___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Wednesday, March 24, 2010

MEA CULPA

Mea culpa artinya “saya salah”, suatu pengakuan atas kesalahan.

Dalam setahun ini saya salah meramalkan arah pasar modal. Untuk emas, logam mulia dan dollar tidak terlalu salah. Oleh sebab itu, sekarang akan saya pakai untuk mengevaluasi methodologi dalam melakukan evaluasi pasar.

Saya meramalkan krisis ekonomi dan market crash tahun 2008-2009 sejak tahun 2003. Awalnya hanya sebuah ramalan kasar mengenai perkiraan waktu tibanya krisis, rentang waktunya cukup lebar. Dan setiap tahun saya perbaiki.

Methoda yang digunakan sangatlah sederhana, yaitu mengira-ngira kapan stimulus yang digelontorkan pemerintah US selama krisis Nasdaq crash (2000), krisis 911 (2002) habis effeknya. Hasilnya lumayan.

Menghadapi krisis global yang dimulai tahun 2007, saya perlu bersiap-siap dengan arsenal, persenjataan yang agak berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Dari ukurannya, debt-to-GDP ratio US yang hampir mencapai 340%, jauh melebihi depressi 1930an yang besarnya sekitar 270%. Pemikiran waktu itu, ialah bahwa kita akan berhadapan dengan krisis yang ukurannya sama atau lebih besar dari krisis 1930. Bedanya, sekarang lebih banyak faktor yang sulit diduga yang bisa memicu krisis lebih dalam lagi, misalnya pasar derivatif yang tidak di-regulasi dan ukurannya sangat besar. Disamping itu juga banyak “red herring”, hal-hal yang tidak pokok tetapi menarik perhatian pemain pasar sehingga arah pasar berlawanan dengan kondisi ekonomi. Oleh sebab itu arsenal yang saya gunakan adalah “alat analisa psikologi”, salah satunya Elliot Wave (EW). Saya berharap dengan EW, saya bisa searah dengan pasar atau selalu berada di depan pasar.

EW sebenarnya teknik yang kurang saya sukai, bahkan sering saya plesetkan menjadi Idoiot Wave. Teknik ini dikembangkan oleh Robert Prechter seorang sarjana psikologi. Dari yang saya baca, EW lebih cederung sebagai pseudo-science dan hipotesa. Walaupun demikian, jika majoritas (atau banyak) pelaku pasar yang menggunakan EW, maka pasar akan berkarakter seperti EW. Itu yang saya pegang.

Ketika market crash sampai rebound setahun lalu, semua masih okey. Tetapi beberapa bulan setelah rebound, ternyata koreksi berikutnya yang ditunggu tidak muncul. Fakta ini menunjukkan bahwa tentunya majoritas pemain pasar tidak menggunakan EW sebagai alat navigasi, seperti yang saya duga sebelumnya. Ini membuat saya merasa perlu untuk melakukan evaluasi kembali arsenal yang digunakan, dan mencari alternatif lain.

Untuk mengerti bagaimana ukuran krisis 2007- ini kita lihat ukuran penyebabnya. Debt-to-GDP ratio great depression adalah 270% dan krisis 2007 adalah 340%.

Dibandingkan dengan resessi yang terdahulu, resessi terdahulu tidak sedalam sekarang (Chart-1). Pada krisis sekarang ini, nampak sekali GDP US turun. Chart-2 adalah versi lain (skala log dan GDP tahunan) dari Chart-1.

Chart 1

Chart 2

Pada skala log nampak penurunan GDP semasa the great depression 1930an secara jelas. Harus diingat bahwa Chart-2 ini menggunakan data tahunan. Sehingga jika resessinya kurang dari 1 tahun maka penurunan GDP tidak nampak. Dan untuk krisis 2007, jatuhnya GDP tidak nampak. Artinya krisis 2007 hanya berlangsung kurang dari 1 tahun.

