___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Monday, July 25, 2016

TAXMAN



Cicero: Politician: lives happily on the account of all ten

Sebagai pembukaan saya akan ambilkan ucapan bijak dari Cicero, seorang filosof yang hidup di 106 – 43 SM.
1. The poor: work and work,
2. The rich:  exploit the poor,
3. The soldier: protects both,
4. The taxpayer: pays for all three,
5. The wanderer: rests for all four,
6. The drunk: drinks for all five,
7. The banker: robs all six,
8. The lawyer: misleads all seven,
9. The doctor: kills all eight,
10. The undertaker: buries all nine,
11. The Politician: lives happily on the account of all ten.

Walaupun apa yang dikatakannya sudah lebih dari 21 abad, tetapi masih valid, masih sahih, masih relevan. Politikus hidup senang di atas semuanya dan menjadi beban semua lapisan masyarakat. Dan lucunya Ceciro yang nama lengkapnya Marcus Tullius Cicero adalah seorang politikus selain juga seorang filosofer.
Di samping itu ada kalimatnya yang sering juga disitir yaitu: "Cui Bono" – siapa yang diuntungkan? Ungkapan ini sering menjadi kalimat argumen yang ampuh untuk membongkar/mempertanyakan adanya motive lawan politik yang tersembunyi. Politikus selalu punya motive yang tersembunyi.

The Beatles Taxman, the Rolling Stones

Pindah dulu ke topik lain. Sekarang adalah mengenai lagu, penyanyi dan pengarangnya. Walaupun nampaknya antara lagu dan Cicero tidak ada hubungannya, tetapi akan terlihat nanti di bagian akhir tulisan ini, bagaimana Cicero, lagu dan ayat Quran ada hubungannya. Seperti biasanya EOWI suka menghubung-hubungkan sesuatu yang nampak tidak berhubungan.
Jujur saja, saya bukan penggemar the Beatles. Mungkin tidak ada lagunya yang saya sukai. Ucapan itu mungkin agak berlebihan, oleh sebab itu saya ralat menjadi “tidak banyak lagunya yang saya sukai.” Kebanyakan lagunya sederhana. Tidak rumit. Secara vocal the Beatles juga tidak istimewa. Ambil contoh saja, Ian Gillan dari Deep Purple, dia mempunyai suara dengan oktaf yang rentangnya lebar. Artinya dia bisa menyanyi dengan nada rendah sampai ke nada tinggi. Demikian juga permainan gitar, Ritchie Blackmore dari Deep Purple, jauh lebih baik. Kalau anda tidak percaya, kita dengarkan satu lagu dari the Beatles, dengan judul Taxman.


Kemudian liriknya, saya persilahkan anda menilai sendiri.
Let me tell you how it will be
There's one for you, nineteen for me
'Cause I'm the taxman, yeah, I'm the taxman

Should five per cent appear too small
Be thankful I don't take it all
'Cause I'm the taxman, yeah I'm the taxman

If you drive a car, I'll tax the street,
If you try to sit, I'll tax your seat.
If you get too cold I'll tax the heat,
If you take a walk, I'll tax your feet.

Don't ask me what I want it for
If you don't want to pay some more
'Cause I'm the taxman, yeah, I'm the taxman

Now my advice for those who die
Declare the pennies on your eyes
'Cause I'm the taxman, yeah, I'm the taxman
And you're working for no one but me.

Terlepas apakah lirik dan lagu the Beatles di atas itu bagus atau tidak, ada hikmah yang bisa diambil. Pertama, dalam pandangan George Harrison yang mendudukan dirinya sebagai pemerintah bahwa menurut pemerintah (politikus) bahwa semua (rakyat) bekerja untuk mereka. Lihat bait terakhir - And you're working for no one but me. Menurut pemerintah, kita semua adalah budak-budak mereka. Menurut mereka (politikus), adalah wajar kalau mereka mengambil sebagian besar dari menghasil penghasilan dan harta kita. Katanya - There's one for you, nineteen for me. Satu (1) bagian untuk mu dan 19 bagian untuk pajak. Dan apa yang dikatakan oleh the Beatles, memang terjadi di Inggris di tahun 1960an, pada saat pemerintahan partai Buruh di bawah perdana menteri Harold Wilson.
Di tahun 1963 dan 1964, banyak lagu-lagu the Beatles yang melejit sangat populer. “Please Please Me”, “From Me to You”, “I Want to Hold Your Hand”, “She Loves You,” adalah sebagian diantaranya. Tentunya mereka (the Beatles) mengharapkan kantong tabungan mereka menjadi tebal dari hasil kerja mereka sebagai penulis lagu dan penyanyi. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Pajak progressive mencapai 98% - itu maksud bait There's one for you, nineteen for me.
Hal inilah yang membuat George Harrison berang dan menulis lagu Taxman ini. Mereka marah karena secara de facto mereka adalah budak negara dan politikus.
Kalau the Beatles hanya marah, the Rolling Stones lebih marah lagi. Walaupun mereka berhasil menjual banyak piringan hitam (lagu) sepanjang dekade 60an, akibat management yang buruk dan pajak yang tinggi mengakibatkan the Rolling Stones bangkrut di tahun 1971. Bayangkan jika mereka memperoleh 100, kemudian 90 diambil pemerintah, sebagai pajak, bagaimana bisa membayar hutang, bayar hipotek, bayar cicilan modal? Belum lagi orang-orang disekitarnya yang suka morotin dan juga pola hidupnya yang ugal-ugalan. Lengkap sudah.
The Rolling Stones akhirnya hengkang dari Inggris ke Prancis selatan untuk menghindari pajak. Kemudian....., ini yang menarik, mereka memayungi penghasilan mereka di bawah sebuah perusahaan di Belanda. Itu untuk menghidari pajak di Inggris yang tinggi dengan membayar pajak di Belanda.
Ternyata bukan saja the Rolling Stones, tetapi juga David Bowie dan Marc Bolan pindah ke Switzerland, Cat Stevens ke Brazil, Rod Stewart and Bad Company ke California,  Ringo Starr kabur ke Monte Carlo, John Lennon ke US. Semuanya melarikan diri dari Inggris untuk menghindari pajak yang tinggi.
Keputusan the Rolling Stones (dan juga artis-artis UK lainnya) ternyata tepat sekali. Mereka secara finansial menjadi sukses (karena penghasilan mereka tidak diporotin pemerintah) dan juga kreativitas mereka meningkat.
Seperti Cat Stevens akhirnya kembali ke Inggris dan mengelola Islamic School. Tetapi banyak artis seperti Mick Jagger dan Keith Richards, tetap menjadi pelarian pajak sampai lebih dari 40 tahun kemudian...., sampai sekarang. Mick Jagger hidupnya keliling di tempat tinggalnya di Prancis, di West Indies dan London. Dia secara hukum boleh tinggal di London untuk beberapa bulan. Keith Richards tinggal di Connecticut, US. John Lennon sampai ia ditembak mati, tinggal di New York. David Bowie akhirnya menetap di New York sampai ia mati di awal tahun 2016 lalu. George Harrison juga akhirnya meninggal Beverly Hill California US di tahun 2001.
Artis-artis di atas adalah artis-artis Inggris, UK. Cara menghindari pajaknya cukup hengkang dari negaranya. Lain lagi dengan warga negara Amerikan. Mereka harus menanggalkan kewarganegaraannya. Yang paling terkenal adalah John Templeton, orang kaya US yang menanggalkan kewarganegaraan US nya tahun 1964 untuk menghindari $100 juta yang seharusnya dibayarkan sebagai pajak. Dia kemudian menjadi warga negara Bahama dan Inggris dan menetap di Bahama untuk menghindari pajak di Inggris. John Templeton termasuk dermawan yang sangat pemurah yang kemudian mengendalikan investasinya dari Bahama.
Orang terkenal yang baru-baru ini meninggalkan kewarganegaraan US adalah salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin. Ia melepaskan kewarganegaraan US sebelum Facebook melakukan IPO tahun 2012, semata-mata untuk menghindari pajak. Eduado Saverin yang mempunyai 4% saham Facebook yang pada waktu IPO ditaksir bernilai $3.84 milyar, menetap di Singapore dan hidup disana. Singapore dijadikan pilihannya karena Singapore tidak menerapkan pajak bagi capital gain.
Jumlah orang kaya yang menanggalkan kewarganegraannya terus meningkat akhir-akhir ini, tahun 2015 adalah 4,279 orang yang menigkat 25% dari 3,415 di tahun 2014. Padahal untuk tahun 2008 hanya sekitar 250 orang saja.

