___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Sunday, October 25, 2015

Deflasi, Depressi dan Devaluasi



Dalam artikel sebelumnya, kami menyebutkan bahwa dollar indeks berada pada akhir dari counter trend wave-4, idiot wave. Dan akan melaju dengan wave-5. Kelihatannya wave-5 sudah dimulai. Resistan di level 97 pada saat tulisan ini dibuat, sedang dicoba untuk ditembus US dollar indeks.
Itu berita bagus untuk pemegang US dollar dan short rupiah. Artinya, sebentar lagi rupiah akan tertekan kembali. Dan targetnya.........., hmmmm.......nanti saja dulu.
Ada sebuah berita dari Cina, yang dilangsir Reuters minggu lalu tentang seorang CEO fund management Global Wealth Investment (Beijing) bernama Wang Jie yang ditusuk oleh seorang nasabahnya yang berumur sekitar 20an yang mengalami kerugian sebesar $50,000. Diberitakan bahwa Wang Jie mengalami koma akibat tusukan tersebut.
Masing-masing orang punya ketahanan jiwa yang tidak sama levelnya. Penusuk Wang Jie, jelas labil sekali, dan cepat marah. Oleh sebab itu, bagi pembaca EOWI, kami anjurkan untuk meminta nasehat dari asset manager yang terdaftar dan kompeten sebelum melakukan investasi. Kesiapan mental anda harus ada untuk menghadapi segala situasi pasar.
Itu menjadi alasan agar EOWI selalu pencantumkan disclaimer di bagian akhir dari tulisan, walaupun dibuat kecil supaya pembaca tidak bisa melihatnya. Kalau anda tidak membacanya, jangan salahkan EOWI. Setidaknya kesalahan tidak bisa ditimpakan ke EOWI.

Cardinal Sin Bank Sentral
Saya tidak tahu bagaimana menterjemahkan kata cardinal sin. Cardinal Sin, bukan pemimpin agama katholik yang bernama Sin, tetapi......., mungkin bahasa Indonesianya yang sepadan adalah dosa bueeesarrr. Bank-bank sentral dunia, terutama the Fed, telah melakukan dosa yang bueesarrr. Pasar uang dan pasar modal telah diubah oleh para banker di bank-bank sentral dunia, pada khususnya the Fed menjadi arena judi dan spekulasi. Dan ini akan terus berlanjut sampai bubble finansial meledak. Dan nampaknya proses ini sedang berjalan. Mungkin dan wawlaahualam.
Yang mereka lakukan mengutak-atik, ikut campur dalam riba. Dunia dibanjiri oleh kredit dan hutang, yang istilah kerennya likwiditas sejak tahun 1990. Kredit membanjiri berbagai sektor-sektor. Bubble tumbuh, dimulai dengan saham tech, Nasdaq, pasar hutang emerging market.  Kemudian bubble ini meletus, krismon Asia, Amerika Latin, Mexico, dan....Nasdaq. Itu disekitar tahun 1997 - 2002.
Untuk menangkalnya, sekali lagi the Fed kembali mengucurkan likwiditas. Dan bubble sektor properti tumbuh, komoditi juga membubble. Bahkan emas, wow, dispekulasikan.
Bubble properti di US dan sebagian dunia, pecah oleh kredit subprime 2007 - 2008. Kemudian....., likwiditas dikucurkan kembali. Dan......, cerita EOWI kali ini dimulai dari tonggak sejarah ini.
Pada bulan Februari lalu McKinsey Global Institute mengeluarkan hasil studinya tentang hutang global yang masih menggembung. Berdasarkan laporan tersebut posisi hutang dunia tahun 2015 ini adalah $200 trilliun. Padahal sebelum krisis subprime ada di $140 trilliun, di tahun 2008. Jadi ada kenaikan $60 trilliun.
Katanya the Fed dan bank sentral dunia membidik pertumbuhan ekonomi dengan ke-tidak-bijaksanaan QE, pengucuran kredit ini. Oleh sebab itu kita lihat hasilnya untuk menentukan apakah hal ini adalah kebijaksanaan atau ke-tidak-bijaksanaan. Pertumbuhan ekonomi dunia dalam kurun waktu 7 tahun, dari 2008 sampai 2015 adalah $15 trilliun saja, yaitu dari $55 trilliun menjadi $77 trilliun.  Jadi dengan kredit $60 trilliun hanya ¼ nya saja atau $15 trilliun, yang effektif menjadi aktivitas ekonomi selebihnya menjadi entah apa, bubble, malinvestment, spekulasi atau apaun yang wawlahualam.
Angka-angka statistik Cina membuat mata terbelalak lebih lebar lagi. Kita mulai saja tahun 2000, saat comodity bull market dimulai. Tingkat kredit yang ada hanya $ 2 trilliun dan 14 tahun kemudian menjadi $ 28 trilliun. Pada saat krisis subprime tingkat kredit di Cina sekitar $ 7 trilliun, dan 7 tahun kemudian menjadi $ 28, artinya ada kenaikkan $ 21 trilliun. Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang katanya seperti mukjizat itu hanya dari $5 trilliun ke $ 10 trilliun. Kemana yang $ 16 trilliun lagi?

Arus Balik
15 tahun kredit boom membuat banyak malinvestment di sektor  pertambangan, minyak dan perkebunan, manufakturing, transportasi dan distribusi global. Secara lokasi, sasarannya adalah Cina dan emerging countries. Selama itu, uang mengalir ke Cina, ke Saudi, ke negara-negara peng hasil barang-barang dasar dan komoditi (Russia, Australia, Canada, Indonesia....dst), ke emerging countries dan membuat cadangan devisa negara-negara ini tumbuh bak bayi mukibat. Bayi mukibat yang tidak sehat.
Tetapi mungkin, insya Allah,  ekspansi kredit telah memasuki level maksimum dan ini dikenal sebagai fase crack-up. Deflasi global akan memberi tekanan kepada harga barang dan jasa yang utamanya dalam dollar.
Kapital dollar keluar dari negara ini dan membuat cadangan devisanya melorot, turun. Mari kita lihat Cina yang menjadi kancah spekulasi dan kancah permainan mukjizat pertumbuhan ekonomi. Puncak cadangan devisa dicapai pada tahun lalu, sekitar bulan May 2014 pada level $ 4 trilliun. Beberapa bulan sebelumnya, pada bulan Januari 2014, nilai tukar yuan terhadap US dollar mencapai RMB 6.05 per US dollar. Sejak May 2014, cadangan devisa Cina merangkak turun. Mungkin tidak bisa disebut merangkak, karena  besarnya $ 320 milyar. Atau hampir 3 kali cadangan devisa Indonesia. Kata yang lebih baik mungkin terjun, tergerus, atau sejenisnya. Bersamaan dengan itu nilai tukar yuan juga turun ke RMB 6.36 per US dollar. Walaupun hanya sekitar 5%, tetapi hal ini merupakan kejutan bagi banyak analis. Yuan melemah??

Cadangan Devisa Cina dan Nilai Tukar Yuan
Para penganut teori konspirasi seperti Jim Rickards mungkin berpikir bahwa Cina sedang melakukan serangan terhadap ekonomi US. Dan ini dilakukan bersama-sama dengan sekutu komunisnya yaitu Russia mereka membuang US dollar yang dipegangnya dalam cadangan devisanya. Cadangan devisa Russia juga turun.
Menurut pandangan kubu teori konspirasi, Russia dan Cina bersama-sama melepas surat-surat obligasi US dollarnya. Targetnya mungkin untuk menaikkan suku bunga di US dan menghancurkan US dollar, negara kapitalis musuh bebuyutan mereka. Kalau Cina melepas $ 360 milyar, sekitar 10% dari cadangan devisanya, Russia melepas 33% dari cadangan devisanya atau $160 milyar. Tetapi anehnya, bukan US dollar melemah akibat dilepasnya $ 520 milyar oleh ke dua musuh bebuyutannya dalam idiologi, melainkan US dollar malah menguat.

Cadangan Devisa Russia
Kalau teori konspirasi Jim Rickards benar, maka rubel, mata uang Russia akan menguat. Kalau Russia melepas cadangan dollarnya, menjual dollarnya maka nilai tukar rubel akan menguat. Ternyata dalam 2 tahun ini rubel malah melemah. Fenomena ini membuat teori konspirasi menjadi lemah.

Nilai Tukar Rubel Russia Terhadap US Dollar
Bagaimana dengan zone euro yang notabene adalah konconya Amerika Serikat. Mereka juga mengalami pengempisan cadangan devisa. Lihat  cadangan devisa zone Euro yang melorot. Tetapi......, sama dengan Cina dan Russia, nilai tukar euro terhadap US dollar juga turun. Catatan grafik di bawah menunjukkan nilai tukar US $ per € 1. Dollar menguat dari $ 1.38 per € 1 di awal tahun 2014 menjadi $ 1.1  per € 1 pada pertengahan 2015. Kenapa?

Cadangan Devisa Zone Euro dan nilai tukar US$-euro
Lalu...., bagaimana dengan Jepang yang juga konconya US. Mereka juga mengalami pengempisan cadangan devisa. Tidak banyak, hanya $50 milyar dalam setahun ini. Apakah mereka melakukan serangan keuangan terhadap US? Ide yang gila. Tetapi....yang terjadi pada Jepang sama seperti yang terjadi pada Cina. Nilai yen terdepresiasi terhadap US dollar.

Cadangan Devisa Jepang dan nilai tukar yen/US$
Okey....., bagaimana dengan Saudi Arabia yang selalu suka di bawah ketiak Amerika. Mereka melepas $ 30  milyar dari cadangan devisanya. Serangan ekonomi ke Amerika? Kalau anda masih mempercayai currency war dan teori konspirasi......, mungkin anda bisa percaya kalau tuhan melakukan poligami. Sungguh absurd.

Cadangan Devisa Saudi Arabia
Saya tidak yakin teori konspirasi Jim Rickards masuk akal, absurd. Oleh sebab itu EOWI mengajukan teori US dollar pulang kandang.
Menurut EOWI, the Fed mengucurkan kredit gila-gilaan, setelah bubble tech Nasdaq tahun 2000 dan kasus Enron meletus, kemudian dilanjutkan dengan kasus subprime. Dan diikuti oleh banyak negara. Akibatnya ekonomi dibeberapa negara mengalami boom, marak selama pengucuran likwiditas ini. Tetapi tipe kemarakan ekonomi seperti ini disebut crack-boom, dasarnya spekulasi. Uang/kredit mengalir ke Cina, negara-negara penghasil komoditi, dan emerging countries. Investasi marak. Pabrik dibangun. Infrastruktur dibangun. Properti di negara-negara ini juga marak. Kapasitas baik itu kapasitas produksi manufakturing, produksi bahan dasar (minyak, batubara, minyak sawit, gas, bahan tambang), kapasitas hunian, kapasitas properti komersial, kapasitas infrastruktur (terutama di Cina dan Jepang), dibangun melebihi kebutuhan riil.
Kalau pertumbuhan ekonomi negara-negara ini, terutama Cina dan emerging countries agak gila-gilaan, tidak perlu diherani. Karena banyak kredit masuk ke situ. Tetapi, seperti yang disebutkan sebelumnya, penggunaan kredit/hutang tidak effektif. Untuk $1 pertumbuhan ekonomi, diperlukan $4 hutang. Itu tidak effektif.
Hutang ada batasnya. Maksud saya, bubble hutang/kredit ada batasnya, suatu saat akan meletus. Saatnya adalah dimana bebannya menjadi terlalu berat untuk ditanggung dan tidak ada lagi objek yang bisa dispekulasikan, potensi untuk memperoleh keuntungan mengecil dan resiko membesar. Di saat itu, investor merealisasikan keuntungannya. Aksi ambil untung berlangsung beramai-ramai, serentak, sepertinya takut ketinggalan. 

Bubble hutang dunia yang $ 200 trilliun sudah terlalu besar untuk GDP dunia (lebih tepatnya Gross World Product) yang sebesar $ 78 trilliun. Hutang lebih dari 2.5 kali dari ekonomi. Itu beban yang berat. Dengan effektifitas penggunaan hutang untuk memacu pertumbuhan yang hanya 25%, kondisi seperti ini tidak bisa berlanjut. Potensi keuntungan sudah mentok. Resiko meningkat.
Para investor dan spekulan menariki modal milik mereka pulang. Dollar balik kampung. Selanjutnya kredit akan mengering. Saluran kredit mampet. Teori ini lebih masuk akal dari pada teori serangan ekonomi negara komunis ke Amerika Serikat.
Di samping dollar balik kampung, para eksportir lokal, tidak mau merepatriasikan hasil ekspornya ke negara masing-masing. Tidak ada gunanya karena toh..., bisnis sedang melambat. Lebih baik diparkir dalam dollar di luar negri. Ini memperparah keadaan.

