___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Monday, June 27, 2016

Brexit: Aftermath?



Judul kali ini adalah: Brexit – Aftermath........
Hallo….., Imam Semar mimpi ya? Ini baru permulaan. Kata aftermath belum bisa digunakan. Belum ada yang hancur berantakan. Ini baru mulai awal dari kisah yang panjang. Cuma poundsterling dan euro yang nyungsep itupun tidak parah. Yen juga naik..., walaupun masih dalam batas-batas terkendali. Saham-saham masih terkendali juga turunnya. Pengumuman hasil Brexit bukan suatu hal yang catastrophic. Kemudian, Brexitnya juga belum terjadi. Yang hari Jumat lalu baru referendumnya. Keputusan masih ada di parlemen Inggris (UK). Dan referendum ini tidak mengikat keputusan parlemen.

Brexit: Kisahnya

Akhirnya rakyat Inggris (United Kingdom) memutuskan keluar dari Uni Eropa (EU) setelah selama 43 tahun menjadi bagian dari persekutuan negara-negara Eropa sejak tahun 1973. Hasil referendum akhirnya dimenangkan oleh Eurosceptics. Group yang sama yang dulu berhasil mementahkan ide untuk mengganti poundsterling ke euro dan meyakinkan poundsterling sebagai mata uang UK, bukan euro selama ini.
Kemenangan Eurosceptics tipis saja, 51.9: 48.1 Yang menarik adalah pendukung kubu Leave kebanyakan orang-orang yang sudah berumur dan pendukung kubu Remain adalah kaum mudanya. Itu secara demongrafi. Tetapi secara wilayah, England (kecuali London) dan dan Wales mendukung Leaves sedangkan Scotland dan Irlandia Utara mendukung Remain.
Terbaginya voters, berdasarkan umur, tidak terlalu mengherankan. Orang-orang tua yang mengalami masa tanpa Uni Eropa (EU), bisa merasakan perubahan dari Inggris sebelum EU, dan perjalanan EU. Mereka tahu hidup di masa EU semakin tidak nyaman. Sedangkan kaum muda tidak mempunyai perbandingan apa-apa, sehingga cenderung memilih status quo yaitu Remain (tetap bersama EU).
Ide awal dari EU adalah untuk menyederhanakan banyak proses sehingga antar negara anggota bisa lebih leluasa melakukan bisnis, berpindah, cari kerja dan lain sebagainya. Mereka punya aturan dan undang-undang yang sama, warganya tidak perlu penggunakan visa jika ingin berpergian ke negara-negara anggota EU. Perdagangan antar negara anggota tidak dikenakan bea dan tariff. Biaya diharapkan bisa ditekan. Dengan kata lain orientasinya lebih ke ekonomi.
Itu ide awalnya....EU yang dilengkapi dengan consul Eropa, parlemen Eropa, mahkamah Eropa, bank sentral Eropa........ seperti layaknya sebuah negara super-state, .......yang tidak demokratis. Tidak ada pemilihan umum bagi anggota yang duduk di EU.
Semangat persatuan EU di awal-awal masanya bisa dilihat dari lagu kebangsaannya, yaitu symphony 9, Beethoven, Ode of Joy. Coba dengarkan lagu komposer Jerman yang penuh semangat ini. 


