___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Tuesday, May 20, 2008

HARI KEBANGKRUTAN NASIONAL

Renungan Memperingati Hari Kebangkrutan Nasional

KATA PENGANTAR
Hari ini kita memperingati Hari Kebangkrutan Nasional tanggal 20 Mei 2008. Saya tidak salah tulis. Kebangkrutan, bukan Kebangkitan. Karena bulan depan fasilitas dari pajak yang dikembalikan ke pembayar pajak akan dikurangi. Harga bensin dinaikkan. Selama ini harga bensin Indonesia di bawah harga pasar dunia. Ini adalah bentuk pengembalian pajak yang kita bayarkan selama ini. Pemerintah menyebutnya dengan kata manis yaitu subsidi pemerintah. Bagaimana disebut subsidi pemerintah, lha wong duitnya dari pembayar pajak?

Untuk memperingati Hari Kebangkrutan saya akan ambilkan artikel dari tahun 2004, yaitu ketika SBY baru naik tahta kepresidenan. Perhatikan ramalan saya atas kinerja SBY dan bandingkan dengan kinerjanya sekarang.

Selamat menikmati.

DEMOKRASI….., SYSTEM YANG GAGAL

Democracy…..is a government of the people by the people to to fool the people. (Imam Semar). Ingat kata to fool the people.

Selamat untuk Indonesia yang telah berhasil memilih presiden dan anggota parlemennya dengan cara yang paling demokratis sejak kemerdekaan. Saya yakin pembaca tidak percaya bahwa saya akan mengucapkan selamat atas berlangsungnya pemilu yang paling demokratis di Indonesia. Bahkan ikut memilih pun tidak. Anda betul!!! Saya tidak ikut memilih dan ikut prihatin atas mimpi-mimpi kosong rakyat Indonesia.

Rakyat Indonesia – sebagian besar berharap bahwa pada bulan-bulan mendatang akan melihat perekonomiannya pulih. Euphoria menjangkiti sebagian rakyat Indonesia. Tetapi, dalam hati Imam Semar berkata:”Mimpi nih yeeee!!!” karena tidak sependapat dan bersiap-siap menghadapi krisis yang akan datang. Dalam artikel ini saya akan suguhkan bukti-bukti sejarah bahwa demokrasi adalah wacana untuk menipu rakyat (to fool the people). Saya anjurkan anda untuk memberikan tulisan ini dan tulisan berikutnya kepada teman anda supaya mereka mengerti dan bersiap-siap menghadapi akibat prilaku presiden Indonesia yang baru dan presiden US yang baru. Pada masa pemerintahan mereka berdua ini akan terjadi perubahan yang besar yang akan mempengaruhi tabungan anda. Ingat tabungan anda akan susut. Sejarah telah membuktikannya (yang pernah saya bahas dalam artikel sebelumnya dan akan disinggung dalam dua artikel ini dan berikutnya).

Masih ingatkah anda ketika PDI-P keluar menjadi pemenang pemilu tahun 1999? PDI-P bisa menang pada saat itu karena adanya Megawati. Apakah PDI-P akan menang tahun 1999 kalau ketuanya Moh. Isnaini (ketua PNI yang dulu) atau Kwik Kian Gee atau Laksamana Sukardi?? Saya meragukannya. Kemenangan PDI-P tahun 1999 banyak dikarenakan oleh rasa simpati terhadap Megawati, dan impian bahwa satrio piningit dari keturunan Paduka Yang Mulia, Pemimpin Besar Revolusi, Mandataris MPRS, Panglima Tertinggi ABRI Sukarno akan bisa membawa Indonesia keluar dari kemelut ekonomi. Semboyan “partainya wong cilik” menjadi trade-mark dari Megawati dan PDIP menjadi daya tarik tersendiri.