Paket Ke-Tidak-Bijaksanaan IV RI yang Tumpul
Dalam rangka menangkal keluarnya modal dari Indonesia, dan untuk memperkuat ekonomi dalam negri, NKRI telah mengeluarkan beberapa paket ke-tidak-bijaksanaan. Entah sudah sampai jilid berapa sekarang. Mungkin jilid 4, entah lah. Salah satunya adalah pengampunan pajak.
Menurut pengusul RUU Pengampunan Nasional Hendrawan Supratikno diperkirakan NKRI bisa memperoleh pemasukan sebesar Rp 3000 trilliun sampai Rp 7000 trilliun jika undang-undang ini diberlakukan.
Bisakah?
Pertama, DPR bukan badan yang effisien. Untuk mengatakan Rp 3 – 7 quadrilliun, masih menggunakan trilliun yang harus ditambah 3 angka nol. Hendrawan dan anggota DPR tidak tahu caranya menyebut angka-angka itu secara effisien. Orang bisa menyebut 1 trilliun dengan 1 juta-juta atau seribu milyar. Tetapi itu tidak efeektif. Jadi dari orang yang tidak effektif apakah bisa diharapkan manuvernya akan effektif juga?
Kedua, orang yang punya uang trilliunan rupiah, apa itu koruptor, pelaku bisnis yang jujur, yang busuk atau apapun, dapat dipastikan sudah tidak perduli lagi dengan masalah kewarganegaraan. Mereka memarkir uangnya di luar negri karena lebih menguntungkan. Bahkan, kalau perlu ganti kewarganegaraan, ganti passport, mereka juga tidak perduli. Yang penting mana yang lebih menguntungkan. Kewarganegaraannya adalah duit.
Saya pikir, usaha DPR, pemerintah untuk menahan laju depresiasi rupiah akan percuma. Mereka belum berpikir lagi, mengenai para eksportir yang memarkir hasil ekspornya di luar negri. Mau diapakan mereka ini?
Good luck.

Dollar Rally Kembali
Minggu lalu, Elliot Wave International memberi kesempatan gratis untuk melongok analisa mereka. Karena gratis, maka EOWI juga ikut melihat analisa mereka.
Seperti yang EOWI katakan 2 minggu lalu bahwa koreksi wave-4 terhadap US dollar indeks pada fase terakhirnya. Ternyata, hal ini dibenarkan/didukung oleh Elliot Wave International.
Berikut ini adalah grafik-grafik yang saya ambil dari Elliot Wave International.

Elliot Wave Dollar Indeks (harian)
Pada penutupan hari Jumat 23 Oktober 2015, indeks dollar ada pada level  97.04. Level ini berdasarkan chart hariannya, lebih tinggi dari wave i. Maka nampaknya wave iii sudah berlangsung. Dan wave 5 diperkirakan juga sudah berlangsung. Untuk wave-5, akan lebih jelas dilihat pada chart mingguannya di bawah ini.

Elliot Wave Dollar Indeks (mingguan)
Walaupun komponen indeks dollar didominasi oleh euro, tetapi ternyata bahwa untuk mata uang lainnya, koreksi US dollar sudah berakhir dan rally berikutnya baru dimulai. Berikut ini beberapa chart mata uang berbasis komoditi, dollar Australia dan rubel Russia, yang saya ambil secara gratis dari Elliot Wave International. 

Elliot Wave Dollar Australia (harian)


Elliot Wave Dollar Australia (mingguan)
Dollar Australia baru mulai wave iii impulse. Sedang  rubel Russia mungkin baru saja menyelesaikan wave 4 yang merupakan counter trend wave.

Elliot Wave Rubel Russia (harian)
Bagaimana dengan rupiah?
Silahkan tebak sendiri.
Sekian dulu, jaga kesehatan anda baik-baik dan juga tabungan anda. Semoga anda termasuk orang-orang yang mampu melewati krisis ini dengan kepala tegak, menatap ke depan, berdiri gagah, penuh optimisme. Bukan mereka yang lesu dengan kepala terkulai........
Jakarta 25 Oktober 2015
 



Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

88 comments:

Lestari Fbbb said...

Analisa yang mantap..sudah diduga..!
Cuma pak is tdk membahas dampaknya buat ekonomi negara ini jika super deflasi dunia bener bener terjadi....

Palokiev said...

tingginya hot money jika dibanding dengan devisa negara sudah cukup menjadi indikator bahwa rupiah dalam bahaya besar. ini adalah bom. tinggal tunggu saat meledaknya saja

Anonymous said...

Bener2 MANTAB, pembaca yg lain Mas IS ini hanya analys saja bukan yahudi yg menguasai amerika (dolar) dan pemerintah yg menguasai rupiah, jadi jangan menyalahkan atau menyuruh yang engga-engga.

Andi said...

Pak IS & jg pembaca yg lain,

Sy org awam yg tidak mengerti ttg hal-hal rumit sy ingin bertanya. Sy membaca di luar kalau Robert Kiyosaki dan banyak orang yg memprediksi 2016 ekonomi amerika collapse dan bisa2 USD jadi toilet paper. Yang sy heran justru disini pak IS menyarankan kita pegang USD.

Pertanyaan saya, bukan mana yg benar tp bagaimana bila sy mau ambil jalan tengah atau 'aman'/risk yg paling minim, misal emas. Dari penjelasan pak IS di post lain sdh dijelaskan kalau harga emas akan turun tp menurut pendapat sy kalo misal USD jd toilet paper (yg otomatis semua mata uang jg) bukankah lebih aman kita pegang emas? Dan seandainya USD baik2 aja jg sy masih ikhlas harga emas turun. Sy ingin mendapat masukan dari pembaca2 yg lain atau dari pak IS.

Terima kasih sebelumnya.

Imam Semar said...

Andi,
Saya tidak tahu apa basis/argumen dari Robert Kiyosaki bahwa emas akan terbang dan US dollar akan hancur. Kenapa US dollar akan menjadi toilet paper? Apa mekanismenya.

Jim Rickards misalnya, dia punya asumsi bahwa Cina, Russia dan musuh2 US yang saat ini punya setumpuk US dollar dalam cadangan devisanya. Suatu saat akan melepas cadangan US dollarnya dan akan membuat nilai US dollar jatuh. Itu teorinya Jim Rickards.

Jim Rickards berpikir bahwa US dollar di cadangan devisa mereka adalah milik Cina, Russia atau negara yang bersangkutan. Jim tidak berpikir bahwa sebenarnya itu adalah uang spekulan dan investor yang "dititipkan" ke bank sentral negara ybs.

Jadi pada saat investor/spekulan memutuskan untuk keluar dari game, mereka akan minta kembali uang mereka, yang tentu saja dalam US dollar. Itu yang tidak terpikirkan oleh Jim Rickards.

Jim Rickards juga berpikir bahwa jika peran the Fed digantikan oleh IMF denga SDRnya, maka nilai dollar akan jatuh.

Problemnya......, ketika investor/spekulan keluar dari game, mereka minta US dollar, bukan SDR. Karena mereka harus mengembalikan uang panas (yang dipinjam dari) bank-bank komersial.

Andi, mungkin anda bisa membaca kembali apa yang menjadi asumsi Robert Kiyosaki,jadi pembaca yang lain bisa kasih opini.



Anonymous said...

Pak Andi, Pak Imam ini sejak dahulu telah mengajarkan saya tentang Sistem Ekonomi yang sedang berjalan saat ini. Beliau mengajarkan tentang sejarah uang, bagaimana ketidak adilan dari sistem Moneter saat ini. Uang Kertas maupun Uang Digital yang Zalim karena bisa dibuat dari "Angin". Beliau mengajarkan bagaimana sistem Uang Fiat ini adalah sistem yang tidak benar karena berdasarkan pemaksaan pemerintah. Juga beliau mengajarkan bagaimana Sistem Uang Kertas/Digital sekarang menggunakan Fractional Reserve System yang intinya Sistem Ini pada dasarnya sudah Gagal sejak pertama dibangun dan akan hancur nantinya. Hanya Tuhan yang tahu kapan sebagaimana dulu hancurnya Uni Soviet banyak yang tidak menduga.

Coba Pak Andi baca-baca tulisan Pak Imam di tahun-tahun dahulu dan akan Pak Andi temukan Pencerahan betapa Zalimnya Uang Fiat itu termasuk dalam hal ini Uang Dollar, Uang Rupiah dan Uang Fiat lainnya. Akan Pak Andi temukan di tulisan2 beliau bahwa, Uang Dollar ini sebenarnya sama saja dengan Uang Zimbabwe yang nantinya akan kembali ke nilai asalnya yakni sejenis Toilet Paper.

Semoga Pak Imam mendapatkan balasan yang sebaik-baiknya dari Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala Pencerahan yang telah beliau berikan berupa tulisan2 di Blog beliau ini kepada para Pembacanya termasuk saya pembacanya sejak tahun 2008.

Satu lagi Pak Andi, dahulu ada satu lagi blog bagus yang sejenis blog Pak Imam ini dan juga memberikan kepada saya banyak Pencerahan yakni http://pohonbodhi.blogspot.co.id/. Sayangnya blog tersebut mati suri sejak tahun 2012. Semoga blog tersebut bisa hidup kembali dan bersama-sama blog Pak Imam bisa memberi pencerahan kepada sebanyak mungkin Masyarakat. Amin.

Mahir syah said...

Assalamu'alaikum Pak IS, perkenalkan saya Mahirsyah. Saya termasuk salah satu pembaca baru blog Bapak. Dimulai awal September 2015 lalu.Dan saya setuju dengan prediksi Bapak. Kenapa?karena menurut saya, seseorang dapat dipercaya prediksinya benar jika telah teruji alias prediksinya yang telah lalu benar. Waktu pertama membaca EOWI, saya langsung membaca prediksi Bapak tahun 2007, waktu itu Bapak prediksi 2008 akan terjadi bubble properti dan krisis, dan ternyata TEPAT Pak. Saya sangat mengapresiasi dengan adanya blog EOWI ini, karena membantu masyarakat agar waspada akan terjadinya gonjang ganjing ekonomi dan memberi saran langkah apa yang perlu diambil untuk menghadapinya. Saya sangat berterima kasih Pak. Pak IS, karena saya awam dalam hal prediksi ekonomi, saya mohon saran,bantuan Bapak, Bagaimana cara agar dapat menjadi Ahli ekonomi seperti Bapak?mohon petunjuk dari Bapak. Terima kasih.

Anonymous said...

Spekulan menitipkan Usd ke bank sentral pak Is? How?

Anonymous said...

Kalo saya boleh menganalisa untuk beberapa tahun ini dollar tetap dominan namun sepertinya bakal ada buble baru terawangan saya sih bitcoin atau crypto currency lainnya. Analisanya sih market caps di crypto currency sudah cukup besar yaitu 4,6 M USD. Crypto currency semacam bitcoin awalnya hanya semacam uang virtual yang hanya laku di komunitas terbatas namun entah bagaimana sekarang Bitcoin dengan tekhnologi revolusionernya blockchain begitu fenomenal mencuri perhatian bank-2x raksasa seperti credit suise BNP paribas, Citibank, Barclay JP Morgan dll Milyaran dollar sudah dikucurkan untuk sesuatu yang sebenarnya tidak layak disebut sebagai uang. Jadi saya bertaruh dalam beberapa tahun ke depan tekhnologi crypto currency ini akan menjelma menjadi buble baru. "Jaman e jaman edan yen ora ngedan ora keduman" Monggo di analisa bareng-2x yuk.






Andre said...

26-Okt-2015: Transaksi BEI 25,72 Triliun, Asing Masuk di Pasar Reguler 547 Miliar

Kebijakan jokowi hingga jilid 5 mulai disambut baik oleh para investor dan pemodal asing dengan masuknya transaksi 25T ke dalm bei.

Cash sudah bergerak ekonomi mulai diperbaiki, pem di berbagai negara mulai mengeluarkan kebijakan2 untuk menstimulus ekonomi.

