___________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Doa pagi dan sore

Ya Allah......, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang, pajak, pembuat UU pajak dan kesewenang-wenangan manusia.

Ya Allah......ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim dan para penarik pajak serta pembuat UU pajak selain kebinasaan".

Amiiiiin
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________

Tuesday, April 27, 2010

Yunani, Goldman Sachs dan Leading Indikator

EROPA
Perkembangan dari minggu lalu. Krisis Yunani semakin parah dan menyeret surat hutang pemerintah Yunani mendekali level surat hutang Pakistan, kata Bloomberg. Artinya investor menganggap bond pemerintah Yunani sama dengan bond pemerintah yang rongrong oleh para Taliban. Surat hutang Yunani yang jatuh tempo 2 tahun naik bunganya menjadi 11%. Dibandingkan dengan Pakistan 12.2%. Defisit anggaran belanja pemerintah Yunani melonjak menjadi 13.6% dari GDPnya. Ini jauh di atas batas yang diperbolehkan dalam perjanjian Uni Eropa yang hanya 3%. Hutang Yunani sudah mencapai 115% dari GDPnya. Sulit bagi Yunani untuk bisa keluar dari kemelut ekonominya. Karena Yunani tidak punya sesuatu yang bisa dijual, kecuali minyak zaitun dan pariwisata. Tidak mudah bagi Yunani untuk memperoleh dana pinjaman dengan jaminan potensi ekonomi seperti itu. Kemungkian Yunani akan dipaksa untuk keluar dari group mata uang Euro.

Yunani tidak sendirian dalam hal melanggar ketentuan pakta moneter Euro ini. Jerman, Prancis saja sudah melanggar ketentuan defisit anggaran 3% dari GDP. Portugal, Spanyol, Italia juga mengalami defisit anggaran masing-masing 9.3%, 11.4% dan 5.2% dari GDP mereka. Jerman ekonomi terbesar Euro terkena 4.9%. Prancis masih 8.0%.

Sekarang pertanyaannya apakah antar negara Euro bisa saling membantu? Jawabannya ialah: sulit. Sebab hutang negara mereka sendiri sudah tinggi. Italy 117%, Portugal 75.2%, Jerman 77.2%, Prancis 79.7%. Sebagai perbandinagnnya adalah hutang negara (federal) US yang selalu dikatakan sudah tinggi adalah: 52.90%. Sebenarnya daerah Euro lebih parah dari US. Bukan tidak mungkin pada dekade ini Euro bubar. Karena solusi dari krisis semacam ini biasanya competitive devaluation. Dengan adanya competitive devaluation, maka diharapkan hutang turun nilai riilnya, dan produk-produk negara yang bersangkutan menjadi kompetitif kembali. Sekarang ini dengan adanya satu mata uang, Yunani tidak bisa melakukan competitive devaluation mata uangnya dengan cepat. Euro akan melemah secara bertahap untuk jangka waktu yang lama. Trend dollar indeks masih menunjukkan tren naik (Chart-1). Ini lebih banyak karena pelemahan Euro.


Chart 1

Penderitaan Yunani menjadi berkepanjangan. Pemerintah harus berhadapan dengan kerusuhan-kerusuhan akibat ketidak puasan di masyarakat. Gelombang protes sudah khronis sejak akhir 2008 lalu.



Apa yang terjadi di Yunani bisa menjalar ke negara-negara Euro lainnya. Apa lagi dengan meletusnya gunung berapi di Eyjafjallajokull, Iceland. Pengaruh jangka pendeknya dirasakan oleh sektor penerbangan. Pengalaman yang lalu ketika gunung berapi Laki meletus tahun 1783, gas dan abu yang dilepaskannya menutup sinar matahari walaupun hanya sedikit dan menyebabkan musim dingin yang panjang yang berdampak gagal panen dan kelaparan di Eropa yang akhirnya memicu revolusi Prancis. Di Amerika, tahun 1784 mengalami musim dingin yang panjang dan parah. Seberapa parahkah dampak letusan kali ini. Gunung di Eyjafjallajokull yang sekarang meletus sudah 200 tahun tidur. Siklus yang panjang seperti ini, biasanya skala letusannya juga relatif besar.


AMERIKA SERIKAT
Leading Indikator (LEI) untuk bulan Maret 2010 melonjak 1.5% minggu lalu. Sedangkan Coinsident Economic Indicator (CEI) naik sedikit saja (Chart-2). Ini membuat jurang antara LEI dan CEI semakin melebar. Sudah genap setahun LEI meroket, tetapi CEI masih santai saja. Pemulihan ekonomi di US masih tersendat-sendat, terkena anemi lesu darah.


Chart 2

Positifnya LEI bagai bensin bagi rally di bursa saham. Rally di bursa saham nampaknya akan menerus. Kali ini indeks akan berhadapan dengan beberapa resistance Fibonacci di sekitar 0.6 an yaitu 2/3 dan 8/13 (Chart-3). Rally masih bisa terus sampai bulan Juni 2010 atau lebih lama tanpa ada persoalan apa-apa. Pada indeks S&P 500, level 1250 kemungkinan bisa dicapai.