Surga Untuk Pembayar Pajak (Tax Haven)

Ada ayat Quran yang mengatakan:
[2:188] Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.
[4:29] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu......
Kedua ayat tersebut menyiratkan bahwa:
  1. Larangan untuk mengambil harta orang dengan cara-cara yang bathil, termasuk melakukan legalisasinya
  2. Jalan yang benar adalah melalui perniagaan atas dasar suka sama suka, tidak ada paksaan antara satu dengan yang lain.
Dari ayat di atas itu, nyata-nyata bahwa pajak adalah yang dilarang oleh Quran. Karena pajak memenuhi unsur, pemaksaan (pajak adalah iuran yang memaksa untuk keperluan negara menurut UUD 45 Amendemen pasal 23A) dan pajak bukan perniagaan atas dasar suka sama suka. Apapun namanya, apakah pajak atau palak masuk kedalam kategori ini. Haram.
Ketika disebutkan pajak adalah iuran yang memaksa untuk keperluan negara dan yang dimaksud dengan negara adalah politikus maka jelaslah hubungan antara sitiran ucapan Cicero (Politician: lives happily on the account of all ten), lagu the Beatles (Taxman), pelarian pajak dan Quran.
Quran yang mengakunya dari Tuhan pencipta alam, sudah sepatutnya sejalan dengan sifat alamian dari manusia. Ada yang mau berbuat bathil, dan ada yang tidak mau dibathili. Wajar kalau orang menghindari dari pajak. Karena pajak adalah wujud dari kebathilan terutama jika dikaitkan dengan ucapan Cicero - Politician: lives happily on the account of all ten.
Banyak cara untuk menghindari pajak secara legal. Ya....., benar....., hukum banyak lubang-lubangnya. Dan lubang-lubang inilah yang digunakan oleh potensi pembayar pajak. Pemerintah Amerika Serikat tidak bisa memajaki warga negara Cina, Indonesia atau semua warga negara selain warganya sendiri. Ketika, seseorang melepaskan warga negara Amerika, maka banyak pajak Amerika yang bisa dihindari.Amerika juga tidak bisa memajaki perusahaan yang bukan perusahaan Amerika atau tidak terdaftar sebagai perusahaan Amerika.
Banyak negara yang menjadi tujuan penghindar pajak. Masing-masing punya karakteristik sendiri. Bahama tempat parkir milyuner John Templeton, bagus karena tidak ada pajak capital gain, pajak warisan, pajak penghasilan. Untuk orang yang hidupnya dari investasi portofolio dan/atau orang tua kaya, Bahama merupakan surga. Mereka bisa mewariskan hartanya kepada anak cucunya tanpa dikenai pajak.
Monako, yang berpopulasi 36,000 jiwa ini punya prosentase milyuner yang tinggi. Satu dari 3 penduduk Monako adalah milyuner. Bagi mereka yang punya kewarganegaraan Monako sebagai kewarganegaraan utamanya, tidak dikenai pajak pendapatan, walaupun punya kewarganegaraan lain. Ini membuat Monako menjadi salah satu surga bagi orang kaya.
Singapore yang dekat dengan Indonesia, tidak bisa dikatakan sebagai tax haven. Singapore lebih cocok disebut low-tax haven karena rendahnya pajak disana. Memang kerahasiaan nasabah bank sangat dilindungi oleh undang-undang Singapore. Mungkin dana seperti ini yang diincar oleh amnesti pajak Indonesia untuk bisa direpatriasi ke Indonesia. Bagi bisnis, yang utama, adalah rendahnya pajak di Singapore. Banyak, kalau tidak mau di sebut ada,  perusahaan Indonesia yang mempunyai subsidiary di Singapore karena masalah pajak. Misalnya Kalbe, punya Innogene Kalbiotech, yang merupakan perusahaan Singapore yang bergerak dalam bidang obat-obatan kanker, pengobatan sel, vaksin, serta beroperasi di Singapore. Sebabnya...., pajaknya lebih murah.
Tax-haven lainnya adalah, pulau Cayman. Dengan bantuan tenaga professional, pulau Cayman, bisa menjadi surga bagi individual atau perusahaan multi nasional untuk memarkir uangnya tanpa dikenai pajak. Banyak perusahaan dunia punya asset di pulau Cayman. Apa lagi bank, rasanya kurang lengkap kalau tidak memarkir sebagian assetnya di pulau Cayman.
Secara singkat, surga pajak adalah tempat untuk menguragi tagihan pajak anda. Apakah untuk individual atau untuk perusahaan. Bagi individual yang punya duit nganggur, tidak ada istilah duit nganggur disana, kalau mau. Duit nganggur bisa diinvestasikan melalui trust atau perusahaan legal yang bercokol di surga pajak seperti Bahama, Singapore, Monako, Cayman. Misalnya Mauritius dikenal sebagai pintu masuk dana yang akan diinvestasikan ke India. Singapore, bisa jadi adalah pintu masuk dana ke wilayah sekitarnya, termasuk Indonesia dan Malaysia. Semuanya legal dalam arti tidak melanggar undang-undang. Jadi istilah duit nganggur sebenarnya tidak ada. Yang ada hanya pilihan investasi.

Amnesti Pajak – Suatu Pelajaran

Pemerintah Indonesia akan memberlakukan amnesti pajak. Harapannya pemerintah akan memperoleh pendapatan untuk menutupi lubang-lubang defisit budgetnya dan juga mengundang uang investor untuk masuk ke Indonesia.
Materi amnesti pajak yang konkrit masih belum jelas, tetapi hingar-bingar sudah kemana-mana. Bursa Jakarta pun sudah berkomentar “siap menampung dana repatriasi”. Hmmm....., menarik.
Suatu pelajaran yang bisa diambil dari US yang punya banyak orang kaya dan kriminal kaya. US tahun 2012 lalu juga melakukan semacam pengampunan pajak untuk uang yang diparkir di luar US. Yang diperolehnya $5 milyar. Di bandingkan dengan GDP nya yang $ 16.2 trilliun dan pengeluaran pemerintah yang $ 3.5 trilliun, jumlah yang $5 milyar ini seperti menggarami air laut, hanya 0.14% dari belanja pemerintah. Di samping itu juga pengampunan pajak juga tidak meredakan hengkangnya para jutawan dan milyader dari US.
Dengan adanya perusahaan di surga-surga pajak yang bisa mengelola dana untuk diinvestasikan di berbagai tempat di belahan dunia, pengampunan pajak menjadi tidak menarik. Lagi pula bagi yang punya duit, negara menjadi tidak relevan. Lupakan patriotisme. Mick Jagger, Kieth Richards, David Bowie, tidak pernah menetap kembali di UK. Demikian juga John Templeton menetap di Bahama dan Eduardo Saverin menetap di Singapore.
Mungkin pembaca perlu juga bertanya kepada Kalbe Farma, apakah mereka akan memindahkan Innogene dari Singapore ke Indonesia? Saya meragukannya mau melakukannya, kecuali sistem perpajakan Indonesia bisa bersaing dengan Singapore.
Program pengampunan pajak sebagai sarana untuk menarik dana ke Indonesia, adalah tindakan yang putus asa dan tidak effektif. Banyak jalan lain yang pemerintah tidak akan mau menempuhnya. Kalau pajak perusahaan dan pajak penghasilan di bawah 5% dan persyaratan berbisnis dipermudah, atau peraturan-peraturan bisnis bisa semudah pulau Cayman atau Bahama, otomatis dana akan masuk dengan sendirinya.
Amnesti pajak terlalu digadang-gadang, seperti halnya yuan digadang-gadang untuk melejit harganya ketika yuan mau masuk menjadi bagian dari SDR (Special Drawing Right). Kenyataannya sejak masukknya yuan ke dalam SDR pada 30 November 2015, nilai tukar yuan telah turun 5%. Padahal mata uang negara berkembang seperti Brazil mengalami penguatan hampir 15%.

Pilihan Hidup

Tempat dimana seseorang dilahirkan bukanlah pilihan yang bersangkutan. Demikian juga orang tuanya serta kewarganegaraan orang tuanya. Adik saya lahir di Indonesia, dari orang tua yang berkewarganegaraan Indonesia. Tidak berarti pilihannya adalah tinggal di Indonesia serta berkewarganegaraan Indonesia. Demikian juga salah satu ipar saya. Ipar saya memilih melepaskan kewarganegaraan Indonesia dan menggantinya dengan kewarganegaraan US. Adik saya, belum sampai kesitu. Tetapi ada satu yang memilih London sebagai tempat tinggal untuk hari tuanya. Adik yang lain, mungkin memilih kembali ke Indonesia, sedangkan anak-anaknya ingin tetap di UK.
Istri saya, kalau bisa, lebih senang hidup di Malaysia. Alasannya, biaya hidup lebih murah dari pada di Jakarta. Dengan kata lain, Malaysia lebih murah untuk hidup dan menghabiskan uang pensiun. Disamping itu di Malaysia, banyak rumah sakit yang bagus dan murah. Lengkaplah kebutuhan untuk para pensiunan.
Saya juga suka Malaysia. Dengan program second home, kita bisa tinggal disana. Yang menarik bagi saya adalah bahwa penghasilan yang diperoleh dari luar negri tidak dikenai pajak. Warisan juga tidak dikenai pajak. Kalau saya punya uang banyak,.... Malaysia akan saya jadikan pilihan.
Saya banyak kenal dengan warganegara Indonesia yang hidup di Australia, punya bisnis di Australia, ada yang punya realestate di Australia. Mereka lebih suka tinggal dan hidup di Australia. Itu adalah pilihan mereka. Bagi mereka Indonesia tidaklah sesuatu yang istimewa. Hanya kebetulan saja mereka lahir dan punya orang tua Indonesia, dan itu bukan pilihan mereka.
Jadi......, bagaimana kira-kira dengan hasil program pengampunan pajak? Anda bisa membayangkan sendiri.
Saya akan mengakhiri tulisan ini dengan satu ayat Quran:
[4:97] Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri. (Kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab : "Adalah kami orang-orang yang tertindas di bumii". Para malaikat berkata : "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Pajak adalah pungutan yang memaksa. Seperti kata the Beatles And you're working for no one but me, pemerintah berpikir seperti itu, dan pajak adalah suatu bentuk penindasan. Pajak juga bukan perniagaan atas dasar suka sama suka (ridho). Dan menurut Quran, bagi mereka yang tertindas, pilihannya hanya......., hijrah atau masuk neraka. Bukankah bumi Allah itu luas?


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

87 comments:

Anonymous said...

