___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Monday, February 1, 2016

USD-Rp Teknikal, Feb 2016

Berikut ini chart analisa teknikal dari USD-Rp. Nampaknya Koreksi ABCDE baru saja selesai hari ini. Apakah akan lanjut rally nya? Kita serahkan pada waktu.






Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

238 comments:

1 – 200 of 238   Newer›   Newest»
Anonymous said...

Menggunakan metode apa pak IS?

Bagaimana dgn fibonacci retracement? Apakah sdh ada base utk rally?

Artikel kali ini ada yg kurang.

Biarlah saya tambahkan..

Penutup nya...

"Jaga kesehatan dan investasi anda baik baik"

jangan mendahului KuasaNya said...

BOJ cut rate sebenernya udah tabuh genderang perang (currency war) ... usd makin strong ...

"semoga kita semua tetep waras"

Anonymous said...

Gold makin nyerempet MA200 daily basis. Kalo nantinya gold price bisa tandem sama strong dollar, bakal melejit jg kayanya si kuning.

Aow aow

Anonymous said...

gold menguat bisa jadi karna faktor imlek. sama aja kek crude yang menguat karna faktor musim dingin.

mau jadi orang waras aja. hhe

Anonymous said...

MASIH AJA PADA IKUTIN NUBUAT ABAL ABAL PAK SEMAR

USD TURUN

GOLD NAIK

IKI PIYE OJO DUMEH

si sukron said...

Kata Pak IS, September 27, 2015 di Revisi Target Kurs US Dollar – Rupiah :
" Ini juga faktor yang bisa mendukung rally US dollar sampai akhir tahun 2015.
Dengan trend seperti ini, diharapkan kurs US dollar akan menyentuh level Rp 16,000 per dollar.
Apakah level ini akan dicapai?
Sangat mungkin."
http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.co.id/2015/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Kata Pak IS, October 14, 2015 di Peningkatan Volatilitas Dollar :
"Indeks dollar yang saat ini pada level 94.79, masih akan terkoreksi sekitar 1%,
untuk menyelesaikan akhir dari wave e yang merupakan ujung dari major wave 4, sebelum melanjutkan rally wave 5."
" Index dollar mencapai support wave e idiot wave tadi malam.
Kalau hitungan wave saya benar, maka major wave 5 bisa dimulai." (October 15, 2015 at 6:32 AM)
http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.co.id/2015/10/peningkatan-volatilitas-dollar.html

Kata Pak IS, November 7, 2015 at 3:11 PM
Naiknya USD karena secara teknikal sudah selesai wave 4. Sekarang wave 5, idiot wave
(November 7, 2015 at 3:11 PM)
http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.co.id/2015/11/pemerintah-sebuah-liability.html

Anonymous said...

Gold, LM dkk lebih dari sekedar commodity, jgn samakan dengan oli atau komoditi lain. Momentum imlek bisa jd dorongan sesaat, tp bkn yg utama.

Pegang dollar memang waras dibandingkan pegang rupiah, tp bisa pegang riil money (gold) lebih double warasnya.

Iya toch, iya toch, iya tocchh...GUUUUUUUUUTTT


Aow aow

Anonymous said...

pak is bahas dong prospek aud australian dollar thdp rupiah

kenapa rupiah tetap berjaya terhadap usd american dollar? katanya bakal keok?

Anonymous said...

Dear Pa Is, semoga kita semua selalu diberi kesehatan.
Saya mau numpang curhat,hehehe
Mungkin tujuan blog ini dibuat, utk orang2 kaya yg tabungan USD nya minimal 6 digit, tabungan IDR 10 digit, soalnya utk sy yg Blm ke level itu mlh jd bingung *peace

Tdnya biasa invest di emas udh krg lebih 5thn, pas kmrn hrg emas jatuh, iseng2 googling nyasar disini. Skrg emas sy udh dilepas, ganti USD tp sy malah merinding disco liatin kurs IDR against USD.

Anyway sy skrg jadi sadar, ga semua bacaan itu cocok utk kita, semua harus disesuaikan dng level ekonomi masing2.

Sy skrg lg coba diversifikasi investasi ke arah usaha real kelas mikro dibandingkan terus borong USD, selain duitnya Emg ga byk, mudah2an dengan nilai Rp10jt an, sy bisa membantu ngurang2in pengangguran di negeri ini dan bisa menambah pundi2 tabungan IDR sy.

Akhir kata, saya masih terus baca blog ini dan terus berjuang, biar bisa naek level dan menikmati profit yg lmyn dari kenaikan nilai USD ;)

Salam Sehat...

Anonymous said...

Rupiah bisa jadi lebih "stabil" karena jumlahnya (M1-M3) yang juga kontraksi/menyusut. Rangkaian pertumbuhan negatif jumlah uang beredar ini ditengarai akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi dan tidak masuknya dana ke dalam sistem keuangan. Sebagian masyarakat telah menggunakan simpanannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, lantaran pengeluarannya lebih tinggi dari pendapatan yang dihasilkan. Ada lagi yg sebagian melarikannya ke Bank2 luar negeri atau disimpan di bawah bantal, dibelikan emas/obligasi. Harga2 komoditas cenderung naik karena sifat defensif mencegah kerugian dari institusi2 bisnis terutama yg di level primer (seperti pangan dan penunjangnya seperti listrik dan bbm). Di masa sulit pun inflasi malah muncul lagi (naik) bukti kalau regulator memang "tersandera" pasar.. Andai dibandingkan dgn masa2 normalnya harga komoditi tahun2 kemarin (par to par) mungkin inflasi sekarang sudah double digit. Saran saja barangkali jauhi produk2 yg (tidak primer/tidak dibutuhkan), boro2 mikir invest saham/properti/emas dkk, lah untuk kebutuhan sehari2 aj (termasuk bayar cicilan kredit) sudah cenderung susah kalau hanya dicukupi dari pemasukan as usual. Pemerintah kira2 bisa bantu apa ya untuk ngurangi beban? tarif listrik/bbm turunnya cuma seuprit, pajak/retribusi dkk tetap dipacu. Kelihatan bingung mau ngasih insentif apalagi (dayanya ga cukup)..

http://jambi.tribunnews.com/2016/02/02/tabungan-deposan-susut-ekonomi-tercerabut

Anonymous said...

Bung IS dkk, sepertinya melihat kondisi ke depan as usual yg biasa dilakukan pemerintah rezim2 sebelumnya yg berpikir ekonomi bertumbuh kalau ditopang banyaknya duit yg beredar/belanja swasta/pemerintah, dgn asumsi demikian sangat mungkin USD bisa melejit ke Rp.17 ribu atau Rp. 25 ribu. (dialektikanya cenderung keyness/kapitalis/liberal).

Di lain pihak, melihat ingin USD bisa stay di Rp.13ribu atw di bawahnya, walau konsekuensinya bikin kebijakan2 yg cdrg ketat plus menyedot sebanyak2nya likuiditas di pasar, lewat intensifikasi/ekstensifikasi pajak, semakin sering jualan obligasi, kenaikan/mempertahankan harga2 produk2 yg dikuasai BUMN dst, yg bikin ekonomi kontraksi, sumber daya rakyat - swasta disedot negara. (dialektika awamnya cenderung sosialis/marxis/komunis).

Mana yg lebih dirasakan teman2 sekarang ini?

Andri said...

Saran saya, mind set-nya sebaiknya diubah, jangan mengharapkan profit dari kenaikan nilai USD thd Rp. Koq, seperti berharap kegembiraan di atas penderitaan sebagian besar rakyat Indonesia. Mungkin lebih baik kalau tujuan investasi USD adalah untuk melakukan hedging atas nilai aset yg selama ini sdh dimiliki.
Jadi ke arah manapun USD bergerak selalu ada nilai positif yg bisa diambil.
Investasi sektor riil yang notabene merupakan diversifikasi investasi di rupiah sdh baik. Jadi kita lebih siap juga kemanapun USD bergerak. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua dan segenap rakyat Indonesia... Amin

Anonymous said...

@andri
Investasi ma hedging beda konsep gan, tapi penukanran rupiah dgn dolar tetap sama2 menyebabkan anda dan rakyat indonesia lainya merasakan imbasnya kebocoran nilai rupiah. Tabungan dollar anda secara nominal angkanya bertambah tp sebenarnya tidak bertambah karena rupiah yang ada disekliling hidup anda menggerogoti dari luar. Itulah kenapa pem membatasi pembelian dollar.

Perusahan yg punya pinjmanan dan pendapatan dollar aja masih hedging pake surat kontrak, anda kok malah hedging pake dollar?

Imam Semar said...

Hallooooowwww......,

Simak baik2.....

Kalo anda pegang dollar, long dollar, nggak pake leverage atau pake leverage, apa lagi physical dollar selama masa krisis deflasi ini, maka nantinya bisa beli bensin lebih banyak, beli saham lebih banyak, beli mobil lebih banyak ataw lebih mewah, ataww beli rumah lebih mewah, beli anjing lebih galak....., gebetan bisa lebih kiwir-kiwir, mauuw punya bini lagi bisa, atauw cari suami yg lebih keren gampang.

Semua sdh bubble.....saham, minyak, bensin, pemerintah, politikus, birokrasi, properti, mobil, emas, perak, termasuk rupiah....juga Nikita Milih

Agan-agan jangan pegang asset bubble. Pegang dollar fisik yg nggak bubble.

Kalo guwee salah, jangan nyalahin guwe, salahin yg kasih guwe wasit.



Salam.

Anonymous said...

Kasus 98, dolar naik drastis,boro2 buat beli saham,rumah, beli sembako yang naik 10 kali lipat da abis semua, jgn berharap bisa makmur dr kenaikan dollar kalo masih golongan menengah dan tgl di indonesia,yg ada abis semua. Skrg aja dollar mau 14k aja da banyak yg phk karyawan. Berharap naik lagi siap2 negara yg defisit, neg defisit yg tinggal di dalamnya siap2 merasakan sulitnya mencari sembako.

Saung Rasdja said...

Saya mau belajar pegang US Dollar fisik ah, biar bisnis ikan sy lebih maju lagiiiii
soalnya :
Kalo kawin lagi, pasti ga tega ama yg tua :D
Beli mobil lagi repot kena progressif :D
Beli bensin lebih banyak lagi, kasian pertamina tambah rugi :D
Beli rumah lagi, cape ngurusnya, property di Indo khususnya BDG saat ini udah mulai lesu :D
Beli anjing lebih galak lagi, serem takut nggigit :D
Gebetan lebih kiwir2, pasti Damage Cost nya makin guedeee :D

Jadi saya mau pegang dollar fisik biar usaha ikan sy tambah maju aja :D


Tukang Lauk

PETRUK said...

PAK SEMAR SENSI BERAT

AKIBAT NUBUAT ABAL ABAL MAKIN BANYAK MENELAN KORBAN

AKHIRNYA DISCLAIMER DAN BALIK PANTAT PLUS BUANG ANGIN

IN SEMAR WE CRASH

PETRUK said...

DUNIA SEKARANG MENGALAMI PEAK PHYSICAL GOLD AND SILVER

YANG WARAS UDAH NGEBORONG PHYSICAL GOLD AND SILVER DARI KEMAREN

LIAT AJA HARGANYA MERANGKAK NAIK PADAHAL THE FED UDH NAIKIN RATENYA

YANG NUBUATIN GOLD NYUNGSEP KE $700 - $800 SAPAYAAHHH CAPE DEHH -_-

Anonymous said...

