___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Tuesday, September 16, 2008

BLBI & BPPN ALA USA

MINGGU II SEPT. 08: ADA PENIPU, PENIPU ULUNG, POLITIKUS, JOKO SUPRAPTO & CUT ZAHARA FONNA
Judul bab ini adalah dalil penting situs EOWI. Kita akan lihat bukti buktinya.

Freddie dan Fannie diambil alih oleh departemen keuangan US, Hank Paulson. Bursa saham US tidak anjlok. Malah emas yang kena hajar habis-habisan bersama bahan komoditi lainnya. Bursa saham dunia anjlok. Bursa saham Indonesia kena hajar habis. Mentri ekonomi Indonesia, ibu Ani, Srimulyani menganjurkan agar investor dan pelaku pasar modal tidak perlu menarik dananya dari pasar modal. Kalau saya punya saham di BEJ, maka akan saya tarik semua dengan segera, karena anjuran bu Ani ini adalah signal kontrarian. Sukuk pemerintah tidak laku, rupiah melemah, saham tertekan....., artinya investor asing keluar. Sederhana. Kalau rupiah tidak tertekan, artinya hanya pemain lokal saja yang cabut dari bursa. Ini bukan pemain lokal.

Kalau perkara anjuran pemerintah dan kebijaksanaan pemerintah, kami di EOWI cenderung mejadikannya sebagai kontrarian indikator. Jamannya SBY saja, kita lihat bagaimana kita bisa beruntung kalau menjadi kontrarian. Kalau anda tidak mengikuti anjuran pemerintah untuk pindah dari minyak tanah ke LPG, anda tidak tercekik harga LPG yang terus naik. Harga LPG naik di saat harga minyak dunia turun. Apa kata dunia? Ketika pemerintah mengumumkan kenaikan harga bensin, tidak lama kemudian harga minyak mentah dunia turun. Kalau anda melakukan shorting sektor minyak, anda akan untung. Ada lagi yang datang dari Staff Ahli Presiden di Bidang Otonomi dan Pengembangan Daerah, Heru Lelono, yaitu Blue Energy – bahan bakar dari air dan padi Super Toy – padi yang bisa dipanen 3 kali tanpa melakukan penanaman ulang. Untung kami di EOWI tidak ikut menanamkan modalnya ke Blue Energy dan padi Super Toy. Kasihan juga Universitas Muhammadiyah dan petani di Purworejo yang ikut berinvestasi di lelucon ini.

Omong-omong soal kedua lelucon ini, pak presiden SBY ikut meramaikan peluncuran perdana Blue Energy dan panen perdana Super Toy. Dan Super Toy diiklankan di situs Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian.

Kalau perkara lompatan teknologi, EOWI punya bebarapa tema proyek riset yang bisa merubah sejarah. Lebih hebat dari mesin uap atau mesin bakar atau uang fiat. Tema riset itu adalah alat anti gravitasi dan manusia-fotosintesa. Kalau alat antigravitasi ini berhasil diciptakan maka kemacetan lalu-lintas dapat diatasi. Pemerintah tidak perlu memperbaiki jalan raya lagi. Berapa banyak biaya APBN yang bisa dihemat?

Tema riset yang kedua, manusia-fotosintesa diilhami oleh anak tetangga saya, orang Betawi yang pengangguran dan minta kawin. Bapaknya tidak setuju. “Emangnya anak bini lu mau dikasih makan batu?”, komentar bapaknya. Kalau ada teknologi rekayasa genetik, yang bisa merubah sel-sel kulit manusia sehingga bisa melakukan fotosintesa, persoalan kawin muda dikalangan pengangguran tidak akan ada. Tinggal pergi ke rumah sakit pemerintah yang menyediakan jasa pengubahan rekayasa genetik ini dan menjalani pengobatan ini. Dengan kemampuan fotosintesa, seseorang tinggal berjemur. Kakinya menyerap air dan zat hara (dari batu dan tanah) dan dengan kemampuan kulitnya zat-zat hara, CO2 di udara dan cahaya matahari diubah menjadi zat makanan. Teknologi ini mempunyai manfaat banyak. Teori Robert Maltus bisa dihapus dari pelajaran ekonomi. Dan kecemasan pemanasan global tidak perlu lagi dirisaukan. Tentunya pak SBY yang katanya PhD (doktor) dari Institut Pertanian Bogor akan tertarik karena riset ini berkaitan dengan pangan dan pertanian. Buat Imam Semar, yang juga punya gelar PhD, riset-riset semacam ini hanya sebatas gagasan saja karena PhD yang dimiliki Imam Semar adalah Permanently Head Damage dari......, yang pasti bukan Institut Pertanian Bogor atau Jakarta Mental Institute yang di Grogol.


