___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Friday, August 21, 2015

Kudeta Palsu: SDR, Yuan dan US Dollar



Untuk beberapa waktu, media ribut mengenai kemungkinan hancurnya US dollar pada bulan Oktober 2015 dikarenakan oleh masuknya yuan ke dalam Special Drawing Right (SDR), suatu super currency yang dikeluarkan oleh IMF. Walaupun bulan Oktober 2015 tidak lama lagi dan orang ribut dan ketakutan akan adanya kejatuhan US dollar, tetapi EOWI nampak cuek banget, tenang-tenang saja. Dampak masuknya yuan ke dalam SDR pada saat ini bukan seperti gempa berkekuatan 8 – 9 skala Richter, tetapi mungkin hanya 1 – 2 saja. Dengan kata lain, gempa yang ditimbulkannya tidak lebih besar dari getaran akibat saya menjatuhkan diri dari tempat tidur.
Belum lagi bulan Oktober 2015 datang, tiba-tiba dunia dikejutkan oleh keputusan devaluasi........., bukan US dollar tetapi yuan. Ternyata bukan US dollar yang jeblok, tetapi yuan.....dan diikuti oleh beberapa mata uang negara lainnya. Ketidak-kuatiran EOWI memang beralasan dan berdasar.

Apa Itu SDR?
Sebelum kita menginjak pada pertanyaan apakah masuknya yuan ke dalam SDR akan membahayakan US dollar (investasi utama EOWI saat ini), atau tidak, sudah sepatutnya kita mengerti apa itu SDR. Dinyatakan dengan kata-kata sebanyak 1 paragraf, beginilah gambarannya: 
The Special Drawing Right (SDR) is an international reserve asset, created by the IMF in 1969 to supplement the existing official reserves of member countries. The SDR is neither a currency, nor a claim on the IMF. Rather, it is a potential claim on the freely usable currencies of IMF members.
Ceritanya begini: dalam perdagangan internasional tidak praktis kalau setiap negara menggunakan mata uangnya sendiri-sendiri. Negara Tonga misalnya mau membeli minyak dari Nigeria. Apakah penjual di Nigeria mau menerima pa’anga (mata uang Tonga)? Walaupun kita tahu jawabannya, tetapi lupakanlan dulu jawaban itu dan anggap penjual di Nigeria mau menerima pa’anga Tonga, kemudian mau diapakan pa’anga itu? Pelaku bisnis di Nigeria akan memperoleh banyak problem, jika mereka memiliki pa’anga Tonga.
Sayangnya penjual minyak dari Nigeria ini tidak bisa minta dibayar dengan naira (mata uang Nigeria), karena Tonga tidak punya naira. Kalau Tonga tidak punya barang yang dibutuhkan Nigeria, maka pa’anga yang parkir di Nigeria tidak ada gunanya. Nigeria harus mencari negara lain yang berniat membeli sesuatu dari Tonga, dan pa’anga yang dimilikinya bisa ditukarkan dengan sesuatu yang berguna bagi Nigeria. Ribet ‘kan?
Jaman dulu, tergantung jamannya, perdagangan internasional menggunakan berbagai mata uang. Pada abad 17 (sampai abad 19), real Spanyol yang berbasis perak.  Pedagang juga mau menerima mata uang perak lainnya, asal terbuat dari perak dengan kadar tertentu. Mata uang perak mudah diterima dimana saja. Kemudian setelah itu ada standard emas. Sebenarnya antara standard emas dan perak, sering digunakan secara bersamaan.
Pounds sterling adalah sisa peradaban abad 19 ketika Inggris mendominasi perekonomian dunia. Walaupun bajunya pounds sterling, tetapi pada hakekatnya adalah standard emas, karena pounds sterling menggunakan standard emas (walaupun beberapa kali dibekukan standard emasnya untuk sementara, dan akhirnya pada tanggal 21 September 1931 standard emas ditinggalkan).
Sampai tahun 1971 perdagangan internasional masih digunakan standard emas, walaupun bajunya US dollar. Karena sampai tahun 1971 US dollar masih dikaitkan dengan cadangan emas. Setelah itu, kebanyakan adalah menggunakan US dollar yang diambangkan.
Jadi dalam perdagangan internasional diperlukan satu mata uang yang bisa diterima semua negara. Kalau tidak maka ribet jadinya. Dan sudah beberapa dekade ini beberapa mata uang yang diambangkan (free float) seperti US dollar, euro, yen, dijadikan mata uang untuk bisnis internasional dan dijadikan cadangan devisa di banyak negara.
Persoalannya adalah, yang hidup di dunia ini bukan saja pedagang yang menjembatani antara produser dan konsumen, tetapi juga spekulator, pemodal, penabung dan pelaku bisnis lainnya. Ada masanya para pemodal ini merasa tidak aman untuk memmarkir uangnya di suatu negara. Maka mereka mulai menerbangkan dana investasinya keluar. Tentu yang dibawa bukan mata uang negara tersebut. Kalau mereka di Argentina, maka yang dibawa keluar bukan peso, melainkan US dollar atau euro. Demikian juga kalau mereka di Indonesia, yang mereka bawa bukan rupiah, melainkan US dollar. Karena rupiah atau peso tidak laku kecuali di Indonesia atau Argentina.
Akibatnya, negara yang mengalami aliran dana keluar akan kekurangan cadangan devisa. Kalau demikian bagaimana caranya untuk membayar barang-barang impor yang dibutuhkan? Mata uang lokal akan jeblok karena kelangkaan mata uang asing (cadangan devisa). Kalau tidak bisa membeli barang impor yang kebetulan adalah makanan......, bisa terjadi huru-hara. Orang lapar akan menjadi cepat marah. Orang yang kehilangan nilai tabungannya akan menjadi cepat marah. Orang yang mengalami kesulitan membeli barang-barang yang biasa dibelinya, akan menjadi cepat marah. 
Oleh sebab itu, belajar dari krisis-krisis yang lalu, banyak negara menumpuk cadangan devisa agar perekonomiannya tidak tergagnggu. Tentu saja tindakan menumpuk uang seperti ini agak mubazir. Oleh sebab itu IMF mengeluarkan SDR yang gunanya untuk memberi jalan bagi negara yang terpojok karena menipisnya cadangan devisa mereka. Dengan SDR tersebut, negara-negara yang kekurangan devisa tersebut bisa mengambil mata uang yang diperlukan dari IMF.
Kurang lebih itulah SDR.