Ayat yg terakhir itu kewajiban hijrah dari Makkah ke Madinah, untuk mereka2 yg mampu, yg tidak berdaya & tidak mengetahui caranya akan diampuni Allah SWT, entah apa bisa diterapkan untuk kasus pajak yg bung IS ceritakan.. Yg sy sangat heran itu, para petugas pajak, polisi dkk - sbg pelaksana/kaki tangan politikus tsb itu mayoritas muslim/muslimah yg taat ibadah juga.. tapi entah knp pemahaman/otak mereka seperti selama ini seperti "tidak pernah tercerahkan" & bahkan getol bekerja untuk melaksanakan aturan2 "kepentingan" para politikus soal kewajiban mengejar pajak, menangkap, menyandera/memenjarakan, membunuh dst.. Sungguh dahsyat memang hasil "injeksi" sistem pendidikan Indonesia dlm "membrainwash" para warga negaranya menjadi "manusia robot" itu.. Mungkin ada baiknya dicermati lagi sebenarnya apa kepentingan tersembunyi dari sekolah2 di Indonesia & pemiskinan struktural..

Nyelekit said...

Pajak tdk memaksa tp kewajiban, kewajiban ada krn hak, pajak anda membayar gaji polisi,guru,pns,infrastruktur, pns yg melayani kebutuhan anda dlm hidup bersosial, kalo ga mau byr pajak boleh aja, jgn pakai fasilitas dr negara yg dibangun menggunakan pajak, jgn pakai listrik,jalan, transport umun, kalo kena asus kriminal jgn lapor polisi, jd adil no tax no fasilitas, yg tax dpt fasilitas

ajaran agama bila ditafsirkan org yang berpikiran sempit hasilnya jd bomerang.. bs byg neg tanpa pajak, tanpa pem? Mau hidup jaman barbarian yg pake otot semua?

Anonymous said...

@nyelekit..
Ex WNI banyak tuh yg bilang.. di Indo terasa kalo benefit tax-nya tidak sebanding (hukum ekonomi).. krn pake listrik kan tetap harus bayar.. beli kendaraan sudah tentu bayar yg 5 macam itu (PPN, PPnBM, BBN, Import dst).. beli rumah bayar juga pajak (blm tmsk PPN u bahan bangunan dst).. kesehatan tetap harus bayar.. sekolah tetap harus bayar juga.. Transport umum? itu juga bayar (yg namanya beli tiket).. Pake jasa/lapor Polisi? hehe, kayak gatau aj?
krn byk yg nulis kyk gitu dari pengalaman2 di negara2 lain.. Tuh negara2 yg disebut2 Bung IS, juga ada pajaknya kok.. tapi menurutnya adil soal benefitnya.. Sori, kayaknya anda perlu jujur pada diri, tapi entah kalo anda tergolong "penikmat hasil pajak yg lebih" selama ini, rasanya itu bakal sulit..itulah yg dimaksud keberhasilan sistem dalam mem-brainwash orang2 macam anda dkk.. he..

Anonymous said...

Pajak dibayar ke negara lebih rela drpd ke tempat ibadah, pemerintah butuh uang untuk kemajuan bangsa dan bernegara, dan lagian dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Cuman aja banyak yang korupsi selama ini, yang korupsi moralnya bobrok tapi ngaku beragama, ada sumpah jabatan lagi. Perlu revolusi mental perlu aturan hukum yang lebih tegas, koruptor di dor, yang tidak bayar pajak disita semua kekayaannya dan dilelang, baru Indonesia jadi macan asia.

Nyelekit said...

Tax amnesty kali ini dibarengi dengan momentum yg tepat, moment dimana:
1.Kasus panama paper terekspos
Smkin maju teknologi semakin sulit menggelapkan apapun termasuk uang, karena semua akan serba elektronik data.informasi semakin mudah direkam dan didapat. Bahkan smartpone anda bisa digunakan untuk mengorek informasi ttg anda

2.2018 neg2 bekerja sama memberantas penggelap pajak dengan open akses ke data perbankan. Silakan pilih tax amnesty ato resiko byr normal plus denda sesuai uu yg berlaku.

3. Ek global melambat
Neg membutuhkan pemasukan di tengah lesunya ek, salah satunya pajak, semua neg mulai memikirkan strategi untuk memaksimalkan pndapatan neg dr sek pajak, no place to run, tax amnesty indo bisa menarik dana balik kandang.

Itulah alasan kenapa rupiah memguat terhadap dollar, investor asing menguyurkan dana di pasar uang dan modal hingga triliunan rupiah. Tidak lain krn analis memprediksi kekuatan dampak dr tax amnesty, bahkan neg tetangga yg menjadi tempat singgah rupiah sepeeti singapur mulai mencari cara agar meredam tax amnesty indo, krn diperkirakan akan memberikan dampak keluarnya dana pengusaha indo keluar singapura.

So masih bingung kenapa dollar memble? Ini semua gara2 pres kita bkn org militer tp pengusaha namanya jokowi..

Anonymous said...

@Nyelekit

Iyes saya setuju pajak buat kepentingan umum jalan, pelayanan, polisi fasilitas dll dll.

tapi itu semua setelah dipotong 95% untuk korupsi :D

Jadi 5% sisahnya baru untuk kegiatan social/pelayanan katanya

gareng said...

Pajak memang sifatnya memaksa, namun jika angkanya masih masuk akal, sah2 saja sih, karena negara kan jadi wadah sebuah masyarakat juga saat ini, anggap saja kita bayar PNS, polisi, TNI, dan jasa publik lain....

Bob Marley said...

Inggris

Tarif Pajak Penghasilan : 50% bagi mereka yang berpenghasilan minimal US$ 234.484
Hal ini hanya akan berlangsung sampai April 2013, ketika tingkat tingkat pajak rencananya akan dipotong menjadi 45%. Bahkan mereka yang berpenghasilan kurang dari US$ 14.300 akan dibebaskan dari pajak.
Pajak jaminan sosial juga turun menjadi 14%, sedangkan capital gain mencapai 28%.

Bohong sekali tulisan orang ini lihat fakta sebelum nulis. Pajak menjadi alat untuk pemerataan dan sarana pemerintah memperbaiki kesejahteraan rakyatnya. Bagaimana menjalankan pemerintahan tanpa pajak jalan sarana umum dibangun dan dipelihara dari uang pajak.

penulis goblok..

Anonymous said...

Kl masih pilih idup di indo ya mending jadi orang dgn tingkat kekayaan/aset umumnya/sekitaran (baca: kismin) sj, kl sudah terlanjur kaya (dan ga suka jadi kismin) ya seperti saran Bung IS, coba cari peluang untuk pindah negara/kewarganegaraan lain (ada hubungannnya dgn tingkat gengsi/PD politikus - birokrat berkoar2 soal "menariknya" Indo-nya sampai sekarang nyatanya masih kegedean). Aplg usaha2 u/mengurangi kenikmatan politikus - birokrat di indo sama dgn kasih pilihan integrasi atw pisah.

Anonymous said...

Intinya pajak oke2 aja selama gak di korupsi akan balik lagi ke diri sendiri,seperti kata ceciro di atas
1. The poor: work and work,
2. The rich: exploit the poor,
3. The soldier: protects both,
Ini kayak rantai makanan kalau di hutan, semua harus seimbang agar semua dapat hidup
Pertanyaannya kalau gk ada pajak suatu hari the poor gak bs di exploit lg krn udh kehabisan uang akibatnya si soldier gk bs jaga lagi keduanya = chaos dan si rich yg jd korban
Itulah fakta yang bs terjadi,permasalahan letaknya cuma di korupsi aja,contoh pemerintah dki pembangunannya jg bisa banyak kok tanpa menarik pajak baru asal gk di korupsi
Pajak akan turun dengan sendirinya ketika kas negara sudah cukup untuk pembangunan krn gak di korupsi
Itu aja intinya jgn krn gk suka pajak pak is memposting suatu hal yang lebih ke arah tendensius thd pajak itu sendiri

PETRUK said...

EMANG KALO MENTAL BUDAK YAH SUSAH

BAYAR PAJAK MALAH BANGGA

GOBLOK

Nyelekit said...

@pake listrik ttp bayar..pake mbl ttp byr..

Bgn pembangkit listrik pake apa? Bgn jalan pake apa? Emg neg yg ngelolah uang rakyat mau balik modal kapan kalo rakyatnya cuman byr biaya operasional ga mau byr retribusi pajak atas semua fasum yg ada?

Yg saya masalahkan apa hub ayat alquran dgn mendosakan pajak? Sempit sekali panafsiran ayat dgn pajak, kalo pajak haram neg islam ga boleh mungut pajak donk.

Sistem pajak sudah benar hanya disalahgunakan oleh oknum2 tdk bertg jwb, yg rata2 pd kental agamanya..

@petruk
Bro kalo misalnya lu bgn kosan pake uang u,kosnya dikasih fasilitas lengkap trus ada org yg bebass tinggal disana disuruh byr bilg jgn memperbudak saya, ato plg bgsnya dia cuman mau byr liatrik ma air aja, sikap u gimana bro?
Tu org mental maling apa goblok?

Imam Semar said...

Membangun pembangkit listrik pake apa?

Tanya pembangkit listrik swasta, banyak tuh. Udah bikin pembangkit sendiri, harus dijual ke PLN dgn harga lebih murah dari harga ke pelanggan.......

Maksudnya apa itu?

Imam Semar said...

Kayak telpon...., dulu waktu masih dimonopoli oleh TELKOM yg masih 100% BUMN atau PN, mau pasang telpon harus nyogok dulu....mahal. Sekarang sdh sebagian punya Singapore, TELKOM lebih bagus. Ada saingan lagi....

Service2 pemerintah diswastakan saja...., biar bagus.

Imam Semar said...

Santoso yg dibilang teroris, ternyata jadi pahlawan di kampungnya dan kampung sekitarnya..., ribuan orang mengantar jenazahnya. Polisi salah sasaran. Pahlawan dibilang teroris.

Nanti satpam lingkungan yg menjadi saingan polisi j7ga dikadih label teroris....,karena jadi saingan.

Mana yg lebih baik, bayar polisi (pajak) atau memperkerjakan satpam?