Bursa nampaknya akan mengacuhkan kasus Goldman Sachs. Goldman dituduh tidak memberikan penjelasan sepenuhnya mengenai paket surat hutang yang dijualnya sehingga merugikan para pembelinya. Persoalannya ialah: apakah tidak memberi penjelasan bisa dikategorikan sebagai tindak kriminal atau kesalahan. Kalau melihat hal ini, saya pikir GS akan lolos. Kecuali para juri di pengadilan sedang haus darah akibat resesi yang berkepanjangan dan mereka minta korban. Kondisi seperti ini bisa menjadi bola liar. Tetapi sampai saat ini bola liar masih terkendali, dan belum menjadi liar. Entah nantinya.


Chart 3


Trend harga emas dan logam mulia baru menampakkan polanya (Chart-4 dan Chart-5). Kita akan lihat perkembangannya dalam minggu-minggu mendatang.

Chart 4



Chart 5

Ada artikel yang menarik di Gold-Eagle.Com dan Kitco.Com. Pada saat ini pengelola ETF SLV (untuk perak) sedang melepas cadangan peraknya, menurut artikel Hamilton di Gold-Eagle. Pendapat saya, hal ini adalah signal bearish, walaupun harga perak menampakkan trend short term bullish (Chart-6).


Chart 6

Trend bearish juga ditunjukkan oleh Rosen pada artikelnya di Kitco yang mengkombinasikan antara teknik Gann dan Elliot wave. Chartnya cukup menarik (Chart-7), walaupun saya tidak terlalu setuju.



Chart 7


Apa yang akan terjadi dengan emas dan logam mulia, yang pasti secara siklus tahunan, bulan Maret – September adalah periode konsolidasi dan koreksi.

Sekian dulu....., sampai lain waktu.



Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Monday, April 19, 2010

Goldman Sachs Menghadapi Tuntutan atas Penipuan

Akhir minggu ini secara tidak sengaja saya menjumpai artikel dibawah ini. Kelihatannya pasar akan ramai lagi. Saya akan coba menggali lebih dalam lagi, apa masalah yang sebenarnya. Sambil menunggu angka Leading Economic Indicator yang akan keluar nanti malam.



Link untuk artikel di atas: http://www.guardian.co.uk/business/2010/apr/16/goldman-sachs-fraud-charges



Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Sunday, April 11, 2010

STRATEGI MANAGEMENT KAPITAL

Saya sempat secara sepintas melihat komentar-komentar di blog EOWI. Saya coba untuk menanggapinya secara umum. Tetapi ada hal yang nampaknya perlu dibahas secara lebih detail. Yaitu masalah strategi mengelola kapital. Ini akan kita bahas.

Pertama ada rekan yang simpati ingin membantu saya mencari peluang kerja dan mau mengenalkan saya dengan temannya yang kerja di sektor eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Saya akan ucapkan terima kasih, kalau anda mengirimkannya ke email saya di Imam_Semar@Yahoo.com.

Kedua ada pembaca yang stress karena investasinya menelan kerugian. Dan ada yang saling menyalahkan. Saya pikir saling menyalahkan, atau menyalahkan diri sendiri adalah tidak ada gunanya. Yang lebih penting adalah bagaimana menghadapi hari depan yang dengan baik. Untuk itu kali ini akan dibahas mengenai pengelolaan kapital.

Dalam pengelolaan kapital perlu diingatkan bahwa masing-masing orang punya keterbatasan, baik keterbatasan mental dan keterbatasan kapital. Apa yang dibahas secara spesifik belum tentu cocok untuk setiap orang. Masing-masing orang perlu mencari pola management kapital yang cocok untuk dirinya; jiwa, umur dan jumlah kapitalnya. Jiwa disini adalah ketahaannya terhadap stress bila market tidak sesuai dengan perkiraannya. Jangan sampai anda sakit jantung dan darah tinggi karena stress. Umur karena anda punya keterbatasan umur, jangan sampai anda bangkrut dihari tua anda.



Kesalahan Fundamental
Yang menyebabkan kita rugi dan kalah total dalam berinvestasi adalah tidak mengenali pasar secara fundamental. Apakah kita berada di bear market atau di bull market? Di peaknya atau di bottomnya? Disini perlu pengenalan pasar secara fundamental.

Saya akan memberi contoh tentang emas tahun 1980. Sengaja emas sebagai contoh untuk mengingatkan pembaca yang sangat pro-emas bahwa emas pernah membuat investornya kecewa. Salah satunya teman dekat saya di Canada yang bernama Mehran Banei.

Mehrah adalah seorang pemuda (waktu itu) Iran yang sekolah di Canada. Ayahnya kaya dan memberinya uang untuk menjadi permanen residen di Canada sebesar $75,000. Pada tahun 1979 jumlah itu sangat besar.