Kalap mas is nya hahaha

Anonymous said...

setau saya ada 3 kondisi kebijakan ekonomi dunia. dimana sebuah negara harus mempriiritaskan 2 kondisi dengan mengabaikan kondisi yang lain.

A. Kestabilan nilai mata uang
B. Kemampuan mata uang melawan inflasi, deflasi dan krisis ekonomi
C. Kebebasan mengalirkan aliran modal

Indonesia trmasuk yang mengambil kondisi B dan C dengan tidak memprioritaskan kondisi A. kondisinya sama seperti US.
alhasil ya Rupiah tertjinta kita sangat rentan thp nilai tukar mata uang asing.

yaa entah itu rupiah menguat atau melemah, saya cuma berharap yang terbaik buat negara ini.
kalau ga seyakin pak IS dgn nubuat-nya ya disarankan diversifikasi aset; dollar, emas, property, saham, dll.
yang intinya mengurangi kerugian kalau trnyata prediksi yg anda buat salah. tapi Warren buffet sendiri bilang diversifikasi cuma buat org yg ga yakin ma dirinya. hhe

kalau saya pribadi masih ikut om IS.
kalau dibilang ga nasionalis, ya persetan dengan itu, toh saya tetap bayar pajak yang memaksa itu.

'nationalism is a measles around mankind' - Albert Einstein

salam
ai

Anonymous said...

http://nasional.kontan.co.id/news/kemampuan-membayar-utang-ri-turun

Asuransi said...

Buat (Anonymous February 3, 2016 at 8:39 AM)

Klo ada begitu skeptis & Nyiyir terhadap blog ini saya bisa pahami. karena saya juga begitu diawal awal kenal blog ini

Klo menurut anda dengan Obey (menuruti) semua kebijakan pemerintah adalah yang terbaik untuk semua rakyat indonesia
silakan anda lakukan. Silakan beli obligasi pemerintah & silakan menyelamatkan rupiah atau rakyat indonesia dengan cara anda

tapi Mas IS punya prespektive sendiri. dan ketika gw coba pahami secara pelan pelan inti dari pesar blog ini adalah baik. itu menurut saya

Kalo anda belum sempat membacara prediksi mas ini mengenaik krisis deflasi bisa dilihat link dibawah ini

Gejolak 2014 – 2020
http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.co.id/p/blog-page_9.html

ini adalah video sederhana yang menjelaskan kenapa akan terjadi krisis deflasi kedepan

How The Economic Machine Works by Ray Dalio
https://www.youtube.com/watch?v=PHe0bXAIuk0

Akhir kata, saya menunggu tulisan dari anda mengenai cara menyelamatkan Rupiah dari krisis dengan ide2 anda Beli obligasi, simpen rupiah atau apapun itu di blog tersendiri & juga tolong dikasih data yang akurat masuk akal kenapa kita mesti melakukan itu

Klo tulisan anda masuk akal, saya akan berterimakasih dan mengikutin ada :)



Dear Pak IS

Teruslah Menulis. walaupun semua Ide & tulisan anda tidak dibayar & di cecer orang atau pembaca anda
Mungkin mereka belum sepenuhnya mengerti atau emang Kepala Batu :p

Di tunggu tulisan anda yang lain nya. Mungkin klo boleh usul boleh share tulisahn tentang "pembunuhan sempurna"

Sekarang kan lagi trend kasus racun sianida :D klo gak salah bapak dulu pernah menulis pembunuhan dengan cara meledakan
badan seorang model & kasus nya gak bisa dibangun

Terimakasih banyak Pak IS

Salam

Anonymous said...

Beda tipis antara yakin dan terlanjur nyemplung ga bisa keluar.

Warren yakin karena investasinya benar, di instrument yang benar dengan cara yang benar dan perusahaan yang benar.

Sdgkan anda berada di posisi abu2 berharap dolar naik tp berharap yg terbaik untuk indonesia,padahal dua2nya bertentangan, dolar naik indonesia buruk, indonesia baik dollar buruk. Maju slah mundur salah, diem ditempat

Dan warren adalah investor bukan kolektor mata uang, kalo anda memakai warren sebagai panutan, lakukan yang sama dwngannya, skrg panutannya warren tp pake caranya imam semar, abu2 jd item tu..

Anonymous said...

USDIDR naik turun kaya enjot2an. Cakep bingitz buat yg expert maen volatility..

Aow aow

Bahri Zen said...

dear pak anonim,

anda mau sampai kapan men-judge orang??
saya sudah bilang jalankan saja financial planning anda dengan dicipline. toh masing2 sudah punya plan sndiri2.

kalau saya bukan nyemplung, saya memang pengumpul dollar dr kurs masih 10000an, ada fisik dan lebih banyak di buku tabungan berupa angka-angka lucu.
saya terus average up sampai skarang. kenapa?? ya karna saya sudah punya planning trhadap asset saya yg ga sberapa ini.
saya memang ga sepintar pak IS dengan data2 dan pernyataan-pernyataan dia, yang menurut saya tidak ada lompatan logikanya.
saya cuma bisa berkaca dr sejarah.

klo anda sibuk ngurusi org nanti kecolongan loh. hhe


not everyone can have the same views as us
so let the person who thinks its wrong think its wrong.
we can only hope others see our side soon or.... never

pesan saya utk kita semua, asah skill tambah exp dan jaga kesehatan

long live and prosper.

utk warren buffet, tolong baca lagi pernyataan saya. hhe


salam
ai

Bahri Zen said...

dear pak IS,

boleh request artikel yg bisa meng-educate kami di bidang ekonomi?
terus terang saya dapat banyak ilmu dari tulisan bapak.
karna dr tulisan bpk saya jadi lebih giat membaca blog2 lain yang memang isinya megeducate dr sisi ekonomi sejarah dan agama.
soalnya saya biasanya ga bisa langsung percaya hanya dr satu sumber, sorry no offence. hhe


dan apa pendapat pak IS dr video berikut
https://youtu.be/PHe0bXAIuk0

debt based money system

terimakasih, sehat selalu buat kita semua.

salam
ai

Anonymous said...

USD naik? bisa jadi, dia toh mulai ancang2 ekspor minyak, ganti jadi eksportir dia, deketin Iran, untuk barter dgn teknologi & revitalisasi mesin2 penyedot minyaknya.

Rupiah turun? bisa jadi, kemampuan APBN bayar utang ternyata terus2an menurun, faktor2 penggerak ekonomi & penyuplai pendapatan APBN sudah banyak yg ngos2an di tanjakan, kemampuan belanja APBN ikut2an seret karenanya, kira2 sanggup bayar gaji PNS dkk sampai kapan ya? dari akhir tahun berlomba2 keluarin bond2 obligasi/sukuk dkk.

Tahun 1998 masih lebih bagus, karena ekspor masih bisa diandalkan, negara2 industri besar masih pada keranjingan impor bahan baku/dasar, pun tiongkok - india - brazil - afsel mulai lebih menggeliat industrinya, menampung aliran modal dari negara2 maju (mendekati pasar - meminimalisir ongkos produksi). kalau saat ini, yg ada justru semuanya pada rame2 ngetatin ikat pinggang - termasuk rakyatnya, ibaratnya sedang waktunya cuci piring, habis pesta tahun2 kemarin.. the party is over and over... makanya keadaan lebih susah ditebak, ya karena lebih suram di semua sektor global.. ga gampang bisa pakai tolok ukur seperti yg sudah2..

Hasan Halim said...

Pegang fisik dollar susah di Indonesia, karena selalu diperhatikan seri dan kerapian banknote nya

kalau terlipat note nya atau seri nya ketinggalan, maka ga mau diterima sama valas lagi

Anonymous said...

Gak usah ribut soal pegang long dollar ato long rupiah, liat aja tuh pejabat-pejabat kita, kekayaannya dalam dollar ato rupiah... pernah gak dipublish kekayaan mereka dalam rupiah,ckck.. yg ada malah dollar brpa eM, tanah brp hektar, dll.. klo pejabat² kita aja gak percaya rupiah, rakyatnya gimana?

Anonymous said...

Ya pejabat banyak yang maling juga, kita meati ikut jd maling jg, kita sebagai rakyat yang baik kudu contoh pejabat2 kita.hidup indonesia!

Anonymous said...

Salam dollar 12rebu..

petruk said...

emas makin merangkak naik

dollar amerika kebanggaan semar malah ngorok melempem

mana yahhh rallynya yg dinubuatin?

yg rally malah dollar aussie, si semar udh katarak kali salah baca wangsitnya

simbol aud malah dibaca usd oopsss

ditunggu permohonan maafnya imam semar karena udah bikin banyak orang kehilangan duit

Kevin said...

Wah, kelihatannya tahun 2016 ini lebih baik pegang EURO daripada USD, baru break-out . Akankah bung IS merevisi ramalannya?

Anonymous said...

Gold ngaceng... US$ amsyong


Aow aow

Anonymous said...

Mantap Pak Petruk. History never repear itself. Kenapa? Karena kondisi makro ekonomi, kebijakan yang tidak pernah sama oleh pemerintah dari tahun ke tahun. Sekarang Presidennya Jokowi, catat itu.

Salam rupiah menguat.

Ihwan Rizani said...

apa kata @si sukron sebetulnya ada benarnya. untuk Pak Is juga tidak perlu meminta maaf karena di setiap tulisannya selalu disertakan disclaimer. menurut saya, ilmu dan pengalaman Pak Is memang jauh lebih banyak dari sebagian besar yang komen di artikel ini, hanya saja setiap manusia tidak ada yang sempurna dan pasti pernah salah. jadi alangkah baiknya jika Pak Is berbesar hati mengakui kalau ada beberapa prediksi yang dibuat ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinya.
tetap berkarya Pak Is, saya selalu menikmati tulisan-tulisan di sini

Blue said...

Dari sejarah dari kita lahir sampai sekarang USD menguat terus tuh... Ya kadang2 agak lambat, turun sedikit, tapi trend nya naik. Yg marah2 adalah spekulan, dia beli di titik tertinggi, sekarang turun sedikit langsung meriang. Apalagi duit dari hutang ... Investor sejati tenang aja karena tahu bakal naik lagi. Lagipula duitnya sudah banyak hasil average up yang terdahulu. Turun Rp. 200 gak masalah, duit kita dahulu sudah naik Rp. 6000. Jadi investor sejati dan spekulan instan beda jauh cara pandangnya. Tulisan2 mas IS menarik karena pandangannya yg "out the box", memperkaya wawasan kita. Beliau menyajikan apa yg tidak terpikir oleh kita. Terima kasih banget... Selanjutnya tergantung analisa anda masing2. Itu duit anda bro...

christian said...

abcde = aduh booooo capekkkk deh ekeeee....:D

Hendri Wen said...

Ihsg malah naik nih....target berapa ihsg?

Hendri Wen said...

Ihsg bisa naek seberapa tinggi pak is? Mohon analisa teknikalnya?

Hasan Halim said...

Mohon yang comment dan yang baca di sini jangan memojokkan dan menyerang Imam Semar. Dia tidak salah, justru harus berterima kasih bukan malah menyalahkan. Kalo kalian rugi itu salah kalian kenapa mau ikut EOWI?

Kalian tahu sudah berapa banyak waktu yang dihabiskan EOWI untuk menulis blog ini dan nubuat nya dia? Berapa banyak informasi dan pengetahuan yang kita dapatkan dari blog ini? Itu semua free di blog kasih kita baca, tidak ada charge satu sen pun. Jadi kalian berterima kasih lah, bukan malah memojokkan dan menyalahkan.

