___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Monday, February 7, 2011

POKOK-POKOK PEMIKIRAN UNTUK TAHUN 2011

Sudah beberapa minggu ini (kalau tidak beberapa bulan ini) jadwal saya cukup padat. Ada gas discovery yang cukup besar, sehingga pekerjaan kantor agak banyak. Beberapa technical report harus diselesaikan. Belum lagi close out report. Ini membuat EOWI terbit tidak teratur. Tetapi saya sudah menyiapkan solusinya. Moga-moga 1-2 minggu ke depan, akan lebih teratur lagi.


Artikel EOWI pertama tahun 2011 mengambil judul The Year(s) of Living Dangerously. Sebenarnya dalam artikel ini mengandung pokok-pokok pemikiran tentang apa yang mungkin terjadi di tahun 2011 yang bisa digunakan untuk membuat strategi investasi. Dalam artikel tersebut ada 5 poin yang menjadi pokok perhatian dan dijadikan asumsi dasar untuk dikembangkan. Ke-5 poin itu adalah:

a. Pertama mengenai kota-kota di US yang akan bangkrut/gagal bayar hutang
b. Krisis hutang negara-negara di zone Eropa
c. Kenaikan suku bunga pinjaman dan pengetatan kredit di Cina
d. Bubble properti di Canada dan Australia yang sudah matang dan siap pecah
e. Penguatan US dollar

Karena ada beberapa pembaca yang masih menanyakan mengenai “ramalan” untuk tahun lalu, maka ada baiknya saya akan uraikan ke-5 poin di atas dengan segala konsekwensinya.



Kota-Kota Di US Yang Akan Bangkrut/Gagal Bayar Hutang
Di awal tahun 2011 EOWI mengatakan bahwa akan ada kota-kota di US yang bangkrut. Mereka akan mengalami kesulitan untuk membayar pegawainya dan membayar hutang-hutangnya, pensiun bekas pegawainya. Ada kondisi semacam ini ada tiga jalan yang bisa ditempuh yaitu: jalan austerity, ngemplang hutang atau inflasi (mencetak uang & hutang). Austerity adalah kebijakan pengetatan dan hidup prihatin. Banyak kota-kota di US sudah berusaha melakukannya dan sebagian berhasil. Berhasil dalam hal ini berarti sekedar bisa menjalankannya, tetapi persoalan defisit budget bisa teratasi. Penerimaan pajak masih dibawah rencana mengeluaran wajib. Hutang dalam bentuk Municipal Bond sedemikian membebani di masa krisis seperti sekarang ini, sehingga austerity saja tidak akan cukup.

Sayangnya pemerintah daerah (States) di Amerika tidak bisa mencetak uang. Untuk menutup hutang-hutang yang jatuh tempo dengan membuat hutang baru kelihatannya akan sulit. Siapa yang mau beli? Kebanyakan investor hanya mau membeli obligasi yang berkwalitas. Dan the Fed dalam QE II (Quantitative Easying II) nampaknya tidak lagi mau membeli surat-surat hutang sampah (seperti Subprime CDO), melainkan terbatas pada treasury bond saja. The Fed juga tidak mau mengambil resiko bahwa asset-assetnya akhirnya menjadi sampah yang tidak berharga. Oleh sebab itu terjadi spread yang lebar antara yield US bond jangka pendek dengan surat hutang yang lain (yang beresiko).

Berita minggu lalu mengenai kota di US yang sudah beberapa tahun ini mengalami kesulitan keuangan dan bangkrut, yaitu Vallejo, akan mengemplang hutangnya. Muni-Bond yang yang dikeluarkannya dan akan jatuh tempo, hanya akan dibayar 5% - 20% saja. (Vallejo Plan Would Give Unsecured Creditors 5 to 20 Cents on the Dollar).

AN FRANCISCO — Unsecured creditors will receive 5 cents to 20 cents on the dollar for their claims under a reorganization plan Vallejo, Calif., filed Tuesday in federal court.

The plan to exit bankruptcy outlines the reorganization of debt the city owes its largest creditors, Union Bank and National Public Finance Guarantee. It also sets aside a pool of $6 million to pay unsecured creditors about 5% to 20% of their claims over two years, according to court documents filed in U.S. Bankruptcy Court for the Eastern District in Sacramento.

“The city regrets that it cannot pay a higher percentage,” Vallejo officials said in the court filings. “The city lacks the revenues to do so while maintaining an adequate level of municipal services, such as the provision of fire and police protection and the repairing of the city’s streets.”



Hanya US $ 6 juta untuk dibayarkan ke $262 juta hutangnya jenis unsecure yang bisa dibayarkan. Jumlah ini adalah sebagian dari $ 479 hutangnya. Investor harus menanggung resiko, dan resiko ini tidak boleh dipindahkan ke pembayar pajak.

Ini adalah awal dari gagal bayar muni-bond di US. California, Illinois, New Jersey masih dalam daftar antrian.


Krisis Hutang Negara-Negara Di Zone Eropa
Masih ingat negara Iceland yang mengalami krisis hutang tahun 2008? Yang menarik adalah, Iceland sekarang sudah bangkit kembali. Cara penanganan krisis hutangnya patut dicontoh. Ngemplang hutang dan bank sentral Iceland tidak berbuat apa-apa! Yup! Tidak berbuat apa-apa. Itu solusi yang terbaik dan ekonomi sudah bangkit kembali. Campur tangan pemerintah dan bank sentral akan memperkeruh keadaan dan memperpanjang penderitaan. Pernyataan salah satu gubernur bank sentral Iceland, Davíð Oddsson, ketika diinterview oleh siaran RÚV:

"we [the Icelandic State] do not intend to pay the debts of the banks that have been a little heedless".

“Kami (negara Iceland) tidak mau membayar hutang-hutang bank yang sembrono”.

Dan kreditur asing hanya akan memperoleh 5% – 15% dari uang yang dipinjamkannya. Keputusan seperti ini bisa dilaksanakan karena Icelnad bukan anggota uni Eropa, seperti Yunani, Spanyol, Itali, Irlandia, Portugal, dimana mereka harus tunduk pada peraturan-peraturan Jerman dan Prancis.

Walaupun saat ini Uni Eropa cukup tenang dengan suksesnya penjualan obligasi Spanyol dan Italia bulan lalu, tetapi persoalan kredit, hutang dan properti di Spanyol dan Portugal masih tetap ada. Faktor resikonya masih ada.


Kenaikan Suku Bunga Dan Pengetatan Kredit Di Cina
Cina adalah kuda hitam yang membuat ramalan EOWI tahun 2010 meleset. Negara yang menjadi ekonomi terbesar ke-2 dunia ini melakukan ekspansi moneter yang luar biasa. Beberapa sumber memperkirakan mencapai 25% selama tahu 2010. Dan sedikit lebih rendah di tahun sebelumnya. Paket stimulasi ekonomi yang dikucurkan untuk menanggulangi krisis keuangan tahun 2007-2009 sebesar $ 0,50 trilliun, digunakan untuk membangun kota-kota kosong dan pabrik-pabrik yang tidak ada pembelinya. Kegilaan seperti itu yang kami tidak pernah menduga. Dan Cina akan membayarnya dengan mahal. Dari aksi akan ada reaksi yang besarnya sama.

Akibat dari ekspansi moneter Cina, spekulasi kembali marak. Harga minyak naik dari $32 per BBL di titik terendahnya ke $92 per BBL beberapa hari ini. Masih lebih rendah dari harga puncaknya $ 146 per BBL di tahun 2008. Harga emas juga naik memecahkan rekor baru $ 1436 per oz di bulan Desember 2010. Harga pangan dan bahan komoditi juga ikut naik. Kalau kepak sayap kupu-kupu di hutan Amazon bisa menyebabkan badai di lautan Pasifik, menurut teori chaos, maka, stimulasi ekonomi dan pembangunan kota-kota kosong di Cina membuat jatuhnya Zayn al-Abidine Ben Ali dan Hosni Mubarak (saat ini masih berkuasa dan insha Allah, kejatuhannya hanya menunggu waktu saja), kekacauan massa di Afrika dan Timur Tengah. Aljazair, Mozambique, Tunisia (pemerintahannya runtuh), Mesir, Jordan, Yaman, dan terakhir adalah Saudi Arabia. Saudi Arabia yang biasanya adem-ayem, sekarang rakyatnya ikut bergolak. Kecuali Saudi Arabia, aksi protes kebanyakan di Timur Tengah dan Afrika Utara ini dilatar-belakangi oleh membumbungnya harga pangan. Di Saudi agak lain penyebabnya: “banjir”. Saudi yang “kaya” karena minyak, kota-kotanya tidak mempunyai sistem drainase, sehingga kalau hujan turun, cenderung untuk banjir. Beberapa banjir bandang yang terjadi beberapa tahun belakangan ini memakan korban jiwa dan harta benda. Dan kalau sudah terjadi banjir biasa saja (bukan banjir bandang), maka lamanya bisa berhari-hari. Mobil tangki penyedot air akan hilir mudik menyedoti air di jalan.

Pada krisis yang lalu, tahun 2008, ledakan demonstrasi di dunia juga marak. Yang masih masih segar dalam ingatan kita adalah di Mesir, Haiti, Argentina, Mexico, Benggala Barat, dan Bangladesh. Kemudian bentrok antara suku Uigur dengan suku Han di Cina tahun 2009. Semua itu dilatar belakangi karena tekanan hidup akibat membumbungnya harga-harga kebutuhan pokok, sehingga membuat orang menjadi lebih sensitif dan mudah marah. Dalam kejadian tahun 2009 itu, motornya adalah suku Uigur. Jika keresahan terjadi pada suku mayoritas Han, gejolak bisa menggoncang negara, seperti Tunisia dan Mesir. Inilah mungkin yang melatar belakangi program stimulasi ekonomi Cina antara tahun 2009-2010. Membuat suku mayoritas tetap memperoleh pekerjaan.

Ekspansi moneter memang membuat sebagian orang merasa beruntung. Kelas menengah yang punya saham, properti dan asset-asset seperti emas merasa kaya karena harganya naik. Ini yang disebut effek pemakmuran. Dan dampaknya hanya bisa dinikmati oleh kelas menengah. Sayangnya ekspansi moneter juga melibas bahan pokok. Dan ini adalah kutukan.

Bagi kelas bawah, yang hidupnya pas-pasan, penghasilan bulanannya hanya habis untuk bahan pokok, maka kenaikan harga bahan pokok akan menghimpit. Kenaikan gaji tidak secepat kenaikan harga bahan pokok. Kelas bawah inilah yang akan menjerit dan kemudian marah di jalan-jalan. Itulah yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Jelas, Cina tidak bisa melakukan ekspansi moneternya terus-menerus tanpa henti, jika ingin harga-harga pangan membumbung tinggi. Langkah pengetatan sudah dimulai. Tahun 2010 sudah 6 kali menaikkan dana deposit yang disetorkan kreditur kepada otoritas perbankan. Suku bunga pinjamannya sudah dinaikkan. Cina agak takut-takut menaikkan suku bunga deposito, karena akan menarik aliran uang panas dari luar.

Sebenarnya sektor investasi di Cina sejak tahun 2009 menunjukkan adanya keretakan-keretakan, tambal-sulam. Bursa sahamnya tidak bisa mencapai level tertingginya yang pernah dicapainya di tahun 2007. Ini suatu pertanda kerapuhan di sektor investasinya. Hanya sektor properti saja yang masih terus menggembung. Ini lebih banyak karena stimulus pemerintah yang terfokus pada bidang konstruksi. Ketidak imbangan ini cermin dari kerapuhan ekonomi yang cepat atau lambat akan pecah lagi.

Cina, cepat atau lambat harus mengerem ekspansi moneternya. Makin cepat makin baik, sebelum bubble-bubble-nya membesar dan akhirnya pecah. Semakin lama menunggu semakin parah, hard-landing dan mahal akibatnya. Tunisia dan Mesir bisa dijadikan contoh, jika harga bahan pangan naik sehingga tidak terjangkau oleh sejumlah masyarakat yang cukup untuk menyulut huru-hara. Oleh sebab itu saya mengasumsikan bahwa pada bulan-bulan mendatang, Cina akan terus melakukan pengetatan. Perlahan atau terburu-buru. Implikasinya adalah harga komoditi akan jatuh kalau pengetatannya terlalu cepat. Bursa saham di negara-negara yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi Cina akan terkena imbasnya. Negara-negara seperti Indonesia, Australia, Canada akan merasakan imbas perlambatan ekonomi Cina. Harga emas juga akan tergoncang, karena mundurnya para spekulan.