Apakah SDR akan Menghancurkan US Dollar?
Pertanyaan yang ada di benak banyak investor naif adalah: Apakah dengan adanya SDR maka US dollar akan hancur? Karena peran US dollar sebagai mata uang internasional dan mata uang cadangan devisa akan susut dan digantikan oleh SDR.
Jawabannya sederhana saja. Pertama, SDR sudah ada sejak tahun 1969 dan itu tidak membuat US dollar hancur. Bahkan terhadap rupiah, US dollar sudah terbang entah kemana. Tahun 1969 harga 1 US dollar adalah Rp 326 dan saat tulisan ini dibuat sudah di level Rp 13800. Kita tidak juga harus menyimpulkan bahwa adanya SDR membuat rupiah terpuruk. Tidak ada kaitan sebab-akibat nya.
Walaupun banyak yang mengatakan bahwa SDR adalah uang, pada hakekatnya SDR bukan mata uang/currency yang dikeluarkan oleh IMF atau bukan juga klaim (hak untuk meminta asset) kepada IMF. Tidak ada perdagangan yang menggunakan SDR. SDR tidak bisa digunakan secara langsung untuk membeli minyak, membeli gandum, membayar hutang......dan lainnya. SDR adalah hak untuk meminta suatu mata uang, US dollar, euro, pounds sterling dan yen kepada anggota IMF. Dengan kata lain, dengan SDR suatu negara yang memilikinya bisa menukarkannya dengan salah satu dari empat (4) mata uang yang menjadi cadangan devisa anggota IMF.
Andaikata yuan dimasukkan sebagai mata uang yang boleh ditukarkan, maka posisinya akan sama saja dengan US dollar, euro, pounds sterling dan yen. Lalu bagaimana selanjutnya?

