___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Thursday, November 26, 2009

SERANGAN KRISIS KREDIT MENGHANTAM DUBAI

Ekonomi Orang Waras dan Investasi pernah mengetengahkan mengenai bubble property di Dubai: "Dubai Calon Kota Hantu". Pada waktu itu hanya terjadi PHK dan exodus besar-besaran keluar Dubai. Kredit memang sudah beku pada waktu itu, tetapi belum bom jatuh tempo belum meledak. Baru sekarang terjadi ledakan jatuh tempo yang pertama. Beritanya dari Detik.Com.

Dubai - Dubai World secara mengejutkan mengumumkan kondisi gagal bayar atas sebagian obligasinya yang jatuh tempo. Langkah tersebut langsung menimbulkan guncangan di Bursa Eropa.

"Dubai World ingin meminta kepada seluruh penyedia pembiayaan Dubai World dan Nakheel untuk 'standstill' (kondisi tidak membayar utang) dan memperpanjang jatuh tempo menjadi paling tidak 30 Mei 2010," ujar pemerintah Dubai dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/11/2009).

Nakheel, anak usaha Dubai World tercatat memiliki obligasi syariah US$ 3,5 miliar yang jatuh tempo pada 14 Desember dan utang lain senilai US$ 980 juta yang jatuh tempo 13 Mei 2010. Nakheel yang merupakan pengembang properti terkemuka itu sempat menjadi raja ketika terjadi booming konstruksi.

Limitless, pengembang yang juga anak usaha Dubai World lainnya tercatat memiliki utang obligasi syariah senilai US$ 1,2 miliar yang jatuh tempo pada 31 Maret 2010.

Dubai World tercatat memiliki kewajiban hingga US$ 59 miliar, atau menguasai sebagian besar dari total utang Dubai yang mencapai US$ 80 miliar. Pemerintah Dubai mengumumkan telah menunjuk konsultan Deloitte untuk membantu restrukturisasi utang obligasi tersebut.

Pengumuman tersebut langsung mengguncang pasar finansial global, bahkan bursa Eropa langsung berguguran. Bursa Prancis bahkan langsung merosot hingga 2,06% ke level 3.730,62 pada awal perdagangan Kamis. Bursa Eropa juga tertekan oleh terus merosotnya dolar AS.

"Pelemahan dolar telah menyebabkan bursa Asia merosot, dan menyeret Bursa Eropa. Gagal bayar sebagian utang Dubai telah memberikan rasa tidak nyaman dan krisis kepercayaan pada saat yang sama ketika muncul kekhawatiran memuncaknya jumlah utang publik," ujar Xavier de Villepion, analis dari Global Equities seperti dikutip dari AFP.

Meski pengumuman gagal bayar itu dilakukan setelah penurupan pasar saham Dubai menjelang libur panjang, namun nilai obligasi Nakheel tahun 2009 merosot hingga 27 persen.

"Hal terakhir yang akan kita lihat adalah efek domino yang menyebabkan sejumlah kewajiban utang harus diperpanjang," jelas sebuah bank tentang pernyataan Dubai tersebut.

"Keputusan untuk menjadwal ulang utang Dubai World mengecewakan. Sepertinya hal ini akan diterima dengan buruk oleh pasar. Pasar menjadi tidak nyaman dengan posisi utang Dubai sejak kuartal I-2009. Orang mengharapkan ada pembayaran utang Nakheel akhir 2009," ujar Monica Malik, analis dari EFG Hermes.

EFG-Hermes mencatat total kewajiban pembayaran utang Dubai mencapai US$ 13 miliar pada 2010 dan US$ 19,5 miliar pada 2011.


Ekonomi Dubai sangat adalah berbasis perdagangan, jasa keuangan, pariwisata dan spekulasi property. Perdagangan macet, kredit beku, pariwisata mandeg, spekulasi properti sekarat, akan memicu ledakan kredit macet.

Untuk Dubai ada kebutuhan $80 milyar. Sebagian diantaranya dalam bentuk US dollar. Debitur tidak lama lagi harus berpacu dengan short seller dollar yang mau short covering untuk memperebutkan US dollar dipasar, pada saat kredit-kredit ini jatuh tempo. US dollar akan dicari.

Kata-kata di bawah ini mungkin bisa menjadi pembuka mata anda, terutama yang mempunya utopia dunia yang sempurna.

Mau disesali, dibenci, dimaki-maki, dinista, dicerca ataupun apa saja, sistem kredit masih dimonopoli oleh US dollar. Sekian lama kredit dikucurkan kepada debitur yang dengan suka hati menerima US dollar. Sekarang saatnya kreditur meminta kembali kredit yang dulu mereka kucurkan. Kreditur menuntut pembayaran dalam US dollar sekalipun untuk obligasi syariah, bukan emas atau rupiah atau Aussie dollar atau Yuan atau Riyal.

Ini dekade 2000, bukan dekade 1960 dimana Charles De Gaulle, presiden Prancis, sebagai kreditur menuntut piutang US kepada Prancis dibayar dalam emas. Tahun 2007 - 2011, kreditur minta dibayar dengan US dollar.


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

10 comments:

boyin said...

sering2 nulis artikel cerita ekonomi kayak gini donk bang

farrah said...

ulasan anda sangat tajam, saya suka itu.

apakah ini salah satu konspirasi untuk menghancurkan sebuah negara?

midjin said...

hehehe, itu obligasi dah jadi junk bond alias sampah karena orang Dumai jadi berbohong dan khianat, gak bayar tepat waktu. Koq bisa-bisanya ditepeli syariah ? wqwqwq, obligasi apalagi junk adalah obligasi, jauh dari syariah. hoho. Bung IS, artikel anda tentang Dubai jadi Kota Hantu lebih penting dibaca darpada Koran atau opini wartawan. Regards.

Anonymous said...

setajam silet..

Anonymous said...

Siap-siap USD menguat !!!!

Begitu Bung IS ??

Indra

Anonymous said...

yang lebih lucu lagi adalah dubai World bekerjasama dengan Mirage membuka tempat judi, kok bisa, khan duitnya dari obligasi syariah

adhiman said...

pak is comment dong tentang pernyataan sri mulyani bahwa akan ada banjir dollar tahun depan..

Darren Suciono said...

iya pak IS. tolong ulasannya tentang perkataan Sri Mulyani tentang banjir dollar.. thx

Imam Semar said...

Banjir dollar?

Reputasi pemerintah sudah jelas. Ketika SBY menaikkan harga BBM dengan alasan harga BBM akan naik terus...., tenyata 3 bulan kemudian turun, ...big time (banyak sekali).

Sama saja dengan US$. Perkiraan saya..., beberapa minggu (bilangan minggu, bukan tahun), orang akan mencari US$ sehingga harganya naik.

http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.com/2008/12/pemerintah-indonesia-penghisap-darah.html

Hendra said...

Ben bernanke sedang hearing dengan senat. Menurut pak IS, apakah hasil hearing ini akan sangat berpengaruh terhadap nilai tukar dolllar?thx