Saat ini saya juga ikut portfolio EOWI pegang dollar tapi malah turun, sudah berapa kerugian saya? Tapi ini adalah kesalahan saya bukan kesalahan EOWI. Jadi jangan sekali2 menyalahkan EOWI, yang bego kalian kenapa mau ikut2an portfolio nya? Salahkan kalian sendiri. Rugi kalian teriak2 salahkan EOWI, kalo untung apakah kalian bagi2 duit untuk EOWI?

Anonymous said...

Emas teknikally sudah di resisten area (periode 9 bln), turun dulu lah...

Anonymous said...

Terima kasih Pak Is,

Analisis teknisnya membantu sekali,
Saya bukan ekonom, tapi sedikit paham dengan analisis dan penjelasan Pak Is.

Memang tidak gampang untuk memahami semuanya.

Semangat buat Pak Is!

Ditutup dengan

"Jaga kesehatan dan investasi anda baik baik"

Anonymous said...

Salam waras, jagalah kesehatan dan uang anda baik baik, bagi pecinta dollar ada kabar baik cadev devisa RI per akhir january 2015 turun menjadi 102.1 milliar usd.

newbie said...

Gak mbahas panasonic dan toshiba om?

Anonymous said...

Cadangan devisa Indonesia turun $3,8 miliar dalam sebulan menjadi $102,13 miliar per akhir Januari-2016 , nah bulan depaa atau 2 bulan lagi bakalan double digitkah ?

Anonymous said...

cadangan devisa Turun ...http://finance.detik.com/read/2016/02/05/193700/3136117/5/cadangan-devisa-ri-turun-jadi-us-1021-m-di-awal-2016

petruk said...

para hedge fund kaliber dunia bersatu ngeshort yuan china

dan china pun mati2an support yuan dng melikuidasi t-bill amriknya

hanya tinggal menunggu waktu china kehabisan forex reservenya yg lbh dr $3 trilyun

setelah forexnya habis, apakah china akan melikuidasi cadangan emasnya?

back to indo... cadev menurun lg, pdhl habis dpt tarikan utang, tinggal tunggu waktu aja jebol dibawah $100 milyar, lahan empuk bwt pr spekulan

nb: ngakak sma yg komen abcde = aduh booooo capekkkk deh ekeeee >_< jehoongg ahaayy

Anonymous said...

Hello semuanya..ada artikel bagus nih..di baca yah..

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/02/02/051700926/Mengapa.Banyak.Orang.Tua.yang.Hanya.Pandai.Menemukan.Kesalahan.

Yanto2016 said...

Di negara maju DEFLASI (inflasi jauh < 2%), di negara berkembang INFLASI (jauh > 2%).

Currency War sudah mulai, negara maju guyur likwiditas, mata uang negara berkembang didevaluasi.

Negara maju guyur likwiditas untuk mengatasi DEFLASI, negara berkembang yang INFLASI masih devaluasi mata uang atau turunkan suku bunga untuk stimulus ekonomi. Menambah INFLASI ????

Bagaimana pendapat Pak IS ???

Anonymous said...

Surat utg yg dipegang china baru dikeluarin 500m dari 3t, dollar da goyang, dikeluarin semua rontok tu usd

Anonymous said...

pak Is, barangkali bisa diulas mengenai prospek ekonomi indonesia thn 2016 ini dengan data2 perkembangan terbaru seperti layoff besar2an yg terjadi di indonesia, pabrik2 raksasa asing pada cabut,turun nya cadangandevisa RI dan terakhir makin melorotnya cadev China, di sisi lain rupiah dan IHSG malah sempat naik di minggu ini padahal USD juga sedang menguat terhadap bbrp major curruncy yg lain, di sisi lain Gold juga sepertinya sedang merangkak naik walaupun belum terjadi up trend.. juga dengan kondisi China yang menururt para pengamat international semakin mengkhawatirkan.. sehingga kami bisa mendapatkan gambaran terkini mengenai kemungkinana yang akan terjadi pada perekonomian indonesia pada thn 2016 ini secara lebih komprehensif dan up to date...

thanks a lot
Gbu

Anonymous said...

nubuwah yang terlupakan. Datangnya planet Nibiru yang menabrak bumi 2016. cari di youtube ya... INI PENTING!!!

akhtarist said...

setuju bos...
note:
udah diingetin om is dr jaman sby rp 8.500,- hehehe

petruk said...

nibiru dr hongkong

nubuat dollar rally aja blom terjadi, apalagi nibiru hahaha

anyway

GONG XI FA CAI

happy fire monkey year

nb : wahai para kaum waras, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah imam semar; karena sesungguhnya imam semar itu adalah musuh yang nyata bagimu.



Anonymous said...

Mbah IS, fund managers besar mengeroyok CNY.
Kira2 berapa lama dia bisa bertahan sebelum akhirnya keok ?

Anonymous said...

CNY keok dikeroyok! Really?? Pasti kebanyakan nonton Bloomberg, atau baca media mainstream' tipu2' data Amrik.

USD sebenarnya udah 'kelar'. Negara ini harusnya udah bangkrut. Mata uangnya super hyper inflated. Utang dan turunannya gak mungkin lg kebayar. Mata uang overvalued, overbought pula????

Mesin2 produksi udah pindah ke China. 50% penduduknya kerja dibawah UMK (USD 3k/month). Lowker yg ada paling2 buat barrista, cleaning service, sama pramusaji. Playboy udah gak pake selebriti bugil (loooh?? NO WAY!!).

Buttomline..nasibnya gak beda dgn Yunani.


Aow aow

Anonymous said...

dengan kondisi currency wars cny vs usd. para hedgefund managers & client2nya pontang panting mengeluarkan dananya dari tiongkok.. namanya orang lagi pontang panting pastinya ngelempar dananya ya kayak orang panik, kemana2, termasuk ke indonesia.. efeknya usd bergejolak/cenderung melemah diguyur likuiditas segitu gedenya (untuk bulan januari saja, kabarnya usd 92 milyar yg dicairkan PBOC dan akan terus sampai cadevnya kering, cenderung membabi buta, entah inikah konsekuensi CNY dimasukkan sbg SDR oleh IMF?..). apabila itu benar2 terjadi, saya justru khawatir imbasnya nanti pada saatnya bakal lebih keras ke RP & mata uang negara2 lain/zona euro dkk (hard landing).. lebih ngeri daripada softlanding.. pertengahan tahuni ini, tahun depan atw depannya lagi, bisa2 ahh sudahlah.. ga sanggup membayangkannya.. nubuat IS hanya berdasarkan faktor2 logis bisnis (3F - siklus ekonomi), sekarang ternyata kengeriannya lebih dalam karena pemicunya justru faktor2 logis politically economic.. CMMIW

Anonymous said...

saya kok justru kasihan ke tiongkok yg seperti masuk "perangkap" (terperangkap) "Currency" Wars dengan menjadikan CNY salah satu SDR, seperti halnya Yen dulu. para HFM/termasuk rakyatnya justru terlihat tidak mendukung/memanfaatkan situasi dgn semakin rame menarik balik pundi2 si Panda Besar (baca: Pemerintah Tiongkok) yg sedang linglung, entah apa dosanya?

gareng said...

Hahaha

Petruk jangan rese dong, bikin blog sendiri yang menyanggah tulisan2 imam semar, biar kita-kita bisa compare apa semar apa petruk yang bener. Jangan2 kayak petruk munggah bale, kurus tinggi jadi presiden RI

Anonymous said...

kenaikan gold seminggu 6,6 % lumayan lah.

Anonymous said...

hahaha petruk stress...rugi berapa lo...spekulan amatiran kayak lo gak cocok baca EOWI...ngarit aja sana

Imam Semar said...

Kelihatannya emas sdh mentok di resistance nya di sekitar $1200/oz.

πŸŽ‚πŸŽΆπŸŽ’πŸ³ ...... 😱😈......πŸ˜‡

Anonymous said...

index usd turun, euro/rupiah dkk naik, emas naik, apa indikasi tiongkok sedang mendiversikan/mengalihkan asetnya dlm usd (T-Bill) ke mata uang lain & emas, sebagai konsekuensi CNY jadi SDR bung IS? kalau mau CNY kuat sebagai SDR kan memang harus semakin banyak pihak yg pegang & percaya CNY? CNY harus mau mengalami berbagai pukulan seperti USD & PBOC harus juga membuktikan kekuatannya untuk mempertahankan kepercayaan pasar thd CNY? Menurut saya, CNY jadi SDR di waktu yg tidak tepat, entah terlalu cepat atau terlalu lambat. Dari analisa Bung IS dulu2 yg mengatakan kecil kemungkinan CNY jadi SDR di masa2 bergejolak seperti sekarang, itu kan dasarnya logika bisnis semata.. ternyata akhirnya CNY tetap dijadikan SDR oleh IMF tahun kemarin.. entah siapa sebenarnya yg menang? Tiongkok, IMF, AS, HFM atau siapa? waktu yg akan menjawabnya..

Anonymous said...

..gebetan bisa lebih kiwir-kiwir, mauuw punya bini lagi bisa, atauw cari suami yg lebih keren gampang..

Orang model gini didengerin..


Kalo guwee salah, jangan nyalahin guwe, salahin yg kasih guwe wasit.

Kalo salah ya legowo, ga perlu ngeles bro..salah itu manusiawi kok

petruk said...

yg stress sapayahh, yg nubuatnya abal abal tuh stress, ngibul mulu

portofolio aku dlm emas sih, makanya seneng gold rally trus

apalagi gold bkl revaluasi jd ribuan dollar, keren kan, makanya beli emas aja

emangnya yg suka kentut sembarangan, minta maaf aja kaga, nyengir aja nubuatnya ngawur

C A P E D E H


Makaro said...

Cadangan Devisa Indo Naik Turun Ga Jelas
Nov 2015 $ 100 M
Dec 2015 $ 105.9 M (Naik tiba2 ga jelas)
Jan 2016 $ 102.1 M (turun tiba2 juga ga jelas)

Iilah pentingnya hedging mata uang asing termasuk USD, percaya sama rp sama saja percayaiin kekayaan ente ke pemerintah ga jelas.

Anonymous said...

Semar, Petruk, Gareng
Wwwkk....wwwwkkkk.....semuanya jadi stress.

Cuma gue yg ngga stress, karena porto ku diversed.

Srikandi

Lingga said...

Lihat sekilas aja, masih dalam tren naik. Tren naiknya belum patah. Saya sih ngarepnya patah sesegera mungkin. Tapi kan sebagai trader, ya ngikut tren aja. Kalo tren USD masih naik, ya pegang USD berarti.

Hasan Halim said...

OK, hari ini USD 13,450, tidak akan bisa lagi ke 13,600 sesuai nubuat nya IS. Ini sudah salah, yang sudah terjebak segera keluar, jangan berharap bisa naik lagi. Rupiah sudah menguat jauh, segera cut loss.

Hasan Halim said...

Lingga, kamu melihat tren naik itu dari segi chart, chart tidak bisa di analisa, karena semua tergantung pada how economy flows and goes, how the fundamental now and 3 months in advance, jadi kalo hanya dari technical analysis chart, itu salah besar, tidak akan kena. Seperti EOWI post chart ABCDE, apakah siap untuk melanjutkan rally? Sebenarnya salah, ga bisa dari technical analysis punya. EOWI bukan dewa, walaupun blog yang ditulis sangat mendetail dan sangat benar, tapi untuk melihat apa yang akan terjadi kedepan, dia tidak tahu, dia hanya nubuat.