PETRUK said...

YANG PINTER SENGAJA GA BAYAR PAJAK BUAT NUNGGU "TAX AMNESTY" NONGOL KEMBALI

DAN SEKARANG MEREKA MENIKMATI HASILNYA, CUMAN BAYAR UANG TEBUSAN MINIMAL, PERLAKUAN ISTIMEWA

YG GUOBLOK, DR JAMAN KUDA GIGIT BESI BAYARIN PAJAK, WAJIB PAJAK TAAT, PERLAKUAN?

NyeQit said...

@imam semar
Ya intinya mau swasta mau pem, mau satpam mau polisi,ttp ada retribusinya. Ga mau byr pajak ya boleh2 aja tp ga usa pake fasilitas umum yg dibiayai dr pajak, jgn maunya ga bayar pajak krn merasa dipaksa tp nikmati fasilitas neg yg dibgn pake pajak.

Hati2 jg menggunakan dan menafsirkan ayat2 alquran, cek dulu kebenaranya dgn imam kepercyaan yg kompeten, kalo ga mau dikatain menyebarkan pandangan sesat

GOLD FOR MONEY VALUES said...

Hidup tanpa pajak pasti bisa !!!!..
dari mana sumber pendapatan negara? dari Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (PASAL 33 AYAT 3 UUD 45.
Klo cuman 2000 triliun, kecil sekali dibandingkan kekayaan Indonesia.

Klo negara RI bebas pajak, pasti banyak warga negara lain yang banyak duit masuk ke indonesia alhasil Indonesia dibanjiri duit negara lain, alhasil duitnya buat bikin pabrik, usaha, rumah sehingga ekonomi naik dan warga banyak yang kerja...

Ide Bagus,, negara tanpa TAX...

Anonymous said...

Masuk akal sehat......

Nylekit said...

@petruk
Katanya byr pajak mental budak?
Tax amnesty dipake sama aja siap2 masuk ke database direktorat pajak,skrg database usdah komputerisasi,pake tax amnesty artinya daftar diri jd budak setia, tkg pajak bakalan melototin semua yg make tax amnesty segede gaban.

Truk2 mending u buru pokemon aja drpd ngmg sotoy tp keliatan begonya...

Unknown said...

Berikanlah apa yang menjadi hak Tuhan,dan berikanlah apa yang menjadi hak Raja.(bible)

Juned said...


Tidak usah ditanggapi Pa IS, mungkin mereka tidak kaya, jadi belum pernah diplototin duitnya. Atau mungkin belum pernah merasakan susahnya cari duit, kemudian di "palak".

@Nyelekit , Sebaiknya anda membaca keseluruhan isi blog ini dan berulang2, sehingga mengerti jalan pikir penulis. 2:188 & 4:29: memang begitu tafsirannya!. Coba tanyakan saja pada Imam anda, kemudian anda paparkan disini.

@Bob Marley, ini contoh mental tidak benar: mental pemerataan(mental iri dan dengki).

Anonymous said...

Beli makan, pajak 10 %, beli di supermarkat pajak 10 %, mobil/motor pajak ppn, bm, bbm dll, bensin pajak juga, yg didapet jalanan macet, jalanan dipake PKL, jalanan rusak, jalanan tempat kecelakaan yg tinggi dll. Itu baru jalanan.......

Nylekit said...

@juned
Jika anda sudah membaca isi keseluruhan tulisan ini dan membenarkan tafsiran penulis bahwa menurut ayat tersebut pajak dilarang oleh alquran, silakan hijarah ke negara islam, kalo anda ditagih pajak tunjukan auat alquran tersebut, niscaya anda sekeluarga tidak jd dipungutin pajak, pergilah dengan damai...

Anonymous said...

Apakah kekayaan alam Indonesia mutlak milik kita? Bukan milik asing? Hehehe

PETRUK said...

HARTA YG UDAH DIDEKLARASIKAN BWT TAX AMNESTY YH UDAH CLEAN, AMAN

LU PELOTOTIN AJA SANA

KEMBALI KE PENGGELAPAN PAJAK, SAMBIL NUNGGU TAX AMNESTY PRESIDEN INDO YG KESEKIAN

TRUS APPLY TAX AMNESTY LG, RINSE AND REPEAT

YG GOBLOK MAKIN MISKIN

YG PINTER MAKIN KAYA

NB: ROBERT KIYOSAKI BILANG PAJAK ADALAH SALAH SATU PENYEBAB SESEORANG JATUH MISKIN

LU MO JD WAJIB PAJAK TAAT YH URUSAN LU, GW SIH KAMSIAH NIKMATIN FASILITAS BERKAT PAJAK2 LU

Anonymous said...

Jakarta, KompasOtomotif – Atas dugaan kartel Honda dan Yamaha, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menganggap selama ini harga Skutik kecil yang dijual di Indonesia kemahalan. Menanggapi hal itu Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) buka-bukaan soal harga Mio di persidangan pemeriksaan pendahuluan kedua yang dilakukan di kantor KPPU di Jakarta, Selasa (27/7/2016). Hitung-hitungan YIMM, persentase pajak yang dibayar konsumen terhadap harga pabrik adalah 42 persen. “Jadi tidak benar bahwa beban konsumen itu berlebihan, karena 42 persen konsumen harus membayar pajak,” ucap Dyonisius. Dalam materi presentasi itu juga YIMM mengatakan beban pajak di Indonesia sangat tinggi dibanding negara lain. “Dan tidak benar pula terjadi pengaturan harga, faktanya tidak benar terjadi dan kami tidak mengikuti kenaikan Honda karena kami punya strategi sendiri yang berdasarkan kebijakan perusahaan seperti faktor kenaikan upah tenaga kerja, exchange rate, bahan baku, dan lain sebagainya,” kata Dyonisius.

Struktur Harga Skutik Yamaha MioDalam Rupiah
Harga Pabrik : 9.325.500
PPN : 932.550
PPH : 41.695
Harga termasuk pajak : 10.300.015
Biaya pengiriman : 132.000
Margin Kotor Diler utama dan diler penjual : 1.629.985
Harga Konsumen Off The Road (termasuk PPN) : 11.930.000
PPN (yang dibayar konsumen) : 1.084.545
Pajak Bea Balik Nama & STNK-BPKB : 2.950.000
On The Road (harga ke konsumen) : 14.880.000

http://otomotif.kompas.com/read/2016/07/27/074200215/Yamaha.Buka-Bukaan.Hitungan.Harga.Mio.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp#komentar

Ada yg nulis di forum sebelah begini..
"Sori oot mau tanya teman2 yg tggal di medan, kota ini pemerintahannya masih aktif ga? Sy 1mggu nyetir dsini, jalan raya nya 90% hancur lubang2 1kota medan, kl malam lampu jlan hampir smua mati, ditmbah perilaku berkendara yg spartan abis, tiap lampu merah kl ada sepi dikit hajaarrr wlpun msih merah, mengalah utk org lewat iru keajaiban dsini.. mnurut sy kota ini paling parah di indonesia kl soal lalu lintas (mengingat ini kota terbesar ke-3, bukan ky pedalaman kalimantan ato timur sana). Benar2 sperti medan perang, debu dimana2 jlan rusak, bawa motor kesetanan. Ato ada lagi kota besar di indo yg lbih parah? Secara pnglaman sy minim di kota2 indo.
Keadaan yg sperti ini yg bikin org ga rela byar pajak, fasilitas lalu lintas hampir smua hancur, ngpain byar pajak kendaraan, ato jgn2 krna byk yg ga mau bayar pajak jadi bgini lalu lintasnya? Hehe
Kmarin malam ktemu patwal dan mobil jendral polisi pk land cruiser, plat nya angka 1 (entah kapolda ato apa), itu aja dia meliuk2 kiri kanan hindarin lubang2 besar, ini bner2 ky kota ga ada yg ngurus..
Walikota nya dah 3 orang yg masuk bui karena kasus korupsi, masing masing periode walikota ada khas nya. Ada Wagilam: walikota gila lampu, Wagiman - walikota gila taman."

NyleQit said...

@ petruk
Kalo abis pake tax amnesty trus taun dpn lapor pajak penggasilnya dikit emg org pajak segoblok pemikiran lu? Gampang dikibulin? Ato lu mau main sogok tu org pajak di era digital seperti ini? Da siap pake baju oranye?

Dibilang suruh maen pokemon malah ngumbat kebegoan disini

NyleQit said...

@petruk
Gua yakin lu ga seberapa punya materi, karena kalo punya konsultan pajak pasti sudah diperingatkan segala skenario dr penggunaan tax amnesty kali ini..

Gua yakin jg lu org yg ga dianggap penting di kehidupan nyata, sehingga di funia maya menggunakan kata2 kasar, tulisan dibesar2kan, supaya mendpat perhatian..

Sungguh gua kasian dgn dirimu truk...

Anonymous said...

Trus solusinya apa? Ga byr pajak? Ato pilih pejabat bersih biar pajak tdk dikorup?

NyleQit said...

Robert kiyosaki mmg bilg pajak beban terbesar di amerika, ttp dia bkn mengajarkan untuk menggelapkan pajak bego, baca bukunya blm selesai apa otak lu ga mampu nyerep ilmunya?

Robert menyarankan untuk pindah ke kuardan b dan i ken di kuardan tsb pajak lebih ringan, knp? Krn pem di neg manapun mendorong pengusaha dan investor untuk menstimulus ekonminya.

Lu Ga mau byr pajak apa mmg ga ada yg bisa dipajakin ma pegawai ajaknya alias kere? Kalo diliat dr gaya pemikiran lu si lebih ke arah kere ya..

Lagian lb baik mentak budak ga merygikan orang lain drpd mental maling kek lu, beban bangsa lu truk.