Chart-3 adalah versi lain dari chart sebelumnya. Terlihat GDP US mengalami kontraksi hampir 4% semasa krisis 2007. Dan saat ini masih belum menunjukkan angka yang positif.

Chart 3

Tekanan deflasi masih kuat, tren inflasi harga, arahnya masih cenderung menurun (Chart-4). Ini dikarenakan oleh tidak adanya buying power dari konsumen. Kalau konsumen tidak ada buying power, bagaimana perusahaan bisa untung?

Kredit juga tidak jalan. Dan money supply M3 masih berkontraksi –5% (Chart-5). Sulit untuk mengatakan bahwa akan ada pemulihan ekonomi. Apalagi kalau saya mendengar bahwa ipar saya di Inggris di PHK dan saya sendiri diberi tahu bahwa antara bulan Juni-Oktober, perusahaan tempat saya kerja akan dijual dan sebagian besar karyawannya akan dikasih pesangon untuk diPHK. Kalau bukan ekonomi, jadi, apa yang menyebabkan saham rally tak kenal lelah, bahkan sampai extended overbought?

Minggu lalu saya membaca sebuah artikel di Financial Times. Intinya bahwa kebanyakan saham-saham yang rally kencang adalah saham-saham yang sifatnya spekulasi. Yang dispekulasikan adalah membaiknya earning di tahun depan setelah ada recovery. Hal ini mengusik pikiran saya. Jika majoritas pemain pasar berprilaku demikian maka, kemungkinan leading economic indicator adalah yang mereka ikuti.


Chart 4


Chart 5

Saya berhasil memperoleh (membeli) data leading economic indicator ini. Setelah diplot dengan S&P, hasilnya ada pada Chart-6 dan Chart-7.

Chart 6

Chart 7

Sebanyak 7 kali sejak tahun 1950 sampai 2010 MoM leading indikator (5 MA) turun menembus nol, dan sebanyak 6 kali, tidak lama setelah itu (atau bersamaan) S&P mengalami koreksi yang cukup berarti. Dan sebanyak 5 kali MoM leading indikator (5 MA) berbalik arah dari turun me naik, disusul (atau bersamaan) dengan S&P500.

Dari data ini, kita bisa melihat bahwa LEI (Leading Economic Indicator) arahnya masih positif dan tidak akan memotong nol. Oleh sebab itu, saya tidak berharap bear akan datang sebelum 3 Q 2010.

Kalau bursa saham diprediksi masih akan bullish sampai kwartal 3, 2010 mengikuti LEI, emas dan logam mulia akan mengikuti pola tahunannya, Maret – Agustus adalah masa bearish; sedang September – Maret adalah periode bullish. Sampai Agustus 2010 nanti kita lihat perkembangannya.

US dollar indeks masih dalam trend menguat. Saya akan post-kan chartnya minggu-minggu ini kalau sempat. USD mengalami perlawanan yang alot dari rupiah. Jadi masih ada kemungkinan melemah lagi terhadap rupiah.

Beberapa minggu ke depan, saya akan jarang menengok blog EOWI. Sedang sibuk mencari pekerjaan baru untuk mengantisipasi PHK yang akan datang dan menyelesaikan semua pekerjaan yang ada. Kita harus berbuat baik kepada perusahaan supaya pesangonnya besar.

Mencari pekerjaan saat ini tidak semudah tahun 2002. Pada waktu itu banyak sekali kesempatan kerja. Saat ini, untuk mempertahankan penghasilan di level yang sekarang. Masih belum ada tawaran seperti itu. Dulu, disini employer mau menyamakan tawaran baru dari Malaysia dan Timur-Tengah. Mereka saling bersaing untuk mendapatkan pekerja yang berkwalitas. Sekarang sudah berubah. Di Malaysia sudah jenuh, bahkan banyak teman-teman saya harus cari ke Thailand dan Timur-Tengah.