USBSA – UNITED SOSIALIST BANANA STATE OF AMERICA
Salah satu penemuan (teknologi) yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia adalah uang fiat, uang kertas dan kredit. Jadi bukan padi Super Toy, Blue Energy atau alat antigravitasi atau manusia fotosintesa yang tidak berumur panjang bahkan tidak pernah digunakan. Dalam kehidupan manusia uang kertas dan kredit lebih banyak perannya dibandingkan dengan mobil. Tetangga saya yang orang Betawi itu dan anak-anaknya tidak bisa menyetir mobil atau motor. Tetapi setiap hari mereka menggunakan uang. Uang (dan kredit) adalah barang yang sangat mempengaruhi hidup manusia. Walaupun bukan high tech, hanya lebaran kertas dengan tanda tangan gubernur bank sentral. Menggiring umat manusia untuk menerima benda sesederhana lembaran-lembaran kertas dan menciptakan persepsi sebagai sesuatu yang berharga adalah tipu daya yang hebat. Kita melihat lagi kasus seperti ini terjadi dalam minggu-minggu terakhir ini. Mentri keuangan US Hank Paulson memutuskan bahwa pemerintah US mengambil alih Freddie dan Fannie. Surat-surat hutangnya diambil alih. Kalau Freddie dan Fannie dibiarkan maka sebagian, mungkin banyak, dari surat hutang ini yang gagal bayar, menguap, pemusnahan kredit. Tetapi, dengan diambil alihnya, dinasionalisasikannya Freddie dan Fannie, artinya kredit itu tidak jadi menguap dan berpotensi terjadi monetisasi. Artinya inflasi. Tetapi, kenapa US dollar mengalami rally dan treasury bond juga, sedangkan emas tertekan harganya?

Dengan mengambil-alihan hutang-hutang Freddie dan Fannie, berarti beban hutang pemerintah federal US semakin banyak. Bisa mencapai $15 triliyun. Ini belum termasuk kewajiban medicare, medicaid dan jaminan sosial yang tidak ada dananya, jika dijumlahkan mencapai $65 triliyun. Yang membuat EOWI bingung ialah, bagaimana mungkin surat hutang negara yang beban hutangnya demikian menggunung dinilai beresiko kecil. EOWI menganggap surat hutang negara US tidak lebih baik dari pada surat hutang negara banana republik, republik pisang goreng. Karena agunannya hanyalah pisang kata sebuah artikel di Gold-Eagle.Com (link). EOWI sudah mengatakan bahwa US sekarang sudah menjadi USBSA, United Sosialist Banana States of America (link). Obligasi pemerintah US termasuk yang mahal dan yieldnya rendah hanya 3.7% seakan US kecil resikonya. Bandingkan dengan bunga deposito di Indonesia atau sukuk Indonesia yang mencapai sekitar 10%. Atau bunga pinjaman dari bank sentral New Zealand yang 7.5%.

Menurut artikel di Gold-Eagle.Com di atas, pelaksanaan pemerintahan di US saat ini dilakukan oleh sekumpulan monyet (yang suka pisang). (EOWI menambahkan bahwa monyet itu dipilih secara demokratis. Jadi demokrasi adalah pemilihan monyet untuk dijadikan pemimpin). Selayaknya para pelaksana pemerintahan US disebut monyet, karena tidak menjalankan sosialisme secara sepenuhnya.Artinya, dalam kasus penyelamatan Freddie dan Fannie yang ditolong bukan sepenuhnya rakyat kecil, tetapi investor kaya. Yang pasti Bill Gross dari PIMCO, yang diduga memegang banyak surat hutang Freddie dan Fannie, diuntungkan. Bill Gross sebelumnya berteriak-teriak memohon di CNBC dan media TV lainnya agar pemerintah US melakukan tindakan penyelamatan Fannie dan Freddie. Bill Gross dan investornya bukan orang miskin. Mereka salah investasi ke dalam surat hutang Freddie dan Fannie yang beresiko. Ketika resiko ini hampir menjelma menjadi kerugian, mereka berteriak-teriak minta tolong pemerintah. Dan yang dirugikan adalah rakyat US dan pemegang US dollar. Kalau investor saham Fannie dan Freddie, tidak mengalami ketidak adilan dari keputusan ini karena saham kedua perusahaan ini jatuh di bawah $1 dan siap-siap didelist dari bursa New York.

Persoalan utama dengan USBSA ialah, filosofinya tidak murni seperti yang diretorikkan para novelis dan pejuang sosialis. Yang ditolong adalah Bill Gross dan investor surat hutang Freddie dan Fannie yang sama sekali bukan orang miskin. Okey....., pemegang hutang KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) juga tertolong..... sedikit. Tetapi yang banyak adalah para spekulan yang beli rumah 2-4 atau banyak yang ingin mengambil keuntungan dari kenaikkan harga rumah di US. Jadi yang banyak adalah orang tamak dan yang ingin cepat kaya.