Anonymous said...

pindah saja ke india .. gak bayar pajak..tapi bayar service ke swasta.. pemerintahan itu sebenarnya jasa layanan ... pak IS di kompleksnya bayar pajak sampah dan keamanan berapa per bulan ?
http://ideas.ted.com/skyscrapers-but-no-sewage-system-meet-a-city-run-by-private-industry/

Anonymous said...

Rakyat tdk masalah utk bayar pajak selama birokasi pemerintahan juga "bersih"

Rakyat tdk masalah utk bayar pajak selama jajaran "elite" tdk korupsi

Rakyat tdk masalah utk bayar pajak selama jajaran "elite" memperhatikan rakyat kembali dr kesehatan hingga menanggung hari tua (spt jaminan sosial negara maju di eropa)

Rakyat tdk masalah utk bayar pajak selama harga bahan pokok dpt dikendalikan

Rakyat tdk masalah utk bayar pajak selama kekayaan bumi digunakan utk kepentingan rakyat

Yg jadi pertanyaan adalah...
Selama 70tahun merdeka...mengapa kita masih menjadi "negara berkembang" ????

Kenapa masih ada rakyat ber koteka di negara kita??

Kemana uang negara selama ini???

Juned said...

@Nyelekit
ini kutipan anda : "...................... pandangan sesat"

Maaf, saya yang salah : saya pikir, anda dapat membaca argumen postingan ini, apa lagi untuk membaca keseluruhan isi blog ini?.

Masalah anda: "Sesat Pikir"!
Tau sesat pikir?, tanya saja sama Cak Lontong!

maleo said...

Mungkin negara ini juga banyak melakukan investasi yang merugikan, tidak fungsinal dan tujuannya cuman untuk memperkaya developer melalui proyek2 mubazir. Rakyat deh yang diperas habis2an buat proyek mubazir mereka. Bener atas gue,di indonesia kalau mau enak masuk kuadran M aka Mafia.

Anonymous said...

@ Anony, July 27, 2016 at 10:03 PM

gw setuju bgt sama ini, yg salah bukan pajaknya, tapi expense alias penggunaan dana pajaknya, kebanyakan yang bayar pajak, ga ngerasain manfaatnya, karena uang negara yang dari pajak, dipakenya ga bener.

sama2 lah kita bangun negara kita, kita bikin bener itu pemerintah, biar ga boongin rakyat mulu
hehe....

NyleQit said...

@ juned
Sama tolong anda baca semua tulisan saya, yg saya bilang pandangan sesat itu apa..
Dr awal saya mempermasalahkan pandangan sempit yg menghub ayatvtersebut dengan menganngap pajak itu dilarang alquran oleh penulis~~~> apakah benar ini pandangan agama islam?? Kalo masih bingung coba tanyavjg sama cak lontong..

PETRUK said...

YG PUNYA BLOG SI IMAM SEMAR

TERSERAH DIA MENILAI POSTINGAN GW KYA APA

GW CUMAN BILANG YG TAAT PAJAK TUH GOBLOK KUADRAT

YG NGEMPLANG PAJAK TRUS MINTA AMNESTY NAH ITU YG PINTER 2 JEMPOL

LU SENSI KRN DH KELAMAAN JD JONGOS PAJAK

bagong said...

Ada pertanyaan dasar dengan logika sederhana dari seorang bocah kelas 5 SD..

"Kenapa pemerintah menarik pajak ke rakyat? Apakah pemerintah kekurangan uang? Kan pemerintah bisa mencetak uang?"

Itu adalah pertanyaan jujur dan waras dari seorang bocah kelas 5 SD. Sayangnya, pertanyaan dengan logika sederhana pun tidak bisa dijelaskan dengan jawaban yang sederhana pula.

Yang mencetak uang bukan pemerintah, tetapi Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral. BI bukan milik pemerintah, melainkan lembaga finansial swasta yang diberi kekuasaan untuk monopoli pencetakan uang di Indonesia. BI mencetak uang lalu dipinjamkan ke pemerintah. Artinya setiap kali BI mencetak uang, maka pemerintah berhutang ke BI. Dan untuk membayar hutangnya (plus bunga) kepada BI, pemerintah terpaksa menarik pajak dari rakyatnya.

Jadi uang pajak kalian sebenarnya sebagian dipakai untuk bayar hutang, sebagian lagi untuk dikorupsi, nah kalau 'masih ada sisa' baru untuk pembangunan negara (infrastruktur, kesehatan, dll).

Beban bunga hutang akan terus membengkak dari masa ke masa. Hutang pemerintah sudah diwariskan ke anak cucu kita bahkan jauh sebelum mereka (anak cucu) lahir. Jadi negara tidak akan pernah lepas dari hutang, kecuali memutuskan untuk mengemplang hutang. Bagaimana mungkin sebuah negara dikatakan berdaulat, sementara pemerintah negara itu sendiri tidak punya hak mencetak uang? Absurd.

Pertanyaan yang benar --> "Bagaimana bisa sebuah badan swasta (bankir) diberi kekuasaan untuk memonopoli pencetakan uang suatu negara? Sedangkan pemerintahnya sendiri tidak memiliki hak untuk mencetak uang?". Ini sistem yang konyol dan gila.

Artinya, secara tidak langsung yang mengendalikan suatu negara bukanlah pemerintah negara itu sendiri, melainkan bankir. Mereka mengendalikan pemerintah lewat hutang. Dan yang membayar hutangnya bukanlah pemerintah, melainkan anda sebagai rakyatnya (melalui pajak). Bagi yang cukup cerdas dan skeptis, maka akan berpikir bahwa peran pemerintah dalam sebuah negara sebenarnya nyaris tidak ada, kecuali menjadi liability (beban) bagi rakyatnya.

Karena kita sedang hidup dan bernaung di dalam sistem yang SINTING, maka bocah kelas 5 SD pun bisa lebih waras daripada orang dewasa. Dia mampu menanyakan "penyebab" dari masalah, bukan meributkan "akibat" dari sebuah sistem yang SINTING, seperti yang kebanyakan orang perdebatkan.

Jadi.. yuk mari kita rame-rame ngemplang pajak.

Franciscus Sihotang said...

Pajak menurut Alkitab, Markus 12:17 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia.

Anonymous said...

kalo rame-rame ngemplang pajak...hati2, yang buat hukum dan aparat penegaknya kan pemerintah juga. jangan sampai karena uang 1000 hilang nyawa...hehehe. kalo memang rugi banyak bayar pajak ya pindah negara saja biar aman.

mungkin di masa depan kalo ekonomi makin susah dan pajak makin susah di dapat, bisa jadi hukuman mati bukan untuk gembong narkoba saja tapi juga buat yang gak bayar pajak...hehe.. ironis ya suruh nyumbang tapi maksa (gaya robin hood).

Anonymous said...

@petruk semua org waras pasti ngak mau bayar pajak, tp bukan artinya kayak org bodoh tinggal ngak bayar aja. Bagi yg banyak aset kyk om IS pasti paham ngak mungkin ngak bayar pajak sama sekali. Mau aset loe ngak likuid, ngak bisa dijual ? :D kalo yg jenius yah mainnya pake SPV,tp level rakyat kecil mah ngak nyampe otaknya....:D tax amnesty sangkain menarik bagi konglomerat ? Lha mereka ngak declare aset aja ngak bakal ada yg tau...main jadi ghost semua...:D org super kaya selalu hidup dibelakang layar dan jarang yg tahu who really the big boss...:D org miskin teriak teriak sok kaya dan berkeliaran petantang petenteng pake barang mewah...:D padahal brg itu brg biasa bagi org super kaya...dan si petruk ngak mau bayar pajak sepeser pun...:D berani jamin ngak py aset sama sekali...:D

Anonymous said...

Bukti "pajak" dari dulu diposisikan sbg salah satu instrumen kendali raja (negara) atas "kebebasan" rakyat.

Wanita India memotong payudara sebagai protes pajak
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160728_majalah_india_wanita_pajak

NyleQit said...

@
Jadi.. yuk mari kita rame-rame ngemplang pajak.

Saya rasa pemikiran tersebut jauh dr pemikiran anak 5 sd yaitu pemikiran anak taman kanak2, masih mau menang sendiri tidak paham kehidupan sosial dan bernegara..

Sistem negara walaupun sudah baik jika manusia2 di dalamnya tidak berkualitas, makan sistem tersebut tidak jalan..

jd kalo org dewasa yg bijak liat pejabatnya ngaco, pake suara buat ganti pejbatkorup, org dewasa yg berkualitas mengabdikan diri melayani negara, org dewasa berpikiran anak2 ngaco dibalas ngaco...

bagong said...

makanya, yg merasa masih waras yuk mari kita rame-rame ngemplang pajak. tapi cuma orang bodoh yg ngemplang pajak 'terang2an'. kreatif dikit lah

PETRUK said...

YG GOBLOK PASTI GATAU KLO JUAL BELI EMAS GA USAH BAYAR PAJAK, LEGAL LOH

PIKAA PIKAA PIKAAACHUUUUU :P

bagong said...

@NyleQit
"Sistem negara walaupun sudah baik jika manusia2 di dalamnya tidak berkualitas, makan sistem tersebut tidak jalan.."

bagaimana bisa langsung menyimpulkan bahwa sistem tidak akan jalan? dicoba saja belum. pertanyaan bocah SD tsb membantu memikirkan bagaimana memperbaiki 'akar' masalahnya. bukan meributkan 'akibat'-nya spt komentar2 anda

akarnya terletak pada sistem yg salah, impactnya kepada ke(tidak)bijaksanaan dalam penerapan pajak (saat ini pajak bukan lagi di level memaksa, tapi sudah pada tahap merampok). saya tidak mengatakan pajak salah, tapi mengajak utk melihat penyebab yg menjadikan mayoritas orang akhirnya tidak suka dipajaki

bagong said...

