___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Wednesday, May 16, 2018

Teroris (Bagian I): Pahlawan = Teroris?


Minggu lalu banyak peristiwa kekerasan yang terjadi di republik ini. Pada hari Selasa tanggal 8 May 2018,  kita dikejutkan oleh kerusuhan di Mako Brimob, pemberontakan tahanan teroris yang mengakibatkan 5 orang anggota polisi dan 1 tahanan tewas. Kemudian serbuan masyarakat ke kantor polsek Bayah, Lebak, Banten tanggal 12 May 2018. Kemudian Minggu pagi hari tanggal 13 May 2018 kita dikejutkan oleh beberapa aksi bom bunuh diri yang hampir serentak ke 3 gereja di Surabaya. Dilanjutkan dengan pemboman oleh satu keluarga lagi ke Malporestabes Surabaya tanggal 14 May 2018, sehari sesudah pemboman serentak ke 3 gereja Surabaya. Dan terakhir, pagi ini serangan teroris dengan senjata tajam ke Mapolda Riau.
Diantara serangan-serangan ini ada yang tidak umum, atau katakanlah berpola baru, asli dari Indonesia, yaitu yang dilakukan oleh wanita ibu Puji Kuswati namanya, dengan mengikut sertakan dua anaknya yang masih kecil. Ini suatu hal yang menarik karena wanita, baik pada manusia atau pada kebanyakan hewan mempunyai sifat bawaan alam untuk memelihara kehidupan, nurturing life. Bukan merusak dan menghancurkan kehidupan. Yang sering ditemui, wanita bisa membunuh dalam keadaan terpaksa dan terpojok atau dalam keadaan mata gelap. Seorang wanita bisa membunuh bayinya sendiri dari hasil hubungan gelap misalnya karena tidak menemukan jalan keluar persoalannya. Dalam sejarah tidak banyak ditemui pahlawan wanita. Yang melakukan bunuh-bunuhan adalah kaum pria. Bahwa bisa menumbuhkan militansi dikalangan wanita sehingga bisa mendorongnya untuk melakukan aksi bom bunuh diri adalah suatu prestasi yang luar biasa atau situasinya sudah benar-benar membuat para wanita ini muak dan rela melakukan bunuh diri. Untuk melatih laki-laki untuk melakukan kamikaze (bunuh diri) itu sudah sulit, apalagi wanita, kecuali jika ada faktor kondisi.
Dengan adanya serangan ledakan bom dan serangan terhadap polisi yang berturut-turut membuat ramai di masyarakat, setidaknya di media massa dan media sosial, menyuarakan kutukan terhadap kelompok yang melakukan aksi kekerasan ini dan pemerintah/presiden Jokowi ingin membasmi  sampai ke akar-akarnya.
Tetapi ada juga oleh sebagian orang kejadian ini juga dijadikan jokes. Salah satu diantaranya di salah satu website berbunyi (dilengkapi dengan foto potongan penis) :
Viral di media sosial tentang potongan penis yang sepertinya adalah milik pelaku bom bunuh diri. Kondisi yang memprihatinkan dan berantakan ini membuat netizen bergunjing cukup ramai.
Yang menjadi pokok pembahasan adalah ketika pelaku melakukan bunuh diri tujuannya adalah bertemu bidadari surga dan bisa melakukan hubungan seksual sepuasnya.
Tapi yang jadi masalah adalah penisnya lepas dan tentu akan merepotkan nantinya. Netizen ramai membicarakan apa yang terjadi nanti ketika bertemu bidadari. Bisa jadi teroris malah diketawain sama para bidadari karena penisnya masih tertinggal di bumi dalam kondisi berantakan.
Atau meme seperti ini


Ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat tidak terlalu perduli atau sedih – atas kejadian tersebut. Opini EOWI adalah agnostik untuk hal seperti ini. Bagi EOWI, terorisme itu bukan ancaman. Yang jadi sasaran teroris bom adalah gereja, tempat hiburan dan polisi khususnya Densus 88. Kalau masjid dan ulama adalah sasaran orang gila. Dan kalau KPK adalah sasaran teroris dengan air keras bukan bom.
Saya jarang ke kantor polisi, tidak pernah lagi ke gereja dan jarang ke tempat-tempat hiburan seperti bar. Saya juga bukan KPK dan hanya seminggu sekali ke masjid serta tidak punya tampang ulama. Jadi teroris buat saya kecil resikonya. Jadi tidak perlu dipikirkan. Lebih baik tenaga dicerahkan untuk cari duit saja.
EOWI tidak mau ribut-ribut yang reaktif. Tetapi ada sesuatu yang menggelitik dan mengusik benak saya. Ada satu hal pokok yang paling medasar, yaitu mengerti apa yang dibicarakan. Apa itu teroris? Pembaca akan terkejut dengan kesimpulan uraian berikut ini.

Teroris dan Pahlawan adalah Satu
Sekedar untuk memuaskan rasa ingin tahu saja, mari kita simak dan renungkan arti kata teroris untuk kasus berikut ini. Mungkin banyak pembaca yang belum lahir ketika kejadian ini berlangsung.

Kejadiannya adalah pemboman bank HSBC Singapura yang dulu ada di MacDonald House, Orchard road pada tanggal 10 Maret 1965.  Aksi ini yang memakan korban 3 orang meninggal dilakukan oleh Harun Tohir, dan Usman Jannatin, anggota KKO (marinir) RI.

Pertanyaannya: Apakah Harun Tohir, dan Usman Jannatin itu teroris atau pahlawan?

Menurut bukti tertulis Singapura, Harun Tohir, dan Usman Jannatin adalah teroris. Sampai saat ini masih bisa anda lihat sendiri di MacDonald Building di Orchard road sebuah plakat yang menyebutkan secara eksplisit kata teroris itu lebih tepatnya Indonesian terrorists. Ini adalah bukti yang tidak terbantahkan bahwa Singapura menggolongkan Usman dan Harun sebagai teroris.




Di pihak lain Usman dan Harun dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, sebuah pengakuan yang tidak terbantahkan bahwa keduanya adalah pahlawan. Tidak hanya itu nama Usman Jannatin juga diabadikan sebagai nama masjid. Dan mungkin masih banyak pengakuan-pengakuan yang lain yang saya tidak tahu.

Tidak hanya itu, pemerintah RI tahun 2014, RI membeli kapal korvet Jerambak dari Brunei merubah nama kapal perang KRI tersebut menjadi Usman-Harun (359) tetapi mendapat protes dari Singapura, sehingga nama tersebut diganti menjadi KRI Bung Tomo (357).  Artinya Republik Indonesia setuju dengan Singapura. – QED.

Saya akhir uraian di atas dengan akronim QED yang merupakan kepanjangan dari Quod Erat Demonstrandum artinya "apa yang seharusnya ditunjukkan” atau secara lugas berarti “terbukti”, “bukti telah dibeberkan”. Tidak bisa untuk membantahnya lagi.

Kembali ke persoalan semula: Jadi apakah keluarga pak Dita dan bu Puji Kuswati itu teroris atau pahlawan?

Quiz
Apa bedanya sih pahlawan dan teroris untuk saya? Nyaris tidak ada. Bahkan berita bom bunuh diri bu Puji Kuswati itu mungkin juga hoax. Mungkin juga rekayasa. Siapa tahu? Hal ini patut dicurigai karena Polri mencela-mencele, ibaratnya hari ini kedele besok tempe. 