Tetapi eurosceptics selalu ada yang mencibir pengaruh Jerman yang kuat itu. Sampai ada joke mengenai Jermanisasi bahasa Inggris, seperti ini.
"The European Commission has just announced an agreement whereby English will be the official language of the European Union rather than German, which was the other possibility."
As part of the negotiations, the British Government conceded that English spelling had some room for improvement and has accepted a 5- year phase-in plan that would become known as "Euro-English".
In the first year, "s" will replace the soft "c".. Sertainly, this will make the sivil servants jump with joy. The hard "c" will be dropped in favour of "k". This should klear up konfusion, and keyboards kan have one less letter.
There will be growing publik enthusiasm in the sekond year when the troublesome "ph" will be replaced with "f".. This will make words like fotograf 20% shorter.
In the 3rd year, publik akseptanse of the new spelling kan be expekted to reach the stage where more komplikated changes are possible.
Governments will enkourage the removal of double letters which have always ben a deterent to akurate speling.
Also, al wil agre that the horibl mes of the silent "e" in the languag is disgrasful and it should go away.
By the 4th yer people wil be reseptiv to steps such as replasing "th" with "z" and "w" with "v".
During ze fifz yer, ze unesesary "o" kan be dropd from vords kontaining "ou" and after ziz fifz yer, ve vil hav a reil sensi bl riten styl.
Zer vil be no mor trubl or difikultis and evrivun vil find it ezi TU understand ech oza. Ze drem of a united urop vil finali kum tru.
Und efter ze fifz yer, ve vil al be speking German like zey vunted in ze forst plas.
Semangat EU terus berkibar. Yang awalnya hanya 6 negara sebagai pendiri: Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, Luxemburg dan Italy. Kemudian Denmark, Irlandia dan Inggris (UK) masuk tahun 1973. Tahun 2004 masuklah negara-negara eks-blok komunis Pakta Warsawa, seperti Hungaria, Czech Republic, Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia, Slovakia, Slovenia, Bulgaria, Romania, Croatia. Dan terakhir dalam pengajuan, Turki juga ingin bergabung.
Mata uangnya (EU) yaitu euro baru di adopsi pada 16 Desember 1995 setelah mengalami masa transisi. Pada saat itu anggotanya ada 15 negara. Semua mau menerima euro, kecuali Inggris (UK) berkat kaum eurosceptics, yang mau tetap mempertahankan poundsterling.
Mata uang euro adalah eksperimen yang menarik. Karena mungkin ini adalah yang pertama dilakukan di era fiat money. Satu sistem mata uang dan berbagai sistem fiskal pemerintah. Negara yang masyarakatnya punya tingkat produktivitas berbeda, tingkat resiko kebangkrutan berbeda, bergabung menjadi satu.
Mungkin orang-orang pintar di Brussel berpikir akan diperlukan aturan apa yang disebut Stability Growth Pact yang intinya adalah batasan-batasan yang harus ditaati dalam masalah fiskal dan moneter. Yang antara lain adalah batas maksimum defisit belanja negara 3% GDP dan hutang negara 60% dari GDP. Semua anggota EU harus berdisiplin menjaga fiskal negaranya masing-masing dalam batas-batas yang ditentukan. Aturan ini diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 1999.
Nah keadaan menjadi seru. Negara-negara yang ekonominya kuat seperti Jerman yang juga sebagai negara eksportir, hal semacam ini tidak terlalu masalah. Tetapi bagi negara yang pada dasarnya ekonominya lemah, ceritanya akan lain. Dengan mata uangnya sendiri, mereka bisa mengambangkan mata uangnya. Ketika mereka tidak kompetitif, mata uangnya akan secara otomatis terdevaluasi, (suatu cara untuk menurunkan gaji karyawan dan harga produknya), sehingga bisa kembali kompetitif. Ketika euro berlaku, pemerintah negara ini, seperti Yunani Itali, Spanyol dan Portugal, tidak bisa lagi mendevaluasi mata uangnya, karena mata uangnya sama dengan Jerman yang secara ekonomi lebih kuat dan kompetitif. Negara-negara ini kehilangan kontrol terhadap mata uangnya.
Ketika timbul krisis ekonomi, negara-negara anggota EU yang terlanda, tidak punya kontrol lagi. Banyak anggota EU yang melanggar ketentuan Stability and Growth Pack. Hutang negara-negara anggota EU terbang kemana-mana sejak krisis subprime 2008. Yunani 161.30% GDP,  Italy 126.10% GDP, Portugal 119.70% GDP, Belgia 99.60% GDP, Jerman, Prancis, Belanda........, banyak lagi melanggar ketentuan yang mereka buat tahun 1999.
Ketika krisis subprime di US mengimbas wilayah Eropa, EU seperti juga Jepang, berbuat banyak, tetapi tindakannya tumpul. QE (quantitative easing) yang dilakukan oleh ECB (European Central Bank, bank sentral Eropa) tidak membuat ekonomi tersetimulasi seperti yang dinginkan. Pengaruh Jerman di EU mulai digugat. Dan lagu kebangsaan EU berubah menjadi......, menarik untuk didengarkan.
Keadaan menjadi semakin runyam, ketika EU memutuskan untuk menerima pengungsi dari Syria dari .....entah mana lagi, yang utama adalah dari Syria dan Timur Tengah. Ini mengusik kelompok nasionalis. Cari kerja susah, hidup susah, eeeeh, malah ketambahan buruh murah dan penerima tunjangan sosial baru. Mana orang nggak kesal.
Kekesalan ini belum memuncak. Hanya saja di Inggris sudah melewati batas 50% yang cukup untuk meloloskan referendum bagi Brexit Leave. Dan lagu kebangsaan EU menjadi:


Kisahnya Berlanjut: Brexit menjalar ke Frexit, Itexit, Denexit,.......

Hasil referendum secara hukum tidak mengikat, dalam arti, parlemen Inggris (British) bisa mengabaikannya suara 33 juta warga negara yang berpartisipasi dalam referendum dan memutuskan untuk tetap mempertahankan keanggotaan UK di EU. Lagi pula keanggotaan UK masih tetap selama belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintah UK. Ini masih membuka negosiasi. Perjalanan berlanjut....., ketidak pastian masih berlanjut...., kata kuncinya berlanjut. Lama pula.
Walaupun referendum Brexit belum mempunyai dampak legal, tetapi seperti EOWI katakan pada artikel minggu lalu sebelum referendum Brexit:
Kehilangan Inggris bisa menjadi pemicu reaksi domino keluarnya anggota-anggota lain yang ekonominya berjalan tidak memuaskan. Mereka ingin punya kedaulatan kenuh atas keputusan-keputusan (policy) ekonominya. Setidaknya nasib mereka tidak didasari oleh kompromi dengan bangsa-bangsa lain (anggota EU).
Ternyata baru hasil Brexit Leave saja sudah memicu gejolak partai-partai populis, nasionalis, eurosceptics, aliran kiri (anti kemapanan) di Eropa untuk meminta referendum seperti halnya di Inggris. Di Inggris Nigel Farage, ketua partai beraliran eurosceptics UK Independent Party, menyebut tanggal 23 Juni sebagai hari kemerdekaan dan minta dijadikan hari libur nasional.
Di Prancis, Le Pen, ketua partai Front Nasional yang sedang naik daun dan memenangkan pemilihan lokal secara mengesankan, meminta referendum seperti Brexit. Mungkin namanya Frexit. Dia mengatakan pada hari Sabtu 24 Juni 2016:
"Beberapa bulan lalu, tidak ada yang berani bermimpi tentang keanggotaan EU., Tetapi sekarang sudah jelas – Ya, ...tidak mustahil keluar dari EU.
Rakyat Inggris telah memberikan pelajaran tentang demokrasi yang sangat mengagumkan bagi Eropa dan dunia”
Di Belanda Geert Wilders dari Party for Freedom (partai untuk kemerdekaan?) yang anti-Islam, anti immigrasi, anti-Eropa, juga meminta referendum seperti Brexit. Katanya: “Britain 'could liberate Europe again' by voting for Brexit and sparking populist revolution”. Saat ini Wilders sedang merencanakan jajak pendapat untuk mendukung usulan referendumnya.
Di Italy, Matteo Salvini, pemimpin partai yang anti-immigrasi pendatang, xenophobic, ultra-nasionalis Liga Utara, Northern League, Lega Nord per l'Indipendenza della Padania juga menyerukan/menuntut agar rakyat Italy diberi kesempatan seperti Brexit. 
In Italy, Matteo Salvini, the leader of the anti-immigration, xenophobic Northern League party, congratulated Britain on voting to leave the EU and called for Italy to be given the same opportunity. Di tweeter ia menulis "Long live the courage of free citizens! Heart, head and pride defeated lies, threats and blackmail. THANK YOU UK, now it's our turn."  Kata our turn, merujuk referendum di yang akan dilangsungkan di bulan Oktober mengenai reformasi konsitusi Italy.
Kristian Thulesen Dahl pemimpin partai yang anti-immigration di Denmark, Danish People’s Party [DF], mengatakan bahwa EU menganggap remeh skeptisme rakyat Eropa. DF meduduki kursi yang lebih banyak dari pada partai Liberal yang memerintah Denmark saat ini.
Kristian Thulesen Dahl juga mengatakan bahwa Denmark harus mengadakan referendum juga seperti Inggris untuk menentukan apakan tetap bersama EU atau keluar dan Ia didukung partai sosialis Red Green Alliance yang menginginkan referendum untuk konstitusi Denmark.
Effek domino masih bergulir ke Swedia yang disponsori oleh Partai Kiri dan partai yang anti-immigran Demokrat Swedia. Pemimpin partainya, Jimmie Akesson, menuntut negosiasi ulang dengan EU dan melakukan referendum. Katanya bahwa EU yang mereka pilih dulu adalah uni perdagangan bebas, bukan monster super-nasional seperti EU saat ini.