Anda masih memegang harapan pada cash? Dollar lagi..Analisa anda terlalu rumit dan subjektif dan cenderung ke pesimisme terhadap indonesia dan pemerintah. data2 ihsg menunjukan quartal 3 ekonomi indonesia mulai tumbuh ditambah kebijakan jokowi yang mulai menstimulus pasar,karena itu investor dr berbagai kalangan mulai membanjiri bei dgn transaksi 25T dalam sehari, sudah saatnya mengakui analisa anda salah.

Imam Semar said...

Anonymous October 26, 2015 at 7:21

Quote: Spekulan menitipkan Usd ke bank sentral pak Is? How? Unquote


Spekulan/investor masuk ke Indonesia dgn dollar pinjaman. Dia 'kan beli rupiah, supaya bisa main (saham, bikin pabrik, bond, dll). Dollarnya oleh BI diserap, di-sterilkan) dari pasar. Ini 'kan sama saja dititipkan ke BI.

Ketika sudah bosan main di Indonesia, assetnya dijual dan memperoleh rupiah. Kemudian rupiahnya ditukarkan ke dollar sebelum keluar. Dan BI akan mengambil dollarnya untuk disupply ke pasar.

Itung2 si spekulan menitipkan dollarnya ke BI, 'kan?

Imam Semar said...

Wa alaikum salaam Mahir Syah,

Untuk menguasai suatu ilmu....adalah gigih dan rajin belajar dan mengamati. Diskusi dgn orang yang diperkirakan faham. Dan yang paling penting kritis. Jangan cepat percaya.

Tidak ada resep yang khusus.

Salam.

Mahir syah said...

Terima kasih Pak IS atas petunjuknya. Mohon saran Referensi2 buku atau tempat belajar yang bagus?hubungannya dengan ekonomi, valas/forex, saham

Anonymous said...

Pak IS gimana analisanya soal kebijakan pemerintah

upah buruh = GDP + inflasi

dan apakah yg bkl terjadi ketika bubble derivative global mengalami implosion?

Andre said...

26-Okt-2015: Transaksi BEI 25,72 Triliun, Asing Masuk di Pasar Reguler 547 Miliar

Kebijakan jokowi hingga jilid 5 mulai disambut baik oleh para investor dan pemodal asing dengan masuknya transaksi 25T ke dalm bei.

Cash sudah bergerak ekonomi mulai diperbaiki, pem di berbagai negara mulai mengeluarkan kebijakan2 untuk menstimulus ekonomi.

Anda masih memegang harapan pada cash? Analisa anda terlalu rumit dan subjektif dan cenderung ke pesimisme. data2 ihsg menunjukan quartal 3 ekonomi indonesia mulai tumbuh ditambah kebijakan jokowi karena itu investor dr berbagai kalangan mulai membanjiri bei, sudah saatnya mengakui analisa anda salah.

Palokiev said...

@andre
jika jokowi sukses memberi stimulus ke ekonomi itu hal baik

tapi tidak merubah fakta bahwa ada hot money dengan jumlah besar di inonesia, dan banyak hal yang bisa memicu hot money tersebut keluar, yang mana devisa negara tidak akan mampu menyelamatkan rupiah jika hal itu terjadi.

anda terlalu melihat pada kondisi sesaat saja. penguatan rupiah adalah hal yang baik, tapi coba teliti kenapa penguatan rupiah tertahan, tidak kembali seperti sebelumnya? ada hal2 yang mengkhawatirkan disini, termasuk fenomena koreksi dan fenomena buy lower.

kalau tidak salah ada trend tahunan bahwa dolar biasanya melemah pada bulan oktober.
fakta lain adalah, pada akhir tahun biasanya kebutuhan akan dolar meningkat, yang akan berimbas kenaikan nilai dolar.

christian said...

teori robert kiyosaki usang dan sudah lama sekali....teorinya hanya baby boomer di tahun 2016 akan menerima uang pensiun 401k yg bisa ditarik ditahun depan....dan krn babby boomer tsb hanya dipaksa menanamkan uang maka mrk tdk mengerti investasi dan menarik semua uangnya....teorinya hanya seabsurd itu....tidak membahas tentang kebodohan manusia yg terus terusan memompa utang sampai disuatu titik meledak....kalo saya lebih parah lg percayanya...ekonomi dunia mungkin bisa berubah tanpa menggunakan uang...krn disuatu titik utang begitu byk dan semua diinvestkan ke sesuatu yg tidak produktif...dan meledak semua....chaos dan mungkin org tidak percaya uang lagi...

Forex Hunting Pips said...

Melihat trend empat tahunan dan trend tahunan, harga sudah keluar dari jalur normal nya, dimana sebelum nya (masa SBY, kurs USDIDR itu selalu flat), Tren besar ini secara struktur akan terus berjalan sampai mencapai titik ekuilibrium baru. Tren ini tidak akan berubah hanya dalam waktu yang singkat dan berbalik arah. Butuh waktu tahunan pula untuk merubah struktur tren tersebut. Analisa bung IS sangat akurat.
trims

Anonymous said...

Kelihatannya uang masa depan adalah emas dan mungkin... cryptocurrency (bitcoin dan yang lain). Bagaimana pendapat pak Is ttg cryptocurrency?

denmas said...

Dlm hidup sy berkeyakinan bahwa tidak ada yg salah dari takdir Allah.. tidak ada sesuatupun yg diciptakanNYA sebagai sesuatu yg tidak ada maknanya/sia2.. Dialah yg menakdirkan manusia di bumi skg s/d 7 milyar.. yg spt kata bung IS di tulisan2 terdahulu, pun tidak lebih buruk derajat kemiskinan/kelaparannya dibanding 100-200 tahun yl di kala jumlah manusia hanya seperempatnya dan begitu dulu2nya.. begitupun dgn perputaran uang di sini.. hal yg baik adalah.. sesuatu itu menjadi berharga karena jumlahnya dibikinNYA terbatas ("seolah2 terbatas") sehingga diperebutkan/disepakati sebagai sesuatu yg berharga.. dari nilai2 kehidupan, sebenarnya harga/tingkat ketergantungan hidup manusia thd minyak, emas. perak, kertas toilet dkk tidak pernah sebesar ketergantungannya thd oksigen & air.. sesuatu yg sering dianggap remeh karena Tuhan menakdirkannya sebagai berlimpah2 tdk spt barang2 tsb.. adakah kita selalu merenunginya/kontemplasi? Adakah saudara2 kita yg sedang "sesak nafas dan kehausan" karena asap & kemarau, masih sempat berpikir panjang ttg kurs, minyak, emas dkk.. saya setuju dgn pandangan Bung IS, lebih karena mmg demikianlah faktualnya.. kita memang "diciptakan" untuk "dibohongi" penguasa/pemerintah.. kita bekerja untuk menghidupi "mereka2" yg tidak pernah lelah/sadar "mengerjain" hidup kita.. mmg sulit rasanya untuk menjaga tetap berkhusnudzon ke penguasa.. umumnya kita adalah "fakir & miskin" akan "kekuasaaan/kedaulatan", namun jarang sekali penguasa "menginfakkan" kekuasaan/kedaulatannya itu dgn semestinya.. apa2 naik, apa2 bayar, kl ga KKN dipersulit.. :D

Andi said...

Terima kasih Pak IS untuk balasannya. Benar sekali dasarnya seperti yang dijelaskan oleh Pak Christian yang saya baca. Disini saya jadi bingung karena ada 2 opini. Prediksi Kiyosaki thn 2008 pun tepat jd sy sbg org awam ingin ambil jln tengah yaitu emas meskipun sy jg percaya harga saat ini sudah tinggi, saya hanya kuatir bila benar2 uang fiat akan jadi toilet paper.

Jadi saya akan simpan banyak di emas dan sedikit dollar.

decky_p said...

Sbg org awam sy ingin bertanya, mungkin tidak sih kalo memang benar rupiah-usd bakal naik tp disaat bersamaan jg rupiah itu jadi tidak berharga seperti usd (bila ekonomi us kolaps). katakanlah tembus 25rb pun tetap tidak bisa buat beli apa2 alias jadi toilet paper?? tidak ada valuenya gitu?? karena patokannya dollar sedangkan dollarnya sendiri waktu itu tidak berharga??

Mohon pencerahannya, trima kasih banyak.

Anonymous said...

Pemerintahan jokowi ini sy lihat mirip mirip kayak Mikhael Gorbachev dan soekarno,sok sok an berlagak kayak dewa tp malah membuat negara chaos dan nyungsep..akhirnya indonesia bakalan bubar

Andre said...

@palokiev dan semuanya yang menilai kita sedang dalam bahaya krisis ekonomi

Selama ada pasar uang, pasar modal, emerging market tidak bisa lepas dr hot money, trend bullish selalu mengikuti aliran hot money masuk dan senaliknya meninggalkan kehancuran saat keluar.

pertanyaannya kapan hot money keluar?

apakah indonesia bisa bertahan jika hot money tiba2 keluar?

Jawabnya ada di fundamental ek indonesia yg jarang dibahas disini dan cenderung disepelekan.

Benerapa bulan lalu ketika fed hampir menaikan suku bunga, aliran hot money bisa dikatakan sudah keluar semua dari emerging market. Dollar ditarik dr emerging market secara masiv, pasar modal di semua negara terjadi penjualan besar2an dipimpin okeh aliran keluar nya dana asimg selama beberapa bulan dan pasar keuamg disemua negara terjadi gejolak.

Faktanya indonesia tetap bertahan pada masa itu,masa dimana hot money sudah meninggalkan indonesia. Justru negara2 lain yang hampir dinyatakan bangkrut tp tdk indonesia,Knp?

Pertumbuhan ek indonesia 12 tahun terakhir selalu tumbuh diatas 4%, sedangkan rata2 pertumbuhan ek dinia ada di 2-3%.

Cadev indonesia thn 1998 $23milyar,ketika terjadi krisis negara hanya bisa pasrah melihat dollar bergerak dari rp4000 ke rp17000 naik 400%, jika anda memprediksikan kehancuran seperti 1998 disituasi saat ini maka dolar dr 13000 setidaknya dollar bergerak ke 52.000 naik 400% tp nyatanya 14800 sudah tdk dpt menekan rupiah lebih dlm lg, pem hanya perlu mengelontorkan sebagian kecil dr cadevnya untuk mengontrol kembali nilai rupiah.kenapa?

Sekali lagi fundamental indonesia jauh bertumbuh drpd tahun 1998, cadev $23m tumbuh menjadi $107m naik +/-5000% ya tumbuh 5000% selama 17 tahun. Cadev kita dari negara bukan apa2 menjafi setara dengan cadev negara korea selatan

1 lagi yang perlu anda ketahui, kenapa saat the fed tidak jadi menaikan rate indonesia menjadi incaran hot money?

Dalam dunia investasi hanya 1 yang menjadi faktor penentu, yaitu trust, dunia investasi adalah dunia penuh ketidakpastian, kunci investor memberikan sebagian uangnya ada pada karakter pemimpin suatu perusahaan atau negara. Karena melalui pemimpinlah trust itu terbangun. Kenapa jokowi menjadi penentu disini? Bukan pem indonesia secara keseluruhan?

Ada hal yang dilakukan pres kita jokowi tp tidak dilakukan pemimpin neg lain, saat hot money siap menghujani negara dengnan dana segarnya, sebagai catatan dalam kondisi global resesi aliran hot money sangat membantu membooster pertumbuhan ek pd masa yg sulit. Apa yang dilakukan jokowi? Lihat saja sendiri history sepak terkang jokowi dalam beberapa tahun memimpin indonesia ini, jika anda pemilik hot money ataupun berjiwa investor pasti sadar benar peranan jokowi dalam era ini.

Memegang cash terutama dollar disaat pasar modal bullish, ketika pemilik hot money menggerakan roda ihsg sunggulah sangat tidak efisien dan mubasir.

jikapun anda takut aliran hot money mengancam rupiah, ketakutan anda sangat tidak beralasan. Ya teman, kita sudah mengalaminya 2 bln lalu hot money meninggalkan infonesia dan emerging market lainnya tp kita masih berdiri tegar, bahkan indonesiapun menyarankan the fed segera menaikan rate pada masa itu dan menyerap dollar mereka drpd bertele2 membuat ketidak pastian global yang menghambat roda perekonomia, dimana indonesia sekarang ini sedang gencar melalkukan perombakan dan pembangunan ekonomi, infrastruktur, dll dibawah komando jokowi dan temannya ahok, 2 tokoh pembawa perubahan pemerintahan orde baru menuju sistem yang baru

Jd banggalah menjadi org indonesia di era jokowi dan ahok ini. Dan takutlah buat para pejabat yang berkarakter korup dengan afanya 2 tokoh kita.