Suatu pertanyaan yang harus kita pikirkan: “Bisakah sekarang dunia bertahan dengan $125 per BBL minyak, gula $ 0.35 per pound, Rp 500 ribu per kg cabe. Catatan: Kecuali gula, harga-harga bahan komoditi, seperti beras, jagung, minyak bumi, kedelai, gandum, banyak yang masih dibawah harga tertingginya di tahun 2008. Apakah bank sentral Cina dan bank-bank sentral dunia akan menunggu sampai harga-harga ini melambung ke level tahun 2008?


Bubble Properti di Canada Dan Australia Yang Sudah Matang Dan Siap Pecah
Bertahannya bubble properti di Canada dan Australia salah satunya lebih disebabkan karena ekspansi moneter di Cina. Selama harga bahan komoditi masih bisa bertahan, maka negara-negara yang berbasis komoditi juga akan ikut bertahan. Dengan kata lain bertahannya ekonomi Australia dan Canada (juga Indonesia) adalah karena ikutan dari ekspansi di Cina. Pada saat Cina melambat atau hard-landing, maka wajar saja jika berasumsi bahwa tidak akan ada lagi yang bisa mempertahankan bubble-bubble di Australia dan Canada, dan selanjutnya akan pecah.


Penguatan US Dollar
Kalau diperhatikan lebih teliti, sebenarnya hanya ada 3 risiko yang akan menjadi pokok ancaman ekonomi, yaitu Muni-Bond di US, hutang di zona Eropa dan perlambatan di Cina. Selebihnya hanya akibat dan konsekwensi saja. Kalau ketiganya terjadi secara serempak, akan mempunyai dampak yang positif terhadap penguatan US dollar. US dollar masih tetap dianggap sebagai safe heaven. Dalam perdagangan internasional penetapan harga-harga barang masih menggunakan US dollar. Spekulasi masih menggunakan US dollar. Sehingga jika ada deleveraging, maka akan mendongkrak US dollar.

Bagaimana dengan emas? Emas akan beresiko jika perekonomian Cina melambat. Harga emas yang biasanya seirama dengan harga bahan komoditi. Sehingga jika harga bahan komoditi keras anjlok akibat melambatnya perekonomian Cina maka harga emaspun akan anjlok seperti yang terjadi di tahun 2008. Saat ini emas sedang mengalami masa koreksi dalam siklus tahunannya (Agustus/September sampai Desember/Februari adalah masa bullish dan Januari/Februari sampai Agustus adalah masa bearish). Jika perekonomian Cina memburuk sebelum September 2011, bisa jadi harga emas akan turun terus sampai menembus level $670/oz. Oleh sebab itu faktor Cina perlu diamati terus.

Sekian dulu........, jaga tabungan anda baik-baik. Tahun 2011 kemungkinan koreksi besar kembali lagi. Hedge accordingly (saya sulit mengekspresikannya ke dalam bahasa Indonesia).

Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Friday, January 21, 2011

Kebohongan Pemerintah SBY

Minggu lalu ada berita sangat ramai di koran mengenai Kebohongan Pemerintah SBY yang dituduhkan kelompok dari berbagai agama. Di EOWI kami punya thesis yang bunyinya: “Ada penipu, ada penipu ulung, ada politikus dan ada Cut Zahara Fonna.” Kami menempatkan profesi politikus di atas penipu ulung dalam hal kepiawaian dan skill menipu. Tetapi sehebat-hebatnya penipu, akhirnya kebohongannya bisa (tidak selalu) terbuka. Kali ini kelompok lintas agama baru tersadar bahwa pemerintah SBY punya 18 kebohongan. Itu baru 18. Padahal masih banyak lagi kalau mau ditelusuri.

Tuduhan kebohongan dari kelompok lintas agama ini sangat kasar. Kalau hal ini dilakukan terhadap seorang Arab, seperti raja Saudi, presiden Siria, Mesir, atau pengemis di Jordania, dia akan marah sekali. Kata BOHONG sangat pantang dituduhkan kepada orang Islam. Mungkin orang Islam Indonesia adalah pengecualian. Sehingga SBY atau staf-stafnya yang beragama Islam, berlagak pilon. Ini hanya mungkin jika bohong sudah menjadi budaya.

Untuk setiap berita, hendaknya kita harus kritis dan objektif. Demikian juga dengan tuduhan terhadap SBY. Dari 18 kebohongan yang disampaikan oleh Yudi Latief, Maemunah, Halid Muhammad, Ray Rangkuti, dan Tama S Langkun, dan dituduhkan kepada pemerintahan SBY sebenarnya tidak semuanya merupakan kebohongan. Sebagian merupakan kebodohan, tuduhan salah alamat, ketololan, janji konyol, penghinaan, dagelan yang ditanggapi serius dan nyata-nyata menipu.

Tuduhan Pertama (Kebohongan)
Tuduhan pertama bisa dikatakan kebohongan. Pemerintah mengklaim bahwa pengurangan kemiskinan mencapai 31,02 juta jiwa. Padahal dari penerimaan beras rakyat miskin tahun 2010 mencapai 70 juta jiwa dan penerima layanan kesehatan bagi orang miskin (Jamkesmas) mencapai 76,4 juta jiwa. Disamping itu menurut FAO, pada pra krisis keuangan global, jumlah penduduk Indonesia yang kekuarangan pangan adalah 13% sedangkan pada masa krisis keuangan global, termasuk tahun 2010 mencapai 14%. Jadi tuduhan pertama ini benar merupakan kebohongan. Tentu saja kalau FAO tidak bohong. Kalau FAO bohong, belum tentu SBY juga tidak bohong. Misalnya FAO mendefinisikan kekurangan pangan adalah mereka yang berpenghasilan kurang dari $2. Kalau harga-harga melonjak di atas 100% seperti cabe, maka kriteria $2 itu tidah sahih. Dan kita tahu bahwa harga bahan pangan naik selama tahun 2009 – 2010.

Tuduhan Kedua (Ketololan)
Tuduhan kebohongan kedua adalah bahwa Presiden SBY pernah mencanangkan program 100 hari untuk swasembada pangan. Namun pada awal tahun 2011 kesulitan ekonomi justru terjadi secara masif.

Hanya orang idiot atau orang gila yang percaya pada kekuatan gaib saja yang akan percaya bahwa dalam 100 hari suatu negara akan menjadi swasembada pangan. Mungkin semua staf presiden gila atau menganggap semua orang Indonesia super idiot sehingga SBY memberikan janji yang idiotik.

Kami di EOWI percaya bahwa swasembada pangan ada di tangan rakyat, bukan di tangan pemerintah, apalagi preisden. Yang menanam tanaman pangan adalah rakyat, bukan pemerintah. Sehingga kalau rakyatnya enggan menanam atau tidak pandai-pandai menanam tanaman pangan, maka jangan harap bisa swasembada pangan. Saya pribadi tidak mau menanam padi dan tanaman pangan. Buat saya tidak swasembada pangan juga tidak jadi masalah.

Kalau pembaca tidak percaya bahwa masalah swasembada ada di tangan masyarakat buktinya adalah narkoba. Indonesia adalah negara yang sudah swasembada narkoba. Masyarakat memproduksi narkoba, bahkan kelebihan produksinya diekspor. Tidak ada bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan produksi narkoba sampai mencapai swasembada. Bahkan pemerintah menghalanginya.

Jadi tuduhan kedua ini kemungkinan adalah berakar dari ketololan yang menuduh dan yang dituduh yang menganggap presiden seperti Tuhan, yang bisa berbuat apa-apa.

Tuduhan Ketiga (Ketololan)
Tuduhan ketiga adalah bahwa SBY mendorong terobosan ketahanan pangan dan energi berupa pengembangan varietas Supertoy HL-2 dan program Blue Energi. Program ini mengalami gagal total.

Ini juga tidak bisa disebut kebohongan. Tetapi lebih mengarah keidiotan atau pemalsuan ijasah. Tentang Blue Energy – bahan bakar dari air, setiap murid SMA yang belajar tentang hukum Hess di termodinamika akan tahu bahwa bahan bakar dari air adalah dagelan. Ketika SBY dan staffnya membuat proyek ini sama saja artinya bahwa mereka mensejajarkan intelektualnya se level dengan lulusan SMP. Dengan kata lain, tuduhan ini salah. Seharusnya tuduhannya bukan masalah penipuan, tetapi ketololan. Kalau mau memaksakan tuduhan pemipuan maka tuduhannya seharusnya penipuan ijasah. Ijasah SMA dan akademi/universitas SBY dan staffnya adalah aspal (asli tapi palsu).

Tuduhan Keempat (Penipuan, Penghinaan dan Ketololan)
Tuduhan keempat adalah bahwa Presiden SBY melakukan konferensi pers terkait tragedi pengeboman Hotel JW Mariot. Ia mengaku mendapatkan data intelijen bahwa fotonya menjadis asaran tembak teroris. Ternyata foto tersebut merupakan data lama yang pernah diperlihatkan dalam rapat dengan Komisi I DPR pada tahun 2004.

Ini jelas menipu. SBY menggunakan foto asal-asalan untuk mendukung ceritanya. Foto itu tidak ada kaitannya dengan cerita SBY. Dan foto itu pernah ditunjukkan jauh-jauh hari sebelumnya dalam konteks yang lain.

SBY telah menghina bangsa Indonesia, dengan menganggap bangsa Indonesia punya daya ingat yang pendek sekali. Dia pikir bangsa Indonesia sudah lupa dengan foto yang pernah ditunjukkan beberapa tahun sebelumnya. Dan tindakannya ini bisa disebut ketololan.

Tuduhan Kelima (Ketololan)
Tuduhan kelima adalah bahwa Presiden SBY berjanji menuntaskan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir sebagai a test of our history. Kasus ini tidak pernah tuntas hingga kini.

Sama seperti program swasembada pangan 100 hari, janji menuntaskan kasus pembunuhan Munir, adalah janji yang tidak mungkin dipenuhi. Sebabnya, polisi, jaksa dan hakim yang sebenarnya punya tugas menyelidiki semua kasus kejahatan tidak berminat bekerja. Kalau SBY mau menuntaskan semua kasus kejahatan, maka langkah pertamanya adalah melakukannya sendiri. Dan itu tidak mungkin. Jadi berjanji mentuntaskan kasus pembunuhan Munir sama dengan berjanji membuat badan-badan kepolisian, kejaksaan dan kehakiman bekerja. Dan itu mustahil. Institusi itu adalah institusi rongsokan.

Kalau anda masih menganggap bahwa aparat keamanan dan peradilan masih mau kerja, maka anda harus bisa menjawab kenapa banyak perusahaan dan pribadi yang mempekerjakan Satpam dan kenapa ada badan arbtrasi swasta? Jawabnya Cuma ada satu, yaitu karena polisi dan sistem peradilan tidak bekerja. Itu kenyataan dan jangan mengatakan “idealnya harus begini dan begitu”.

Tuduhan Keenam (Aturan Konyol)
Tuduhan keenam adalah tentang UU Sistem Pendidikan Nasional menuliskan anggaran pendidikan harus mencapai 20% dari alokasi APBN. Alokasi ini harus dari luar gaji guru dan dosen. Hingga kini anggaran gaji guru dan dosen masih termasuk dalam alokasi 20% APBN tersebut.

Sebenarnya apa yang dilakukan SBY tidak menerapkan UU Sistem Pendidikan Nasional sudah benar. Karena UU ini adalah UU keblinger. Keinginan belajar datangnya dari individu dan pemerintah tidak bisa memaksakan kehendak. Jika pemerintah memaksakan, maka yang akan terjadi adalah sekolah dengan kwalitas mediocre. Guru-guru mengajar seenaknya tanpa motivasi serta target, dan murid sekolah tidak punya motivasi. Sekolah tidak lagi menjadi arena menciptaan manusia berketrapilan, tetapi hanya badan pencetak ijasah.

Orang yang memang mempunyai motivasi menimba ilmu dan membekali diri dengan ketrampilan akan mencari sekolah yang bagus. Sekolah-sekolah semacam ini tidak akan banyak jumlahnya, tetapi effektif.