Kegiatan saya setiap hari sekarang cukup penuh. Pulang dari kantor biasanya sudah browsing cari lowongan kerja, atau ketemu teman untuk cari kerja. Demikian juga selama weekends. Untungnya sekarang banyak undangan perkawinan, dimana bisa ketemu teman-teman. Ini membuat pekerjaan cari new-job lebih effisien. Walaupun demikian tetap saja, nyaris waktu dan tenaganya habis.

Kalau ada kesempatan saya akan merespon komentar-komentar yang ada dan diskusi menganai Leading Economic Indicator.


Sekian dulu,.....

Jakarta 20 Maret 2010


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

33 comments:

Anonymous said...

Wah, kalau saya punya gaji per bulan 9 digit/bulan selama ini, saya gak mau memeras otak terlalu keras mikirin ekonomi lagi.

Enjoy life aja, dalami ilmu spiritual maybe :)

Jadi, jgn bad mood ya Pak. Bapak dah jauh lebih beruntung dibanding yg lain.

Happy job-hunting!

Anonymous said...

9 digit masih mau post blog.. wah wah dermawan sekali pak IS... makasih om buat ilmu2nya...

Time said...

semoga dapat kerjaan baru Pak IS... hati-hati jaga kesehatan. Musimnya sedang tidak baik. Hujan dan panas berbarengan.

Informer said...

fyi us debt to gdp ratio skrg di 88%

norman said...

Wah kerjaan apa nih Pak IS? sampai 9 digit ya, mau dong. Saya juga lagi jobless nih.

Anyway, terima kasih banyak telah membagikan begitu banyak pengetahuan kepada kami. Salah benar, menurut saya, kita semua bukan TUHAN, adakala salah, adakala benar. Toh, selama ini presentasi benarnya Pak IS masih jauh lebih banyak. Wish you good luck!

Anonymous said...

Wajar kalo prediksi salah. yg penting pikiran tetap waras.

Anonymous said...

Setuju pak..kalau sudah 9 digit, mungkin lebih baik anda lebih berkonsentrasi di pekerjaan anda sekarang.. siapa tau dengan lebih fokus bisa naek jadi 10 digit hehehe.
Omong-omong,saya teringat pada seorang pakar luar negeri yang terkenal (Gery Celaya) yang memprediksikan yen pada akan jatuh di bawah 95. Pada waktu itu running yen di sekitar 108-113. Memang benar terbukti prediksinya benar, tapi permasalahannya yen melemah dulu sampai ke 124!!
Jadi mungkin kesimpulannya adalah prediksinya seharusnya dikatakan pada saat yen berada di level 120an.Intinya Perfect anaylsis but not perfect timing ;)

Thank you
Tyo

Anonymous said...

halah paling si IS ini tukang ndobol kalian percaya aja sama orang ini 9 digit tuh minimal 100.000.000 kalau gaji segini mah level direktur perusahaan menengah atas ;logikanya si IS orang super sibuk sehingga tidak sempat buat Blog ngapain nih tukang ngibul dipercaya palingan dia co-trans artikel di luar negeri atawa pengacara = pengangguran banyak acara

Numisma said...

@Atas
Betul. Lagian kalo udah punya gaji 9 digit perbulan, kenapa malah berspekulasi di pasar saham? Bukannya lebih baik nyumbang ke panti asuhan?

Anonymous said...

prediksinya kalo dolar bakalan 17.000, ngak bakalan terjadi tuh...siapa ikut sarannya beli dolar hari itu, sekarang lagi gigit jari...wakakaka...

Anonymous said...

@atas,

punya gaji 9 digit aja pada heran..gw si uda sering ketemu bukan direktur tp gaji 9 digit..ga perlu gw sebutin semua profesinya..contohnya pengacara..

Anonymous said...

lha iya tuh tul khan pengacara ...mangkanya ni orang pinter ndobol

Kevin said...

udah rada2 tuh orang, makanya kalu baca artikel sampe habis khan ada disclaimernya he he gitu aja koq repot

Anonymous said...

khan ada disclaimer

so... kalo ikutan ya salah sendirilah

kalo soal gaji.. untuk tipe kerjaan pak IS 9 digit bukan angka susah terutama kalo experience udah diatas 10 tahun..

salam

haris

Anonymous said...

lho kok pada tahu kerjaan si IS apa ya?jangan fanatik lah..agak waras dikit mikirnya agar nggak dikibulin orang macam IS..