"org dewasa berpikiran anak2 ngaco dibalas ngaco..."

ngaco nya dimana? tolong detailnya. kalo setuju dengan sistem yg konyol dan gila ini... itu baru namanya ngaco

NyleQit said...

@bagong

Semua pernyataan anda semuanya ngaco.
1. Bank indo adalah persero, bukan swasta
2.bank indo punya kuasa mencetak uang melalui peruri, gunanya tdk bs untuk menghutangi indonesia, itu rupiah yg dicetak milik indo sendiri dan digunakan untuk kep indo sendiri, setiap bank indo mencetak uang mempengaruhi inflasi mata uang indonesia, makin banyak cetak makin turun nilai rupiah terhadap mata uang lainnya..

Coba belajar dulu aistem tata negara kalo sudah paham baru ngmg, kalo ga pernyataan anda ga beda ma anak 5 sd..

Akar masalahnya bkn di sistem tp kualitas sdmnya, solusinya dr awal sudah saya katakan, pilih sdm yg baik, jika anda sdm yg baik layani neg anda..

Sistem pajak untuk membiayai fasilitas umum yg anda pakai mgkn scr tdk sadar,krn anda mgkn hny melihat dr sisi yg sempit yaitu kesenangan diri anda terusik olehbpajak, tp pajak membiayai jalan, pembgkit listrik, tentara dan alat pertahanan yg melindungi batas neg, dll

Solusi anda mengajak mari mengemplang pajak, bukankah anda sama saja dgn sdm pemerintah yg menjalankan sistem tata negara ini dgn ngaco?

Jika swmua org sepaham dgn anda, bisa byagkan hidup aelanjutnya seperti apa? Kacau balau..

Djugesteady said...

Setuju..sebaiknya bonus dan tunjangan pns djp lebih dinaikkan lagi biar lebih semangat kerjanya..

Petruk said...

@djuges
HOHO BERARTI KITA KERJA KERAS HASIL BANYAK DIHUKUM PAJAK TINGGI..ORANG PAJAK SEMANGAT NGEJAR PAJAK DAPAT BONUS TINGGI..BRAVOOOO

Anonymous said...

Bung IS
Mohon cari topik lain saja jangan ngomongin pajak nanti ada yg bertengkar karena ada perbedaan kepentingan..

Anonymous said...

Boleh coba baca sebuah postingan lama nih, tentang proses penciptaan uang:

http://pohonbodhi.blogspot.co.id/2010/07/money-supply-101.html

kumbayamylord said...

Bener...

kumbayamylord said...

Cerdas...

kumbayamylord said...

Nyadar gak sih kalo yg bikin pengemplang pajak tetep bisa ngemplang ya... yg bayar pajak... Udah diitung lah.. gak mungkin pada bayar pajak 100%
.. anggep aja yg bayar 40 % nya ( itu juga udah bagus banget) nah... yg 40% itu prosentase pajaknya mungkin 3x lipat dr seharusnya (taruhan nggak ada yg tau juga kan formula pajak itu hitungannya jadi harussekian%).. biar bisa nutup.... terus penarik pajak sok2 an masih kurang.... Nah... yg ngemplang pajak beneran JUSTRU nyuruh2 orang buat bayar pajak... ya... bayarin bagian dia lah...soalnya kalo yg gak bayar 100% sistemnya kolaps dong...

kumbayamylord said...

Tolong ya yg nuduh Pak IS nyuruh ngemplang pajak baca artikel diatas baik2... dia mah cuma nyinyirin pajak... artinya dia udah bayar pajak dan kesel.. gitu..yg ngemplang beneran diem2 aja... malah jangan2 nyuruh orang bayar biar dia bisa ngemplang terus....

kumbayamylord said...

Jangan lupa buat bayarin pengemplang BLBI juga lho... Keren kan yg taat bayarin yg ngemplang...

NyleQit said...

@kumbayamylord
Tdk ada yg menuduh is ngemplang pajak disini, kesalahanya menggunakan alquran untuk mendeskritkan pajak yg salah, mgkn anda gagal paham..

anda agal paham lagi,jstru sebentar lg,2018 keterbukaan data perbankan tdk ada yg bisa mengemplang pajak lagi, pajak berfungsi skala individu bkn kelompok, org kaya justru jd incaran para petugas pajak,tdk ada manfaatnya menyuruh org byr pajak bagi siapapun kec petugas pajak dan neg. Neg membutuhkan pemasukan di temgah lesunya ek global, setiap petugas pajak dikerahkan ke lapangan memaksimalkan pemasukan sektor pajak, para pengemplang pajak mulai sulit menggelapkan pajaknya..

jika anda punya banyak asset anda akan tau bagaimana petugas pajak mengincar anda untuk membayar denda sebelum tax amnesty disetujui, setelah tax amnesty petgs pajak mulai melonggarkan pergerakannya, kmgkan setelah tax amnesty data kekyaan semua org mulai terkumpul, ptgs pajak akan bergerak agresif kembali..dgn data tax amnesty tdk ada kesempatan untuk mengemplang pajak lg,kec anda mau berurusan dgn ptgs pajak..

Apalagi sri mulyani salah satu pemimpin di world bank dipanggil jokowi menjadi menkeu di indonesia dan tgs utamanya sebagai jendral untuk menuntaskan tax amnesty dan perpajakan..bersiap2lah pendukung dollar mengalami kerugian..krn ek indonesia mulai bgkt di era jokowi.

Reader said...

Pak IS, menurut Bapak apakah mungkin Singapura benar2 akan membuka data nasabah Indonesianya ke Indonesia pada tahun 2018 nanti?

Ataukah ini cuma gertakan dari pemerintah Jokowi saja ya?

bagong said...

@NyleQit

Hehehe.. nampaknya anda sudah nyaman sekali dengan proses indoktrinasi di bangku sekolah/kuliah dulu. Sayang sekali, blog ini sebenarnya lebih pas buat yg merasa kurang nyaman dengan ajaran ilmu sekolah. saya kutipkan lagi header blog "Kalau anda merasa kurang nyaman dengan ilmu sejarah, agama, ekonomi, sosial dan politik yang diajarkan di sekolah, dan ingin mencari jawaban yang objektif, maka disinilah tempatnya. Blog ini membahas masalah makro ekonomi, politik dan investasi dari sisi pandangan orang waras dan yang berjiwa merdeka."

Bank Indonesia bukan milik pemerintah/negara bung. Coba pelajari dulu sejarah berdirinya Bank Indonesia. Bank sentral yang tidak langsung dimiliki swasta, “disembunyikan”, di balik undang-undang, sebagai ‘bagian dari negara’. Tapi independen 100 persen. Kalau milik negara, mestinya berupa BUMN, masuk APBN, akuntable terhadap rakyat. Meski tidak mengeluarkan saham, BI, mengeluarkan ‘Sertifikat BI’, yang tentu saja dimiliki bank komersial. Kurang lebih 50 persen, sertifikat BI sekarang adalah milik asing.

Jangankan BI, The Fed (Federal Reserve) yg merupakan bank sentral paling berpengaruh saat ini, yang menerbitkan dollar AS. Saham terbesar Federal Reserve of America ni dimiliki oleh dua bank besar, yaitu Citibank (15%) dan Chase Manhattan (14%). Sisanya dibagi oleh 25 bank komersial lainnya, antara lain Chemical Bank (8%), Morgan Guaranty Trust (9%) , Manufacturers Hannover (7%), dsb. Sebanyak lebih dari 66% dari total saham Federal Reserve AS ini, dikuasai hanya oleh 10 bank komersial, sisanya 44% dibagi oleh 17 bank lainnya.

Utang-utang yang mereka berikan kepada pemerintahan suatu negara tidak pernah diminta oleh rakyat negara tempat mereka beroperasi tapi dibuat oleh pemerintahan demokratis yang mengatasnamakan warga negara. Mereka, para bankir ini, adalah orang-orang yang tidak dipilih, tak punya loyalitas kebangsaan, dan tidak akuntabel, tetapi mengendalikan kebijakan paling mendasar suatu negara. Dan, setiap kali mereka menciptakan kredit, setiap kali itu pula mereka mencetak uang baru.

Link ini contoh permulaan buat anda utk lebih mengetahui sejarah BI:
https://muhara.wordpress.com/2014/01/05/misteri-bank-indonesia/
Sebenarnya banyak referensi, blog pohon bodhi oleh anony diatas juga bagus, cuma agak banyak dongengnya jadi kurang cocok utk otak anda yg sudah banyak sampah doktrin.

Tentang inflasi yg anda bicarakan, pengetahuan inflasi yg seperti itu bocah kelas 5 SD juga tau bung. Itu mitos inflasi yang di doktrinkan ke kepala sampeyan semenjak sekolah dasar. Coba anda searching dulu blog EOWI ini, ada banyak pembahasan mengenai apa 'sebenarnya' inflasi itu, semoga mata dan wawasan anda terbuka.

Jika anda sudah paham kebenaran bank sentral dan mitos inflasi, tapi masih mendukung sistem penerapan pajak yang sudah sampai di level merampok di negara ini, maka PETRUK salah jika mengatakan anda adalah jongos pajak. Mungkin anda lebih tepatnya anjing pemerintahan yang ikut membuat dan mendukung kebijakan pajak yang gajinya mengandalkan pajak, atau yang nyaman ikut makan dari hasil pajak. Jadi wajar jika anda menutup mata dengan realitas pajak.

Tak perlu repot saya bela negara selama sistemnya masih konyol. Bullshit dengan nasionalisme, patriotisme atau apalah itu.. semoga otak ngaco anda tercerahkan.

Anonymous said...