Hasan Halim said...

Sekarang saya ingin tahu, dengan melihat USD sudah 13,450 saat ini:
1) Apakah EOWI berani tambah leverage nya lagi dengan membeli USD lebih banyak?
2) Apakah EOWI jadi wait and see?
3) Apakah EOWI malah cut loss?

Makaro said...

Saya kadang ketawa sama komentator lucu dan bodo di blog bung is ini.

Salah satunya komentator yang menyebutkan Kalau Rupiah Menguat Otomatis rakyat semakin makmur, usaha ritel semakin rame dan perdagangan bergerak.

Ini yang komen seperti ini sebenernya tau tentang ekonomi kagak sih ?

Kalau Rupiah Menguat otomatis rakyat mengurangi belanja, cenderung melunasi hutang dan menabung uangnya, inilah yang disebut krisis deflasi. Ga mungkin bisnis rame disaat krisis deflas, semakin sepi dan mati mah iya.

Itulah kenapa china justru mendevaluasi yuannya (Supaya Inflasi), tujuannya supaya barang mereka murah. indonesia justru semakin mahal dimata asing.

Begitupun dengan rusia meskipun mata uang mereka jebol (Inflasi), rakyat tidak demo, tau kenapa ? Harap diketahui meskipun Rusia mata uangnya jebol justru ekonomi dalam negerinya sekarang semakin bersinar lho. Pasar-pasar dalam negeri mereka rame luar biasa, rakyat cenderung membelajakan uangnya ketimbang menyimpannya, Rakyatnya juga semakin jarang belanja keluar negeri yang mana ikut membantu negaranya yang kekurangan duit saat ini.

petruk said...

Surat Keputusan No. IS/10/2/2016

Mengingat dst

Menimbang dst

Meninjau dst

dollar rally yg ditunggu2 ga nongol2, yg ada malah rupiah rally

dengan ini, saya IMAM SEMAR, tanpa paksaan dari siapapun, membubarkan klub dollar rally

kedepannya saya hanya akan membuat blog tentang cara membuat pempek kapal selam

pada pihak2 yg merasa dirugikan oleh saya, maka saya hanya bisa bilang KACIAN DEH LO

Sekian

Terima Kasih

IMAM SEMAR, Phdodol

Anonymous said...

Semakin sombong orang, makin terlihat bodoh.

Ada perbedaan besar antara mata uang indonesia dan china, china basicnya adalah negara eksportir semakin murah mata uangnya dia menguasai pasar internasional, indonesia adalah negara importir semua produk yg anda pakai saat ini saya yakin hampir tidak ada produk indonesia,krn indo belum memiliki produk2 ekspor olahan seperti china dan neg2 produsen lainnya.

Indo kebanyakan justru ekspor migas.dmana komoditi skrg tertekan oleh dampak super dollar yg berimbas kemana2.

jika rupiah jatuh semakin dalam anggaran import membngkak brg2 juatru menjadi mahal, perusahan dan negra semakin sulit melunasi hutang luar negri.

Jika rupiah menguat anggaran import berkurang, bisa disishkan untuk memajukan sektor ekonomi.

Itulah kenapa gub bi menahan suku bunga tinggi agar menahan laju penurunan rupiah semakin dalam.

Anonymous said...

@makoro

Beda mental beroh, rusia mata uangnya jatuh rakyatnya bantu, di indo rupiah jatuh rakyatnya ikutin jatuhi rupiah sampe pem terpaksa ngeluarin pembatasan pembelian dollar.

Termasuk situ beroh yg beli dollar dan pengen rupiah makin jatuh hahha mentalnya beda kelas.

Gareng said...

Harap diingat

Pemerintah Indonesia itu rencana cari utangan 532 triliun, dimana semester I alias (Q1-Q2) dia akan jualan SUN banyak banget, itu akan menyedot pembeli baik local (bank, asuransi, de el el) dan pembeli asing (via wealth management).

Plus intervensi BI, maka kalau short USD kayaknya masih akan masuk terus, nanti deh kalau udah mulai hutang jatuh tempo....

jadi kalau long term, keep aja

warren said...

Salam bung IS. Saya belakangan ini sering membaca artikel bung IS dan banyak belajar dari analisa bung IS. Yang saya ingin tanyakan apakah kira" china yuan ada peluang untuk naik sesuai gosip belakangan ini semenjak china yuan dimasukkan dalam SDR. Bagaimana pendapat bung IS dan tmn" sekalian?

Anonymous said...

USD turun eh harga minyak kok juga ikut turun (kemarin2 kan resiprokal - berlawanan), pertamina bakal tambah puyeng nih, bikin APBN tambah blingsatan, aneh juga teman2 yg suka kalau RPnya kuat, itu kan bikin impor kian menggila karena murah bakal nimbun (bukan cuma mborong karena apa2 kan diimpor), siap2 aj BI say sayonara devisanya dah.
Jangan2 beberapa saat lagi harga emas juga tidak resiprokal lagi lho sama USD & minyak.. semuanya tambah unpredictable lagi.. Bung IS jadi mesti memperbanyak/memperluas parameter lagi nih..

Anonymous said...

Rupiah menguat = jumlah Rupiah yg beredar menurun, ekonomi digerakkan oleh Rupiah, bagaimana mungkin, ekonomi marak kalau Rupiahnya terbatas. itu intinya. Semua pada ga punya Rupiah (baca : duit), emang mau beli/bayar/utang pakai apa? daun?

Anonymous said...

Gold sedang menusuk MA400 weekly basisnya di $1198.

Dua sejoli Tenkan sen & Kijun sen 'cinta lama bersemi kembali' menuju pelaminan.


Aow aow

Indo Premier Investment Management (IPIM) said...

Investasi Reksa Dana Premier Makro Plus dan Campuran Fleksibel melalui Online.
Untuk pendaftaran gampang banget, bisa kunjungi website kita dan registrasi via online. GRATIS !
Hanya 100.000 kalian udah bisa berinvestasi Reksa Dana lho, tunggu apa lagi, yuk di nabung Reksa Dana di Indo Premier Investment Management (IPIM).
Selamat berinvestasi !!
untuk info lebih lengkap langsung aja kunjungi website kita ya:
www.premierreksadanaonline.com
IndoPremier InvestmentManagement's photo.

Anonymous said...

cyiiinnnnn beli lagi cyiinn ? :D kalo gw mah posisi setengah gold setengah usd .....jadi ngak ngefek....:D mau belanja usd lagi...

Anonymous said...

Waduh si makaro itu tinggalnya dimana? Indonesia negeri konsumtif, bukan kek china yg produsen dan brgnya byk di ekspor, klo rupiah menguat ya otomatis hrg2 bakal turun, krn di kita hampir semuanya impor dan impor itu byrnya pake USD (kebanyakan).

Andri said...

Yang megang dan nyimpan erat2 kertas apapun itu namanya mau dollar, yuan demgan dalil investasi,hedging apapun itu selamat anda sedang tertipu oleh sesuatu yang tidak nyata. Yang nyata itu emas,tanah, bisnis.

Drpd nukar rupiah dengan mata uang negara lain, gunain rupiah buat usaha mikro, dr mikro jadiin usaha makro, sampe ekspor, lebih ekonomis nukar produk dengan dollar drpd nukar rupiah dengan dollar.

revolusi mental jd wirausahawan jgn mental mau enak tanpa kerja keras dan kerja cerdas,nubuat2 penghasil uang cepat jd seperti candu. Hidup ini keras bung.

Kalo belum punya jaringan dan pengalaman bisnis yang solid jgn ngomong investasi dulu ketinggian bung, investasi itu lahannya pengusaha, krn dasar investasi sebenarnya ada dalam dunia bisnis.

Anonymous said...

Dimana yg jual gold $700/ oz??? Pengen gw angkut semua, sklian ama yg jualnya..

Aow aow

Anonymous said...

Praktik berbisnis kelas ukm di indonesia mah ga semudah ngomongnya..

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/02/10/194458326/Wajib.SNI.Produsen.Mainan.Edukatif.Lokal.Makin.Terpuruk.

Anonymous said...

selamat anda pada sok tau.. terlalu cepat menilai apakah ini sudah akhir dari era usd...

Ujang said...

Lumayan harga diskon US$..collect lagi ahh..gue mah dari 8500/$ ngollect terusss..
Akan stop collect $, jika sdh tidak ada transaksi mata uang..selama ada transaksi dan $ di SDR dominated, gua mah beli $ terussss...
Mau ke lepel 8500 jg rapopo..la wong international price berdasarkan $ ..

Ujang said...

Gold akan menyentuh 1230 dulu, kemudian akan melanjutkan trend turunnya .. kalo gue prediksi mid 2017 an tercapai di level 600

Anonymous said...

nah lho.. resiprokal yg ga pernah terjadi sebelumnya, mulai terjadi.. pdb ekspor dkk indonesia melemah tapi rupiah cenderung menguat, ihsg cenderung turun, obligasi ga terserap semua.. usd turun tapi harga minyak/komoditas malah menurung.. emas dunia menguat, tapi harga antam malah turun.. yen naik, yuan turun tapi pdb tiongkok tetap melempem.. ayo analis2 jagoan bikin statemen2 lagi, siapa yg mampu prediksi kondisi carut marut global gini? ekonom senior pun bakal kelihatan "bodoh" menghadapi situasi kacau begini..

Anonymous said...

saatnya ramai2 cut loss dulu.. ini belum termasuk tax amnesty yang bakal uang ri balik ke indo.. mgkn usd bs anjlok lebih parah sebelum naik lebih tinggi..

salam olahraga

petruk said...

tukang obat keliling ngoceh gajekas ---> "Kelihatannya emas sdh mentok di resistance nya di sekitar $1200/oz."

akuaaa akuaaa

mijonn mijoonnn

tararahuu tararahuuu

Gareng said...

Betul banget tuh, kan sudah dibilang Indonesian Government perlu hutang 532 triliun tahun ini, di semester pertama dia akan issue banyak banget SUN, sebagian diborong asing sehingga USD masuk lah, belom lagi bond dalam bentuk mata uang selain USD, missal dim sum bond (CNY), samurai bond (yen)...

nanti kalau sudah jatuh tempo (ada 183 trilun bunga utang jatuh tempo taun ini), baru nyahok

Anonymous said...

USD tentunya masih akan mendominasi ekonomi global paling tidak satu dekade ke depan karena saya tidak melihat ada negara lain yang bisa menyaingi produktivitas dan inovasi Uncle Sam.
Sedangkan Indonesia nggak ada produknya yang bisa diharapkan untuk mendominasi perdagangan global kecuali TKW di Arab kali ya, itupun dari ukuran sumbangan reminttance TKW atau Pekerja Indo di LN cuman peringkat 3-4 masih kalah dibanding India, Filipin dan Cina padahal populasi hampir sama.
Tapi kalau dalam 12 bulan ke depan terhadap IDR dari posisi saat ini, mana yang akan tersentuh lebih dahulu 14500 atau 12500 ? Saya cenderung berpendapat 12500 tersentuh lebih dahulu , kuncinya tentunya kenaikan interest rate the Fed. Apakah the Fed hanya bluffing berkoar2 menaikkan interest rate ? Apapun kelihatannya pasar sudah priced-in kenaikan interest rate Fed sepanjang beberapa bulan belakangan,jadi sekarang bisa dibilang sell on news pada dollar. Analis saya bilangnya bull on JPY karena sudah tertekan cukup dalam , tapi saya sendiri sedang perbesar porto EUR sementara ini porsinya baru 25% dari cadangan valas.

