___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Saturday, January 28, 2017

Kilas Balik Tahun 2016 dan Projeksi Tahun 2017 (Bagian III)

 Trump, Presiden Kentut
 
Judul di atas kedengarannya lucu. Yang sebenarnya memang lucu. Itu kenyataan bahwa kata trump dalam English (mungkin British) artinya kentut. Saya tidak bermaksud mengejek, tetapi semoga saja rakyat Amerika sadar bahwa mereka baru saja memilih seorang presiden yang namanya bersinonim kentut yang berbunyi.
Mungkin pembaca berpikir cerita saya ini hanyalah sebuah hoax. Oleh sebab itu anda bisa google search “trump English slang fart” dan lihat hasilnya. Tetapi untuk membantu, saya sediakan beberapa linknya.
  1. Link-1 (https://youtu.be/ux848MsW_b4)
  2. Link-2 (https://youtu.be/UlWi5FMbBnc)
  3. Link-3 (https://youtu.be/-w8qhVX_Ujo)
  4. Link-4 (https://youtu.be/WpSBEz5FxZM)  
  5. Link-5 (https://youtu.be/RxnosRVGvWE)
Yang menarik tentang presiden ke 45 USA ini adalah, setelah pengangkatannya, terjadi demostrasi anti-Trump (21 Jan. 2017) di Chicago, Los Angeles dan Washington D.C. walaupun penyelenggara demonstrasi tersebut sudah membatalkan rencananya, tetapi banyak peserta yang tetap datang. Saya tidak tahu apakah hambatan-hambatan Trump ini karena tulah atau kutukan dari namanya atau lainnya, entahlah. Dan kalau diperluas lagi kutukan dari nama itu, akan menjadi pertanyaan pula, apakah nantinya Trump akan kasih rakyat Amerika janji-janjinya dengan kentut atau kemakmuran yang sejatinya, entahlah. Saat ini hanya Tuhan yang tahu.
Trump memberikan pidato inagurasi yang relatif pendek. Ada beberapa poin yang saya pikir Trump seakan-akan berbicara tentang Indonesia. Katanya (saya terjemahkan saja): Sudah sejak lama, ada group kecil yang di ibukota telah memanen buah dari kebijakan pemerintah padahal pembiayaannya dibebankan kepada rakyat. (Politikus di) pusat pemerintahan makmur sedangkan rakyat tidak ikut menikmati kemakmuran ini. Politikus makmur, tetapi kesempatan kerja hilang dan pabrik-pabrik tutup.
Walaupun Trump berbicara mengenai Amerika Serikat, tetapi pernyataan Ini mengingatkan saya pada diri sendiri dan banyak rekan-rekan yang diPHK, sedangkan mantan presiden SBY punya puri Cikeas dan bukan dia saja yang kaya tetapi orang-orang yang dekat dengan pemerintahan.
Kemudian lanjutnya: Pemerintah melindungi dirinya sendiri, bukan warga negara. Kemenangan mereka bukan kemenangan kalian (rakyat). Ketika mereka merayakan kemenangan di ibukota, hanya sedikit yang bisa dirayakan oleh keluarga-keluarga yang masih kesusahan di seluruh negara.
Ini mengingatkan pada Nurul Fahmi (NF) warga Klender, seorang yang menurut kisah di internet bahwa usahanya tutup, jadi pengangguran, lalu ikut unjuk rasa dengan membawa bendera merah-putih yang ditulisi dengan huruf Arab la illaha illalaah. Kemudian Nurul Fahmi ditangkap malam-malam.
Pemerintah kalau terhadap rakyat yang dipersepsikan sebagai lawannya, reaksinya cepat, walaupun Iwan Fals, Metalica, dan banyak lagi juga melakukan hal yang sama, tetapi tidak pernah diproses. Kalau diantara sesama mereka, seperti Setya Novanto yang ada rekaman pembicaraannya dalam kasus sahamnya, lambat prosesnya dan bisa lolos. Bahkan bisa naik lagi menjadi ketua DPR.
Catatan: Saya tidak mengerti apakah Jokowi atau Tito patut disebut muslim. Dengan menangkap Nurul Fahmi dan menuduhnya mencemari/menghina bendera RI artinya mereka menganggap credo la illaha illaah, sebagai kata yang dikategorikan sebagai penghina dan penoda. Saya juga tidak tersinggung dengan kelakuan rejim Jokowi mengkriminalisasi penulis kalimat credo la illaha illalaah. Tetapi perilaku seperti itu adalah pengingkaran terhadap credo itu sendiri.