Kesimpulannya, SBY sudah benar tidak menjalankan UU yang konyol. Dan itu bagus jika dilanjutkan dengan pengurangan pajak sebesar 20% sebagai kompensasi kepada pembayar pajak terhadap tidak dijalankannya UU Sistem Pendidikan Nasional, supaya mereka bisa memilih sekolah anak-anaknya ke sekolah yang dikehendakinya.

Tuduhan Ketujuh (Tahu akan Nyata-Nyata Menipu)
Tuduhan ketujuh bahwa Presiden SBY menjanjikan penyelesaian kasus lumpur Lapindo dalam Debat Calon Presiden Tahun 2009. Penuntasan kasus lumpur Lapindo tidak mengalami titik temu hingga saat ini.

SBY berlagak pilon ketika mengucapkan janji tersebut. Yang dimaksud “menyelesaikan kasus Lapindo” disini bahwa rakyat harus memperoleh ganti rugi. Tidak perduli siapa yang harus disalahkan dan bisa membayar ganti rugi berserta bunganya dan keuntungannya. Syukur-syukur Bakrie. Kalau tidak bisa, maka uang pembayar pajak seperti anda dan saya, juga boleh. Misalnya, jika terbukti bahwa kasus Lapindo adalah bencana alam – perbuatan Tuhan, maka rakyat juga masih akan menuntut ganti rugi. Tentu saja bukan kepada Tuhan, karena Tuhan tidak akan menggubrisnya. Jadi yang harus disalahkan adalah Bakrie. Kalau Bakrie tidak bisa/tidak mau, maka bayar pembayar pajak seperti saya dan anda harus memikul bebannya.

Karena Bakrie adalah masuk dalam koalisi politik SBY, maka menjanjikan menuntaskan kasus Lapindo sama saja artinya mau menggorok Bakrie. Ini tidak mungkin SBY mau. Oleh sebab itu janji SBY bisa diartikan sebagai nyata-nyata menipu.

Presiden SBY memang sudah bertindak dengan mengeluarkan Keppres tentang Penanggulangan Lumpur Lapindo. Tentu saja yang dimaksud dengan kata “Penanggulangan Lumpur Lapindo” bukan untuk mengembalikan keadaan seperti semula. Itu tidak mungkin. Dan ada perbedaan persepsi antara keinginan rakyat dengan presiden.

Tuduhan Kedelapan (Tuduhan Tidak Relevan)
Tuduhan kedelapan, bahwa Presiden SBY meminta semua negara di dunia untuk melindungi dan menyelamatkan laut. Di sisi lain Presiden SBY melakukan pembiaran pembuangan limbah di Laut Senunu, NTB, sebanyak 1.200 ton dari PT Newmont dan pembuangan 200.000 ton limbah PT Freeport ke sungai di Papua.

Orang melontarkan tuduhan ini agak aneh. Mengharuskan perusahaan pertambangan untuk tidak membuang limbah, sama dengan ingin memasak tetapi tidak boleh membuang sampah dapur.

Tuduhan Kesembilan (Tuduhan Tidak Relevan)
Tuduhan kesembilan, bahwa tim audit pemerintah terhadap PT Freeport mengusulkan renegosiasi. Upaya renegosiasi ini tidak ditindak-lanjuti pemerintah hingga kini.

Ini sama saja bernegosiasi dengan pembantu rumah agar sampah dapur jangan dibuang, melainkan ditelan mereka. Negosiasi akan percuma saja. Semua limbah harus dibuang, bukan ditelan. Siapa sih yang mau menelan limbah?

Tuduhan Kesepuluh (Tuduhan Salah Alamat dan Tidak Ada Janji)
Tuduhan kesepuluh, bahwa dalam Pidato Kenegaraan 17 Agustus 2010 Presiden SBY menyebutkan bahwa Indonesia harus mendukung kerukunan antar peradaban atau harmony among civilization. Faktanya, catatan The Wahid Institute menyebutkan sepanjang 2010 terdapat 33 penyerangan fisik dan properti atas nama agama dan Kapolri Bambang Hendarwso Danuri menyebutkan 49 kasus kekerasan ormas agama pada 2010.

Tuduhan ini salah alamat dan SBY tidak pernah berjanji untuk menciptakan kerukunan beragama. SBY hanya mendukung, tetapi tidak menciptakan kerukunan beragama. Perhatikan kata-katanya baik-baik.

Seandainya kelompok lintas agama ngotot mengatakan bahwa SBY memang menjanjikan kerukunan beragama, maka janji SBY adalah sesuatu yang tidak mungkin. Misalnya, pemerintah melarang rakyat berak (buang air besar) secara jongkok. Ini yang gampang dan sederhana. Dia, pemerintah, toh tidak bisa mencegah saya berak sambil jongkok? SBY boleh menjanjikan apa saja untuk mengatur prilaku rakyatnya, tetapi hampir mustahil untuk melaksanakannya dalam skala wilayah dari Sabang sampai Merauke.

Jadi... seandainya pernyataan SBY adalah sebuah janji, maka janji ini adalah janji yang konyol atau tuduhan yang salah alamat. Saya pribadi tidak mengacuhkan janji SBY ini. Karena kalaupun janji, maka janjinya hanya merupakan dagelan. Tetapi kok oleh kelompok lintas agama ditanggapi secara serius. Siapa yang goblog?

Tuduhan Kesebelas (Tidak Ada Janji)
Tuduhan kesebelas bahwa dalam pidato yang sama Presiden SBY menginstruksikan polisi untuk menindak kasus kekerasan yang menimpa pers. Instruksi ini bertolak belakang dengan catatan LBH Pers yang menunjukkan terdapat 66 kekerasan fisik dan nonfisik terhadap pers pada tahun 2010.

Sama juga dengan tuduhan nomer 10. SBY tidak berjanji melenyapkan tindak kekerasan fisik terhadap pers. Ia hanya menginstruksikan kepada polisi untuk menindak kasus kekerasan yang menimpa pers. Perhatikan bedanya. Instruksi semacam ini menunjukkan bahwa polisi tidak bekerja. Polisi seharusnya menindak semua bentuk kekerasan, baik terhadap pers, gelandangan, dokter, insinyur, pemulung, pembantu rumah tangga, dan kapitalis rentenir. Itu tugas polisi. Tetapi karena polisi sudah tidak berfungsi, sampai-sampai banyak orang mempekerjakan Satpam, maka presiden perlu memberi instruksi kembali supaya polisi tidak malas.

Kesalahan presiden sebenarnya adalah tidak memecat polisi yang malas.

Tuduhan Keduabelas (Lawakan yang Ditanggapi Secera Serius)
Tuduhan ke 12. Presiden SBY menyatakan akan membekali Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan telepon genggam untuk mengantisipasi permasalahan kekerasan. Aksi ini tidak efektif karena di sepanjang 2010, Migrant Care mencatat kekerasan terhadap TKI mencapai 1.075 orang.

Dalam konteks ini, sebenarnya presiden sedang mendagel, melawak. Membekali Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan telepon genggam? Apa ini bukan lawakan? Kelompok lintas agama ini sangat konyol, karena lawakan SBY ditanggapi secara serius.

Tuduhan Ketigabelas (Tuduhan Tidak Terbukti)
Tuduhan ke 13. SBY mengakui menerima surat dari Zoelick (Bank Dunia) pada pertengahan 2010 untuk meminta agar Sri Mulyani diizinkan bekerja di Bank Dunia. Tetapi faktanya, pengumuman tersebut terbuka di situs Bank Dunia. Presiden SBY diduga memaksa Sri Mulyani mundur sebagai Menteri Keuangan agar menjadi kambing hitam kasus Bank Century.

No comment. Tuduhan harus dibuktikan. Perhatikan kata “diduga” dalam tuduhan kelompok lintas agama ini: Presiden SBY “diduga” memaksa Sri Mulyani mundur sebagai Menteri Keuangan agar menjadi kambing hitam kasus Bank Century. Dimana letak kebohongan SBY?

Tuduhan Keempatbelas (Tidak Menjanjikan Hasil Akhir)
Tuduhan ke 14. SBY berkali-kali menjanjikan sebagai “pemimpin pemberantasan korupsi terdepan”. Faktanya, riset ICW menunjukkan bahwa dukungan pemberantasan korupsi oleh Presiden dalam kurun September 2009 hingga September 2010, hanya 24% yang mengalami keberhasilan.

SBY berjanji “menjadi pemimpin pemberantasan korupsi terdepan”. Janji itu sudah ditepatinya. Dia menjadi pemimpin (presiden) yang punya banyak badan anti korupsi, seperti KPK, Kepolisian, Kejaksaan, Satgas ini dan Satgas itu. Yang tidak pernah dijanjikannya ialah bahwa team-teamnya akan sukses.

Tuduhan Kelimabelas (Tidak Ada Janji)
Ke 15. Presiden SBY meminta penuntasan rekening gendut perwira tinggi kepolisian. Bahkan, ucapan ini terungkap sewaktu dirinya menjenguk aktivis ICW yang menjadi korban kekerasan, Tama S Langkun. Dua Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jenderal Timur Pradopo, menyatakan kasus ini telah ditutup.

Perhatikan baik-baik apa yang dilakukan SBY: “Presiden SBY MEMINTA PENUNTASAN rekening gendut perwira tinggi kepolisian.” Dimana janjinya? SBY tidak pernah berjanji. Yang ada adalah bahwa SBY MEMINTA, bukan BERJANJI.

Katakanlah SBY memang berjanji MENUNTASKAN. Bukankah kalau kasus itu sudah ditutup berarti sudah tuntas? MENUNTASKAN tidak sama dengan MENGUNGKAPKAN. Kalau janji SBY adalah MENTUNTASKAN maka janji itu sudah dipenuhi. Tetapi kalau janjinya MENGUNGKAPKAN maka janji itu belum dipenuhinya. Politik dan hukum penuh dengan permainan kata-kata.

Tuduhan Keenambelas (No Comment)
Ke 16. Presiden SBY selalu mencitrakan partai politiknya menjalankan politik bersih, santun, dan beretika. Faktanya Anggota KPU Andi Nurpati mengundurkan diri dari KPU, dan secara tidak beretika bergabung ke Partai Demokrat. Bahkan, Ketua Dewan Kehomatan KPU Jimly Asshiddiqie menilai Andi Nurpati melakukan pelanggaran kode etik dalam Pemilu Kada Toli-Toli.

No comment.


Tuduhan Ketujuhbelas (Bukan Janji SBY)
Ke 17. Kapolri Timur Pradopo berjanji akan menyelesaikan kasus pelesiran tahanan Gayus Tambunan ke Bali selama 10 hari. Namun hingga kini, kasus ini tidak mengalami kejelasan dalam penanganannya. Malah, Gayus diketahui telah sempat juga melakukan perjalanan ke luar negeri selama dalam tahanan.

Yang ini jelas bukan janji SBY, tetapi janji staff SBY. Pak lurah desa Ndiweg atau pak Camat Ujung Kulon bisa membuat janji. Tetapi apakah hal ini bisa dianggap sebagai janji SBY?

Tuduhan Kedelapanbelas (No Comment)
Ke 18. Presiden SBY berjanji akan menindaklanjuti kasus tiga anggota KKP yang mendapatkan perlakuan tidak baik oleh kepolisian Diraja Malaysia pada September 2010. Ketiganya memperingatkan nelayan Malaysia yang memasuki perairan Indonesia. Namun, ketiganya malah ditangkap oleh polisi Diraja Malaysia. Sampai saat ini tidak terdapat aksi apa pun dari pemerintah untuk nmenuntaskan kasus ini dan memperbaiki masalah perbatasan dengan Malaysia.

No comment. SBY memang tidak pernah menindak lanjuti masalah ini.

Sekian dulu......... sampai nanti.

Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Monday, January 10, 2011

PEMERINTAH TIDAK BISA MENGENDALIKAN HARGA CABE

PEMERINTAH TIDAK BISA MENGENDALIKAN HARGA CABE
Harga cabe melambung mencapai Rp 100.000 per kg. Artinya 1 gr emas hanya dapat 4 kg cabe. Atau 1 buah cabe sebesar telunjuk harganya Rp 500.