Kisahnya Berlanjut: Pergeseran Batas Negara

Ada joke dari ayah saya dulu tahun 1970an. Katanya, bahwa dalam 100 tahun lagi hanya ada 5 raja yang tersisa di dunia ini. Empat (4) di kartu bridge dan 1 di Inggris. Demikian kuatnya citra kerajaan Inggris, seakan Inggris tidak akan hilang dari muka bumi. Tetapi benarkah demikian?
Inggris atau Great Britain, atau United Kingdom, yang sudah muncul sejak 1707, memang punya citra tersendiri mengenai persatuannya dan kecintaan terhadap negaranya. Benderanya, Union Jack, merupakan gabungan bendera England-St. George’s Cross, Scotland-St Andrew's Cross, dan Irlandia Utara-red saltire of St Patrick. Lagu kebangsaannya Rule Britannia menggambarkan kejayaan Britons dimasa lalu, Britannia rule the wave.




Kemenangan kubu Leave Brexit sangatlah tipis. Kebanyakan di England dan Wales. Di Scotland, kubu Remain menang telak. Juga Irlandia Utara tetapi tidak setelak di Scotland. Ini membuat kelompok Scot Nationalis punya alasan untuk membangkitkan kembali semangat Scotland merdeka, yang pisah dari UK. Demikian juga dengan Irlandia Utara yang beribukota di Belfast. Sebagian dari mereka lebih suka berbergabung dengan Republik Irlandia yang beribukota di Dublin.
Mungkin kedua negara bagian UK ini ingin membuka referendum baru untuk memutuskan keluar atau tetap bersama dengan England di dalam United Kingdoms. Andaikata Scotland dan Irlandia Utara akhirnya keluar dari UK, maka kata British akan tidak punya entiti lagi dan bisa hilang dari kamus. Dalam bahasa Indonesia, kata Inggris tidak lagi mencakup Scotland dan Irlandia Utara, tetapi hanyalah England. Lagu kebangsaan Inggris (England) harus diganti dengan Jerusalem. Aneh juga, nama negaranya England tetapi nama lagu kebangsaannya Jerusalem. Dan benderanya tinggal palang merah dengan dasar putih. Sama dengan bendera palang merah. 


..

Hikmah dari Kisah Brexit (Lagu Lama)