Nampaknya sejarah berulang. Yudhoyono mempunyai penampilan yang tenang, sederhana, tinggi dan gagah, menantunya Sarwo Edhi (pahlawan dimasa orba yang tersingkir pada masa Suharto). Ada kemiripan ‘kan? Ya!!! Karena pemilihnya sama kemampuan intelektualnya dan paradigmanya!!

Apa betul dan kenapa sistem demokrasi akan gagal? Kita lihat sejarah. Hitler dan Mussolini adalah produk dari pemilihan yang sangat demokratis. Anda tahu siapa kedua orang ini bukan?

Demokrasi bukan sistem yang baru, sudah ada sejak jaman Romawi kuno. Jalannya negara didominasi oleh segelintir negarawan, statemen, yang biasanya kaya (atau beringinan menjadi kaya), mengagungkan kekuasaan dan melakukan permainan trik-trik politik (berkoalisi, menyerang secara tersembunyi) untuk meraih kekuasaan. Anda bisa melihat siapa itu Julius Ceasar, Octavian, Herodes, Nero, Brutus dan nama-nama lain dalam sejarah Romawi. Yang namanya negarawan sifatnya suka berbohong, manipulator dan gila duit dan kekuasaan. Ingat karakter mereka ini, dan lihat pada para negarawan yang masih hidup sekarang ini. Sebagian dari mereka suka perang dan melakukan penaklukan. Kenapa? Karena mereka bisa memperoleh uang. Di jaman Romawi mereka bisa menarik pajak dari wilayah jajahannya. Mesin perangnya adalah mesin yang diharapkan bisa mencetak duit. (Ada kemiripan dengan Halliburton nya Dick Chenney, bukan? Yang dapat kontrak pembangunan Irak tanpa tender).

Dalam sistem demokrasi modern, untuk bisa menjadi presiden atau anggota parlemen seseorang harus mengeluarkan duit seperti untuk kampanye. Para negarawan ini, dengan karakter seperti yang telah disebutkan di atas, melakukan semuanya dengan pamrih. Apa yang dikeluarkannya harus kembali dengan keuntungan berlipat-lipat ganda. (Seperti Dick Chenney bukan?). Kwik Kian Gee atau Sophaan Sopian sering berteriak-teriak mengenai pembersihan di dalam PDI-P (kotor dalamnya dan makan duit politik?). – (catatan 2008: Sophaan Sopian meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas pada bulan Mei 2008 ketika mengendarai motor besar – sebuah pola hidup yang sangat jauh dari pola hidup rakyat kecil yang diperjuangkannya).

Kalau anda menganggap US, Inggris atau negara barat adalah bentuk demokrasi yang paling murni dan menjanjikan kebebasan, keadilan, kesejahteraan, maka anda salah.

Anda ingat perdana mentri Inggris Tony B-Liar .... eh maksud saya Blair, bagaimana dia memanipulasi, membohongi secara sistematis rakyat Inggris mengenai senjata pemusnah massal Saddam Hussein? Berapa ongkosnya? Rakyat Iraq yang entah namanya siapa, tentara yang namanya tidak penting, David entah siapa-ahli senjata Inggris, Beigly entah siapa (pekerja yang dipenggal di Irak), dan yang akan datang mungkin entah siapa Hassan (pekerja sukarela warga) Inggris. Orang-orang ini bagi B-Liar tidak penting dan boleh dikorbankan dan namanya pun tidak penting (Imam Semar sedikit sarkastik).