Seperti yang sudah banyak diketahui orang, bahwa Amerika telah membuat negara-negara lain makmur dengan pindahnya pabrik-pabrik keluar Amerika. Amerika juga mensubsidi keamanan negara-negara lain dan melupakan infrastruktur dalam negrinya berantakan, kekayaan kleas menengahnya berpindah ke luar Amerika. Tetapi hal itu adalah masa lalu. Pada masa mendatang, semua keputusan tentang perdagangan, pajak, imigrasi dan urusan luar negri harus menguntungkan rakyat Amerika.
Janji Trump ini mengingatkan saya pada sebuah meme yang judulnya menolak lupa di bawah ini. Politikus memorinya payah banget. Saya tidak tahu apa Trump bisa ingat atas janji-janjinya.
Mungkin Trump akan ingat akan janji-janjinya karena Trump bukan politikus, melainkan businessman. Dan kalau dipadukan dengan rasa nasionalisme yang besar, maka “Make America Great Again” bisa terwujud, walaupun kadar rasa nasionalisme patut diragukan melihat 2 dari 3 istrinya yang orang Amerika imigran. Mungkin juga tidak, dalam arti Trump suka wanita cantik, apa itu model atau bintang film.
Bola Kristal Ekonomi Dunia
Saya tidak punya bola kristal dengan kemampuan yang dimiliki peramal nasib, kalau anda percaya tahayul tukang ramal. Bola kristal saya yang saya beli di Beijing, punya kemampuan bikin pingsan siapa saja yang kepalanya kena lemparan lemparan bola tersebut. Lebih dari itu tidak ada.
Fokus pembahasan perkiraan ekonomi dunia kedepan dititik-beratkan pada ekonomi Amerika, karena sampai saat ini negara ini adalah negara yang punya ekonomi terbesar di dunia. Jadi wajar jika Amerika booming maka dunia ikut booming dan sebaliknya. Tetapi argumen itu kita simpan detailnya sampai akhir cerita.
Keseriusan Trump patut diperhitungkan. Misalnya, laman mengenai perubahan iklim milik gedung putihmenghilang setelah pelantikan Trump menjadi presiden. Seperti ucapannya bahwa kelompok lingkungan alam terlalu mendikte sehingga membebani daya saing Amerika. Nampaknya Trump serius untuk membuat US bisa bersaing kembali. Trump juga dalam beberapa hari setelah pelantikannya akan segera mengeluarkan perintah untuk membekukan progran pengungsi termasuk pengungsi dengan dasar kemanusiaan.
Trump juga sudah memerintahkan untuk membatalkan beberapa milyar dollar yang dijanjikan oleh Obama sebagai sumbangan US untuk pelestarian iklim PBB. Tidak hanya itu, Trump juga meminta Kongress untuk merevisi aturan mengenai jumlah dana sumbangan US ke PBB (baca: minta dikurangi).
Janjinya untuk membuat tembok pembatas dengan Mexico untuk mencegah masuknya imigran gelap dan memaksa Mexico untuk menanggung biayanya nampaknya semakin jelas strateginya. Pertama kota-kota tempat imigran berlindung, yaitu kota-kota yang pemerintah kota prajanya enggan menyerahkan imigran/penduduk tanpa surat-surat legal, akan dibereskan. Kedua petugas imigrasi dan patroli perbatasan akan dlipat-tigakan.
Kemudian  membangun 1000 miles tembok (bukan pagar) setinggi 10 – 15 meter sebagai tahap pertama dari 2000 miles perbatasan US-Mexico. Dan harganya  $10 milyar. Jumlah itu tidak banyak dibandingkan $ 2.6 trilliun biaya perang Irak yang ditanggung US. Mengenai ocehannya tentang biaya pembangunan tembok ini yang akan dibebankan ke Mexico, nampaknya Trump cukup serius. Sebabnya dalam hal ini Trump memegang kartu trump. Imigran Mexico di US mengirimkan uang ke keluarganya di kampung halamannya sebesar sekitar $28 milyar per tahun. Ini lebih besar dari pendapatan Mexico dari impor minyaknya ($23.2 milyar, tahun 2015). Dibandingkan dengan budget pemerintah yang $ 224 milyar tahun 2016, remittance dari US sekitar 12.5%. Suatu porsi yang cukup besar untuk dijadikan sandra oleh Trump.
Potensi penderitaan Mexico tidak akan berhenti sampai disitu, 80% ekspor Mexico adalah ke US. Banyak diantaranya adalah barang-barang perusahaan milik Amerika yang pabriknya berlokasi di Mexico yang memanfaatkan upah buruh yang lebih rendah dari pada di US. Ancaman Trump akan memberlakukan bea masuk yang tinggi. Perusahaan-perusahaan seperti ini diberi pilihan, kembali merelokasikan pabrik-pabriknya ke Amerika atau dikenakan bea masuk yang tinggi. Ford yang tadinya akan menginvestasikan $1.6 milyar di Mexico, membatalkan rencananya, dan menggantikannya dengan ekspansi pabriknya di Michigan. Toyota juga membatalkan rencana ekspansi pabriknya di Mexico.