It’s the economy stupid. Itu ungkapan Ronald Regan yang terkenal ketika ia menjadi presiden US. Kebanyakan (kalau tidak mau dikatakan semua) persoalan berpangkal masalah uang, masalah penghidupan, masalah ekonomi. Ketika hidup susah, ekonomi macet, uang seret, harus ada yang disalahkan. Orang menjadi terkotak-kotak. Kohesi sosial melemah. Faham ultra-nasionalisme, rasa kesukuan, anti-orang asing, xenopobia, merebak dan subur. Semangat perpecahan berkembang. Itu yang terjadi di Eropa, setelah 8 tahun tidak bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi yang dipicu oleh krisis subprime. Lebih-lebih kaum tua yang mengandalkan penghasilannya dari fixed income asset. Dengan bunga bank yang negatif, fixed incomenya juga menyusut, mungkin juga negatif. Ditambah lagi dengan membanjirnya pengungsi dari Timur Tengah, yang notabene berbeda secara fisik, bahasa dan kultur.
Dilihat dari respon partai-partai ultra-nasionalis, anti-immigran, eurosceptics, atau/dan renspon Scotland dan Irlandia Utara, mengukuhkan pendapat seperti itu. Untuk memuaskan keinginan seperti itu perlu waktu yang lama. Karena intinya adalah perubahan ekonomi. Raksasa super-state EU nampaknya tidak bisa menyelesaikan masalah yang mendasar yang bisa memuaskan rakyat Eropa ini. Sehingga besar peluangnya Uni Eropa akan bernasib sama dengan Uni Soviet. Apalagi dengan meningkatnya dukungan terhadap partai-partai seperti ini. Peluang terjadinya rangkaian episode seperti Uni Soviet di akhir tahun 1990 akan berulang untuk EU. Tetapi ini....... hanya Tuhanlah yang tahu.
Saat ini masih perlu perjalanan yang panjang. Italy, Prancis, Belanda, Spanyol, Denmark, Swedia......, masih harus melalui proses yang sama dengan Inggris yang notabene belum selesai. Pecahnya Inggris menjadi England, Scotland dan Ireland, masih berupa wacana. Semua ini akan membuat investor merasa tidak aman, jika berlanjut (kemungkinan akan berlanjut) karena adanya ketidak pastian.
Ketika hasil Brexit diumumkan, investor nampak keluar dari pasar dengan teratur. Indeks volatilitas VIX, sempat melonjak, tetapi nampaknya akan turun kembali.
Di dalam negri, rupiah melemah terhadap dollar, sekitar 1% saja. Dan hari berikutnya sudah mengambil kembali sebagian besar yang hilang di hari sebelumnya. Bursa Jakarta pun di hari pengumuman Brexit hanya terkoreksi sedikit.
Mungkin investor akan keluar dengan teratur, untuk kemudian menunggu sampai asap dan debu mengendap. Tentunya bisa lama, jika kaum ultra-nasionalis, neo-nazi, eurosceptics di Italy, Prancis, Belanda, Spanyol, Denmark, Swedia semakin bersemangat mengobarkan EXIT lainnya. Untuk mentuntaskan proses Brexit masih perlu perjalanan yang panjang. Apa lagi EXIT-EXIT lainnya. Dan saya tidak bisa melihat apa yang akan dilakukan oleh bank-bank sentral dunia. Ini ranah politik, bukan ranah ekonomi.
Sekian dulu, selamat menikmati lagu-lagi yang tautannya kami post-kan. Sebagai catatan akhir, kami melihat cadangan devisa RI turun drastis dari $107.7 milyar di bulan April 2016 menjadi $103.6 milyar di bulan May 2016 atau turun $4.1 milyar. Apakah untuk bulan Juni nanti akan berada di bawah $100 milyar (angka psikologi)? Entah lah.
Perlu diingat, untuk memenuhi lebaran 2016, dilakukan impor daging dan kebutuhan pokok cukup besar, tidak pelak lagi perlu US dollar. Ini akan membuat defisit meningkat. Dan....harga bahan komoditas andalan eksport Indonesia menurun. Secara matematik sederhana, bukanlah tanda yang baik.


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

34 comments:

Anonymous said...

Menurut Bung IS, siapa trader yg lagi berjudi dgn pasar finansial Indonesia? Insider kah? Arahnya kok seperti itu. Defisit makin "menggunung" & Backup makin "menyusut", kok RP justru lebih stabil? aneh.
"Pendapatan negara yang terkumpul sampai dengan akhir Mei ini mencapai Rp 496,6 triliun, sementara realisasi belanja negara Rp 658,8 triliun sehingga terjadi defisit anggaran Rp 189,1 triliun atau 1,49 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)".
Masih sanggupkah mengejar target defisit max 3% dari PDB?

Kl Gold msh naik, artinya utang masih aman, belum mulai dikemplang/kontraksi.

Imam Semar said...

Gold secara teknikal bisa ke $1500 per oz.

PETRUK ALWAYS RIGHT said...

"Gold secara teknikal bisa ke $1500 per oz."

BARU SADAR OM? ABIS NGISEP KECUBUNGNYA DH KELAR?

KAN GW BILANG

BUY BUY BUY

G O L D

E M A S

UDH MENDINGAN LU JD GENTLEMAN, NGAKU SALAH, KALAH TELAK SM PREDIKSI GW

NB: KLO GOLD SMP NYUNGSEP KE $700? GW POTONG ALAT KELAMIN GW

Imam Semar said...