Anonymous said...

hehehe sebenarnya, yang jadi persoalan, masalah 9 digit atau keliru prediksi?? Atau karena keliru prediksi, 9 digit dipakai untuk leverage atas kesalahan prediksinya???hehe
semua org bisa keliru,tak terkecuali IS, jadi terima saja.
Untuk IS, saya tidak tahu tujuan sebenarnya menuliskan 9 digit, tapi yang pasti tidak ada manfaatnya. Dan kalaupun untuk menjaga level anda,Tidak perlu itu. Saya pun sampai sekarang masih menghargai artikel anda..

Anonymous said...

semua orang pernah salah. tapi ingat meski IS salah prediksi tapi tidak pernah meminta bayaran. Yang lebih menyakitkan, meminta bayaran atas prediksinya yang salah...

Dadang said...

@ yang tdk suka dengan artikel Pa IS.

Kalau kalian kalah krn ikut artikel Pa IS, ya baca dong DISCLAIMER nya.
Jangan main saham lagi dan terutama jangan baca lagi artikel Pa IS.

@ Pa Is
Saya masih menantikan artikel berikutnya.
Pa IS saya punya teman kerja di SLB, Sekarang udah kerja selama +- 25 tahun. Tadinya di Field Eng,sekarang di tempatkan di marketing (Houston). Pa IS ada minat untuk kenal??, saya duga kerjaan Pa IS mirip teman saya itu.

Salam

Anonymous said...

saya akan ikuti terus blog ini, Cuma pingin tau siapa yang akan tertawa paling akhir.

Anonymous said...

heran saya buat org2 yg gak percaya gaji 9 digit... saya banyak liat org2 yg gajinya 9 digit koq.. apa lagi kalo yg kerjanya bukan di indo... itu sangat mungkin sekali... jadi kalo yg emang ga respect dgn tulisan IS, ya sudah jangan kembali lagi liat ke blog ini.. tinggalkan saja... jgn pake nyindir2x gitu donk.. gampank kan ? :)

Anonymous said...

yg ngributin gaji 9 digit jelas orang susah,bpikiran sempit..tnyata msh byk ya orang susah di indonesia..huahaha..

Anonymous said...

betul...masih banyak yang miskin di negara ini. lihat saja, masih banyak pengemis dan gelandangan di persimpangan dan kolong jembatan...masih banyak tuh yang busung lapar di desa2 miskin...
tapi kalo yang namanya pejabat di negara ini, hartanya hitungan miliyar, hitungan triliyun oi...buat kawin saja bisa mengeluarkan ongkos sampe hitungan miliyar...ck ck ck...sungguh sebuah jurang pemisah yang sangat2 dalam....

Anonymous said...

Tukang judi nggak pantas untuk dihormati dan dipercaya.

Anonymous said...

Buat sahabat yg kurang berkenan dengan tulisan Mas IS ...perlu diketahui Mas IS sudah cukup lama menuliskan artikel dan kalo saya perhatikan prosentase kebenaran dari artikel tersebut diatas 85 % dan juga tulisan tersebut didukung dengan data data yg komprehensif..jadi tuk anda yg bersikap sinis ayo buktikan apa hasil karya anda biar bisa kita compare sehebat apa sih anda...dan yg terpenting Mas IS tidak meminta bayaran sepeserpun dari tulisan tulisannya malah kadang beberapa data beliau malah beli..salut tuk Mas IS dan saya mengucapkan terima kasih atas sharing ilmunya di blog ini

Anonymous said...

setuju ama yg diatas...
kl emank dah gak suka ama tulisan di blog ini.. udah lah jgn komen yg negatif2... tinggalin aja, jgn pernah balik2 lagi.. atau kalo emang merasa lebih hebat, ya udah buat blog aja sendiri.. :) buat yg masih respect, termasuk saya, ngucapin thank you buat IS yg udah sisain waktunya buat blogging.