Andre said...

@palokiev dan semuanya yang menilai kita sedang dalam bahaya krisis ekonomi

Selama ada pasar uang, pasar modal, emerging market tidak bisa lepas dr hot money, trend bullish selalu mengikuti aliran hot money masuk dan senaliknya meninggalkan kehancuran saat keluar.

pertanyaannya kapan hot money keluar?

apakah indonesia bisa bertahan jika hot money tiba2 keluar?

Jawabnya ada di fundamental ek indonesia yg jarang dibahas disini dan cenderung disepelekan.

Benerapa bulan lalu ketika fed hampir menaikan suku bunga, aliran hot money bisa dikatakan sudah keluar semua dari emerging market. Dollar ditarik dr emerging market secara masiv, pasar modal di semua negara terjadi penjualan besar2an dipimpin okeh aliran keluar nya dana asimg selama beberapa bulan dan pasar keuamg disemua negara terjadi gejolak.

Faktanya indonesia tetap bertahan pada masa itu,masa dimana hot money sudah meninggalkan indonesia. Justru negara2 lain yang hampir dinyatakan bangkrut tp tdk indonesia,Knp?

Pertumbuhan ek indonesia 12 tahun terakhir selalu tumbuh diatas 4%, sedangkan rata2 pertumbuhan ek dinia ada di 2-3%.

Cadev indonesia thn 1998 $23milyar,ketika terjadi krisis negara hanya bisa pasrah melihat dollar bergerak dari rp4000 ke rp17000 naik 400%, jika anda memprediksikan kehancuran seperti 1998 disituasi saat ini maka dolar dr 13000 setidaknya dollar bergerak ke 52.000 naik 400% tp nyatanya 14800 sudah tdk dpt menekan rupiah lebih dlm lg, pem hanya perlu mengelontorkan sebagian kecil dr cadevnya untuk mengontrol kembali nilai rupiah.kenapa?

Sekali lagi fundamental indonesia jauh bertumbuh drpd tahun 1998, cadev $23m tumbuh menjadi $107m naik +/-5000% ya tumbuh 5000% selama 17 tahun. Cadev kita dari negara bukan apa2 menjafi setara dengan cadev negara korea selatan

1 lagi yang perlu anda ketahui, kenapa saat the fed tidak jadi menaikan rate indonesia menjadi incaran hot money?

Dalam dunia investasi hanya 1 yang menjadi faktor penentu, yaitu trust, dunia investasi adalah dunia penuh ketidakpastian, kunci investor memberikan sebagian uangnya ada pada karakter pemimpin suatu perusahaan atau negara. Karena melalui pemimpinlah trust itu terbangun. Kenapa jokowi menjadi penentu disini? Bukan pem indonesia secara keseluruhan?

Ada hal yang dilakukan pres kita jokowi tp tidak dilakukan pemimpin neg lain, saat hot money siap menghujani negara dengnan dana segarnya, sebagai catatan dalam kondisi global resesi aliran hot money sangat membantu membooster pertumbuhan ek pd masa yg sulit. Apa yang dilakukan jokowi? Lihat saja sendiri history sepak terkang jokowi dalam beberapa tahun memimpin indonesia ini, jika anda pemilik hot money ataupun berjiwa investor pasti sadar benar peranan jokowi dalam era ini.

Memegang cash terutama dollar disaat pasar modal bullish, ketika pemilik hot money menggerakan roda ihsg sunggulah sangat tidak efisien dan mubasir.

jikapun anda takut aliran hot money mengancam rupiah, ketakutan anda sangat tidak beralasan. Ya teman, kita sudah mengalaminya 2 bln lalu hot money meninggalkan infonesia dan emerging market lainnya tp kita masih berdiri tegar, bahkan indonesiapun menyarankan the fed segera menaikan rate pada masa itu dan menyerap dollar mereka drpd bertele2 membuat ketidak pastian global yang menghambat roda perekonomia, dimana indonesia sekarang ini sedang gencar melalkukan perombakan dan pembangunan ekonomi, infrastruktur, dll dibawah komando jokowi dan temannya ahok, 2 tokoh pembawa perubahan pemerintahan orde baru menuju sistem yang baru

Jd banggalah menjadi org indonesia di era jokowi dan ahok ini. Dan takutlah buat para pejabat yang berkarakter korup dengan afanya 2 tokoh kita.

Anonymous said...

si andre tau ga sih drmna timbunan cadev indo berasal?

eropa, china sma jepang lg bermasalah lesu ekonominya

mo jualan kemana lg ndre?

tuh 3 negara dh devaluasi biar ekspornya terjaga, nah disini mlh mati2an naikin rupiah dng korbankan cadev

pgn liat update cadev terbaru

coba aja nanya sma pelaku usaha dibawah pemerintahan si jokowi, apa usaha makin laris apa lesu?


Palokiev said...

@andre

data darimana anda dapatkan bahwa hot money keluar seluruhnya dari indonesia?
dari logikanya saja tidak masuk. hot money jauh diatas devisa negara, jadi kalau keluar semuanya ekonomi indonesia pasti goncang.
coba jangan asal2an. dikaji lebih dulu apa yang sedang anda bahas

Anonymous said...

Kabar baik menjelang akhir zaman.

Saudara/i terkasih.
Sampai saat ini apa yang disampaikan dan dipaparkan oleh pak IS dengan dukungan data-data yang ada berdasarkan fakta yg terjadi sebelumnya dan tentu dengan pengalaman dan wawasan yg dimiliki oleh pak Imam Semar adalah suatu hal yg jarang dilakukan oleh ahli-2 ekonomi atau para ahli investasi dan saya percaya Beliau menyampaikan apa yg Beliau ketahui dgn jujur tanpa ada niat terselubung.

Setahu saya dgn membaca tulisan pada blog "gratis" ini, Beliau juga tdk pernah menyarankan pemahaman maupun prediksi-2 oleh pak IS dijadikan sebagai saran kepada pembaca dlm melakukan investasi apalagi berspekulasi.

Ingat!
Hindari berspekulasi menjelang akhir zaman ini.

Saudara/i, terkadang prediksi kejatuhan ekonomi bisa terjadi diluar kemampuan ahli-ahli ekonomi utk memprediksinya.

Apakah ekonomi Amerika Serikat dan bahkan dunia akan Collapse di akhir tahun 2015 ~ paling lambat pada bulan Maret 2015?

KEMUNGKINAN BESAR (99%) AKAN TERJADI.

Lalu Anda bertanya, dasarnya apa?

Sudah dinubuatkan dalam Alkitab menjelang Kedatangan Tuhan akan terjadi gempa bumi dasyat, gelap gulita selama beberapa jam (bukan seperti peristiwa blood moon) pd tgl 28 Sep'15 namun itu sebagai tanda awal sebelum Hari Tuhan yg dasyat dan besar itu terjadi.

Jika itu terjadi, maka manusia akan panik dan saat itulah segala sesuatu terkait ekonomi jatuh karena kepanikan dan rasa takut yg luar biasa.

Berjaga-jaga dan berdoalah.

Tuhan sudah ada ditengah-tengah bangsa Israel dimana masa aniaya sedang terjadi disana.

Pesan saya pribadi kepada Pak Imam Semar;' carilah Tuhan yg sebenarnya selagi ada waktu yg tersisa.

Dalam hal ini saya tdk berbicara tentang agama atau kepercayaan.


Maranatha!



p45 said...

Dear mbah IS

Terimakasih atas informasinya selama ini, mungkin sudah waktunya saya mencari suaka setelah ditanda tanganinya PP 78/2015.

Semoga mbah IS sehat selalu.

Salam ...hardware firesale...

Regard
P45

denmas said...

Negara ekportir lain ga cuma memberikan fasilitas & kemudahan perizinan ekspor, tapi jg subsidi dana/kredit yg murah atau malah model dumping terselubung.. kl NKRI malah tetap asyik mungut pajak2 ekspor gajebo.. lihat aj, sekedar paket deregulasi/kemudahan perizinan/pangkas birokrasi aja sudah dihebohkan sebagai "pemerintah sudah bekerja keras buat peningkatan ekspor dst.." Negara lain sudah pada tahap mati2an ngasih fasilitas2 ekspornya sampai tingkat jor2an ngucurin modal/duit, di sini baru "rela/sanggup" ngasih fasilitas sebatas modal kertas.. ga rela banget kl sampai ga bisa "ngutip/malak" seperti biasanya.. trus kmrn si Dirut Pelindo dengan bangganya bilang.. I've been made this company so rich.. wkwk.. duit2 penyebab biaya ekonomi tinggi kok dibanggain.. dasar mental penindas.. :D

Andre said...

Devisa indo berasal dari ekspor barang dan jasa, hutang luar negeri,penanaman modal dari dana investor asing,bea cukai, dan pariwisata

Lesu tapi bukan berhenti sama sekali.semua negara mengalaminya jd bukan masalah di indonesia saja.

Kita bukan seperti cina jepang yg pendapatanya sebagian besar dari eksport karena memeiliki produk eksport yang tersebar diseluruh dunia, jd tidak ada manfaat yg sognifikan dengan mendeval rupiah.

Dibalik deval cinapun bukan hanya untuk meningkatkan eksport tp penuh dengan rencana terselubung yg tidak diketahui orang awam.

Indonesia tidak pernah mati2an mengkoreksi rupiah, bahkan bi terkedan tidak melalkukan apa2 saat rupiah tertekan hingga level 14000, justru bi mengatakan akan menjaga cadevnya tidak seperti neg malaysia yg memggunakan cadevnya dari 140m ke 88m untik menekan dollar pd masa krisis global dan habis percuma.

Bahkan cinapun menggelontorkan dollarnya untuk menekan laju dollar.indonesia mulai menggunakan cadevnya saat situasi benare reda, moment ketika fed tdk lg mengancam tergerusnya mata uang emerging market. Da itupun hanya sedikit dr total dev yg ada silakan anda googling sendiri berapa jumlah cadev dr agustus ke sep

Saya jamin cadev indonesia bulan oktober tumbuh bukannya berkurang karena masuknya dollar melalui dana asing yang membeli surat hutang negara, dana asing mulai membanjiri bursa saham ditandai dengan naiknya ihsg secara signifikan, hot money masuk infonesia.

Secara umum ekonomi ttp tumbuh, terlepas dari faktor ekonomi globalyangb melesu membuat ekonomi jd terhambat ada faktor lain yang membuat pengusaha merasa kesulitan pada masa ini.

kesulitany ang dirasa pengusaha bkn terletak pd situasi ekonomi indonesia, tetapi semakin maju ekonomi suatu negara dibarengi dengan pertumbuhan manusia yang tidak terkontrol membuat persaingan di pasar semakin ketat,bahkan cenderung berdarah2.

jika pengusaha yang merasa kesulitan atau bahakan gulung tikar di era ini hanya 1 alasannya dia kalah bersaing dengan kompetitor yang tumbuh lebih cepat dan bergerak lebih cepat, karena dibalik kejatuhan perusahaan ada perusahaan yang tumbuh lebih besar lg bukan sama2 jatuh berbarengan yh merupakan tanda krisis nasional.

dan semua ini bukan salah pem 100%, kesalahan pem terdahulu adalah terletak di kurang kontrolnya pertumbuhan penduduk.

Tp jika anda terus mencari alasan,menyalahkan situaisi yg ada dan mencari siapa yg salah selamanya hidup anda akan terlihat serba susah jgnkan di indonesia yg nenurut anda ekonominya payah, dipindahakan ke neg yg lebih maju dr indonesia pasti hidup anda akan sama saja bahkan bisa lebih susah.

Andre said...

Britama.com anda bisa mencari data keluarnya dana asing di pasar keuangan dan pasar modal, atau googling saja aliran dana asing keluar indonesia pasca krisis global.

Dari bulan mei di pasar modal membukikan terjadi penjualan besar2an, harga saham anjlok drasrtis investor asing menarik dananya untik siap2 menuju amerika. Dollar ditarik dari indonesia secara besar2an sehingga dollar menjadi melambung dr 12rb ke 14rb dalam 4bln.