Oleh Mehran uang itu diinvestasikannya di emas. Dekade 70 adalah periode bull untuk emas dan bahan komoditi termasuk minyak. Mantra waktu itu adalah hard asset; apakah itu emas atau property; hedging terhadap inflasi. Semua orang membeli emas. Dan harga emas naik dari $35 ke level $600 di awal tahun 1980 atau 17 kali lipat. Satu hal lagi, harga emas dari awal 1979 sampai 1980, atau 12 bulan telah naik dari level $250/oz ke $600/oz. Suatu kenaikan hampir 3 kali lipat dalam kurun waktu 12 bulan (Chart-1). Banyak orang masuk (membeli emas) di bulan Januari ini. Termasuk teman saya ini. Harga emas melompat ke level $630/oz pada tanggal 16 Jan. 80. Tanggal 19 Jan. 80 harga melonjak menjadi $842/oz pada penutupan. Tanggal 22 Jan. 80 terjadi koreksi ke $762. Hari berikutnya tanggal 23 Jan. 80, terjadi koreksi lagi ke $650/oz. Banyak orang menganggap ini adalah koreksi jangka pendek. Karena secara teknikal masih bullish. Mereka masih masuk ke pasar, atau mempertahankan holdingnya. Tetapi harga terus turun di bawah $500/oz (Chart-2), sampai bulan Maret 1980.


Chart 1



Chart 2

Teman saya Mehran mempertahankan emasnya sampai entah kapan. Yang pasti sampai 1985 ketika saya kembali ke Indonesia, dia belum menjualnya. Bear market emas berlangsung terus sampai 20 tahun (Chart-3).Untuk bisa sampai ke level yang dibelinya $600 - $700 per oz, Mehran mungkin harus menunggu 23-25 tahun. Suatu penantian yang sangat lama. Pada saat itu dia sudah berumur 50 – 55 tahun.


Chart 3

Selama saya ada di Canada Mehran harus menyelesaikan sekolahnya sambil bekerja sebagai pengantar bunga. Yang dia paling terkesan, menurut dia, ialah ketika mengantar bunga kamar mayat. Dia melihat bagaimana orang akhirnya harus mati. Banyak diantaranya masih muda dan cantik/gagah.

Di tengah stress akibat kegagalan investasinya yang memakan sebagian besar tabungan dari ayahnya, dia menjadi lebih religious. Semua yang dilihat akan dikaitkan dengan hal yang spritual. Dia mulai belajar sembahyang. Suatu hari dia menceritakan kepada saya, bagaimana nikmatnya sholat dan berdoa sambil telanjang. Dia pikir dia mau menghadap Tuhan dengan cara yang paling merendah dan seperti bayi yang baru dilahirkan. Ini sekedar menunjukkan bagaimana ketidak tahuannya pada agama. Sejak saat itu saya secara bertahap mengajari dia sholat yang benar.

Apa yang bisa dipelajari dari kasus ini?

Pertama bahwa rally emas dari $35 ke $840 atau 24 kali (2400%) terlalu jauh melewati fundamentalnya. Andaikata inflasi diukur dengan kenaikan M3, maka kenaikan itu kurang lebih 5 kali saja sejak tahun 1963 ke 1980 (Chart-4). Ekspansi M3 tidak sampai puluhan kali lipat. Jadi wajar saja kalau akhirnya harga emas turun terus dan emas memasuki masa bear market sampai tahun 2001 dimana harga emas sudah masuk ke level murah diukur dengan inflasi. Sepanjang bear market, bukan tidak ada inflasi. Inflasi ada, tetapi harga emas masih mahal jika dibanding asset-asset lain. Oleh sebab itu harga emas tidak naik.


Chart 4


Kesalahan ke dua dari Mehran adalah meletakkan hampir semua assetnya di emas, sehingga ketika dia membuat kesalahan keputusan, kerugiannya banyak. Dengan kata lain, bahwa dia tidak melakukan asset management yang baik.


Apakah Deposito Bank adalah Investasi yang Aman ?
Semua orang tahu bahwa investasi saham termasuk yang penuh resiko. Emas lebih rendah resikonya dan deposito bank sangat aman. Pemikiran yang demikian adalah salah. Baru saja kita melihat kasus riil dari teman saya yang rugi besar di investasi emasnya. Deposito juga punya resiko kerugian yang besar.

Di akhir dekade 60an, paman saya menjual mobil Mercedes baru yang dibawanya dari Jepang hasil kerjanya sebagai atase militer. Uangnya didepositokan ke bank. Dia berharap bahwa dia bisa memperoleh uang bulanan dari bunga simpanan depositonya. Nama banknya adalah Sinar Semesta. Bunganya cukup tinggi. Saya tidak ingat tepatnya. Tetapi per bulannya bisa 5% - 10%. Sayangnya ini tidak berjalan lama, karena pemilik bank lari dan membawa uangnya. Jadi depositopun mempunyai resiko.