Apakah Masuknya Yuan ke SDR akan Menghancurkan US Dollar?
Andaikata yuan masuk menjadi salah satu reserve currency dalam SDR, apakah US dollar akan hancur? Jawaban dari pertanyaan itu akan bisa membenarkan/menyangkal mereka yang akhir-akhir ini mengatakan bahwa US dollar akan hancur. Opini ini (yang mengatakan bahwa US dollar akan hancur), bersebrangan dengan opini EOWI. Memang EOWI berpendapat bahwa akhirnya nilai US dollar (dan juga semua uang kertas) akhirnya sama dengan nilai interinsiknya, yaitu kertas (sama dengan toilet paper), tetapi untuk US dollar hal itu tidak terjadi dalam waktu dekat ini, tidak juga dalam 5 tahun mendatang. Oleh sebab itu menjelaskan kepada pembaca, maka menjawab pertanyaan berikut ini adalah sangat penting.
Bagaimana US dollar bisa jatuh karena masuknya yuan ke dalam mata uang yang bisa ditukarkan dengan SDR? Mekanismenya bagaimana?
Mungkin sebelum pertanyaan di atas bisa terjawab, pertanyaan berikut ini bisa membantu:
Apakah US dollar, euro, pound, yen sedemikian dibutuhkannya sehingga IMF perlu mengeluarkan SDR bagi mata-mata uang ini? Dengan kata lain, kenapa bukan SDR untuk dollar Zimbawe atau rinngit Malaysia?Bagaimana dengan yuan?
Pertanyaan ini sudah terjawab pada pembahasan sebelumnya. US dollar, pound, euro, yen diperlukan karena supaya tidak ribet.
Suatu negara membutuhkan US dollar atau yen atau euro banyak sebabnya. Di dalam perdagangan internasional, harga minyak, harga kapas, harga tembaga, harga pesawat terbang dalam US dollar. Kalau saya kerja di Malaysia, atau Saudi Arabia, kontrak kerja saya dalam US dollar. Bukan ringgit, rupiah atau real. Itu adalah kenyataan yang tidak ideal dan harus ditelan. Jangan heran kalau US dollar ditumpuk di banyak negara sebagai cadangan devisa. Ketika neraca pembayarannya surplus, maka cadangan dollarnya naik yang nantinya berguna ketika neracanya mengalami defisit.
Karena US dollar, euro dan beberapa mata uang lainnya digunakan dalam perdagangan dan bisnis internasional, maka banyak negara harus mempunyai cadangan mata uang ini.
Berikut ini adalah besarnya cadangan devisa global. Saat ini 64% adalah US dollar dan 20% euro. Selebihnya adalah mata uang lainnya.

Kenyataan saat ini menunjukkan bahwa banyaknya yuan yang disimpan sebagai cadangan devisa tidak lebih dari 3% saja. Bagaimana yuan bisa menggantikan US dollar dalam waktu dekat ini. Bahkan kalau dilihat faktor-faktor lain, peluang yuan untuk menggantikan US dollar sampai tahun 2050, juga tidak besar. Kami di EOWI memprojeksikan bahwa nasib perjalanan ekonomi Cina tidak lebih baik dari Jepang. Yaitu akan mengalami krisis deflasi dan selama beberapa dekade tidak pernah bisa bangkit lagi. Mereka bisa maju, separti Jepang, tetapi pertumbuhan ekonominya marginal. Itu adalah topik yang bisa diceritakan panjang lebar.
Kembali pada pertanyaan yang tertama:
Bagaimana US dollar bisa jatuh karena masuknya yuan ke dalam mata uang yang bisa ditukarkan dengan SDR? Mekanismenya apa?
Kami di EOWI tidak tahu jawabannya. Oleh sebab itu adalah cukup sahih (valid) jika kami mengatakan bahwa pengaruhnya hanya seperti gempa yang ditimbulkan karena saya jatuh dari tempat tidur.