Pasal 4 UU No. 23 Tahun 2009 jo UU No.3 Tahun 2004 Tentang Bank Indonesia, dinyatakan :

1) Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia.
2) Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan Pemerintah dan/atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini.
3) Bank Indonesia adalah badan hukum berdasarkan undang-undang ini.

UU No. 23 Tahun 1999, (saya belom tau udah diamendemen atau belum), menegaskan tujuan dan tugas Bank Indonesia melalui 3 Pasal, yaitu:
Pasal 7 (Tujuan Bank Indonesia adalahmencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah);
Pasal 8 (Menetapkan dan melaksanakan kebijaksanaan moneter, mengatur dan menjaga
kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi Bank);
Pasal 9 (Pihak lain dilarang melakukan segala bentuk campur tangan
terhadap pelaksanaan tugas Bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 8, Bank Indonesia
wajib menolak dan mengabaikan segala campur tangan dari pihak manapun dalam pelaksanaan
tugasnya). Pasal 48 (Anggota Dewan Gubernur tidak dapat diberhentikan dalam masa jabatannya kecuali karena yang bersangkutan mengundurkan diri, terbukti melakukan tindak pidana kejahatan,
atau berhalangan) dimaksudkan untuk memperkukuh Pasal-pasal 7,8 dan 9 di atas.
(http://www.bappenas.go.id/files/1413/5228/2983/sri-edi__20091015140919__2378__0.pdf)

Pemerintah membuat kebijakan ekonomi. BI membuat kebijakan moneter. Kegiatan ekonomi mempengaruhi peredaran mata uang (yg mana ini domain BI). Tapi kebijakannya dibuat dua pihak yg keberhasilan kebijakan salah satunya (pemerintah) memungkinkan didikte oleh kebijakan pihak lain (BI). Lihat pasal 48 diatas, bagaimana jika ada mismanagement, kebijakan yg pro asing/integritas?? Pasal tsb tidak menjamin loyalitas para member dewan gubernurnya.

NyleQit said...

@bagong
Sya tdk pernah menerima doktrin apapun mengenai bank indonesia dan inflasi sprt yg and kira, sepertinya anda yg terlalu bnyk menkonsumsi teori2 kobspirasi dan berpikir agak miring..

Saya berbicara dr segi tata negara, Bank indo adalah lembaga neg yg independen, tp jelas sekali bukan milik swasta, gub bi dipilih oleh pres atas persetujuan dpr, dan tgs bi bukan komersil yg cr keuntungan, berbeda dgn bank komersil yg mencari maegin dr pengumpulan uang dgn pemberian kredit, melainkan tgs bi hanya menjaga stabilitas keuangan neg ind. Bank ind tdk bisa memberikan hutang ke pem, jika pem membutuhkan dana tambahan bank bi hanya bisa menjadi perantara hutang luar negri yaitu melalui penerbitan surat hutang, dan bank indo tdk boleh membeli sendiri surat tersebut.
Krn itu hutang indonesia adalah hutang luar negri dan sebagian dlm negri yg dibeli oleh rakyatnya melalui surat utang dgn tingkat bunga tertentu, bkn kepada bi.

Jika pem tdk membutuhkan anggaran untuk berhutang, bi jg tdk bisa menerbitkan surat hutangnya, semua hak independenya ttp membutuhkan kerjasama dgn lembag lainya, independen hanya dlm menentukan kebijakn, jika tdk akan menjadi kasus negara.

Serrifikat bi bkn serrifikat kepemilikan bi,yg pegang sertifikat tda punya suara apapun dlm bi, sertifikat bi digunakan untuk emngatur peredaran uang dan bermasa 1-12 bln dgn tingkat bunga tertentu dan dilelangkan..

Inflasi sudah jelas sekali memang dgn banyak mencetak uang, uang yg beredar lb banyak otomatis nilainya menjadi turun, tdk dipungkiri inflasi menjadi strategi bank2 central dlm menciptakan kebijakan moneter negaranya, ..salah satunya inflasi yg seht dpt menciptakan pertumbuhan ekonomi.. itulah sebabnya ketika inflasi rupiah terlalu cepat kemarin hampir menuju 15k, bi lgs turun kelapangan menstabilkannya..

Bkn sertamerta independen jd milik swasta, bnyk lembg neg yg independen, tp semuanya diatur oleh undang2, kpu,kpk contohnya..walopun independen ttp milik negara indonesia dan berfungsi untuk kep indo, bkn swasta, jika dlm prosesnya ternyata benar ada konspirasi yg menguntungkan swasta maka kasus tersebut bisa dipersidangkan..

Bila anda pikirannya bermain di rana konspirasi, bkn hnya bank bi yg termasuk lembaga yg milik pem atau neg tp dikuasai swasta, krn dibalik uu pasti ada celah bagi organisasi nonpemerintah yg bs mengendalikan..

Jika anda tdk setuju dgn sistem perpajakan, maka semua sistem yg mengatur kehidupan bernegara di indonesia akan runtuh, sertifikat tanah anda bisa diakui atau direbut siapapun, negara anda bebas dimasuki imigran dr neg manapun, hak2 anda bisa direbut oleh siapapun tanpa hukum dan penegak huk yang bisa mengatur, krn tdk ada uang pajak berarti semua penyelenggara negara akan hilang..

Sistem neg kita sudah baik, hanya sdmnya tdk mendukung.. sama halnya sistem lalu lintas sudah baik tp jika pengguna dan penegak lalu lintas tdk baik semuanya percuma, bnyk oelanggaran berjemaah yg berujung pd kecelakaan..

Semoga pikiran ngaco anda terobati, dan tidak memunculkan ernyataan2 ngaco lainya..pengertian anda masih bnyk yg gagal paham..jika tdk, pemikiran seperti anda jika disebarkan dan diterima oleh orang bodoh lainnya berujung pada pemberontakan,perang dan kekacauan..plg bagus jd kelompok ngedumbel

NyleQit said...

@reader
Jika wacana sekelas presiden, menyangkut neg lain tdk benar adanya, maka akan ada wacana dr pihak neg lain untuk mencounternya dlm wktu sesingkat2nya..

Anonymous said...

berarti si imam semar juga nggak objektif karena bermain di rana konspirasi, nih penggalan artikel imam semar yg nulis ilustrasi konspirasi

"Sebagai illustrasi, misalnya di Negara Kesatuan Republik Demokrasi Sontoloyo ada bank sentral swasta bernama Bank Sentral Sontoloyo (BSS) yang diberi kekuasaan atas monopoli pencetakan uang, sebut saja kepeng. Ingat baik-baik bahwa bank sentral ini adalah bank swasta seperti the Fed (Federal Reserves Bank, Amerika Serikat), dan bukan bank negara. Ia (Bank Sentral Sontoloyo) meminjamkan uang yang dicetaknya sebesar Ҝ 1 juta (kepeng) dengan bunga 3% (atau berapa saja, tinggal sebut) per tahun kepada pemerintah dan rakyat negara Sontoloyo secara aggregat. Maka tahun berikutnya hutang ini sudah menjadi Ҝ 1,03 juta. Kalau nasabah (baik pemerintah atau rakyat) tidak punya otoritas mencetak uang, dari mana nasabah memperoleh Ҝ 300 ribu itu. Setelah 5 tahun, hutang tersebut jatuh tempo dan harus dibayar berserta bunganya, maka total yang harus dikembalikan ke bank adalah Ҝ 1,159 juta. Persoalannya adalah, dari mana nasabah memperoleh Ҝ 159 ribu lagi, karena dia tidak mempunyai otoritas mencetak uang kepeng.

Hikmah cerita, pada saat hari jatuh tempo hutang yang bersifat massal, akan terjadi kekurangan cash. Hal ini disebabkan karena ada selisih antara aggregat uang yang beredar dengan total hutang (pokok dan bunganya). Uang yang diciptakan hanyalah sebesar hutang pokok. Oleh sebab itu mau tidak mau bunganya akan dikemplang, atau dibayar dengan asset (yang tentunya harganya akan dijatuhkan dahulu oleh kreditur).

Cerita di atas adalah untuk kasus dimana debitur swasta yang wajib punya jaminan. Bagaimana jika debitur itu pemerintah yang jaminannya tidak ada kecuali “menarik pajak yang lebih rajin dan giat”?. Pemerintah Negara Kesatuan Republik Demokrasi Sontoloyo (NKRDS) mengeluarkan surat obligasi sebesar Ҝ 100 juta dengan kupon 7% misalnya dengan jangka waktu 40 tahun. Dalam kurun waktu 14 tahun uang Ҝ 100 juta yang diperoleh dari menjual surat obligasi itu akan habis untuk membayar kupon bunga. Ketika habis masa berlakunya, total kepeng yang harus dibayar oleh pemerintah NKRDS adalah Ҝ 380 juta. Padahal yang ada hanya Ҝ 100 juta. Perlu diingat bahwa NKRDS tidak bisa seenaknya langsung mencetak uang karena pemerintah NKRDS secara undang-undang tidak mempunyai otoritas mencetak uang. Jadi dari masa ke masa untuk menambal defisitnya NKRDS mengeluarkan surat obligasi lagi yang angunannya tentu juga tidak ada. Atau menarik pajak yang lebih giat. Itu berarti mengambil sebagian kepeng yang beredar di masyarakat dan akan mencekik ekonomi. Secara keseluruhan, sistem harus melakukan ekspansi kredit untuk mengejar pembayaran bunga, sampai beban hutang tidak tertahankan lagi. Pada saatnya, hutang harus diselesaikan, terjadi kelangkaan kepeng (yang secara matematis saldonya pasti negatif), asset terpaksa dijual...... Karena ada keterpaksaan dalam menjual, maka harganya murah."

nah, cerita konspirasi diatas jadinya bertabrakan dengan header blog yg katanya mencari jawaban yg OBYEKTIF.
pertanyaannya? yg sontoloyo sebenarnya siapa? imam semar atau nyleqit? atau si bagong?
mungkin judul topik berikutnya lebih cocok "Cerita Sontoloyo: Imam Semar vs NyleQit"

NyleQit said...