Deposito beresiko tidak hanya terjadi pada tahun 60an, tetapi juga tahun 1998 lalu, walaupun bentuknya lain. Kalau antara tahun 1997 – 1999 anda memasukkan uang anda ke deposito, nilainya akan amblas 80%. Sisanya hanya tinggal 20% saja. Bunga deposito walaupun besar, tetapi tidak bisa mengejar tingkat inflasi.


Curse Of Capital And Mental Limits
Kedua contoh di atas menunjukkan kerugian akibat salah melihat fundamental ekonomi. Kalau secara fundamental kita dijalan yang benar, adakah kemungkinan kita kalah total? Dalam kondisi seperti ini, apa yang menyebabkan kita rugi?

Untuk menjawab hal ini, kita akan bermain dadu saja. Dengan dadu ini, anda bisa bereksperimen secara berulang-ulang tanpa mengeluarkan uang. Tujuannya adalah untuk menentukan pola yang mana yang cocok untuk anda.

Dadu, bermuka 6. Kita groupkan menjadi tiga untuk mudahnya. Angka 1 dan 2 disebut “kecil” (K), 3 & 4 disebut “sedang” (S) dan 5 & 6 disebut “besar” (B).

Peluang untuk keluar kecil (K) atau sedang (S) atau besar (B), masing-masing adalah 1/3. Itu statistik dalam ilmu Probability. Dalam permainan jangka panjang, kalau kita menebak salah satu dari K, S, B, peluang untuk kena adalah 1/3. Tetapi jangan berharap bahwa tebakan anda akan kena sekali dalam 3 kali menebak. Kadang tebakan anda kena 2, 3, 4...., 8 kali berturut-turut. Bisa juga anda gagal 2, 3, ...8 kali berturut-turut. Tetapi secara keseluruhan, 33.3% dari tebakan anda mengenai sasaran. Dan 66.66% tebakan anda salah. Angka 33.3% adalah angka rata-rata suksess anda. Tetapi disamping angka rata-rata, anda harus menghadapi randomness, keacakan. Yaitu kalah beberapa kali berturut-turut atau menang beberapa kali berturut-turut.

Untuk sistem seperti ini, dalam taruhan, kalau kita pasang Rp 1, di salah satu tempat, K, S, B, kalau kena, maka bayarannya/hadiahnya adalah 2x atau Rp 2. Ini permainan yang fair dan sederhana.

Kalau anda bermain taruhan dadu semacam ini, dengan cara yang sederhana, maka untuk jangka panjang, misalnya dalam 1 juta putaran, tidak akan ada yang menang atau kalah. Semua baik bandar ataupun pemain punya peluang yang sama. Karena peluang untuk menebak tepat adalah 1/3 dengan hadiah 2x akan menutup peluang gagal menebak yang peluangnya 2/3. Dengan kata lain net profit/loss adalah 1/3*2 – 2/3 adalah nol. Hal seperti ini hanya bisa terjadi apabila kapital tidak ada batasnya dan kita bisa bermain jutaan kali.

Bagaimana kalau permainan dibatasi oleh jumlah modal. Ini adalah kondisi yang riil. Misalnya kita hanya punya modal 100. Kalau setiap pasangan taruhan adalah 50 misalnya. Dalam dua kali kalah berturut-turut modal akan habis. Tentu saja ada kalanya kita menang dulu sebelum kalah dan habis semua modal kita. Untuk hal seperti itu, saya buat model probabilitynya.
Banyak scenario yang menyebabkan kalah total. Pertama 2 kali kalah berturut-turut. Ini peluangnya adalah 2/3*2/3 atau 4/9. Kemudian 1 kali menang disusul 4 kali kalah. Ini peluangnya adalah 1/3*2/3*2/3*2/3*2/3 = 0.065843621. Kemudian 2 kali menang disusul dengan 6 kali kalah yang peluangnya 0.009755. Kemudian 1 kali menang 1 kali kalah menang lagi dan kalah 5 kali, peluangnya 0.009755. Dan seterusnya. Ini kalau kita jumlahkan kemudian kita hitung juga probability untuk pemasangan 1, 2, 5, 10, 20, 30, dst akan memperoleh grafik pada Chart-5.

Jadi kalau kita memasang 50% (50) dari modal kita, maka peluang kita untuk kalah total sehingga tidak bisa main lagi adalah 52.2%. Kalau kita bermain dengan 30% (30) dari modal kita untuk setiap tebakan, maka peluang untuk kalah total adalah 30.39%. Dan kalau kita hanya memakai 1% dari modal awal kita untuk setiap tebakan, maka peluang untuk kalah total adalah 0.00000000000000002887%. Sangat kecil.

Ini yang saya sebut dengan the curse of capital and mental limits. Saya katakan mental limit untuk mewakili berhentinya seseorang dari permainan bukan karena keterbatasan kapital, tetapi karena kapok, jera atau karena stress akibat kekalahannya sudah melewati batas mental limit. Ini berlaku bukan saja untuk permainan judi, tetapi juga untuk setiap investasi dan spekulasi. Untuk spekulasi dan investasi, tentu saja bentuk probability functionnya akan berbeda. Dan kita tidak pernah bisa mengetahuinya dengan pasti. Saya menggunakan dadu sekedar untuk memudahkan dalam menjelaskan persoalan karena kita tahu fungsi probability nya.