Selain Ford dan Toyota, General Motor dan BMW yang punya pabrik di Mexico, juga memperoleh ancaman bea masuk 35% dari Trump. Ini bagian dari rencana Trump untuk menegosiasi ulang (baca: mengabaikan) North American Free Trade Agreement (NAFTA).
Menimbang itu semua, nampaknya peso Mexico yang selama hampir 2 tahun ini terdepresiasi terhadap dollar sebesar 37%, akan lebih volatile dimasa mendatang.
Tidak hanya Mexico dan Amerika Utara, tetapi juga wilayah Asia Pasifik ditinggalkan oleh US. Secara resmi Trump sudah menarik US mundur dari Trans-Pacific Partnership (TPP) agreement yang Obama dan dianggotai, Singapore, Brunei , New Zealand , Chile, Australia, Peru, Vietnam,  Malaysia,  Mexico, Canada, Jepang dan US.
Perjanjian dagang TPP yang meripakan inisiatif Obama untuk membendung hegemoni Cina di Pasifik akan ditinggalkan oleg Trump. Artinya US akan meninggalkan sekutu-sekutunya dan Cina akan dibiarkan merajalela di wilayah Pasifik. Lalu bagaimana selanjutnya?
Pertanyaan lain juga muncul, apa rencana proteksionisme US akan berlanjut ke arah terhentinya  globalisasi disektor ekonomi dan perdagangan yang tonggak sejarahnya dimulai GATT/WTO (General Agreement on Tariff and Trade/World Trade Organization) di di tahun 1947/1995? Proteksionisme US akan memicu perang tariff. Negara yang barangnya dikenai bea masuk oleh US akan membalas dengan mengenakan bea masuk untuk barang US.
Indeks Dow mengalami rally sejak kemenangan Trump menembus level 20,000 ketika tulisan ini dibuat (akhir minggu ke 3 Jan 2017) dari level 18,000 di awal November 2016. Itu lebih dari 10%. Yang menarik adalah bahwa komoditi tidak ikut rally. Saya tidak mengerti kenapa indeks saham US mengalami rally, apa karena antisipasi program yang akan dijalankan Trump bisa membuat America Great Again. Sebab menurut EOWI yang selalu skeptis ini arahnya justru berbalikan. Mari kita lihat alasan EOWI.
Perang dagang umumnya merugikan semua pihak, apa lagi konsumen yang harus membayar barang-barang yang lebih mahal karena dibebani pajak dan bea masuk. Tetapi Amerika punya beberapa keunggulan teknologi dan sudah mencuri start. Dan ini mungkin yang membuat Amerika bisa menang. Dan program Trump bisa membuat  America Great Again dimasa mendatang. Tetapi tidak dalam 3 tahun kedepan. Effektivitas strategy Trump untuk memaksa perusahaan-perusahaan Amerika untuk merelokasikan kembali dengan tujuan memberi peluang kerja bagi rakyat Amerika patut diragukan. Pasalnya, jaman sudah berubah. Era robotisasi sudah dimulai. Adidas sudah mulai merelokasikan produksinya ke Jerman tahun 2017 ini, dari Asia termasuk 6 yang ada di Cina. Dengan otomatisasi/robotisasi, ongkos produksi bisa ditekan lebih mudah dari pada dengan menggunakan tenaga-tenaga Asia. Hal yang sama bisa terjadi dengan relokasi pabrik-pabrik milik perusahaan Amerika, kembali ke Amerika. Tindakan Trump hanya akan mempercepat proses robotisasi saja.
Dari statistik data resesi US, menunjukkakan bahwa resessi dimulai agak jarang terjadi sejak tahun 1920an. Ada yang menarik dari data resessi sejak tahun 1920an ini. Setiap kali ada pergantian presiden dari partai yang berbeda, dan/atau presiden sebelumnya menjabat dua (2) masa bakti, maka di akhir masa kepresidenan yang lama atau di awal masa kepresidenan yang baru, peluang resesi besar sekali.