Misalnya kata kapolri jendral Tito pada tanggal 13 May 2018 dalam keterangan persnya, bahwa mereka sekeluarga (keluarga pasangan Dita-Puji) ini baru pulang dari Suriah (https://news.detik.com/berita/4018581/keluarga-pengebom-gereja-surabaya-baru-pulang-dari-suriah), tetapi para tetangganya mengatakan bahwa mereka ini tidak pernah ke Suriah seperti dilansir seorang wartawan asing ABC, David Lipson di Twitternya sekitar 4 jam setelah Kapolri Tito memberi keterangan  (https://twitter.com/davidlipson/status/995897272574464000 ).  Baru hampir sehari kemudian kapolri jendral Tito meralatnya. Mungkin kalau tidak ada David Lipson, cerita tentang keluarga pembom Dita-Puji ini dari Suriah masih sahih. Kisah teror dengan bumbu Suriah akan lebih menyakinkan dan dahsyat dari pada tidak.

Terus terang saja, untuk masalah teroris, posisi EOWI adalah agnostik. Pembahasan kasus ini sekedar untuk memuaskan intelektualitas saja. Oleh sebab itu tulisan ini akan diakhiri dengan quiz.

Kasus I
Tahun 2015 terjadi pemboman di Mall Alam Sutra yang dilakukan oleh seorang bernama Leopard Wisnu Kumala. Dari namanya patut diduga ia seorang dari etnik Cina dan beragama Kristen (mungkin bukan Katholik seperti mayoritas etnik Cina, karena nama depannya bukan tipikal nama baptis, seperti Leonardus misalnya).

Apakah Leopard Wisnu Kumala ini seorang teroris?

Kasus II
Pada tanggal 25 Februari 2003, Badan Pemerintahan Transisi PBB untuk Timor-Timur (UNTAET) mengeluarkan perintah penangkapan terhadap jendral Wiranto bersama dengan 7 orang lainnya yang bertanggung jawab atas tuduhan pembunuhan sebanyak 1400 orang, deportasi dan tindak kekerasan sebagai bagian dari kejahatan terhadap kemanusiaan (serious crime against humanity) yang dilakukan sepanjang 1 Januari – 25 oktober 1999. 

Sampai sekarang Wiranto masih menjadi buron PBB. Dan kalau dia keluar negri, bisa ditangkap untuk diadili PBB, seperti Slobodan Milocevic, Rodovan Karadzic dan Hideki Tojo.

Apakah jendral Wiranto seorang teoris? Lebih penting lagi, apakah NKRI akan menyerahkannya ke mahkamah PBB untuk diadili (dibuktikan bersalah/tidak atas tuduhan pembunuhan 1400 orang itu), jika Indonesia mau konsisten dengan UU anti terorisme?

Atau.....Wiranto seorang (calon) pahlawan yang nanti kalau meninggal dikuburkan di Taman Makam Pahlawan?

Pertanyaan terakhir yang paling mendasar: Apa itu artinya teroris?

Sekian dulu, sampai lain kali untuk bagian berikutnya.



Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

12 comments:

Anonymous said...

cocok buat gabung ke anggota dpr untuk bahas definisi teroris...:D
biar ngak kelar kelar...:D
teroris itu bukan hanya dari agama tapi juga dari ideologi (right wing terorism) dan bedakan keadaan perang dengan keadaan damai, keadaan perang tentu saling bunuh dan saling bom.
dan tentu kalau perang yang menang yang kasih label dia pahlawan atau teroris atau penjahat perang.
kayaknya situ kewarasannya udah mulai berkurang kalau bahas soal agama....ati ati yg biasa dicuci otaknya itu bukan orang miskin dan orang tidak terdidik tapi orang intelek dan lumayan punya duit.....yah tinggal dibelokin aja cara fikirnya...:D
jadi kapan situ mau join ama teroris? :D

Anonymous said...

nampaknya akan banyak orang yg akalnya gak sampai dan akan melaknat artikel ini.
yg jelas kali ini polisi lebih "profesional" dibanding kasus bom sarinah,dan rakyat berkat media bisa lebih menekan pemerintah untuk segera sahkan ruu terorisme yg mungkin lo ya cuma <10% rakyat yg tau isi perubahannya apa

mercury said...