Chart 5

Andaikata dalam investasi, kita mempunyai data dan bisa menebak arah pasar. Atau dengan analisa teknikal kita bisa lebih baik 2 atau 5 kali dari pada menebak secara random. Tetap saja kita masih punya peluang untuk kalah total. Apakah itu kalah akibat kehabisan modal atau karena mental break-down karena tebakan kita gagal berkali-kali dan portfolio jeblok. Chart-6 menunjukkan peluang kalah total bagi yang punya keahlian menebak secara tepat 2 dan 5 kali dari orang normal (grafik magenta dan merah) dibandingkan dengan orang yang umum (grafik biru). Dengan keahlian dalam menganalisa pasar akan memberi peluang yang lebih baik untuk menghindari kalah total. Tetapi peluang untuk kalah itu tetap ada.

Grafik pada Chart-6 bisa juga me-representasikan sistem investasi yang sangat beresiko, option dan shorting bear market dengan leverage misalnya untuk grafik biru, kurang beresiko seperti investasi saham grafik magenta misalnya dan yang sangat defensif seperti bunga deposito. Grafik-grafik ini hanya untuk illustrasi. Nilai yang sebenarnya tidak bisa kita ketahui. Seandainya bisa, akan sangat sukar menurunkan matematiknya.


Chart 6

Bagi investor yang penting bagaimana membagi investasinya, berapa persen di pool defensif dan berapa persen di pool aggresif. Dan juga berapa persen dalam pool di antara defensif dan aggresif.

Bagi saya yang saya sebut pool defensif adalah cash dan emas. Insha Allah, mental saya tidak akan cracks kalau emas atau dollar atau rupiah turun. Selama ini turunnya sekitar 10% - 30%. Ini dikarenakan selama ini arahnya masih bisa ditebak. Andaikata tidak tahu kemana arahnya, bisa dibagi rata saja antara emas, dollar, Singapore dollar dan rupiah.

Sedang pool aggresif adalah saham dengan leverage, small cap dan perak. Mungkin perak bisa dikategorikan diantara defensif dan aggresif. Allokasi kapital untuk pool aggresif buat saya hanya 10% saja. Seandainya semua habis, saya masih bisa mengambil kapital baru dari pool defensif. Dan kalau untung, sebagian harus disisihkan ke pool defensif untuk persediaan masa depan.

Catatan, walaupun secara fundamental kita bisa melihat arah gerakan obyek investasi kita, tetapi turning point belum tentu bisa ditebak. Misalnya US dollar, sejak bulan Agustus 2009 saya melihat potensi penguatannya (Chart-7). Ketika itu US dollar index berada di level 77.5. Ternyata pembalikannya baru terjadi di bulan Desember 2009. Dan bottom US dollar indeks adalah 74.5. Suatu penantian yang cukup lama.


Chart 7

Kegagalan dalam meramal penguatan US dollar, tidak hanya itu saja, ternyata terhadap rupiah US dollar masih terus melemah sampai saat ini. Rupiah secara fundamental akan terpuruk terhadap US dallar, karena US dollar mengalami kontraksi sebesar –6% per tahun, sedangkan rupiah masih ekspansi. Itu penjelasan fundamentalnya. Kapan dan dimana titik baliknya, sulit dipastikan. Yang ada hanya tebakan probablistik saja.

Sekian dulu, semoga uraian ini bermanfaat.

Jakarta 10 April 2010.



Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Monday, April 5, 2010

LEADING INDIKATOR KEHABISAN TENAGA?

Sebenarnya tulisan ini selesai dibuat tgl 29 Maret, tetapi beberpa hari ini saya agak sibuk dan tidak sempat menengok blog. Moga-moga belum ke daluwarsa.

Saya belum sempat membeli data Coincident Economic Indicator (CEI) yang lengkap, sehingga tidak bisa secara menyeluruh punya feeling dan statistik apakah recovery ekonomi global saat ini bisa bertahan atau tidak. Yang jelas dari Juni 2009 sampai Februari 2010 CEI di US tidak menunjukkan adanya peningkatan yang tajam (Chart-1).


Chart 1

Kalau diperinci komponen-komponen CEI dan bobotnya adalah :
-Employees on nonagricultural payrolls 0.4949
-Personal income less transfer payments 0.2615
-Industrial production 0.1346
-Manufacturing and trade sales 0.1090

Komponen terbesar bobotnya adalah employee payroll yang bobotnya 0.4949. Artinya, pekerja mendapat gaji yang lebih sedikit atau tingkat pengangguran masih tinggi. Kalau hal ini memang demikian, maka pemulihan ekonomi US akan terhambat. Tanpa adanya konsumen, bagaimana mungkin ekonomi akan pulih.