Anonymous said...

betul betul betul....

Dadang said...

@ Yang Ngomong Tukang Judi
(Anony Apr 4,2010 2:28 am)

Blog ini tidak membicarakan JUDI, tetapi investasi. Kalau saham dianggap judi, udah dilarang sama pemerintah dan MUI.
Saya lebih respek sama Penjudi daripada Koruptor.Koruptor itu banyak sekali dari kelas teri sampai sampai kakap, sama aja koruptor.
Saran saya, baca yang benar Blog ini sampai tuntas dan mengerti isinya. Kalau tidak cocok dengan anda, ya keluar jangan masuk lagi. Kalau masuk lagi anda jadi ORANG TIDAK WARAS. Karena yang cocok dengan isi Blog ini adalah ORANG WARAS SEMUA.

salam

Anonymous said...

Waduh...koq jd Debat Kasus ???? yg terpenting skarang ekonomi ke depan gimana lor? jgn ribut melulu... PAK IS .. tunjukan dirimu ...

Anonymous said...

Seoul - Indonesia pernah digegerkan oleh Erick Jazier yang dituding menyebarkan rumor tentang perbankan di Indonesia. Korea Selatan pun ternyata digegerkan oleh serupa yang dilakukan oleh seorang pengangguran yang prediksi ekonominya jitu.

Pelakunya adalah orang yang cukup terkenal di jagad maya dengan nama samaran 'Minerva'. Dalam beberapa bulan terakhir, Minerva menjadi sangat populer karena telah membuat sekitar 200 posting tentang krisis finansial di Korea Selatan dan juga global.

Gambaran tentang Minerva ternyata sangat jauh dari kenyataannya. Karena sangat jago dalam membuat analisis, orang pun menyangka Minerva adalah seorang veteran di bidang finansial dengan usiasekitar 50-60 tahun, dengan gelar berentet dari perguruan terkenal.

Nyatanya? Minerva jauh dari sosok Erick Jazier yang merupakan eks bagian marketing Bahana Securities. Minerva ternyata hanyalah seorang pengangguran berusia 30 tahun dengan keahlian di bidang pasarvalas yang diperoleh secara otodidak.

Pihak berwenang di Korsel kini sudah menangkap Minerva, dengan tuduhan telah menyebarkan berita yang tidak benar tentang mata uang Korsel, won.

"Minerva, si tersangka berusia 30 tahun, telah ditangkap dengan tuduhan menyebarkan informasi yang salah," ujar jaksa senior dari Seoul Districk Central Prosecutors seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/1/2009).

Minerva dalam postingannya memang tak pernah mengungkapkan identitasnya. Ia hanya menyatakan pernah mencicipi pengalaman kerja di bidang finansial di Amerika.

Namanya sangat melambung pada tahun lalu karena prediksinya tentang anjloknya nilai tukar won, pasar saham termasuk bangkrutnya Lehman Brothers pada September lalu. Dan pada 15 September, memang terbukti bahwa Lehman Brothers bangkrut.

Tulisannya tentang kebijakan ekonomi pemerintah Korsel dan intervensi bank sentral telah memerahkan telinga para pejabat negara. Pada 29 Desember, Minerva mengatakan bahwa pemerintah telah memaksa institusi finansial kunci dan para eksportir untuk membeli dolar guna mempertahankan won. Tulisan itu dibantah oleh Departemen Keuangan Korsel.

Minerva selanjutnya berhenti membuat prediksi dengan alasan pemerintah teleh memberangus blog miliknya yang telah menarik ribuan pengunjung.

Seorang pialang mengakui bahwa apa yang ditulis Minerva ini memberi pengaruh yang besar dipasar. Prediksi-prediksinya selalu memberi pengaruh yang besar dalam pengambilan keputusan sejumlah investor untuk membeli saham.