Misalnya, George Bush Jr (2001 – 2008) dari partai Republik dan 2 kali berturut-turut menjabat presiden, kita lihat ada resessi tahun 2008 – 2009, yaitu diakhir masa jabatan Bush (Republik) dan di awal masa Obama (Demokrat). Demikian juga presiden sebelum Bush Jr. (Republik) yaitu Clinton (1993 -2001, dari Demokrat). Resessi di US terjadi di tahun 2001. Juga dari Jimmy Carter (Demokrat, 1977 – 1981) ke Ronald Reagan (Republik, 1981 – 1989) terjadi resessi di tahun 1981 – 1982. Pergantian dari Lyndon Johnson (Demokrat) ke Richard Nixon (Republik) tahun 1969 juga terjadi resessi awal 1970. Dan di bagian akhir dari data adalah dari Truman (Demokrat) ke Eisenhower (Republik) di tahun 1953, di tahun itu terjadi resessi. 
Kasus yang agak berbeda adalah resessi 1929 terkenal. Presiden sebelumnya adalah Calvin Coolidge (Republikan) menjabat dua periode kepresidenan 1923 – 1929, sebelum digantikan oleh Hoover Republikan juga (1929 - 1933).
Anda bisa lihat data-data diantaranya, seperti dari Eisenhower (Republik) ke Kennedy (Demokrat) yang juga mengalami resessi pada periode peraligannya dan presiden lainnya.
Kalau EOWI meramalkan bahwa tahun 2017 akan ada resessi di US, bukanlah tebakan asal-asalan denga peluang randomnya kecil. Ada statistiknya dan ada penjelasannya.
Presiden jika sudah dua (2) kali memegang masa jabatannya, diakhir masa jabatannya yang ke II, tidak punya motivasi lagi untuk melakukan yang terbaik, karena sudah tertutup baginya untuk menjadi presiden pada periode selanjutnya. Dia sudah tidak perduli lagi dengan pekerjaannya. Oleh sebab itu semangat dan kinerjanya menurun. Nah ini bisa menyebabkan resessi di akhir masa pemerintahannya atau setidaknya ekonomi sudah rentan resessi.
Pergantian platform partai dari presiden akan menaikkan peluang resessi di awal pemerintahan presiden berikutnya. Presiden yang baru harus memilih banyak staff dan birokrat dari partainya dan menyingkirkan birokrat lama (dari partai lawannya). Ini perlu waktu yang tidak cepat, sebab para kroni-kroni bisnis yang punya kepentingan atas jalannya pemerintahan harus memulai lobby kepada orang-orang yang baru.
Hal ini berlaku kepada Trump, apa lagi dia mau membongkar habis program-program Obama, mulai dari Obama Care, politik luar negri, perjanjian-perjanjian perdagangan dan lain sebagainya. Trump akan membongkar program-program Obama, memilih orang-orangnya dan menyusun programnya sendiri. Praktis dalam beberapa bulan pertama tidak ada program yang jalan, karena sedang dibongkar atau sedang disusun oleh teamnya atau sedang dibikin rencananya. Dengan kata lain pemerintahan Trump belum bisa on top of the issues dalam tahun 2017 ini. Sedangkan tahun 2016 saja bukan tahun yang kuat bagi ekonomi US. Pertumbuhan rata-rata untuk tahun 2016 adalah 1.9% dan untuk kwartal-4 2016 hanya 1.6%. Pertumbuhan ini jauh dari normal 4%. Dengan demikian, wajar jika punya antisipasi bahwa di akhir tahun 2017 (atau awal atau pertengahan 2018) mulai terjadi resessi di US.
Faktor lain yang memperkuat peluang resessi adalah faktor demografi. Semakin banyak baby boomers yang memasuki masa pensiun. Konsumsi (permintaan terhadap barang) akan berkurang untuk membuat ekonomi tumbuh pada level normal (sekitar 4%).
Dampak Perlambatan Ekonomi US
Tadi telah dibahas bahwa terjadinya resessi di US yang dimulai antara akhir 2017 dan pertengahan 2018 peluangnya cukup tinggi. Dan resessi ini akan menjalar ke ressesi atau perlambatan ekonomi global. Tidak banyak yang bisa diharapkan dari ekonomi negara-negara lain. Jepang masih nyaris nol pertumbuhannya. Eropa juga sulit diandalkan. Cina, sedang sibuk sendiri dengan bubble di sektor properti dan manufakturingnya. Dan India tidak cukup besar untuk menutup/mengimbangi perlambatan di US.
Resessi global ini bisa menjadi pemicu pecahnya beberapa bubble yang tercipta akibat reflating (quantitative easing) yang dimulai dari tahun 2008. Bursa saham Amerika, saat ini adalah yang termahal ke-3 setelah pra-pecahnya bubble 2000 dan pra-1929 crash. Valuasi saham di US saat ini tidak murah, bahkan termahal ke-3 dalam sejarah.