Consumer Confidence indeks yang selama beberapa bulan ini membaik, tiba-tiba untuk bulan Februari 2010 anjlok dari 56.5 ke 44.7. Level ini lebih rendah dari level di bulan Juli lalu. Ini bukan tanda yang baik.


Data ini sejalan dengan data kontraksi money supply M3 yang menunjukkan angka –5%. Artinya, jumlah pengambil kredit semakin berkurang. Pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung hanyalah karena stimulus pemerintah.

Walaupun demikian, kalau dilihat dari GDP, nampak pertumbuhan GDP pada kwartal-4 2009 menumjukkan angka yang positif (Chart-2). Demikian juga dengan tingkat mengangguran di US yang menunjukkan adanya penurunan. Walaupun tingkat pengangguran masih tinggi, di sekitar 10% (Chart-3).


Chart 2

Saya masih percaya bahwa pemulihan ekonomi saat ini akan berakhir ketika stimulus dari pemerintan habis. Kapankah waktunya? Kemungkinan akhir tahun 2010, kalau tidak ada stimulus baru.

Berbicara tentang stimulus baru, the Fed akan berhenti membeli surat-surat hutang dari Freddy Mac dan Fannie Mae pada hari Rabu 31 Maret ini. Suku bunga 10 yr T Bond saat ini berada di sekitar 4.7% mungkin akan naik. Apa lagi penjualan Treasury Bond minggu lalu termasuk tidak laku. Ini pertanda tidak baik bagi yang masih harus membayar cicilan rumah. Suku bunga akan naik.


Chart 3

Mengenai timing, secara keseluruhan, saya tidak percaya akan adanya crash dalam waktu dekat ini (2-5 bulan). Effek stimulus pudarnya tidak seperti mobil yang direm, - langsung berhenti. Melainkan perlahan-lahan. Hal ini akan ditunjukkan oleh LEI. Dan dari menukiknya LEI ke menukiknya CEI (dan bursa saham) kira-kira perlu waktu 10 – 12 bulan. Dan sampai sekarang LEI belum menukik (Chart-4).

Apakah saya akan masuk ke bursa dengan posisi long? Tidak juga, masih menunggu. Saya pribadi lebih suka bermain di emas, karena siklusnya lebih jelas fundamentalnya. Maret-Agustus bearish dan September-Maret bullish karena adanya perayaan-perayaan di India dan Cina pada bulan Desember dan Februari yang memerlukan emas.

Memang dalam pikiran ada keinginan untuk masuk di bursa Jepang. Alasannya karena bubble di bursa Jepang dan si real-estate Jepang meletus 20 tahun lalu. Dan 20 tahun adalah waktu yang lama untuk memangkas segala macam excess. Jadi kemungkinan bursa Jepang dan sektor real estate Jepang akan memasuki periode bullish pada dekade 2010 – 2020. Seperti halnya emas (2000 – 20??) dan emerging market (2003 – 20??). Secara siklus Jepang akan memasuki periode bullish. Tetapi saya masih ingin melihat fundamentalnya. Yang masih menjadi ganjalan saya ialah bahwa hutang pemerintah Jepang mencapai 300% GDP.


Chart 4

Sekian dulu, kalau sempat, saya akan update LEI dan CEI setiap bulannya.

Jakarta 29 Maret 2010


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Wednesday, March 24, 2010

MEA CULPA

Mea culpa artinya “saya salah”, suatu pengakuan atas kesalahan.

Dalam setahun ini saya salah meramalkan arah pasar modal. Untuk emas, logam mulia dan dollar tidak terlalu salah. Oleh sebab itu, sekarang akan saya pakai untuk mengevaluasi methodologi dalam melakukan evaluasi pasar.

Saya meramalkan krisis ekonomi dan market crash tahun 2008-2009 sejak tahun 2003. Awalnya hanya sebuah ramalan kasar mengenai perkiraan waktu tibanya krisis, rentang waktunya cukup lebar. Dan setiap tahun saya perbaiki.

Methoda yang digunakan sangatlah sederhana, yaitu mengira-ngira kapan stimulus yang digelontorkan pemerintah US selama krisis Nasdaq crash (2000), krisis 911 (2002) habis effeknya. Hasilnya lumayan.

Menghadapi krisis global yang dimulai tahun 2007, saya perlu bersiap-siap dengan arsenal, persenjataan yang agak berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Dari ukurannya, debt-to-GDP ratio US yang hampir mencapai 340%, jauh melebihi depressi 1930an yang besarnya sekitar 270%. Pemikiran waktu itu, ialah bahwa kita akan berhadapan dengan krisis yang ukurannya sama atau lebih besar dari krisis 1930. Bedanya, sekarang lebih banyak faktor yang sulit diduga yang bisa memicu krisis lebih dalam lagi, misalnya pasar derivatif yang tidak di-regulasi dan ukurannya sangat besar. Disamping itu juga banyak “red herring”, hal-hal yang tidak pokok tetapi menarik perhatian pemain pasar sehingga arah pasar berlawanan dengan kondisi ekonomi. Oleh sebab itu arsenal yang saya gunakan adalah “alat analisa psikologi”, salah satunya Elliot Wave (EW). Saya berharap dengan EW, saya bisa searah dengan pasar atau selalu berada di depan pasar.