Artikel nggak bermutu

zanzibar said...

Assalammualaikum om is. Saya tertarik dengan pernyataan om yang 1 minggu sekali ke masjid (asumsi saya untuk sholat jumat). Apakah om punya dalil dalam alquran dan hadits terntang sholat berjamaah itu tidak wajib bagi laki-laki muslim? atau sholat fardu itu menurut om is wajib atau tidak? tolong diterangkan om. Saya tidak bermaksud menyerang atau apapun, saya hanya ingin mendengar pendapat dari om. Terima kasih sebelumnya.

Anonymous said...

Cara memahami tulisan ini benar2 bisa mengecek tingkat kewarasan.
Nice pak Is...

Anonymous said...

Just look back at the worst of the 2008 crash when stocks dropped 50%. Gold went down 33%, and silver 50%… while the U.S. dollar went up 27% and Treasury bonds surged, likewise.

Pa Imam apa kebih baik taruh dolar di treasury?

Imam Semar said...

Friends,
Kalau anda ingin berkomunikasi dgn komentator di blog ini, alangkah baiknya pakai nama, jadi kalau ada yang mau respon gampang. Kan nggak enak kalau responnya spt ini:

@ Anonim May 17, 2018 at 8:00 AM,.....
Treasury bagus juga kalau anda bisa access. Kalau mau leveraged treasury harus tunggu. Saya pikir yield dari 10 yr TB bisa naik lagi.

Imam Semar said...

@ zanzibar,
Perintah sholat (berjamaah) jumat ada di Quran. Kalau berjamaah yang lain setahu saya tidak ada di Quran.

Saya sendiri tidak terlalu terikat dgn hadith, karena hadith banyak kontradiksi. Harus diingat bahwa hadith itu BUKAN ucapan dan kebiasaan nabi melainkan CERITA tentang perkataan dan perbuatan nabi, yg dibukukan oleh Bukhari, Muslim, Tirmizi, Abu Daud, Nawawi dan penulis hadith lainnya. Adanya perbedaan-perbedaan dalam Islam biasanya bersumber dari hadith.

Ihwan Rizani said...

Om Is, saya lihat video wawancaranya Jim Rogers, dia bilang krisis yang sebentar lagi datang bakal jadi yang terburuk.

https://www.youtube.com/watch?v=1z4mFZ_XDko

kalau semua negara akhirnya bangkrut, bukannya itu berarti kita sudah semakin dekat dengan akhir debt based money system, dan satu-satunya cara untuk recovery adalah dengan mengenalkan mata uang dunia baru?
saya tidak terlalu tertarik dengan teori konspirasi, tapi di fase ini, sedikit banyak apa yang disampaikan di protocol of elder zion satu persatu terbukti, gimana menurut pendapat Om Is?

Rijaya said...

saya pernah ngaji materinya : ayat - ayat ahkam, dalil sholat berjamaah ada di QS Annisa : 102

kripik singkong said...

Akar dari masalahnya adalah "Rasa ketidak adilan" Yang di exploitasi oleh orang cerdik untuk ambisinya. Alatnya ya ideologi & janji surga. Maka ide-2x keadilan sosial semacam komunis, sosialis & khilafah atau sejenisnya tidak akan pernah bakal benar-2x ada secara konsisten & hanya sebatas dongeng mitos karena manusia terlahir egois & korup

Anonymous said...

tentu saja history is written by the winner. mungkin di negara ISIS ntah seberang sana para teroris ini sdh dinaikkan pangkatnya secara anumerta ..dan para keluarganya dapt pesangon lebih banyak ..Oops krn semua anggota keluarganya jga mati diajak bunuhdiri maka pemerintahan ISIS tidak perlu bayarin pesangonnya lagi ..hehe cerdik juga ini ISIS dalam menghemat anggaran..