Menurut anak saya yang berumur 9 tahun, dampak harga cabe akan mempengaruhi perekonomian orang Padang, Menado dan Sunda. Dia, sebagai penggemar “itik gulai hijau”, terpaksa harus menahan seleranya dulu. Itik gulai hijau adalah masakan Padang yang bahan pokoknya adalah bebek dan cabe. Untuk 1 kg bebek, diperlukan 2 kg cabe (saya agak melebih-lebihkan). Jadi untuk memasak bebek yang beratnya 2,5 kg biayanya bisa mencapai lebih dari setengah juta rupiah. Dengan kata lain, hanya jutawan yang bisa menikmati itik gulai hijau sekarang ini. Bebeknya 100 ribu dan cabenya Rp 500 ribu. Penjual itik gulai hijau yang terkenal di Bukit Tinggi dan bisa dipesan melalui telepon, Uni Ita, mungkin harus menaikkan harga jualannya berlipat-lipat. Biasanya harga cabe hanya Rp 20 - Rp 30 ribu per kg tergantung lokasi, sekarang mencapai Rp 100 ribu. Alternatif lain, bebeknya diperbanyak dan cabenya dikurangi, karena harga bebek lebih murah dari cabe.

Anehnya, pemerintah masih mengatakan bahwa inflasi di bawah 7%. Mungkin dalam menghitung inflasi tidak dimasukkan harga cabe atau bobotnya kecil sekali. Sehingga angka inflasi tidak mencerminkan harga benda yang menjadi bumbu utama rakyat Minang, Menado dan banyak suku di Indonesia. Menurut kabar, BPS mau menurunkan lagi bobot harga cabe supaya angka inflasi lebih tidak mencerminkan tingkat inflasi yang sebenarnya. Ini yang disebut statistic engineering. Singkatan BPS menjadi Badan Penipuan Statistik. Kata Mark Twain: Ada tipuan, ada tipuan besar dan ada statistik.

Kasihan diriku dan anakku, terpaksa menunda makan itik gulai hijau yang sedap itu. Mungkin bebeknya harus diperbanyak dan cabenya dikurangi sehingga rasa pedas itik gulai hijau yang khas ini hilang.

Dalam kaitannya dengan naiknya harga cabe di pasaran, di kalangan komunitas pengguna Black Berry muncul gossip tentang penyebab kenaikan harga cabe. Ternyata cabe telah digunakan sebagai bahan untuk spa (lihat photo di bawah). Katanya cabe berkhasiat membuat wanita menjadi hot (seksi). Pantas saja harga cabe naik, karena digunakan untuk mandi. Tentu saja hal ini hanyalah kelakar saja.




Mau hot (seksi) seperti Meghna Naidu, mulailah mandi cabe.


MATI KARENA MAKAN TIWUL
Kalau Meghna Naidu mandi cabe. Orang Jepara makan tiwul dari singkong. Berita di Kompas tanggal 3 Januari 2011 berjudul Enam Bersaudara Meninggal Akibat Tiwul mengatakan bahwa ada 6 bersaudara mati kelaparan di Jepara.

Di bawah ini petikan beritanya:

Sedangkan anak nomor lima dan tiga, yakni Saidatul Kusniah (8) dan Faridatul Solihah (15) yang meninggal Senin dini hari dimakamkan pada hari ini sekitar pukul 11.00 WIB. Dia mengakui, keluarganya mulai mengonsumsi tiwul sebagai makanan alternatif sejak dua pekan terakhir, mengingat penghasilannya sebagai penjahit di Semarang kurang mencukupi kebutuhan keluarga.

"Setiap pekan, penghasilan saya hanya berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000," ujarnya.

Penghasilan selama sepekan tersebut, kata dia, hanya bertahan selama tiga hingga empat hari saja. "Terkadang, kami hanya bisa membeli beras 10 kilogram dari biasanya bisa membeli hingga 16 kg untuk memenuhi kebutuhan delapan anggota keluarga," ujarnya.
Di beberapa situs berita ini dikutip dan diplintir sehingga seakan-akan 6 orang anggota keluarga ini mati kelaparan. Padahal mati keracunan.

Terlepas penyebab matinya itu karena keracunan, tetapi hal ini bisa dihindari kalau mereka makan beras. Ketela atau bahan baku tiwul ada yang beracun. Namanya singkong mukibat dan singkong racun. Kalau mengolahannya tidak baik, maka racun sianida yang dikadung singkong ini masih bercokol didalamnya. Jadi penyebab kematian mereka ini secara tidak langsung adalah kemiskinan dan naiknya bahan-bahan pangan. Kami di EOWI ikut prihatin terhadap nasib mereka dan lain-lain yang terkena dampak naiknya harga pangan.


PELAJAR CHINA PROTES MAKANAN
Di Guizhou, pelajar sekolah (bukan pelajar madrasah atau pelajar kuil Shiolin) melakukan protes dengan merusak meja-meja, kursi dan kafetaria mereka. Mereka ini memprotes kenaikan harga makanan di kantin mereka yang terjadi berkali-kali.

Harga bahan pangan, dari mulai buah-buahan lokal, sayuran, beras dan gandum naik drastis dalam beberapa bulan ini di Cina. Jangan tanga harga daging. Pada minggu lalu EOWI menyinggung berita mengenai Carrefour dan Wal Mart dikenai pengontrolan harga oleh pemerintah Cina. Kenaikan harga juga menjalar ke restoran fast food seperti MacDonald dan juga pedagang-pedagang buah, sayur dan kebutuhan dapur ritel. Entah bagaimana tindakan pemerintah Cina untuk mencegah naiknya harga-harga pangan ini. Cina harus bertindak sebelum lonjakan harga pangan menjelma menjadi protes besar seperti yang terjadi di Mozambique, Tunisia dan Aljazair.


PROTES PANGAN MOZAMBIQUE
Di Mozambique, negara Afrika, terjadi protes kenaikan harga pangan. Dikabarkan ada 13 orang mati di dalam huru-hara itu. Kejadian ini terjadi pada bulan September 2010. Ada 146 orang ditahan setelah itu. Setelah itu, tidak banyak kabar mengenai krisis pangan di Mozambique lagi.


PROTES PANGAN DI ALJAZAIR
Kalau di Mozambique dan Cina protes pangan terjadi beberapa bulan lalu, berita yang masih hangat datangnya dari Aljazair. Beritanya dilangsir oleh Aljazeera dengan judulnya, protes kenaikan harga meledak di seluruh Algeria Price protests erupt across Algeria. Sekedar pengetahuan saja, bahwa TV Aljazeera tidak berlokasi di Aljazair melainkan di Dubai. Beritanya juga disiarkan di TV, karena Aljazeera adalah stasiun TV, bukan penerbit koran.



Aksi protes masih berlangsung di Aljazair. TV Aljazeera masih menyiarkannya.


BOLIVIA PROTES HARGA ROTI
Bolivia protes karena harga roti naik. Berita yang dilangsir pada tanggal 5 Januari ini mengatakan bahwa pemerintah Bolivia telah mengurangi subsidi BBM dengan menaikkan harga BBM sampai 85%. Kenaikan harga BBM ini merambat ke harga barang lainnya terutama bahan pangan. Akibatnya penjual ritel terpaksa menaikkan juga baang-barang jualannya.

Polisi datang ke toko-toko dan bersitegang dengan para pedagang ritel agar mereka tidak menaikkan harga barang (silahkan lihat video pada link tersebut di atas). Lucu juga. Kalau pemerintah boleh menaikkan harga BBM sampai 85%, tetapi pedagang roti tidak boleh menaikkan harga rotinya. Mungkin maksudnya pemerintah adalah mengalihkan sebagian tanggung jawabnya untuk memakmurkan bangsa ke bahu pedagang. Sayangnya pemerintah Evo Morales juga tidak mengalihkan sebagian kekuasaan politiknya kepada pedagang. Ini yang disebut mau enaknya sendiri. Mungkin akhirnya episode ini merupakan awal dari penyerahan kekuasaan sepenuhnya dari Evo Morales kepada politikus lain. Bukan kepada pedagang-pedagang roti yang dipaksa memikul subsidi roti lho.



TUNISIA PROTES PENGANGGURAN
Setelah Aljazair, Bolivia, Mozambique, Cina, sekarang gilirannya Tunisia. Demonstrasi memprotes tingginya pengangguran dan kenaikan harga-harga telah melanda Tunisia, pada bulan Desember 2010 lalu seperti yang dilangsir oleh TV Aljazeera . Satu orang dikabarkan mati dan beberapa luka-luka. Penyebab demonstrasi ini tidak jelas. Cupikan berita dari Aljazeera di bawah ini akan membuat kita mengerutkan kening.

The cause of the latest violence was not immediately clear but similar clashes
broke out on December 17 in the town of Sidi Bouzid after a man committed
suicide in a protest over unemployment.

A 26-year-old university graduate, Mohammed Bouazizi, had eked out a living peddling fruit and vegetables because he could not find a job.

When police confiscated his produce because he did not have the necessary permit, he doused himself in petrol and set himself alight, the Tunisian League for the Defence of Human Rights said.
Hidup yang sulit membuat Mohammed Bouazizi bunuh diri ketika diganggu polisi. Kemudian masyarakat mengamuk kepada polisi. Begitu ceritanya. Keadaan seperti ini hanya bisa terjadi kalau kondisi emosi dan mood masyarakat betul-betul sudah muak terhadap pemerintah.



Demonstrasi di Tunisia.



SOYLENT GREEN - SOLUSI PANGAN DI TAHUN 2022
Di akhir dekade 1960an sampai pertengahan dekade 1970an, banyak buku bertema tentang lingkungan, wabah, krisis energi dan masalah kekurangan pangan. Buku yang terkenal Population Bomb oleh Paul R. Ehrlich yang bercerita tentang kelaparan dunia akibat ledakan populasi.

Cerita efek rumah kaca, perubahan iklim, kekurangan pangan, wabah bukan cerita baru. Kalau akhir-akhir ini banyak film bertema kiamat dunia, seperti 2012, The Book of Eli, 28 Weeks Later, I Am Legend (1 & 2) di masa lalupun juga ada. Film yang temanya berkaitan dengan kekurangan pangan yang terkenal adalah Soylent Green yang dibintangi oleh Chalton Heston, yang juga membintangi film kelasik Ben Hur.

Kisah Soylent Green berlatar belakang tahun 2022, dimana dunia mengalami effek rumah kaca, serangan gelombang panas yang menghancurkan panen serta pangan dunia. Dunia kapitalisme bebas akhirnya menemukan solusinya yaitu makanan yang disebut soylent green. Soylent Green hanya makan satu-satunya bagi rakyat. Daging dan sayuran segar adalah luxury.

Trailer Soylent Green


Berikut ini adalah cuplikan dari Soylent Green. Beban memorinya agak besar, jadi sering terhenti. Kalau mau menontonnya bisa agak terganggu.





KRISIS PANGAN?
Minggu ini harga bahan komoditi dunia melonjak. Indeks CRB naik di atas level tertinggi sebelumnya di tahun 2008 (Chart-1). Serangannya saat ini lebih banyak ke pangan, bukan energi seperti tahun 2008. Walaupun serangan kali ini lebih banyak ke kelompok pangan, tetapi gelombang protes tidak dilaporkan seheboh tahun 2008. Paling tidak maraknya aksi protes saat ini bisa dijelaskan dengan kenaikan harga bahan pangan yang mencapai rekor baru. Oleh sebab itu beberapa waktu yang lalu, saya mengatakan secara sarkas-sadonik bahwa lebih baik punya kambing dari pada emas.



Chart - 1

Menurut FAO (badan pangan dunia), krisis keuangan tahun 2007 – 2009 melahirkan kenaikan jumlah manusia yang kekurangan pangan, dari sekitar 850 juta di tahun 2005 – 2007 menjadi 1,03 milyar di tahun 2009. Di tahun 2010 turun kembali menjadi 925 juta. Dan untuk tahun 2011 – 2012 kemungkinan naik di atas 1 milyar kembali. Dan banyak dari penderita “kelaparan” ini berasal dari negara maju dan yang menjadi penyebab adalah krisis ekonomi yang menghantam negara-negara maju. Walaupun penambahan ini banyak berasal dari negara-negara maju, akan tetapi porsi terbesar tetap dipegang oleh Asia Pasifik (Chart – 3) yaitu 62,5 % dari seluruh kelaparan dunia.