Lol said...

Mau yang mudah dan enak?? Bikin indomie goreng lol

Anonymous said...

Ini lah hebatnya EOWI...saat ini banyak pembaca baru yg belum ngerti fundamental investasi. orng2 seperti ini pinginnya dapat keuntungan dg mudah tanpa kerja keras. Ketika ada guncangan sedikit langsung panic, nyalahin IS...
ditunggu analisanya lebih lanjut pak IS...

Anonymous said...

Di tunggu update new artikel dari pak IS mengenai kondisi terkini. Apakah mas IS berubah haluan kan?

Anonymous said...

Bung IS sedang jualan GOLD nya...buat borong USD

Aow aowww

Onde...onde...

petruk said...

GOLD TO THE MOON BITCHEZ!

AYOOO JANGAN TELAT BELI EMAS

NTAR EMAS TEMBUS $2000 PD MEWEK LG

Anonymous said...

This is one of the most interactive blog i ever read.

Really enjoy reading this, big appreciate for you Pa IS and Petruk..

In this world there will always be ying and yang, so I can always make a good decision with analyse from all of your arguments :D

And thanks god, I don't see any irrelevant comment in this section, hahaha

Keep Waras Pa Is, and for petruk please don't stop showing us your opinion :D

Salam Sehat dan Selalu Jagain Kekayaan Kita hehehe

petruk said...

Sudah saatnya EOWI ganti haluan

POSISI SHORT (BEAR)
US dollar (pasif dgn leverage 1:2)

POSISI LONG (BULL)
Rupiah long term (aktif dgn leverage 1:2)
Saham long term (aktif dgn leverage 1:2)
Emas & perak long term (aktif dgn leverage 1:2)
Property long term (aktif dgn leverage 1:2)

petruk gituloohh

Ujang said...

Investors panic, mindsets nya sdh terkunci ke emas sbg safe heaven..kerasanya nanti 2017-2018 banyak org butuh makan..depressions..

Gareng said...

Petruk berisik banget tapi tidak bisa kasih blog sejenis sebagai pembanding, hahaha

petruk said...

@ujang "Gold akan menyentuh 1230 dulu, kemudian akan melanjutkan trend turunnya .. kalo gue prediksi mid 2017 an tercapai di level 600"

wkwkwk mana mungkin emas ngedrop ke $600 >_<

yg ada bkl tembus $2000

nb : nasihat orang bijak dr dulu tuh akumulasi emas sma tanah









Sang Penanya said...

Ini yg teriak2 masih belum seberapa loh, coba liat postingan taun 2009. Pak Is udah mulai jual gold dan ganti USD. yang merasa paling bener udah koar2 tuh.

Dan hebatnya beliau adalah kesabarannya, postingan hatter di approve semua. Padahal kl mau beliau bisa delete :D

Salutoo Guru

Anonymous said...

Ciri2 mau crashkah ? Gold naik terus. Mas IS lebih untung mana pegang gold atau U$ apabila terjadi crash ? Tanda2nya sudah terlihat.

Anonymous said...

Yang beli US$ di harga 14.000an sebaiknya cut loss, tunggu masuk di level 13.000an atau di12.xxx, atau bisa beli gold di tahun ini, prediksi BOA Gold dapat mencapai lv 1.550 jadi masih ada kenaikan sekitar 24% dalam Usd setahun.
Di tahun sun go kong ini, konon meski ini cuman dongeng sang kera suka berbuat huru hara di kayangan , ekonomi secara global tambah kacau, sun go kong inginnya benda pusaka terbaik, harga gold akan melambung di tahun monyet ini, harga saham2 akan drop karena sun go kong pernah merobek2 kitab di alam baka, paper toilet currency sama aja.
US$ yang tahun lalu disebut raja kahyangan, tahun ini tak berkutik di hadapan sang monyet sakti sun go kong, kembali lagi kenaikan nilai usd terhadap rupiah tergantung rencana kenaikan suku bunga the fed tahun ini yang mana kemungkinan naik kecil sekali,
Juga cadangan devisa RI akan berbahaya bila menyentuh hanya usd$ 50 milliar, selama masih diatas angka itu rupiah sulit jatuh.
Demikian ulasan saya pribadi sebagai trader valas usd idr, bukan investor valas, cut loss bukan hal yang buruk bisa mendapatkan usd lebih banyak lagi tanpa menambah modal anda, bermainlah usd idr sesuai angin jangan melawan angin
Pengalaman saya bermain santai usd setahun dapat margin 12% dalam usd, bandingan dengan deposito rupiah dan valas.
Salam waras jagalah kesehatan dan investasi anda baik2

Anonymous said...

Overall, global stocks are well into bear market territory, and nearly 17 trillion dollars of global stock market wealth has already been wiped out.

As panic rises, investors are seeking alternative investments. On Thursday, the price of gold hit $1,260 an ounce at one point before settling back a bit. But even with the fade at the end of the day, it was still the biggest daily gain in more than two years. Overall, gold is having its best quarterly performance in 30 years.

Whenever a financial crisis happens, investors seek out safe havens such as gold that can help them weather the storm. In particular, demand for physical gold is going through the roof all over the planet. Just check out the following excerpt from a Telegraph article entitled “Investors ‘go bananas’ for gold bars as global stock markets tumble“…

Anonymous said...

What we desperately need is for the price of oil to go back up.

Unfortunately, the International Energy Agency says that isn’t likely to happen any time soon…


The International Energy Agency said earlier this week that it expects the global oil glut to grow throughout the year.

“With the market already awash in oil, it is very hard to see how oil prices can rise significantly in the short term,” the IEA said in its monthly report.

And of course all of this is incredibly bad news for financial institutions all over the world.

During the boom times, the big banks showered energy companies with loans. Now those loans are going bad, and the big banks are feeling the pain. The following comes from CNN…


It’s never a good sign when the country’s financial lifelines are under stress. Large U.S. banks JPMorgan Chase (JPM) and Wells Fargo (WFC) that helped bankroll the energy boom are already setting aside billions to cover potential loan losses in the oil industry. Investors are worried about imploding energy loans for European banks like Deutsche Bank (DB). High yield bonds in your investing portfolio wont be looking good either — Standard & Poor’s warned that half of all energy junk bonds are at risk of defaulting.

dani rahardian said...

"""""USD tentunya masih akan mendominasi ekonomi global paling tidak satu dekade ke depan karena saya tidak melihat ada negara lain yang bisa menyaingi produktivitas dan inovasi Uncle Sam.""""

produktivitas apa nya pak?
semua mua produk dibuat di luar amerika kok hampir 100% sekarang.. yang produksi dan innvovasi di luar amerika.. kebanyakan di Asia dan Cina.

anggara friyagini said...

Belajar forex baik fundamental maupun teknikal smua di bahas di sini http://www.filedais.com/users/AnggaraF

Yanto2016 said...

Pikiran orang waras: Surat hutang USD yg dipegang negara Panda TIDAK akan dikeluarin SEMUA, karena kalau USD rontok akan susut (rugi besar) cadangan devisa USD-nya, HANYA akan dikeluarin utk mempertahankan nilai Yuan agar tdk meluncur terlalu cepat.

Kenaikan gold 6,6 % seminggu? Hanya di pasar internasional saja, kalau harga emas Antam tidak akan lari ke mana.

Q said...

@sang penanya
2009 dollar 10k 2016 13k, 7 tahun -/-30% setahun cuman +/-4%, ga tekor tu sama namanya inflasi?

Anonymous said...

Masa si? Pikiran situ kali..
Kalo china mau ngerontokin usd, devisanya china da ga mgkn pake usd kali, entah itu pake yuan yg akan masuk jd sdr tahun ini ataupun diconvert ke emas, baru tu di bombardir surat utang amrik.
Pd dasarnya yuan turun justru china diuntungkan, yg anda baca di semua artikel hanyalah info yg public perlu tahu.

Anonymous said...

Ini para pemegang usd ngomongnya da pada ke amerika2an hakhakaah

Anonymous said...

yg ngunggulin emas, usd, yuan, euro, properti, saham, reksadana.. monggo dishare, untuk kondisi sekarang, berani naruh/nyimpen asetnya dlm bentuk apa & di mana? daripada saling serang pendapat, silakan dishare di mana tuh divert duitnya & apa pertimbangannya, jadi bisa jadi masukan bagi yg lain.

Ujang said...

@Petruk .. Jual tuh emasnya, ga bakalan ngelewatin 1230-1240 lg..skrg timingnya mulai turun lg dgn target $600

petruk said...

in this world, we only need 2 you-know-what

1. GOLD bcoz it's a fail safe investment, you know when the world went shit and stuff

2. PROPERTY bcoz it's a sure bet investment, property will always grow in value, no kidding

no need for a genius to understand my principle of investing, plain and boring ^^v




Anonymous said...

Bung IS bingung kayaknya, jadi analisanya yg baru bakal lama nunggunya. cuma bisa jadi dia benar kl dia tetap stay di usd cash (waktu yg akan membuktikan). Setidaknya USD itu alat bayar yg paling likuid, mudah dilipat/dibawa kabur/disimpan. kalau Emas? Properti? Kendaraaan? Saham/Obligasi? Deposito/Tabungan? .. siap2 aj untuk lebih mudah terlacak BI, pajak, ppatk dkk, apalagi kalau sampai ditransaksikan (dijual/untuk merealisasikan keuntungan), intinya bakal dibikin lebih susah dilipat/dikempit drpd kemarin2. Ke depan, kl masih begini2 aj di Indonesia, jangan terlalu jauh deh buat mikirin soal investasi2an, mo nyelametin atw nyimpen aset naga2nya makin dibikin susah, Pemerintah/Pajak sudah bikin psywar dari awal tahun & bakal makin "nempel/melekat ngawasinya" ke depan (terutama ke sektor swasta/profesional melanjutkan yg kemarin2), di pihak lain, BI sudah kian mempersempit ruang pembayaran cash, perbankan sudah diwanti2 untuk mulai tahun depan/2017 bersiap2 melonggarkan soal kerahasiaan data nasabahnya (jadi bagi yang ga punya backing, siap2 aj).. semua demi APBN, semua demi kelanjutan Pembangunan & Kemakmuran (siapa lagi??).. versi baru exploitation de l'homme par l'homme.. CMIIW

Ujang said...

Bhuahahaha..emas junteyy aza dikoleksi, investasi macam apa ah kau petruk

Anonymous said...

Paper money eventually returns to its intrinsic value zero - Voltaire

Which the French philosopher believed was worthless - back in the 1700's. Paper money began in china in 960 AD and is still with us today, worthless or not

Anonymous said...

petruk ini sales rumah....lihat aja iklan jual rumah dah setahun kagak laku2 sampai rusak rumahnya

landed property fan said...

petruk...

tell that to those who buy gold in 2010.. at $1200 price
2010-2013 it goes up BUT!!!!

in 2016 ??? it goes back to $1200

how can that be good?

better buy "tanah kampung".. in 2010 its 2 million IDR / meter
now in 2016?? its 7 million IDR/ meter

gold is far worse than buying land in indonesia

Hasan Halim said...