Apakah Yuan Layak Menjadi Cadangan Devisa?
Pertanyaan ini harus dilontarkan jauh sebelum bertanya apa pengaruh yuan jika dimasukkan ke menjadi salah satu reserve currency (mata uang cadangan devisa, atau MUCD) dari SDR.
Kalau saya disuruh bikin kriteria persyaratan reserve currency (MUCD), maka jadinya adalah seperti ini:
Pertama, mata uang tersebut tidak di-pegged terhadap mata uang lain dan harus diperdagangkan secara bebas. Bayangkan jika mata uang tersebut di-pegged, ketika di kantong kita sudah banyak, tiba-tiba di devaluasi. Maka lenyaplah sebagian dari nilai (value) cadangan uang kita. Menjadi lebih miskin mendadak tanpa bisa berbuat apa-apa, atau melarikan diri adalah suatu hal yang tidak disukai. Jadi sebuah reserve currency (MUCD) harus diperdagangkan secara bebas dan harganya ditentukan oleh pasar. Sayangnya yuan tidak demikian.
Kedua, pada mata uang tersebut ada pasar modal yang cukup besar dan likwid serta bebas, sehingga tidak terlalu volatile. Pasar modal, apakah itu pasar hutang (bond) atau pasar saham, merupakan salah satu tempat parkir uang yang bisa menghasilkan keuntungan. Bukan sekedar uang tanpa bunga/keuntungan.
Adanya pasar modal yang besar, likwid dan bebas, bisa meredam volatilitas. Dengan kata lain, asset tersebut (cash, bond dan saham lainnya) harus cukup likwid. Suatu hal yang tidak anda sukai adalah, ketika mata uang tersebut mengalami krisis dan anda mau melepas asset anda.......pasar beku, tidak ada yang mau beli (atau harganya jatuh sekali). Atau anda dilarang menjual asset anda. Akhirnya anda harus memegang barang busuk. Apakah yuan memenuhi kriteria ini? Cina punya cadangan devisa sebesar US $ 4 triliun, tidak berarti pasar modal berbasis yuan besar.
Untuk persyaratan yang kedua ini, baru saja investor mengalami hal yang buruk. Ketika bursa saham Cina crash di tahun 2015 ini, pemerintah melarang institusi besar untuk menjual saham di portfolionya. Capital control adalah sesuatu yang haram bagi mata uang yang menjadi cadangan devisa.
Ketiga, negara itu cukup stabil ekonominya, sehingga resiko mata uangnya  terdepresiasi kecil. Kriteria ini agak meragukan dan dilain waktu akan kita bahas. Dulu Jepang juga dipersepsikan sebagai negara yang secara ekonomi stabil, tetapi sejak tahun 1990, dengan meletusnya bubble properti dan saham di Jepang, perekonomian Jepang sering goyah dan langkah-langkah ekonomi negaranya sering tidak masuk akal. Apakah persyaratan ini masih diperlukan? Bagi EOWI, tentu saja masih.
Keempat, ukuran ekonomi negara itu (Cina) besar dibandingkan dengan yang lain sehingga dalam perdagangan internasional menjadi penting. Internasionalisasi yuan bisa belangsung. Cina sedang mengarah kesana. Dimulai dengan perdagangan bilateral, yang bisa menggunakan yuan. Lama-lama makin banyak negara yang menyimpan yuan dalam cadangan devisanya (karena diperlukan untuk membeli barang-barang Cina).

Bisakah SDR atau Yuan menggantikan US Dollar?
Lupakan ide yuan masuk ke dalam SDR. Itu dampaknya kecil terhadap US dollar. Kita tanya skenario yang lebih jauh, yang lebih menohok dollar, yang lebih punya pengaruh terhadap nasib US dollar. Yaitu: Bisakah SDR atau Yuan menggantikan US Dollar?
Secara definisi dan rancangannya, SDR tidak bisa menggantikan US dollar. SDR bukan mata uang. Andaikata mau dipaksakan, saat ini semua SDR yang beredar hanya ada dengan US$ $280 milyar dan 40% nya adalah US dollar (US$ 112 milyar). Apakah ini cukup untuk dipakai dalam perdagangan dunia? Cadangan devisa Indonesia yang katanya cukup untuk kebutuhan impor selama 7 bulan saja adalah US$ 110 milyar.
Orang yang berpikir waras akan mengatakan bahwa bulan Oktober 2015 atau 2016 atau......katakan lah 2020, SDR belum bisa menggantikan US dollar. Sebagai contoh, pergantian pounds sterling ke dollar memakan waktu cukup lama dan bertahap, dari 1914 sampai 1950. Memang ada yang berjalan cepat, yaitu pergantian mata uang cadangan devisa dari US dollar berbasis emas ke US berbasis no-thing (fiat) di tahun 1971. Cuma dalam hitungan beberapa detik…… mungkin menit. Pergantian peran sebagai cadangan devisa global antara 2 mata uang fiat akan memakan waktu yang lama.
Seandainya US dollar digantikan oleh mata uang lain sebagai mata uang dunia, kapan waktunya. Untuk pertanyaan ini waulahualam, hanya Allah yang tahu. Mungkin antara tahun 2030 – 2050. Di masa itu harga minyak bisa mencapai $400/bbl dan emas mungkin sampai $10,000 per oz. Tetapi sampai waktu tersebut datang.....,dan sampai 10 tahun ke depan….., target EOWI adalah di level $30/bbl dan $600/oz mungkin akan dilalui dulu. Apakah saya masih hidup di tahun 2030 - 2050 untuk menyaksikannya......, entahlah.
Bagaimana dengan yuan? Bisakah yuan menjadi mata uang cadangan devisa. Jawabnya bisa dan berjalan perlahan-lahan. Dan opini EOWI:
Nasib perjalanan  yuan saat ini tidak akan jauh dari nasib perjalanan yen Jepang dimulai dari tahun 1990.
Tidak heran kalau harganya saat ini jatuh. Dan kejatuhan yuan saat ini adalah awal dari kejatuhan yang panjang..........Maka hati-hatilah memegang yuan........
Sampai lain kali….bye.
 