Justru data Hot money lb bsr dr devisa anda dpt dari mana? Bahkan menentukan hot money saja atau bukan yg masuk ke indonesia sudah sulit apalagi menghitungnya.

Kalo anda tidak bisa mencari data kita berpikir secara logika saja.

Anggap saja anda pemilik hot money, anda menukarkan dollar anda dengan rupiah dan disimpan di pasar uang atau modal indo untuk berspekulasi.ketika berita fed keluar ingin menaikan ratenya lebih cepat karena ekonomi susah bertumbuh melebihi estimasi fed, apa anda masih mau menyimpannya di indonesia yang ekonominya jauh dibawah amerika, yg kekuatan mata uangnya dibawah mata uang amerika?

Atau anda keluar segera dr indonesia sebelum asset anda benar2 habis terkena tekanan global yg ditandai dengan panic selling di pasar keuangan dan modal? Menunggu rupiah hancur baru ditukar dengan dollar, menunggu harga saham anjlok akhirnya merugi atau keluar secepat kilat dan menarik dollar ke pangkuan anda?

Silakan mengkaji.

Anonymous said...

hahaha ada yg sampe cari suaka gara2 PP 78 2015

bener kata denmas, negara2 lain udh dumping abis2an, sengaja mlh jual rugi bwt dapetin cash

barang2 numpuk digudang, pdhl bayarin gaji & pajak jln trus

yg waras udh pd stop pengeluaran yg ga perlu, hemat sehemat2nya, krn bbrpa tahun kedepan bkl makin berat



Anonymous said...

Pajak apa yang gajebo bisa anda jelaskan knl gajebo?

Alokasi anggaran selalu mempertimbangan keperluan dan untung rugi.

Semua ada tahapannya, dipermudah dulu perijinan, perijinan di neg lain lebih crpat dan mudah, perijinan jg menguruangi proses pemalakan dan akhirnya jg berpengaruh pd harga saing di oasar global.
Ijin mudah dan cepat eksportir baru bs muncul. Selangkah demi selangkah yg penting ada pergerakan menuju kearah yg lebih baik.

Kalo mau instant semua jd enak ya beli saja indomie pasti enak.



Anonymous said...

subsidi listrik di kurangi untuk dialokasikan ke subsidi langsung,umr naik terus
itulah bodohnya pemerintah jokowi ini..bodohnya mintaaaaaaa ampunnnn..udh gak bisa ngomong lg gw untuk mengungkapkannya
pencitraan aja kerjanya kerja gak becus,negara lain pada dumping kita malahan naikin harga..Bego keterlaluan,udh cari suaka aja deh..wkwkwkwk

Anonymous said...

@andre
anda terlalu menyepelekan masalah,pertanyaannya goncangan ekonomi ini baru dimulai apa udh selesai,kalau baru mau di mulai udh tamat deh indonesia
cadev indonesia itu gak sebanding dgn hot money,apa bisa padamkan api serumah hanya dengan air 10 galon?

ergo said...

Saya bantu pak @andre cari data dari KSEI (Akurat)
http://goo.gl/5ro4gx

"Justru data Hot money lb bsr dr devisa anda dpt dari mana? Bahkan menentukan hot money saja atau bukan yg masuk ke indonesia sudah sulit apalagi menghitungnya."
Tercatat asing kepemilikan saham per Desember 2015 sebesar 1864,98 Trilliun - sekitar 137,64 Milyar USD
Untuk SUN, http://goo.gl/bL5Ro8 , kepemilikan asing sebesar 39.48 Milyar USD
Sedangkan Cadangan devisa http://goo.gl/iqbBfC --> hanya sebesar 101,7 Milyar USD
Dari Mei hingga sekarang Foreign out dari IHSG sekitar 35T - hanya sekitar 1.8% (Sumber data berbayar, jadi tidak bisa saya kasi link. bisa hitung manual kalau mau ke IDX)
Kesimpulan. Hot Money still there, far from gone...

"Pertumbuhan ek indonesia 12 tahun terakhir selalu tumbuh diatas 4%, sedangkan rata2 pertumbuhan ek dinia ada di 2-3%."
Bandingannya jangan dunia, coba dengan Vietnam, India, Philipina, Malaysia. Masih baguskah indo?

"dan semua ini bukan salah pem 100%, kesalahan pem terdahulu adalah terletak di kurang kontrolnya pertumbuhan penduduk."
Pemerintah dulu salah-nya banyak, that's in the past.
Indonesia sebetulnya malah bagus pertumbuhan penduduk mendukung pertumbuhan ekonomi (Demografis usia kerja tinggi) hanya saja muter2 aja di Jawa (ini salah)

"Ada hal yang dilakukan pres kita jokowi tp tidak dilakukan pemimpin neg lain, saat hot money siap menghujani negara dengnan dana segarnya, sebagai catatan dalam kondisi global resesi aliran hot money sangat membantu membooster pertumbuhan ek pd masa yg sulit."
Jokowi bukan kejar hot money, tapi FDI yaitu foreign direct investment yang tidak gampang dicabut tinggal lari kalau ada apa2. Hot money hanya lari ke pasar saham dan obligasi --> menggembungkan aset tanpa menggembungkan ekonomi

"jika pengusaha yang merasa kesulitan atau bahakan gulung tikar di era ini hanya 1 alasannya dia kalah bersaing dengan kompetitor yang tumbuh lebih cepat dan bergerak lebih cepat, karena dibalik kejatuhan perusahaan ada perusahaan yang tumbuh lebih besar lg bukan sama2 jatuh berbarengan yh merupakan tanda krisis nasional" Lihat dulu pak berita, PHK dimana2, apakah semua murni karena kompetitor? Karena persaingan bisnis biasa? Tidak ada perlambatan tapi hanya seleksi alam? Saya sih tidak yakin

"jikapun anda takut aliran hot money mengancam rupiah, ketakutan anda sangat tidak beralasan. Ya teman, kita sudah mengalaminya 2 bln lalu hot money meninggalkan indonesia dan emerging market lainnya tp kita masih berdiri tegar"
Berdiri tegar apa bung? Malaysia dan Indonesia YTD adalah negara dengan depresiasi terburuk terhadap USD. Negara manapun lebih tegar dari Indonesia.

"Tp jika anda terus mencari alasan,menyalahkan situaisi yg ada dan mencari siapa yg salah selamanya hidup anda akan terlihat serba susah jgnkan di indonesia yg nenurut anda ekonominya payah"
Kritis = peduli, kalau saya tidak peduli saya tidak akan kritik orang. tapi saya biarkan saja. hancur2 sendiri. Kalau saya benci Indonesia saya akan apatis. Tidak kritik, tidak coblos, tidak demo, tidak bayar pajak. Jangan hentikan saya cinta Indonesia hehehe

Terakhir. Jadi menurut pak @andre kita harus bagaimana. Cukup dukung saja pemerintahan sekarang. Ga boleh kritik, protes dll?
Harus pegang Rupiah, jangan dengarkan Pak IS, harus pegang saham.
Terimakasih

Andre said...

@denmas dan yg berpikiran sama

Ada perbedaan besar tinggkat ekspprt indonesia dengan negara yang anda pakai sebagai acuan, mgkn anda mengintip neg cina atau jepang

Negara indonesia bukan neg yg dominan eksportir produk jadi seperti cina atau jepang yg menciptakan produk dan tersebar di seluruh dunia. Memang indonesia memiliki perusahaan seperti itu tp sedikit sekali jumlahnya.

Devisa terbesar indonesia dari eksport didominasi dari ekport kekayaan alamnya,minerba, kekayaan laut, kekayaan hutan, yg mana jika diberlakukan cara dumping seperti neg lain yg rugi jgk panjang adalah indonesia sendiri, karena kekayaan alam bisa habis jika hanya dikeruk tanpa dikelolah beda dengan jepang yg bisa memperbanyak produksi speda motornya kapan saja.

Karena itu pem mempermudah dahulu proses perijinan dan birokrasi bagi pengusaha2 lokal agar menunmbuhkan bibit2 eksportir barang jadi seperri neg lain.

Jadi jika tidak ada produk pem disuruh mengeluarkan biaya besar untuk apa? Perubahan dan perrumbuhan memerlukan proses.

akhtarist said...

betul om..
tantangannya adalah bgm mencerahkan/menyadarkan mayoritas orang indonesia yg terus2an "dikadalin" pemerintah dr jaman ke jaman hehehe..

Palokiev said...

@andre

lucunya, data yang anda sebutkan dari britama.com (kalau memang ada) Kontradiktif dengan pernyataan manajemen PT Bursa Efek Indonesia, yang menyatakan masih ada dana asing di Indonesia sebesar Rp 1.500 triliun (kurang lebih $107 miliar). dana yang mengalir keluar tidak lebih dari 1% !!!

dan saya yakin PT BEI lebih kompeten daripada situs britama untuk soal ini.

coba lihat bahwa dana tersebut melebihi cadangan devisa Indonesia. ini bahkan belum membicarakan soal dana dari SUN dan SBI....

Anonymous said...

Woow semakin seru banyak pendapat yg menambah wawasan, usd di tutup 13400an sore ini

Anonymous said...

@ bro andre

jadi maksud anda adalah kita (rakyat) harusnya telah puas dengan keadaan sekarang ini? dan kondisi yang terjadi di indonesia sekarang ini bukan sesuatu yang perlu kita takutkan dan bahwa ancaman krisis ekonomi indonesia telah berlalu?

Anonymous said...

britama.com apakah situsnya telah terakreditasi dan informasi yang disampaikan adalah valid ?

Ujang said...

Yg paling reasonable adalah Paksaan dari Bank-bank central utk menstimulus dengan Low Interest rate..mungkin QE lagi..akan tetapi 70% survey mengatakan "Natural Market" will win dg berjalannya waktu..

Ujang said...

Terus satu lagi..apabila ekonomi Indonesia mulai membaik, yg jadi pertanyaan Kenapa ada acara paket2-an?

Andre said...

Tidak bukan kontradiktif dgn bei, britama benar bei jg benar, keduanya data yg mendukung pernyataan saya, dan pernyataan anda menjadi kunci dari pembenaran pernyataan saya juga.

Saya sudah katakan diawal bahwa sulit menentukan hot money atau bukan.

Hot money adalah istilah yang paling umum digunakan dalam pasar keuangan untuk merujuk pada aliran dana dari satu negara ke negara lain untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek

Hit money mengincar perbedaan tingkat bunga,perbedaan nilai tukar, dan kondisi tertenru di suati negara.

Hot money bisa dikategorikan arus modal spekulatif karena mereka dapat bergerak sangat cepat masuk dan keluar dari pasar, berpotensi menyebabkan ketidakstabilan pasar.

Sampai sekarang blm ditemukan metode yg fix untuk menghitung jumlah hot money di suatu neg. Kenapa?

Perlu anda catat,tidak semua dana asing bisa disebut hot money, seperti yg saya bahas diatas hot money bersifat jgk pendek,masuk dan keluar scr masiv dan tiba2 hanya karena dipicu oleh kondisi tertentu, scr gampangmya bisa disebut dana spekulan.

Spekulan sgt berbeda dengan yang namanya investor, biar ga terlalu bnyk teori saya ambil contoh investor, mr wareen buffet, dalam kisah hidupnya dia terkenal sebagai investor di persh coca cola.

warren hanya membeli saham coca cola tidak pernah sekalipun dia menjual, ketika harga saham coca cola jatuh waren tdk panic dan keluar tp justru ia membeli lebih banyak lagi dan terus.

singkat cerita waren menjadi investor besar di coca cola dan setiap rups dia hadir di sana, kekayaan skrg berasal dari deviden perusahaan2 yang dia beli, bukan lagi capital gain yg sangat diincar oleh para spekulan jgk pendek yg memiliki hot money.

Dana asing selalu diisi oleh spekulan dan juga investor, knp tdk ada metode akutansi di dunia yg bisa menghitung hot money? Karena untuk mengetahui seorang adalh spekulan atau investor hanya dpt dilakukan melalui psikotest.

Menurut britama atau kalo anda ragu bisa jg anda lihat dari bei pasti mencatat market crash terjun dlm waktu singkat mulai bulan mei 2015 akibat kondisi global yg puncaknya di penguman fed mempercepat kenaikan rate.