@bagong
Jelas sekali tulisan penulis tdk pernah objektif karena tulisannya bersifat negatif,skeptis terhadap bnyk hal, pandangan yg sgt subjektif.

Sepertinya anda masih berfikir ngaco soal bi adalah swasta dan memberi hutang ke pem indonesia. Kalo bisa berikan bukti berapa hutang indonesia ke bank indonesia? Kapan indonesia diberi hutang oleh bank indonesia? Jelas sekali uu ttg bi, bi dilarang memberikan hutangvke pem..anda hidup di jaman apa?

Logikanya jika bank mencetak uang sudah menjatuhkan nilai rupiah, diberikan ke pem dan masih diberikan bunga pinjaman,itu ibarat jatuh ketimpa tangga, jelas lebih untung pinjam ke bank negara lain.

Jika hak monopoli uang begitu spesial dan bisa buat kaya, semua negara akan berbondong2 cetak uang trus, ga perlu hutang kesana kesini..

Dalam uu diatur juga hak2 dr lembaga negara yang independen, setiap kebijakan independennya diukur kebenarannya melalui uu, kalo ngaco ya bisa dicopot semua gub bi nya. Independen bkn berarti bebas sebebas2nya masih ada aturan yg berlaku yg membuat independen jd terbatas..

Sama halnya anda sebagai org yg independen, kebebasan anda justru dibatasi oleh kebebasan org lain jg dlm hukum.

Anonymous said...

Iya jual beli emas secara fisik legal ngak bayar pajak, trus hasilnya jadi uang...uangnya taro dibawah bantal ? Kalo cuma ngomingin 1 gram 2 gram mah emang...yg gw omongin ini puluhan Milyar sampe ratusan M...kalo aset masih ratusan juta , gaji masih di 54 juta/tahun mah emang loe ngak usah bayar pajak. loe terlalu miskin buat dipalak...:D cari pikachu aja sana...

Anonymous said...

yg sontoloyo petruk
main tebak2an emas vs dolar taruhannya potong penis, padahal gak punya penis

PETRUK said...

YG GOBLOK PD SEWOT

PREDIKSI GW SOAL EMAS BENER KAN, MEROKET TRUS

GW CMN PUNYA UANG SECUKUPNYA AJA, SISANYA GW TARUH DI PROPERTY SM EMAS

TERSERAH LU LU PD MO PERCAYA APA GA, YG PALING TAU GW SENDIRI

CUMAN ORANG PALING NGENES DIDUNIA YG NGEBUAL SOAL KEKAYAANNYA SENDIRI

SORI DORI MORI

NB: SALAM AMNESTY PAJAK, UNGKAP TEBUS LEGA GW NGECROOTTT DIMUKA LU LU WAJIB PAJAK

kumbayamylord said...

Emas lebih aman dr property. Maksudnya emas batangan yg bisa dibawa2... kalo properti kita cuma megang suratnya, masih bisa dikerjain pemerintah sama peraturan... misal: SHM tidak berlaku lagi, revolusi agraria, PBB naek 10 kali lipat, kalau jual kena pajak macem2, eh tetep kena makhluk jadi2an yg namanya PNBP ( penerimaan negara bukan pajak )

kumbayamylord said...

Jika anda tdk setuju dgn sistem perpajakan, maka semua sistem yg mengatur kehidupan bernegara di indonesia akan runtuh, sertifikat tanah anda bisa diakui atau direbut siapapun, negara anda bebas dimasuki imigran dr neg manapun, hak2 anda bisa direbut oleh siapapun tanpa hukum dan penegak huk yang bisa mengatur →semua yg lo sebutin disini udah banyak yg terjadi deh...

kumbayamylord said...

Seru nih kalo komentator udh pada berantem gini... :P

Anonymous said...

Bos jadi jual emas beli property...nanti jual property ngak bayar pajak bos ?pas belinya juga ngak bayar pajak bos ? :D Cara gimana bos ? :D jual rumah burung :D

maleo said...

Pajak 2016 defisit 200++ Triliun.
Sri mulyani melakukan pemotongan anggaran pemerintah.

Artinya tahun tahun kedepan pengikut tax amnesty, siap2 aja digenjet lebih dalam buat biayain program pemerintah yang ga jelas.

Lebih enak jadi asing kayaknya periode sekarang di Indonesia. Karena pemerintah sedang menarik asing, banyak keuntungan menjadi asing di indonesia di Tahun2 mendatang.

Anonymous said...

Om Petruk, ane juga trading emas batangan fisik CT/OLHO/TUTYAW ama perhiasan tp skrg tnyt udah mulai mau dipajakin juga nih. Kena 2% ppn, 1% pph. Padahal kalo pemain emas semua jg tau, blm pernah kejadian cuan ampe 3% dlm short term, bisa minta petunjuknya suhu gmn caranya ngakalin kalo emg ntr data rekening tabungan dibuka?

Anonymous said...

@petruk

Kapan emas usd 2000 nih??
Kelamaan pembuktian nya

Property msh aman kahh??
Sdh punya info terbaru ttg perpajakan property petruk??

Kl belum..sebaiknya anda mulai mencari tahu sebelum nanti anda sport jantung...haha

PETRUK said...

GW JUAL PROPERTY TERIMA BERSIHNYA AJA

YG BAYARIN PAJAK2 YH YG BELI PROPERTYNYA

STUPID

GW LEMPAR POKEMON BALL JG NIH

Anonymous said...

Berarti yg stupid yg beli dan bayarin pajak2nya dong, hehe

PETRUK said...

PERPAJAKAN PROPERTY APAAN?

SETAU GW MLH BPHTB MO DIHAPUS TRUS PPH MO DITURUNIN

IYAH GW SPORT JANTUNG...CETAR GEMBIRA TENTUNYA

KRN SEKTOR PROPERTI MAKIN BOOMING, DR PENGURANGAN PAJAK, MASUKNYA DANA REPATRIASI DAN PENURUNAN SUKU BUNGA KEDEPANNYA

HARI GINI BLOM PUNYA BANYAK PROPERTY? PLIS DEH

NB: DONALD TRUMP BKL MENANG JD PRESIDEN AMRIK, TRUS GOLD BKL MEROKET KEBULAN ^^V

PETRUK said...

>>> MY PROPERTY MY PRECIOUS <<<

kalau engkau menambah sejengkal tanah ke negerimu, kau adalah khan (penguasa) yg hebat.

kalau tidak menambah sejengkal, tetapi tidak kehilangan sejengkalpun, engkau khan (penguasa) yg biasa-biasa saja.

kalau kamu kehilangan sejengkal tanah-hanya sejengkal saja-, maka rakyat akan melaknatmu karena engkau khan (penguasa) yg gagal.

"Boderderline and Borderland: Political Oddities at the Edge of The Nation State"

JUTAAN MANUSIA MATI DEMI MEMPEREBUTKAN SEJENGKAL TANAH

ITU MENUNJUKAN BETAPA BERHARGANYA RUANG HIDUP YG DISEBUT TANAH

DR JAMAN DARIUS AGUNG RAJA PERSIA SAMPAI HITLER DNG POLITIK LEBENSRAUMNYA

SEKARANG JAMAN MODERN KITA KITA TINGGAL TERIMA ENAKNYA

MELALUI AKUISISI LEGAL SECARA HUKUM NASIONAL MAUPUN INTERNASIONAL



Anonymous said...

petruk....petruk....beli propertynya juga terima bersihnya aja? jual juga terima bersihnya aja? kamu petruk atau dewa sih? :D kalo bohong coba pake otak dikit lha....:D walau beli atau jual terima bersihnya aja juga mesti cantumkan npwp lho....terutama beli ....situ jual beli property burung yah? :D sana bayar cicilan motor dulu....:D

Sang guru said...

Dilihar dr gaya bicaranya si petruk ini kayanya orang kere, mungkin aja anak abg kaga ngerti apa2 juga sebenernya nih org lagian org yg bacot gede di internet kayak gini biasanya di dunia nyata gak survive n inferior makanya melampiaskannya di dunia maya

Garreng bupet said...

Setiap ketemu fiskus mesti yg diomongkan patriotisme..anda bayar pajak krn fasilitas negara tdk gratis bla..bla..bla...
Tapi harus diingat..bayar pajak banyak ataudikit yaa sami mawon..tidak ada reward apapun yg membedakan..artinya dianggap sebagai pengabdian pada negara...
NAH INILAH BEDANYA
Sedangkan bagi fiskus..kerja tdiak dianggap sebagai pengabdian..tapi harus fihitung2 gue kerja keras narik pajak harus dapat bonus bla..bla..bla
Cobalah kaum PNS dan fiskus membericontoh dulu pengabdian kpdnegara seperti apa..jangan kerja nya semangat kalau ada sabetan aja kalau ndak ada vitamin ya malas2 an tdk bisa dipecat..

kumbayamylord said...

Ciyus situ percaya bullshit 2018....? Inget kemaren ada Sunset Policy? Ktnya " sesudah ini nggak ada ampun" eh... abis itu malah ada pengampunan lebih besar... wk wk wk...

Hendra Gunawan said...

Tabungan Investasi | Mewujudkan Impian Anda
http://car-palembang.blogspot.co.id/

gowithflow said...

Cerdas membahana, rasional dan irrasional. Top

Anonymous said...

Alhamdulillah tax amnesti lancar..berkat ancaman sanksi& keterbukaan bank 2018,tinggal nunggu bonus tkh aja nih semoga sesuai janji jokowi TA lancar tunjangan kita yg sdh lembur naik JANGAN HANYA JANJI DOANG..