "Biasa" dan atau "Kecil"

Anonymous said...

Bro,emas belakangan sudah turun terus,kira2 posisi bottomnya berapa ya?

Anonymous said...

Dari FB , gimana tanggapan Pak Imam ? :

--------------------
Anda tahukan Amerika? ketika terjadi krisis tahun 2008, apa yang dilakukan oleh Amerika? Amerika mem-bailout perbankan dengan menerbitkan surat utang ( seperti dulu kita era 1998 , KLBI dan BLBI).Namun surat utang ini tidak diberikan kepada bank yang terkena dampak tapi kepada bank yang sehat. Bank yang sehat itu mendapat assignment dari pemerintah amerika membantu bank yang sakit.. Oleh bank yang sehat itu ,surat utang dicairkan melalui bank central Amerika dengan kondisi buy back. Karena skema surat utang ini adalah titipan pemerintah maka bank yang sehat itu harus bertanggung jawab mengembalikan surat utang itu sebelum jatuh tempo.Jadi memang surat utang itu berfungsi hanya sebagai credit enhancement.

Apakah bank yang sehat itu melaksanakan misinya sesuai assignment dari pemerintah Amerika? Tidak seratus persen dilaksanakan.Mengapa?karena penugasan itu beresiko kalau gagal.Makanya Bank yang sehat itu menggunakan sophisticated scheme melempar uang itu ke pasar uang khususnya emerging market seperti Brazil, India, Indonesia , Turki dan lain lain. Selisih atau spread bunga yang harus dibayar dengan penerimaan bunga sebesar 4-5%.Maklum suku bunga amerika mendekati nol, sementara suku bunga di negara Emerging market rata rata diatas 6% pertahun. Sejak tahun 2008 sampai dengan 2014, penerimaan bunga atau yield dari skema surat utang dalam rangka restore perbankan di Amerika, sudah bisa menutup semua kerugian Amerika akibat dari crisis supreme tahun 2008. Siapa yang bayar? ya negara emerging market.

Sejak tahun 2014 ekonomi amerika kembali bergairah dan lambat lambat suku bunga the fed kembali terkerek keatas.Arus uang yang tadinya parkir diluar negri kembali masuk ke Amerika,untuk membangun Amerika.Kesimpulannya : Amerika mampu keluar dari crisis akibat system capitalism dan keluar dengan selamat berkat system capitalism,khususnya yang berkaitan dengan mata uang. Apakah negara lain tidak tahu? tahu pasti.Sebagian tunduk dengan loby Amerika dan sebagian nolak. Itu sebabnya ketika tahun 2009, pemerintah china melarang arus modal jangka pendek dari Amerika masuk ke bursa Hongkong...Dan salah satu penyebab SMI keluar adalah perbedaan pendapat soal kebijakan suku bunga yang tinggi.SMI tahu bahwa itu jebakan yang diciptakan Amerika agar negara lain yang membayar kerugian akibat krisis supreme.

Kini negara emerging market sepeti India,India,Brazil,Turki mengalami ancaman krisis likuiditas karena dollar pulang kampung akibat suku bunga the fed meningkat,dan Amerika siap melaju dengan kekuatan penuh untuk tetap menjadi negara super power...pepatah minang "urang pandia dimakan urang cadiak "( orang bodoh dimakan orang pintar). dan Jokowi tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Itu sebabnya suku bunga diturunkan..ini beresiko terhadap stabilitas rupiah tapi hidup memang harus mengambil resiko ..pecundang selalu menghindari resiko dan pemenang selalu menghadang resiko..

Imam Semar said...

Bottom emas, kira-kira di bawah $600/oz.

Kalo dlm Rp sekitar 500 ribu gitu...

Imam Semar said...

Bottom emas, kira-kira di bawah $600/oz.

Kalo dlm Rp sekitar 500 ribu gitu...

Anonymous said...

Pak Imam, anda sebaiknya membuat page di FB seperti orang berikut :

https://www.facebook.com/erizeli.bandaro/posts/10206563615915128

Biar banyak yang bisa berdiskusi tentang prediksi Ekonomi anda. Dan semakin banyak pula yang tercerahkan.

Azzam Muhandis said...

hanya mengingatkan, maka ijin share analisa terbaru di 2015, tentang utang yang akan meledak, jika keseimbangan uang kertas runtuh. moga kita bisa terhindar dari krisis moneter.

http://investasiemas-id.com/analisa-emas/prediksi-analis-bom-utang-akan-meledak-di-september-2015/

Mawardi said...

Bagaimana Imam Semar menanggapi fenomena pemerintah indonesia yang mengkampanyekan penggunaan uang digital (transaksi non tunai)?

http://www.koran-sindo.com/read/982407/150/bi-kediri-dorong-transaksi-nontunai-1427516513

bila dikaitkan dengan program-program asing (barat) yang akan mendigitalisasi uang (uang KW2)

https://www.youtube.com/watch?v=zav6qKleVe8

new.aura said...

keren banget,,dan ditunggu untuk analisis berikutnya..
keep healthy

Damien Abe said...

Ternyata selama ini kita di dunia hanya bermain peran sebagai orang waras.