Menurut logika anda hot money yg adalah spekulan bukan investor di indonesia melihat pernyatan fed yg menyatakan "hei ekonomi amerika sudah mulai tumbuh dengan cepat, suku bunga akan segera saya naikan" apa responnya? Silakan jawab sendiri.

Mengenai pernyataan bei bahwa ada dana asing yg masih tinggal di indonesia sekitar milyaran dollar pada masa global krisis yg menyebabkan market crash,menurut anda seorang bspekulan atau sesama waren buffet?

Dr jaman belanda hungga skrg asing ingin menjajah kekayaan indonesia tp indonesia tidak pernah sadar betapa kayanya indonesia, saat ini asing sudah menguasai perusahaan2 di indonesia melalui pembelian saham scr masiv dan trus bertambah dan tak kan pernah dijual kembali ke pasar, suatu saat saat semua perusaahan indonesia berpindah tgn keasing jgn heran, krn org2 indonesia sibuk berlindung dr ketakutan semu diibalik mata uang boong2an yaitu dollar.

Tidak tahukan anda indonesia ini negara yg sangat kaya, bahkan ditempa krisis pun indonesia adalah negara paling cepat recovery? Kenapa?

Karena kekayaan alamnya begitu melimpah, hanya org2nya saja yg kebnyakan bodoh dan korup. Kenpaa indonesia cepat recovery dr krisis krn indo berbasis komoditi, apa itu komoditi dan apa manfaatnya begitu besar saat krisis? silakan bergoogling ria.

p45 said...

@andre ... saya suka gaya anda ...

Khususnya ..."Jd banggalah menjadi org indonesia di era jokowi dan ahok ini. Dan takutlah buat para pejabat yang berkarakter korup dengan adanya 2 tokoh kita."...

Coba check data dephut berikut ini :

Rakabu furniture (RI-1)
http://www.dephut.go.id/uploads/vlk_phpl/Executive_Summary_Rakabu_Furniture.revisi_.pdf

Rakabu sejahtra (anaknya RI-1)
http://www.dephut.go.id/uploads/apl/HasilAuditVLK__PT._Rakabu_Sejahtera_.pdf

Ingat, ini perusahaan 1 group...rakabu...khusus yg bawah, pernah dibantah habis2an...

Coba kita lihat di toba group...
http://tobasejahtra.com/toba-industry/pt-rakabu-sejahtera/

Hebat toh ada anak umur 20th-an dah bs kongsi sama purn.jendral...ngakunya sih waktu itu msh sekolah, jd gak mungkin lah punya perusahaan sendiri, apa lg kongsi sama purn.jend...

Tapi...klo soal BI mau menekan USD...saya dukung habis2an deh...go BI go!!!...
Pak AMW...klo bs USD 1 = IDR 12500 ....
Semakin semangat usaha BI tekan USD, semakin semangat saya dukung BI...(siap2 ke biro umroh, joki USD)

Edisi: korban harmonisasi pp 78/2015, hilangnya tetesan USD

Anonymous said...

Bloomberg: index dollar sdh 97.7..

denmas said...

@ bung andre & yg berpikiran yg sama..
trims u masukannya.. tp justru itulah pikiran yg menggelitik.. sy yakin anda sepenuhnya sadar sdh brp puluh tahun indonesia merdeka?? pertanyaannya keadaannya apakah "on the track" membaik atau memburuk atau stagnan (gonta ganti raja - tabiatnya (sistemnya) tetap itu2 sj)?? kl anda lihat "kemajuan" itu hanya dari PDB, "kemakmuran materi", hampir semua negara di dunia ini mengalami, mereka2 jg cdrg lbh "bermateri" daripada dulu2nya.. hampir tidak ada lagi berita2 berkepanjangan mengenai kelaparan, kekurangan makan yg parah spt dulu2, zaman ethiopia-nya Iwan Fals atau bangladesh.. jadi wajarlah kl indonesia jg "ikut" kelihatan "makmur (materi)".. Kl anda berbangga dengan modal SDM.. lihatlah betapa penguasaan & pengusahaannya sangat2 timpang.. sangat2 tidak adil, sangat2 KKN.. perbandingkan saja antara jumlah SDM yg dikeruk dgn kemakmuran yg diteteskan ke rakyatnya.. kl zaman Orla, kbykn rakyat msh miskin ya wajar saja, cadangan SDM - hutan dll msh utuh tersimpan.. kl skg?? yg saya sukai dr ke-2 tokoh anda itu pun ada.. ada kelebihannya.. tapi akankah mereka mampu merevolusi mental penguasa2 terdekatnya yg notabene jauh lbh signifikan efek "kebaikan atau keburukannya" drpd kita2 mayoritas yg fakir/miskin penguasaan/kekuasaan (jadi obyek/permainan kekuasaan)?? Kita hanya mengikuti apa yg harus kita ikuti.. dunia ini nyaman2 saja sampai datang para penguasa yg gemar bermain2 dgn bikin kebijakan2 mengatur "hajat hidup orang banyak" yg kbykn justru tidak bijaksana (menyulitkan - penuh kelindan KKN)..

Andi said...

Pak IS dan pembaca yang lain,

Apakah mungkin inflasi dan deflasi terjadi secara bersama-sama?

Palokiev said...

@andre

premis anda : semua hot money sudah keluar dari indonesia (berdasarkan britama dot com)

klaim manajemen bei : ada dana asing di pasar sekitar 1.500 T pada oktober 2015

apa anda bermaksud mengatakan 1.500 T itu bukan hot money? kan anda katakan SUDAH KELUAR SEMUA ? ketika anda mengatakan SULIT MENGUKUR HOT MONEY, maka pernyataan anda tersebut jadi tidak sinkron dengan premis anda. paham?

lalu...
dana di pasar modal itu mudah keluar masuk, karena itulah disebut HOT MONEY, dana panas! BANYAK HAL yang bisa memicu dana tersebut keluar. menurut anda berapa banyak tipe warren buffet di pasar Indonesia? saya pikir TIDAK ADA.

plus, apa anda tahu kalau dana asing di SUN sudah mencetak rekor hampir 500 T di 2014? diperkirakan 2015 melebihi angka itu.

jadi dari pasar modal dan SUN saja terdapat dana asing 2ribu triliun, atau hampir 150miliar dolar!

yang perlu ditekankan disini, Dana tersebut MELEBIHI cadangan devisa dan sangat MUDAH keluar dari Indonesia ! dan diperkirakan sebagian dari dana tersebut bersumber dari penggelontoran likuiditas asing....

mungkin saya salah... pembahasan ini tidak perlu dilanjutkan. tapi sekali lagi saya tekankan DANA TERSEBUT MELEBIHI CADEV dan MUDAH KELUAR dari Indonesia.

denmas said...

Tambahan lagi ya.. kl memang dana hasil ekspor lbh banyak terparkir di negara jiran, apa sih yg jd pertimbangan para eksportir??.. kenapa hasil panennya justru untuk menggemukkan cadev negara tsb bukan cadev indonesia (sampai2 dibikin paket khusus untuk merayunya).. (anaknya RI 1 jg sekolah di sono.. entah apa ada "kamuflase" dibaliknya..) Debirokratisasi/deregulasi yg notabene ga perlu ngeluarin duit aj kyknya prestasi banget (susah) buat dilakuin di indonesia, apalagi kl mesti nyubsidi duit.. dari dulu sampai sekarang dan ke depan, pemerintah yg pola hidupnya terkenal tidak efektif - efisien itu ngandelin dari pungutan ke rakyatnya - swasta (bukan krn produktivitasnya sendiri).. en toh untuk pengeluaran/belanja negara semuanya serba itung2an bisnis, ga mau rugi (dari subsidi).. kl diibaratkan hubungan pemerintah - rakyat itu seperti majikan - budak.. pdhl mestinya ibu (pertiwi) - anak.. buktinya kbykn isinya jika ada "kasus" baru si ibu pertiwi "pencitraan" sok repot jika sudah ada tetangganya (media - negara lain) yg teriak2..
subsidi listrik - bbm puluhan trilyun setahun dianggap buang2/bakar2 duit/keberatan.. cadev menyusut $ 3 M sebulan, dianggap pas - tepat.. :D

Anonymous said...

@andre
Coba deh lihat di itc mangga 2 skrg lg crowded tuh di hajar ama pem yg lg mau cari cari pajak,pengusaha di peres abis abisan krn target pajak yg tll tinggi,deposan aja mau di pajakin...apa gak org makin takut taruh duit di indo,itulah gaya nya pem zaman sekarang,dikit dikit mafia deh...

Andre said...

Saya bantu memahami pernyataan saya,
Hot money saat sulit diukur, karena tidak semua dana asing yg masuk ke indonesia adalah uang panas atau uang spekulan.

Memgapa saya katakan hot money sudah keluar semua, krn spekulan jgk pendek sangat aktif kluar masuk sensitif terhadap suatu perubahan.

contoh saat ini indonesia suku bungan 5% bsk tiba2 malaysia menaikan suku bunga 7% maka aliran uang panas bisa berpindah saat itu juga dengan selisi bunga yg lb bnyk.

Untik situasi kmrn amerika dr situasi abis resesi 2008 tiba2 fed menyatakan bahwa akan lebih cepat menaikan rate karena pertumbuhan sudah mulai normal dan logikanya kalo sudah normal ek amerika akan terus bertumbuh lebih kencang drpd indonesia, pindah nggak tu spekulan ke amerika? Arus uang yg keluar secepat kilat saat itu, itulah hot money.

La yg 1000t apaan? Anda bilg tidak ada investor di indonesia? Data drmana itu?

Saya tdk bisa menyalahkan anda, di dunia kolonialisme penjajah masuk ke indonesia dgn paksa,org awam akan sadar penjajahan sdg berlangsung.

Di era kapitalisme penjajah masuk secara konspirasi, anda tidak akan pernah tahu kapan penjajah atau kaum kapitalisme masuk, jika melihat dgn kasat mata, anda harus menggukana otak anda untuk benar2 melihatnya.

contoh freeport itu adalah akibat dr konspirasi kaum kapitalisme. Dan hebatnya lagi di dunia kapitalisme membeli suatu negara adalah mungkin.


dan presiden amerika sendiri mengatakan, di era skrg lebih efisien melakukan konspirasi terselubung drpd menghadapi secara frontaal. Tidak mengeluarkan biaya dan lebih mudah drpd perang.

Dari tahun 1998 dana asing sudah lama tidur diindonesia dan terus menggemukan diri hingga kini, dan akan terus bertambah sampai habis semia kekyaan yg bisa dikuasai.

Sudah bnyk perusahaan2 asing yg hidup di indonesia yg dulunya adalah perusahaan nasional.

Masih ingatkan wareen yg terus membeli tidak pernah menjual saham coca cola? Selain mendapat keuntungan perusaahn waren mempunyai suara untik menentukan keputusan dalam perushaan coca cola. Bisa bayangkan jika perusaaahn itu adalah negara?

Jika anda membiasakan membeli dollar, saat ada gejolak ekonomi yg mana gejolak selalu ada konspirasi yg diatur oleh orang2 kapitalis, anda mempunyai peran penting bagi kaum kapitalis yaitu bagian yg menyiapkan karpet merah untuk kaum kapitalis tsbt masuk, membeli dengan harga yg murah karena kurs yg murah dan anda akan berakhir menjadi sapi perahnya di perusahaan2 mereka.

Dan saya juga tidak akan menyalahkan anda dengnan membeli dollar karena itu memang direncanakan sejak dahulu kala oleh kaum kapitalis untuk mengatur semua negara,konspirasi kapitalisme lebih pintar dan terselubung dan itu ada di semua negara.

Salam dollar menuju 55.000:)

Palokiev said...

@ andre

sepertinya anda gagal paham

hot money adalah investasi. tentu ada investornya. tapi bukanlah investor seperti Warren. ini adalah investasi yang dananya MUDAH keluar dari Indonesia.

dana asing sekitar 1500 triliun ada di pasar modal, data dari manajemen PT BEI pada bulan Oktober 2015
dana asing sekitar 499 triliun ada di SUN, data dari Kementrian Keuangan pada bulan Januari 2015

jadi premis anda bahwa SEMUA hot money sudah keluar dari Indonesia tidak berdasar

---
saya ulangi : dana2 tersebut MELEBIHI cadev dan MUDAH HENGKANG dari Indonesia

Andre said...