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

29 comments:

denmas said...

Benar mas IS, selama masih byk negara yg berdevisa dlm USD, artinya USD masih jd mata uang paling trendy, paling terpercaya dlm perdagangan global, artinya yg berkepentingan untuk menjaga nilai tukarnya jauh lebih banyak daripada mata uang2 lain. Bahkan juga sudah lama di luar kontrol the Fed sendiri, makanya USD tidak pernah dengar ada devaluasi oleh the Fed, beda dengan mata uang2 yang di luar SDR. Yuan mungkin saja diproyeksikan jadi salah satu SDR oleh IMF, tapi apa China sendiri menyukainya? Karena artinya Bank Sentral China tidak lagi bisa dengan mudah mengontrolnya.

Imam Semar said...

Pagi pagi US dollar sudah masuk ke level rp 13,900..........waah....

Anonymous said...

woow mantapp article baru !!!! kurs di beberapa bank BII / MEGA sudah 14.010

Anonymous said...

saya gak meragukan analisa Pak IS (EOWI), tapi untuk harga emas beberapa hari ini makin naik dan bukan turun hari ini meloncat naik sekitar 10.000-13.000 segramnya, apakah emas akan berbalik menguat ke level 1200-1300 dalam waktu dekat? mohon ulasannya pak IS, terima kasih

Anonymous said...

saya gak meragukan analisa Pak IS (EOWI), tapi untuk harga emas beberapa hari ini makin naik dan bukan turun hari ini naik sekitar 10000-13000 segramnya, apakah emas akan berbalik menguat ke level 1200-1300 dalam waktu dekat? mohon ulasannya pak IS, terima kasih

Anonymous said...

Saya udah banyak baca soal topic ini diluar. Cuma EOWI aja yg beda sendiri, bahkan temen satu kantor udah ada yg buka tabungan CNY. Hahaha..

Numpuk dollar cash aja klo gitu :p

Anonymous said...

Hanya orang bodoh yang mau percaya penuh pd rezim otoriter komunis cina yang sama rakyatnya sendiri aja kejam suka ga suka sistem kapitalis barat masih lebih fair

Lestari Fbbb said...

Analisa yang brilian...mantap..pak is

Nm Okawati said...

Terima kasih pencerahannya Pak,semoga sehat sll sehingga lebih sering menulis analisanya.

Anonymous said...

Dollar akan runtuh, begitupula ekonomi dunia akan runtuh. Allah swt menjadikan Dinar emas dan Dirham perak sebagai mata uang yang halal, tapi apa yang ada di artikel perjanjian IMF? Mereka membuat illegal penggunaan emas sebagai mata uang. Jadi mereka mengharamkan apa yang diharamkan Allah swt, bukankah itu syirk? (sebaiknya orang Islam menjawab pertanyaan itu sebelum masuk ke liang lahat)

denmas said...