Secara teknikal sangat mungkin (lihat chart berikut). Indeks DJIA sudah membentur resistance atasnya pada formasi megaphone.
Akankah bubble di bursa saham US meletus?
Perkiraan EOWI Trump rally masih akan berlanjut sampai pertengahan tahun 2017 ini dan indeks Dow masih bisa ke 22,000, sehingga valuasinya disekitar valuasi tahun 1929, valuasi pra - the great depression. Volume perdagangan saham meningkat drastis bersamaan dengan kemenangan Trump. Itu perlu dipertimbangkan dalam mengantisipasi pergerakan saham kedepan. Saham diperkirakan akan mulai merangkak turun pada saat sessi “sell in may and go away” dan berlanjut pada October the jink month. Akhirnya saat yang tidak pernah anda lihat seumur hidup datang dengan cepat. Dan......, lupakan the Fed. Mereka tidak akan bisa menurunkan suku bunganya lebih dari 3 poin, karena yang tersisa hanyalah 0.75% yang sebelumnya tidak waktu dan peluang untuk bisa dinaikkan.
Catatan Akhir
Episode terakhir dari tragedi ekonomi yang digambarkan pada Gejolak 2014 – 2020 punya meluang akan dimulai pada tahun 2017. Sejarah menunjukkan bubble selalu akan pecah. Hanya saja waktunya sulit untuk ditentukan, apa lagi bubble yang terjadinya hanya sekali seumur hidup. Manusia tidak pernah mengalaminya sendiri hal yang serupa sebelumnya. Sehingga sulit percaya dan sulit menebak kapan datangnya. Tetapi dengan berjalannya waktu, kita bisa menerka-nerka jarum-jarum kejadian yang berpotensi sebagai pemecah bubble. Dan kali ini adalah naiknya Trump dari partai Republik menggantikan Obama dari partai Demokrat yang bertahta selama 2 periode kepresidenan US. Set-up semacam ini secara statistik berpeluang menimbulkan resessi (di US), yang akhirnya menjadi pemicu pecahnya bubble saham, hutang, komoditi dan properti global. Kita tidak lagi berbicara tentang US, tetapi tentang kondisi dengan cakupan global.
Emas akan jatuh menembus $1000 dan akhirnya menyentuh target yang dinubuatkan pada Gejolak 2014 – 2020, yang kemudian counter-trend rally akan menjadi selingan sebelum turun lagi ke level di bawah $700.
Ini juga berlaku untuk komoditi lainnya. Sedangkan saham, indeks Dow akan terkoreksi 40% - 50%, kemudian akhirnya ke 5000 – 6000, setelah ada selingan counter-trend rally.
Kejadian ini disebut crash, bubble burst, atau apapun yang menggambarkan ukuran dan kecepatan yang terlibat dalam proses ini. Dalam bilangan 2 - 4 bulan koreksi bisa mencapai 40%. Pada saat itu, sulit untuk bereaksi, karena perlunya kecepatan pengambilan keputusan dan gerak. Oleh sebab itu, saat ini kita sudah bersiap pada posisi bertahan. Andaikata crash yang diantisipasi tidak muncul pada tahun ini, tidak perlu kecewa. Karena lebih baik sudah pada posisi bersiap menghadapi crash, dari pada menunggu sampai datangnya crash, yang kemudian sudah terlambat untuk mengambil tindakan yang membuahkan penyesalan selama sisa hidup kita. Kata “penyesalan selama sisa hidup kita” bukan pernyataan yang berlebihan, karena kejadian ini hanya terjadi selama hidup kita. Kejadian yang setara baru akan dialami oleh generasi anak-anak kita.
Sekian dulu, untuk pandangan mengenai ekonomi global tahun 2017. Kita akan bahas bagian terakhir yang akan menyinggung mengenai ekonomi Indonesia.
Ada tambahan catatan akhir, jika tahun 2017 - 2018 ini target EOWI yang dinubuatkan pada Gejolak 2014 – 2020 mengena, EOWI akan menyusun sebuah nubuat lagi. EOWI melihat adanya banjir darah di nusantara pada periode antara tahun 2025 dan tahun 2030. Mungkin akan memanjang sampai tahun 2033. Disebut banjir darah, karena korbannya bukan dalam bilangan ribuan atau puluhan ribu, melainkan ratusan ribu.
Nampaknya cerita ini harus diungkapkan walaupun sebenarnya saya tidak suka pada kekerasan, gloom and doom drama. Siapa tahu ada tindakan-tindakan untuk mencegahnya.
Jaga kesehatan dan tabungan anda baik-baik, sampai minggu depan, insya Allah.