Henk Paulson sendiri mengakui di TV Bloomberg bahwa biaya Freddie dan Fannie tidak akan dibebankan kepada pembayar pajak. Ada dua kemungkinan untuk penyelesaian hutang dan liability-tanda-dana pemerintah federal US. Pertama ngemplang. Yang ini penerima medicaid dan medicare kena juga di samping para pemegang surat hutang, seperti Cina, Jepang, negara Petro Dollar. Yang ke dua membebani rakyat US yang demografinya semakin menua dengan pajak. Pilih salah satu atau kedua-duanya sepeti Indonesia pada era 1998 – 2000 (solusi pajaknya sampai sekarang masih berjalan).

Moral cerita ini, sosialisme akan gagal dan akan menambah kesengsaraan. Kita lihat saja tahun tahun kedepan. Kalau saya warga negara US, saya akan menanggalkan kewarganegaraan saya seperti John Templeton dulu.


MINGGU III SEPT. 08: SUDAH MABOK DAN TIDAK KUAT LAGI
Kemudian Lehman Brothers (LEH) menyusul juga karena leveragenya, tetapi pemerintah US sudah tidak sanggup lagi menolong badan keuangan yang berumur lebih dari seratus tahun. LEH institusi keuangan yang berumur 153 tahun itu dibiarkan bangkrut, seperti ramalan EOWI beberapa bulan lalu ketika kasus Bear Strearn (BSC) sedang ramai. Kata EOWI LEH waktu itu adalah BSC berikutnya. Ternyata tanggal 16 September ini menjadi kenyataan.

Pada penyelamatan Freddie dan Fannie, Bill Gross bisa diuntungkan (maksudnya tidak dirugikan). Tetapi nasib tidak bisa ditolak, dalam kasus LEH, bond PIMCO menguap (link):

Sept. 15 (Bloomberg) -- Pimco Advisors LP, Vanguard Group Inc. and Franklin Advisers Inc. are among investment companies that may face losses of at least $86 billion stemming from the collapse of Lehman Brothers Holdings Inc., the biggest bankruptcy in history.

Bank of America (BAC) dipaksa untuk menelan Merill Lynch (MER) yang juga sudah sekarat karena keracunan leveragenya. Sampai saat ini BAC telah menelan dua entity beracun, Countrywide Financial Corporation (CFC) dan MER. Pada trading tanggal 15 September 08, pada saat diumumkannya BAC mengambil alih MER, saham BAC jatuh 20%.

THE FED TURUN JABATAN JADI BANK KOMERSIAL BIASA
AIG (American International Group) sekarat, tetapi kemudian datang bantuan dari the Fed. Awalnya AIG bilang memerlukan dana $45 milyar, kemudian $70 milyar dan akhirnya dapat pinjaman $85 milyar. Perubahan angka-angka itu mencerminkan AIG sendiri tidak menguasai keadaannya sendiri. Mungkin saja yang sebenarnya diperlukan adalah $200 milyar dan pinjaman $85 milyar tidak akan membantu. Contohnya saja Lehman Brothers yang pada bulan Juni 2008 mendapatkan suntikan $6 milyar melalui penjualan preferred stock ($4 milyar) dan common stock diharga $28 ($2 milyar). Dan suntikan dana itu tidak ada gunanya, karena pada bulan September ini bangkrut. Jadi kemungkinan besar apa yang terjadi pada Lehman, akan terjadi pada AIG. Artinya, bisa saja suntikan yang $85 milyar itu akhirnya menguap.

Kenapa EOWI berani memperkirakan bahwa AIG punya peluang bangkrut.
a. Masalahnya bukan liquiditi, tetapi solvency.
b. AIG bisa di-rush, paling tidak orang tidak memperpanjang polisnya dan tidak mau bikin polis baru.
c. 80% dari AIG dinasionalisasikan, jadi kinerja masa depannya adalah kinerja institusi pemerintah.
d. Pinjaman $85 milyar itu dikenakan bunga sebesar LIBOR + 850 basis poin. Ini mahal.
f. Lamanya waktu pinjaman 24 bulan

Bunga yang mahal, solvency, menyusutnya customer dan management birokrat adalah resep bunuh diri yang ampuh.

Kami di EOWI tidak pernah habis pikir. The Fed meminjamkan langsung ke institusi bukan-bank. Prilakunya sudah seperti bank komersial biasa. Nanti lain kali, the Fed bisa memberi kredit kepada pedagang hot-dog kaki lima dan menguasai kepemilikan usaha hot-dog tersebut. Dagelan!!


DIMULAI DARI NASIONALISASI AKHIRNYA KE FASISME
(20 Sept 2008)

Tiga Langkah The Fed dan Dept. Keuangan US Menuju Sosialisme dan Fasisme
Sebelum kami mulai bagian ini akan kita sitir pernyataan Thomas Jefferson yang populer mengenai bank sentral:

"If the American people ever allow private banks to control the issue of their money, first by inflation and then by deflation, the banks and corporations that will grow up around them (around the banks), will deprive the people of their property until their children will wake up homeless on the continent their fathers conquered."