Anda tahu Bush dan Dick Chenney? Dengan kebohongan senjata pemusnah massa nya Saddam Hussein juga? Keterkaitan Saddam dan Osama. (Saya meragukan). Sepanjang sejarah US, hampir setiap presidennya dipastikan melakukan pembohongan publik pada saat kampanye atau selama menjalankan pemerintahannya. Bill Clinton ketika mengatakan:”I don’t have sexual relationship with Ms Valensky”. Tentu anda akan berkata:”Ooo... itu ‘kan masalah pribadi”. Liar Bains Johnson pada pemilihan presiden tahun 1964 berjanji tidak akan menambah jumlah tentara US di Vietnam. Mungkin dia tidak menambah jumlah tentara, hanya menggantikan yang mampus. Jumlahnya 10 ribu, 20 ribu.... 50 ribu entah berapa, karena nyawa-nyawa itu tidak penting apalagi orang-orang Vietnam. Woodrow Wilson sangat bangga atas campur tangan US untuk membentuk masyarakat yang bebas an demokratis dan menjanjikan dunia yang aman dan makmur. (Sangat cliche ‘kan??). Apa bedanya dengan F. D Roosevelt, Nixon, Kennedy, Johnson dan sekarang Bush. Roosevelt memenjarakan ribuan warga US keturunan Jepang, Wilson memata-matai orang hitam selama perang dunia I. Kenndy, Nixon, Johnson melakukan penindasan dan bantaian di Vietnam untuk menegakkan demokrasi. Dan Bush? Anda tahu jawabannya.

Mungkin anda mengatakan bahwa hal itu tidak terjadi di Indonesia. Saya ingatkan, Paduka Yang Mulia, Pemimpin Besar Revolusi, Mandataris MPRS, Panglima tertinggi ABRI Ir. Sukarno berjanji akan membawa rakyat Indonesia menuju masyarakat adil makmur. Dan pada akhir pemerintahannya dia membuat rakyat Indonesia kehilangan nilai riil tabungannya. Uang Rp 2000 yang bisa dipakai hidup 2 hari untuk 1 keluarga tahun 1963-64 menjadi senilai 1 bungkus kwaci tahun 1967. Dan Bapak Pembangunan Haji Muhammad Suharto yang menjanjikan Indonesia lepas landas, diakhir kekuasaannya 75% dari nilai tabungan para penabung meguap dipindahkan ke kantong konglomerat penghutang. Ooooh sorry...., dia membuat banyak jutawan dan setengah jutawan di Indonesia. Supir taxi atau tukang ojek pun bisa jadi setengah jutawan.... gajinya setengah juta lebih... ha ha ha ha ha... Dan yang terakhir, ketua partai rakyat kecil Megawati, yang membuat pesta ulang tahun atau tahun baru mewah di Bali (tahun 2004) dan menurut berita pada akhir pemerintahannya dia penandatangani keppres pemberian benefit untuk dirinya sendiri (bukan untuk rakyat kecil) – rumah senilai 20 milyar!!! http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/09/tgl/28/time/135344/idnews/215297/idkanal/10 dan http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/09/tgl/28/time/13149/idnews/215254/idkanal/10
Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa ada 2 scenario bagaimana sistem demokrasi ini berjalan. Yang pertama, Tiga Badan suci Demokrasi yaitu Legislatif, Judikatif dan Eksekutif melakukan melakukan alliansi – three holy democratic bodies form an unholy satanic alliance. Ini terjadi pada zaman Sukarno dan Suharto. Sukarno menjadi presiden seumur hidup, tahanan politik penentang pemerintah bertumpuk (Moh. Natsir, Yunan Nasution, dll) termasuk Koes-Bersaudara penyanyi.

Yang kedua devilish quarrel within the holy democratic bodies (gontok-gontokan didalam badan legislatif, eksekutif dan judikatif). Ini terjadi di zaman Demokrasi Palementer tahun 50an dan zaman Gus Dur. Pemerintahan umurnya pendek. Tetapi kedua-duanya berakhir dengan jebolnya ekonomi. Yang manakah yang akan terjadi sekarang?

Sebagai akhir cerita saya mau mengajak anda melihat impian anda kembali. Yudhoyono berjanji akan memberantas korupsi dan memperbaiki ekonomi. Jawablah pertanyaan dibawah ini.