Buat semua yang tidak puas dan mengkritik pemerintah

Anda pernah melihat program tv audisi penyanyi, kenapa juri yang memberikan penilaian dan kritik kepada peserta adalah org2 yg berkompeten di industri musik?

Karena mereka sudah jatuh bangun di industri musik tersebut dan berhasil. Penilaian dan kritik yang membangun hanya dapat keluar dari mulut orang2 yang pernah menjalani proses kerasnya industri musik.

Kitika anda menilai pem tidak baik, sgt tidak ada gunanya anda mengkrritik sebelum anda terjun ke dlm pem itu sendiri, karena pasti penilaian selalu subjektif dan bagi anda yg tidak pernah berkecimpung dalam pemerintahaan, kritik anda hanyalah isi hati anda yg sedang susah, alias ngedumbel, selalu menyalahkan tanpa mengerti kondisi dlaam dunia pemerintahan yg sebenarnya.

Saya tidak memungkiri banyak yg harus diperbaiki di indonesia ini, setiap perubahan sepalu ada pro dan kontra. Saya termasuk yg pro bkn pada pem tp pd jokowi dan ahok yg membawa perubahan dan membuka aib pejabat2 korup setidaknya ada hal yg berbeda dr tahun2 sebelumnya melalui tokoh ini, dan positif.

Buat anda yg kontra daripada anda menghabiskan waktu mengkritik pem, perbaiki diri anda, ikuti sistem yg ada, dan masuk ke dalam pem, rubah yang menurut anda tidak bijaksana. Itu akan lebih berguna bagi anda sendiri dan org banyak.

Seperti hal yg dilakukan jokowi dan ahok, sebelum dia merubah sistem pem, dia mengikuti sistem yg ada bukan meratapi mengkritisi, kemudian masuk ke pem dan merubahnya.

Hidup sudah susah, jgn dibuat makin susah dengan ratapan2 anda sendiri,menyalahkan situasi, sistem,pem,dan orla tanpa mau intropeksi diri sendiri. Yg ada anda hanya berjalan di tempat atau mgkn nyungsep ke belakang.

Andre said...

Terima kasi atas bantuannya, data anda membatu saya mnejelaskan hot money tidak lebih besar drpd dev neg, cuman sebesar 35t, penjelasan ada di bawah.

Ya benar saya membandingkan dgn dunia yg terancam krisis global,kalanda minta dibandingkan dgn asean jawabnya neg asena adalah neg dgn pertumnuhan ekonomi tercepat selama 12 tahun terakhit, dan peringkat selalu berubah2 indonesia tidak kalah mutlak dgn neg2 yg anda sebut dan ada saatnya indo menang dr neg2 yg anda sebut.

Jika anda menganggap pertumnuhan itu bgs, benar tp bgs untuk pajak pendapatan negara,. Tp untuk yg mencari rejeki di dalamnya jgn merengek jika hrs berbagi-bagi rejeki dgn sesamamu.dulu 1 piring buat berdua skrg 1 piring buat 10.

Benar sekali, hot money dan investor asing adalah 2 paket yg selalu ada menggerakan pasar investasi. Karena yg dibahas jot money saya membahas hot money saja, dan disitu saya katakan hot money membantu membooster yg artinya mempercepat atau mendorong yg sifatnya sementara, pem bisa menggunakan dana hot money untuk direalisasikan di sektor riil, sehingga memancing lingk investasi lebih positif.

Saya "sih" tidak yakin, sih adalah kata2 keraguan diperkuat dengan kata tidak yakin, kalo anda tidak yakin degan pernyataannya percuma saya debat.

Ya benar rupiah turun ternuruk no2, siapapun bisa jatuh, tp tidak semuanya bisa berdiri tegar kembali, indonesia menjadi mata uang menguat ternaik versi dunia

Ada perbedaan besar antara kritik yg membangun dan munafik, kritik yg nembangun hanya keluar dari orang yang berkompeten di bidang yang ia kritisi, munafik bilangnya cinta tp pas ada masalah tipe aeperti anda yang lari duluan meninggalkan indonesia ke dollar.

Saya tidak bilg tidak boleh kritik, hanya percuma. Cukuo oerbaiki diri sendiri jd lebih baik dr kemarin.

Saya tidak oernah menyarankan simpan rupiah di celengan ayam, ada bnyk instrument untuk melindungi dan meningkatkan aset anda.

Saya tidak pernah melarang anda mendengar pak is karena itu hak anda, saya hanya menyampaikan oemikiran saya.

Saya tidak pernah mengharuskan pegang saham jika anda belum siap ilmu dan pengalaman.

Terima kasih kembali

ergo said...

Pak andre. Reformasi timbul karena kritik dan saran serta demonstrasi.
Memang setelah itu yang kompeten masuk pemerintah. Tapi apa solisi terbaik selalu. Penonton wajib diam?
Kita ini di sistem lho. Tidak semua bisa jadi caleg, bahkan banyak yang jadi gila. Apa yang boleh kritik hanya mantan dpr, mpr, menteri, pns, dll?
Masih demokrasi kah ini?
Kalau negara kacau, yang merasa bener masuklah ke pemerintahan. Aneh.
Kalau semua masuk pemerintah siapa yang jual beras, sembako?
Siapa yang buat mobil?
Siapa yang obatin kalau saya sakit?
Negara bener itu semua menjalani peran masing2 dengan benar. Nah kita merasa pemerintah belum bener makanya dikritik.
Apa ada bidang lain yang dilarang dikritik.
Kalau merasa dokter salah jadilah dokter.

Demokrasi bung. Kalau merasa pemerintahan benar. Tunjukkan
Kami yang merasa pemerintah salah juga menunjukkan.

Andre said...

Maksudnya apa? Ada yg salah?

Andre said...

Hot money adalah investasi?

Investor tp bukan investor seperti warent? Emg ada berapa tipe investor yg diakui di dunia bisa bantu saya?

Investasi yg dananya mudah keluar?
Lalu pasca gejolak kehancuran emerging market, fed ingin menaikan rate, rupiah jatuh terburuk no 2, tu 1000t kok ga bergeming? Katanya mudah keluar? Diterpa angin ribut ga hengkang2 tu

Ga usa premis2an, pemahaman anda beneron dulu baru kita ngmg premis

Andre said...

Anda terlalu naif, reformasi demonstrasi adalah senjata kaum kapitalis untuk mengambil keuntungan disituasi yang kacau dan terpecah belah, jika suati negara damai dan besatu teguh tidak mementingkan suatu golongan bergotong royong maka sulit sekali untuk dikuasai pihak luar.

Saya tidak pernah mengarakan anda untuk diam, tp lebih ke betindak, tindakan lebih penting daripada bicara, mengkritisi, menyalahkan, ambil tindakan yg konkrit untuk kebaikan minimal buat diri anda sendiri dulu.

Saya tidak pernah menyuruh anda melanggar sistem, justru ikuti sistem yang ada

Ya demokrasi, kalo anda tidak mampu menjadi caleg, sumbangkan suara anda untuk mempilih org yang menurut anda mampu. Drpd mengeluarka suara2 protes kritik yg akhirnyabjadi angin lalu saja, bertindaklah. Bukan berkicau

Saya bilang perbaiki diri anda dulu kalo mau masuk pem, kalo cuman modal merasa bener blm tentu dipilih rakyat,malah anis modal buat nyaleg, yg bener2 bener baru bisa mengambil hati rakyat ga perlu modal banyak2 didukung lgs oleh rakyat seperti jokowi ketika maju pilpres dan ahok yang dibantu oleh teman ahok

Benar sekali semua org punyabperannya masing2, biarkan kritik intuk oem dilakukan oleh kritikus yg berkompeten di pem, partai oposisi, jika mereka krg berkompeten jgn dipilih lagi.

Anda tidak berada diposisi untuk mengkritik pem, kalopun anda suka memberikan kritik drpd sebuah tindakan kongkrit, saya tdk bs memaksa, bagi saya anda hanya buang2 tenaga dan pikiran hasilnya nol besar

Andre said...

Anda terlalu naif, reformasi demonstrasi adalah senjata kaum kapitalis untuk mengambil keuntungan disituasi yang kacau dan terpecah belah, jika suati negara damai dan besatu teguh tidak mementingkan suatu golongan bergotong royong maka sulit sekali untuk dikuasai pihak luar.

Saya tidak pernah mengarakan anda untuk diam, tp lebih ke betindak, tindakan lebih penting daripada bicara, mengkritisi, menyalahkan, ambil tindakan yg konkrit untuk kebaikan minimal buat diri anda sendiri dulu.

Saya tidak pernah menyuruh anda melanggar sistem, justru ikuti sistem yang ada

Ya demokrasi, kalo anda tidak mampu menjadi caleg, sumbangkan suara anda untuk mempilih org yang menurut anda mampu. Drpd mengeluarka suara2 protes kritik yg akhirnyabjadi angin lalu saja, bertindaklah. Bukan berkicau

Saya bilang perbaiki diri anda dulu kalo mau masuk pem, kalo cuman modal merasa bener blm tentu dipilih rakyat,malah anis modal buat nyaleg, yg bener2 bener baru bisa mengambil hati rakyat ga perlu modal banyak2 didukung lgs oleh rakyat seperti jokowi ketika maju pilpres dan ahok yang dibantu oleh teman ahok

Benar sekali semua org punyabperannya masing2, biarkan kritik intuk oem dilakukan oleh kritikus yg berkompeten di pem, partai oposisi, jika mereka krg berkompeten jgn dipilih lagi.

Anda tidak berada diposisi untuk mengkritik pem, kalopun anda suka memberikan kritik drpd sebuah tindakan kongkrit, saya tdk bs memaksa, bagi saya anda hanya buang2 tenaga dan pikiran hasilnya nol besar

Unyel said...

pak Ergo pak Andi calm down pls.. Trims sebelumnya sudah cape2 berdebat, Namun berhubung 2 2 nya meyakinkan buat aku yang awam ini, bagi ilmunya dong kalau mau hedging saja saat ini baiknya gimana ya? :D long dollar long rupiah? 50:50? atau rupiah diganti franc? atau lagi2 properti saja (terpaut paket kebijakan V yang katanya gurih itu)?

Anonymous said...

haha kocak pd sewot ditroll sma si andre

udah mendingan kita wait and see aja

liat sekitar, bisnis pd lesu apa rame?

yg waras pasti tau jawabannya

#kodechi

Dean said...

@andre

Terima kasih atas pencerahannya, pernyataan anda membuat saya tergugah dan tidak mau dikatakan ikut berkontribusi tentang:

"Jika anda membiasakan membeli dollar, saat ada gejolak ekonomi yg mana gejolak selalu ada konspirasi yg diatur oleh orang2 kapitalis, anda mempunyai peran penting bagi kaum kapitalis yaitu bagian yg menyiapkan karpet merah untuk kaum kapitalis tsbt masuk, membeli dengan harga yg murah karena kurs yg murah dan anda akan berakhir menjadi sapi perahnya di perusahaan2 mereka.

Dan saya juga tidak akan menyalahkan anda dengnan membeli dollar karena itu memang direncanakan sejak dahulu kala oleh kaum kapitalis untuk mengatur semua negara,konspirasi kapitalisme lebih pintar dan terselubung dan itu ada di semua negara.

Salam dollar menuju 55.000:) "


Regards,

salam dari orang awam yg cuma "numpang lewat" dan sudah enggan "membeli beras dengan beras"

p45 said...

Gak salah...bagus kok...

Go..BI...Go...!!!

Palokiev said...