Walaupun the Fed adalah bank swasta, pernyataan ini berlaku juga untuk bank sentral negara. Dan akan menjadikan negara sebagai negara fasis. Seperti yang disebutkan pada artikel berjudul “Sosialisme, Sistem yang Gagal” [link], bahwa pada masa winter-K, sosialime akan berkembang dan akhirnya menuju salah satunya fasisme. Gejala ini sudah muncul di US dalam minggu ini. Tetapi sebelumnya kita lihat apa saja yang menjadi ciri fasisme dari Wikipedia:

Fascist governments nationalized key industries, made massive state investments, and partially abolished property rights and markets. They also introduced price controls and other types of economic planning measures.Fascists promoted their ideology as a "third way" between capitalism and Marxian socialism.

Minggu lalu, Ekonomi US hampir meleleh. Hanya dalam bilangan minggu, pemerintah US dan the Fed melakukan tindakan penyelamatan (mengulur waktu dengan CPR, pernafasan buatan) terhadap beberapa institusi keuangan besar seperti Freddie Mac, Fannie Mae dan AIG serta kawin paksa Merrill Lynch dengan Bank of America. Lehman Brother dibiarkan mati seperti bank IndyMac.

Berikutnya juga diberlakukan tindakan yang drastis dan melanggar hak-hak individu:

Pertama melarang praktek sort-selling terhadap 799 saham, kebanyakan saham finansial. Ini melanggar hak individu karena, kalau saya punya saham dan saya mau pinjamkan kepada orang lain yang mau melakukan short selling dengan imbalan (bayaran tertentu), apa salahnya? Saham itu milik saya. Bagaimana nasib ETF SKF (proshares ultrashort financials) dan ETF short financials lainnya dan pemiliknya? Dihapus begitu saja? Dibekukan?

Usaha the Fed dan Dept. Keuangan US ini dimaksudkan untuk mencegah turunnya saham saham finansial lebih dalam lagi. Persoalannya, kenapa kalau naik boleh, tetapi kalau turun tidak boleh? Kenapa dulu ketika saham-saham ini naik sampai valuasi vs resikonya menggila tidak dicegah, sedangkan sekarang pada saat koreksi harus dicegah? Pertanyaan ini juga berlaku untuk harga rumah. Kalau melihat kontrol harga seperti ini, maka Cina jauh lebih menerapkan pasar bebas dari pada US. Saham Cina sudah jatuh lebih dari 60%.

Keputusan the Fed dan Dept. Keuangan kedua ialah mempertimbangkan untuk menyediakan dana sebesar $800 milyar untuk membeli asset-asset busuk yang nilainya mungkin jauh dibawah nilai nominalnya. Dan $400 milyar untuk FDIC (Federal Depository Insurance Corporation, badan asuransi uang simpanan dan deposito di bank, BUMN). US$ 1.2 triliun uang rakyat dan pemegang US$ disiapkan untuk membayar biaya kekacauan moneter ini. Proposal ini seperti BLBI. Kemudian, akan dibentuk Resolution Trust Corp, seperti BPPN, yang akan mengurusi penjualan dan management dari asset-asset yang dibeli dari dana US$1.2 triliun itu.

Ketiga, pemerintah akan memberikan kesempatan bagi pemegang kredit perumahan untuk melakukan perjanjian ulang. Diharapkan hal ini akan membantu rakyat US memperoleh rumah.


Dampak Keputusan the Fed dan Pemerintah US

Larangan Short Sell Tidak Ada Gunanya.
Larangan short sell tidak akan membantu kehancuran sebuah perusahaan. Persoalannya bukan liquiditi tetapi solvency. Perusahaan finansial sudah salah urus dan net assetnya turun terus dan harus melakukan restrukturisasi bisnis. Kalau terlambat, akan bangkrut. Buktinya Lehman Brothers yang bulan Juli 2008 lalu mengumpulkan dana $8 milyar dengan menerbitkan saham baru, tetapi tidak bisa bertahan. Sebelumnya SEC juga sudah pernah melakukan larangan short selling, tetapi saham-saham busuk tetap menuju trendnya, yaitu kematian.

Pada akhir minggu ini, bursa saham rally dengan drastis karena terjadi short covering di samping merasa lega karena the Fed menyelamatkan AIG. Memang ada yang berubah seperti terhadap saham MBIA, dan ini akan kita bahas lain kali. Apapun yang ingin diyakinkan the Fed dan Hank Paulson, banyak hal yang masih mengganjal:

- Sistem keuangan US masih berantakan dan bisa mengglobal
- Harga rumah di US masih terus turun
- Tingkat pengangguran meningkat
- Treasury bill hampir tidak memberikan yield
- Corporate earing memburuk terus.