Namun pemerintah Korsel pun akhirnya merasa gerah dengan prediksi-prediksi Minerva yang dinilainya selalu negatif. Pemerintah Korsel pun menjadi sensitif dengan segala hal yang dinilainya bisa memperkeruh krisis. Pada tahun lalu, mata uang won tercatat merosot hingga 28% sementara indeks sahamnya juga anjlok hingga 40% pada 2008.

Korea Securities Dealers Association (KSDA) kini akan menyelidiki rekomendasi jual oleh sekuritas asing termasuk Morgan Stanley, Goldman Sachs, JPMorgan dan Merrill Lynch.

Sementara ekonom lokal dan analis mengaku telah diminta oleh pemerintah dan Bank Sentral agar tidak memberikan komentar yang negatif soal perekonomian dan pasar ke media.

"Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat telepon dari pejabat senior Bank Sentral Korea karena saya menyatakan kekhawatiran tentang cadangan devisa kepada sebuah media lokal," ujar seorang ekonom yang tak mau disebut namanya.

"Pejabat itu mengatakan bahwa saya akan bertanggung jawab terhadap (potensi) krisis jika media terus memberitahakan hal yang negatif," ujar ekonom itu.

Anonymous said...

Seoul - Indonesia pernah digegerkan oleh Erick Jazier yang dituding menyebarkan rumor tentang perbankan di Indonesia. Korea Selatan pun ternyata digegerkan oleh serupa yang dilakukan oleh seorang pengangguran yang prediksi ekonominya jitu.

Pelakunya adalah orang yang cukup terkenal di jagad maya dengan nama samaran 'Minerva'. Dalam beberapa bulan terakhir, Minerva menjadi sangat populer karena telah membuat sekitar 200 posting tentang krisis finansial di Korea Selatan dan juga global.

Gambaran tentang Minerva ternyata sangat jauh dari kenyataannya. Karena sangat jago dalam membuat analisis, orang pun menyangka Minerva adalah seorang veteran di bidang finansial dengan usiasekitar 50-60 tahun, dengan gelar berentet dari perguruan terkenal.

Nyatanya? Minerva jauh dari sosok Erick Jazier yang merupakan eks bagian marketing Bahana Securities. Minerva ternyata hanyalah seorang pengangguran berusia 30 tahun dengan keahlian di bidang pasarvalas yang diperoleh secara otodidak.

Pihak berwenang di Korsel kini sudah menangkap Minerva, dengan tuduhan telah menyebarkan berita yang tidak benar tentang mata uang Korsel, won.

"Minerva, si tersangka berusia 30 tahun, telah ditangkap dengan tuduhan menyebarkan informasi yang salah," ujar jaksa senior dari Seoul Districk Central Prosecutors seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/1/2009).

Minerva dalam postingannya memang tak pernah mengungkapkan identitasnya. Ia hanya menyatakan pernah mencicipi pengalaman kerja di bidang finansial di Amerika.

Namanya sangat melambung pada tahun lalu karena prediksinya tentang anjloknya nilai tukar won, pasar saham termasuk bangkrutnya Lehman Brothers pada September lalu. Dan pada 15 September, memang terbukti bahwa Lehman Brothers bangkrut.

Tulisannya tentang kebijakan ekonomi pemerintah Korsel dan intervensi bank sentral telah memerahkan telinga para pejabat negara. Pada 29 Desember, Minerva mengatakan bahwa pemerintah telah memaksa institusi finansial kunci dan para eksportir untuk membeli dolar guna mempertahankan won. Tulisan itu dibantah oleh Departemen Keuangan Korsel.

Minerva selanjutnya berhenti membuat prediksi dengan alasan pemerintah teleh memberangus blog miliknya yang telah menarik ribuan pengunjung.

Seorang pialang mengakui bahwa apa yang ditulis Minerva ini memberi pengaruh yang besar dipasar. Prediksi-prediksinya selalu memberi pengaruh yang besar dalam pengambilan keputusan sejumlah investor untuk membeli saham.