EW sebenarnya teknik yang kurang saya sukai, bahkan sering saya plesetkan menjadi Idoiot Wave. Teknik ini dikembangkan oleh Robert Prechter seorang sarjana psikologi. Dari yang saya baca, EW lebih cederung sebagai pseudo-science dan hipotesa. Walaupun demikian, jika majoritas (atau banyak) pelaku pasar yang menggunakan EW, maka pasar akan berkarakter seperti EW. Itu yang saya pegang.

Ketika market crash sampai rebound setahun lalu, semua masih okey. Tetapi beberapa bulan setelah rebound, ternyata koreksi berikutnya yang ditunggu tidak muncul. Fakta ini menunjukkan bahwa tentunya majoritas pemain pasar tidak menggunakan EW sebagai alat navigasi, seperti yang saya duga sebelumnya. Ini membuat saya merasa perlu untuk melakukan evaluasi kembali arsenal yang digunakan, dan mencari alternatif lain.

Untuk mengerti bagaimana ukuran krisis 2007- ini kita lihat ukuran penyebabnya. Debt-to-GDP ratio great depression adalah 270% dan krisis 2007 adalah 340%.

Dibandingkan dengan resessi yang terdahulu, resessi terdahulu tidak sedalam sekarang (Chart-1). Pada krisis sekarang ini, nampak sekali GDP US turun. Chart-2 adalah versi lain (skala log dan GDP tahunan) dari Chart-1.

Chart 1

Chart 2

Pada skala log nampak penurunan GDP semasa the great depression 1930an secara jelas. Harus diingat bahwa Chart-2 ini menggunakan data tahunan. Sehingga jika resessinya kurang dari 1 tahun maka penurunan GDP tidak nampak. Dan untuk krisis 2007, jatuhnya GDP tidak nampak. Artinya krisis 2007 hanya berlangsung kurang dari 1 tahun.

Chart-3 adalah versi lain dari chart sebelumnya. Terlihat GDP US mengalami kontraksi hampir 4% semasa krisis 2007. Dan saat ini masih belum menunjukkan angka yang positif.

Chart 3

Tekanan deflasi masih kuat, tren inflasi harga, arahnya masih cenderung menurun (Chart-4). Ini dikarenakan oleh tidak adanya buying power dari konsumen. Kalau konsumen tidak ada buying power, bagaimana perusahaan bisa untung?

Kredit juga tidak jalan. Dan money supply M3 masih berkontraksi –5% (Chart-5). Sulit untuk mengatakan bahwa akan ada pemulihan ekonomi. Apalagi kalau saya mendengar bahwa ipar saya di Inggris di PHK dan saya sendiri diberi tahu bahwa antara bulan Juni-Oktober, perusahaan tempat saya kerja akan dijual dan sebagian besar karyawannya akan dikasih pesangon untuk diPHK. Kalau bukan ekonomi, jadi, apa yang menyebabkan saham rally tak kenal lelah, bahkan sampai extended overbought?

Minggu lalu saya membaca sebuah artikel di Financial Times. Intinya bahwa kebanyakan saham-saham yang rally kencang adalah saham-saham yang sifatnya spekulasi. Yang dispekulasikan adalah membaiknya earning di tahun depan setelah ada recovery. Hal ini mengusik pikiran saya. Jika majoritas pemain pasar berprilaku demikian maka, kemungkinan leading economic indicator adalah yang mereka ikuti.


Chart 4


Chart 5

Saya berhasil memperoleh (membeli) data leading economic indicator ini. Setelah diplot dengan S&P, hasilnya ada pada Chart-6 dan Chart-7.

Chart 6

Chart 7

Sebanyak 7 kali sejak tahun 1950 sampai 2010 MoM leading indikator (5 MA) turun menembus nol, dan sebanyak 6 kali, tidak lama setelah itu (atau bersamaan) S&P mengalami koreksi yang cukup berarti. Dan sebanyak 5 kali MoM leading indikator (5 MA) berbalik arah dari turun me naik, disusul (atau bersamaan) dengan S&P500.

Dari data ini, kita bisa melihat bahwa LEI (Leading Economic Indicator) arahnya masih positif dan tidak akan memotong nol. Oleh sebab itu, saya tidak berharap bear akan datang sebelum 3 Q 2010.

Kalau bursa saham diprediksi masih akan bullish sampai kwartal 3, 2010 mengikuti LEI, emas dan logam mulia akan mengikuti pola tahunannya, Maret – Agustus adalah masa bearish; sedang September – Maret adalah periode bullish. Sampai Agustus 2010 nanti kita lihat perkembangannya.