Kalau dilihat dari Chart – 2, krisis keuangan tahun 2007 – 2009 membawa tingkat jumlah penduduk kelaparan kembali tahun entah kapan, jauh melewati level tahun 1961. Tahun 1061 hanya ada 875 juta penduduk dunia yang kelaparan. Dan krisis, pada puncaknya menyebabkan di lebih dari 1 milyar penduduk dunia kelaparan.


Chart - 2


Chart - 3


Indonesia sendiri mempunyai 13 % dari penduduknya kelaparan (2005-2007), turun dari 15% tahun 2000-2002. Angka 13% ini kemungkinan naik pada periode krisis keuangan global. Bisa jadi kembali pada level 15%. Masa termakmur bagi Indonesia adalah dimasa pra-krismon 1997 yaitu hanya 11%.

Kalau pembaca tertarik pada statistik kelaparan, bisa browsing di situs-situs http://www.fao.org/hunger/en/ dan http://www.worldhunger.org/


APAKAH AKAN ADA KIAMAT PANGAN?
Pertanyaan yang menarik mengenai krisis pangan yang menyebabkan maraknya gelombang protes dan demonstrasi selama tahun 2008 dan 2011 ini adalah, apakah akhirnya kebudayaan manusia akan hancur karena krisis pangan, seperti yang digambarkan oleh film Soylent Green? Apakah akhirnya manusia harus me-recyle manusia untuk bisa makan?

Dua ratus tahun lalu, Robert Malthus mengeluarkan sebuah teori. Katanya: “kenaikan produksi pangan adalah seperti deret hitung, sedangkan kenaikkan jumlah penduduk adalah seperti deret ukur.” Kesimpulan dari dalil ini adalah bahwa pada suatu masa akan terjadi kekurangan pangan yang dikenal sebagai Malthusian End of the World.

Teori Malthus ini masih diajarkan di sekolah-sekolah di dalam mata pelajaran ekonomi. Selama 210 tahun, teori ini tidak pernah terbukti.

Ide Robert Malthus dimunculkan di jaman modern ini heboh di akhir dekade 1960an oleh Paul Ehrlich. Bukunya yang menjadi best seller adalah The Population Bomb. Pada edisi awal dari buku ini, Paul Ehrlich meramalkan bahwa pada dekade 1970an dan 1980an ratusan juta orang di dunia ini akan mati kelaparan walaupun usaha-usaha untuk mencegahnya sudah dilakukan. Bukunya dimulai dengan pernyataan:

The battle to feed all of humanity is over. In the 1970s and 1980s hundreds of
millions of people will starve to death in spite of any crash programs embarked
upon now. At this late date nothing can prevent a substantial increase in the
world death rate.....
Ramalan Paul Ehrlich sangat jelas dan gamblang. Tahun dekade 1970 dan 1980 akan ada ratusan orang mati kelaparan. Banyak yang terpengaruh. Dimulailah secara gencar program-program yang tujuannya mengerem laju jumlah penduduk. Namanya Family Planning atau Keluarga Berencana. Penerapan program ini di banyak negara dilakukan secara paksa oleh Pemerintah. Di Cina dikenal dengan program 1 anak. Di Singapore, sangat effektif. Juga di Indonesia.

Tetapi apa yang terjadi. Sejak tahun 1969 sampai tahun 2007, jumlah orang kelaparan di dunia terus turun. Jangankan adanya Kiamat Malthus – Mati karena Kelaparan Global. Yang terjadi adalah sebaliknya. Jumlah penduduk dunia yang kelaparan turun (Chart-2). Bahkan kalau diukur dengan persentase (%) populasi dunia, angka penduduk yang kelaparan turun drastis (Chart – 4) dari sekitar 33% tahun 1969 menjadi 16% di tahun (2005 – 2007).

Selama 1 – 1,5 dekade ini, sejak tahun 1995 perbaikan tingkat hidup manusia di bumi ini mulai mendatar. Artinya, usaha-usaha yang dilakukan tidak banyak merubah nasib penghuni dunia golongan yang miskin. Yang tersisa ada di kantong-kantong negara Afrika yang dirusak perang (tidak bersaudara) atau negara sosialis totalitarian seperti Korea Utara (33%), Eriteria (64%), Bolivia (27%), Kongo (69%), Ethiopia (41%), Sudan (22%), Mozambique (38%).

Jadi kesimpulannya kelaparan pangan hanya ada di film fiksi, negara totalitarian, dan negara yang suku-sukunya suka saling berperang.


Chart - 4



PENUTUP
Dari teori chaos yang terkenal itu, dapat dikatakan bahwa kepak sayap kupu-kupu di Amazon menyebabkan badai di lautan Pasifik. Saya tidak tahu apakah hal ini relevan dengan apa yang terjadi saat ini. Pembangunan kota kosong di Cina mengakibatkan demostrasi di Aljazair, Mozambique, Tunisia, penurunan jumlah penderita ambeyen/wasi di Jakarta, berkurangnya bau sengak keringat orang India.

Kalau diurut-urut bisa ada hubungannya. Cina yang mengucurkan dana stimulus ekonomi sebesar $ 500 milyar dan kredit domestiknya sebesar 15 triliun Yuan, untuk membangun kota-kota kosong di Cina. Akibatnya harga-harga bahan komoditi yang ada kaitannya dengan pembangunan itu, seperti besi, bijih besi, semen, dan sejenisnya. Chart – 5 menunjukkan kenaikan harga bijih besi selama ini. (Pada bulan Desember ini sudah cenderung melemah).


Chart - 5 Harga Bijih Besi


Walaupun harga bahan komoditi melonjak naik, tetapi perdagangan internasional tidak terlalu marak, bahkan cenderung turun. Hal ini ditunjukkan oleh Baltic Dry Index yang sudah turun dan mencapai level tahun 2001 (Chart – 6).



Chart - 6 Baltic Dry Index, level saat ini sama dengan tahun 2001

Dengan kata lain kenaikan harga pangan dan bahan komoditi, lebih banyak disebabkan oleh aksi spekulasi yang masuk di bursa komoditi. Dengan kredit murah, para spekulator (bank) bisa menggunakan leverage yang tinggi untuk berspekulasi. Harga-harga merambat ke komoditi pangan, karena pedagang latah, termasuk cabe di Jakarta dan bawang di India. Karena cabe dan bawang bukanlah bahan pokok, maka konsumen bisa menguranginya. Akibatnya bisa dipostulasikan bahwa kasus ambeyen (wazir) di Jakarta turun karena orang mengurangi makan cabe dan bau badan orang India juga turun karena mereka mengurangi makan bawang.

Kalau di koran-koran mulai banyak yang membicarakan masalah kenaikan harga pangan ini, opini di EOWI mengatakan bahwa kenaikan cabe dan bahan pangan dunia ini sudah mendekati masa-masa terakhirnya. Indeks CRB (Chart – 1) sudah men-test top nya di tahun 2008, kemungkinan membentuk double tops. Huru-hara sudah merebak di beberapa negara, walaupun tidak semarak tahun 2008, juga merupakan indikasi akan berakhirnya rally bahan komoditi. Ini tidak berarti besok atau bulan depan harga bahan komoditi harus turun. Bisa saja aksi demo dan kerusuhan meningkat dulu sampai mencapai intensitas yang sama dengan tahun 2008, baru kemudian harga komoditi turun.

Walaupun harga bahan komoditi nantinya turun, kalau Uni Ita sudah menaikkan harga itik gulai hijaunya atau warung sate PSK sudah menaikkan harga satenya, rasanya mustahil mereka akan diturunkan kembali. Sayang sekali........,

Sebelum mengakhiri cerita minggu ini saya mau mengutip suatu berita. Terbetik berita-berita (sudah berkali-kali) bahwa Cina akan membeli hutang-hutang pemerintah Portugal, menalangi Portugal supaya jangan tersungkur. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan Euro. Bisakah Cina menyelamatkan Euro? Atau yang akan terjadi bukannya Euro selamat, malah hal-hal lain yang tidak diinginkan dan tidak diduga sebelumnya.

Sekian dulu....., selamat berpuasa cabe dulu.


Jakarta 9 Januari 2011


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Monday, January 3, 2011

The Year(s) of Living Dangerously

Kalau anda menonton TV kabel First Media, ada film seri NCIS yang dibintangi oleh Linda Hunt, wanita (tua) pendek. Linda Hunt adalah pemenang Oscar di film The Year of Living Dangerously, bersama Sigourney Weaver dan Mel Gibson. Film ini tidak pernah bisa masuk ke Indonesia karena mendiskreditkan Sukarno. Linda berperan sebagai seorang wartawan laki-laki kate bernama Billy Kwan yang ditempatkan di Indonesia di era 1965 – 1966. Linda yang memang agak mirip dengan peranakan Cina, cukup pantas memerankan Billy Kwan dan layak memperoleh Oscar karena aktingnya dalam film tersebut sangat baik. Dalam perannya, Linda banyak mengkritik Sukarno. Walaupun shooting film ini mengambil tempat di Filipina dengan figuran dari Filipina, tetapi menggambaran Hotel Indonesia, dan jalan berkelok di daerah Puncak cukup baik. Mike Emperio yang memerankan Sukarno, tidak terlalu mirip, tetapi boleh lah.



Kalau Linda Hunt bermain di film The Year of Living Dangerously, investor mungkin bermain dalam The Years of Living Dangerously. Kata The Years bisa diartikan beberapa tahun. Awalnya tahun 2007 – 2008, dunia seakan tergandeng dan bersama-sama “nyungsep” kedalam krisis kredit. Tahun 2009 masih bersama-sama berusaha bangkit. Dan tahun 2010 terjadi “decoupling”. Cina, India, emerging market dan bahan komoditi seakan berjalan sendiri. Sedangkan Eropa terpuruk lagi dilokomotivi oleh Irlandia dan Yunani.

Sekarang pertanyaannya ialah apakah di tahun 2011 dan selanjutnya Cina dan Emerging market masih bisa berjalan sendiri?

Tahun 2010 bisa dikatakan tahun anomaly. Beberapa hari lalu Australia terguyur salju. Biasanya pada akhir bulan Desember sampai Maret, merupakan musim panas di Australia dan temperatur di tempat-tempat seperti New South Wales adalah 30 derajat Celcius. Yang terjadi malah sebaliknya. Salju turun setebal hampir 30 cm. Udara mencapai 4 derajat. Mungkin waktunya berspekulasi bahan pangan untuk tahun 2011. Sebagian tanaman pangan rusak akibat badai salju.

Tahun ini juga tahun anomaly. Biasanya rakyat suka demokrasi. Ternyata rakyat Yogya tidak. Mereka membentuk kelompok anti pemilihan umum kepala daerah. Rakyat Yogya hanya mau gubernur dan wakil gubernur seumur hidup tanpa dipilih mereka, melainkan dari kaum bangsawan Jawa. Yaitu Sultan Hamengkubuwono dan Paku Alam.

Di lapangan sepak bola AFF Suzuki Cup, Indonesia awalnya menang 5:1 melawan Malaysia. Anehnya di Final Indonesia kalah 0:3 dan 2:4 melawan Malaysia.

Tahun ini emas naik menembus $1400 per oz. Walaupun sudah nampak sangat keletihan, baik secara teknikal dan siklus, ada kemungkinan rally emas masih berlanjut sampai Februari, mengikuti siklus tahunannya dan bisa (tidak harus, karena sudah keletihan) menembus $1500 per oz. Demikian juga perak, telah menembus $30 per oz, dan sedang konsolidasi di sekitar $30 per oz dan siap meluncur ke atas sebelum mengalami koreksi tahunannya antara bulan Februari sampai September.




Di tahun 2010, kredit di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat mengalami kontraksi. Sedangkan di Cina, India dan emerging market ekspansi kredit masih pada level yang tinggi tinggi. Ekonomi di zone Eropa goyah. Yunani dan Irlandia terpuruk. Bubble properti dan kredit di Irlandia dan Yunani meletup dan bank-banknya harus diselamatkan (seharusnya dibiarkan mati saja). Anggota-anggota zona Eropa sempat bertengkar memperdebatkan apakah Yunani dan Irlandia serta beberapa negara anggotanya yang berpotensi mengalami krisis kredit seperti Portugal, Spanyol dan Italy.