AIG kemungkinan masih akan banyak kehilangan klien dan bisnisnya. Perusahaan yang menyimpan asset-asset busuk (CDO, ABS, dsb) suatu saat harus memutihkan kerugiannya. Masih banyak ketidak pastian yang membuat investor takut. Dan ini akan menekan harga saham. Selama pemerintah US melakukan penyelamatan Fannie Mae dan Freddie Mac, serta bangkrutnya Lehman Brothers yang berjalan selama 2 minggu, dan selama 2 minggu itu investor menarik $89 milyar dari pasar uang, suatu tanda ketidak percayaan atas ketidak pastian di pasar uang. Ada suatu artikel di Bloomberg oleh Jonathan Weil yang mengatakan:

Meanwhile, we're staring into the abyss. Mr. Market doesn't believe any major U.S. bank's balance sheet, partly because the SEC has done all it can to buy them time. For the first time in 13 years, a money-market fund broke the buck. U.S. taxpayers just bought 80 percent of AIG for $85 billion, marking the nation's official coming-out party as a socialist state, only with fewer social-welfare benefits for the bottom 99 percent.

Artikel ini merupakan ekspressi rakyat/investor US terhadap larangan short selling ini linknya [link]. Menarik untuk dibaca.

Kami di EOWI masih bearish terhadap pasar modal. Kemungkinan akan terjadi rally, tetapi umurnya tidak panjang. Kita akan lihat beberapa minggu lagi, apa yang terjadi.

US$1.2 Triliun Inflasi
Skenarionya ialah Dept. Keuangan melalui, Resolution Trust Corp akan membeli asset-asset busuk yang tidak liquid. Asset-asset ini busuk karena tidak ada yang mau ambil resiko dapat barang busuk. Uangnya dari mana? Dengan defisit belanja negara yang tinggi, hutang yag menumpuk dan liability yang tidak ada dananya makin menggunung bagaimana bisa dibayar dengan pajak? Apalagi sekarang US sedang resesi, pengangguran meningkat. Akhirnya yang terjadi adalah monetesasi hutang.

Pembelian surat hutang (kredit) yang tidak liquid, berarti memasok uang (kredit) yang liquid kedalam ekonomi untuk menggatikan kredit yang tidak liquid. Ini yang disebut monetesasi hutang, reflasi. Kalau sudah berjalan maka akan terjadi inflasi. Bubble lain akan membengkak. Kalau easy money untuk menangkal Y2K tahun 90an hasilnya adalah tech-bubble, pengucuran liquiditas liquiditas untuk mengobati tech-bubble dan creative-accounting Enronitis, hasilnya adalah housing bubble. Dan sekarang untuk mengobati housing bubble, apa bubble berikutnya? Emas? Jumlan US$1.2 triliun bukan jumlah yang sedikit. Minggu depan insha Allah EOWI akan membahas sektor emas. Karena kemungkinan besar sektor ini bisa menjadi bubble berikutnya.

Belajar dari kasus BPPN dan BLBI serta kasus bubble yang pernah terjadi beberapa tahun lalu, EOWI berpendapat bahwa nilai jual asset yang di kelola nantinya berhasil dijual Resolution Trust Corp, tidak akan kembali 100%. Artinya, dana yang bisa kembali hanya sebagian saja. Mungkin hanya 10%-20%. Bubble harus kempes, seperti saham-saham tech, atau bubble di Jepang. Tidak hanya itu, kemungkinan kerugian total dari kekisruhan ini menurut perkiraan terakhir adalah $2 triliun, jika pemerintah US mau mengambil alih, maka biayanya akan di atas dana yang direncanakan semula, $1.2 triliun.

Kalau Freddie Mac dan bank-bank ditolong uncle Sam, maka siapa yang akan menolong uncle Sam? Yang ada, uncle Sam bukan ditolong tetapi merampok para pemegang US dollar. Kalau aturan SEC, aturan the Fed bisa diobok-obok, kenapa aturan cetak-mencetak duit tidak? Hati-hati. Catatan: ketika saya menulis artikel ini, ada berita yang masuk bahwa uncle Sam akan melarang shorting di pasar option mulai minggu depan!!!


HIKMAH YANG BISA PELAJARI
Apa yang dilakukan the Fed, Dept. Keuangan US dan SEC (Bappepannya US) lebih buruk dari apa yang pernah dilakukan di Indonesia. Paling tidak Bappepam tidak pernah mengubah-ubah peraturan, seperti melarang short sell. Sampai sekarang kalau anda bisa dapat pinjaman saham untuk dishort sell, anda bisa melakukannya di Indonesia. Pemerintah US panik karena sistem finansialnya sedang menuju tanur peleburan, hampir meleleh.

Thomas Jefferson sudah memperingatkan berabad lalu. Dan sekarang terbukti lagi. Yang bikin perkara pada kemelut ini sebenarnya bank-bank besar. Mereka melakukan bisnisnya dengan leverage yang tinggi. Sehingga perubahan kondisi pasar yang sedikit saja berlawanan dengan posisi mereka, akan menghancurkan kapital mereka. Sampai tahun 2003 bank investasi hanya boleh melakukan leverage 12:1. Tetapi kemudian di tahun 2004 SEC praktis memperbolehkan 5 bank bisa melakukan leverage sampai 40:1. Dan kelima bank tersebut Bear Stearns, Lehman Brothers, Merrill Lynch, Morgan Stanley dan Goldman Sachs. Saat ini tiga sudah tersungkur.