  1. Apakah SBY tega menyeret para pejabat-pejabat yang korup, notabene adalah kenalannya sendiri?
  2. Apakah SBY bisa mempertahankan subsidi minyak, untuk mencegah kenaikan harga barang lainnya?
  3. Bisakah SBY dan DPR yang notabene mayoritas adalah partai opposisi bekerja sama?
    Bisa kah SBY menghadapi DPR yang mayoritas opposisi ketika ada temannya yang diselidiki karena dicurigai bermain politik uang. (Zamannya Mega, saya tidak mendengar adanya penyelesaian yang tuntas thd politik uang.
  4. Apakah SBY bisa menghindarkan tekanan campur tangan asing dalam urusan ekonomi, politik dan militer Indonesia?
  5. Apakan SBY bisa mengekang diri dari godaan untuk tidak mencari balik-pokok uang yang dikeluarkannya selama pemilu.
  6. Bisakah SBY membersihkan sektor perijinan investasi dan memendekkan proses menjadi 25% saja.
  7. Bisakah SBY berbuat seperti Bush dan presiden2 US lainnya terhadap para LSM kiri, serikat buruh di US, membuat mereka mandul? Catatan: US berbuat se-mena-mena terhadap tawanan perang di Guatanamo, membunuhi penduduk sipil di Irak dan sederet lagi tanpa ada LSM yang ribut.
  8. Bisakah SBY mengeffisienkan APBN dengan kabinetnya yang gemuk?

Anda bisa menambah pertanyaan-pertanyaan semacam itu lagi. Kalau jawaban anda banyak tidak nya maka...... impian anda hanyalah impian saja.


Oct. 31, 2004

4 comments:

Blue said...

Mas IS, seandainya saya jadi presiden pertama2 saya bungkam dulu DPR, lembaga yang berisik tanpa ada hasilnya itu. Kedua saya akan ambil alih semua ladang minyak di Indonesia, ya jangan terlalu menyolok ya, mungkin paling baik menggalang gerakan underground supaya seakan2 rakyat yang mengambil alih ladang2 minyak. Jika Exxon marah, ya kita bilang saja, maaf kami sedang kepepet, kontrak tidak dapat kami penuhi. Ini kemauan rakyat bukan kami pemerintah. Hasilnya BBM tidak naik, APBN selamat, rakyat selamat. Paling2 kita bersiap2 menerima gempuran udara. Ha..ha..ha

wapannuri said...

Betul....betul....betulll.....
solusinya....?
tidak ada yang namanya solusi untuk masalah politik dan ekonomi negara. Entah itu negara maju atau negara berkembang. Semuanya UUD (Ujung Ujungnya Duit) Lalu ?
Saran saya....
Jangan mengharapkan orang lain untuk berubah, jangan mengharapkan presiden baru untuk merubah keadaan, jangan mengharapkan orang baik untuk merubah keadaan....(karena jumlah orang jahat lebih banyak!)
Ubah diri kita sendiri. Maksimalkan kemampuan kita, sejahterahkan diri kita. Mulai sejahterahkan orang dekat kita, rubah sekeliling kita. Dunia tidak akan berubah...kita bisa berubah ! Merubah sekeliling kita menjadi lebih baik. Dan itu dimulai dari kita, saat ini, sekarang ini ! Dan itu yang anda (Imam Semar) lakukan ! Itu pulalah yang akan saya lakukan ! Salam !

amirul said...

Mas Is, di hari Kebangkrutan Nasional ini pemerintah bagi-bagi duit BLT gratis untuk wongcilik. Menurut Mas IS apa mungkin duit itu bukan hasil pajak, tapi dari cetak baru. Wah kalo iya memang terjadi "wongcilik industry" dong di negara tercinta ini.

Anonymous said...

Mas Is, di hari Kebangkrutan Nasional ini pemerintah bagi-bagi duit BLT gratis untuk wongcilik. Menurut Mas IS apa mungkin duit itu bukan hasil pajak, tapi dari cetak baru. Wah kalo iya memang terjadi "wongcilik industry" dong di negara tercinta ini.