Saya masuk USD dari 13.670 sekarang sudah 13.300. Apakah sudah saatnya cut loss?
EOWI bukan dewa, seharusnya tidak boleh mengikuti dan mempercayai analisanya sepenuhnya.

Saya cukup menyesal mengikuti portfolio EOWI :(

Tapi pribadi saya sebenarnya yakin USD akan menguat banyak di tahun ini. Tetapi mengapa justru sebaliknya? Memang susah ditebak apa rencana dan gerakan The Powers That Be. Kalau bisa ditebak, semua orang sudah kaya cuma main tebak2an ga usah kerja lagi.

Ujang said...

Petruk said:

wkwkwk mana mungkin emas ngedrop ke $600 >_<

yg ada bkl tembus $2000

======================

Makan tuh $2000

Anonymous said...

Pak IS, ditunggu artikel selanjutnya :)

Rianti said...

wow posting ini sangat hidup banyak yg komentar

prediksi sampai seberapa lama IDR akan menguat terhadap USD ya ?

GOLD FOR MONEY VALUES said...

Wah..makin rame aja...
Siap siap...siap siap... siap siap...
Lampu pit start sudah mulai menyala,,,,,
Bakalan ada yang terjun amblaass..
hati hati kawan....

Anonymous said...

Permisi, ini moderatornya kmna?!?!


Aow aow

petruk said...

lo lo dh ke jcc property expo blom? tuh liat sendiri animo orang indo sma property

ngebludak, rame, pd kalap milih property

bcoz it's a sure thing, a must have, people's dream to be fulfilled

bukan laki namanya klo blom punya rumah sendiri bray, bences keles wkwkwk

nb: emas itu sebagai hedge/asuransi thdp kondisi ekonomi global, max 10% porto

ini mbah dukun semar blom nongol2 yah... apa karena sibuk nyari sesuatu bwt nutupin kemaluannya yg semakin besar (nubuat gatot) ?

petruk said...

@landed property fan... AGREED 100% with what you just said, like I said before, gold is only a "hedge" against the black swan event of our current economic system...also what I meant with property include "tanah kampung", undeveloped land with promising future is a sure bet investment too

@ujang... sshhh cicing wae ah, mending ngantri gih ambil nup, kali dapet nomor cantik :p

@anon... currency of a certain doomed nation will always eventually returns to its intrinsic value... zero, worthless, nada, zlip, kamehameha BOOM it's gone - petruk

gosshh why I'm so smart... petruk feel happy ^^v

Q said...

@landed land
Ya sama2 $1200, tp nilainya sudah beda. 2010 usd masih 10k, 2016 da 13k, gold bkn inveatasi gold hanya alat tukar yang tidak terkena dampak inflasi.

Tp lebih baik gold drpd usd, usd juga bkn investasi usd cuman cash/alat tukar, selama anda pegang cash/alat tukar anda tidak melakukan investasi apapun.. yg ada kalo uang kertas apapun itu malah digerogoti inflasi.

Tanah adalah investasi, anda menggunakan cash untuk ditukar dengam sesuatu yg memiliki return dan resiko. Tdk semua org bisa beli tanah, dan tdk semua org yg beli tanah bisa dikatakan untung, kembali lg ke hitung2an investasinya.

Jd emas tidak buruk, emas tabungan jgk panjang (bukan investasi) yang paling defensif, usd lah yg plg buruk jika anda tinggal di indo, buruk karena tetap tergerus inflasi, kalo beli hanya buat disimpan bkn untuk ekonomi malah bikin alat tukar negara kita yg buat beli brg2 dr luar negri lama2 turun yg ada brg2 makin mahal.

Anonymous said...

Pak IS,
1 million dollar question : kenapa IDR menguat terhadap USD ?

petruk said...

hmmm apa iya ECB bkl jadi eliminasi denominasi 500 euro? larry summers pun ngoceh denominasi 100 dollar seharusnya ditarik dr peredaran.......

kemungkinan bkl ada demand yg meningkat sma denominasi $100 nih klo ECB jd narik 500 euro

kesempatan tuh bwt yg pgn spekulasi

berdasarkan paper ini http://www.hks.harvard.edu/centers/mrcbg/publications/awp/awp52

the war on physical cash is getting louder & fiercer everyday...

Anonymous said...

@ Hasan Halim
Hold posisi anda di 13.670, ntar balik lagi setelah ada keuntungan lepas, jangan pikirkan 17.000 terlalu jauh.
Bila harga melandai kebawah lagi baru beli lagi, sistem pegang-lepas, mending dapet untung kecil berkali2 di akumulasikan dari pada target angka 17.000 tapi terealisasi 10 tahun lagi mau?
Salam waras jaga kesehatan dan investasi anda baik2

Anonymous said...

Teman2 yg ngunggulin USD sebenarnya bingung juga.. Rupiah kok bisa kayak yoyo begini 2 tahun belakangan.. melemah terus menguat tanpa fundamental yg kuat, lihat aja gampang2an, surplus/defisit indonesia, dari faktor internal (pembiayaan dalam negeri) dan eksternal (pembiayaan luar negeri/impor/bayar utang) ga henti2nya bikin khawatir.. di sisi lain melemahnya USD thd hampir semua mata uang kuat dunia lainnya juga agak aneh karena faktor internal dan eksternalnya justru arahnya positif bagi AS dibanding tahun2 sebelumnya, (belakangan, AS sudah "declare" jadi net eksportir minyak karena produksinya yg meningkat - jadi produsen nomor satu lho skg, pembiayaan keluarnya yg biasanya besar karena faktor invasi/perangnya cdrg mengecil (karena kurangnya kepentingan), jadi meski ekonominya/pendapatan dalam negeri/pajak2nya melemah/berkurang, kalau pengeluaran/impornya juga berkurang, bukankah jadi positif, dan mereka untuk kebutuhan pangan cenderung sudah berswasembada, punya ketahanan pangan & energi yg lebih dari cukup).. beda kasusnya dengan indonesia yg minim soal ketahanan pangan & energi dengan, konsumen yg berjumlah ratusan juta, sampai seberapa sanggup pemerintah "menahan kesabaran rakyatnya" dgn "kondisi2" akibat tekanan harga2, akibat produksi yg tidak well prepared vs tuntutan stabil/turunnya harga2 oleh masyarakat yg kian babak belur).. mungkinkah ini jadi jalan sejarah berulang (orde lama kedua) meski agak aman karena minim intervensi dari luar negeri? coba diwaspadai kondisi2nya teman2.. Wallahua'lam..

Anonymous said...

buat referensi yg mau naruh duit..

http://katadata.co.id/public/media/images/temp/2016/02/16/2016_02_16-10_06_06_e8f38b741e312defbb377400a24ddc9a.jpg

barbie doll said...

Di APBN 2016, pemerintah mengasumsikan kurs USD di Rp 13.400 - 13900. Apakah USD akan turun di bawah kurs yang ditetapkan pemerintah di APBN 2016? We'll see..

Dewan gubernur BI akan rapat 2 hari ini, dan market mengharapkan penurunan BI rate. Bila BI rate turun, maka akan membuat rupiah cenderung melemah. But again, we'll see..

Saya bukan pemegang setia USD. Tapi untuk sekarang ini saya cenderung memperbesar porsi USD dalam portofolio saya. Why? Karena bila terjadi krisis likuiditas (akibat utang2 negara dan corporate yang semakin membesar, dan bisa menimbulkan gagal bayar), mata uang mana yang akan dikejar oleh orang2? selama ini selalu USD, tidak pernah mata uang lain, krn hampir semuanya berutang dlm USD..

Buat yang membully imam semar krn menyarankan hold USD, anda jgn tertawa dulu krn USD sekarang sedang turun. Imam semar membuat prediksinya untuk jangka waktu 2014-2020. Jadi pemenangnya baru keliatan nanti : setelah akhir thn 2020.

gareng said...

Kapan nih property jkt crash truck, pet-truck

Anonymous said...

USDIDR enjot2an, sangat volatile jelas karena faktor spekulasi dan interfensi analisa algos. Market fx, sbg tmpt perputaran fiat currency terbesar dunia, sudah 'diatur' permainannya dengan sistem HFT.


Aow aow

petruk said...

@gareng....... property ga bakal crash, kecuali kerusuhan massal

property adalah jaminan solid klo mo minta kredit sma bank, coba aja apply kredit ke bank pk jaminan property pasti diapprove plus dikasih merchandise, makanya property always grow in value

makanya pd dengerin petruk aja, ga bkl amsiong kena nubuat abal abal

Q said...

@barbiedoll
Ga usa nunggu samoe 2020 da keliatan sapa yang menang, u back track 16 tahun lalu tahun 2000, berapa kenaikan dollar selama 16 tahun, bisa menang sama namanya mr inflasi? Kalo masih kalah back track lgi tahun 1990 kalo oerlu 1980 sampe sekarang, kenaikannya masih menangan mr inflasi, ga ada dlm sejarah dollar memang lawan mr inflasi.

Anonymous said...

menunggu property crash...biar seru...daripada harga tinggi ga ada buyer...melihat kondisi seperti ini ada baiknya wait n see n wait n wait n wait... hohoho

Anonymous said...

Dalam waktu dekat kira2 emas naik atau turun ya... unt th ini? Pingin beli tp harga sdh mahal..kemarin2 bl des harga turun.. tolong newbie dong.. semar petruk gareng.. yg bs baca chart.. tq

barbie doll said...

@ Q

apakah IS merekomendasikan utk hold USD dari 1990? Dia cuma bilang, utk 2014-2020. Anda jangan keluar dr topik dong. Dan krn IS sdh kasih time frame 2014-2020, ngga fair kalo anda sdh menjudge analisa IS salah. Ini baru 2016 lho. Masih ada 4 thn lg ke depan. Siapa nanti yang akan tertawa terakhir... ?

barbie doll said...

@ petruk

saya jg punya properti. dan saya mengalami kesulitan menjual salah satu properti saya sejak awal 2015 kemarin. saya pernah kasih diskon 10% di bawah harga pasar juga ngga laku. yang nawar lebih pada gila lg. sy msh hold properti saya. tapi saya sdh ngga ada produk di pasar modal lg (saham, reksadana etc). gold sdh saya jual semua. sekarang saya hanya memperbesar cash saya aja, dan saya ngga pegang rupiah dlm jumlah besar, krn sejak awal 2012 rupiah sdh terdepresiasi 50% thd usd..! saya nunggu harga properti jatuh dalam lg utk bs nambah properti lg, dan nunggu pasar saham jatuh untuk bisa borong saham atau reksadana murah.

petruk said...

kalo wait and see mulu, kapan kebeli propertynya?

yg mo beli emas, mending nabung aja bwt dp trus pilih skema kpr yg affordable dr property yg mo dibeli, lebih terjamin nilai hedgingnya thdp inflasi

emas keunggulannya dr property adalah lbh likuid aja, tp yah up and down gtu

hanya satu kalimat yg mesti diinget bwt survive krisis ini..... POSITIVE CASHFLOW

lower your expenditures as humanely as possible and keep the cash coming no matter what



petruk said...

@barbie doll

emng brapa sihhh ngejual propertynya? kegedean kli markupnya milyaran

skrng aja BI nurunin suku bunganya, itu bkl makin bikin kpr affordable, property mkn booming

coba aja liat kmrn yg ngantri bli property di citra maja raya, ludes abis diborong, kacang goreng aja kalah larisnya, itulah animo masyrakat indo, always bullish with property

pokoknya ga bkl salah invest di property, didiemin aja naik valuenya, apalagi klo direntalin jd dpt cashflow

mo nunggu property crash? puja kerang ajaib ululululululululu :p

Ujang said...