Kekuasaan bank-bank besar ini terhadap keputusan pemerintah US sangat jelas. Yang berteriak-teriak minta tolong dan memohon pelarangan short selling saat ini adalah Goldman Sachs. Setahu saya beberapa waktu lalu Goldman Sachs memperoleh keuntungan dari posisi short di sektor perumahan. Jadi aturan bisa diubah-ubah sesuai dengan selera bank-bank besar yang berkuasa. EOWI percaya pada konsep tanpa bank sentral, tanpa penguasa pencetakan uang. Uang ditentukan oleh pasar. Uang semacam itu adalah emas dan perak.

Pada saat ini yang dituding sebagai penjahat dalam kaitannya dengan penurunan harga saham finansial dan bangkrutnya perusahaan di sektor finansial adalah para short seller. Orang yang waras akan berpikir, para short seller bukan yang membuat neraca pembukuan bank-bank itu jelek. Para short seller bukan yang membuat keputusan bank-bank tersebut untuk masuk ke sektor asset-asset busuk. Para short seller bukan yang memutuskan bank-bank tersebut berbisnis dengan leverage yang tinggi sehingga resiko keuntungan/kerugian terhadap perubahan kondisi pasar semakin ter-amplifikasi. Semua itu dilakukan oleh para CEO yang tamak untuk memperoleh bonus dan gaji tinggi. Mereka yang harus diseret ke pengadilan karena tidak jujur dalam pembukuan dan dalam mengungkapan/penyataan resiko.

Mungkin pasar saham dan pasar modal akan rally karena gembira. Mungkin juga semakin takut akan adanya perubahan-perubahan aturan main. Kalau pasar bergembira maka tidak akan lama bagi pelaku pasar untuk sadar bahwa: program ini tidak akan berhasil, sistem perbankan US diambang kebangkrutan, dan US dollar tidak reliable untuk mempertahankan nilai kekayaan. Disamping itu kemelut ini akan menjalar kemana-mana menyeberangi batas negara. Contohnya, saat ini Jerman sudah memberlakukan larangan short selling terhadap bank-bank berikut:

Aareal Bank,
Allianz,
AMB Generali,
Commerzbank,
Deutsche Bank,
Deutsche Börse,
Deutsche Postbank,
Hannover Rück,
Hypo Real Estate,

Hati-hati dengan simpanan anda, kesehatan anda serta keluarga anda. Sudahkah anda punya emas? Emas adalah uang yang tidak bisa dimanipulasi oleh bank-bank sentral.

Selesai.........
Jakarta 13-20 September 2008.

Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

13 comments:

Alberth Chen said...

Bravo! Artikel Anda mengunyah fakta-fakta dunia menjadi suatu argumentasi yang logis.

Siapakah Anda sebenarnya? Koq Anda mirip2 idola saya Kwik Kian Gie? Apakah Pak Kwik jadi pemain saham sekarang? Pertanyaan demi pertanyaan berlanjut...

Imam Semar said...

Kami bukan Kwik Kian Gie. Bahkan dalam beberapa hal kami bersebrangan Kwik. Kwik adalah seorang sosialis, dengan rasa kebangsaan yang kental. Kami adalah penganut keadilan, laissez-faire (minimum campur tangan pemerintah) dan free market capitalist. Serta bagi kami kebangsaan adalah liability.

Anonymous said...

mengenai pendapat anda "laissez-faire (minimum campur tangan pemerintah)", bagaimana pendapat anda bila sektor pendidikan dan kesehatan adalah harus di pegang pemerintah, harus di regulasi dengan ketat, tidak ada bisnis disana dan sebisa mungkin rakyat tidak mengeluarkan biaya di kedua sektor tersebut ?

kenapa saya bertanya itu, karena di 2 sektor itu, rakyat di negara maju diuji mengenai level "kemakmuran" nya, mereka boleh bangga dng kemakmuran hidupnya, tapi ketidak pastian terhadap 2 sektor itu membuat mereka merasa kebanggaan itu menjadi semu.

Anonymous said...

Dear Bung Imam,

Saya seorang pemula dibidang finance dan suka membaca artikel 2x Bung yang menambah wawasan saya. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan mengenai Amerika ini. Mengapa ditengah keterpurukkan ekonominya, justru mata uang USD menguat tajam terhadap mata uang lainnya, mis : EUR/GBP ? apakah ada semacam 'permainan' diantara bank sentral mereka ? apakah ekonomi negara 2x Eropa lebih buruk dari Amerika ? bagaimana dampak kelesuan global ini terhadap Indonesia ? soalnya menurut hemat saya, tidak peduli minya dunia mau turun/naik, Rupiah tetap letoy seperti Super Toy dan hidup makin susah ? Maaf kalau pertanyaan saya teralalu banyak. Terima kasih atas kesempatannya.