Namun pemerintah Korsel pun akhirnya merasa gerah dengan prediksi-prediksi Minerva yang dinilainya selalu negatif. Pemerintah Korsel pun menjadi sensitif dengan segala hal yang dinilainya bisa memperkeruh krisis. Pada tahun lalu, mata uang won tercatat merosot hingga 28% sementara indeks sahamnya juga anjlok hingga 40% pada 2008.

Korea Securities Dealers Association (KSDA) kini akan menyelidiki rekomendasi jual oleh sekuritas asing termasuk Morgan Stanley, Goldman Sachs, JPMorgan dan Merrill Lynch.

Sementara ekonom lokal dan analis mengaku telah diminta oleh pemerintah dan Bank Sentral agar tidak memberikan komentar yang negatif soal perekonomian dan pasar ke media.

"Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat telepon dari pejabat senior Bank Sentral Korea karena saya menyatakan kekhawatiran tentang cadangan devisa kepada sebuah media lokal," ujar seorang ekonom yang tak mau disebut namanya.

"Pejabat itu mengatakan bahwa saya akan bertanggung jawab terhadap (potensi) krisis jika media terus memberitahakan hal yang negatif," ujar ekonom itu.

Anonymous said...

Bagi orang yang berpikiran dewasa, mandiri dalam bersikap dan bertanggungjawan tentu tidak akan menyalahkan siapapun di luar dirinya saat ia membuat kesalahan. Karena baik atau buruk, bukankah keputusan itu ia sendiri yang memmbuatnya secara otonom.

Keberapa komentar di artikel ini menunjukkan masih banyak orang kekanak-kanakan. Gara2 analisa Pak IS salah lalu ia merasa berhak menyerangnya, bahkan dengan cara yang paling buruk dalam cara berdiskusi ; menyerang pribadi.

Kecuali Anda membayar Pak IS untuk analisanya yang kemudian ternyata salah, maka tidak pada tempatnya Anda marah2.

Anda loss karena mengikuti artikel Pak IS ? Khan sudah ada disclaimer. Belum baca ?

Khan lucu juga kalau sekarang Anda mengikuti analisa Pak IS trus rugi Anda marah-marah. Besok mengikuti analisa orang lain trus rugi Anda marah2 lagi. Ya sudah Anda saja lakukan seperti yang dilakukan Pak IS. Collect data sendiri, bikin analisa sendir, bikin keputusan sendiri. Jadi jika kemudian Anda rugi Anda tidak perlu repot2 marah sama orang lain karena yang perlu Anda marahi hanyalah diri Anda sendiri. Mampu kagak ?

Sekian dulu, jaga kesehatan dan tabungan anda baik-baik. Sampai nanti.

Anonymous said...

ndak papa komentar2 yang negatif terhadap imam semar karena yang komentar negatif juga bebas berpendapat sama seperti pendukung IS kalau memang nggak terima sama komentar2 bernada miring dan gatel matanya ya dihapus saja to pak IS ? he..he..he.., khan ada :

Perhatian: Sebaiknya anda tidak menggunakan Anonim dalam mengisi komentar, karena mungkin ada yang ingin menanggapi.

Walaupun komentar anda tidak kami sensor, berilah komentar yang sopan dan waras...., sebab kami masih bisa menghapus komentar anda.

Moderator punya absolut power!!!

Anonymous said...

Saya bekerja di perminyakan.
Pendapatan saya sama dgn Pak IS, rata2 9 digit. Kalo diitung dgn angka average 16K/bulan. Pernah sih cuma 8 digit kalo lagi sepi job.
Tapi saya juga tetap berusaha belajar berinvestasi, salah satunya ya membaca blog2 investasi termasuk punya Pak IS. Mengharapkan gaji walo gede tetep saja sangat riskan. Banyak perusahaan besar multinasional tumbang. Kesehatan jiwa dan raga kita termasuk keuangan, sepenuhnya kita sendiri yg menjaganya.

Salam,
AP