Di US, stimulus sebesar $1.3 trilliun, tidak menghasilkan apa-apa. Pengangguran masih di atas 9.5%, mendekati 10%. Pertumbuhan di sekitar 2.5%, kebanyakan pertumbuhan ini karena stimulus, seperti insentif untuk membeli mobil atau cash for clunker atau insentif untuk membeli rumah. Stimulus semacam ini hanya berputar sekali saja, setelah itu berhenti. Artinya jika effek stimulus itu hilang maka akan diperlukan stimulus baru. Konsumer secara umum mencoba mengirit dan melunasi hutangnya atau menggagal-bayarkan hutangnya. Sektor bisnis di US juga tidak melakukan ekspansi. Dan bankers menggunakan dana murah dari the Fed untuk berspekulasi dan menyalurkan sedikit saja ke ekonomi. Jadi tidak ada yang berubah secara fundamental kecuali kredit untuk spekulasi – uang panas – mencair kembali. Tahun 2010 ada 157 bank yang gagal di US. Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya (2009) dimana 140 bank gagal.

Angka pengangguran di US mungkin di tahun 2011 tidak akan banyak beranjak. Sektor properti dan konstruksi masih belum bangkit, demikian juga sektor perbankan dalam menyalurkan kredit. Di sektor manufakturing karena persaingan dengan produk-produk Cina dan India, juga tidak bisa diharapkan berkembang di US. Sektor turisme lokal juga sulit diharapkan. Yang bisa diharapkan adalah sektor pemerintahan federal. Sedangkan untuk sektor pemerintahan negara bagian sulit diharapkan karena penerimaan pajak yang menurun.

Berkaitan dengan keuangan daerah (negara bagian) di US yang memburuk. Jurang antara penerimaan dari pajak dan kewajiban pengeluaran semakin melebar di beberapa distrik negara bagian seperti California, Illinois, New York dan New Jersey. Besar kemungkinan akan membahayakan pemegang surat hutang dan municipal bond negara-negara bagian ini. Memang krisis hutang pemerintah di California belum separah zone Eropa seperti Yunani, Irlandia dan Spanyol, tetapi indikasinya mengarah titik yang sama. Harus diingat bahwa California mempunyai ekonomi yang besarnya sekitar $ 2 trilliun atau 3x GDP Indonesia atau 1,5x Spanyol, 10x Irlandia, 7x Yunani. Jadi seandainya terjadi krisis di California, akan lebih terasa dibandingkan dengan krisis zone Eropa tahun 2010.

Krisis Euro Zone di tahun 2010 melanda Yunani, Irlandia, kemungkinan akan berlanjut ke tahun 2011 dan berpotensi menyusul adalah Spanyol dan Portugal. Hutang pemerintah Portugal adalah yang terparah di dunia saat ini setelah Jepang. Besarnya mencapai 1.2 x GDPnya. Sedangkan bank-bank Spanyol (ekonomi ke 4 terbesar di zone Eropa) kemungkinan memerlukan refinancing ala Irlandia sebesar $ 110 milyar tahun 2010 ini. Secara keseluruhan, tidak banyak yang bisa diharapkan dari zone Eropa.

Salah satu kuda hitam yang keluar di luar dugaan saya di tahun 2010 adalah Cina. Di luar dugaan saya, Cina punya jurus non-konvensional mengambil nafas meniup bubble di negara itu dan memperpanjang masa spekulasi di sektor properti di negara itu dan di negara yang berbasis komoditi seperti Australia, Canada, termasuk Indonesia. Dengan stimulus $ 500 milyar, Cina membangun kota-kota baru yang kemudian dibiarkan kosong. Pasokkan kredit 9 trilliun Yuan (2009) dan 8 trilliun Yuan (2010) membuat api spekulasi makin berkobar. Ada yang memperkirakan bahwa ada sekitar 64 juta rumah yang kosong dan setiap tahun ada 20 kota baru yang dibangun. Kalau angka 64 juta rumah kosong ini benar, artinya jumlah ini mampu untuk menaungi semua keluarga di Indonesia. Ini adalah jumlah yang tidak masuk akal. Jangan heran kalau harga bahan komoditi di pasar internasional naik. Harga minyak menembus $90 per bbl. Gejala yang berlawanan terjadi di sektor gas alam US. Gas alam pasar spot Henry hub yang merupakan pasar untuk US, tidak ikut naik dan bahkan turun terus selama 2010, menunjukkan bahwa motor konsumsi dan inflasi bukan dari US lagi melainkan dari Cina. Ekonomi US mengalami perlambatan.

Kembali pada Cina. Apa yang dilakukan pemerintah Cina ini adalah untuk menekan tingkat pengangguran. Politikus Cina belajar dari sejarah Cina, jika pengangguran meningkat, harga pangan naik dan kemiskinan naik maka akan timbul pembrontakan. Nampaknya apapun harus dilakukan dengan segala konsekwensi biayanya. Apa yang dilakukan pemerintah Cina tentu saja konyol, bubble di sektor konstruksi dan properti di Cina membuat ekonomi Cina overheating. Banyak analis yang meramalkan Cina akan crash landing di tahun 2011 atau 2012. Tetapi....., pengalaman Stephan Roach, analis Morgan Stanley yang setiap tahunnya meramalkan crash di Cina sejak awal tahun 2000an selalu meleset sampai akhirnya dia bosan menunggu datangnya crash dan kemudian dia menyerah. Sampai saat ini Cina adalah kuda liar yang sukar diterka. Kesulitan para ekonom bisa dimengerti yaitu karena tidak adanya contoh di masa lalu yang bisa dijadikan analogi. Cina adalah negara dengan sistem central planning yang ekonominya melesat akan menyusul negara-negara maju. Analog yang paling dekat untuk kasus Cina ini adalah Uni Soviet di dekade 50an. Sayangnya banyak yang tidak buku yang mengulas kasus Uni Soviet pada periode ini. Apakah Cina akan crash? Itu adalah kuda liar membuat tahun 2011 adalah tahun yang penuh ketidak pastian di dalam The Years of Living Dangerously. Kalau Cina crash, maka ekonomi terbesar ke 2 di dunia ini akan menyeret dunia bersamanya, terutama emerging market, Canada dan Australia. Kalau tidak maka Cina akan membakar emerging market, Canada dan Australia dengan api inflasi.

Sering kali apa yang direncanakan mempunyai konsekwensi sampingan yang tidak diinginkan. Demikian dengan apa yang dilakukan Cina untuk menangkal pukulan krisis ekonomi global ke negaranya. Uang panas spekulan masuk ke Cina dan juga ke negara-negara emerging economy yang mempunyai ikatan langsung dengan ekonomi Cina memicu naiknya harga-harga komoditi termasuk pangan. Pemerintah Cina terpaksa memberlakukan kontrol harga di supermarket seperti Carrefour, Wal-Mart. Cina bagaikan terhimpit diantara batu dan plat baja. Sama-sama kerasnya. Yang satu inflasi, pemborosan dan yang lain adalah menjaga lapangan pekerjaan bagi rakyatnya.

Catatan: kenaikan harga tidak hanya terjadi di Cina, tetapi juga di Cilandak Jakarta. Sejak Agustus tahun 2010, warung sate PSK – Pedagang Sate Kiloan kesukaan saya, di Jakarta membuat pengumuman tentang kenaikan harga satenya sejak Agustus 2010. Sekarang harganya Rp 45 ribu per ¼ kg.

Banyak analis meramalkan bank sentral Cina akan menaikkan suku bunganya berkali-kali untuk mengerem ekonomi yang sudah overheating dan meredam aksi spekulasi. Besarnya dana kredit yang akan dikucurkan diturunkan menjadi 7.5 trilliun Yuan (masih tergolong besar untuk mengobarkan api spekulasi dan menggembungkan bubble). Saat ini yang dihadapi Cina adalah:

- Massive bubble di sektor properti
- Masuknya uang panas yang terutama di sektor properti dan manufakturing
- Tuduhan manipulasi mata uangnya oleh US (bisa dicuhkan)
- Melambatnya ekonomi US dan Eropa sebagai pasar untuk produk-produknya
- Tidak disterilisasinya ketidak seimbangan perdagangan luar negrinya yang berakibat inflasi
- Lapangan kerja baru bagi para pemuda dan potensi gejolak sosial

Ada juga analis yang meramalkan bahwa pertumbuhan ekonomi Cina di tahun 2011 akan melambat ke 5% - 6% saja. Dalam skenario ini, pembangunan-pembangunan kota-kota kosong dengan segala infrastrukturnya akan dikurangi. Demikian juga di sektor properti. Ini akan berdampak pada sektor komoditi. Kebutuhan semen, besi, energi untuk membuat semen dan besi akan berkurang. Tetapi sebagian orang masih bertanya-tanya. Benarkah hal ini yang akan dilakukan oleh Cina tahun 2011? Entahlah, semakin lama Cina menunda persoalan ini, semakin besar bubble dan akan semakin keras hempasan crash landing.

Tahun 2011 akan dibuka dengan posisi bursa saham di US sangat overbought dalam berbagai ukuran. Dana di fund manager hanya tersisa 3% cash saja. Dalam sejarah level ini adalah level yang rendah kalau tidak mau disebut terendah. Survey yang dilakukan oleh the Americal Individual Investor Association, yang mencerminkan opini investor retail, menunjukkan level optimisme (bullish) yang tinggi. 63.3% bullish. Daily Sentiment Index dari Trade-Future.com melonjak ke level 94% stock bulls. Padahal dari semua level bullish yang tinggi ini sudah beberapa bulan kekuatan menanjaknya lemah. Data ini bisa diterjemahkan juga sebagai optimisme yang besar tetapi sudah kehabisan tenaga. Tentu saja pasar bukan hanya di US saja, Cina juga ada.

Posisi overbought juga ada di pasar emas. Secara historis Januari sampai Februari adalah awal dari koreksi di sektor emas. Musim perayaan di India dan Cina berakhir pada bulan Desember dan Februari. Koreksi baik di sektor komoditi, saham dan logam mulia, dalam waktu dekat ini sangat besar peluangnya. Kalau ini terjadi, yang menjadi pertanyaan sampai seberapa jauhkah. Para penganut aliran Elliot Wave masih menunggu Primary Wave 3. Tahun lalu dikecewakan karena tidak muncul, walaupun harapannya besar. Lebih-lebih setelah terjadi Hindenburg Omen. Ketidak munculan Primary Wave 3 ini membuat penganut Elliot Wave terpaksa gigit jari dan harus mengakui bahwa Elliot Wave bukan silver bullet untuk menentukan timing. Oleh sebab itu hal-hal lain perlu diperhitungkan dan harus dimonitor perkembangannya.

Pertama mengenai kota-kota di US yang akan bangkrut/gagal bayar hutang
Krisis hutang negara-negara di zone Eropa
Kenaikan suku bunga dan pengetatan kredit di Cina
Bubble properti di Canada dan Australia yang sudah matang dan siap pecah
Penguatan US dollar

Selain itu perlu juga dimonitor koreksi emas pada siklus tahunannya antara bulan Maret – September, apakah harga emas keluar dari koridor perdaganannya (garis parallel yang terbentuk sejak tahun 2000). Kalau harga emas bisa jatuh di bawah koridor perdagangannya, maka koreksi yang diramalkan oleh Elliot Waver sedang berlangsung. Yang demikian itu, akan memakan waktu yang cukup lama.

Tidak ada salahnya mengantisipasi tahun 2011 ini sebagai the Year of Living Dangerously. Mungkin crash mungkin juga kobaran inflasi. Dua kutub yang sangat berlawanan. Antara neraka kutub dan neraka api. Antara nilai asset ambruk seperti tahun 2007-2009 atau nilai uang ambruk (inflasi versi yang lebih buruk dari tahun 2010). Asset atau Mata Uang. Dari semua itu, yang penting adalah bersiap untuk kedua kemungkinan ini. Emas dan kambing adalah hedge untuk inflasi, sedang cash (US dollar, Singapore dollar dan Swiss Frank) untuk deflasi atau crash.

Kalau rencana itu memang sudah ada, rasanya untuk sementara kita perlu melupakan ekonomi. Relaks. Hidup bukan hanya untuk uang saja.