Saya tidak trading. Setelah 1500, emas akan nyungsep lagi. Mau beli dollar bakal susah kalo masih di Indonesia. Potensi dollar sejak thn 2012 lebih tinggi dari emas. Coba aja lihat. Dan sampai thn 2020 akan tetap seperti itu.

Gordichev Siera said...

Brexit could be followed by Grexit, luxembout, Estopnia, Spandios, Departugal, Italeave, Czechout, Oustria, Finish, Slovakout, Latervia, and Byegium.

Anonymous said...

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pengampunan pajak ke tingkat paripurna.

Next tax haven, memperbaiki UU Perpajakan, UU KUP, UU Perbankan dan UU Lintas Devisa. Gimana usdidr mau bull?

Anonymous said...

pingin beli emas.. kapan kira2 emas nyungsep, pak Is?

Anonymous said...

idem anonymous diatas, defisit makin "menggunung" & Backup makin "menyusut", kok RP justru lebih stabil? aneh.

Kenapa ya... pak Is?

Lestari Fbbb said...

Analisa yang mantap...

Fajar said...

Pak Petruk, kalau comment tolong tetap menjaga kesopanan kata-kata,
sebagai silent reader, baru kali ini saya terusik.
saya jijik membaca comment antipati anda kali ini.
Tunjukkan kalau anda orang yg punya martabat dan bisa dihargai.

Anonymous said...

Emas itu komoditas, ga bisa diapa2in, fungsinya cuma satu alat lindung nilai, itu yg bikin pergerakan emas akan selalu terbatas, tidak semua orang butuh emas, tapi hampir semua orang butuh uang. krn kalo uang, sifatnya lebih cair, fungsinya bisa bermacam2, orang jual emas juga untuk dapat uang. mada ada pinjam emas, beli/barter pakai emas, pasti pakai ukuran uang/harga juga. Karena uang memang punya kelebihan seperti yg Bung IS bilang, bisa diapa2in sama otoritasnya, beda dgn emas. Rupiah/Properti selama masih di Indo ya bakal diutak atik sama otoritasnya. itu yg membuat ane ga yakin, tax amnesty bakal benar2 efektif menarik uang WNI yg diparkir/diputar di luar negeri.. mestinya jangan UU tax amnesty.. tapi UU tax heaven, Indo kalo ga mo tax heaven bakal ditinggalin juga lama2. be wise.

Anonymous said...

BI habis2an intervensi RP, kira2 siapa backupnya? Tiongkok? rasanya kok ga lagi.. buktinya JKW udah berani lagi bikin "perhitungan" kasus Natuna itu.. artinya dia lagi/mulai "gondok" dgn Tiongkok juga, mgk si Tiongkoknya udahan kali "bermesraannya" sama Indo.. habis lebaran, bisa2 mengulang kejadian kyk thn kmrn.. RP bisa2 warna "merah" melulu.. sampai JKW bilang soal "Jualan Roket" lagi.. cuman entah ampuh lagi atw kagak kyk thn kmrn..

Anonymous said...

Rupiah masih bertahan, soalnya byk dana masuk ke Indonesia ke IHSG dll, masuk ke EM, terutama South East Asia. bayangkan di luar udah menerapkan NIRP, orang nabung malah hilang duit, Nah tunggu crash dulu, nanti mereka tarik dana dari EM baru deh Rp KO...........

Anonymous said...

Hebat nih ihsg n rupiah masih kokoh

Anonymous said...

Pak IS, thn 98 ibu saya punya tabungan usd tp ngga bs ditarik tunai dlm usd, hrs dlm idr. Menurut pak IS apakah krisis nanti akan lbh parah drpd 98? Tp kalo liat target maksimal anda thd usd yg hanya 50rb, spertinya tdk separah 98 ya, krisisnya..
Tapi memang saya agak ketakutan melihat bangunan2 tinggi (apartemen, perkantoran, mall) yg sdh bnyk yg kosong belakangan ini. Rata2 bangunan itu dibangun dgn utang. Dan mayoritas utang dlm usd, bukan idr. Kalo jualan ngga laku dan utang hrs dibayar, apa akan memicu krisis lg di indonesia...