Bhuahahaha petruk petruk property ga laku2, ngoceh terus property qqqq..

Anonymous said...

@ petruk

Property expo di JCC bukannya tanda2 bisnis property udah bubble?!?!?!?! Yg waras pasti gampang baca situasi. Kalo bisnis property masih booming, gak perlu promosi2an. Bulan ini expo, 3 bulan lg tuh harga rumah bakal nyahoo. Bakal susah buat ngejualnya lg. Kemungkinan skenario kedepannya tuh rumah buat disewain, bisnis remang2/ ajeb2, ternak jangkrik, sarang walet, dkk.

Positif cash flow, tp ngambil KPR. Maskudnya dan ngaturnya bjmna?


Aow aow

Q said...

@barbie doll
Saya tdk keluar dr topik, belajarlah selalu dr sejarah...

1990-2016 ada 2 kali krisis 1998 dan 2008. 1998 krisis internal dan terparah usd dr 2k ke 17k pd 1998 kenaikan dollar yg signifikan diikuti kebangkrutan besar, likuditas bank2, perusahan2 bangkrut dan yg plg diraaakan penduduk sipil adalah kehilangan pekerjaan dan kenaikan harga sembako yg membuat suasanya menjadi resah dimana2. Tentu dengan tabungan dolar anda,hanya berguna buat bertahan selama masa tersebut, hanya habis untuk membeli sembako yg naik berlipat2 atau mgkn sialnya kena jarah, tp krisis internal seperti ini bukan prediksi yg mirip sperti nubuat is 2014-2020.

Kasus kedua 2008,krisis terbesar bible terbesar sepanjang sejarah dunia,khususnya kebangkrutan besar di us yang berimabs ke semua negara di dunia lainnya bla bla... mirip dgn kasus yg dinubuatkan yaitu krisis global..
Terus terang saja apakah anda merasakan dampak krisis 2008? Usd 2007-9k 2008-9k 2009-9k. Ya nothing happen in indonesia. Ekonomi berjalan seperti biasa, usd ga naik banyak juga..

Belajarlah dr sejarah kalo mau benar2 berguna pegang usd (bukan untung ya, tp berguna untuk survive) jgn pas mau krisis global, tp saat akan terjadinya kekacauan nasional yg berdampak pada kehancuran politik, mandegnya ekonomi,hilangnya keamanan, dan matinya kehidupan sosial secara bersamaan di indonesia. Selain itu usd anda memang naik secara nominal tp nilainya tergerus oleh inflasi.

Anonymous said...

Yg mau mikir soal naruh duit di Properti.. ini ada analisanya Aviliani, monggo dibantah dgn data2 tentunya..

http://finance.detik.com/read/2016/02/19/110850/3146066/1016/harga-properti-ri-bergerak-bebas-ini-pemicunya

Jakarta -Diam-diam, Indonesia tengah menghadapi masalah serius di sektor perumahan. Di tengah banyaknya masyarakat Indonesia yang masih belum memiliki rumah, nyatanya banyak rumah-rumah layak huni yang sebenarnya tersedia namun tak sanggup dibeli lantaran harganya terlalu tinggi.

Faktor pemicunya ialah Indonesia belum memiliki lembaga atau badan yang mengatur harga properti.

"Masalahnya, di Indonesia itu nggak ada lembaga yang mengatur harga properti. Harga rumah tumbuh terlalu cepat tanpa diimbangi dengan kenyataan yang sebenarnya daya beli masyarakat tidak tumbuh secepat itu," ujar Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas, Aviliani dalam diskusi di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Dalam diskusi berjudul Pembiayaan Property (Perlindungan Konsumen, Inden, Inhouse) tersebut, hadir pula Kepala Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo, Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus dan sejumlah pembicara lainnya.

Aviliani mengatakan, terlalu cepatnya pertumbuhan harga rumah dapat mengancam kestabilan perekonomian nasional bukan saja dari sisi perumahan tapi seluruh lini keuangan secara keseluruhan.

"Tahun-tahun lalu banyak orang kaya baru yang kalau beli rumah itu nggak satuan, tetapi sekaligus borongan. Kemudian saat ini ketika harga rumah komoditi turun, uang orang kaya baru ini menipis. Mereka pun mulai jual-jualin aset mereka. Tapi pembeli terbatas, sehingga harganya bisa turun. Kalau dia beli dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kalau harganya turun tentu orang jadi enggan mengangsur lagi. Buat apa kan mengangsur rumah yang harganya turun. Ini bahaya," pungkas dia.

Ancaman tersebut sebenarnya pernah dialami negara adidaya Amerika Serikat (AS). Ancaman krisis ekonomi yang dikenal dengan istilah Bubble Property sempat terjadi dan memporak-porandakan perekonomian negeri Paman Sam tersebut pada tahun 2008.

Banyak investor yang membeli properti dengan tujuan investasi dengan memanfaatkan pinjaman perbankan. Akibat dijadikan objek investasi, pertumbuhan harga properti cepat melesat dan tak terjangkau. Akhirnya, masyarakat tak ada lagi yang sanggup membeli, sehingga berakibat harga properti anjlok seketika.

Orang-orang yang terlanjur membeli dengan harga tinggi menggunakan pinjaman perbankan akhirnya tak mampu melanjutkan pembayarannya ke perbankan. Akibatnya muncul dampak berantai, yakni bank-bank yang sudah terlanjut menyalurkan kredit tak mendapat uangnya kembali. Dana pihak ketiga yang disimpan di perbankan tidak bisa ditarik, akibatnya ekonomi secara keseluruhan mengalami guncangan.

petruk said...

@ujang... kya lo bs beli property aja :p

@aow... KFC promosi trus, coca cola promosi trus, trus bisnis mereka bubble gitu? positive cashflow apaan? baca bukunya robert kiyosaki

Andri Liauw said...

@Q
2008 USD 13500 kali oom dan kembali ke low 8550 setelah QE

Untungnya pegang USD bila ada crash, likuidasi USD akan sangat ketat, secara value akan naik dan saham unggulan bakal banyak yg discount gede2an, dan setelah ekonomi stabil saham akan recover ke harga wajar, itulah keuntungannya.
Contoh : kasus 2008, BMRI sempat sentuh harga 1600an. Bila anda keep rupiah di 9000an. Anda hanya dpt 6 lbr. Tp kalo keep USD asumsi dgn 13rb saja anda dpt 8-9 lbr. Jd bila terjadi crash maka yg berlindung dlm USD akan bisa lebih 'kaya' 35-50% dibandingkan rupiah. For this case, BMRI di 2015 sempat di 13k-an per lembar (+/+ deviden selama 7thn)

Itu baru krisis yg berdampak lebih lecil dibandingkan 1998. Belum lagi bila dibandingkan 1998 Dimana astra dan ptba masih dibawah 500an per lembar.

Begitu pula saat ini, bila terjadi ceash junk bond (semalam baca di bloomberg, ada 2 shale company gak kuat bayar kupon), perbankan china (exp. NPL 3.7%), brexit, dan konstelasi perang syria yg lebih besar, maka siap2 melipat gandakan kekayaan kita.
Kita long USD bukan hanya buat 'ditonton' bila harga naik dan dipakai belanja konsumtif, tp buat beli hak atas penguasaan usaha, alias saham dengan harga lebih murah dan hak penguasaan wilayah, alias tanah disaat daya tawar kita diatas angin.

Ingat bangsa eropa menjajah kemana2...untuk 2 hal : hak atas usaha dan hak atas wilayah
2 hal ini bila kita terapkan dlm keuangan kita...pasti cukup menarik hasilnya hehehehehe

Berhati2 terhadap propaganda politik pencitraan, bisa membahayakan kantong kita atau tidak? Semua harus teliti.
Yg ini masih kalah strategi dibanding yg dulu karena yg dulu ada manusia seng (ahli strategi dibelakangnya), tapiiiii yg ini 'pasukan media'nya aje gileee, gak nahaaaan broo

Salam

Anonymous said...

Hi Q ..

Kalau boleh tau, bgmn pandangan anda untuk saat ini apabila kita ada sedikit tabungan, lebih baik ditaruh di instrumen apa? walaupun ga benar2 aman, tetapi minimal sdikit membantu menjaga nilai real.

Anonymous said...

http://economyandmarkets.com/markets/gold/gold-5000-maybe-when-youre-dead/

https://www.caseyresearch.com/articles/dear-harry-dent-wanna-bet

Anonymous said...

http://properti.kompas.com/read/2016/02/19/183918821/Banyak.Investor.Dadakan.yang.Bingung.Menjual.Kembali.Propertinya

Anonymous said...

Membaca blog ini banyak ilmunya tapi semakin dibaca lagi membuat kita tidak optimis dengan bangsa sendiri.. isinya selalu pesimis berharap terburuk yang terjadi.. saya harap balance antara yg sisi buruk dan baik.. kalau hidup dengan sisi pesimis nanti saat semua berbalik nelan ludah sendiri paling gak enak.

Hasan Halim said...

Boleh tolong dijawab pertanyaan saya?

Apa yang terjadi ketika deflasi? Ke mana duit akan lari?

Anonymous said...

@ petruk

KFC, CocaCola...property-kah?

Masih topik property, BTW ekomomi lesu-->invest property-->positif cash flow, coba kasih referensi detail bukunya Robert T.K...?

Aow aow

Q said...

@andri liaw
Ya kalo anda bisa membeli di awal 2008 seharga 9k kemudian menjualnya pas di 13k (dimana probabilitas seorang trader membeli di harga termurah ataupun menjual di harga tertinggi adalah hampir 0%), anda layak disebut untung.

Jangan lupakan variabel waktu.
Jika anda beli pas di 2008 keintungnya 40%per thn, jika anda beli di 2007 keuntungan menjadi 20%per thn.. semakin lama anda pegang cash apapun itu, jika dirata2 akan selalu kalah dengan yang namanya inflasi.

variable yang kedua adalah pemerintah, jika pem masih berfungsi maka inflasi akan selalu ada dan dijaga dgn ketat. Itulah kenapa di krisis 98 dollar lebih melesat drpd 2008, karena pemerintahannya dilumpuhkan.

Kesimpulananya
1.cash jika dikaitkan dengan variable waktu maka nilainya semakin lama justru akan terus menurun tergerus inflasi. Jika mau untung harus bermain jangka pendek memanfaatkan momentum dlm harian ataupun mingguan bukan tahunan.
2.selama pemerintahan aktif, cash akan selalu dikontrol dan tidak akan pernah menang melawan inflasi. Jika usd naik melenihi level inflasi yg diinginkan pemerintah turun ke pasar menstabilkan, demikian juga jika dollar turun.

Warga Gg. Mulia said...

Rupiah Akan Lebih Perkasa Tahun Ini
Maikel Jefriando - detikfinance
Sabtu, 20/02/2016 19:15 WIB
Rupiah Akan Lebih Perkasa Tahun Ini Foto: Rachman Haryanto
Bandung -Nilai tukar rupiah diproyeksikan akan lebih kuat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini mengingat makin rendahnya tekanan dari global, sementara perekonomian dalam negeri memberikan optimisme terhadap investor.

Dengan demikian, diperkirakan aliran modal asing yang masuk (capital inflow) ke dalam negeri akan lebih besar. Sehingga mendorong penguatan rupiah.