Ada satu film yang beredari di Indonesia di awal tahun 1970, yaitu Romeo & Juliet yang diperankan oleh Olivia Hussey dan Leonard Whiting. Saya menemukan Youtube nya. Lagunya yang enak didengar, romantis dan Olivia Hussey yang cantik mengingatkan kenangan lama, seorang teman SMA. Pemain prianya, Leonard Whiting mungkin pada waktu itu sangat disukai oleh gadis-gadis. Ketika muda, Olivia Hussey memang cantik sekali dan masih nampak cantik ketika bermain di film the Lost Horizon. Tetapi beberapa tahun setelah itu entah kenapa wajahnya lebih dekat dengan wajah nenek sihir. Aneh juga. Mungkin ekonomi dunia seperti itu. Cantik ketika muda dan menyeramkan ketika tua.






Saya selama 4 bulan ini sibuk dan 6 bulan mendatang juga akan sangat sibuk. Beberapa aktivitas kantor membuat sulit untuk mengisi blog ini secara rutin. Walaupun demikian, saya sudah menyiapkan sesuatu sehingga bisa mengisi blog ini secara rutin. Moga-moga saja akan berjalan dengan baik.

Selamat tahun baru, semoga pembaca bisa mengarungi tahun 2011 dengan selamat. Jaga kesehatan dan nilai tabungan anda baik-baik. Semoga sukses.


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Tuesday, December 14, 2010

Yang Tidak Puas

Eropa Yang Tidak Puas
Krisis Eropa berlanjut. Rakyat tidak puas. Pangeran Charles dari Inggris bersama istrinya Camilla sempat dilempari telur oleh para demonstrator anti kenaikan uang sekolah dan protester yang tidak puas atas kondisi ekonomi Inggris. Tentu bukan sang pangeran dan istrinya langsung yang dilempari dan kena. Hanya mobilnya saja yang kena. Mereka ada di dalamnya. Charles menurut ceritanyanya ketakutan dan berniat pindah ke Swedia. Ini ceritanya: Charles and Camilla's Car Pelted By Angry Students - Charles Remarks "That's Bloody It, Camilla and I Are Moving To Sweden"

LONDON - Prince Charles and his wife Camilla had gone out for the evening to attend a play at The Engelbert Humperdinck Theatre. After the play they decided to drive over to The Attila The Hun Restaurant to have some of London's best crumpets.

As their chauffeur-driven auto made its way down the street it was suddenly besieged by a group of very angry young individuals. The group was comprised of English college students who were protesting the fact that Parliament had voted to increase the prices of their campus cafeteria lunch items including fish and chips, bangers and mash, chicken tikka masala, and Yorkshire pudding.

The angry mob pelted the vehicle with yellow paint, strawberry Jell-O, empty Corona beer bottles, HP Sauce, half-eaten Big Macs, chicken eggs, cow milk, and horse sh*t....

SIDENOTE: As Prince Charles and a nervously shaking Camilla pulled into Buckingham Palace, Charles turned to Billingshurst and said, "Ya know Noel, I love the fact that me woman and I live near me mum and me dad, but regarding this uncontrolled student rioting that's bloody it, Camilla and I are moving to Sweden."


Keadaan pasti sudah sangat serius jika pangeran Charles sampai mau pindah ke Swedia. Ternyata memang serius, walaupun pemberitaan di Indonesia tidak ada. Protest di Inggris ini masih berlangsung, brutal, gedung parlemen diduduki. Videonya dapat anda lihat di Youtube.



Dengan pengangguran yang tinggi, harga-harga naik, biaya sekolah naik, pajak naik, tunjangan-tunjangan dari pemerintah dikurangi, membuat ketidakpuasan rakyat Inggris berubah menjadi protes brutal.

Nanti dulu...., apa katanya tadi? “......, harga-harga naik, biaya sekolah naik, pajak naik, tunjangan-tunjangan dari pemerintah dikurangi,.......” kok seperti Indonesia saja. Warteg dan kaki-lima mau dipajaki, bensin bersubsidi dibatasi dan hanya boleh untuk mobil-mobil tertentu. Mungkin ini adalah trend global. Protest di Inggris mendapat simpati di Yunani. Mereka juga ikut demostrasi. Dua minggu sebelumnya, di Dublin Irlandia, juga terjadi demostrasi protes yang besar.





Sementara itu, ditengah kemelut krisis keuangan, Jerman mengancam mau meninggalkan Uni Eropa. Alasannya bisa ditebak. Jerman tidak mau terseret ke dalam kemelut ekonomi akibat penyelamatan Yunani, Irlandia dan negara-negara Zona Eropa pinggiran.

Bombshell Revelation: Angela Merkel Threatened To Leave Eurozone


Angela Merkel warned that Germany could abandon the euro

The German chancellor, Angela Merkel, has warned for the first time that her country could abandon the euro if she fails in her contested campaign to establish a new regime for the single currency, the Guardian has learned.

At an EU summit in Brussels at the end of October that was dominated by the euro crisis and wrangling over whether to bail out Ireland, Merkel became embroiled in a row with the Greek prime minister, George Papandreou, according to participants at the event's Thursday dinner.

Walaupun berita ancaman keluarnya Jerman dari Zona Europa ini kemudian dibantah, tetapi ini merupakan tanda-tanda yang bisa menuju perpecahan Zone Eropa dan Euro. Kalau Euro bubar, bagaimana jadinya? Kemungkinan ini tidak bisa dikesampingkan, apalagi jika Spanyol dan Portugal mengalami krisis moneter. Pada saat itu Jerman dan Prancis hanya punya pilihan, keluar dari Euro atau ikut terseret ke dalam krisis kalau mereka mau menyelamatkan Spanyol dan Portugal. Kalau Euro bubar...., apa yang akan terjadi selanjutnya? Saya tidak mau membayangkannya.

Kemungkinan ini tidak bisa dikesampingkan karena hal ini merupakan satu-satunya solusi yang singkat dan mudah untuk krisis Euro adalah membubarkan Euro dan kembali pada Mark, Lira, Peseta, Escudo, Frank, Pound, Gulden. Kalau negara-negara ini mengalami krisis, mereka tinggal menlakukan devaluasi mata uangnya sehingga produk mereka kembali kompetitif. Tenaga kerja mereka kembali kompetitif. Sederhana bukan.


Cina, Hati-Hati Kalau Tidak Puas
Kalau selama ini dunia disuguhi cerita tentang hebatnya pertumbuhan ekonomi Cina, ternyata berita dari Wikileaks bahwa data pertumbuhan ekonomi yang hebat ini menurut Wikileaks adalah tidak reliable: Wikileaks China's GDP is "man-made," unreliable: top leader

(Reuters) - China's GDP figures are "man-made" and therefore unreliable, the man who is expected to be the country's next head of government said in 2007, according to U.S. diplomatic cables released by WikiLeaks.

Li Keqiang, head of the Communist Party in northeastern Liaoning province at the time, was unusually candid in his assessment of local economic data at a dinner with then-U.S. Ambassador to China Clark Randt, according to a confidential memo sent after the meeting and published on the WikiLeaks website.

The U.S. cable reported that Li, who is now a vice premier, focused on just three data points to evaluate Liaoning's economy: electricity consumption, rail cargo volume and bank lending.

"By looking at these three figures, Li said he can measure with relative accuracy the speed of economic growth. All other figures, especially GDP statistics, are 'for reference only,' he said smiling," the cable added...........

He was reported as saying that the most effective way to combat corruption was to create transparent rules and to ensure adequate supervision, while also educating officials.

"Part of this education involves prison tours that force bureaucrats to visit incarcerated officials convicted of graft in order to witness first-hand the consequences of malfeasance," the cable said.

Lain di US lain pula di Cina. Kalau di US harga-harga turun walaupun sudah ada Quantitative Easing (QE), di Cina harga-harga naik walaupun ada stimulus yang besarnya ekivalen dengan $ 500 milyar semenjak adanya krisis ekonomi. Dilaporkan minggu lalu bahwa inflasi harga barang konsumsi di Cina mencapai 5,1% dan untuk harga barang produsen 6,1%. Kalau harga makanan dan bahan pokok naik, politikus akan takut. Cina tidak ada sistem sosial security, tidak ada jaring pengaman, tunjangan pengangguran di pemerintahannya. Kalau mereka di PHK, maka tidak akan memperoleh tunjangan pengangguran, tunjangan kesehatan atau sejenisnya. Orang seperti ini akan kalau menganggur tidak mengeluh, tetapi memberontak. Kalau di Inggris bisa terjadi huru-hara, di Cina tidak akan menjadi kekecualian. Ingat tahun 2007 – 2008 ketika harga minyak dan bahan komoditi melonjak. Huru-hara terjadi di provinsi Xinjiang dan juga di beberapa tempat di selatan. Oleh sebab itu, langkah pertama yang dilakukan Cina adalah pengontrolan harga.Pemerintahnya menerapkan kontrol harga. Walmart dan Carrefour di Cina ikut terkena batunya.

Dampak stimulus di US dan Jepang berbeda dengan di Cina. Selama 20 tahun Jepang melakukan stimulus, tetapi harga-harga tetap turun. Dan deflasi tetap mendominasi ekonomi. Ini tidak dijumpai di Cina. Karena Cina memang masih dalam fase bubble (properti dan konstruksi). Setelah Stephan Roach, sekarang Jim Chanos meramalkan bubble di Cina akan kolaps.

China Overbuilding to 'Hit a Wall': Chanos

The overdependence on new real estate in China, when the demand isn't there, will cause the nation to eventually "hit a wall," hedge fund manager James Chanos told CNBC Friday.

“Construction is 60-plus percent of GDP, compared to exports of 5,” said Chanos, ho is the founder and president of Kynikos Associates.

“The problem is that consumption as a percentage of Chinese economy has eclined in the last 10 years, from 40 to 35 percent. It’s all real estate,” he said. After the US, China has the world's second largest economy.

China has built new cities that are now essentially empty, he added. Despite the overbuilding, said Chanos, construction continues at a good clip, with 12 million to 15 million residential units this year. The units, priced similar to those for US residents, are intended for Chinese who earn about $3,500 annually and are in the bottom 20 percent of wage earners. Ironically, many of the Chinese who've moved to cities from the country are construction workers, he noted.

“When construction is 60 percent of your economy, and you are building lots of things that people don’t need, the state may let this get out of control,” he said. “It’s hard to manage this type of bubble.”

Chanos predicted that America would fare better, should the China bubble burst, because the US doesn’t export as heavily to China as do Europe, other countries in Asia and Latin America.


Bubble ini masih menggembung, membesar. Oleh sebab itu setiap ada guyuran liquiditi akan berdampak pada pembengkakan bubble. Tetapi kata Chanos, harga property di Cina sudah seperti di Amerika Serikat, dengan pendapatan rata-ratanya $ 3,500 dibandingkan dengan Amerika yang $14,000 itu, artinya bubble di Cina sangatlah besar. Bubble yang besar dan angka GDP yang tidak reliable..... mmmmmm..... bikin nervous? Mungkin untuk Chanos, tetapi tidak untuk Stephan Roach.

Bubble di Cina bisa jadi adalah bubble berikutnya yang akan meletus. Pada saat bubble ini meletus, Australia, Canada, New Zealand, Indonesia dan penghasil komoditi lainnya akan terseret. Bagi yang penasaran ingin tahu kapan bubble di Cina meletus....., mungkin harus tetap penasaran. Tidak ada yang tahu kapan. Stephan Roach, dari Morgan Stanley, sejak 10 tahun lalu meramalkan crash di Cina, akhirnya menyerah. Dia sekarang malah menjadi optimis terhadap Cina. Apakah Chanos akan mengikuti Roach yang gagal itu? Entahlah. Mungkin ramalan Chanos datangnya tepat pada waktunya. Kalau ramalan Chanor terwujud, pemerintah Cina harus berhati-hati terhadap rakyat yang tidak puas.


Australia Kurang Memuaskan, Tetapi Masih Okey
Ekonomi Australia mengalami perlambatan. Pertumbuhan GDP kwartal 3 2010 hanya 0.2%. Katanya kurang memuaskan. Pertumbuhan melambat ini karena jatuhnya eksport. Mungkin Cina tidak memerlukan besi, batu bara serta bahan-bahan tambang sebanyak kwartal sebelumnya.