Saya amat sepakat dgn penggunaan emas & perak sebagai alat tukar & parameter aset yg islami.. sesepakat saya dgn ulasan Bung IS mengenai hukum syar'i mengenai pajak, penggunaan dan pemerataan pemanfaatan SDA Indonesia & pengelolaan/bentuk ketatanegaraan dlm NKRI.. Bung IS & kawan2 lain yg sepaham dgnnya sekadar bersikap pragmatis.. sedapat mungkin mengalir mengikuti ke mana arah angin bertiup, karena posisinya hanya sebagai "saksi korban" dari kebijakan2 yg tidak sungguh2/murni bijak dari para raja/penguasa negeri2 yg penuh dgn kemunafikan & masih berkelindan dgn kepentingan pribadi/golongannya..

Imam Semar said...

Brace for crash landing!!!!!,

Saya sedang menyiapkan market review. Kelihatannya crash has just started.....,

Kalau ini benar maka target IHSG adalah level 1000.

Hati-hati.......

denmas said...

mohon diselipkan juga alternatif2 penyelamatan nilai aset dari pilihan selain USD jg bung IS, ancang2 untuk soft landing menghadapi krisis dari pembaca2 blog ini yg dananya mepet untuk diswap ke USD atau properti.. trims.

Anonymous said...

Sumpah, saya akhir2 ini klo ada update artikel atau comment dari mas IS. pasti deg degan..

Ditunggu update nya mas :o

Yunus said...

Woow.. Ngeri ngeri sedap nih om is.. Ditunggu dgn setia post anda.

Nm Okawati said...

Waduh pak IS ngeri amat kalau prediksi IHSG ke level 1000,krn saya nyangkut di unvr.kira2 hrs saya cut loss or hold ya?

Rianti said...

black monday nih , target crash di angka berapa ini om semar ?

Anonymous said...

Besok sepertinya ada peluang minor rebound, kesempatan yg mau jualan sebelum datang tsunami di market (disc)

Anonymous said...

Bagaimana efeknya terhadap bunga KPR om Semar?
Apakah bisa terjadi seperti tahun 1998?

Anonymous said...

Belajar dari krisis 2008

Berapa suku bunga KPR anda hari ini?
https://priandoyo.wordpress.com/2008/12/26/berapa-suku-bunga-kpr-anda-hari-ini/

SIap2 aja lebih dari itu

Lestari Fbbb said...

Kalao benar ihsg bisa crash sampai 1000...ga kebayang us dollar bisa di atas 20.000 dong....weeww...dana panas asing keluar smua ..Wah bensin..bahan pangan jd berapa?..

Anonymous said...

@rianti klo baca postingan om is di gejolak ekonomi 2014-2020

Target Djia index ke level 4000-5000 yang sekarang di level 16.000
'
Kalo beneran terjadi IHSG ke 1000 bakalan rusuh nih negara

Untuk semua pembaca EOWI jika dapet kabar or info bagus, please update kita juga di comment postingan on IS ya

Anonymous said...

@mm okawati. Klo dari comment om is diatas beliau lagi menyiapkan market review. Tunggu aja update dari om is untuk menentukan langkah selanjutnya. Just my opinion

Anonymous said...

Pak IS....apakah secepat itu jsx nyungsep ke 1000?...semoga ada invicible hand...

Anonymous said...

Nonton Metro malem ini ada wawancara dengan Darmin Nasution. Intinya

Kepemilikan asing di IHSG sebesar 60% di Sun 38%

Dari commment mas IS yg bilang target IHSG 1000 dan jika dana kepemilikan asing 60% di IHSG karbur semua. bisa jadi nyungsep.

Kira2 gini wawancaranya saya baca di detik
finance.detik.com/read/2015/08/25/195241/3001146/4/rupiah-gampang-loyo-darmin-terlalu-banyak-dana-asing-di-ekonomi-kita

Deposit WIthdraw InstaForex said...


gimanapun juga tetap salut sama cina dan taktik yuan nya

menyusuri post artikel anda menarik, nice post :)

Obat Kutil Kelamin Tradisional said...

I am very pleased to visit your blog,
we found a very good article, interesting and content of the article or information that is easy to understand.
thanks and regards healthy

anggi gusma said...

Yuan mau menggantikan dolar zimbagwe.
Mohon ulasan nya ?
Terimakasih

anggi gusma said...

M