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

10 comments:

Multatuli said...

Saya punya pendapat yg berbeda soal saham, saya msh inget ketika banyak analis yg memprediksi bursa saham bakal crash di thn 2015. faktanya skrng malah terbalik, stock index di US dan UK justru break high. Saya pribadi punya prediksi Dow Jones bakal ke 40.000. Justru yg bubble ada di gov bond. ketika yg bermasalah ada di public (gov), capital lari ke private (saham).

Anonymous said...

Mantap..pencerahan yg bagus..!

Anonymous said...

boleh juga tuh pasang posisi berlawanan ama prediksi om IS

Anonymous said...

Hidup itu pilihan, low risk low gain,sy rasa semua disini percaya suatu saat bubble akan meletus tp kapan dan bagaimana kita semua tidak tau, bisa jadi masih ada waktu untuk menyelamatkan diri bisa jadi juga engga, yg jelas IS di posisi ultra defensif

Anonymous said...

Hati hati dgn kebijakan Trump yg seringkali membuat sentimen pasar naik turun. Bisa bikin pusing investor krn arah trend pasar jadi makin tidak jelas..

Nasrullah said...

http://theeconomiccollapseblog.com/archives/is-it-just-a-coincidence-that-the-dow-has-hit-20000-at-the-same-time-the-national-debt-is-reaching-20-trillion

Anonymous said...

Well, if Donald Trump wants to see Dow 30,000 during his presidency, then history tells us that he needs to take us to 30 trillion dollars in debt.
Of course that would be absolute insanity even if it was somehow possible.  Each additional dollar of debt destroys the future of our country just a little bit more, and at some point this colossal bubble is going to burst.

reader said...

Pak IS itu generasi tua yg gak mampu belajar trik baru kayaknya.
Pengetahuan dan pengalaman trading beliau itu manjur di era sebelum QE.

Di era QE, cuma pasukan bunuh diri saja yg berani bearish terhadap bursa saham.

DOW to 30000+
IHSG to 10000+

within max. 10 years... :D

Anonymous said...

https://www.merdeka.com/peristiwa/angie-sebut-partai-demokrat-dapat-jatah-20-persen-proyek-apbn-2010.html

20% apbn dikorupsi kroni2 cikeaas... sekarang giliran apbd jkarta yg jadi incaran kroni cikeas.. masih mau milih paslon dari dinasti cikeas ? nepotisme akar korupsi.. sya sendiri pernah milih sby ..baru sadar sekarang sebegitu rendah dan liciknya sby dan kroni2 cikeas ...

kalau masalah hutang..selama 10 tahun sby juga hutang indonesia meningkat 100% tapi tidak ada hasilnya,,padahal sby cukup beruntung pemerintahannya menikmati kenaikan harga komoditas.. hutang yg diambil sby hanya habis dikorups dan utk berbagai subsidi yg gak guna..

sekarang di tengah ekonomi dunia yang lesu terpaksa jokowi berhutang lagi dan menarik pajak utk membangun infrastruktur sekaligus menciptakan lap.kerja..

Muhammad Khasilur said...

kalau terjadi bubble atau resesi apalagi ekonomi us ga mungkin harga emas sampe turun dibawah 1000 justru akan naik jadi saf heaven