Australia: GDP grows 0.2% in Q3 missing expectations

"The growth was driven by a 0.6% increase in household expenditure and a 0.9% increase in gross fixed capital expenditure. This growth was partially offset by a strong fall in net exports, the fall in net exports was due to a 2.4% fall in exports and a 0.5% fall in imports",


Hanya itu berita dari Australia yang mau dilaporkan.


Amerika Ben Barnanke Dikecewakan, Investor Bond Tidak Puas
Pengangguran masih 9.8%. Itu yang resmi, kalau yang tidak resmi mencapai 17%. QE I tidak ada pengaruhnya. Apa yang mau diharapkan dari QE II? Dalam QE II rencananya the Fed akan membeli treasury bond agar supaya yield dari treasury bond bisa ditekan dan selanjutnya suku bunga pinjaman kredit perumahan bisa ditekan. Apa yang terjadi? Investor bond langsung melawannya. Sejak pengumuman the Fed tentang rencananya untuk membeli treasury bond dengan dana $ 600 milyar, bukannya yieldnya turun sesuai dengan kehendak the Fed, tetapi malah naik. Itulah Ekonomi. Ekonomi bukan science, tidak semua tindakan bisa diramalkan hasilnya. Investor bond tidak puas dan menjuali bondnya sehingga yieldnya naik? Mungkin saja.





Kalau di Eropa, masyarakat yang tidak puas, lain halnya di Amerika. Ben Bernanke yang tidak puas....., kecewa. Dan kekecewaannya bertambah karena dia harus menarik uang kertas pecahan $ 100. Alasannya karena pecahan $100 banyal kerut-kerutnya. $100 bill's new facelift goes awry—CNBC

A significant production problem with new high-tech $100 bills has caused government printers to shut down production of the new notes and to quarantine more than one billion of the bills in huge vaults in Fort Worth, Texas and Washington, CNBC has learned.

Initially scheduled for release in February of 2011, the new bills were announced with great fanfare by officials at the Treasury Department and the Federal Reserve in April.

At the time, officials announced the new bills would incorporate sophisticated high-tech security features, including a 3-D security strip and a color-shifting image of a bell designed to foil counterfeiters.

But the production process is so complex, it has instead foiled the government printers tasked with producing billions of the new notes.

An official familiar with the situation told CNBC that 1.1 billion of the new bills have been printed, but they are unusable because of a creasing problem in which paper folds over during production, revealing a blank unlinked portion of the bill face.

A second person familiar with the situation said that at the height of the problem, as many as 30 percent of the bills rolling off the printing press included the flaw, leading to the production shut down.

The total face value of the unusable bills, $110 billion, represents more than ten percent of the entire supply of U.S. currency on the planet, which a government source said is $930 billion in banknotes. For now, the unusable bills are stored in the vaults in "cash packs" of four bundles of 4,000 each, with each pack containing
16,000 bills.

Beritanya juga ada di link ini

Pecahan $ 100 sedianya akan dicetak dengan sistem pengaman high-tech sehingga sulit dipalsukan. Tetapi karena terlalu tingginya dan rumitnya high-tech itu, sampai-sampai membuatnya saja sulit. Atau sekedar incompetent?


Indonesia Yogya dan Lurah Tidak Puas
Lurah, camat di Yogya tidak puas terhadap demokrasi. Mereka tidak mau gubernur dan wakil gubernur Yogya didemokrsikan, dipilih dengan pemilihan umum dan diikuti oleh calon-calon dari kalangan “rakyat” (partai politik). Alasannya entahlah. Mungkin para politikus (yang kotor dan culas) tidak layak disandingkan dengan Sri Sultan.

Cerita ketidak puasan lainnya. Kalau ini adalah lurah yang ingin punya status pegawai tetap, tidak bisa diPHK dan dapat pensiun, walaupun kerja seenaknya. Mereka tidak mau demokrasi, karena kalau pada pemilihan berikutnya mereka gagal, artinya mereka kena PHK. Para demonstran yang lurah ini mendatangi kementerian dalam negri di Jakarta, dan membakar baju dinas mereka.

Demo Berlanjut, Depan Istana Ditutup

Jakarta - Aksi unjukrasa oleh sekitar 10 ribu perangkat desa yang menamakan diri Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), yang dimulai pukul 10.00, hingga pukul 15.00 ini masih berlanjut. Para pendemo memenuhi Jalan Medan Merdeka Utara, tepatnya di depan Gedung Kementerian Dalam Negeri (Mendagri).

Akibat ulah pendemo, Jalan Medan Merdeka Utara, mulai depan Gedung MA dari arah Istana menuju Gambir, masih ditutup. Demikian pula jalan dari Gambir menuju Istana. Kendaraan dari Istana menuju Gambir diminta memutar melalui Jalan Medan Merdeka Barat, Medan Merdeka Selatan lalu lewat Medan Merdeka Timur. Sedangkan kendaraan dari Gambir menuju Istana dialihkan melalui Jalan Pasar Baru dan Jalan Veteran III. Sementara untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa, sekitar 600 aparat kepolisian dikerahkan dari Polres Jakarta Pusat.

Sebagian massa ada yang berdiri sambil berorasi. Sebagian lainnya ada yang duduk-duduk di taman dan di tengah Jalan. Setelah melakukan orasi yang cukup lama, akhirnya pihak Kemendagri menerima 5 perwakilan pengunjuk rasa. Namun, ribuan pengunjuk rasa yang sudah mulai emosi melakukan protes dengan mencopot baju dinas dan menumpuknya di tengah jalah. Bahkan, sebagian yang lain tampak mengikat baju dinas mereka antara yang satu dengan yang lain membentuk seperti jemuran yang menutup ruas jalan. "Perjuangan kita tidak cukup sampai di sini. Harus terus dikawal hingga tuntutan kita menjadi UU," kata Hubaydi Rosyidi, Kepala PPDI, saat ditemui di lokasi, Senin (13/12).

Kalau Cuma lurah...., biarkan saja. Tidak membahayakan.


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Sunday, December 5, 2010

Dosa, Penyelamat dan Tumbal Kurbannya

Dosa
Banker memberikan uang simpanan nasabah sebagai kredit kepada konsumen yang tidak mempunyai kemampuan untuk membayar. Siapa yang bersalah? Siapa yang menjadi pendosa? Banker yang sembrono atau debitur yang tahu bahwa dia tidak mampu bayar tetapi masih minta kredit?

Ketika Euro dibentuk oleh para politikus, yang kemudian disusul dengan bergabungnya Spanyol, Itali, Portugal, Yunani, mempunyai kelanjutan cerita yang panjang. Deutsch Mark yang kuat karena didukung oleh bangsa Jerman yang effektif, produktif dan rajin harus digabung dengan Drachma, Lira, Escudo dan Piseta menjadi Euro. Suku bunga kredit dengan denominasi Deutsch Mark yang biasanya rendah karena kepercayaan terhadap Mark tinggi. Tetapi kemudian Mark harus bergabung dengan Drachma, Lira, Escudo dan Piseta yang kurang meyakinkan. Di area Drachma, Lira, Escudo dan Piseta suku bunga kredit biasanya tinggi untuk mengkompensasi resiko. Suku bunga kredit Euro rendah. Sejak bergabungnya Spanyol, Itali, Portugal, Yunani, rakyat di negri-negri ini bisa menikmati kredit berbunga 3%. Bukan lagi 10%, seperti di jaman mata uang nasional mereka. Bisa ditebak, apa yang terjadi kemudian. Bubble di sektor property. Seperti biasanya, boom yang dimotori oleh kredit akan berakhir dengan bust.

Siapa yang salah? Bank pemberi kredit yang memberi kredit secara sembrono? Politikus yang berambisi menciptakan teritori yang luar lewat penyatuan Euro? Atau debitur? Atau semua?


Penyelamat
Politikus tidak suka terlihat “dorky”. Bank Sentral Eropa tertekan untuk melakukan penyelamatan. Tetapi orang Jerman merasa keberatan untuk menolong Irlandia atau Yunani. Toh mereka ini bukan bangsanya, buat apa harus ikut menolong. Krisis ini adalah karena salah mereka sendiri. Angela Merkel menuntut agar kreditur juga ikut menanggung kerugian ini. Kalau saat ini ada istilah PIGS, mungkin nanti ada GIFS (Germany, Italy, France, Spain). Itu mungkin sebabnya Jerman mau lepas tangan. Tetapi, Angela Merkel nampaknya ditekan terus oleh Jean-Claude Trichet, presiden bank sentral Eropa, yang berjanji melakukan QE versi Euro sebesar 200 milyar Euro ($260 milyar). Rupanya drama tidak berhenti sampai disitu, the Fed juga bersedia untuk menolong jika diperlukan.

Jadi kejadiannya demikian. Bank-bank Eropa mengalami kerugian dan nyaris bangkrut karena kelalaiannya memberikan kredit yang sembrono. Bank-bank ini diselamatkan oleh bank sentral Eropa. Kemudian nanti bank sentral Eropa akan diselamatkan oleh the Fed. Lalu siapa yang akan menyelamatkan the Fed?

Kalau ada pendosa, kemudian ada penyelamat, tentunya ada yang dikurbankan. Dosa tidak hilang begitu saja, kecuali kalau dimaafkan. Yang artinya pihak yang didosai menelan kerugiannya dengan suka rela dan ikhlas. Sang penyelamat, bank sentral Eropa dan the Fed tidak akan pernah jadi tumbal kurban. Paling tidak untuk saat ini. Lalu siapa yang akan dijadikan tumbal kurbannya?

Lupakan masalah hutang-piutang, mendosai dan didosai. Saya ingat sebuah rock opera yang filmnya diputar di Indonesia tahun 1976an, Jesus Christ Superstar. Peran Jesus dipegang oleh Ted Neeley. Salah satu lagunya yang cukup menyentuh yang dinyanyikan Ted Neeley berjudul Gethsemane. Anda bisa nikmati videonya berikut ini.

Gethsemane


Lagu ini dinyanyika juga oleh Steve Balsamo, dan Ian Gillan. Tetapi saya suka versi filmnya.

Pada episode ini Jesus mempertanyakan, mengenai pengorbanan yang harus dijalaninya. Apakah ada gunanya. Kenapa dirinya harus dikurbankan. Tetapi akhirnya, dirinya pasrah.

Saya tidak bermaksud menyamakan kisah Jesus dan krisis keuangan global. Keduanya lain sekali. Video di atas hanya untuk selingan saja. Lagunya cantik sekali dan menyentuh.


Tumbal Kurban
Di dalam drama krisis keuangan Amerika yang kemudian disusul dengan Eropa, sentral bank adalah para penyelamatnya. Tentu saja mereka bukan yang akan dikurbankan. Mereka tidak jadi miskin, atau mati atau mengeluarkan darah. Siapa yang akan menjadi kurbannya di altar?

Biasanya sih pembayar pajak. Amerika Serikat sudah memulai rencananya sebagai kelanjutan dari QE I dan QE II. Eropa akan mengikuti jejaknya.





Melihat rekan-rekannya mengejar pajak, Indonesia juga tidak mau ketinggalan. Tanpa pajak, ekonomi sektor warteg sebagai sektor penyedia makanan murah lebih dinamik. Nampaknya harus mengucapkan selamat tinggal. Juga sektor rokok, ada wacana untuk menaikkan cukainya.

Cerita kali ini akan diakhiri dengan video berikut, yang mengetengahkan tentang penyelamatan.




Krisis Eropa terus berlangsung. Pertanyaannya masih sama. Siapa yang mau dikurbankan? Yang menarik adalah berita hari ini dari Bloomberg: EU's Bailout Fund May Be Increased, Reynders Says in a Break With Merkel. Belgia yang tadinya bergabung dengan Jerman dan Prancis untuk membatasi jumlah dana penyelamatan sampai yang disetujui saat ini. Padahal perkiraannya bisa mencapai 750 milyar Euro ($ 1 trilliun). Sekarang Didier Reynders (menteri keuangan Belgia) memisahkan diri dari kanselor Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy melawan bank sentral Eropa Trichet. Posisi Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy tidak enak, karena merekalah tukang jagalnya (penarik pajak). Salah-salah kerbaunya mengamuk ketika akan dikurbankan. Mungkin Belgia perlu diselamatkan juga, sehingga mereka memisahkan diri dari Merkel dan Sarkozy. Yang pasti politik dalam negrinya selama beberapa bulan ini mengalami krisis.




Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.