Salam
Danu

Giy-Blog Praksiologi said...

Oh ya, kalau Pendidikan dan Kesehatan dipegang pemerintah, hasilnya adalah pelayanan yg setengah-tengah.

Joba saja amati kalau ada orang yg sakit mendadak di Semarang. Maka kebanyakan tidak dibawa di RS Karyadi milik pemerintah. Tapi langsung dibawa ke Rumani. Coz pelayanan di RS milik pemerintah biasanya lemotnya setengah mati. Seperti komputer "pentium I" milik keponakan saya di rumah.

Mengenai pendidikan, kalau ada sekolah 'swasta' dan 'negeri'. Coba lihat 'performa' mereka masing2....sekolah negeri kebanyakan 'subsidi', tapi prestasinya?

oh ya mengenai Pak IS, tadi saya kurang ngetiknya, Pak IS itu mirip "manusia supernya" dalam buku Nietze...he2..

Salam
Giy

Anonymous said...

pak Giy, kalau dilihat masalah negeri vs swasta, bila kita lihat di Indonesia, pendidikan di tingkat universitas, negeri selalu memegang prestasi, bukan karena hanya subsidi, tapi dengan "murahnya pendidikan" membuat bibit2 manusia baru yg tersebar di seluruh nusantara ini bisa mempunyai kesempatan.

dan bila di lihat sektor swasta, maaf saja, bila kita lihat performa sebuah institusi pendidikan yang bernama Al Azhar, kita bisa melihat apakah benar prestasi sebanding dengan biaya ?

mengenai sektor kesehatan, kebetulan saat ini saya sebagai pemakai jasa kesehatan di negara US, dan dari beberapa pengalaman yg saya alami, a.l. sampai 5 jam menunggu di UGD untuk mendapatkan jahitan di luka anak saya, problem di Indonesia masih problem yang berhubungan dengan sifat manusia, tapi bila di USA, problem sudah berhubungan dengan sifat dari sistem kapitalisme, yaitu segala sesuatu harus sesuai dng "perhitungan", sense humanisme sudah menghilang dan sulit di munculkan kembali.

demikian

Imam Semar said...

Rekan Danu Ahmad,
Moga-moga anda dikirim oleh SLB ke luar negri sehingga gajinya US$. Hanya hati-hati jangan mengikuti rekan-rekan SLB lain yang keluar dan menjadi "kuli kontrak" atau "kuli harian" yang gajinya jauh lebih besar. Karena resesi menghadang.

Baru-baru ini US$ meningkat tajam karena market menyadari bahwa tidak hanya US tetapi dunia mengalami ancaman resesi, termasuk negara-negara penghasil komoditi. Bank sentrak di negara-negara ini mencetak uang lebih cepat atau sama cepatnya dengan US. Sehingga suatu saat akan ada rebalancing. Pada saat itulah US$ menguat. Pada saat US$ menguat, banyak spekulator yang punya posisi short US$ melikuidasi posisi long gold untuk menutupi margin call di short US$. Itu sebabnya emas juga jatuh. Tetapi tidak lama kemudian kembali lagi.

Dampak resesi global akan kena ke Indonesia. Seberapa besar? Mungkin tidak terlalu parah. Karena besarnya kredit di sektor bubble (Konsturksi, Pertambangan dan Pertanian) porsinya tidak dominan dibandingkan sektor industri. Kami tidak melihat sektor industri mengalami bubble seperti tahhun 1998.

Imam Semar said...

winhandheld,
Setahu saya MIT, California Inst of Tech, Yale, Harvard, London Business School, Univ of Toronto yang penghasil penerima hadiah nobel adalah universitas swasta.

John Hopkin Hospital, Mount Elisabeth (singapore) dan banyak RS lain yang bagus adalah swasta. Jangan dibandingkan dengan RS Pondok Indah yah. Itu lain... he he he he he. Mertua saya sakit darah rendah dan masuk RS PI, malah kena pneumonia.

Imam Semar said...

winhandheld,
Sekedar reality check.
Kalau anda menganggap pelayanan RS di US sama bukuknya, saya tidak tahu apakah system yang melibatkan "medicaid" and "medicare" termasuk laissez-faire.

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...