US dollar indeks masih dalam trend menguat. Saya akan post-kan chartnya minggu-minggu ini kalau sempat. USD mengalami perlawanan yang alot dari rupiah. Jadi masih ada kemungkinan melemah lagi terhadap rupiah.

Beberapa minggu ke depan, saya akan jarang menengok blog EOWI. Sedang sibuk mencari pekerjaan baru untuk mengantisipasi PHK yang akan datang dan menyelesaikan semua pekerjaan yang ada. Kita harus berbuat baik kepada perusahaan supaya pesangonnya besar.

Mencari pekerjaan saat ini tidak semudah tahun 2002. Pada waktu itu banyak sekali kesempatan kerja. Saat ini, untuk mempertahankan penghasilan di level yang sekarang. Masih belum ada tawaran seperti itu. Dulu, disini employer mau menyamakan tawaran baru dari Malaysia dan Timur-Tengah. Mereka saling bersaing untuk mendapatkan pekerja yang berkwalitas. Sekarang sudah berubah. Di Malaysia sudah jenuh, bahkan banyak teman-teman saya harus cari ke Thailand dan Timur-Tengah.

Kegiatan saya setiap hari sekarang cukup penuh. Pulang dari kantor biasanya sudah browsing cari lowongan kerja, atau ketemu teman untuk cari kerja. Demikian juga selama weekends. Untungnya sekarang banyak undangan perkawinan, dimana bisa ketemu teman-teman. Ini membuat pekerjaan cari new-job lebih effisien. Walaupun demikian tetap saja, nyaris waktu dan tenaganya habis.

Kalau ada kesempatan saya akan merespon komentar-komentar yang ada dan diskusi menganai Leading Economic Indicator.


Sekian dulu,.....

Jakarta 20 Maret 2010


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.

Sunday, March 14, 2010

MARKET UPDATE: MINGGU 14 MARET 2010

Kita mulai dengan yang mudah dulu yaitu emas dan US dollar.

Seperti yang dikatakan minggu lalu, bahwa bulan Maret sampai Agustus biasanya periode koreksi bagi emas. Dan hal itu nampak pada perdagangan hari Jumat kemarin tanggal 12 Maret 2010. Hari itu US dollar turun dan emas juga turun. Artinya arah perdagangan emas tidak lagi berlawanan dengan US dollar. Chart-1 menunjukkan chart emas jangka pendek.


Chart 1 (klik chart untuk memperbesar)

Harga emas masih dalam koridor bearish “A”. Walaupun selama hampir 1 bulan ada counter trend (koridor “B”), tetapi sejak membentur resistancenya 1½ minggu lalu, emas kembali melemah.

Secara jangka panjang emas masih dalam periode bullishnya (Chart-2). Secara Elliot Wave, koreksi yang terjadi saat ini bisa membawa emas ke level di bawah 680. Hal ini bisa terjadi dalam 12-16 bulan mendatang.

Counter-trend wave 4 US dollar ternyata masih belum selesai. Hari Jumat lalu US dollar mengalami koreksi dan akhirnya membentur supportnya. Minggu depan diharapkan US dollar akan kembali menapak w-5 rally dan targetnya adalah 82 – 84 pada indeks dollar.


Chart 2 (klik chart untuk memperbesar)



Chart 3 (klik chart untuk memperbesar)

Untuk saham, agak sulit mengatakan apakah bullish atau bearish. Alasannya sederhana saja. Sudah sejak lama, prediksi saya salah. Oleh sebab itu tidak ada salahnya membuat bullish skenario. Setelah saya perhatikan chart dari DJIA, akhirnya saya bisa melihat kemungkinan bulllish skenario (Chart-4). Perlu diingat bahwa Elliot Wave adalah teknik gatuk-gatuk. Saya kadang menyebut Elliot Wave dengan Idiot Wave untuk menunjukkan rasa skeptis saya. Bullsih skenario ini memungkinkan indeks DJIA naik sekitar 25% lagi, sebelum tercapainya P2. Zig-zag patren WXYXZ lebih nampak seimbang dibandingkan dengan interpretasi di minggu-minggu lalu. Oleh sebab itu saya akan mempertimbangkan untuk exit dari posisi short.

Chart 4 (klik chart untuk memperbesar)

Saya akan coba melihat kembali segala kemungkinan scenario untuk saham hari Senen depan. Moga-moga malamnya market update bisa diterbitkan. Paling tidak pada hari Selasanya.

Sekian dulu, saya sudah mengantuk.
Jakarta 14 Maret 2010


Disclaimer: Ekonomi (dan investasi) bukan sains dan tidak pernah dibuktikan secara eksperimen; tulisan ini dimaksudkan sebagai hiburan dan bukan sebagai anjuran berinvestasi oleh sebab itu penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang diakibatkan karena mengikuti informasi dari tulisan ini. Akan tetapi jika anda beruntung karena penggunaan informasi di tulisan ini, EOWI dengan suka hati kalau anda mentraktir EOWI makan-makan.