"Tekanan untuk volatilitas nilai tukar rupiah itu tidak sekuat yang lalu. Inflow pasti akan lebih besar," ungkap Solikin M Juhro, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) di Hotel Trans Studio Bandung, Sabtu (20/2/2016).

Tercatat sampai dengan pekan kedua Februari, capital inflow mencapai Rp 33 triliun. Ini yang membuat rupiah berada dalam tren penguatan sejak awal tahun. Bahkan dolar AS mencapai level Rp 13.300.

Tren ini akan berlanjut bila perekonomian dalam negeri stabil. Artinya inflasi dan defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD) dapat terkendali sesuai perkiraan BI dan pemerintah.

"Apalagi kalau dinilai kredibel maka akan terus banjir," tegasnya.

BI akan berkoordinasi dengan pemerintah beserta otoritas lainnya untuk menjaga kestabilan tersebut. Terutama dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan strategis.

"Rupiah dengan kondisi itu diperkirakan akan lebih kuat dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Solikin.

Tidak dipungkiri, ke depannya pelonggaran kebijakan moneter masih akan terus berlanjut untuk mendorong perekonomian tumbuh lebih tinggi.

"Konteks kondisi tersebut maka ruang pelonggaran kebijakan moneter masih ada," tukasnya.
(mkl/hns)

http://finance.detik.com/read/2016/02/20/191548/3147006/5/rupiah-akan-lebih-perkasa-tahun-ini?f9911023

Yanto2016 said...

Daripada menebak kurs USD dan harga emas yang tidak menentu arahnya, lebih baik membahas situasi ekonomi saat ini yang nyata: Di negara maju DEFLASI (inflasi jauh < 2%), di negara berkembang INFLASI (inflasi jauh > 2%).

Negara maju melonggarkan likwiditas (terakhir BOJ menerapkan suku bunga negatif), negara berkembang yang mata uangnya sudah depresiasi ikut menurunkan suku bunga (termasuk BI rate).

Sebenarnya bukan USD yang terlalu kuat tetapi IDR yang DEPRESIASI terus.....
Di antara negara Asean saja:
Awal Februari 2016 USD 1 = IDR 13415 sedangkan awal Februari 2006 IDR 9232 (Depresiasi 45,31%)
Awal Februari 2016 USD 1 = THB 35,70 sedangkan awal Februari 2006 THB 39,02 (Apresiasi 8,5%)
Awal Februari 2016 USD 1 = SGD 1,4035 sedangkan awal Februari 2006 SGD 1,6239 (Apresiasi 13,57%)

(Sumber: Yahoo Finance)

Bagaimana pendapat pak IS ?

petruk said...

kyanya BI bakal turunin trus suku bunga acuuan sampai 5%

perlambatan ekonomi mkn keliatan, toko2 di metropolis sepi, mlh banyak yg kosong




gareng said...

Saat ini banyak hot money masuk ke Indonesia oleh para carry trader (salah satu media menyebutnya demikian), yaitu orang yang pinjem duit dari tempat berbunga rendah bahkan bias negative untuk dimasukkan ke Negara macam Indonesia, jadi soal waktu aja itu capital keluar dari Indonesia

Mahir syah said...

beberapa hari ke depan usdidr bakal siap terbang ke atas, siap2 melesat kawan...jossss

Anonymous said...

Dimanakah Imam Semar ?????


Kl kata @petruk...bung IS sdg jual mijon dan aqua

Kl kata @aow aow...bung IS sdg galau

Kl kata saya...bung IS sedang tersenyum senyum..
Komentator nya makin banyak ...haha

Dede Kebumen said...

Pak sis kalau yen gimana.soalnya mau beli dolar money chargernya kagak adil bangget nentuin harganya di kebumen jawa tennggah di bank ngak punya dollar.soalnya aku jualan spert mobil.banyak barang jepangnya.tengkyu

Anonymous said...

Akhirnya ada pengamat yg sadar dan sejalan dgn pendapatnya Bung IS dkk..

https://bisnis.tempo.co/read/news/2016/02/25/090748087/faisal-basri-potong-belanja-ekonomi-tumbuh-sesuai-target

Anonymous said...

Imam Semar ditemukan...

Ternyata..disini
http://hot.detik.com/read/2016/02/25/100353/3150617/1059/lakon-semar-gugat-teater-koma-sarat-kritik-sosial

Ihwan Rizani said...

udah lah bro, gak usah pusing-pusing mantengin kurs, jepang udah berlakukan suku bunga negatif, begitu juga beberapa negara di eropa sana, otomatis bakal banyak uang masuk ke RI. jangan dulu main valas, dolar gak akan kemana-mana.
saya juga rugi valas biarpun gak banyak. gak bisa nyalahin pak IS juga karena saya sendiri yang mau ngikutin prediksinya. di blog ini emang banyak ilmu yang bisa didapat, tapi konsekuensinya bakal punya pikiran negatif terus karena blog ini cuma berisi kritik. baca juga tulisan-tulisan rhenald kasali atau sejenisnya buat pembanding, biar gak jadi manusia yang terlalu pesimis. salam damai.

Anonymous said...

Gak ada comment or update analis yg terbaru pak IS?...apa udah mulai pada pingsan?

gareng said...

Terus aja menulis pak Semar, biasa lah, kalau udah bicara waktu itu, cuman Tuhan yang tau, maju terus Pak Semar.

Apalagi banyak factor surprise yang diluar control kita, misal tiba2 Bank Indonesia naikin turunin bunga bang, BoJ/BoE naikin turunin suku bunga, etc

Anonymous said...

mana nih pak imam semar..

Anonymous said...

Ayo tulis lagi bung IS.. hehe.. apa masih tertegun, soal capital inflow ke indonesia?? Ditunggu topik geger 2025-2030..


Tanggapan EOWI.. "Banyak negara yang bergantung pada komoditi seperti Indonesia akan mengeluarkan bond dan menumpuk berhutang. Pembeli bond selalu ada, tergantung pada harga yang ditawarkan. Yang resikonya besar, maka yieldnya akan tinggi. Negara-negara ini akan bersaing dengan yieldnya.
Persoalannya adalah apakah mereka bisa berhutang dan men-service hutangnya sampai secular commodity bull market mendatang (2030 – 2040) tiba? Itu pertanyaan lain. Dan itu merupakan topik untuk Geger 2025 – 2030 yang sedang kami pikirkan."


Anonymous said...

NGGGIMMMMMPIIIIIIIII

Anonymous said...

Orang optimis menciptakan kapal, orang pesimis menciptakan pelampung.

Monster Trader said...

haloo semua...
alangkah indahnya komentar komentar para ahli disini...
saya cuman ingin mengatakan, semuanya tidak ada yang mistis jika kita tau seluk beluk dalam permainan saham obligasi etf option dll ... manfaatkanlah dari situasi orang yang suka debat kusir menyerang keyakinan orang lain...

Monster Trader said...

52 kota kabarnya sudah deflasi... artinya deflasi kita anggap sebagai pelemahan ekonomi... mengapa bursa saham malah sumringah ? IHSG apakah sedang membentuk head N shoulder ??? disaat bursa global pada minus, apakah bisa menembus keatas 5000... atau head N shoulder berlaku... jelas sekali jika anda perhatikan pola itu...

Anonymous said...

halo... uda ga ada suara nih...

Anonymous said...

Assalamu'alaikum Pak IS, apa kabar ?

Anonymous said...

ditunggu postingan terbaru Mas, terutama arah IHSG, Forex, Gold, Oil untuk 3-6 bulan kedepan.
makasih yah..
semoga sukacita dan kekayaan menyertai Mas Imam Semar senantiasa..
but
tetap jaga dompet apalagi di terminal.

Anonymous said...

Memang analis nya lagi pada pingsan untuk sementara sambil lihat grafik yg membingungkan

petruk said...

mampus yg megang USD X_X

masih dicantumin tuh posisi BULL(shit) USDnya pak imam semar?

makanya LONG GOLD & PROPERTY ^^V

klo ngikutin saran gw udh pd hepi sekarang

Lingga said...

Wah, kemana nih Pak IS. Prediksi salah itu hal biasa. Apalagi prediksinya pake TA. Ayo move on.

liusumahan said...

Sepi kayak di kuburan.......

Anonymous said...

Pak IS,kapan release new article nya..???
Ditunggu nih...

BlueStreet said...

EM downtrend still firmly intact. 2008 low will likely be hit around the same time S&P gets to 1400.

Anonymous said...

pak IS nanti buat posting baru kalau IDR sudah 17000 terhadap USD.. hari ini kabarnya sempat 12990 ? akankah menyentuh 12500 dalam 6 bulan ke depan ?
kelihatanya cukup berinvestasi di kecap bango atau susu ultra untuk menghadapi ancaman inflasi? beli sekarton jual tahun depan ,apakah kira2 harga kecap dan susu bisa menyamai atau melampaui inflasi?

Anonymous said...

Cadangan devisa Indonesia turun $3,8 miliar dalam sebulan menjadi $102,13 miliar per akhir Januari-2016. Cadangan turun tetapi dana asing masuk terus sampai rupiah Rp.13 ribu hari ini. Bagaimana analisanya Mas I.S ?

Obat Disfungsi Seksual Pria Alami said...

nice & amazing

Wan said...

IDR/USD malah deathcross , menuju 11500 kah?

Anonymous said...


Yang cerdik yang beruntung....
Yang panjang pikir dan panjang sabar yang beruntung...
Yang bisa melihat secara global yang beruntung ...
Selamat menikmati keberuntungan....
Salam kangen buat mas Semar... Kami setia menunggu....

Jaga kesehatan, take care..

Anonymous said...

Sepi banget..............

Anonymous said...

Bung IS, kenapa ga nulis lagi.. bikin analisa2/cerita2 lagi yg non mainstream lah.. bukan cuma Bung IS yg salah prediksi in short term mind kok thd RP/Minyak/Emas.. c'mon biar yg lain2 juga muncul komen2nya.. :)

Anonymous said...

siapa yg masih waras disini? atau sudah pada tidak waras? :D

Anonymous said...

Banyak HATERS yang gak suka... padahal ini web sangat bagus info nya.
Gak ada paksaa harus ikut info yang ditulis.
Sebagai penulis pak IS tentu sakit hati. ( Manusia punya hati dan perasaan ) tujuannya cuma mencurahkan isi hatinya. tapi malah HATERS nusuk sana sini.

Pakai acara kothbah agama sana sini. ini forum ekonomi dunia dan soal keuangan. malah kadang keluar ceramah agama sana sini. ( Aneh post yang diatas atas tuch )

Kalau gak suka jangan buka aja .close. yang suka discusi aja ,
soal ikut atau gak ikut .. pak is gak ada keuntungan apapun. untung emang mau bagi" ? rugi ? yang ada malah jadi HATERS ..hujat sana sini.. gara" info ini rugi beli dollar kemaren" / emas kemaren". Resiko di tangan sendiri. gapaian complain ke penulis info ini.

Ketik info dan mencurah info ini dan merangkumnya tidak gampang lo. tapi Haters suka complain. Aneh.

Kalau aku malah dah ikut discusi ini udah 3 tahun lebih. malah support karena membuka banyak pikiran dan wawasan soal ekonomi dunia.

harusnya dilanjutkan lagi discusi atau buka topik baru.

Anonymous said...

test

gareng said...

ayo pak semar posting yang baru dong, revisi analisis kek atau apa gitu

«Oldest ‹Older   1 – 200 of 238   Newer› Newest»