Menurut hemat saya, kalau pembandingannya adalah MIT, Yale, Harvard, Oxford, dkk, itu agak kurang adil yah... faktor nya terlalu banyak selain hanya private vs public (government funding), tapi untuk contoh dekatnya, mengacu ke pada negara dng pertumbuhan ekonomi tinggi dan penduduk jg banyak, yaitu IIT di India, dan Tsinghua University di China, maka kita bisa melihat bagaimana government funding university itu juga bisa memberikan kemajuan. Dua universitas ini sudah terkenal di US sebagai penghasil lulusan2 berbakat yang turut memberikan sumbangan kemajuan teknologi di USA, dan menurut saya, mengadopsi apa yg di lakukan dua universitas ini lebih masuk akal di Indonesia daripada kita berangan-angan suatu saat ada universitas sekelas MIT, oxford, yale, standford, harvard dkk di Indonesia.

medicaid dan medicare menurut saya termasuk di mana pemerintah sangat minim campur tangannya, karena untuk mendapatkan fasilitas medicaid/medicare dikatakan not just being old or just being poor, system di US secara umum mencegah orang untuk tidak membayar selama masih mampu membayar, begitulah kira kira dunia kapitalisme :-D, yaa itu ada bagusnya shg orang tidak malas bekerja, tapi kadang-kadang kalau tanpa disertai sisi humanis dan melulu bisnis, kondisinya bahkan bisa lebih jelek di banding yang kita alami di Indonesia.

menurut saya, berbisnis di dunia pendidikan dan kesehatan memberikan efek negatif buat negara-negara yang ingin menaikkan taraf hidup rakyatnya, bahkan bisa menjadi senjata makan tuan buat negara maju seperti US ini, bila kondisinya sudah terlalu "bisnis".

Imam Semar said...

Oom winhandheld,
Saya hanya ingin membandingkan antara Anu State University di US dengan yang Swasta seperti MIT, Cal-Tech, Harvard, Stanford,..... gitu. Sama sama di US.

Di Indonesia, suatu saat universitas swasta yang benar akan lebih maju dari pada state. Saya katakan swasta yang benar, karena banyak universiatas swasta Indonesia hanya ecek-ecekan saja. Murah dan tidak bermutu. Ibaratnya jajanan kelas kaki lima. Yang uang sekolahnya sama dengan uang sekolah universitas negri. Bagaimana bisa bersaing kalau uang sekolah sama, tetapi tidak dapat dana subsidi dari pemerintah. Saya berpendapat, ada uang ada kualitas. Dan uang yang kita bayar ke pemerintah sebagai pajak tidak kembali ke kita degan effisiensi tinggi. Banyak yang lari untuk membayar birokrat yang sama sekali tidak effisien. Lebih baik uang tersebut saya gunakan untuk menambah lapangan kerja bagi orang lain dan penggunaannya lebih effektif. Selanjutnya orang-orang ini bisa membayar sekolah anak-anaknya di sekolah swasta yang bermutu (dan tidak murah).

Bisnis dibidang sekolah dan kesehatan jelek? Saya kira tidak. Kebetulan S2 saya menggunakan bangunan eks pilot plant untuk pembuatan penicillin pertama. Saya membayangkan dari dulu sampai saya ambil S2, pola kerja univ saya sama. Riset kami dibiayai oleh swasta, dengan imbalan hasil riset. Tidak murah, uang itu bisa saya tabung untuk membeli rumah ketika kembali ke Indon.

Bisnis sekolah itu bagus. Mahasiswa bisa dibayar. Risetnya dibayar, selama risetnya berguna. Riset yang tidak berguna, akan mati. Masyarakat akan maju dengan cara begini.

Anonymous said...

Pendidikan S2, itu keyword nya menurut saya, kata kunci di mana saat ini kita harus melihat batasan dimana pendidikan (dan kesehatan di lingkup luas) mempunyai batas antara public dan private.

pertanyaannya kenapa di Indonesia berkutat di jenjang pendidikan S1 kebawah yang mengatakan butuh biaya dan persaingan pasar untuk meningkatkan mutu ?, saya rasa namanya Ilmu murah sudah harus di level pengetahuan spt senyawa kimia, micro biologi, software programming, basic chipset development, ilmu kesehatan, dll, semua ini adalah ilmu murah bila kita belajar di universitas di china dan India, karena itu adalah pendidikan dasar S1, (yang saya sebut diatas, hampir semuanya hanya membutuhkan buku dan tools dari abad pertengahan, kecuali bagian teknologi IT, butuh perangkat at least 20 tahun terakhir, yg termurah/gratis)

yang menakutkan adalah bila private di beri kebebasan dan membuat ilmu2 diatas seakan2 mahal untuk di pelajari, sehingga butuh biaya, kalau itu terjadi kapan bisa kita mencapai spt yang anda katakan, riset penicilin, atau riset lainnya yg di industri swasta mau membayar.

S1 di indonesia memang kebanyakan ecek-ecek, tapi S1 di indonesia membuat orang orang Indonesia bisa melaju dan mendapatkan S2 di negara lain spt anda dan saya, atau bahkan S3 dan professor.

demikian menurut saya point mengenai pendidikan harus melibatkan pemerintah, setidaknya pemerintah harus meregulasi, bahwa pendidikan murah bisa didapatkan hinggal level S1, selanjutnya terserah ekonomi bebas.