@anonymous #kodechi

terimakasih sudah menyadarkan saya. setelah saya baca2 ulang memang yang bersangkutan ada tendensi trolling dan asbun

oh ya sekedar informasi, berdasarkan data dari Bloomberg, hot money yang keluar pada kuartal 3 2015 ; dimana saat rupiah hampir menyentuh 15rb, ternyata "hanya" 17,5 triliun.

artinya benar pernyataan manajemen PT BEI bahwa dana asing yang keluar "hanya" sekitar 1% saja

tetapi sudah cukup untuk membuat dolar melejit.

andre said...

na da dapat pencerahan kan setelah membaca berulang2 pernyataan saya.

itu hot moneynya ( uang panas yang aktif keluar masuk jangkah pendek,pindah dari satu negara ke naegara lain mencari capital gain ) hanya 1% dari cadev kita

buat pencerahan juga perbedaan antara spekulan dan investor biar tidak gagal paham lagi
pelajari kisah karakter spekulan paling berpengaruh di dunia gorge soros
investor tentu saja waren buffet

yang 1000t itu walopun indonesia didera krisis hampir kolaps tidak keluar karena memang itu asset investor asing yang membeli asset2 strategis indonesia, dan akan tidur terus di indonesia karena pembelian asset tersebut selalu di "harga murah" dan atas pembelian asset tersebut tiap tahunya keuntungan indonesia sebagian besar mengalir ke negara lain bukan ke rakyatnya, karena rakyatnya sudah senang berkebun dollar yang bagi mereka orang asing dollar hanya kertas manipulatif, tidak bernilai dan tidak riil, sedangkan perusahaan adalah riil.

kalo anda ingin tahu asset2 strategis yg saya maksud googling aja perusahan besar indonesia yang beralih ke pihak asing, indosat, telkom salah satunya dan masih banyak lagi, jika anda sudah membeli perusahan berkeuntungan besar tiap tahunnya tersebut dengan "harga murah", maukah anda menjualnya kembali ke orang lain?? itulah alasan kenapa 1000t tidak bergemimg bahkan hengkang dari indonesia, dan jumlahnya tiap tahun akan terus bertambah.

dolar?

Palokiev said...

@andre

capek deh...

masih gagal paham anda, atau memang troll sejati
hot money baru keluar 1% saja sudah gonjang ganjing.
paham sampai disini?

bukan 1% dari cadev, tapi 1% dari hot money. coba baca dengan teliti.
coba bandingkan, berapa persen devisa habis untuk 1% hot money yang keluar itu?

dari awal point saya adalah :
- jumlah hot money diatas cadangan devisa
- hot money keluar rupiah melemah
- jika krisis global terjadi, bukan cuma 1% yang keluar!
- krisis global di depan mata.

paham?
ini baru intro krisis bung!


satu lagi. spekulan itu juga investor.

paham?

Anonymous said...

Hahaha.... kocak penjelasan2 bung Andre... jangan anggap bung IS pengetahuannya sedangkal itu bung

Setuju bung Palokiev!

Andri Liauw said...

kita tunggu saja data cadev per 31 oktober besok, sisa berapa kira2 setelah dipakai untuk menekan USD di awal bulan ini...???

Kemungkinan dibawah 100M, main di 2 digit saja :)

Anonymous said...

Yth Andre.,

Dari cara Anda menulis dan gaya bahasanya yang "acak-acakan" dan cara Anda menjelaskan menandakan pemahaman Anda masih cukup dangkal dan saya pikir Anda perlu banyak belajar dan memahami.

Orang berpendidikan tercermin dari cara seseorang menulis dan tata bahasa yang baik dan mudah dicerna.

Jika cara penulisan saja kita tidak rapi, orang lain akan meragukan kebenaran/ keakuratan isi tulisan dan pesan yang hendak disampaikan.

Gitu sih masukan dari saya...

Salam,

ergo said...

Saya sudah ikut sistem, bung andre.
Kalau saya disuruh merbaiki diri sebelum bicara malah saya heran harus ngapain lagi.
Dan saya ga minat jadi politikus. Saya engineer.
Terakhir saya cek, Indonesia lebih butuh engineer ketimbang politikus or pns. Jadi saya berkiprah disana saja.
Saya melancarkan kritis karena sebagus2 saya bekerja jadi engineer, kalau negara bermasalah kasian anak cucu saya.

Anyway, saya sepakat dengan pak @palokiev.
Hot money jumlah masih banyak. Dan penurunan dari mei di bursa saha, terjadi hanya karena pergerakan 1%.
Taruhlah pak andre asumsi karena aset. Who knows? Jika ternyata 50% dari kepemilikamn foreign sangst likuid? Jebol lah IHSG

Krisis belum terjadi. Namun semua tanda ada.
Kalau menurut pak IS kemungkinan terjadi Junk Bond dari shale industry.
Nah berita terakhir bisa di google. China sudah kehabisan tempat untuk simpan oil impor. Oil Company sudah melakukan berbagai metode efisiensi. Namun produksi masih tinggi2nya. Saudi juga akan menambah produksi. Itu cuma dari oil
China juga makin parah. Industri bajanya perang harga. Shadow banking mulai balik nyedot likuiditas.

Indonesia bakal aman meski semua krisis? I won't bet on it.
Salam EOWI hehehe

p45 said...

Kyk ya sih kisaran USD94,94M, tp klo dibawah itu ya artinya tukang kocoknya sukses....
....go....BI....go!!!...

p45 said...

Pak ergo..mending kita ngikut cara org surakarta..

Boleh pinjem ktpnya buat bbn? Anak saya blm punya ktp je...

Matur suwun....

Edisi : "tukang kabel lulusan bengkel sebelah RS Sarjito"

Ujang said...

Hahaha..si Andre nyungsep..Ane sepaham sama palokiev yg mengatakan prelude-nya krisis sdh ada..tinggal tunggu waktu saja..kalo lg krisis, si hot money bilang: ngapain ngurusin org lain, gue juga lg krisis .. hahahahaha..begitulah kira2

Anonymous said...

To @andre,@ergo,@palokiev,@dan lainnya
Udhlah..perdebatan tiada akhirnya..

sy jg speechless sama jokowi,tp mo gimana lagi..???,sy justru lebih ngeri karena jokowi ini desas desusnya 2 thn masa jabatan mau di turunin orang..nah..coba tebak siapa yang bakal gantiin dia ntar..eng ing eng....Mr.Pr***** lho...Indonesia tambah kocar kacir juga khan..itu yg jadi pikiran sy

heru said...

bagaimana Pak IS menangapi berita terbaru kenaikan suku bunga fed desember ini? apa merupakan langkah yg tepat bila saya beli usd lg sekarang?

andre said...

@palokiev
baik kita pakai asumsi anda yang paham benar mengenai hot money, kalo semua dana asing di indonesia 1500T itu adalah hot money, pertanyaan saya apa faktor yang bisa membuat hot money kluar dari suatu negara?

jika kondisi tahun ini yang dialami global dan kondisi ekonomi dalam negri indonesia sendiri tidak ada satupun yang mewakili faktor yang anda sebutkan, saya akan setuju bahwa dana 1500T itu hot money yang siap hengkang dari indonesia menunggu faktor yang ada sebut terjadi.

jika spekulan adalah investor, maka apa yang saya baca di google dengan keyword spekulan dan investor adalah kebohongan terbesar. mungkin saya harus segera menuntut google..

@ "Yth Andre.,

Dari cara Anda menulis dan gaya bahasanya yang "acak-acakan" dan cara Anda menjelaskan menandakan pemahaman Anda masih cukup dangkal dan saya pikir Anda perlu banyak belajar dan memahami."

gaya bahasa tiap orang berbeda2, ada yang sopan santun tp korupsi di belakang, ada yang ceplas ceplos tapi berani dan benar, tidak bisa gaya bahasa menjadi patokan suatu pemahaman sesorang itu dangkal.

jika menurut anda pemahaman saya ada yg salah mari kita bahas bersama,dengan gaya bahasa masing2 dan kita tentukan pemahaman siapa yang dangkal tanpa perlu bawa2 perasahan alias baper..


@ergo
Saya sudah ikut sistem, bung andre.
Kalau saya disuruh merbaiki diri sebelum bicara malah saya heran harus ngapain lagi.

kalo anda disuruh memperbaiki tp malah bingung mau ngapain, berarti sudah tidak ada yg bisa diperbaiki lagi dalam diri anda alias anda orang yang benar 100%, kalo bigitu saya menyarankan anda untuk terus berbicara, karena pasti anda akan menyebarkan kebenaran sejati.. dan saya tidak pantas untuk berdebat ttg kebenaran anda.

Imam Semar said...

@HERU,

Yg akan menaikkan suku bunga US bukan the Fed, tetapi, bank2 sentral cina, saudi, russia, eropa, jepang. Ancer2nya 6-9 bulan ke depan.

The fed terpaksa ikut.

Subjek ini akan dibahas 2 minggu lagi.

Rahmat Hidayat said...

Artikel yang sangat bagus sekali keren deh pokoknya

denmas said...

@ Bung Semar..
Mgk jg bisa ditambahkan sisi analisa nanti Bung IS.. akhir2 ini, USD adalah mata uang yg dihindari untuk dipinjam, krn para calon debitur selalu terhantui dgn kmgkn melonjaknya USD thd smw mata uang.. jadi selain demi alasan mempertahankan/memulihkan kepercayaan pada sistem fractional reserve & memupuk kembali cadev dlm bentuk USD, apa ada alasan lain untuk rencana "perang" suku bunga o/ para bank sentral? dan tujuan akhirnya bgm?? kl situasinya begitu apa setidaknya itu untuk menunda premis "utang rame2 dikemplang (kontraksi USD)" seperti yg sering Bung IS prediksikan? Yield obligasi & pasar saham akan bgm? Menarik jg melihat bgm saat tarik menarik pengoreksian/balancing pasar finansial dan pasar riil, setelah terakhir di dekade 90-an, saat USSR runtuh.. sejarah (koreksi) mmg selalu berulang.. ke depan ini, entah tipe sejarah (koreksi) mana yg dikehendaki YMK untuk berulang.. Wallahua'lam..

Palokiev said...

@andre

coba anda baca kembali pertanyaan anda ini :

"jika kondisi tahun ini yang dialami global dan kondisi ekonomi dalam negri indonesia sendiri tidak ada satupun yang mewakili faktor yang anda sebutkan, saya akan setuju bahwa dana 1500T itu hot money yang siap hengkang dari indonesia menunggu faktor yang ada sebut terjadi"

Menurut saya poin anda... kurang jelas.... dengan kalimat tersebut

---

lalu anda bertanya faktor apa yang bisa membuat dana asing di pasar modal 1500 triliun itu hengkang dari indonesia...

maaf bung andre, anda masuk ke situs eowi ini, tulisan2 pak imam semar tidak anda baca??

---

plus, saya ulang lagi. 1% dari dana asing di pasar modal saja, yaitu 17 triliun, ekonomi Indonesia sudah gonjang ganjing dan devisa banyak habis. jangan kejauhan dengan angka 1500 triliun itu....

DonChicco said...

Yang menarik mengenai simpang siur masalah hot money ini adalah bahwa pada tahun 2008 akhir di puncak krisis, di bottom ihsg, ternyata dana asing secara akumulatif terus masuk ke ihsg.

Jadi siapa yang membuat ihsg jatuh pada waktu itu? Bukan asing tapi kita2 ini.

Siapa yang membuat rupiah jatuh terhadap dollar pada waktu itu? Bukan asing juga, tapi ya kita2 ini.

Ini linknya:
http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/07/10/review-semester-i-2013-dana-asing-dan-saham/

Anonymous said...

Ga nyambung pak, tu nanyanya langkah untuk menghadapi berita desember ini fed akan menaikan rate amerika, jawabnya kok the fed terpaksa ikut2an negara lain naikin rate yg 6-9 bln lagi?

atmo joyo said...


Di November Bursa Semua Negara Akan Anjlok Lalu Diikuti Dollar Meroket...
Plus Derivatives market,Obligasi,Komoditas Dll Rontok

Rupiah Menguat Di Oktober Cuma Karena Dana Hedge Fund Masuk Indonesia :
Franklin Templeton
Aberdeen Asset Management Plc.
BlackRock Asset Management
Franklin Templeton Investments
BNP Paribas SA
Pacific Investment Co. (PIMCO)
Dll

Andre said...

@palokiev

Kalo tidak bisa memahami pertanyaan saya, ga perlu dijawab.saya mengerti.

Saya tidak mempertanyakan pemahaman orang lain, saya mempertanyakan pemahaman anda, kalo anda tidak bisa menjelaskan tidak perlu dijelaskan saya mengerti.

Jika anda tidak memahami benar karakterustik hot money bagimana anda bisa membedakan hot money atau bukan?

Dan tetaplah mengangap semua dana asing itu adalah hot money, dan berlindunglah dibalik dollar dari ketakutan anda sendiri, dollar masih 13600 tu, ga nambah abis ini meroket kan dollarnya?

Anonymous said...

USD pasti akan di atas Rp.25.000 hanya tinggal tunggu waktunya saja, jangankan banding dgn USD, dgn SGD bahkan THB saja IDR depresiasi terus........