Anonymous said...

RP masih menarik selama masih bisa dijaga kursnya.. coba bayangkan, dana itu rame masuk waktu kurs masih 12-13 ribuan.. katakanlah tahun depan atau depannya lagi dgn berbagai kondisi yg makin kronis, memaksa otoritas membiarkan RP menembus level 14-15 ribuan atau lebih, sama saja itungannya itu kena NIRP juga (dlm mata uang yg sama - selain RP tentunya). Defisit sedemikian menganga, krn PDB pastinya tambah turun/anjlok, parameter mudahnya bisa ketahuan dari berkurangnya kemampuan negara mengais pendapatannya (karena dia punya otoritas memaksa - beda dgn sektor swasta), sementara cost operationalnya negara sdh sampai pada titik yg sudah ga bisa lagi diketatkan.. dan saat ini - ke depan, Indonesia jg sdh ga punya backup siapa2 lg, ga kayak Yunani, Spain dkk mau defisit jauh lebih besar juga ada EU/Jerman yg menolong/minjemin. Apalagi kalo ingat kejadian tahun 98 dkk, Indonesia minta tolongnya ujung2nya ke siapa (dan entah apa aj yg dijanjiin wkt itu & wkt2 sblmnya)? Sekarang si penolong itu kondisinya gmn? Gmn tuh bayanginnya?

Anonymous said...

Tax Amnesty, salah satu syaratnya harus ada repatriasi ke Bank yg ditunjuk (Kemungkinan hanya Bank BUMN) karena lebih mudah dikendalikan. Dana yg sudah masuk "otomatis jadi domain/wilayah permainan" Negara (dipantau terus/ketat aliran & penggunaannya dst).. Negara bahkan bisa lebih leluasa untuk ngatur2 lagi, mau memaksa Bank tsb buka rahasia, membekukan rekening, membatasi penarikan/transaksi dkk, seperti cerita2 Bung IS sebelum2nya.. Entah brp saat lagi masih ada transaksi yg fleksibel, karena Bank pun makin hati2 soal kredit & blm mau diatur soal besaran bunganya. Yg agak aneh itu transaksi Emas/Gold, kesannya masih di luar pengamatan/kontrol Negara/Pajak beda dgn saham, obligasi, properti, kendaraan, tabungan dkk, kenapa bisa begitu? Adakah para pejabatnya adalah para penimbun emas sedari dulu? gada pajak apapun yg dikenakan loh..

Anonymous said...

its economy stupid bukannya jargon bill clinton

Monster Trader said...

waktu yang tepat beli USD CASH FISIK (BUKAN CASH EQUIVALENT) dan disimpan di brankas adalah : SAAT DIMANA AMNESTY TAX sudah berjalan di 3 BULAN PERTAMA dan di 3 bulan berikutnya.

SETELAH TAX AMNESTY SELESAI. KATALIS POSITIF APA BUAT DALAM NEGERI ?????

nanti yang berita tentang HUTANG,HUTANG & HUTANG LESU,LESU & LESU

SEPTEMBER 2016 CEK AJA HUTANG LUAR NEGERI BERAPA BANYAK ???

Anonymous said...

Jgn2 UU tax amnesty itu salah satu pendukung skema "money laundering", tahu sendiri sistem ekonomi/hukum Indo begitu strict/menekan habis sektor domestik/WNI, tapi sangat longgar/ramah pada aset/kekayaan milik Asing/yg dari luar negeri, Indonesia mungkin bukan tax heaven state, tapi money laundering heaven state, makanya sektor finansialnya jauh lebih berpengaruh dibanding sektor riil & tak heran juga bila narkoba merajalela di sini, dan ga ada yg benar2 tahu duit siapa saja yg dicuci di sistem keuangan/pasar modal Indonesia. Jgn2 ada juga duit puteran dari yg disebut Panama Papers. Ada yg punya analisa lain?

Reader said...

Indonesia gak ada hukum bro. UU tax amnesty itu apa??
Ntar ganti presiden, ganti DPR, bisa ganti UU baru.

Percaya sama government = percaya sama harimau.

Orang kaya sudah tahu itu sejak dulu. Siapa yg mau tarik simpanan luar negeri mereka kembali ke Indo??

winterishere said...

Harga properti bisa naik lagi tidak ya?
Dana hasil repatriasi khan paling dijadiin rumah/apartemen juga ujung2nya. (bisa bubble parah, tapi timing bagus buat cashout saat peak?)

Terpikir juga, kalau dana yang parkir di luar negri bentuknya property ya sama saja beku, nggak bisa dicairin dan tax amnesianya gagal hahaha.

Anonymous said...

Ini artikel aftermath brexit jadi pada bahas tax amnesty. BTW, bagi negara tempat dana "menginap" apa iya akan biarkan capital outflow sampai Rp.1000T sesuai harapannya UU amnesty itu? Apa dampaknya kira2 untuk negara tax haven tersebut jadi bisa kita tebak akan dibiarkan atau ada resistance.

Anonymous said...

https://www.youtube.com/watch?v=ydWMMyxpS3U

Tonton juga pideo ini yaaaaa....

Bima Aryana said...

LAMA2 BACA EOWI JADI TOLOL SENDIRI, SKEPTIS, MADESU(MASA DEPAN SURAM).....

Anonymous said...

Betul Pak Bima. Disini penggiringan opini pesimisme terus. Opini nya kagak terbukti lagi. Hadeh... Pesenan dari sana kali.

Anonymous said...

benar tuh kata Bima Aryana. lama2 baca eowi jadi tolol sendiri hahahhahaha
katanya USD 17000 malah 13180
katanya IHSG 1000 malah tembus 5000

alasannya "yang saya katakan itu adalah sampai 2020, sekarang masih 2016, entahlah"

hahahhahahhaa, jadi tolol memang

Anonymous said...

kalau ga suka mending out dari blog ini, ga usah dibaca.
ga usah jadi orang resek dan brengsek.

lu hina2 blog ini tapi nimbrung disini.
Kayak anjing benci kucing tapi dikasih makanan kucing ya doyan aja.

winterishere said...

@atas

Berterimakasih saja sama yang mulai pada irate,
justru berkat mereka jadi tanda2 fomo mulai nongol (nggak cuma di blog ini lho)

Keukeuh deh ogut, long usd. Mungkin dekat2 ini mulai plan ngeshort idr.

GOLD FOR MONEY VALUES said...

yg bilang ni blog bikin madsu dan tolol sebaiknya minta maaf sama pikir ulang deh. mindset perlu dirubah.. dalam ekonomi. orang berhasil yg bisa lihat peluang dimasa yg akan datang. bijimane ni blog bikin tolol? yg ada kasih tau peluang.
ente sadar gk? klo ente pada 2011 ikutin om semar short oil (oil waktu itu 80 - 100an dollar perbarel. mungkin sekarang 2016 (5 tahun) ente udah jdi untung besar. Saat ini tidak banyak yg menghargai usaha om semar (walaupun ia tak mau dihargai). sekarang 2016 om semar kasih peluang ambil dollar.. its possible 1-5 tahun kedepan bisa terjadi. seperti minyak. Jadi jika ente baca blog ini setidaknya ente punya wawasan diluar pemahaman banyak orang termasuk mentri dan gubernur bi sekalipun!. Cuman diingat saja. seperti film 2012. saat pemerintah mengumumkan bahwa gempa sudah berakhit dan tidak terjadi lagi.. saat itu lah gempa sesungguhnya datang!!

Anonymous said...

la long time maunya langsung terbukti harian piye

Top Secret said...

@GOLD FOR MONEY VALUES kamu nonton film kebanyakan, semakin imam semar muncul, semakin anjlok rupiah dan semakin tolol juga saya

hahahhahahhahaha

hafa said...

Di Zaman Moderen

Ekonomi adalah Perampokan
Pendidikan adalah Pembodohan
Politik adalah Penipuan

Manusia Seperti Batere/Bensin untuk menjalankan sistem peradaban yang katanya `zaman pintar`

hay kel said...

Di Zaman Moderen

Ekonomi adalah Perampokan
Pendidikan adalah Pembodohan
Politik adalah Penipuan

Manusia Seperti Batere/Bensin untuk menjalankan sistem peradaban yang katanya `zaman pintar`